Anda di halaman 1dari 14

TUGAS UTS

BIMBINGAN KONSELING
Dosen Pengampu :
Suwarsono S.Pd, S.Si.T, M.Pd
Dr. Sunawan

Disusun Oleh :

Andi Baso Amir P1337425217070

Abdul Hafiz P1337425217064

HEALTH POLYTECHNIC OF SEMARANG

DENTAL HEALTH DIPLOMA IV PROGRAM

DENTAL NURSING DEPARTMENT

2017
Materi dan Identitas Konselor Konseli

Dalam pemberian bimbingan konseling baik yang bersifat ke individu atau

kelompok terdapat beberapa tahapan layanan yang ada, yaitu :

1. Layanan Orientasi

2. Layanan Informasi

3. Layanan Penempatan dan Penyaluran

4. Layanan Penguasaan Konten

5. Layanan Konseling Perorangan

6. Layanan Bimbingan Kelompok

7. Layanan Konseling Kelompok

8. Layanan Konsultasi

9. Layanan Mediasi

10. Aplikasi Instrumentasi

11. Himpunan Data

12. Konferensi Kasus

13. Home Visit

14. Tampilan Kepustakaan

15. Alih Tangan Kasus

Dalam Kasus Layanan Bimbingan Konseling Kali ini terkait Kasus “ Sakit Gigi

“ Pada Konseli yang memeriksakan gigi nya di sebuah klinik di semarang. Adapun

yang bertindak sebagai Konseli dan Konselor adalah sebagai berikut :


1. Identitas Konselor :

a. Nama : Andi Baso Amir STR.KEP.Gi

b. Usia : 23 Tahun

c. Pekerjaan : Terapis Gigi

2. Identitas Konseli :

a. Nama : Abdul Hafiz

b. Usia : 25 Tahun

c. Pekerjaan : Pegawai Wiraswasta

Dan adapun Satuan Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling adalah

sebagai berikut :

A. Tema : Pemeriksaan gigi

B. Ritme : Cerita

C. Pemeran : 1. Andi Baso Amir sebagai konselor ( Terapis Gigi )

2. Abdul Hafiz sebagai konseli

D. Permasalahan : Abdul Hafiz datang ke klinik gigi dengan keluhan Sakit

Gigi

E. Latar : Klinik Gigi


NASKAH DIALOG PELAKSANAAN LAYANAN

BIMBINGAN KONSELING

1. Rapport

Abdul : Assalamu Alaykum ( Sambil Mengetuk Pintu )

Andi : “Wa’alaikumsalam, selamat pagi mas, mari silahkan duduk”

(Menghampiri pasien, berjabat tangan dan mempersilahkan duduk). “Perkenalkan

nama saya Andi Baso Amir yang sedang bertugas di klinik ini. Mas, sebelum

diperiksa saya isi informed concern terlebih dahulu ya mas (sambil menunjukan

kertas ), maaf nama lengkapnya mas ?”.

Abdul : “Nama saya Abdul Hafiz ”.

Andi : “Umurnya berapa tahun mas ?”.

Abdul : “25 tahun”.

Andi : “Mas alamatnya dimana ?”.

Abdul : “Saya tinggal di perumahan di Dekat Tirto Agung Mas ”.

Andi : “Pekerjaannya apa mas ?”.

Abdul : “Saya bekerja di “PT Terbaik Memang Saya” ”.

Andi : “Sebelumnya mas apa yang perlu saya bantu? Keluhannya apa saja

mas ?”.

2. Attending

Abdul : “Begini mas, akhir- akhir ini saya sering merasakan sakit gigi.

Kira-kira kenapa ya mas ?”.


Andi : “Kemungkinan karena beberapa faktor salah satunya karena

kebiasaan konsumsi makanan yang manis dan lengket mas, yang tidak disertai

pemeliharaan kesehatan gigi yang optimal seperti menyikat gigi dan

memeriksakan kesehatan gigi secara rutin. Sejak kapan mas merasakan sakit

gigi?”.

Abdul :“Sejak satu minggu yang lalu mas.”

Andi :“Apa sebelumnya mas pernah merasakan sakit gigi yang sama

sebelumnya ?”.

Abdul : “Pernah mas, waktu itu hanya diberi obat untuk meringankan rasa

sakit terlebih dahulu. Tapi karena kesibukan sehingga nggak sempat untuk

berkunjung ke Klinik mas.”

