Anda di halaman 1dari 43

ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI

PT. GO-JEK INDONESIA


Untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Manajemen Strategi
ERGO TASK

NAMA : ARDHIANI YUSRA


NIM : 1610248111
KELAS : 29 B

MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS RIAU
2018
PT. GO-JEK INDONESIA

Sejarah Berdirinya Go-Jek


GO-JEK merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia,,Gojek Indonesia didirikan
oleh seorang pemuda yang sangat kreatif, Pendiri Gojek bernama Nadiem Makarim pada tahun
2010, ia lulus SMA di Singapura, dari Singapura ia kemudian melanjutkan pendidikannya di
jurusan International Relations di Brown University. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2011.
Kantor pusat yang terletak di Jl. Kemang Timur No.15, Mampang Prapatan. Kota Jakarta
Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730. Mereka mendirikan sebuah perusahaan yang
diberi nama PT. GO-JEK INDONESIA. Perusahaan ini bertujuan untuk menghubungkan ojek
dengan penumpang ojek. Ia melihat para ojek pangkalan hanya menghabiskan waktu seharian
dan belum tentu mendapatkan pelanggan. Jadi ia membuat perusahaan ini untuk membantu para
tukang ojek mendapatkan penumpangnya dengan lebih cepat dan efisien. Sampai sekarang tujuan
mereka memang terbukti ampuh, tukang ojek harus lebih produktif supaya bias mendapat
penghasilan yang lebih banyak. Pendiri Gojek berinisiatif membuat sesuatu yang berbeda dengan
menggunakan sebuah sistem yang tertata rapi. Awalnya Gojek hanya melayani lewat Call center
saja, tetapi lambat laun gojek mulai berkembang dan membuat applikasi Gojek. Dengan aplikasi
ini, anda bias memesan secara online dan mengetahui keberadaan driver yang akan menjemput
anda. Pada Awal pendaftaran menjadi driver Gojek akan terdapat berbagai pelatihan, bagaimana
melayani pelanggan yang baik, tidak boleh ugal-ugalan dijalan, mematuhi lalu lintas dan
menggunakan pakaian yang safety. Pendiri Gojek ini memang mengutamakan kepuasa
pelanggan. Untuk keuntungan, terdapat pembagian 20/80. 20% untuk kantor dan 80% untuk
driver, terkadang para driver Gojek bias mendapatkan 10-20 pelanggan setiap harinya. Apalagi
Gojek tidak hanya melayani antar jemput orang saja. Tetapi bias juga mengirim paket, memesan
makanan dan masih banyak lainnya. Seiring berkembang nya permintaan masyarat terhadap
layanan GO-JEK, kini GO-JEK mempunyai kantor cabang di setiap daerah. GoJek adalah
perusahaan berjiwa sosial yang memimpin revolusi industri transportasi Ojek. Gojek bermitra
dengan para pengendara Ojek yang sudah berpengalaman di Jakarta, Bandung, Surabaya,
Yogyakarta dan Bali. Layanan gojek tersedia di beberapa kota besar di Indonesia diantaranya :
Jabodetabek, Bali, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Solo, Malang,
Yogyakarta, Balikpapan, Manado, Bandar Lampung, Pekanbaru dan Batam. Hingga bulan
Oktober 2017 aplikasi gojek sudah diunduh hampir sebanyak 20 juta kali di Google Play maupun
AppStore untuk pengguna Android dan Iphone.

VISI dan MISI :

 Visi

Visi dari PT. Gojek Indonesia adalah dapat membantu memperbaiki struktur transportasi di
Indonesia, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan atau
kegiatan sehari – hari seperti pengiriman dokumen, belanja harian dengan menggunakan layanan
fasilitas kurir, serta turut mensejahterakan kehidupan tukang ojek di Surabaya dan beberapa kota
besar di Indonesia.

 Misi

1. Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur transportasi roda dua
yang baik dengan menggunakan kemajuan teknologi.
2. Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada pelanggan.
3. Membuka lapangan kerja selebar – lebarnya bagi masyarakat Indonesia.
4. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.
Fasilitas Go-Jek

 Go-Ride

Layanan transportasi sepeda motor yang dapat mengantar Anda ke berbagai tempat, lebih mudah
dan lebih cepat.

 Go-Car

Layanan transportasi menggunakan mobil untuk mengantar Anda kemanapun dengan nyaman.

 Go-Food

Layanan pesan antar makanan nomor 1 di Indonesia. Go-Jek memiliki lebih dari 30.000 daftar
restoran

 Go-Send

Layanan kurir instan yang dapat Anda gunakan untuk mengirim surat dan barang dalam waktu
60 menit.
 G0-Mart

Layanan yang bisa Anda gunakan untuk berbelanja ribuan jenis barang dari berbagai macam
toko.

 Go-Box

Layanan pindah barang ukuran besar menggunakan truk bak/blind van.

 Go-Massage

Layanan jasa pijat kesehatan profesional langsung ke rumah Anda.

 Go-Clean

Layanan jasa kebersihan profesional untuk membersihkan kamar kos, rumah dan kantor Anda.

 Go-Glam

Layanan jasa perawatan kecantikan untuk manicure-pedicure, cream bath, waxing, dan lainnya
langsung ke rumah Anda.

 Go-Tix

Layanan informasi acara dengan akses pembelian dan pengantaran tiket langsung ke tangan
Anda.

 Go-Busway

Layanan untuk memonitor jadwal layanan bus TransJakarta dan memesan GO-RIDE untuk
mengantar Anda ke sana.

 Go-Pay

Layanan dompet virtual untuk transaksi Anda di dalam aplikasi GO-JEK.

 Go-Med

Layanan terintegrasi untuk membeli obat-obatan, vitamin dan kebutuhan medis lainnya dari
apotek berlisensi.
 Go-Auto

Layanan auto care, auto service, dan towing & emergency untuk memenuhi kebutuhan otomotif
Anda.

 Go-Pulsa

Layanan pengisian pulsa langsung dari aplikasi GO-JEK dengan menggunakan GO-PAY.

 Go-Shop

Layanan belanja barang untuk memenuhi kebutuhan

 Go-Blue Bird

Layanan transportasi dengan taksi Blue Bird

Struktur Organisasi

 Direktur Utama
 Memutuskan dan menentukan peraturan dan kebijakan tertinggi perusahaan

