Anda di halaman 1dari 9

Nama Peserta: dr.

Hana Humaira Fachir

Nama Wahana: RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

Topik: Stroke Non Hemoragik

Tanggal (kasus): 12 Agustus 2015


Nama Pasien: Ny. K

Tanggal Presentasi: Oktober 2015 Nama Pendamping: dr. RMN. Haryono N.

Tempat Presentasi: Ruang Komite Medik RSUD Hadji Boejasin

Obyektif Presentasi:

Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka

Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia

Deskripsi: Seorang wanita 47 tahun datang dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan sejak 1 hari sebelum kunjungan ke rumah
sakit

Tujuan: Mengetahui tatalaksana kasus stroke


Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit
Bahan bahasan:

Diskusi Presentasi dan diskusi Email Pos


Cara membahas:
Data pasien: Nama: Ny. K

Nama RS : RSUD Hadji Boejasin Telp: - Terdaftar sejak: 12 Agustus 2015

Data utama untuk bahan diskusi: anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien saat di IGD, Rekam Medis Pasien
1. Diagnosis/Gambaran Klinis:
Pasien datang dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan sejak 1 hari sebelum kunjungan ke rumah sakit. Tangan dan kaki
kanan terasa berat saat digerakkan. Keluhan muncul mendadak. Pasien menyangkal adanya pingsan, muntah, dan sakit kepala. Pasien juga
mengeluhkan bicaranya pelo sejak kemarin malam. Pasien masih bisa menelan makan dan minum seperti biasa. BAB dan BAK tidak ada
keluhan. Demam (-), kejang (-).
2. Riwayat Pengobatan:
-
3. Riwayat kesehatan/Penyakit: Riwayat hipetensi dan diabetes melitus tidak jelas. Riwayat hiperkolesterol ( -). Tidak ada riwayat
penyakit jantung.

4. Riwayat keluarga: Riwayat HT, DM, hiperkolesterol, dan Penyakit jantung tidak jelas.

5. Riwayat pekerjaan: Pasien merupakan seorang ibu rumah tangga


 Subyektif :
Pasien datang dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan sejak 1 hari sebelum kunjungan ke rumah sakit. Anggota
gerak kanan terasa berat saat digerakkan. Keluhan muncul mendadak. Pasien menyangkal adanya pingsan, muntah, dan sakit kepala.
Pasien juga mengeluhkan bicaranya pelo sejak kemarin malam. Pasien masih bisa menelan makan dan minum seperti biasa. BAB dan
BAK tidak ada keluhan. Demam (-), kejang (-).

 Objektif.
Berdasarkan pemeriksaan didapatkan hasil berupa:
 Keadaan umum : Sakit sedang
 GCS : E4V5M6
 Kesadaran : Compos mentis
Tanda vital
 Tekanan darah : 190/130 mmHg
 Frekuensi nadi : 80 kali / menit
 Frekuensi napas : 22 kali / menit
 Suhu : 36,20 celcius
Status generalis
 Kepala: Mata : pupil isokor, RC (+/+), CA ( -/-), SI (-/-)
 Leher : KGB tidak teraba membesar, JVP tidak meningkat
 Cor : S I, II regular, murmur (-), gallop (-)
 Pulmo :
Pemeriksaan Kanan Kiri
Inspeksi simetris
Palpasi Vokal fremitus sama kiri dan kanan
Perkusi Sonor Sonor
Suara napas vesikuler Suara napas vesikuler
Auskultasi Rhoncii (-), Rhoncii (-)
Wheezing (-) Wheezing (-)

