Anda di halaman 1dari 35

MAKALAH

PENGENDALIAN VEKTOR

“FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN


LINGKUNGAN “

Oleh :

ERNI BAGO

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha

Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,

yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada

kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN

LINGKUNGAN Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan

maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga

dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami

menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah

berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa

masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata

bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima

segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki

makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang

limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan

manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Ternate ...........2017

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pada kenyataannya masalah lingkungan hidup merupakan sikap

kurang menyadari pentingnya pelestarian lingkungan. Faktor utama

yang yang kurang menyadari mengenai kesadaran lingkungan ialah

manusia. Karena manusialah yang selalu berperan aktif terhadap

kelangsungan alam sekitarnya. Manusia tidak memiliki rasa cinta

lingkungan yang benar. Manusia menganggap bahwa dunia ini

merupakan bagian dari dirinya sendiri, mereka tidak memahami

bahwa hewan dan tumbuhan juga merupakan bagian dari alam.

Manusia tidak pernah berfikir akibat dari perilakunya yang merusak

alam tersebut dapat mengakibatkan kerusakan alam sekitarnya.

Manusia memang diciptakan Alloh yang martabatnya melebihi

segala ciptaan di alam semesta ini. Sehingga mungkin karena itu

manusia merasa paling hebat dan bertindak seolah olah sebagai

penguasa. Selain itu kemungkinan lain mengapa manusia bertindak

semaunya sendiri yaitu kurang tahunya pengetahuan mengenai

pelestarian lingkungan. Tapi sebagian manusia dengan akalnya

mulai meningkatkan diri sebagaimana manusia beradap, yaitu

dengan mulai menggunakan apapun yang disediakan oleh alam

untuk ketentingan sehari hari.

Sebagai mahluk yang berakal dan bernalar. Dengan akal dan

nalarnya manusia mengembangkan berbagai ilmu yang dapat


dilakukannya melalui toeri teori yang iya bisa. Sehingga manusia

beranggapan bahwa iya merupakan “penguasa alam”. Hal ini

merupakan kesalahan besar, sebab yang benar adalah “manusia

merupakan bagian dari alam”. Hal itu perlu dibenarkan bahwa

manusia bukan lawan dari alam, melainkan bagian dari alam. Untuk

itu seharusnya manusia sadar bahwa perbuatan dan tingkah lakunya

salah. Dan seharusnya manusia juga sadar akibat apa yang akan

timbul dari perbuatannya merusak alam tersebut.

Salah satu contoh akibat dari perusakan alam yang dilakukan

oleh manusia tersebut antara lain kebakaran hutan, tanah longsor,

banjir dan sebagaianya, setelah manusia mengalami sebagian dari

akibat tersebut mereka masih belum sadar bahwa itu semua terjadi

bukan hanya karena takdir yang kuasa, melainkan juga karena hasil

perbuatan manusia itu sendira.

Dengan adanya bencana alam yang sering terjadi akhir akhir ini

manusia hendaknya menyadari bahwa ia tidak bisa hidup tanpa

lingkungan. Manusia harus sadar bahwa dia membutuhkan

lingkungan dan bukan lingkungan yang membutuhkannya.

Contohnya saja manusia membutuhkan air, bukan sebaliknya alam

(air) yang membutuhkan manusia. Manusia membutuhkan pohon,

bukan pohon yang membutuhkan manusia. Bila tidak ada air,

manusia akan menderita dan bisa mati, namun sebaliknya, bila tidak

ada manusia tidak ada pengaruh terhadap air, pohon atau

lingkungan. Karena itu, yang menderita akibat rusaknya lingkungan


adalah manusia itu sendiri. Jadi manusia yang perlu diperbaiki bukan

lingkungannya, untuk itu yang paling penting dilakukan adalah

“menyadarkan manusia” agar mengetahui bahwa dia tidak bisa hidup

tanpa lingkungannya. Tapi permasalahannya disini manusia sulit

untuk diarahkan menjadi pribadi yang peduli pada lingkungan. Maka

dari itu perubahan seharusnya dimulai dari diri kita sendiri dulu

kemudian menyadarkan mereka yang masih belum faham

pentingnya kesadaran lingkungan. Sedangkan lingkungan hidup

yang kita harapkan sebenarnya adalah lingkungan yang mempunyai

yang mempunyai interaksi yang harmonis antar tiap elemen yang

ada dalam lingkup tersebut sehingga dapat terwujud lingkungan

yang bersih, sehat, serta nyaman untuk di tinggali.