 Bertanggungjawab dalam memimpin dan menjalankan perusahaan


 Bertanggung Jawab atas keuntungan dan juga kerugian yang dialami perusahaan
 Merencanakan serta mengembangkan sember-sumber pendapatan dan pembelanjaan
kekayaan perusahaan
 Menentukan Strategi untuk mencapai Visi-Misi perusahaan
 Mengkoordinasi dan mengawasi semua kegiatan perusahaan mulai bidang
administrasi, kepegawaian hingga pengadaan barang
 Wakil Direktur
 Membantu Semua Tugas Direktur Utama yang merupakan wakil di masing-masing
area
 Manager IT
 Mengembangkan dan menyusun strategi dan rencana IT Go-jek dalam hal
mempermudah pekerjaan dan dalam pelayanan kepada pelanggan
 Mengkoordinir dan mengelola pendayagunaan software, hardware, Brainware dan
jaringan di bidang TIK untuk mencapai kinerja optimum Go-Jek Indonesia
 Mengelola layanan perancangan sistem kompterisasi dan progam aplikasi perangkat
yang terintegrasi
 Menyediakan data-data yang diperlukan oleh Bagian lain yang menyangkut IT
 Manager Karyawan Front Office & Pemasaran
 Melatih, menetapkan, melatih dan mengevaluasi karyawan front office.
 Memastikan bahwasaanya karyawan mengetahui sistem komputerisasi, etika
menerima keluhan secara langsung atau via telephon dan standard operasional Go-
jek
 Menangani keluhan pelanggan yang tidak bisa di selesaikan bawahannya
 Membuat laporan daftar pelanggan
 Menjaga kedisiplinan petugas kantor dengan memberikan sanksi dan peringatan bagi
yang melanggar
 Merencanakan dan menetapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemasaran
 Manager akuntansi
 Mengkoordinasi perencanaan anggaran
 Mengembangkan format pengajuan danpertanggungjawaban keuangan
 Mengkoordinasi pelaksanaan audit
 Melakukan sistem pencatatan keuangan
 Bertanggungjawab terhadap wakil direktur
 Merencanakan mengendalikan dan membuat keputusan atas semua aktivitas
akuntansi
 Menerima laporan arus kas keluar dan masuk ke perusahaan
 Manager Ojek
 Membuat kelompok-kelompok tukang ojek
 Mengkoordinir semua karyawan tukang ojek
 Selalu melakukan pengontrolan di setiap lini pangkalan Go-jek.
 Bertanggung jawab kepada wakil Direktur atas Semua Karyawan Tukang Ojek

 Karyawan
 Bidang programming
 Melaksanakan semua pekerjaan yang ditetapkan oleh manajer IT di bidang
Progaming
 Bertanggungjawab mengenai progam kepada manajer IT.
 Bidang Web
 Melaksanakan semua pekerjaan yang ditetapkan oleh manajer IT di bidang Web
 Bertanggungjawab mengenai program aplikasi maupun web go-jek
 Front Office (CS, Administrasi & Pemasaran)
 Melaksanakan Semua pekerjaan Front Office yang ditetapkan oleh Manajer Front
office dan administrasi
 Bertanggung Jawab Kepada Manajer Front office dan administrasi

 Tukang Ojek / Driver


 Melaksanakan Semua Pekerjaan yang ditetapkan oleh manajer Bagian Ojek
 Mengantarkan penumpang dan pesanan sesuai dengan waktu ditetapkan dan menjaga
hubungan baik dengan pelanggan
 Bertanggung jawab kepada atasannya

Komponen Sistem Informasi

 Perangkat Lunak : merupakan komponen yang memungkinkan hardware untuk


memproses data melalui prosedur dan jaringan komunikasi yang sudah ditentukan.

Go-Jek menawarkan perangkat lunak berupa aplikasi Android, IOS, dan juga Website.
Sehingga user dapat terhubung dan memanfaatkan sistem informasi yang ada.

 Perangkat Keras : merupakan piranti-piranti fisik dimana perangkat lunak berada.

Go-Jek menggunakan Smartphone sebagai perangkat keras yang nantinya dipasang


berupa aplikasi Go-Jek oleh user.

 People : merupakan semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem
informasi, pemrosesan, dan penggunaan data.

Dalam Go-Jek terdapat pihak-pihak sebagai berikut : Programmer, System Analyst,


Administrator Database, Driver atau suksesor layanan lainnya, User / Penumpang, dan
lain lain.

 Basisdata / Data : Komponen informasi yang disimpan secara sistematik, sehingga dapat
digunakan untuk menunjang kegiatan perusahaan.

Pada Go-Jek antara lain adalah data penumpang, data driver, koordinat lokasi, data Go-
Pay, dan lain-lain.
 Jaringan Komputer : merupakan media yang menghubungkan seluruh komponen secara
bersama.

Go-Jek menggunakan jaringan internet, sehingga dapat menghubungkan pengguna atau


klien dengan sistem informasi mereka yang berbasis cloud.

 Prosedur : Sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan
kesesuaian keluaran yang dikehendaki.

Klasifikasi Sistem Informasi yang digunakan

1. Sistem Informasi untuk Operasi Bisnis

 Transaction Processing Systems

Penjelasan :

Transaction processing systems (TPS) mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis,
seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan. TPS menghasilkan berbagai informasi
produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan
konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak dan rekening
keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih
lanjut oleh sistem informasi.

Analisa :

Sistem pembayaran Gojek masuk ke dalam Transaction Processing System, dimana sistem
informasi berfungsi sebagai pengatur alur keluar masuknya transaksi yang terjadi di
gojek. Transaksi disini termasuk dalam kalkulasi biaya perjalanan, penambahan gojek
kredit apa bila pelanggan menambah jumlah depositnya dan juga pengurangan jumlah
kredit karena digunakan untuk membayar layanan Gojek.

Book order juga termasuk TPS, didalamnya terdapat pengumpulan informasi dari user
seperti penentuan lokasi awal dan tujun, dan form lainnya.

 Process Control Systems

Penjelasan :

Process control system (PCS) merupakan karakteristik dari sistem informasi yang menjaga
proses kegiatan bisnis. Kegiatan bisnis yang berjalan harus seusai prosedur dan harus sesuai
dengan langkah – langkah yang telah ditetapkan dari awal.
Analisa :

Semua proses pemesanan / booking merupakan bagian dari sistem informasi dimana
langkah yang dilakukan bertahap sesuai dengan SOP yang telah ditentukan. Ini
merupakan fungsi dari Process control system.

 Enterprise Collaboration System

Penjelasan :

Enterprise collaboration systems (ECS) adalah sistem informasi lintas fungsional untuk
meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi diantara anggota dari operasi bisnis. Sistem
ini juga digunakan untuk keperluan koordinasi dan pertukaran informasi di internal perusahaan
maupun dengan costumer.

Analisa :

Untuk memudahkan koordinasi dan pertukaran informasi pada internal perusahaan,


Gojek menghubungkan seluruh cabang di berbagai daerah kedalam suatu jaringan.
Sedangkan untuk menciptakan kenyamanan costumer sendiri, Gojek memberikan
informasi mengenai driver atau suksesor layanan lainya, baik nama, foto, begitu pula
sebaliknya, driver megetahui nama serta no HP costumer, sehingga costumer dan driver
bisa berkomunikasi secara langsung.

2. Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan Manajemen

 Management Information Systems

Penjelasan :

Management information systems


(MIS) menyediakan laporan informasi bagi pihak manajemen. MIS dihasilkan dari data yang
dihimpun dari operasi bisnis. MIS menyajikan informasi yang detail dan rangkuman informasi
pilihan. MIS berguna untuk efisiensi operasional

Analisa :

Laporan data, Monitoring layanan dan Customer relationship management, adalah bentuk
sistem informasi pada Go-Jek yang memudahkan pihak manajemen mendapatkan data
khusus, misal statistik dan data pemesanan dan transaksi dari user, ataupun kinerja dari
driver atau suksesor layanan lainnya.
 Decision Support Systems

Penjelasan :

Decision support systems (DSS) merupakan langkah selanjutnya dari MIS dan TPS. DSS adalah
sistem informasi yang menggunakan model keputusan dan data khusus untuk membantu proses
pengambilan keputusan bagi manajemen. Gunanya untuk mendukung pihak manajemen untuk
memecahkan masalah tertentu dengan tepat.

