Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

PAMERAN SENI

Disusun Oleh :

Nama : Robinsar Putra Rangga Wijaya


No : 14
Kelas : XII TP 4

SMK NEGERI 2 SRAGEN


TAHUN PELAJARAN 2017/18
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “ Pameran Seni Rupa “ tanpa
halangan apapun.
Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada
khususnya, kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna,
untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan ke
arah kesempurnaan. Akhir kata kami sampaikan terimakasih.

Sragen, Januari 2018

Penulis
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
Bab II Pembahasan
2.1 Manajemen Seni Rupa
A. Metode Penciptaan Karya Seni
B.Konsep Karya Seni
2.2 Pameran Karya Seni
A. Manfaat Pameran
B. Jenis-jenis Pameran
C. Tahap Persiapan Pameran
D. Peralatan dan Perlengkapan Pameran
E. Penataan Karya Seni Rupa
Bab III Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seni adalah sebuah manefestasi kretif yang belum ada menjadi ada, dan seni
merupakan ekspresi perasaan dari pikiran untuk menyalurkan gejolak perasan. Dalam situasi
perasan tersebut orang dapat mengekspresikan perasaannya dalam karya seni, karena karya
seni baru lahir setelah perasaan mengekspresikan ke dalam karya seni yang diperoleh dari
pengalaman, atau sebaliknya. Dalam seni, perasaan harus dikuasai terlebih dahulu, harus
dijadikan obyek dan harus diatur, dikelola, dan diwujudkan atau diekspresikan dalam karya
seni.
Sebagaimana fenomena seni rupa tidaklah berdiri sendiri. Dengan pancaindra dari
kemampuan pikiran manusia menciptakan pula sebagai sistim tanda, baik sistim tipikal yang
petanda-petandanya terbangun dari obyek indrawi tertentu, maupun sistim tanda campuran
yang petanda-petandanya terbangun dari campuran obyek indrawi dari pengalaman maupun
eksplorasi yang dilakukan. Artinya seni rupa ada dengan bentuk-bentuk yang dapat
diiterpretasikan sebagai tanda dan tanda tersebut dapat dimaknai dengan daya persepsi atau
apresiasi penanda/ penikmat (apresiator), dan penonton tersebut dalam memberikan tanda
dalam bentuk tersbut pada masing-masing apresiasi penanda/penikmat (apresiator) dapat
berbeda.

1.2 Rumusan Masalah


a. Bagaimanakah manajemen seni rupa?
b. Bagaimanakah tata cara pameran seni rupa?
c. Bagaimanakah contoh proposal seni rupa?
1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui manajemen seni rupa.
b. Untuk mengetahui tata cara pameran seni rupa.
c. Untuk mengetahui contoh proposal seni rupa.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Manajemen Seni Rupa


A. Metode Penciptaan Karya Seni
Menurut terminologi kata metode dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan
sebagai cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai
dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu
kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Terkait dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, di dalamnya terdapat metode/cara dalam mencapainya, karena
untuk mencapai suatu kebenaran yang obyektif dalam mengungkapkan obyek ilmu, tidak
dapat dikerjakan secara acak, melainkan dikerjakan secara terstruktur. Untuk itu diperlukan
cara tertentu yang tepat, salah satu cara yang tepat adalah dengan metode/cara sesuai dengan
jenis keilmuannya. Cara itu harus memberi jaminan bagi tercapainya persesuaian antara yang
diketahui atau yang diungkapkan dengan kenyataan dalam obyeknya. Metode keilmuan harus
mampu mengungkapkan bukti-bukti atau tanda kebenaran dari pengalaman yang direspon
manusia. Dengan kata lain metode yang dipergunakan merupakan cara kerja yang tepat,
terarah atau teratur dan benar. Metode dari berbagai disiplin ilmu mempunyai kesamaan,
hanya saja yang membedakan adalah jenis obyek keilmuannya saja. Metode/cara yang
digunakan dalam penciptaan seni juga tidak jauh beda dengan ikmu lain, karena dalam
penciptaan seni terdapat tahapan-tahapan yang terstruktur, tertata melalui perencanaan yang
matang.
Berdasarkan obyek penelitiannya, ilmu dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar
sebagai berikut :
1. Ilmu yang obyeknya benda alam dengan hukum-hukumnya yang relatif bersifat pasti dan
berlaku umum disebut Ilmu Alam. Obyeknya adalah fakta-fakta alam yang tidak dipengaruhi
oleh manusia. Di samping itu karena hasilnya dirumuskan sebagai kepastian, maka disebut
juga Ilmu Pasti atau Ilmu Eksakta.
2. Ilmu yang obyeknya dipengaruhi oleh manusia termasuk juga manusia itu sendiri, sehingga
hukum-hukumnya tidak sama dengan hukum-hukum alam karena bersifat secara relatif
kurang pasti disebut Ilmu Sosial. Bukti kebenaran ilmu ini tidak dapat diulang-ulang karena
dalam setiap pengulangan selalu terdapat perubahan. Di samping itu karena pendekatannya
dipandang sebagai hasil kebudayaan manusia, maka ilmu ini disebut Ilmu Budaya.
Penciptaan karya seni, jika direnunungkan sebenarnya tidak ada bedanya dengan sebuah
penelitian ilmiah. Dalam kajian budaya seni atau seorang peneliti menganalisis surface
structure untuk memperoleh deep structure untuk selanjutnya memaparkan konteks. Bidang
kegiatan penciptaan karya seni rupa, seniman memikirkan dan merenungkan bagaimana
konteks sebagai fenomena yang dipikirkan dapat hadir di dalam surface structure melalui
pertimbangan yang tepat. Dengan demikian ada totalitas dalam berkarya untuk menghadirkan
wujud/konteks yang terwujud tematik. Penciptan karya seni rupa diperlukan metode (cara),
atau sebuah perencanaan yang setimatis sehingga dapat terdeteksi dari tahapan-tahapan yang
jelas. Walaupun dalam kenyataan mengalami perubahan-perubahan yang secara sadar
maupun tidak disadari oleh senimannya, hal tersebut wajar terjadi karena sebuah proses
pencipaan. Namun perencanaan menjadi penting untuk dilakukan seorang seniman dalam
menciptakan karya seni karena syarat dengan catatan-catatan peristiwa penciptaan yang
sangat berguna bagi sebuah judul, tema, nilai dan wacana.
Evaluasi/Apresiasi
Improfisasi
Eksplorasi
Konsep
Eksekusi
Karya Seni