1.2 PERMASALAHAN

Berdasarkan identifikasi masalah, permasalahan lingkungan

sangat luas, sehingga dibatasi dengan hanya membahas masalah

penyadaran manusia untuk hidup tidak superior terhadap

lingkungannya, memahami bahwa dia adalah bagian dari alam, dan

menyadari pula bahwa persediaan sumber daya alam di planet bumi

ini terbatas.

Sesuai batasan masalah ini, maka dirumuskan permasalahan

sebagai berikut:

a. Faktor apakah yang mempengaruhi kesadaran lingkungan. .

.?
b. Bagaimana cara menyikapi dan meningkatkan kesadaran

manusia terhadap lingkungan. . .?


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

1. TEORI KESADARAN

Kesadaran ialah siuman atau sadar akan tingkah lakunya,

yaitu pikiran sadar yang mengatur akal dan dapat menentukan

pilihan terhadap yang diingini misalnya baik buruk, indah jelek dan

lain sebagainya.1[1]

Kesadaran Lingkungan adalah upaya untuk menumbuhkan

kesadaran agar tidak hanya tahu tentang sampah, pencemaran,

penghijauan, dan perlindungan satwa langka, tetapi lebih daripada

itu semua, membangkitkan kesadaran lingkungan manusia

khususnya pemuda masa kini, agar mencintai tanah air untuk

membangun tanah air Indonesia yang adil, makmur serta utuh

lestari.2[2]

2. TEORI LINGKUNGAN

Lingkungan adalah berasal dari kata lingkung yaitu sekeliling,

sekitar. Lingkungan adalah bulatan yang melingkungi atau

melingkari, sekalian yang terlingkung disuatu daerah sekitarnya.3[3]

Menurut Ensiklopedia umum (1977) lingkungan adalah alam

sekitar termasuk orang-orangnya dalam hidup pergaulan yang

1[1] Joseph Murphy (1998) tentang kesadaran

2[2] Emil Salim (1982) tentang kesadaran lingkungan

3[3] Kamus Umum Bahasa Indonesia, Poerwadarminto(1976)


mempengaruhi manusia sebagai anggota masyatarakat dalam

kehidupan dan kebudayaannya. Lingkungan adalah segala sesuatu

yang ada diluar suatu organisasi, meliputi: (1) Lingkungan mati

(abiotik), yaitu lingkungan diluar suatu organisme yang terdiri atas

benda atau faktor alam yang tidak hidup, seperti bahan kimia, suhu,

cahaya, gravitasi, admosfer dan lainnya, (2) lingkungan hidup

(biotik), yaitu lingkungan diluar suatu organisasi yang terdiri atas

organisme hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia.4[4]

2.1 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN

LINGKUNGAN.

a. Faktor ketidatahuan

Ketidaktahuan di sini maksudnya, masyarakat kurang mengerti

akan pentingnya lingkungan hidup sekitar dengan kelangsungan

kehidupan masyarakat ke depannya. Serta kemungkinan masyarakat

memiliki pengetahuan yang kurang tentang lingkungan hidup baik itu

cara pengolahan lingkungan yang baik,pencemaran, pengaruh

tindakan masyarakat dari bagi lingkungan sekitar, dan lain

sebagainya jadi perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang

lingkungan hidup oleh pemerintah.

b. Faktor kemiskinan

Kemiskinan adalah suatu keadaan ketidak mampuan manusia

untuk memenuhi kebutuhan yang minimum. Kemiskinan terjadi

akibat dari kekurangan bahan pangan, kekurangan bahan pangan di

4[4] Dalam Ensiklopedia Indonesia(1983),


sebabkan oleh beberapa sebab antara lain ledakan penduduk, serta

buruknya pengelolaan sumber daya alam. Jadi untuk mengurangi

angka kemiskinan, perlu adanya program pemerintah untuk

mengurangi angak kelahiran dengan cara penyuluhan program KB di

masyarakat terutama di daerah-daerah pedesaan serta program

penyuluhan tentang pengolahan sumber daya alam dengan benar

dan baik di kalangan masyarakat yang masih belum faham

mengenai pentingnya mengurangi angka kelahiran dan program

pengolahan lahan.

