Anda di halaman 1dari 6

Istilah istilah yang terdapat pada sistem pernafasan manusia

dan hewan

Nur syahbani kelas : XI IPA 4 SMAN JATINANGOR

istilah-istilah yang terdapat pada sistem pernapasan manusia


1. Rongga Hidung ( Cavum Nasalis ) : Udara dari luar akan masuk melalui lubang
hidung menuju rongga hidung. Rongga hidung dilapisi oleh lapisan selaput lendir
yang didalamnya mengandung kelenjar minyak dan kelenjar keringat.
2. Trakea ( Batang Tenggorokan ) adalah suatu saluran udara berbentuk pipa yang
panjangnya lebih kurang 12 cm. Trakea terletak di bagian depan esofagus.
3. Inspirasi adalah proses menarik napas / memasukan udara.
4. Ekspirasi adalah proses mengeluarkan udara.
5. Bronkus adalah Cabang Batang Tenggorokan. Struktur mikroskopis bronkus
mirip dengan trakea , hanya saja , tulang rawan yang menyusun bronkus bentuknya
tidak teratur.
6. Bronkioulus adalah anak cabang dari batang tenggorokan yang terdapat dalam
rongga tenggorokan kita dan akan memanjag sampai paru-paru
7. Alveolus adalah istilah anatomi umum untuk rongga cekung atau lubang ,
merupakan bagian pada ujung bronkiouus terdapata banyak sekali gelembung-
gelembung kecil.
8. Pernapasan Perut adalah merupakan pernapasan yang melibatkan aktivitas otot-
otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.
9. Pernapasan Dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk.
10. Spirometri adalah pengukuran keadaan aliran udara dan kapasitas vital paru-
paru.
11. Duktus Alveolus adalah setiap bagian bronkiolus terminalis bercabang—
cabang lari menjadi bronkiolus respirasi kemudian menjadi duktus alveolaris.
12. Pleura Luar ( Pleura Parietalis ) adalah selaput bagian luar yang menyelaputi
paru-paru.
13. Pleura Dalam ( Pleura Visceralis ) adalah selaput bagian dalam yang langsung
menyelaputi paru-paru.
14. Pleura adalah paru-paru dibungkus oleh 2 selaput tipis.
15. Membran serosa adalah 2 selaput tipis yang di bungkus oleh paru-paru.
16. Pulmo Sinister adalah paru-paru kiri yang terdiri atas 2 lobus.
17. Pulmo Dekster adalah paru-paru kanan yang terdiri atas 3 lobus.
18. Esofagus adalah saluran pencernaan yang berbentuk seperti selang air.
19. Vocal Fold adalah lipatan pita suara.
20. Choane adalah muara rongga hidung yang berhubungan dengan tekak.
21. Nasofaring adalah bagian setelah belakang rongga hidung yang terhubung dan
merupakan bagian awal dari faring ( tekak )
22. Olfaktorious adalah bagian atas rongga hidung yang mengandung sel-sel
pembau sebagai resetor aroma.
23. Trakeotomi adalah pembuatan lubang pada trake serangga untuk membantu
pernapasan.
24. Udara biasa ( udara tidal ) adalah merupakan volume udara yang masuk atau
keluar dari hidung sewaktu bernapas dalam keadaan istirahat.
25. Udara suplementer adalah merupakan volume udara ekspirasi yang masih dapat
dikeluarkan setelah ekspirasi normal.
26. Udara komplementer adalah merupakan volume udara inspirasi yang masih
dapat dihirup setelah inspirasi normal.
27. Udara residu adalah merupakan volume udara sisa setelah kita mengelurakan
napas maksimal yang selalu tinggal di dalam paru-paru dan tidak dikeluarkan dari
paru-paru.
28. Kapasitas Vital adalah merupakan jumlah volume suplementer ditambah
volume tidal dan volume komplementer atau sama dengan volume udara maksimal
yang dapat dikeluarkan dalam sekali ekspirasi setelah inspirasi maksimal.
29. Oksihemoglobin adalah pengangkutan oksigen dapat dilakukan melalui
persenyawaan dengan hemoglobin .
30. Eupnea adalah gerakan pernapasan normal.
31. Hiperpnea adalah peningkatan gerakan pernapasan.
32. Hipopnea adalah penurunan gerakan pernapasan.
33. Apnea adalah penghentian pernapasan.
34. Bradypnea adalah perlambatan abnormal dari pernapasan (frekuensi).
35. Tachypnea adalah pernapasan yang sangat cepat (frekuensi)
36. Hipoksia adalah penurunan pemasukan oksigen ke jaringan sampai dibawah
tingkat fisiologis meskipun perfusi jaringan oleh darah memadai.
 Hypoxic h. : hipoksia akibat kurangnya oksigen yang mencapai darah
 Stagnant h. : hipoksia akibat gagalnya transpor oksigen yang kurang
memadai karena kurang memadainya aliran darah
37. Hyperkapnia adalah kelebihan CO2 dalam darah.
38. Hypocapnia adalah kekurangan CO2 dalam darah.
39. Hypoksemia adalah defisien oksigenasi darah.
40. Ventilasi adalah proses pertukaran udara antara paru-paru dan udara luar.
41. Syndrome traumatica adalah asfiksi yang terjadi sebagai akibat kompresi
mendadak atau berat pada thoraks atau abdomen atas , atau keduanya .
42. Dyspnea adalah pernapasan yang sesak / sukar (pernapasan subjektif).
43. Ortopnea adalah pernapasan yang sulit, kecuali pada posisi tegak atau duduk.
46. Erfusi adalah tindakan meng pada atau lewat , khususnya pengaliran
cairan lewat pembuluh darah organ khusus.
47. Luxury adalah peningkatan aliran darah kedaerah otak secara
abnormal akibat pembengkakan.
48. Sleep a. : serangan sementara kegagalan kontrol otomatis pernapasan,
yang menjadi jelas pada waktu tidur serta menyebabkan asidosis dan
vasokontriksi arteriol paru dan hipertensi.
49. Dyspnea : pernapasan yang sukar /sesak (perasaan subjektif)
50. Paroxysmal nocturnal d. : episode gawat napas yang membangunkan
penderita dari tidur dan berhubungan dengan posisi tidur (terutama bila
tidur berbaring pada waktu malam), biasanya berhubungan dengan gagal
jantung kongestif dengan edema paru, tetapi kadang berhubungan dengan
penyakit paru kronis.
51. Ortopnea : pernapasan yang sulit, kecuali pada posisi tegak atau duduk
52. Asfiksi :perubahan patologis yang disebabkan kurangnya oksigen
dalam udara pernapasan, yang mengakibatkan hipoksia dan hiperkapnia
53. Perfusi : Tindakan menuang pada atau lewat, khususnya pengaliran
cairan lewat pembuluh darah organ khusus.
54. Luxury p. :peningkatan aliran darah ke daerah otak secara abnormal,
akibat pembengkakan.
55. Hyperventilation : peningkatan ventilasi paru-paru secara abnormal,
menyebabkan penurunan tegangan CO₂, yang jika berkepanjangan