Andi : “Jadi rasa sakit giginya kambuh lagi yah mas ?.”

Abdul : ”Iya mas rasa sakit di lokasi yang sama.”

Andi : “Sebelumnya apa mas sudah mengonsumsi obat- obatan untuk

meredakan rasa sakit pada gigi mas ? ”

Abdul : “ Tidak ada mas ”

3. Restatement

Andi : “Apa yang membuat mas lambat datang ke Klinik untuk

memeriksakan gigi ?”.

Abdul : ”Karena saya sangat sibuk dengan pekerjaan kantor yang

menumpuk mas .”
Andi : “Ohh Iya Mas, apakah mas tahu apa yang menyebabkan gigi mas

sakit ?”.

Abdul : “Aku nggak tahu mas ”

Andi : “ Oh gitu yah mas, sebagaimana yang saya sampaikan sebelumnya

bahwa sakit gigi itu diawali karena beberapa hal, yaitu dibiarkannya gigi yang

berlubang tanpa adanya perawatan sehingga lama- kelamaan akan semakin parah

dan mempengaruhi kondisi gigi dan jaringan sekitarnya mas”

4. Reflection

Andi :“Nampaknya mas benar- benar nggak tahu ya dampak dari

membiarkan lubang pada gigi tanpa adanya perawatan ?”.

Abdul :“Iya mas, andai waktu bisa diulang kembali saya tidak mau

mengacuhkan kesehatan gigi saya meskipun saya sengat sibuk. Apakah mas bisa

membantu saya menghilangkan rasa sakit pada gigi saya ?”.

Andi :“Ya begitulah hidup penyesalan selalu datang terakhir

kalo datangnya diawal namanya pendaftaran yah mas. Insya Allah, I will do my

best mas. Karena sudah tugas saya memberikan perawatan dan pengobatan

terhadap semua pasien saya salah satunya mas ini”.

Abdul : “Alhamdulillah Makasih Banyak Mas.”

5. Eksploration

Andi :“Nah, mulai dari sekarang biasakan utamakan apa yang mas

butuhkan bukan apa yang mas inginkan yah. Karena kasihan mas nya kalau
merasakan rasa sakit gigi secara terus menerus. Kan bisa ngeganggu aktifitas dan

pekerjaan mas”

Abdul :“Iya mas, Inshaa Allah saya akan lebih baik dalam menjaga

kesehatan gigi saya dan rajin untuk memeriksakan gigi ”(menganggukkan kepala

sambil merenung)

Andi : “Tidak apa-apa, semoga kedepannya lebih baik lagi yah mas”

6. Pharaprasing

Andi :“Oh iya mas, Saat ini gigi ibu masih terasa sakit ?

Abdul :“Masih mas, terutama pada saat malam hari dimana saya tidak

beraktifitas mas. Rasa sakitnya terasa banget mas ”.

Andi : “Saya periksa dulu kondisi mulutnya ya mas”. (Sambil

mempersilahkan pasien duduk di dental unit, mengambil handscoen dan

alat oral diagnostic)”.

Abdul : “Iya mas”.

Andi :“Saya mulai periksa yah mas, tampaknya mas mulai gugup ya?

Tenang mas Inshaa Allah semuanya berjalan lancar (memeriksa keadaan rongga

mulut menggunakan cermin)”.

Abdul : “Iya mas. ”

7. Pertanyaan terbuka dan tertutup

Andi :“Apa terasa sakit ? (mengecek dan mengetuk gigi khususnya daerah

gigi yang terasa sakit mengunakan sonde )”.


Abdul : “Iya mas, terasa sakit”.

Andi : “(Sambil mengembalikan alat di tempat semula) jadi begini mas,

dari hasil pemeriksaan tadi kenapa gigi mas bisa sakit, hal itu terjadi karena

adanya lubang gigi yang sudah cukup dalam sampai ke lapisan gigi yaitu pulpa

sehingga ketika terkena rangsangan dari luar dapat terasa sakit. Hal tersebut

diperparah karena kurangnya perawatan secara cepat terhadap rasa sakit pada gigi

mas sebelumnya. Sehingga

8. Supported

Abdul : “Oh, begitu ya, jadi saya harus bagaimana mas?”.

Andi :“Oh iya,mas bisa kembali di kursi yang tadi biar saya Jelaskan

mengenai kebiasaan memelihara kesehatan gigi mas sehari- hari. Baik dalam

sehari berapa kali ibu menyikat gigi? Apakah ibu menyikat gigi setiap mandi saja?