Selain itu seharusnya kita sebagai sesama ikut membantu untuk

membasmi kemiskinan yang semakin merajalela saat ini, khususnya

di daerah pedesaan yang kurang bisa mengontrol tingkat tingkat

kelahiran yang lebih banyak daripada tingkat kematian. Pemerintah

seharusnya juga ikut membantu untuk memberantas kemiskinan

tersebut, tidak hanya membuat program tapi tidak terlalu dibuat

untuk serius

c. Faktor kemanusiaan

Faktor manusia juga berdampak besar terhadap kelangsungan

perkembangan lingkungan hidup di sekitar kita sebab manusia bisa

menjadi yang bisa menjaga atau bahkan sebaliknya sebagai perusak

lingkungan. Manusia mempunyai sifat alami yaitu serakah, berusaha

untuk mengambil keuntungan yang besar dengan membabi buta

pengelolaan lingkungan dengan cara yang salah sehingga merusak

kelangsungan lingkungan hidup. Apapun bisa dilakukan manusia


asal keinginannya dapat terpenuhi, dan manusia tidak akan pernah

puas sebelum akhir hidupnya.

Di balik itu, manusia menganggap bahwa mereka adalah makhluk

yang paling sempurna dari ciptaan Allah sehingga mereka

menganggap makhluk ciptaan Allah lainnya rendah sehingga

mereka memperlakukan makhluk lainnya semena-mena seperti

contoh perusakan lingkungan. Jadi untuk menyadarkan manusia

untuk lebih sadar kepada lingkungan dengan cara mengembalikan

perilaku mereka sesuai dengan syariat agama yang mereka anut,

misalnya agama Islam. Karena di dalam Islam di pelajari untuk

menjaga lingkungan serta di larang untuk merusaknya.

Sebelum manusia itu dapat mengembalikan perilakunya untuk

menjaga lingkungan, jangan harap kehidupan di alam ini akan lestari

dan kembali seimbang. Untuk itu maka hal pertama yang harus

dilakukan untuk mengembalikan keseimbangan lingkungan yaitu

menyadarkan manusianya terlebih dahulu. Cara yang paling baik

untuk menyadarkan manusia tersebut yaitu mengembalikan manusia

pada ajaran agama yang dianutnya.

d. Faktor gaya hidup

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan

teknologi informasi serta komunikasi yang sangat cepat, sudah tentu

berpengaruh pula terhadap gaya hidup manusia. Gaya hidup yang

telah terpengaruh oleh kemajuan IPTEK misalnya dengan mengikuti

tren baju, tren kebiasaan dan perilaku orang luar dan lain sebagainya
itu dapat menurunkan kesadaran masyarakat akan lingkungann

sekitar karena dengan mengikuti tren yang telah mengglobal ini

membutuhkan dana yang lumayan besar apalagi tren global tersebut

telah sampai di pelosok-pelosok desa. Jadi dengan cara instan

mereka mengeksploitasi lingkungan sekitar mereka misalnya

penggundulan hutan yang digunakan sebagai tempat pemukinan,

rumah toko, penyempitan lahan resapan air, dan lain sebagainya

“Bukan para ahli Ekologi, Teknik, Ekonomi atau ahli-ahli bumi

yang akan menyelamatkan bumi, tetapi para penyair, pendeta, alim

ulama, artis, ahli filsafat”.5[5]

Maksut pendapat diatas adalah untuk menyelamatkan lingkungan

hidup atau bumi kita ini, diperlukan manusia yang bermoral tinggi

dan mencintai lingkungannya, memiliki spiritual yang tinggi, dan

mencintai ajaran agamanya. Maka dari itu pengetahuan saja tidak

cukup untuk menjaga kelestarian lingkungan, tapi orang yang

pendalaman iman dan takwa kepada penciptanyalah yang sangat

berpengaruh terhadap kelestarian lingkungan tersebut. Karena orang

seperti itu dapat menghargai apa yang diciptakan oleh penciptanya.