menimbulkan alkalosis (pH darah diatas 7,4)
56. Hypoventilation : penurunan jumlah udara yang memasuki alveoli paru-
paru yang menyebabkan asidosis (pH darah dibawah 7,4).
57. Emfisema :berkumpulnya udara secara patologis dalam jaringan atau
organ
58. Influenza (flu), penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala
yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan
tenggorokan terasa gatal.
59. Asma atau sesak napas, merupakan suatu penyakit penyumbatan
saluran pernapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu,
atau tekanan psikologis. Asma bersifat menurun.
60. Tuberkulosis (TBC), penyakit paru-paru yang diakibatkan serangan
bakteri mycobacterium tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena
adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian
paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil.
Akibatnya napas penderita terengah-engah.
61. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan
cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.
62. Faringitis, radang pada faring akibat infeksi oleh bakteri Streptococcus.
Tenggorokan sakit dan tampak berwarna merah. Penderita hendaknya
istirahat dan diberi antibiotik.
63. Laringitis, radng pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara.
Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum
alkohol, dan terlalu banyak serak.
64. Bronkitis, radang pada cabang tenggorokan akibat infeksi. Penderita
mengalami demam dan banyak menghasilkan lendir yang menyumbat
batang tenggorokan.
65. Sinusitis, radang pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi kanan dan
kiri batang hidung. Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus
dibuang melalui operasi.
66. Asfikasi, adalah gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan dan
penggunaan oksigen yang disebabkan oleh: tenggelam (akibat alveolus
terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan
limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim
pernapasan).
67. Asidosis, adalah kenaikan adalah kenaikan kadar asam karbonat dan
asam bikarbonat dalam darah, sehingga pernapasan terganggu.
68. Difteri, adalah penyumbatanpada rongga faring atau laring oloeh lendir
yang dihasilkan kuman difteri.
69. Pneumonia, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau
bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
70. Wajah adenoid (kesan wajah bodoh), disebabkan adanya penyempitan
saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa atau polip,
pembengkakan di tekak atau amandel.
71. Kanker paru-paru, mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Kanker
paru-paru dapat menjalar ke seluruh tubuh. Kanker paru-paru sangat
berhubungan dengan aktivitas yang sering merokok. Perokok pasif juga
dapat menderita kanker paru-paru. Penyebab lainnya yang dapat
menimbulkan kanker paru-paru adalah penderita menghirup debu asbes,
radiasi ionasi, produk petroleum, dan kromium.
72. Polip
Polip hidung adalah massa polypoidal yang timbul terutama dari selaput
lendir hidung dan sinus paranasal. Polip hidung bukan penyakit yang murni
berdiri sendiri. Pembentukannya sangat terkait erat dengan berbagai
problem THT lainnya seperti rinitis alergi, asma, radang kronis pada
mukosa hidung-sinus paranasal, kista fibrosis, intoleransi pada aspirin,
dll.Polip hidung biasanya tumbuh di daerah dimana selaput lendir
membengkak akibat penimbunan cairan, seperti daerah di sekitar lubang
sinus pada rongga hidung.
73. Suatu metode sederhana untuk mempelajari pertukaran udara paru-
paru adalah mancatat volume udara yang bergerak ke dalam dan ke luar
paru-paru disebut spirometer.
74. Volume tidal (tidal volume = TV) adalah volume udara pada waktu
inspirasi atau ekspirasi normal, dan volumenya kira-kira 500 ml.
75. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume = IRV) adalah
volume ekstra udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi normal
sebagai volume udara tambahan terhadap volume volume tidal, dan
biasanya volume udara itu kira-kira 3000 ml.
76.Volume cadangan ekspirasi (expiratory reseve volume = ERV) adalah
jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan berekspirasi sekuat-
kuatnya (maksimum) pada saat akhir ekspirasi normal, biasanya volume ini
kira-kira 1100 ml.
77. Volume residu (residual volume = RV) adalah volume udara yang
masih tinggal di dalam paru-paru setelah melakukan respirasi maksimum.
Volume residu ini rata-rata 1200 ml.
78. Kapasitas paru-paru dalam siklus paru-paru kadang-kadang perlu
mempertimbangkan 2 atau lebih volume udara tersebut di atas secara
bersama-sama. Penggabungan ini disebut kapasitas paru-paru. Kapasitas
paru-paru berbeda-beda dapat dijelaskan sebagai berikut ini.
79. Kapasitas inspirasi (inspiratory capacity/IC) = volume tidal (TV) +
volume cadangan inspirasi (IRV). Ini adalah sejumlah udara (kira-kira 3500
ml) yang berarti seseorang bernafas mulai dengan tingkat ekspirasi normal
dan memperbesar paru-parunya hingga maksimum.
80. Kapasitas residu fungsional (functional residual capacity/FRC) =
volume cadangan ekspirasi (ERV) + volume residu (RV). Ini adalah
sejumlah udara yang tinggal dalam paru-paru pada akhir ekspirasi normal
(kira-kira 2300 ml).
81. Kapasitas vital (vital capacity/VC) = volume cadangan inspirasi (IRV) +
volume tidal (TV) + volume cadangan ekspirasi (ERV). Ini adalah jumlah
udara maksimum yang dapat dikeluarkan dari paru-paru setelah ekspirasi
dan dilanjutkan dengan ekspirasi maksimum.
82. Kapasita total paru-paru (total lung capacity/TLC) adalah volume maksimum
paru-paru yang masih dapat diperbesar dengan inspirasi sekuat mungkin (kira-kira
5800 ml). TLC = IRV + TV + ERV + RV.
83. penyakit paru-paru basah adalah suatu gangguan kesehatan pada tubuh yakni
saluran pernafasan yang menuju ke paru-paru terlalu banyak terendam air.
84. Dehidrasi (''hypohydration'') didefinisikan sebagai kehilangan cairan tubuh
yang berlebihan.