Analisa :

Data khusus dalam sistem informasi yang didapat dari pengumpulan data sebelumnya
menjadi acuan manajer Go-Jek sebagai bahan keputusan untuk memusatkan atau
mengekspansi usaha, penentuan dan rekruitmen driver atau suksesor layanan baru, serta
pengembangan layanan.

 Executive Information Systems

Penjelasan :

Executive information systems (EIS) adalah tipe sistem informasi yang sesuai untuk kebutuhan
informasi bagi manajemen eksekutif. Tujuannya menyediakan dengan akses yang mudah dan
cepat, tentang informasi selektif faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis
perusahaan bagi manajemen eksekutif. Kemudian memberikan kebijakan perusahaan secara
umum atau kebijakan yang diperuntukan pada level di bawah, yang kemudian akan di
terjemahkan lebih spesifik oleh level di bawahnya dalam sistem informasi.

Analisa :

Dalam EIS, eksekutif Go-Jek memanfaatkan sistem informasi untuk menentukan


kebijakan bagi peningkatan keseluruhan perusahaan, seperti Penawaran Saham Perdana
atau IPO agar potensi pertumbuhan lebih cepat, menjalin kerjasama dengan perusahaan
lainnya, serta menganalisa kompetitor dan membuat kebijakan agar dapat bersaing.

Teknologi Informasi yang digunakan


Dalam memberikan layanan, Go-Jek memanfaatkan teknologi informasi, antara lain :

1. Teknologi End User


1. Aplikasi Smartphone Android
2. Aplikasi Smartphone IOS
2. Teknologi Database
1. Cloud Computing
2. Smartphone Storage
3. API (application programming interface)
1. Google Maps
2. Google Place
3. Transjakarta API
4. Apotikantar API
4. Payment
1. Go-Pay (Online Credit)
5. Customer Service
1. Social Media
2. Website
3. Call Center

Syarat Minimal Kompetensi untuk Bergabung

 Pegawai
 Minimal S1 (Jurusan Sesuai dengan Bidang) Untuk Manajer masing-masing bagian.
 Minimal D3(Jurusan Sesuai dengan Bidang) Untuk karyawan Front Office, IT,
Akuntansi, Pemasaran.
 IPK minimal 3.00
 Berpengalaman dibidangnya.
 Mampu bekerja Tim.
 Berpenampilan menarik.
 Cepet, tanggap, Jujur dan Tanggung Jawab.
 Tukang Ojek
 Tidak dibatasi minimal pendidkan yang paling penting Cepet, tanggap, Jujur dan
Tanggung Jawab dan berpengalaman.
 Mempunyai SIM C
 Mampu mengendarai sepeda motor dengan baik.
 Taat lalu lintas.

Sistem Informasi Marketing

Go-Jek menerapkan strategi sistem informasi marketing melalui tiga tahapan yang
disebut customer life cycle.
1. Tahapan pertama adalah acquire yaitu mendapatkan pelanggan menggunakan
teknik direct marketing yaitu dengan melakukan promosi secara langsung di social
media.
2. Tahapan kedua adalah enhance yaitu menambah pelanggan menggunakan teknik cross
sell and up sell yaitu bekerja sama dengan para mitra perusahaan yang mau menggunakan
layanan Go-Jek sehingga hal tersebut dapat menambah jumlah pelanggan baru.
3. Tahapan ketiga adalah retain yaitu mempertahankan pelanggan atau loyal
customer menggunakan teknik customer support dimana perusahaan menanggapi setiap
keluhan dan keinginan konsumen sehingga perusahaan dapat menciptakan loyal
customer.
Customer Relationship Management