2.2 CARA MENYIKAPI DAN MENINGKATKAN KESADARAN

MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN

Walaupun diharapkan agar setiap orang peduli akan

lingkungan, namun kenyataannya masih banyak manusia yang

5[5] Lawrence Hamilton, ahli ekologi


belum sadar akan makna lingkungan itu sendiri. Oleh karena itu

kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peranan lingkungan

hidup perlu terus ditingkatkan melalui penyuluhan, penerangan,

pendidikan, penegakan hukum disertai pemberian rangsangan atau

motivasi atas peran aktif masyarakat menjaga lingkungan hidup

seperti adanya lomba kebersihan lingkungan antar desa dengan

sebuah hadiah atau lain sebagainya.

Peningkatan kesadaran lingkungan dapat dilakukan melalui

berbagai cara misalnya dengan adanya sosialisasi kepada

masyarakat tentang lingkungan hidup, manfaat serta pengolahan

lingkungan hidup, mengembalikan pikiran serta perilaku kita kembali

bercermin kepada syariat agama Islam, pemerintah harus tegas

menindak pelaku-pelaku pengerusakan lingkungan agar dapat

menimbulkan efek jera kepada pelakunya, dan lain sebagainya. Di

dalam Al-Qur’an juga di jelaskan bahwa Allah telah menurunkan

bumi untuk manusia dan manusia sebagai pengelolahnya. Jadi

apabila manusia memanfaatkannya dengan benar maka manusia

akan mendapatkan pula manfaat dari lingkungan tersebut/alam

sekitar, sebaliknya jika manusia mengolah/memanfatkan lingkungan

sekitar dengan cara yang salah seperti mengeksploitasi lingkungan

dengan cara yang tidak wajar maka dampak buruk yang akan kita

terima. Kita sebagai makhluk ciptaan tuhan yang mempunyai

kelebihan di bandingkan makhluk ciptaan tuhan yang lainnya yaitu

memiliki akal yang dapat di pergunakan untuk menganalisis suatu


hal itu salah ataukah benar. Jadi kita dapt menilai tindakan kita

kepada lingkungan itu sudah benar atau masih harus kita perbaiki

lagi karena di mulai dari dalam diri kitalaah yang dapat

menumbuhkan sikap sadar atau peduli terhadap lingkungan.

Manusia mempunyai hubungan timbal balik terhadap

lingkungan, manusia dapat mempengaruhi lingkungan namun ia juga

dapat di pengaruhi oleh lingkungan. Manusia tidak akan dapat

bertahan hidup tanpa adanya lingkungan alam sekitar, juga seperti

halnya manusia, lingkungan alam seperti tumbuh-

tumbuhan,binatang, makhluk lainnya juga membutuhkan manusia

untuk pertumbuhannya. Setiap manusia sadar bahwa mereka adalah

bagian dari lingkungan dan harus menjaga dan melestarikan

lingkungan hidupnya namun penyimpangan kepada lingkungan

hidup masih kerap terjadi. Oleh karena itu kita sebagai generasi

penerus bangsa harus mulai dari diri sendiri untuk lebih menghargai

lingkungan hidup sekitar karena mereka sama-sama makhluk

ciptaan Tuhan yang di ciptaan dengan mempunyai manfaat dan

kelebihan tersendiri yang juga bermanfaat untuk kita untuk

mempertahankan kelangsungan hidup kita.


BAB III

PEMBAHASAN

TEORI KESADARAN

Kesadaran ialah siuman atau sadar akan tingkah lakunya,

yaitu pikiran sadar yang mengatur akal dan dapat menentukan

pilihan terhadap yang diingini misalnya baik buruk, indah jelek dan

lain sebagainya.6[8]

Maksutnya disini yaitu kesadaran manusia timbul karena

keinginan dari dalam dirinya sendiri, orang lain tidak dapat merubah

prinsip seseorang jika orang tersebut tidak mau berubah. Tiap orang

mempunyai suatu suatu sikap sadar tentang apa yang dilakukannnya

dan dapat menilai baik buruknya suatu hal karena mereka memiliki

akal/pikiran dan itu merupakan pilihan yang diambil oleh masing-

masing orang tersebut.