Dari bagan di atas dapat dipahami bahwa; Metode atau cara penciptaan memuat uraian yang
rinci tentang cara-cara penciptaan karya seni berikut antisipasi terhadap apa yang mungkin
terjadi dalam sepanjang proses dan bagaimana mengatasinya. Tahapan-tahapan yang perlu
dilakukan adalah: Eksplorasi-Konsep yang dipengaruhi dari faktor intern dan eksteren dan
perlu melakukan Improfisasi dan eksperimen-Eksekusi-Karya Seni rupa-dan Apresiasi/
evaluasi. Seorang seniman perlu untuk melakukan eksplorasi, karena dalam proses eksplorasi
terdapat penggalian sumber penciptaan melalui studi pustaka dan pengamatan langsung di
lapangan untuk memperoleh ide-ide secara empirik (pengalaman). Data yang diperoleh
ditransformasikan ke dalam konsep kekaryaan, yang diteruskan improfisasi dan
eksperimentasi. Eksplorasi yang dilakukan menghasilkan sebuah tema dalam sebuah atau
beberapa karya, dan dapat juga digunakan untuk dijadikan ke dalam sebuah judul pameran
tunggal.

B. Konsep Karya Seni


Konsep adalah sebuah pemikiran global kreator yang dituangkan dalam teks secara
sestimatis dan praktis. Konsep diperoleh dari eksplorasi/pengamatan kongkrit dan
pengalaman secara empirik sehingga keperpihakannya jelas. Menurut Mike Susanto dalam
bukunya Diksi Rupa dikatakan bahwa; konsep adalah pokok pertama yang mendasari
keseluruhan pemikiran. Konsep biasanya hanya ada dalam pikiran atau kadang-kadang
tertulis secara singkat. Dalam penyusunan ilmu pengetahuan diperlukan kemampuan
menyusun konsep-konsep dasar yang dapat diuraikan terus-menerus, kemampuan abstrak
tersebut dinamakan pemikiran konseptual. Pembentukan konsep merupakan konkritisasi
indra, suatu proses pelik yang mencakup penerapan metode, pengenalan seperti
perbandingan, analisis, abstraksi, idialis, dan bentuk-bentuk deduksi yang pelik. Keberhasilan
konsep tergantung pada ketepatan pemantulan realitas obyektif di dalamnya. Konsep sangat
berarti dalam berkarya seni. Ia dapat lahir sebelum, bersamaan, maupun setelah pengerjaan
sebuah karya seni. Konsep dapat menjadi pembatas berfikir kreator maupun penikmat dalam
melihat dan mengapresiasi dalam karya seni. Sehingga kreator dan penikmat dapat memiliki
persepsi dan kerangka berfikir yang sejajar (Mike Susanto, 2002;65). Konsep yang memuat
stetemen seniman tersebut akan memudahkan eksplorasi-eksplorasi selanjutnya dalam setiap
tindakan yang sesuai dengan pandangan atau arah pemikiran kreator sehingga penikmat
(apresiator) bahkan masyarakat luas dapat memahami konsep tersebut. Kegagalan sebuah
karya seni dikarenakan tidak sambungnya komunikasi antara karya maupun konsep
perupa/kreator dengan apresiator. Perkembangan karya seorang perupa/kreator tidak akan
dikenali oleh masyarakat seni, pengamat seni, pecinta seni, dan masyarakat secara umum
apabila tidak diinformasikan melaui iven pameran, maka karya yang telah diciptakan
tersebut tidak akan dikenali pula. Di era digital ini memang pameran tidaklah mutlak untuk