CRM merupakan sebuah teknologi informasi untuk menciptakan cross-functional


enterprise system yang didalamnya mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses layanan
pelanggan dalam bidang penjualan, pemasaran dan layanan produk atau jasa yang berkaitan
dengan perusahaan. Menurut O’Brien (2002) system CRM juga menciptakan IT frame work
yang memerlukan semua proses dengan bisnis operasional perusahaan.
CRM berkaitan dengan kegiatan penjualan terpadu, marketing dan strategi pelayanan
kepada pelanggan. Melalui CRM Go-Jek menggunakan layanan aplikasi dan website pelanggan
yang ada saat ini untuk dapat meningkatan pendapatan perusahaan melalui penjualan jasa
layanan, memberikan layanan prima, sekaligus memperkenalkan tata cara transaksi yang telah
dibuat perusahaan. CRM Go-Jek dilakukan untuk membina dan menjaga hubungan baik antara
pelanggan dengan pihak manajemen.Pemahaman yang mendalam terhadap pelanggan akan
mampu menghasilkan respon yang cepat terhadap perubahan preferensi konsumen sehingga akan
mampu meningkatkan pendapatan perusahaan. Untuk mendukung CRM, Go-Jek senantiasa
memberikan frequent-flyer dalam dua bahasa yang berisi tentang informasi-informasi terkini
perusahaan kepada pelanggan yang loyal melalui e-mail. Hal ini selain bersifat apresiasi juga
bersifat marketing dan pengelolaan loyalitas pelanggan. Kegiatan yang berhubungan dengan
CRM pada perusahaan ini adalah dengan penggunaan sistem informasi (website) yang bisa
diakses oleh semua kalangan tanpa batas, mulai dari penyediaan informasi perusahaan, produk,
forum diskusi antara pelanggan dengan pihak manajemen sampai pada proses pemesanan. Supply
Chain Management (SCM) merupakan sebuah proses dimana produk diciptakan dan disampaikan
kepada konsumen. Berdasarkan perspektif struktural, sebuah Supply Chain Management merujuk
pada suatu jaringan yang rumit dari hubungan dimana organisasi mempertahankan dengan
partner bisnis untuk memperoleh bahan baku, produksi dan menyampaikannya kepada konsumen
(Kalakota 2001).
Dalam kasus ini, karena Go-Jek merupajkan sebuah perusahaan jasa, maka Supply Chain
Management yang dilakukan Go-Jek merupakan suatu konsep manajemen dimana perusahaan
berusaha memanfaatkan teknologi internet untuk mengintegrasikan seluruh mitra kerja
perusahaan, baik para driver (pekerja), konsumen, dan juga para stakeholder yang berhubungan
dalam kegiatan transaksi. Sistem akuntansi dari Go-Jek tersusun dari diantaranya fasilitas order
processing yaitu fasilitas yang memungkinkan untuk konsumen melakukan pemesanan jasa,
kemudian data yang telah diperoleh dari form yang tertera akan menentukan jumlah pembayaran.
Jumlah pembayaran tersebut termasuk ke dalam fasilitas billing yang kemudian akan dibukukan
menjadi general ledger. Bukti dari pembayaran yang telah dilakukan oleh konsumen akan tertera
pada cash receipt yang kemudian akan terakumulasikan pada general ledger. Pemesanan yang
dilakukan oleh konsumen terhadap mitra dari Go-Jek akan masuk ke dalam sistem cash
disbursement-account payable tergantung kepada jenis pembagian untung yang telah disepakati
oleh pihak Go-Jek dan mitra yang bersangkutan. Pembagian keuntungan yang telah masuk ke
dalam perjanjian kedua belah pihak akan termasuk ke dalam sistem general ledger Go-Jek.
Hal yang merupakan perbedaan dari Go-Jek dan perusahaan pelayanan jasa lainnya
terletak pada mekanisme pembayaran upah atau gaji dari driver. Pembagian upah terbagi menjadi
80% yang diberikan kepada driver dan 20% yang masuk ke dalam keuntungan perusahaan. Upah
yang merupakan hak driver dapat diperoleh secara harian atau bulanan tergantung kepada
keinginan. Seluruh arus kas yang telah dicatat di general ledger akan dituang ke
dalam financial reporting.
Dalam menggunakan layanan jasa Go-Jek konsumen diwajibkan melakukan top-
up melalui bank yang telah bekerja samadengan minimal jumlah uang yang di top-up sebesar Rp
100.000,-. Selanjutnya uang yang telah masuk akan dicatat kedalam database perusahaan sesuai
dengan akun pengguna. Go-Jek menggunakan aplikasi secara realtime dalam menghitung jumlah
argo per transaksinya. Jumlah transaksi yang masuk akan diakumulasikan di dalam database dan
secara langsung, uang yang telah di top-up akan terpotong secara otomatis sesuai dengan jumlah
nominal transaksi. Selanjutnya, perusahaan akan langsung membagi pendapatan
dengan driversesuai kesepakatan presentase yakni 80% untuk pihak driver dan 20% untuk pihak
perusahaan. Hal tersebut dilakukaan karena Go-Jek tidak menerapkan sistem penggajian
bulanan. Routingmerupakan proses untuk memilih jalur (path) yang harus dilalui oleh paket
untuk dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Sedangkan shipping merupakan
proses pengiriman barang secara fisik via darat, laut, atau udara yang membutuhkan
proses routing Go-Jek dalam praksisnya sudah menggunakan asas e-businessdalam
proses shipping dikarenakan dalam proses pemesanan layanan tersebut sudah berbasis teknologi
informasi dalam bentuk smartphone. Sehingga konsumen dan pihak perusahaan dapat
terintegrasi secara real-time dalam kegiatan transaksi tersebut. Sedangkan dalam
proses routing tersebut perusahaan menggunakan teknologi GPS (Global Positioning System).
Hal tersebut memberikan benefit pada berbagai pihak baik konsumen, driver, maupun
perusahaan.
Dalam merekrut karyawan Go-Jek masih menggunakan cara manual,
yakni requirementperusahaan masih dilakukan dengan cara menyeleksi CV para pelamar dan
diambil apabila sesuai dengan ketentuan dan persyaratan perusahaan. Setelah karyawan diterima
barulah Go-Jek membuat Human Resource Management, yaitu sebuah sistem yang terbagi
atas staffing, training & development dan compensation administration. Dalam
tahap staffing yang pertama adalah employee records yaitu proses pencatatan biodata driver yang
telah resmi bekerja di Go-Jek. Data para driver tersebut akan dimasukkan kedalam database
perusahaan. Yang kedua adalah workforce planning / scheduling merupakan program yang
terintegrasi antara perusahaan dan driver melalui aplikasi dimana akan ada jadwal orderan
penumpang yang telah masuk akan dikirimkan ke aplikasi yang digunakan oleh driver.
Dalam tahap training & development yang pertama adalah skil assesment yaitu saat
pertama kali driver diterima, setelah mengikuti pelatihan mereka akan diberikan test melalui
komputer yang berisi pertanyaan tentang tata cara mengemudi, rambu-rambu lalu lintas dan
sebagainya. Yang kedua adalah performance evaluation yaitu proses evaluasi para
driver melalui saran dan keluhan dari konsumen yang disampaikan melalui email perusahaan.
Dalam tahap compensation administration terdapat payroll control yaitu suatu proses
untuk mengetahui apakah gaji karyawan sudah dibayarkan atau belum. Gaji akan diproses
dikarenakan ada sistem bagi hasil yang akan di proses pada bagaian accounting &finance.
Go-Jek sudah menerapkan sistem e-bussines dalam proses marketingnya. Kegiatan marketing
dilakukan dengan memasang flyer di website perusahaan, mitra kerja, social media, dan segala
bentuk media elektronik lainnya. Selain itu baru-baru ini Go-Jek juga memasang video iklan di
youtube yang dimana ketika seseorang menekan iklan tersebut maka otomatis akan langsung
masuk ke website perusahaan. Berikut contoh flyer yang telah digunakan dalam kegiatan
marketing
Kualitas Pelayanan GO-JEK
Sebagai Perusahaan jasa yang sangat menjunjung tinggi sebuah kualitas jasa yang berikan, Go-
Jek memberikan kualitas Jasa yang baik seperti

 Kehandalan

Go-jek mampu memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan tepat, dan dapat dipercaya, tepat
waktu seperti pelayanan 90 minute delivery anywhere in the city

 Daya Tanggap

Go-jek siap dan tanggap untuk menangani respon permintaan pelanggan karena go-jek
melakukan sistem online dalam hal pelayanannya juga menyediakan pinjaman dana untuk
konsumen yang menggunakan jasa belanja. Shop for food, ticket, medicine anything under Rp
1.000.000. motto go-jek “We’ll pay for it first”

 Assurance (Jaminan)

Dalam pelayanannya Gojek berusaha untuk membuat konsumen merasa aman dalam hal
pemakaian jasa Go-jek, dan juga selalu sopan terhadap konsumen, Seperti:
Transparent pricing, Free shower cap and masker, serta selalu mengutamakan kejujuran dan
kepercayaan
 Emphaty

Dalam hal ini Go-jek berusaha menjadikan konsumen seperti pathner dan juga menciptakan
hubungan relasional yang baik dengan pelanggan.

 Tangible

Go-jek Selalu memberikan fasilitas fisik yang memadai juga perlengkapan dan juga sarana
komunikasi baik untuk driver ataupun pelanggan. Peralatan Modern : Sistem Online dan TI nya
yang bisa di instal di smartphone

Karakteristik Pelayanan Go-Jek

 Intangibility (Tidak berwujud), jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar atau
dicium sebelum jasa itu dibeli
 Unstorability (Tidak dapat disimpan), jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan
dari produk yang telah dihasilkan
 Customization (Kustomisasi), jasa sering kali didesain khusus untuk kebutuhan
pelanggan.

Jadi, Ojek Online ini telah memenuhi ketiga klasifikasi diatas karena GOjek Online ini bisa di
nikmati ketika pelanggan membeli jasa yang ditawarkan, Ojek Online ini juga tidak mengenal
peyimpanan dari produk yang telah dhasilkan. Dan yang terakhir Ojek Online ini memang di
desain untuk mempermudah masyarakat dikota bahkan seluruh indonesia, untuk menyediakan
jasa transportasi, pengantaran barang, maupun membantu membelikan barang yang di inginkan
oleh pelanggan.