istilah-istilah yang terdapat pada sistem pernapasan hewan


1. Pundi – pundi hawa adalah sebagai penyimpanan cadangan oksigen dan untuk
meringankan tubuh burung sewaktu terbang.
2. Insang adalah alat pernapasan pada ikan sebagai alat ekskresi garam-garam
mineral, penyaringan makanan , alat pertukaran ion, dan osmoregulator.
3. Spirakel/stigma adalah tempat udara masuk dan keluar melalui lubang
kecil terdapat di kanan-kiri tubuhnya.
4. paru-paru buku adalah alat respirasi pada kelompok laba” dan
kalajengking. Udara yang mengalir melalui celah” buku tersebut
memungkinkan terjadinya pertukaran gas O2 dan CO2.
5. sifonoglifa adalah alat respirasi pada coelenterata (hewan berongga)
terutama yang termasuk golongan anthozoa. Misalnya anemon laut.
6. pada kura” air, bagian yang membantu pernafasan adalah kulit di sekitar
kloaka
7. Pertukaran gas melewati permukaan tubuh pada cacing dinamakan pernapasan
integumenter.

8. Trakea merupakan bagian tubuh serangga yang terbuat dari pipa/tabung udara.
Jumlah trakea di dalam tubuh serangga sangat banyak. Oleh karena itu, sistem
pernapasan serangga dinamakan sistem trakea.
9. pipa kecil pada belalang disebut trakeola.
10. Alveoli (burung) yang merupakan bagian ujung dalam saluran pernapasan
manusia, digantikan oleh saluran-saluran kecil yang disebut parabronkus. Saluran-
saluran kecil tersebut dibungkus oleh pembuluhpembuluh darah. Pertukaran udara
terjadi di dalam saluran parabronkus.

Anda mungkin juga menyukai