dijadikan sarana promosi si-perupa/kreator, masih ada cara lain yaitu melalui media masa dan
internet. Pada kenyataan perupa/kreator tidaklah mampu untuk melakukan sendiri, ada
komponen-komponen lain yang tidak bisa dikerjakan sendiri, diperlukan tim kerja yang dapat
melaksanakan tugas selaras dengan tujuan awal. Perupa/kreator tidak dituntut untuk bisa
semuanya, namun perupa/kreator dapat secara cerdas melihat dan mengetahui fenomena dan
perkembangan yang ada di luar kita. Perlu untuk disadari bahwa pameran yang digelar tidak
saja dibarengi dengan wacana yang bagus, tetapi kata serius sangat diperlukan sekali. Kendati
demikian, tidaklah itu saja yang perlu, melainkan masih perlu dipenuhi antara lain
infrastuktur lain yang seperti; gedung pameran yang repesentatif, media, dan masyarakat. Di
Indonesia gedung pameran yang representatif masih dapat dihitung dengan jari. Bahkan di
Jawa Timur dapat dikatakan tidak ada gedung pameran yang memenuhi persyaratan untuk
sebuah pameran seni rupa. Gedung-gedung pameran yang ada di Surabaya saja masih
menggunakan gedung-gedung lama yang disulap menjadi gedung untuk memajang karya-
karya dibeberapa iven pameran sekalipun gawe besar yang bernama festival. Sering kali kita
kebingungan dalam mengawali penciptan karya seni, karena kurangnya data atau respon
terhadap fenomena yang terjadi pada diri kita dan lingkungan. Untuk menciptakan karya seni
diperlukan metode/cara yang tepat, guna memberikan kenyamanan dalam proses, karena
dalam proses tersebut dirancang dengan cermat dan syarat-syarat yang sudah ditentukan
terlebih dahulu. Dengan demikian berarti metode penciptaan tidak saja bertujuan untuk
memberikan peluang sebesar-besarnya terhadap terciptanya karya seni, tetapi juga tidak lepas
dari nilai-nilai visual yang mengandung makna.

2.2 Pameran Karya Seni Rupa


A. Manfaat Pameran
Pameran memiliki arti yang penting bagi siswa, yaitu sebagai kegiatan penyajian
visual untuk menyampaikan ide kreatifnya kepada khalayak umum. Melalui apresiasi dari
khalayak umum, karya seni yang ditampilkan akan mendapat penilaian, penghargaan,
tanggapan, respon, atau kritikan sehingga dapat meningkatkan kualitas karya berikutnya.
Pameran karya seni rupa tidak hanya dilakukan oleh para seniman besar saja, namun saat ini
sudah banyak seniman cilik yang menampilkan karyanya lewat pameran kelas atau sekolah.
Pameran kelas atau sekolah merupakan kegiatan studi untuk menampilkan hasil karya siswa.
Kegiatan pameran kelas atau sekolah sangat penting bagi siswa dan memberikan manfaat
sebagai berikut :
· Siswa mampu menunjukkan apresiasinya melalui kreativitas di bidang seni, khususnya
seni rupa.
· Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkarya sekaligus sebagai ajang prestasi dan
kompetisi di bidang seni.
· Memperbesar rasa percaya diri siswa sehingga dapat memotivasi kreativitasnya untuk
berkarya.
· Melatih siswa berorganisasi dan bekerjasama, mengambil mufakat dengan
bermusyawarah, dan menghormati pendapat orang lain.