Kesadaran Lingkungan adalah upaya untuk menumbuhkan

kesadaran agar tidak hanya tahu tentang sampah, pencemaran,

penghijauan, dan perlindungan satwa langka, tetapi lebih daripada

itu semua, membangkitkan kesadaran lingkungan manusia

khususnya pemuda masa kini, agar mencintai tanah air untuk

membangun tanah air Indonesia yang adil, makmur serta utuh

lestari.7[9]

6[8] Joseph Murphy (1998) tentang kesadaran

7[9] Emil Salim (1982) tentang kesadaran lingkungan


Maksutnya manusia hidup di dunia ini seharusnya tidak hanya

tahu mengenai apa yang akan ia lakukan dalam hidup

bermasyarakat seperti dampak buruk mengenai hal yang di perbuat,

tapi manusia juga harus bisa mengerti tentang pentingnya

lingkungan hidup bagi dirinya sendiri dan orang lain disekelilingnya

terutama bagi generasi penerus bangsa untuk menumbuhkan sikap

sadar terhadap lingkungan karena mereka yang memegang peranan

penting dalam pembangunan serta bagaimana tanah air yang

mereka tempati akan berlanjut di masa yang akan datang.

TEORI LINGKUNGAN

Lingkungan adalah berasal dari kata lingkung yaitu sekeliling,

sekitar. Lingkungan adalah bulatan yang melingkungi atau

melingkari, sekalian yang terlingkung disuatu daerah sekitarnya.8[10]

Lingkungan merupakan keadaan sekitar tempat tinggal di

sekitar kita yang terdiri dari alam itu sendiri, manusia, hewan dan

benda-benda mati lainnya. Lingkunga merupakan garis besar dari

kehidupan ini, tanpa lingkungan kita tidak dapat bersosialisasi dan

berinteraksi dengan sesamanya.

Menurut Ensiklopedia umum (1977) lingkungan adalah alam

sekitar termasuk orang orangnya dalam hidup pergaulan yang

mempengaruhi manusia sebagai anggota mastarakat dalam

kehidupan dan kebudayaannya.9[11] Lingkungan adalah segala

8[10] Kamus Umum Bahasa Indonesia, Poerwadarminto(1976)

9[11] Dalam Ensiklopedia Indonesia(1983),


sesuatu yang ada diluar suatu organisasi, meliputi: (1) Lingkungan

mati (abiotik), yaitu lingkungan diluar suatu organisme yang terdiri

atas benda atau faktor alam yang tidak hidup, seperti bahan kimia,

suhu, cahaya, gravitasi, admosfer dan lainnya, (2) lingkungan hidup

(biotik), yaitu lingkungan diluar suatu organisasi yang terdiri atas

organisme hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Setelah

diberikan pengetahuan tentang “lingkungan” maka akan dibahas

pengetian tentang “lingkungan hidup”. Lingkungan hidup adalah

kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk

hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi

kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta

makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup

Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik

Indonesia yang berwawasan Nusantara dalam melaksanakan

kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.10[12]

4.1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN

LINGKUNGAN

a. Faktor ketidaktahuan

Ketidaktahuan di sini maksudnya, masyarakat kurang

mengerti akan pentingnya lingkungan hidup sekitar dengan

kelangsungan kehidupan masyarakat ke depannya. Serta

kemungkinan masyarakat memiliki pengetahuan yang kurang

10[12] Undang Undang No. 23 Tahun 1997


tentang lingkungan hidup, baik itu cara pengolahan lingkungan yang

baik, pencemaran, pengaruh tindakan masyarakat dari lingkungan

sekitar, dan lain sebagainya. Jadi perlu adanya sosialisasi kepada

masyarakat tentang lingkungan hidup. Pengetahuann yang minim

terhadap lingkungan hidup dapat menyebabkan tindakan sewenang-

wenang terhadap lingkungan seperti ekspolitasi hutan, pencemaran

air sungai oleh limbah industri, atau pengeboman batu karang. Hal

itu dapat merusak lingkungan yang merupakan salah satu hal yang

terpenting dalam kelangsungkan kehidupan kita kedepannya. Itu

semua terjai karena kurang ketegasan pemerintah mengenai hukum

pelaku yang melakukan perusakan alam tersebut.