Analisis SMART pada PT. Gojek Indonesia

 SIMPLE : Analisis simple merupakan komponen dari analisis SMART yang mana
bertujuan agar mudah dipahami oleh semua anggota PT. Gojek Indonesia. Seperti yang
diterapkan Gojek pada visinya yang dapat membantu memperbaiki struktur transportasi
di Indonesia, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan
atau kegiatan sehari – hari.
 MEASURABLE : Measurable merupakan indikator yang dapat terukur, konkrit, jelas
serta mampu menjadi motivasi bagi karyawan. Dalam perkembangannya, sudah tercatat
sejak awal tahun 2015 banyak user mengunduh aplikasi Gojek dan mencapai 650.000
orang dengan pertumbuhan pengojek mencapai 10.000 orang yang bergabung. Tidak
hanya di wilayah Jabodetabek, Gojek sudah melebarkan sayapnya hingga ke Bali,
Bandung, Surabaya, Semarang, dan Medan.
 APLIKABLE : Sejak diluncukannya aplikasi ini pada tahun 2010, Gojek kini telah
tumbuh menjadi om-demand mobile platform dan aplikasi terdepan yang menyediakan
berbagai layanan lengkap mulai dari transportasi, logistik, pembayaran, layan-antar
makanan dan berbagai layanan on-demand
 RELIABLE : Yang dimaksud reliable disini yaitu bagaiman suatu perusahana dapat
menerapkan kebijakan yang sesuai dengan perkembangan zaman atau sesuai dengan
realita yang sedang dijalani. Begitu juga dengan Gojek yang semakin tahun semakin
memperbaiki layanan on-demand Sehingga kebutuhan masyarakat sehari – hari dapat
terpenuhi dengan baik melalui aplikasi.
 TIMEABLE : Pada tahun 2017, Gojek telah resmi beroperasi di 25 kota besar di
Indonesia, termasuk Medan, Batam, Palembang, Pekanbaru, Jambi, Padang, Bandar,
Lampung, Jabodetabek, Bandung, Sukabumi, Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya,
Gresik, Malang, Sidoarjo, Balikpapan, Samarinda, Pontianak, Banjarmasin, Manado,
Makassar, Denpasar, Mataram dengan rencana pengembangan di kota – kota lainnya pada
tahun mendatang.

SUMBER DAYA

Berwujud : Tidak berwujud :

· Kantor · Brand

· Karyawan · Harga

· Konsumen · Pelayanan

· Engineering · Kualitas

· Aplikasi · Loyalitas konsumen

· Alat transportasi roda dua (motor) · Promosi

· Mitra gojek (driver ojek) · Inovatif

 Daya Saing :

Harga yang jauh lebih terjangkau dari pesaing dan lebih banyak pilihan layanan aplikasi yang
diberikan untuk memudahkan pekerjaan atau kegiatan sehari – hari masyarakat.
1. Core :

 Memiliki brand manajemen yang baik.


 Termasuk kedalam superior jasa karena unggul dari pesaing melalui jsas yang ditawarkan
yaitu Personal Shopping dan juga Kurir.
 Memiliki management yang kredibel dalam melakukan aktivitas bisnisnya.

2. Keunggulan Daya Saing Yang Berkesinambungan :

 Penjelasan brand manajemen baik adalah manajemen dapat mengenalkan brand gojek
dengan baik ke masyarakat melalui promosi – promosi yang dilakukan. Salah satu contoh
penempatan gojek sebagai pihak sponsorship ditiap-tiap event besar. Sehingga
positioning brand sangat kuat dibenak konsumen.`
 Go-Glam, Go-Auto dan Go-Clean merupakan layanan terbaru yang ditawarkan gojek.
Layanan tersebut menambah daftar keunggulan yang ditawarkan sehingga memudahkan
konsumen dalam melakukan pekerjaan atau aktiviats sehari – hari.
 Gojek sangat profesional dalam melakukan aktivitas bisnisnya walaupun gojek bermitra
dengan banyak pihak. Pelayanan yang diberikan memiliki SOP terintegritas tinggi.

Next page …..


VALUE CHAIN MODEL M.PORTER (GOJEK)

1. PENYUSUNAN IFAS (Internal Factor Analysis Strategy)

 Analisis lingkungan terdiri dari lingkungan external dan internal. Menurut Wheelen &
Hunger, faktor – faktor lingkungan internal (Strength & Weakness) terdiri atas :

 Ø Service
 Ø Marketing
 Ø SOP
 Ø Positioning brand Ø Distribusi
 Ø Pionir jasa ojek online
 Ø Engineering
Kondisi Internal Perusahaan Strategic Advantage Profiles (SAP)

Faktor Intern Strength / Weakness

(+) Memiliki manajemen kualitas jasa yang baik seperti : kehandalan, daya tanggap,
jaminan, emphaty, dan tangible
Service
(+) Kerjasama dengan berbagai mitra seperti Asuransi, toko-toko offline

(+) Memiliki physical environment yg baik salah satunya adalah logo yg mencerminkan
ojek online
Marketing (+) Promosi yg dilakukan sangat efisien melalui internet, majalah dan menjadi sponsor
di event-event besar di kota – kota besar

Personalia (+) Memilki SDM (Engineering+karyawan) yg handal

(+)Sistem yg terintegrasi dengan mitra gojek dan juga konsumen


Distribusi (-) Layanan Gojek belum bisa dirasakan di kota – kota kecil

(+) Mendapat dukungan dari pemerintah untuk regulasi layanan transportasi online
(-) SOP pelayanan nya masih dirasa belum jelas, kurang sosialisasi kepada konsumen

Manajemen
(-) Jaminan asuransi untuk tiap jasanya baik layanan go-jek, go-send, maupun go-food
yang tidak jelas
Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)
Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weakness)

2. PENYUSUNAN EFAS (External Factor Analysis Strategy)

Analisis Lingkungan terdiri dari lingkungan external dan internal .

 Menurut Wheelen & Hunger Faktor-faktor lingkungan eksternal (Opportunity & Threat)
terdiri atas :

 Politik
 Suppliers
 teknologi
 Serikat buruh (driver gojek)
 Lingkungan
 Media elektronik
 Tekanan Ekonomi
 Pemerintah
 Konsumen
 Pesaing

 Kondisi eksternal perusahaan Envorimental Threat and opportunity profil (ETOP)

Faktor-faktor
Dampak : Opportunity
eksternal

(+) Harga yg transparan dan terjangkau membuat masyarakat lebih memilih alat
Ekonomi
transportasi ini

(+) Perusahaan dituntut untuk selalu berinovasi agar menciptakan layanan –


layanan baru di aplikasi
Teknologi
(+) Menciptakan aplikasi yg aman untuk penggunanya

(+) Dukungan pemerintah dengan memberikan regulasi yg sesuai dengan


kebutuhan pengguna ojek online
Pemerintah (+) Membantu memajukan melalui karya anak bangsa

(+) Semakin banyak suppliers yang bergabung dengan Gojek maka semakin
besar kesempatan Gojek bekerja sama dengan masyarakat luas.
Suppliers (+) Memberikan lapangan kerja bagi suppliers – suppliers lain