B. Jenis-Jenis Pameran
Menurut jenisnya, pameran dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
1. Pameran umum.
Pameran umum adalah pameran yang diselenggarakan oleh masyarakat luas. Karena pameran
ini bersifat umum, maka siapapun bisa menyelenggarakannya, misalnya seniman atau
instansi.
2. Pameran khusus.
Pameran khusus adalah pameran yang diselenggarakan oleh kalangan tertentu, misalnya
sekolah mengadakan pameran kelas atau sekolah. Kegiatan pameran kelas atau sekolah
merupakan bagian dari proses pembelajaran siswa dalam bidang pendidikan seni rupa.
C. Tahapan Persiapan Pameran
Untuk menyelenggarakan pameran kelas atau sekolah dibutuhkan persiapan yang
matang agar kegiatan pameran dapat berjalan dengan lancar. Berikut tahapan persiapan
pameran kelas atau sekolah :
1. Tahap perencanaan (persiapan awal)
Tahap perencanaan (persiapan awal) meliputi pembentukan panitia, pembuatan proposal,
penyusunan
jadwal, dan tempat.
a. Pembentukan panitia
Panitia adalah kelompok orang yang ditunjuk atau dipilih untuk mengurus suatu kegiatan.
Pembentukan panitia hendaknya dilakukan melalui musyawarah di tingkat kelas yang
dipimpin ketua kelas dan di tingkat sekolah yang dipimpin oleh ketua OSIS. Kepanitiaan
pameran di sekolah dapat disusun sebagai berikut.
Pelindung dijabat oleh kepala sekolah. Tugasnya sebagai penanggung jawab terlaksananya
kegiatan pameran di kelas atau sekolah, baik yang menyangkut urusan ke dalam maupun ke
luar.
Penanggung jawab dijabat oleh guru mata pelajaran Kesenian. Tugasnya memberikan arahan
dan bimbingan tentang kegiatan yang akan dilakukan.
Ketua dijabat oleh ketua kelas atau ketua OSIS. Tugasnya mengoordinasi dan memimpin
semua kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pameran.
Wakil ketua dijabat oleh siswa. Tugasnya membantu ketua untuk kelancaran kegiatan
pameran.
Sekretaris dijabat oleh siswa. Tugasnya menangani bidang administrasi.
Bendahara dijabat oleh siswa. Tugasnya menangani bidang keuangan.
Seksi-seksi dijabat oleh siswa. Seksi penyeleksi, bertugas menyeleksi karyakarya yang akan
dipamerkan. Seksi dekorasi, bertugas mengatur dan membuat ruang pameran menjadi lebih
indah dan menarik. Seksi dokumentasi, bertugas mendokumentasikan semua yang
berhubungan dengan kegiatan pameran. Seksi publikasi, bertugas mempublikasikan kepada
masyarakat tentang pelaksanaan kegiatan pameran. Seksi keamanan, bertugas menjaga
keamanan selama pameran berlangsung sampai berakhirnya pameran. Seksi usaha, bertugas
mencari dana yang dibutuhkan, misalnya dengan mencari sponsor atau donatur. Seksi
perlengkapan, bertugas mempersiapkan semua perlengkapan dan alat-alat yang dibutuhkan
selama pameran berlangsung. Tanggung jawab ini dimulai dari pengadaan sampai
pengembalian barang. Seksi konsumsi, bertugas dan bertanggung jawab berbagai hal yang
berkaitan dengan konsumsi.
b. Pembuatan proposal
Sebelum pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah, perlu dibuatkan proposal untuk
mendapat persetujuan pimpinan sekolah. Proposal kegiatan berisi tentang semua hal yang
berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah mulai dari awal sampai
akhir kegiatan.
c. Penentuan tema
Tema merupakan pokok pikiran yang menjiwai seluruh kegiatan. Dalam menentukan tema
harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan pameran. Misalnya, “Dengan Pameran Seni
Rupa Kita Tingkatkan Prestasi Belajar dan Kreativitas”. Isi tema bisa disesuaikan dengan
momen hari-hari tertentu, misalnya hari-hari besar nasional.
d. Penyusunan jadwal
Jadwal kegiatan pameran perlu disusun dengan baik dan terprogram agar pelaksanaan
kegiatan dapat
berjalan dengan lancar. Pada jadwal tertera hari dan tanggal, waktu, dan jenis kegiatan yang
dilakukan.
e. Tempat
Tempat pameran perlu dipersiapkan dengan baik sebelum pelaksanaan kegiatan. Syarat-
syarat tempat
pameran yang baik, antara lain strategis, mudah dijangkau, luas, aman, bersih, dan dekat
keramaian.

2. Tahap pengumpulan karya


Karya-karya seni yang akan dipamerkan dikumpulkan pada panitia, ketua kelas, atau guru
kesenian. Hasil karya yang terkumpul perlu dikelompokkan sesuai dengan jenis karyanya,
baik karya dua dimensi maupun tiga dimensi.

3. Tahap seleksi karya


Karya yang terkumpul diseleksi kelayakannya sebelum dipamerkan. Dalam proses
penyeleksian, dapat meminta pertimbangan guru kesenian, siswa yang memiliki kelebihan di
bidang seni rupa, atau bisa juga melibatkan seniman, agar karya yang dipamerkan
berkualitas.