 Abdomen
Inspeksi : datar
Auskultasi : BU (+) normal
Perkusi : Timpani
Palpasi : Supel,hepatosplenomegali (-)
 Ekstremitas
Atas: akral hangat (+/+), edema (+/+), parese (+/-)
Bawah: akral hangat (+/+), edema (+/+), parese (+/-)
Status neurologis
 Meningeal sign: Kaku kuduk (-), Kernig (-/-), Brudzinski I dan II (-/-)
 Saraf cranial
- N I (olfactorius) : Penciuman normal
- N II (optikus) : visus kedua mata normal
- N III, IV, VI (okulomo- : posisi dan gerak bola mata normal, pupil bulat, isokor 3mm, reflek cahaya (+/+)
Troklearis, Abdusen)
- N V (trigeminus) : sensorik dan motorik normal, refleks kornea (tdl)
- N VI (abdusen) : gerak bola mata (+) normal
- N VII (fasialis) : kerutan dahi, lipatan nasolabial (-/+), sudut mulut kanan jatuh
- N VIII (vestibulokoklearis): vertigo (-), nistagmus (-), tinnitus (-).
- N IX (glosofaringeus) : menelan (+), refleks muntah (+)
- N X (vagus) : denyut jantung (+), bising usus (+)
- N XI (assesorius) : mengangkat bahu (+/+)
- N XII (hipoglosus) : saat menjulurkan lidah terdapat deviasi ke kanan
 Motorik: Atas : Kekuatan motorik 2/5
Bawah: Kekuatan motorik 2/5
 Sensorik: dlam batas normal.
 Refleks fisiologis: Refleks biceps (meningkat/N), Refleks trisep (meningkat/N), Refleks patella (meningkat/N)
 Refleks patologis: Babinsky (+/-)
 Karena adanya kerusakan traktus kortikospinalis lateral
 Saraf Otonom: Inkotinensia urin dan alvi (N)
Siriraj Score
(2,5x0) + (2x0) + (2x0) + (0,1 x 130) – (3x1) - 12
-2 (SNH)
 Menurut Abayomi OS, Steven O, and Oluremi et al, siriraj score mempunyai sensitifitas 50% untuk stroke hemoragik dan 58%
untuk stroke iskemik, dengan akurasi 54,2%. Namun berbeda setiap penelitian tergantung sampel dan variabel.

 ”Assessment”(penalaran klinis):
Diagnosis klinis: Hemiparese dextra cum parese N.VII dan N.XII dextra
 Adanya kelumpuhan motorik murni, hemiparesis atau hemiplegi (tanpa gangguan sensorik maupun visual) mengindikasikan
adanya gangguan di cabang profunda arteri cerebri media.
 Homunculi sensorik dan motorik
Diagnosis topis: Hemisfer sinistra
Diagnosis Etiologi: Stroke non hemoragik dd stroke hemoragik

 “Plan”
 Non Farmokologi
KIE tentang penyakit dan prognosisnya
 Farmakologis
-IVFD NaCl 20tpm
 Untuk menjaga euvolemi
-Inj. Citicolin 2x1000mg
 Ciiticoline mmpunyai efek terapeutik pada beberapa fase di jalur iskemik pada stroke iskemik akut. Pemakainan citicoline
jangka panjang aman dan efektif, meningkatkan perbaikan fungsi kognitif post stroke.
-Inj. Ranitidin 2x50mg
 Perdarahan saluran cerna telah diketahui sebagai komplikasi yang bisa muncul selama fase akut stroke dengan insidensi 0,1-
8,0% tergantung populasi penelitian. Beberapa penelitian telah mengidentifikasi berbagai macam faktor yang berhubungan
dengan perdarahan saluran cerna setelah stoke iskemik akut. Salah satu faktor yang paling sering adalah adanya riwayat peptic
ulcer. Akan tetapi, keasaman lambung dapat dicegah dengan histamine-2 receptor antagonist (H2RA) atau proton pump inhibitor
(PPI).
-PO. Captopril 25mg
Pada pasien stroke iskemik akut, tekanan darah diturunkan sekitar 15% dalam 24 jam pertama setelah awitan apabila tekanan
darah sistolik >220mmHg atau tekanan darh diatolik >120mmHg.\

-PO. Aspilet 320mg


Menurut guideline stroke 2011, pemberian aspirin dengan dosis 325mg dalam 24-48jam setelah awitan stroke dianjurkan
untuk setiap stroke iskemik stroke.
 Daftar Pustaka:
1. Abayomi OS, Steven O, and Oluremi et al. Accuracy of the Siriraj Stroke Score in Differentiating Cerebral Haemorraghe and
Infarction in African Nigerians. AJNS 2001 Vol. 20, No 1
2. Sabin JA and Roman GC. The Role of Citicoline in Neuroprotection and Neurorepain in Ischemic Stroke. Brain Sci 2013:1395-
1414.
3. Ogata T, Kamouchi M, Matsuo R, et al. Gastrointestinal Bleeding in Acute Ischemic Stroke: Recent Trends from the Fukuoka
Stroke Registry. Cerebrovasc Dis Extra 2014;4:156-164.
4. Hadinoto S, Setiawan, and Soetedjo. Stroke Pengelolaan Mutakhir.Badan Penerbit Universitas Dipenogoro. Semarang:1992.