Serikat buruh (driver (+) Ikatan antar driver Gojek sangat solid sehingga memberikan dampak positif
Gojek) bagi perusahaan Gojek
 Kuesioner Eksternal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang (Opportunity)

 Kondisi eksternal perusahaan Envorimental Threat and opportunity profil (ETOP)

Faktor-faktor
Threat
eksternal

(-) Walaupun Gojek merupakan pionir jasa ojek online pertama kali. Gojek
Pesaing wajib untuk selalu berinoasi agar tidak kalah saing dan bisa mempertahankan
pangsa pasar

(-) Semakin pesatnya perkembangan media elektronik diharapkan dapat


memajukan Gojek dan memudahkan konsumen dalam menggunakan aplikasi
Media elektronik
tersebut. Namun perlu diwaspadai jika berbalik dapat menghancurkan nama
Gojek
(-) Jika diIndonesia terjadi polemik politik atau tidak stabilnya keadaan politik
Politik
Inoonesia maka dapat menghambat bisnis Gojek

 Kuesioner Eksternal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman (Threat)

 Perhitungan Skor Tabel IFAS dan EFAS


 Total Skor Tabel IFAS

Skor Total Kekuatan + Skor Total Kelemahan = 3,8 + (-2,6) = 1,2

 Total Skor Tabel EFAS

Skor Total Opportuniy + Skor Total Threat = 2,6 + (-2,0) = 0,6

 Sehingga koordinat yang dimiliki oleh Gojek adalah (1,2; 0,6)


Gojek business model sebenarnya hampir sama dengan platform pemesanan transportaasi
kendaraan lainnya, seperti Grab dan Uber, dimana pengguna dapat memesan transportasi
kendaraan dari satu tempat ke tempat lainnya.

Go jek telah marak dibicarakan karena kesuksesan dan kontroversi-nya. Perbedaan utama
dengan ojek pada umumnya dioperasikan individu dan tidak ada aturan pemerintah untuk
menetapkan standar dan harga.

Analisis SWOT

 Strength (Kekuatan)

Sebagai perintis, Go jek mempunyai keuntungan jaringan driver yang lebih luas
dibandingkan dengan Grab Bike. Sebagai startup lokal, Go jek memiliki brand
recognition yang tinggi dan lebih mudah dipahami oleh market lokal. Go jek memiliki
banyak pilihan layanan yang dapat dijadikan kelebihan dalam melayani kostumer. Go jek
food delivery sangat populer dab bisa dijadikan sumber pendapatan utama di masa
mendatang.

 Weakness (Kelemahan)

Walaupun strength dari Go jek dapat menciptakan dinding yang susah dilewati. Namun
dinding tersebut menyebabkan pengeluaran modal yang besar. Grab Bike adalah contoh
yang tepat. Grab Bike menjadi kompetitor kuat karena mereka dapat mengatur
pengeluaran uang untuk keperluan insentif dan promosi. Pada saat ini mereka hanya
melayani segmen transportasi tapi mereka juga dapat berubah di masa mendatang.
 Opportunity (Kesempatan)

Layanan Go jek food delivery adalah satu area dimana Go jek perlu perencanaan serius,
karena layanan ini dapat menjadi sumber pemasukan yang baik. Diluar layanan
pengiriman ini, Go jek dapat mengimplementasikan sistem promosi dan pengiklanan,
sehingga food partner mereka dapat mempromosikan produk mereka dengan bagus.
Layanan kurir adalah ranah lain yang Go jek perlu fokuskan. Ini adalah layanan ideal
untuk klien berbentuk korporasi, yang membutuhkan layanan kurir terpercaya. Dengan
ide yang sama. Go jek dapat mengekspansi ke transportation booking service lainnya.

 Threat (Ancaman)

Ancaman utama bagi Go jek yaitu datang dari peraturan pemerintah, karena bisnis
mereka yang tidak memiliki peraturan. Tetapi ancaman ini minimal, karena hanya ada
kesempatan kecil untuk pemerintah mengatur layanan Go jek sebagaimana mereka juga
harus mengatur layanan ojek lainnya. Kompetisi juga menjadi perhatian Go jek, dimana
mendapatkan capital atau modal menjadi dinding utama.

Pada saat ini Go jek terlihat memiliki masa depan cerah dengan ekspansi market dan
kostumer. Tetapi terdapat beberapa peningkatan dan target mendatang yang mereka harus
usahakan, mengingat momentum perusahaan yang positif saat ini.

 Pengembangan

a. Customer service adalah satu faktor utaama Go jek harus berkembang. Customer
service call center mereka sulit untuk dijangkau dan tidak menyediakan cukup
informasi.

b. Desain aplikasi Go jek harus tingkatkan. Khususnya dalam metode pemesanan.


Dibandingkan dengan Grab Bike, respon pemesanan Go jek lebih lama dan hal ini
dapat mendorong kostumer beralih ke kompetitor. Untuk layanan food delivery,
perlu dibuat user dapat memilih cabang terdekat bukan malah memaksa user
melihat cabang paling dekat.

c. Sistem pembayaran yang menjadi fokus utama disini adalah cash payment
menjadi tidak ideal dan dapat menyebabkan masalah kedepannya. Go jek harus
memperkenalkan pembayaran kartu kredit sesegera mungkin. Fitur ini akan sangat
membantu juga dalam layanan food delivery dan layanan kurir.

d. Jumlah driver Go jek menjadi catatan penting sebab dalam suatu area
diusahakan memiliki cukup driver, tidak kurang dan tidak lebih. Hal penting
lainnya adalah pada saat morning commute dimana driver baru memulai bersiap-
siap untuk bekerja, berangkat dari rumah padahal jumlah booking begitu tinggi.
e. Fokus masa mendatang

f. Klien korporasi butuh perhatian. Go jek harus punya tim marketing khusus untuk
kostumer korporasi mau bergabung ke layanan mereka.

g. Go food menjadi salah satu market utama yang difokuskan. Go jek dapat bekerja
dengan beberapa penjual untuk menawarkan harga spesial paada food delivery. Ini
dapat menjadi market utama.

h. Layanan kurir perlu fokus dalam klien korporasi, sehingga Go jek perlu
marketing khusus terhadap klien ini. Ini merupakan potensi yang tinggi yang
tumbuh dan tidak boleh diabaikan.

i. Ekspansi nasional musti mejadi goal utama. Go jek telah mengendalikan hampir
seluruh market di Jakarta, maka Go jek perlu melebar ke kota-kota lain. Jaringan
ini akan membentuk posisi yang kuat bagi Go jek dan membuat kompetitor
mereka susah memasuki market.
Diagram SWOT

 Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit usaha
diketahui pada kuadran I dan perlu melakukan analisis dengan menghitung luasan
wilayah pada tiap kuadran. Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat
digambarkan pada tabel berikut ini :

Kuadran Posisi titik Luas matrik Ranking Prioritas Strategi

I (SO) (3,8 ; 2,6) 9,88 1 Growth

II (ST) (3,8 ; -2,0) -7,6 2 Kombinasi


III (WO) (-2,6 ; 2,6) -6,76 3 Stabilitas

IV (WT) (-2,6 ; -2,0) 5,2 4 Penciutan

 Program – program atau Strategi yang dapat direncanakan untuk Pengembangan Institusi
KUADRAN I

Pengembangan Pasar Gojek (Market Development)

 Memperkenalkan produk-produk yang sudah ada kedaerah pemasaran yang baru


(pangsa pasar bertambah).