Abdul : “Dua kali sehari mas, iya setiap mandi saja loh kok mas bisa tahu

ya kayak paranormal aja”.

Andi :“Bisa aja ibu, untuk penggunaan waktu menyikat gigi kurang tepat

bu seharusnya menyikat gigi setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam,

menyikat gigi yang benar dilakukan kurang lebih 2 menit. Karena waktu dan

frekuensi menyikat gigi dapat mempengaruhi efektifitas kuman dalam mulut

untuk mengakibatkan masalah dalam mulut mas. Selain itu kebiasaan

mengonsumsi makanan juga turut berpengaruh dalam terbentuknya lubang pada

gigi.

Abdul : “Apa ada pengaruh makanan dengan sakit gigi ini mas ?”
Andi : “Iya mas, jelas ada. Karena rasa sakit pada gigi mas diawali karena

banyaknya sisa makanan terutama yang lengket dan manis yang lama kelamaan

akan menjadi lubang gigi yang awalnya nggak kelihatan menjadi semakin parah

dengan bantuan bakteri dan cara pemeliharaan gigi yang kurang baik dari ibu. Dan

jika dalam waktu yang lama nggak diberi perawatan akan menimbulkan banyak

dampak buruk, salah satunya adalah sakit gigi yang ibu rasakan saat ini. ”

Abdul : “Ada tips paling jitu mas, agar gigi saya tidak sakit lagi ?”.

Andi :“Ada mas, cara paling sederhana adalah batasi makanan dan

minuman yang mengandung kadar manis yang tinggi dan bersifat lengket. Karena

pola konsumsi makanan dapat mempengaruhi timbulnya masalah kesehatan gigi

lainnya. Tapi untuk saat ini untuk meringankan sakit pada gigi ibu, saya beri obat

saja dulu yah mas.

Abdul :”Apa obat itu cukup agar gigi saya tidak sakit lagi kedepannya mas

?”

Andi : “Tentu saja tidak mas, obat itu hanya untuk mengurangi rasa sakit

pada gigi ibu untuk sementara”

Abdul : “Ohhh gitu yah mas, jadi kalau obatnya udah habis gimana mas ?”

Andi : “Obat itu harus habis dan diminum secara teratur dalam waktu 3

hari mas. Kalau obatnya udah habis, mas datang lagi ke klinik yah tuk 3 hari

kedepan.

Abdul : ” Ohh gitu toh mas, ok mas”


Beberapa Hari Kemudian, Mas Abdul kembali datang ke Klinik dan Konsul

ke terapis gigi terkait masalah pada gigi nya.

Abdul : “Assalamu alaykum” (sambil mengetuk pintu)

Andi : “Waalaykumsalam, Silahkan Masuk”

Abdul : “Saya mas Abdul, Yang datang 3 hari lalu terkait masalah gigi

mas”

Andi : “Ohh mas abdul, silahkan duduk dulu mas. Saya ambil Family

Folder nya dulu yah mas dan informed consent nya”

Abdul : “Iya mas, silahkan”

Andi : “ Ohh iya mas, gimana giginya ? masih sakit ? ”

Abdul : “Alhamdulillah udah mendingan mas, jadi langkah selanjutnya apa

mas ?”

Andi : “Silahkan mas duduk ke dental unit dulu yah. Saya ingin

memeriksa kembali gigi mas ” “Saya periksa dulu kondisi mulutnya ya mas”.

(Sambil mengambil handscoen dan alat oral diagnostic)”.

Abdul : “Iya mas”

Andi :” Apa terasa sakit ? (mengecek dan mengetuk gigi khususnya

daerah gigi yang terasa sakit mengunakan sonde ) ”

Abdul : “Sakitnya dikit aja mas, lebih baikan dari sebelumnya. Jadi apa

yang harus dilakuin selanjutnya mas ? ”


Andi : “Saya akan melakukan penambalan sementara pada ibu untuk

memastikan nggak adanya rasa sakit pada gigi mas sebelum saya lakukan

penambalan tetap/ permanen”

Abdul : “Ohh gitu yah mas.”

Andi : “Iya mas. Saya persiapin dulu yah alat- alat dan bahannya mas”

Abdul : “Siap mas”

Beberapa menit kemudian setelah dilakukannya tindakan penambalan

sementara, Mas abdul sebagai pasien kembali ke Ruang konsultasi.