Jika tidak ada lingkungan hidup disekitar kita, maka kita akan

mendapatkan kesulitan untuk bertahan hidup, bahkan tidak bisa

bertahan hidup lama. Jadi lingkungan hidup sangatlah perlu,

pengetahuan yang lebih tentang lingkungan hidup kepada

masyarakat agar nantinya masyarakat bisa dengan bijak

memanfaatkannya. Ketidak tahuan yang di biarkan terus menerus

akan sangat merugikan kepada lingkungan dan semakin mdapat

merusak keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup sekitar.

b. Faktor kemiskinan

Kemiskinan adalah suatu keadaan ketidakmampuan manusia

untuk memenuhi kebutuhan yang minimum. Kemiskinan terjadi

akibat dari kekurangan bahan pangan, kekurangan bahan pangan di

sebabkan oleh beberapa sebab antara lain ledakan penduduk, serta


buruknya pengelolaan sumber daya alam. Jadi untuk mengurangi

angka kemiskinan, perlu adanya program pemerintah untuk

mengurangi angka kelahiran dengan cara penyuluhan program KB di

tengah banyaknya penduduk setempat, terutama di daerah-daerah

pedesaan.

Pertumbuhan penduduk yang melaju tingi tanpa di imbangi

dengan pertambahan kebutuhan hidup yang cukup memadai akan

segera menimbulkan tekanan penduduk. Tekanan penduduk akibat

kesulitan hidup yang muncul karena factor lingkungan, kemajuan

tekghnologi atau pembangunn. Dan akan di perparah dengan

datangnya bencana alam yang bertubi-tubi, semua peristiwa itu

menimbulkan masalah sosial dan yang paling berpengaruh adalah

faktor kemiskinan. Menurut data yang diperoleh dari Bakornas

Penanggulangan Bencana pada tahun 2003, bencana yang terjadi

selama tahun 1998 hingga pertengahan 2003 data yang didapat

menunjukan telah terjadi 647 bencana dengan 2022 korban jiwa dan

mengalami kerugian milyaran rupiah dengan 85% merupakan

bencana banjir dan longsor.

Kita sebagai manusia harus saling berbagi dan saling

memberikan upaya bersama pemerintah mengentaskan kemiskinan

yang melanda Indonesia. Jangan hanya dapat mengkritik dan hanya

banyak omong kepada namun tindakan yang kita lakukan masih

sama sekali tidak ada. Kemiskinan yang berlangsung berlarut-larut

juga akan menimbulkan dampak yang tidak baik dari segi kualitas
masyarakatnya misalnya karena kemiskinan untuk duduk di bangku

sekolah akan di rasa sangat berat, dari segi kesehatan juga bisa

terjadi misalnya masyarakat miskin akan memakan apapun yang

bisa di rasa dapat mengenyangkan perut mereka meskipun itu

adalah nasi sisa orang atau lain sebagainya.

Bagi masyarakat yang kaya mungkin untuk makan saja

sangatlah mudah dan bukanlah suatu persoalan. Namun bagi

masyarakat yang miskin itu di anggap sebagai suatu persoalan yang

sangat penting, untuk mendapatkannya harus bersusah payah dan

dari bumilah mereka bisa makan. Tetapi terkadang cara yang

masyarakt gunakan bisa lembut kepada alam, namun bisa juga

mereka membabi buta hasil alam untuk kebutuhannya sehari-hari

selain untuk makan.

Masalah lingkungan hidup di sebabkan dari

ketidakseimbangnya jumlah penduduk dengan sumber daya alam

yang semakin berkurang tiap tahunnya. Kerusakan yang sering

terjadi di lingkungan hidup(alam) tersebutlah yang menyebabkan

sumber daya alam itu berkurang tiap tahunnya. Di satu sisi aktivis

lingkungan melakukan berbagai cara untuk menjaga kelangsungan

lingkungan hidup baik tumbuhan,binatang dan lain sebagainya

namun di sisi lain masyarakat sendirilah yang merusaknya karena

untuk kepentingannya sendiri meskipun itu untuk mempertahankan

hidupnya namun tetap tidak dapat di benarkan jika suatu tindakan


dapat merugikan yang lain. Jadi faktor kemiskinan memang

sangatlah berpengaruh terhadap kesadaran lingkungan hidupnya.