Strategi ini digunakan ketika :

1. Aplikasi online.
2. Jumlah Mitra Gojek yang terus bertambah.
3. Jumlah pelanggan dan volume penjualan meningkat.
4. Layanan Jasa yang diberikan bertambah.

Contoh : Mengembangkan Pasar dengan meningkatkan jumlah pelanggan yang


menginstal aplikasi Gojek
KUADRAN II

Pengembangan Produk (Product Development)

 Meningkatkan penjualan dengan cara memperbaiki atau mengembangkan produk-produk


yang sudah ada.

Strategi ini digunakan ketika :

1. Memiliki produk Gojek yang berhasil/sukses dan telah berada pada tahap jenuh (maturity
stage).

2. Pesaing menawarkan produk dengan kualitas lebih baik dan harga lebih murah. (Uber dan
Grab).
3. Perusahaan memiliki kemampuan riset dan pengembangan produk.
4. Bersaing di industri yang sedang bertumbuh.

Contoh : Mengembangkan produk Go-Send, Go-Food, Go-Box, Go-Car, Go-Massage dll.

KUADRAN III

Diversifikasi Konglomerat (Conglomerate Diversification)

 Menambah produk – produk kebutuhan pokok dan produk tambahan untuk menciptakan
peluang.

Strategi yang dilakukan :

1. Meningkatkan customer service di media sosial. Contoh pelayanan kritik dan saran,
pemberian merchandise dll.
2. Bekerja sama dengan sponsor event agar lebih berkembang produk Gojek.
3. Menawarkan harga yang bersaing. Contoh memberikan diskon untuk pengguna Go-Pay
dan menawarkan potongan harga lain.

KUADRAN IV

Pengurangan (Retrenchment)

 Penghematan dengan mengurangi unit produk yang kurang diminati oleh konsumen dan
fokus terhadap pengembangan produk.

Strategi yang dilakukan :

1. Fokus pada produk yang diminati oleh konsumen.


2. Terus mengembangkan inovasi layanan on-demand pada platform aplikasi Gojek

Contoh : Fokus pada layanan Go-Ride karena layanan tersebut merupakan cikal bakal
dari Gojek.

Strategi Bisnis Unit (Diferensiasi)

Strategi Bisnis Unit (SBU) yang diterapkan menciptakan produk baru yang unik dengan harga
terjangkau.

Strategi Bisnis Unit menerapkan strategi diversifikasi konsentris, yaitu strategi yang dilakukan
dengan menambah produk baru yang masih terkait dengan produk saat ini.

Contohnya :

Menciptakan layanan Go-Food dengan tujuan memudahkan masyarakat dalam pemesanan layan
antar makanan. Sehingga kebutuhan masyarakat sehari – hari dapat terpenuhi.

Analisa Value Chain Diferensiasi

Adanya kesesuaian antara kemampuan perusahaan untuk menciptakan keunikan yang sesuai
dengan permintaan para pelanggan. Ada empat tahap :

1. Menciptakan sebuah analisa rantai nilai


 Menyediakan layanan on-demand sesuai kebutuhan masyarakat.
 Tingkat kebutuhan sehari – hari tiap masyarakat (butuh kendaraan yg cepat, aman dan
murah; layanan antar makanan, dll)
2. Identifikasi faktor penentu diferensiasi
Analisa value chain diatas :

Inbond Logistic :

 Karyawan : Para pekerja Gojek yang berada di kantor pusat maupun cabang merupakan
salah satu faktor internal yang dimiliki.
 Pengendalian kualitas : Pengendalian kualitas dilakukan oleh departemen Quality Control
Materials. Departemen ini bertugas memantau atribut gojek (helm, jaket dan masker).

Operations :

 Driver gojek yang profesional : mitra gojek yaitu para driver harus memiliki kualitas yang
baik agar menjaga manajemen kualitas dari Gojek

Marketing and Sales :

Untuk mempromosikan produknya, Gojek melakukan berbagai cara baik melalui ATL (Above
The Line) ataupun BTL (Below the Line). Berbagai promosi ini dilakukan Gojek untuk
meyakinkan konsumen bahwa layanan on-demand sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat
dan penggunaannya sangat mudah.
Service :

Semua yang berkontribusi dengan Gojek harus selalu berkesinambungan karena Gojek
merupakan layanan jasa yang harus memastikan layanannya yang handal, cepat, ramah dan
nyaman.

3. Penentu faktor – faktor kunci

 Memiliki Karyawan yang loyal dan sejalan dengan visi dan misi perusahaan
 Layanan on-demand di platform Gojek

4. Keterkaitan antara value chain perusahaan dan pelanggan

Menciptakan nilai bagi pelanggan meliputi :

1. Pelanggan mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan sehari – hari melalui
taglinenya “Jalani Hidup Tanpa Batas dengan Gojek”
2. Pelanggan mendapatkan produk layanan berkualitas dengan harga yang relatif terjangkau.

Bisnis Proses Gojek Indonesia :


Program Gojek Indonesia :

Analisa Persaingan Pesaing Utama :


Analisis STP dari Go-Jek.

1. Segmenting
Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan
menurut kebutuhan, karakteristik atau tingkah laku yang mungkin membutuhkan produk yang
berbeda (Lupiyoadi, R. & Hamdani, A : 2006:44).
Pada dasarnya ada 2 pendekatan segmentasi yaitu berdasarkan karakteristik konsumen
dan berdasarkan respons konsumen. Berikut ini adalah pendekatan segmentasi yang dilakukan
oleh Go-Jek.

a. Segmentasi Berdasarkan Karakteristik Konsumen


· 1. Demografi dan Sosioekonomi
Dalam segmentasi ini Go-jek membagi pasar menjadi beberapa kelompok yaitu
segmentasi Karyawan, Masyarakat umum dan Mahasiswa/Pelajar.

· 2. Psikografis
Dalam segmentasi ini Go-jek membagi pasar dalam kelompok gaya hidup masyarakat
dimana tempat beroperasi Go-jek. Target sasaran pengguna Go-jek yaitu masyarakat menegah ke
atas sehingga jika di lihat dari segi target sasaran masyarakat antara Go-jek dengan Ojek biasa
sangatlah berbeda. Karena ojek biasa lebih ditujukan bagi masyarakat menengah kebawah. Serta
masyarakat yang ingin mendapatkan kemudahan (tidak mau ribet) karena Go-jek dapat
menjemput pelanggan di tempat serta menyediakan layanan-layanan lain seperti pengiriman
barang, pesan antar makanan, berbelanja, dan lain sebagainya. Sehingga dapat memudahkan
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

· 3. Geografi
Dalam hal segmentasi ini Go-jek menentukan tempat beroperasi Go-jek di kawasan kota-
kota besar seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dll.
b. Segmentasi Berdasarkan Respons Konsumen