4. Tahap persiapan akhir (gladi bersih)


Sebelum pelaksanaan pameran, perlu diadakan persiapan akhir atau gladi bersih untuk
mengecek kesiapan akhir panitia. Dengan gladi bersih akan dapat diketahui hal-hal yang
perlu diperbaiki. Pelaksanaan gladi bersih dapat dilakukan satu hari menjelang pelaksanaan
pameran.

5. Tahap pelaksanaan pameran


Setelah semua persiapan selesai, pameran kelas atau sekolah dapat dilaksanakan sesuai
jadwal yang telah dibuat. Keberhasilan suatu pameran tergantung darikesiapan dan kerjasama
panitia. Jangan sampai jalannya pameran kacau karena kurangnya koordinasi yang baik.
Pada pameran sekolah, bisa disediakan pemandu pameran untuk memandu pengunjung
melihat kegiatan pameran. Pemandu pameran akan memberikan penjelasan tentang karya-
karya yang dipajang serta menunjukkan tempat dan posisi suatu karya. Salah satu tanda
keberhasilan suatu pameran seni rupa dapat dilihat dari jumlah pengunjung. Maka tiap kelas
yang mengadakan pameran dapat berusaha untuk menarik pengunjung sebanyak mungkin
melalui poster dan selebaran.

D. Peralatan dan Perlengkapan Pameran


Ketersediaan peralatan dan perlengkapan sangat diperlukan dalam penataan karya seni
rupa yang hendak dipamerkan. Beberapa peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam
pameran kelas atau sekolah adalah sebagai berikut :
· Sketsel atau panil, digunakan untuk meletakkan karya seni dua dimensi, seperti lukisan,
gambar, atau karya kerajinan hiasan.
· Level, digunakan untuk meletakkan karya seni tiga dimensi, seperti patung, keramik atau
kriya. Bentuk level bisa bervariasi, yang penting dapat membantu penampilan karya agar
lebih menarik. Level bisa dipakai untuk meletakkan satu atau beberapa karya sesuai ukuran.
· Meja dan kursi, digunakan untuk buku tamu dan kursi digunakan untuk para undangan
pada saat acara pembukaan pameran.
· Tata lampu atau pencahayaan, penataan pencahayaan perlu ditata sedemikian rupa agar
berfungsi sebaikbaiknya demi penerangan terhadap karya yang dipamerkan. Tingkat
pencahayaan dilakukan sewajarnya, tidak terlalu terang dan atau terlalu redup. Pencahayaan
terutama diarahkan ke karya yang dipamerkan, bukan ke arah pengunjung. Arah
pencahayaanyang tepat juga sangat membantu keindahan karya.
· Dekorasi ruangan, dibuat untuk mempercantik ruangan pameran, terlebih untuk pameran
yang diadakan di dalam gedung (in door).
· Katalog, dapat dibuat berbentuk brosur atau buku yang berisi informasi tentang materi
yang ditampilkan dalam pameran. Katalog memuat kata sambutan, jenisjenis karya, data
peserta pemeran beserta hasil karyanya (bisa juga diikuti foto).
· Brosur, digunakan untuk sarana informasi dan promosi tentang adanya kegiatan pameran
yang ditulis secara singkat tetapi lengkap. Brosur berupa cetakan kertas yang umumnya
terdiri atas beberapa halaman dalam bentuk lipatan. Brosur dicetak sesuai kebutuhan untuk
disebarkan ke masyarakat atau lingkungan sekolah.
· Buku tamu atau buku kesan dan pesan, diletakkan di meja dekat pintu masuk pengunjung
dan pintu keluar. Dalam buku tamu berisi kolom catatan yang diisi oleh pengunjung tentang
kesan dan pesan atau kritikan terhadap pelaksanaan kegiatan pameran.
· Sound system, diperlukan pada saat acara pembukaan pameran dan selama acara
berlangsung bila ada pemberitahuan penting yang perlu disampaikan kepada panitia ataupun
pengunjung.

E. Penataan Karya Seni Rupa


pada penempatan karya sekaligus ruangannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam penataan karya, yaitu sebagai berikut.
1. Penempatan karya seni rupa hendaknya mempertimbangkan rasa aman dan nyaman bagi
pengunjung.
2. Karya dua dimensi dapat dipajang pada sketsel (panil) atau dinding.
3. Karya tiga dimensi diletakkan di atas meja (level). Bila ukurannya terlalu besar, boleh
diletakkan di lantai.
4. Karya kerajinan tangan dapat ditempatkan di meja khusus yang telah disediakan.
5. Penataan lampu diatur agar karya yang dipajang dapat terlihat jelas dan menarik.
Penataan karya seni rupa harus tepat sehingga dapat dinikmati secara optimal oleh
pengunjung. Dengan demikian, proses apresiasi berlangsung dengan baik. Penempatan karya
yang kurang tepat akan menghambat terjadinya proses apresiasi.

