Anda di halaman 1dari 5

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :
PEMERINTAH I NENGAH DARNYA,
KABUPATEN SKM.M.M.Kes
BANGGAI Nip. 19670808 198903 1
015

1 Pengertian

2 Tujuan

3 Kebijakan

4 Referensi

5 Prosedur/langkah-langkah

6 Diagram Alir

7 Unit Terkait
PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI

DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGGAI

UPTD KESEHATAN TOILI III KECAMATAN TOILI BARAT

Contoh: Notulen

Nama Pertemuan: Membahas ttg komitmen bersama untuk meningkatkan


Notulen Pertemuan kinerja petugas gizi UPTD kesehatan toili iii
Tempat: UPT
Tanggal: Kes.TOILI III
Pukul :
Susunan Acara 1. Pembukaan
2. Sambutan dan pengarahan Kepala UPTD KES.TOILI III
3. Pembahasan masalah ttg komitmen bersama untuk
meningkatkan kinerja petugas gizi UPTD Kes.Toili III
4. Diskusi dan komitmen bersama untuk meningkatkan kinerja
Tenaga Gisi UPTD Kes.Toili III
5. Kesimpulan
7.Penutup

Pertemuan untuk membahas Kesepakatan bersama untuk


Notulen sebelumnya meningkatkan kinerja petugas Gizi UPTD Kes. Toili III

Pembahasan masalah komitmen bersama untuk meningkat


kinerja petugas gizi khususnya:
Pembahasan
1.Masih adanya bayi baru belum punya KMS
2.Masih rendahnya pencapain D/S,N/D
1.petugas gizi meminta KMS ke Dinkes luwuk agar kondisi
kesehatan bayi dapat terpantau
2. meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bayi
Kesimpulan dan balita untuk mengikuti kegiatan posyandu setiap bulan
3.Agar perkembangan bayi dan balita dapat terpantau
kesehatannya.

Diharapkanpetugas gizi menyiapkan KMS, Meningkatkan


Rekomendasi pencapaian D/S,N/S.

Notulen Sindangsari,

Pimpinan Pertemuan

I NENGAH DUITA I NENGAH DARNYA, SKM.M.M.Kes

Nip: Nip. 19670808 198903 1 015


PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI

DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGGAI

UPTD KESEHATAN TOILI III KECAMATAN TOILI BARAT

6.1.1.1 Bukti adanya komitmen bersama untuk meningkatkan kinerja (Bukti-bukti proses pertemuan
,maupun dekumen lain yang membuktikan adanya kegiatan penggalangan komitmen:

Contoh bukti komitmen:

1. Memahami konsep manajemen mutu sebagai landasan dalam merubah pola pikir dan pola
kerja yang berfokus pada mutu.
2. Menjalankan kegiatan tugas pokok dan fungsi masing-masing sesuai dengan pedoman
manajemen mutu dan SOP yang sudah disahkan.
3. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkesinambungan dalam kegiatan program dan
pelayanan.
4. Melakukan perbaikan secara terus-menerus pada seluruh aspek kegiatan baik program
maupun pelayanan.
5. Memberi pelayanan pada masyarakat dengan cepat,tepat,dan berkualitas.
6. Memberikan pelayanan pada masyarakat dengan sopan santun ,ramah tamah dan
bersahaja.
7. Bersedia menerima sangsi yang disepakati bila melanggar komitmen diatas.

- daftar hadir yang berkomitmen.

- Foto

6.1.1.2. SK Kepala Puskesmas tentang peningkatan kinerja

6.1.1.3. SK Kepala Puskesmas tentang tata nilai dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan

6.1.1.4. Pemahaman terhadap kebijakan dan tata Nilai

6.1.1.5 Rencana perbaikan kinerja dan tindak lanjut

Contoh:
PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI

DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGGAI

UPTD KESEHATAN TOILI III KECAMATAN TOILI BARAT

Progrm Malaria

RENCANA PERBAIKAN KINERJA

INDIKATOR KINERJA RENCANA TINDAK


NO KEGIATAN PERMASALAHAN ANALISIS
TARGET CAPAIAN PERBAIKAN LANJUT
1 Kunjungan rumah dlm 90% 80% Kunjungan rmh kepd krgx informasi Meningkatkan petugas meng-
rangka pengambilan pasien demam suspek yg di dpt oleh masy Penyuluhan kepd informasikan
masy baik di
darah suspek malaria malaria msh krg ttg adax kunjungan posyandu kepd kades,bidan,
maupun di
rmh bg penderita kelurahan kader posyandu
demam . bahwa ada kunju-
ngan rumah dr pts
malaria kepd
pasien suspek
malaria kepd
2 Monitoring penggunaan 90% 80% ada beberapa ibu hamil ada ibu hamil yg mengupayakan agar memberikan infor-
yg blm mendpt
kelambu pd bumil di kelambu blm mendpt info semua ibu hamil masi kepd ibu hamil
melalui
wil.keja pkm t.3 dr bidan ttg pembagian mendapat kelambu bindes,kader
kelambu di wil.pkm.t3. posyandu,kades,pkk
dll
di upayakan stok mencukupi
3 monitoring penggunaan 905 805 blm semua bindes dpt Stok RDT di dinkes RDT kebutuhan
RDT oleh bindes RDT krn kehabisan stok habis cukup RDT