Andi : “ Gimana perasaannya mas ?”

Abdul : “Alhamdulilah lebih baik mas”

Andi : “Apa masih terasa sakit pada gigi yang tadi ditambal mas ?”

Abdul : “Alhamdulillah nggak ada kok mas”

Andi : “Alhamdulillah kalau gitu mas. Apa mas masih ada keluhan ?”

Abdul : “Untuk sementara ini nggak ada mas” ( sambil berfikir )

Andi : “Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mas ? terkait kondisi

gigi mas ?. Silahkan mas sampaikan saja, Inshaa Allah saya siap membantu”

Abdul : “ Kan tadi mas bilang bahwa gigi saya ini hanya ditambal

sementara untuk memastikan tidak adanya rasa sakit yang dirasakan sebelum

dilakukannya penambalan tetap, saya jadi cemas mas terkait gigi saya”

Andi : “Ohh masalah itu mas, mas nggak usah khawatir dan mas harus

yakin bahwa gigi mas akan lebih baik setelah dilakukannya penambalan tetap.
Penambalan sementara ini hanya memastikan saja gigi mas nggak akan terasa

sakit setelah ditutup dengan bahan tembalan. Selain juga untuk mengisolasi gigi

mas dari sisa makanan yang nyangkut di lubang gigi mas”

Abdul : “Ohh jadi gitu yah mas ? jadi gigi saya akan baik- baik saja”

Andi : “Inshaa Allah mas, yakin saja dan mas harus tetap menjaga

kesehatan gigi mas dengan rajin menyikat gigi dan memeriksakan gigi mas secara

rutin 2 kali dalam setahun dan mas bisa menghubungi kami untuk melakukan

mediasi terkait kondisi kesehatan gigi mas”

Abdul : “Ohh iya mas, saya akan melakukan konsul secara rutin mas”

Andi : “Ohh iya mas. Alhamdulillah. Kiranya mas dapat datang lagi 2-3

hari kedepan untuk memeriksakan gigi mas. Supaya saya dapat melakukan

perawatan lanjutan agar gigi mas bisa seperti kaya dulu lagi dan mas nggak

merasakan sakit gigi lagi”

Abdul : “Ohh iya mas, Inshaa Allah”

3 Hari kemudian, Mas Abdul kembali mengunjungi Klinik untuk

memeriksakan giginya.

Abdul : “Assalamu alaikum mas”

Andi : “Waalaykumsalam, silahkan masuk mas”

Abdul : “Makasih mas”

Andi : “Silahkan mas duduk. Gimana giginya mas ? udah baikan dan

nggak terasa sakit lagi kan ?”


Abdul : “Alhamdulillah nggak terasa sakit lagi mas”

Andi : “Kalau gitu mas silahkan duduk di dental Chair untuk diperiksa

giginya dan melakukan penambalan tetap. Gimana mas siap ? ”

Abdul : “Inshaa ALLAH saya siap mas”

Andi : “ Ok mas saya persiapkan alat- alat dan bahannya dulu yah mas”

Beberapa menit kemudian, pasca dilakukannya penambalan tetap.

Andi : “ Gimana mas perasaannya ? Udah agak enakan ?”

Abdul : “Alhamdulillah udah enakan mas. Makasih banyak yah mas”

Andi : “Kiranya gigi yang tadi ditambal tidak dipakai mengunyah dulu

yah mas sekitar 1 jam an supaya merekatnya baik dan kuat serta jangan minum

minuman yang panas atau dingin dulu untuk 1 jam an”

Abdul : “Inshaa Allah mas”

Andi : “Dan kiranya mas bisa tetap mengonsultasikan masalah kondisi

kesehatan gigi mas supaya hal serupa tidak terjadi lagi”

9.Teknik mengakhiri

Abdul : “Iya siap laksanakan, mulai dari sekarang saya akan menerapkan

pola hidup sehat dan teratur sesuai anjuran mas”.


Andi : “Kalau satu minggu lagi rasa sakit muncul lagi atau ada masalah

lain, mas bisa kembali lagi kesini ya, untuk pemeriksaan kembali”.

Abdul :“Iya, terimakasih banyak mas”.

Andi : “Sama-sama mas, semoga ibu selalu dalam kondisi sehat”.

Anda mungkin juga menyukai