Pameran kelas atau sekolah merupakan kegiatan studi untuk menampilkan hasil karya siswa.
Menurut jenisnya, pameran dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pameran umum dan
pameran khusus. Tahapan persiapan pameran kelas atau sekolah meliputi tahap perencanaan
(persiapan awal), tahap pengumpulan karya, tahap seleksi karya, persiapan akhir (gladi
bersih), dan pelaksanaan pameran. Tahap perencanaan meliputi pembentukan panitia,
pembuatan proposal, penyusunan jadwal, dan tempat. Susunan kepanitiaan terdiri atas
pelindung, pembimbing, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi. Peralatan
dan perlengkapan pameran terdiri atas sketsel (panil), level, tata lampu, dekorasi, katalog,
brosur, buku tamu (buku kesan dan pesan), dan sound system.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Menurut terminologi kata metode dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan
sebagai cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai
dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu
kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Terkait dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, di dalamnya terdapat metode/cara dalam mencapainya, karena
untuk mencapai suatu kebenaran yang obyektif dalam mengungkapkan obyek ilmu, tidak
dapat dikerjakan secara acak, melainkan dikerjakan secara terstruktur.
Pameran kelas atau sekolah merupakan kegiatan studi untuk menampilkan hasil karya
siswa. Menurut jenisnya, pameran dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pameran umum dan
pameran khusus. Tahapan persiapan pameran kelas atau sekolah meliputi tahap perencanaan
(persiapan awal), tahap pengumpulan karya, tahap seleksi karya, persiapan akhir (gladi
bersih), dan pelaksanaan pameran.

B. Saran
Pameran memiliki arti yang penting bagi siswa, yaitu sebagai kegiatan penyajian visual
untuk menyampaikan ide kreatifnya kepada khalayak umum. Melalui apresiasi dari khalayak
umum, karya seni yang ditampilkan akan mendapat penilaian, penghargaan, tanggapan,
respon, atau kritikan sehingga dapat meningkatkan kualitas karya berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
· https://www.scribd.com/doc/266725914/Manajemen-SENI-RUPA-pdf
http://mastugino.blogspot.co.id/2015/02/pameran-karya-seni-rupa.html
http://ca6661.blogspot.co.id/2014/05/contoh-proposal-kegiatan-pameran-seni.html
TUGAS SEJARAH

Disusun oleh :

Nama : Robinsar Putra Rangga Wijaya

No : 14

Kelas : XII TP IV

SMK NEGERI 2 SRAGEN

TAHUN PELAJARAN 2017/18


Perang Vietnam Selatan Dengan Vietnam Utara

Perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik yang terjadi diantara dua atau lebih
kelompok manusia, untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Perang
pada zaman dahulu sangat identik dengan pertikaian bersenjata, yang pada akhirnya
menghilangkan banyak nyawa manusia yang tidak tahu apa-apa.

Masih ingatkah anda dengan peristiwa Perang Dunia II yang pernah terjadi di masa
lalu? Perang tersebut tercatat sebagai perang yang sangat mengerikan, yang pernah terjadi di
dunia. Perang ini telah menyisakan sebuah tragedi kehidupan yang sangat kelam dan sangat
menyedihkan untuk dikenang. Jutaan atau bahkan lebih manusia harus mati sia-sia di dalam
perang ini.

Setelah perang ini berakhir, kehidupan di dunia diharapkan bisa menjadi lebih baik
dari sebelumnya. Namun, disaat semua bangsa bersorak karena perang itu telah berakhir,
sebuah bencana yang baru malah kembali datang dan mulai mengobrakabrik kedamaian yang
baru saja dirasakan.

Banyak yang mengira, kalau Perang Dunia II akan menjadi perang terakhir. Tapi,
semua hanya sebuah harapan belaka, karena ternyata setelah perang mengerikan tersebut,
muncul kembali sebuah perang yang yang bahkan jauh dari sekedar mengerikan, jika
dibandingkan dengan perang-perang yang pernah terjadi sebelumnya.

Tahu nggak perang apa yang dimaksud? Perang yang terkenal sangat kejam tersebut
adalah “Perang Vietnam”. Ingat tidak dengan perang yang satu itu?

Perang Vietnam disebut juga dengan Perang Indochina Kedua, yaitu sebuah perang yang
terjadi antara tahun 1957-1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang
dingin antara dua kubu berideologi terbesar di dunia, yang selalu bertentangan,
yaitu: Komunis dan Liberal. Negara adidaya yang menganut paham ini
adalah Unisoviet dan Amerika Serikat. Kedua negara tersebut adalah negara yang memiliki
peranan yang sangat besar, dalam terjadinya perang vietnam ini.

