Anda di halaman 1dari 4

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH NAGA DAGING MERAH (Hylocereus


polyrhizus) DAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) SEBAGAI BAHAN
PEWARNA ALTERNATIF DALAM PEMBUATAN PREPARAT JARINGAN
SUBKUTAN
BIDANG KEGIATAN:
PKM-Penelitian (PKMP)

Diusulkan oleh:
Ketua : Susan Aminah (201010070311066,Angkatan 2010)
Anggota : Dika Wiwit Guvita (201010070311054,Angkatan 2010)
Luberti Indri S (201010070311058,Angkatan 2010)
Dwi Septi Ningsih (201010070311064,Angkatan 2010)
Rahayu sundariyati (201110070311122,Angkatan 2011)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


2013
HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1. Judul Kegiatan : ”DOKLAR” Dodol Keluwek (Pangium edule) Anti Radikal sebagai
antioksidan
2. Bidang Kegiatan : (√ ) PKMP ( ) PKMK
( ) PKMT ( ) PKMM
3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian
( ) MIPA (√ ) Teknologi dan Rekayasa
( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora
( ) Pendidikan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan/Penulis Utama
a. Nama Lengkap : Susan Aminah
b. NIM : 201010070311066
c. Fakultas/Program Studi : FKIP/Pendidikan Biologi
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas MuhammadiyahMalang
e. Alamat Rumah dan No. Telp/HP : Jl. Notojoyo 77 Karang ploso Malang/
087859395705
f. Alamat E-Mail : Cucansoejarwo@gmail.com
5. Anggota Pelaksana Kegiatan : 4 Orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Rr. Eko Susetyorini, M. Si
b. NIP : 1965.0806.1990.032001
c. Alamat Rumah dan No Tel./Hp. : Jln. Perum Muara Sarana indah no.15/
0811361484
7. Biaya Kegiatan Total
a. DIKTI : Rp. 7.220.000,-
b. Sumber Lain : Rp. –
8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 Bulan

Malang, 5 Juli 2012


Menyetujui,
Ketua Jurusan Biologi UMM, Ketua Pelaksana

Dra. Sri Wahyuni M.Kes Susan Aminah


NIP. 19620413 198703 2 001 NIM. 201010070311066

Pembantu Rektor III UMM, Dosen Pendamping,

Dr. Diah Karmiyati, P.Si Dr. Rr. Eko Susetyorini, M. Si


NIP. 109.8802.0064 NIP. 1965.0806.1990.032001
PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH NAGA DAGING MERAH (Hylocereus
polyrhizus) DAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) SEBAGAI BAHAN
PEWARNA ALTERNATIF DALAM PEMBUATAN PREPARAT JARINGAN
SUBKUTAN

Latar Belakang Masalah

Preparat mikroskopis jaringan subkutan adalah salah satu media pembelajaran


biologi yang sangat efektif, karena siswa dapat mempelajari struktural dari jaringan
kulit melalui kegiatan praktikum atau eksperimen. Salah satu contoh preparat mikroskopis
yaitu preparat rentang sub kutan (kulit) untuk mengetahui struktur jaringan sub kutan
(Serabut kolagen, serabut elastis dan mast sel.).
Keberadaan preparat permanen yang telah dikembangkan belum bisa dirasakan oleh
beberapa sekolah karena harga preparat relatif mahal sehingga sekolah terkendala dana untuk
membelinya. Pada dasarnya pembuatan preparat permanen jaringan subkutan ini dapat
dilakukan sendiri oleh guru di sekolah daripada harus membeli preparat permanen yang
sudah jadi di pasaran.
Pembuatan preparat awetan juga terkendala oleh terbatasnya bahan pewarna kimia di
sekolah. Hal ini dikarenakan harga zat warna kimia di pasaran cukup mahal, misalnya
safranin sebagai agen pewarna merah dengan konsentrasi 0,25% per 100 ml kira-kira sebesar
Rp. 85.000- Rp. 100.000. Keterbatasan sekolah dalam memperoleh bahan pewarna menuntut
untuk dikembangkannya pewarna alternatif dari tumbuhan yang memiliki fungsi sama
sebagai agen pewarna dengan menggunakan ekstrak kulit buah naga daging merah
(Hylocereus polyrhizus)
Penggunaan pewarna haematoxilin eosin dapat digantikan dengan pewarna alam.
Kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan ubi jalar varietas ungu (Ipomoea batatas)
bisa dipakai sebagai pewarna alami karena menghasilkan warna merah yang dihasilkan oleh
pigmen yang bernama anthosianin seperti cyanidin-3 -sophoroside, dan cyanidin-3 -
glucoside. Senyawa tersebut berperan penting pada pewarnaan kulit buah naga (Wulandari,
Rini. 2011).
Sampai saat ini semakin banyak masyarakat yang mengemari buah naga untuk
dikonsumsi terlihat dari kenaikan jumlah permintaan, namun pemasokkan dalam negeri
sendiri sangat kurang sehingga untuk memenuhi permintaan Indonesia mengekspor buah
naga dari Negara lain. Terlihat dari pasar lokal saat ini dibanjiri produk ekspor berdasarkan
catatan dari eksportir buah di Indonesia, buah naga ini masuk k e tanah air mencapai antara
200-400 ton/tahun asal Thailand dan Vietnam.
Kelonjakan permintaan buah naga ini dikarenakan meningkatnya pengetahuan tentang
manfaat yang terkandung dalam buah tersebut. Terbukti dari beberapa produk makanan dan
minuman yang beredar dimasyarakat dengan bahan dasar buah naga misalnya kerupuk buah
naga, permen jelly, jus, selai dan masih banyak lagi. Namun masih disayangkan pemahaman
masyarakat terhadap buah naga masih kurang terlihat pemanfaatan buah naga hanya pada
bagian dagingnya saja sedangkan bagian kulitnya dibuang.
Ubi jalar merupakan tanaman dengan tiga varietas, yaitu ubi jalar varietas
kuning, merah dan ungu. Dibanding ubi jalar putih, tekstur ubi jalar merah atau ungu
memang lebih berair dan kurang masir tetapi lebih lembut. Rasanya tidak semanis
yang putih padahal kadar gulanya tidak berbeda. Ubi jalar putih mengandung 260 mkg
(869 SI) betakaroten per 100 gram, ubi merah yang berwarna kuning emas tersimpan
2900 mkg (9675 SI) betakaroten, ubi merah yang berwarna jingga 9900 mkg (32967
SI). Makin pekat warna jingganya, makin tinggi kadar betakarotennya yang merupakan
bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh
Zat warna pada kedua bahan tersebut diharapkan dapat menjadi pewarna
alternatif pengganti safranin yang biasa digunakan oleh sekolah tingkat menengah
dalam kegiatan praktikum, terutama sebagai pewarna preparat dalam pengamatan jaringan
subkutan. Berdasarkan uraian di atas, penelitian akan mengkaji tentang pemanfaatan
ekstrak kulit buah naga dan ekstrak ubi jalar varietas ungu sebagai bahan pewarna
alami pengganti pewarna haematoxilin-eosin untuk pewarnaan preparat rentang jaringan
subkutan.