· Segmentasi Manfaat
Awalnya konsumen berfikir mencari alat transportasi yang memberikan banyak
kemudahan dan manfaat maka dari itu Go-jek datang untuk menjawab itu semua bukan hanya
menyediakan jasa antar jemput tetapi juga personal shopping dan kurir instan. Sehingga sekarang
Go-jek dirasa sangat memiliki manfaat yang tinggi karena sangat membantu masalah-masalah
yang dialami masyarakat yang membutuhkan kepraktisan.

a. Loyalitas
Dalam hal segmentasi ini Go-jek akan membagi konsumen dalam 2 kelompok yaitu
konsumen Loyal dan kurang Loyal. Konsumen loyal yaitu konsumen yang
menjadikan Go-jek adalah transportasi utama bagi mereka, sehingga mereka selalu
menggunakan jasa Go-jek dalam kegiatan sehari-harinya, bahkan hampir tiap hari
menggunakan jasa Go-jek. Konsumen kurang loyal yaitu konsumen yang masih
menggunakan alat transportasi lain selain Go-jek.

b. Targeting
Setelah mengevaluasi berbagai macam segemen pasar yang ada, Gojek memutuskan
melakukan pasar target dengan melakukan strategi pemasaran tanpa ada perbedaan
yaitu mengabaikan perbedaan segmen pasar dan menawarkan satu macam produk
(jasa) kepada seluruh pasar, karena jasa yang ditawarkan oleh Gojek ini dirasa bias
dinikmati untuk dipakai oleh semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai,
karyawan dan masyarakat biasa.

c. Positioning
Menurut Kotler, sebuah keunggulan yang patut ditampilkan harus memenuhi kriteria;
penting, berbeda, lebih unggul, dapat dikomunikasikan, tidak mudah ditiru,
terjangkau dan menguntungkan. (Lupiyoadi, R. & Hamdani, A: 2006:59)
Gojek dalam positioning melakukan diferensiasi sebagai dasar dalam positioning.
Diferensiasi yang dilakukan antara lain:
1. Diferensiasi Produk
2. Diferensiasi Jasa
3. Diferensiasi Citra
4. Diferensiasi Personil

Perusahaan dalam hal ini harus memberikan proteksi yang bisa mereka berikan terkait
dengan fasilitas yang bisa didapatkan driver Go – Jek guna menciptakan Good Coorporate
Governance tidak hanya pada internalnya tetapi juga kepada masyarakat seperti :

Asuransi apabila terjadi perlakuan tindak kekerasan pada driver Go – Jek.


Asuransi apabila terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan baik mengantar dan
menjemput barang atau penumpang.
Memberikan jaminan kesehatan kepada mitra driver.
Memberikan edukasi dan informasi yang baik kepada para driver untuk melakukan
kegiatan yang bersifat positif di lingkungan sosial.

Beberapa hal yang disebutkan di atas belum semuanya dilakukan Go – Jek, sehingga
dapat menjadi solusi yang dapat diterapkan untuk mendukung good Coorporate Governance
sehingga kedepannya para driver dan lingkungan sosial dapat beradaptasi dengan hadirnya salah
satu alternatif baru moda transportasi. Namun perlu diperhatikan bahwa Go – Jek juga harus
memberikan sikap yang baik terhadap ojek pangkalan dengan mengedukasikan informasi baik
kepada driver maupun kepada pelanggannya. Hal ini bertujuan untuk tidak berlanjutnya
perseteruan yang terjadi antara Go – Jek dan ojek pangkalan.

Go – Jek dirasa juga harus bersikap dengan baik untuk menyerahkan permasalahan ini
pada jalur hukum apabila terjadi tindakan criminal serta mengedukasi driver yang bermitra untuk
tidak bertindak diluar batas yang dapat merugikan pihak lainnya. Semua hal tersebut tentu akan
berimbas pada citra Go– Jek dan juga pendapatan yang mampu diraih oleh driver dan juga
perusahaan.
Isu Gojek dengan Grabbike dan Uber Driver

Dalam bisnis jasa ojek online saat ini, diantara 3 ojek online yaitu Gojek,Grabbike dan Uber
mempunyai beberapa pelanggaran etika bisnis. Berikut contoh pelanggaran etika kerja dan etika
privasi:

1. Setiap dari masing- masing perusahaan tidak memberikan sanksi untuk para pengemud i
atau para driver yang menjadi “agen ganda”. Maksudnya, setiap driver uber,gojek dan

Grabbike bisa mempunyai pekerjaan lebih dari satu. Contohnya Driver Gojek A juga
mendaftarkan diri ke Driver Grabbike misalkan tidak menjadi Grabbike, Driver Gojek A
mendaftarkan diri sebagai Driver Grabcar atau Uber Taxi.

2. Uber sampai saat ini belum resmi menjadi perusahaan di Indonesia. Hal ini dikarenakan
belum menyerahkan seluruh berkas seperti surat perizinan dan berbagai macamnya
kepada Kominfo terkait aplikasi atau teknologi GPS dan Dinas Perhubungan dan
Transportasi DKI Jakarta. Bahkan Kementrian Perhubungan sudah membuat surat perihal
penerbitan angkutan
Terkaitnya pelanggaran privasi pelanggan. Hal ini dikarenakan, privasi seperti nama dan
no.handphone terpublish secara umum untuk para driver sehingga banyaknya ganggua n untuk
para penumpang khususnya penumpang wanita.

3. Adanya Order Fiktif. Contoh ini akan diperjelas dibagian Gojek Fiktif.

Penjelasan berikut tentang beberapa pelanggaran oleh Go-Jek:

1. Pendapat dari Djoko Soetijowarno tidaklah salah, namun juga tidak benar seluruhnya.
UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memang tidak
menyebutka n dengan jelas bahwa sepeda motor termasuk kendaraan bermotor umum,
tetapi dalam UU tersebut juga tidak terdapat larangan mengenai penggunaan sepeda
motor sebagai kendaraan bermotor umum.

Contohnya yaitu Pasal 137 ayat (2), “Angkutan orang yang menggunakan Kendaraan
Bermotor berupa Sepeda Motor, Mobil penumpang, atau bus.”Dalam Peraturan
Pemerintah (PP) No 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan juga tidak disebutkan dengan
jelas mengenai penggunaan sepeda motor sebagai kendaraan umum untuk mengangk ut
orang.Pasal 10 ayat (4) PP No. 74 Tahun 2014 hanya menjelaskan teknis sepeda motor
sebagai angkutan barang. Jadi, belum ada peraturan yang mengatur secara jelas mengena
i keberadaan Ojek, khususnya Gojek yang dianggap melanggar peraturan angkutan orang.

2. Belum ada regulasi dengan baik. Seperti contoh diatas. Pasal 201 ayat (2) UU No 22
Tahun 2009 menyebutkan, “Kendaraan Bermotor Umum harus dilengkapi dengan
alat pemberi informasiuntuk memudahkan pendeteksian kejadian kejahatan di
Kendaraan

Bermotor.”Driver Go-Jek dibekali dengan smartphone, dan dalam aplikasi Go-Jek itu
sendiri terdapat GPS yang melacak keberadaan Driver, sehingga ketentuan Pasal 201
ayat (2) telah terpenuhi.Di samping itu, proses seleksi dan penerimaan Driver Go-Jek
juga telah meliputi wawancara, pemeriksaan fisik motor, serta adanya pelatihan bagi
Driver itu sendiri.