Anda di halaman 1dari 10

ABSTRAK

Pemberian penyertaan modal sementara (bail-out) oleh Lembaga


Penjamin Simpanan (LPS) kepada Bank Century yang ditetapkan sebagai
bank gagal yang berdampak sistemik. Adanya penyimpangan oleh
pemegang saham Bank Century dalam penggunaan dana bail-out tersebut
sehingga merugikan LPS. Berdasarkan pengalaman tersebut, pemerintah
Indonesia mengubah prinsip resolusi bank yang bermasalah yang semula
menggunakan prinsip bail-out menjadi bail-in, dengan menerbitkan
Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan
Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK). Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji dan menganalisis implementasi prinsip bail-in terhadap
bank sistemik serta penanggulangan bank sistemik yang bermasalah
dikaitkan dengan Undang-Undang PPKSK.
Penelitian ini, menggunakan metode pendekatan yuridis normatif,
yaitu metode pendekatan yang mengkaji dan meneliti data sekunder yang
berkaitan dengan materi penelitian. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif
analitis artinya hasil penelitian ini berusaha memberikan gambaran secara
menyeluruh dan mendalam tentang suatu keadaan atau gejala yang diteliti.
Metode analisis data menggunakan yuridis kualitatif yaitu data yang
diperoleh disusun secara kualitatif untuk mencapai kejelasan masalah yang
dibahas dengan tidak menggunakan rumus, kemudian data primer dan data
sekunder yang diperoleh dari penelitian disusun dengan teratur dan
sistematis, yang akan dianalisis untuk ditarik suatu kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, bahwa implementasi prinsip bail-in
terhadap bank sistemik adalah berupa rencana aksi, yang berisi rencana
penambahan modal dan mengubah jenis utang tertentu menjadi modal
bank pada saat mengalami permasalahan keuangan. Penanggulangan
bank sistemik yang bermasalah terbagi dalam tiga tahap yaitu, pertama
pelaksanaan rencana aksi yang telah dibuat bank sistemik. Kedua, jika
terjadi permasalahan likuiditas yang memburuk, maka dapat memohon
bantuan Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLJP) kepada Bank
Indonesia. Ketiga, jika bank sistemik mengalami permasalahan solvabilitas,
penanganan diambil alih oleh LPS dengan opsi, pengalihan aset atau
kewajiban kepada bank penerima, mendirikan bank perantara dengan
kewajiban atau aset dari bank sistemik, serta melakukan penyertaan modal
sementara kepada bank sistemik.

Kata Kunci: Bank Sistemik, Bail-in, Krisis Sistem Keuangan, Perbankan,


Rencana Aksi.

iv
ABSTRACT

The provision of temporary capital placements (bail-out) by Indonesia


Deposit Insurance Corporation (IDIC) to bank century that is determined as
systemic bank. There were deviations by the shareholders bank century in
the use of the bail-out funds so disrupting IDIC. Based on this experience,
the indonesian government change the principle resolution bank troubled
which was originally using the principle bail-out to be bail-in, to issue Law
Number 9 of 2016 on Prevention and Resolution of Financial System Crisis.
This research to reviews and analyze the implementation of bail-in principle
on systemic bank and the completion systemic bank troubled in regards Law
of Prevention and Resolution of Financial System Crisis.
This research , in a juridical normative approach , that study the
method of approach and examined secondary data research pertaining to
matter. Specification research is descriptive analytical that the result of this
research to provide a thoroughly and in great depth about a situation or
symptomatic treatment .The method of analysis data using the juridical
qualitative data qualitative arranged in to achieve clarity in discussed by not
using formula , the data primary and secondary data obtained from research
are regular and systematic , that will be analyzed a conclusion to be drawn.
Based on the research, that implementation of bail-in principle on
systemic bank action plan that is , that contains plan to increase capital and
change a kind of certain debt into capital bank at the time of financial have
a problem. Completion Systemic bank troubled divided into three stages
namely, the program first action plan that has been created systemic bank.
Second , if problems occur deteriorating liquidity , so it enlisting short-term
liquidity loans to Bank Indonesia . Third, if the systemic banks experienced
problems solvability, completion taken over by IDIC with an option,
diversion assets or liability to bank recipients, establish bank intermediaries
with an obligation or assets of bank systemic, and to make temporary capital
placements to systemic bank.