Perang mengerikan ini telah mengakibatkan eksodus (meninggalkan tempat asal)


secara besar-besaran pada warga vietnam ke negara lain, terutama ke negara Amerika Serikat,
Australia dan negara-negara barat lainnya, sehingga di negara tersebut anda bisa
menemukan komunitas vietnam dalam jumlah yang cukup besar. Jumlah korban yang
meninggal pada perang Vietnam ini diperkirakan sekitar 1.280.000 jiwa. Perang ini
diberitakan sebagai kekalahan perang Amerika untuk yang pertama kalinya.

Awal Mula Terjadinya Perang Vietman

Perang Vietnam ini bermula sejak tanggal 20 November 1953, dimana kekuatan
kolonial Perancismenempatkan sebanyak 16.000 pasukannya di Bien Phu, yaitu sebuah
lembah pegunungan di sepanjang perbatasan Vietnam Utara dan Laos Utara. Dari Dien Bien
Phu. Perancis bermaksud untuk menguasai daerah perbatasan diantara kedua negara.

Militer Perancis pada masa itu percaya bahwa Lembah Dien Bien Phu, yang memiliki
panjang 19 km dan lebar 13 km tersebut merupakan tempat yang aman untuk terhindar dari
serangan Viet minh. Viet Minh atau Viet Nam Dong Minh Hoi ini adalah sebuah liga
kemerdekaan, yang bertujuan untuk memperjuangkan kemerdekaan vietnam dari
Perancis dan untuk menghalau pendudukan Jepang.

Namun, pasukan Vietnam dibawah pimpinan Jenderal Giap, telah menyiapkan


penyerangan ke Dien Bien Phu. Dengan bantuan lebih dari 200.000 orang kuli pengangkut
barang, Viet Minh mengatur pengangkatan artileri berat ke gunung-gunung yang
mengelilingi lembah Dien Bien Phu tersebut.
Pada bulan Maret 1954, Viet Minh memulai penyerangan terhadap pasukan Perancis
di Dien Bien Phu. Tepatnya pada tanggal 7 Mei 1954, akhirnya mereka berhasil menaklukan
pusat komando Perancis. Perang antara Viet Minh dengan Perancis ini terjadi selama
sembilan tahun, dan telah menelan korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar, yang terdiri
dari lebih dari satu juta warga sipil, 200.000 hingga 300.000 orang Viet Minh dan lebih dari
95.000 anggota pasukan kolonial Perancis harus kehilangan nyawa dalam perang
tersebut. Kejam banget kan?

Pada tanggal 20 Juli 1954 di Jenewa, terjadi sebuah negosiasi diantara Vieth Minh
dan Perancis. Keduanya setuju jika Vietnam di bagi menjadi 2 bagian besar yaitu, komunis
Vietnam Utara dan Kapitalis Vietnam Selatan. Pada tahun 1959-1963, setelah gerilya
komunis Vietnam Selatan dapat menjatuhkan pemerintah Diem, pemerintah komunis
Vietnam Utara mengendalikan jalannya konfrontasi militer.

Lebih dari 40.000 gerilya Vietnam Utara masuk ke wilayah Selatan, dan memberikan
persenjataan dan amunisi kepada komunis Vietnam Selatan, yang dibawa melalui jalan-jalan
kecil Ho Chi Minh di wilayah Laos dan Kamboja. Di tahun 1954, Perancis meninggalkan
daratan tersebut, dan Amerika yang menggantikannya. 4 tahun kemudian Amerika telah
memiliki lebih dari 500.000 pasukan di Vietnam Selatan. Amerika dibawah presidennya,
secara berturut-turut telah melibatkan negaranya untuk terjun kedalam sebuah perang panjang
dengan jarak yang sangat jauh.

Pada tanggal 2 Agustus 1964, dua kapal pesiar Amerika di tembaki oleh kapal-kapal
patroli Vietnam Utara di Teluk Tonkin. Pada bulan Maret 1965, pesawat tempur AS memulai
Operation Rolling Thunder atau pemboman besar-besaran Amerika terhadap Vietnam Utara.
Sekitar tiga setengah tahun kemudian, bom-bom dijatuhkan di sekitar Vietnam Utara yang
jumlahnya 2 kali lebih banyak dari jumlah bom yang dijatuhkan pada perang dunia II.

Puncak perang Vietnam terjadi pada tahun 1968, yaitu saat AS mengirim lebih dari
setengah juta bala tentaranya ke Vietnam. Pasukan Australia, Selandia Baru, Korea Selatan,
Filiphina dan Thailand,semuanya berjumlah 90.000 orang. Dan saat itu tentara Vietnam
Selatan berjumlah 1.5 Juta orang. Front Pembebasan Nasional dibawah kepemimpinan
komunis yang diberi nama Vietkong oleh AS ini memiliki kekuatan 400.000 pasukan.