Key word: Action Plan, Banking, Bail-in, Financial System Crisis, Systemic
Bank.

v
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas

rahmat dan karunia-Nya, Penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi

yang berjudul “IMPLEMENTASI PRINSIP BAIL IN DALAM

PENANGGULANGAN BANK SISTEMIK YANG BERMASALAH

DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 2016

TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KRISIS SISTEM

KEUANGAN”. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah

satu syarat guna menempuh Sidang Ujian Sarjana dan meraih gelar

Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak lepas dari

adanya dorongan, bantuan, arahan, bimbingan, dan masukan dari berbagai

pihak. Pada kesempatan ini Penulis mengucapkan terimakasih kepada

yang terhormat Ibu Dr. Etty Mulyati, S.H., M.H. selaku Pembimbing Utama

dan kepada yang terhormat Ibu Nun Harrieti, S.H,. M.H. selaku

Pembimbing Pendamping yang dengan penuh kesabaran, perhatian,

kebaikan, serta ketulusan hati yang telah mengarahkan, meluangkan waktu

di sela-sela kesibukannya, dan memberikan saran-saran terbaik kepada

Penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Selain itu Penulis juga

mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak lainnya, yaitu:

vi
1. Prof. Dr. Med Tri Hanggono Achmad, dr., selaku Rektor Universitas

Padjadjaran;

2. Dr. An An Chandrawulan, S.H., LL.M., selaku Dekan Fakultas Hukum

Universitas Padjadjaran.

3. Dr. Idris, S.H., MA., selaku Dekan I Fakultas Hukum Universitas

Padjadjaran.

4. Dr. Dewi Kania Sugiharti, S.H., M.H., selaku Wakil Dekan II Fakultas

Hukum Universitas Padjadjaran.

5. Dr. Hernadi Affandi, S.H., LL.M., selaku Dosen wali Penulis yang telah

memberi bimbingan selama menempuh perkuliahan.

6. Prof. Dr. Tarsisius Murwadji, S.H., M.H., selaku Kepala Departemen

Hukum Ekonomi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.

7. Seluruh Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran yang telah

memberikan ilmu, pengetahuan serta berbagai pengalaman kepada

Penulis sejak awal hingga Penulis dapat menyelesaikan pendidikan di

Program Studi Sarjana Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas

Padjadjaran.

8. Seluruh Staf Akademik, Staf Sub. Bagian Akademik, Staf Sub. Bagian

Administrasi, Staf Sub. Bagian Kemahasiswaan, dan Staf

Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.

9. Rekan-rekan semasa kuliah, terutama angkatan 2013, Keluarga

Mahasiswa Islam FH UNPAD, yang selalu setia memberi dukungan,

kritik, saran, doa, mendengarkan keluh kesah selama perkuliahan,

vii
canda dan tawa menjadikan masa-masa perkuliahan menjadi

berkesan.

10. Segenap Keluarga Besar di Lingkungan Fakultas Hukum Universitas

Padjadjaran yang menjadi bagian yang tidak terlupakan dari kehidupan

Penulis selama menjadi mahasiswa dan semua pihak yang tidak dapat

disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan Penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini;

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Otoritas Jasa Keuangan

Kantor Wilayah Jawa Barat yang telah membantu dan memberikan data

kepada Penulis sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Penulis teristimewa mempersembahkan gelar Sarjana Hukum dan

ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada ibunda tercinta Enur

Nuroniah dan ayahanda tercinta Nana Nurjaman yang selalu memanjatkan

doanya untuk keberhasilan dan kesuksesan putra putrinya. Tak lupa juga

rasa terimakasih Penulis sampaikan kepada adik tercinta Dina Fadila dan

Agnia Ramdani yang telah memberikan canda tawa, motivasi dan

dukungan kepada Penulis serta kepada Keluarga Besar yang telah

memberikan dukungan, doa, serta motivasi sehingga Penulis dapat

menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih memiliki

banyak kekurangan, oleh karena tanggapan, kritik dan saran sangat

Penulis harapkan untuk proses evaluasi,. Semoga skripsi ini dapat

viii
bermanfaat khususnya bagi Penulis, umumnya bagi pembaca dan

perkembangan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang.