Melalui operasi militer AS, angkatan udara AS melakukan pengeboman ke wilayah Vietnam
Utara, dan berakhir pada Oktober 1968. Secara perlahan, AS mulai menarik kembali
pasukannya dari Vietnam. Perang panjang yang terjadi selama 10 tahun ini, merupakan
pengalaman yang sangat berharga bagi Amerika. Tahun 1969 di Paris, AS, Vietnam Selatan,
Vietnam Utara dan Vietkong melakukan negosiasi untuk menarik seluruh pasukan AS dari
Vietnam. Pada tahun 1972, sebelum negosiasi Paris membawa hasil, AS telah mengurangi
pasukannya sekitar 100.000 orang.

Dalam perang panjang dan perjuangan berdarah ini, terdapat tiga hal yang dilakukan secara
terpisah, perang melawan masyarakat negerinya sendiri, perang melawan gerilyawan musuh
di Vietnam Selatan, dan perang melawan kekuatan udara Vietnam Utara.

Pada bulan maret 1973, pasukan terakhir Amerika telah meninggalkan Vietnam. Dua
tahun kemudian, Vietnam Utara dan kekuatan komunis Selatan memulai serangan dengan
maksud untuk menguasai negara Vietnam Selatan, namun pada tanggal 30 April 1975,
pasukan Vietnam Utara menduduki Saigon yang mengakibatkan berakhirnya perang yang
telah berlangsung selama tiga puluh tahun tersebut.

Ternyata posisi pendaratan Hambleton dapat dimonitor Vietcong, yang langsung


menuju ketempat dimana dia berada. Sementara itu, Jimmie Kempton telah terbang ke
Selatan, kedaerah kawan, melakukan radio call, untuk melakukan tindakan pertolongan.
Segera dia kembali dengan 4 helikopter Angkatan Darat-2 Cobra Gunship dan 2 helikopter
penumpang.

Pada perang Vienam, inilah untuk pertama kalinya digunakan secara besar-besaran
Surface-to-Air Missile (SAM) sebagai salah satu komponen penting dalam sistem pertahanan
udara. Penggunaan kapal induk sebagai pangkalan pesawat-pesawat tempur menjadi begitu
berperan dibanding dengan apa yang dilakukan pada perang dunia II.

Disamping itu, dalam perang Vietnam ini pula lah dikembangkan sistem pengisian
bahan bakar pesawat di udara, oleh pesawat terbang tanker, sebagai upaya AS dalam
meningkatkan radius of action, serta kemampuan manuver pesawat-pesawat tempurnya
dalam melawan pesawat-pesawat produk Rusia. Dalam ajang perang Vietnam ini terlihat AS
agak kewalahan dalam menghadapi keampuhan pesawat-pesawat tempur buatan Rusia.
Untuk Air-to-air Combat, Vietnam menggunakan MIG-17 dan MIG-19, sementara AS hanya
mengandalkan F-4 Phantom-nya untuk menghadapi serangan ini.

Sedangkan pesawat AS lainnya yang banyak terlibat dalam perang Vietnam antara
lain F-100, OV-10 Bronco, C123, C-130 dan C-7 Trash Haulers, selain itu mereka
menggunakan pula F-105, F-111 dan B52 sebagai pembom. Dan akibat dari Perang Vietnam
tersebut, sejarah mencatat bahwa negara Amerika Serikat, yang dikenal dengan negara
adikuasa pernah menelan kekalahan. Perang ini sendiri telah menghabiskan sekitar 50 ribu
personel militer Amerika, dan membuat sekitar 150 ribu lainnya cacat akibat luka.

Pada saat perang vietnam ini, ada sekitar 7.500 wanita Amerika, yang terdaftar dan
terlibat di dalamnya. Wuah, hebat sekali wanita-wanita ini ya guys. Para wanita tangguh ini
ikut serta dalam memerangi pihak komunis. Beberapa diantara mereka terlibat dalam sektor
kesehatan, dan beberapa yang lainnya bahkan ikut dalam medan perang. Sebagian besar dari
mereka berhasil melewati masa-masa sulit saat perang, dan berhasil kembali ke negaranya.
Namun 8 dari mereka gugur di dalam perang tersebut karena beberapa hal yang terjadi. Nama
kedelapan wanita tersebut kini telah diabadikan dalam monumen perang vietnam, serta
dianugerahi medali kehormatan atas keberanian mereka.

Berakhirnya perang vietnam ini, membawa kelegaan yang sangat besar, tidak hanya bagi
Vietnam, Amerika, dan Rusia,melainkan seluruh umat manusia di dunia. Tidak ada
seorangpun di dunia ini yang menginginkan perang terjadi. Ingat! Perang tidak akan
menyelesaikan masalah, melainkan hanya akan menambah penyesalan, penderitaan, dan
bahkan kematian yang sia-sia