Bandung, Desember 2017

Penulis

ix
DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN i

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ii

LEMBAR PERSETUJUAN PANITIA SIDANG iii

ABSTRAK iv

KATA PENGANTAR vi

DAFTAR ISI x

DAFTAR SINGKATAN xii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Identifikasi Masalah 10

C. Tujuan Penelitian 11

D. Kegunaan Penelitian 11

E. Kerangka Pemikiran 12

F. Metode Penelitian 22

1. Metode Pendekatan 23

2. Spesifikasi Penelitian 23

3. Tahap Penelitian 24

4. Teknik Pengumpulan Data 27

5. Metode Analisis Data 27

6. Lokasi Penelitian 28

x
BAB II TINJAUAN UMUM PENGATURAN PENCEGAHAN
DAN PENANGANAN KRISIS SISTEM KEUANGAN 29
A. Peran Perbankan dalam Pembangunan
Ekonomi Nasional 29
1. Bank sebagai Lembaga Keuangan 29
2. Fungsi Perbankan Indonesia 31
3. Prinsip Kehati-hatian bank (Prudential Banking
Principle) dalam Perbankan di Indonesia 33
B. Peran Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan
Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Menjaga
Stabilitas Sistem Keuangan 35
1. Penilaian Tingkat Kesehatan (TKS) Bank Umum 44

2. Tindak Lanjut Pengawasan Bank Umum 50

C. Keberadaan Bank Bermasalah yang Berdampak

Sistemik dalam Sistem Perbankan Indonesia 53

1. Pengertian Bank Bermasalah 53

2. Risiko Sistemik dalam Perbankan 54

D. Pengaturan Pencegahan dan Penanganan Krisis

dalam Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan 56

1. Standar Internasional Pengaturan di Sektor

Keuangan Basel III 56

2. Prinsip Bail in dalam Resolusi Bank 58

BAB III PRAKTIK PENANGANAN BANK GAGAL YANG

BERDAMPAK SISTEMIK 61

A. Faktor-faktor Penetapan Bank yang Berdampak

Sistemik dalam Perbankan Indonesia 61

xi
B. Praktik Penanganan Bank Gagal yang

Berdampak Sistemik 68

1. Bank Century Masuk dalam

Pengawasan Khusus BI 70

2. Penetapan Bank Century sebagai Bank

Berdampak Sistemik 72

3. Penanganan Bank Century oleh LPS 73

BAB IV IMPLIMENTASI PRINSIP BAIL IN DALAM

PENANGGULANGAN BANK SISTEMIK YANG

BERMASALAH DIKAITKAN UNDANG-UNDANG NOMOR

9 TAHUN 2016 TENTANG PENCEGAHAN DAN

PENANGANAN KRISIS SISTEM KEUANGAN 79

A. Implementasi Prinsip Bail in terhadap Bank

Sistemik Dikaitkan dengan Undang-Undang

Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Pencegahan dan

Penanganan Krisis Sistem Keuangan 79

B. Penanggulangan Bank Sistemik Yang Bermasalah

Dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun

2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis

Sistem keuangan 88

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan 100

B. Saran 101

xii
DAFTAR SINGKATAN

ATMR : Aset Tertimbang Menurut Resiko


BCBS : Basel Committee on Banking Supervision
BI : Bank Indonesia
D-SIB : Domestic Systematicaly Important Bank
FSB : Financial Stability Board
KK : Komite Koordinasi
KKSK : Komite Stabilitas Sistem Keuangan
KPMM : Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
LPS : Lembaga Penjamin Simpanan
OJK : Otoritas Jasa Keuangan
PBI : Peraturan Bank Indonesia
PK : Peringkat Komposit
PLPS : Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan
POJK : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
PPKSK : Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem
Keuangan

xiii