Meskipun masyarakat miskin tidak memikirkan lingkungan

hidup sekitar karena mungkin mereka untuk bertahan hidup saja

sudah berat untuk di jalani namun upaya pemerintah untuk

mengadakan program penyuluhan mengenai pengolahan sumber

daya alam dengan benar juga penting untuk dilaksanakan, agar

masyarakat yang belum mengerti mengenai cara pengolahan

lingkungan sekitar dapat mengerti dan dapat memanfaatkan jangan

sampai berhenti di tengah jalan. Karena apabila masyarakat

mengerti cara pengolahan yang baik terhadap lingkungan hidupnya,

itu akan sangat bermanfaat bagi mereka sendiri, alam, dan juga

negara Indonesia.

c. Faktor kemanusiaan

Manusia merupakan faktor terbesar terhadap kelangsungan

perkembangan lingkungan hidup di sekitar kita. Manusia mempunyai

sifat alami yaitu serakah, berusaha untuk mengambil keuntungan

yang besar dengan membabi buta pengelolaan lingkungan dengan

cara yang salah sehingga merusak kelangsungan lingkungan hidup.

Manusia selalu merasa kurang atas apa yang telah ia punya, maka

dari itu manusia melakukan apapun yang dapat memuaskan

keinginannya, dan untuk memuaskan keinginannya di perlukan dana

yang cukup besar,dan untuk mengumpulkan dana tersebut di

lakukan tindakan-tindakan yang salah termasuk dalam hal merusak


lingkungan. Hubungan yang harmonis antara lingkungan dengan

manusia dapat membuat keseimbangan ekosistem tidak terganggu.

Di samping itu, manusia menganggap bahwa mereka adalah

makhluk yang paling sempurna dari ciptaan Allah sehingga mereka

menganggap makhluk ciptaan Allah lainnya rendah, sehingga

mereka memperlakukan makhluk lainnya semena-mena seperti

contoh perusakan lingkungan. Jadi untuk menyadarkan manusia

untuk lebih sadar kepada lingkungan dengan cara mengembalikan

perilaku mereka sesuai dengan syariat agama yang mereka anut

misal: Islam karena di dalam Islam di pelajari untuk menjaga

lingkungan serta di larang untuk merusaknya. Dengan

mengembalikan manusia ke dalam syariat agamanya di harapkan

mereka dapat bertindak dan berpikir sesuai sesuai syariat agama

Islam sehingga mereka dapat lebih menghargai makhluk ciptaan

Allah yang lainnya. Jadi faktor manusia ini juga berpengaruh

terhadap kesadaran lingkungan hidup, oleh karena itu kita harus

menumbuhkan kesadaran tersebut dari dalam diri kita sendiri baru

mensosialisasikannya kepada orang lain.

c. Faktor gaya hidup

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan

teknologi informasi serta komunikasi yang sangat cepat, sudah tentu

berpengaruh pula terhadap gaya hidup manusia. Gaya hidup yang

telah terpengaruh oleh kemajuan IPTEK misalnya dengan mengikuti

tren baju,tren kebiasaan dan perilaku orang luar seperti berfoya-foya,


berpesta, berlomba-lomba memiliki barang-barang mewah, dan lain

sebagainya itu dapat menurunkan kesadaran masyarakat akan

lingkungann sekitar karena dengan mengikuti tren yang telah

mengglobal ini membutuhkan dana yang lumayan besar apalagi tren

global tersebut telah sampai di pelosok-pelosok desa jadi dengan

cara instan mereka mengeksploitasi lingkungan sekitar mereka

misalnya penggundulan hutan. Jadi untuk mengatasinya perlu

adanya pendekatan rohani mengenai syariat-syariat agamanya.

Ada beberapa gaya hidup yang di masyarakat yang dapat

memperparah rusaknya lingkungan hidup yaitu :

1. Gaya hidup yang menekankan pada kenikmatan, foya-foya,

berpesta pora (hedonisme).

2. Gaya hidup yang mementingkan materi (materialisme).

3. Gaya hidup yang konsumtif (konsumerisme).

4. Gaya hidup sekuler atau yang mengutamakan keduniaan

(sekularisme).

5. Gaya hidup yang mementingkan diri sendiri (individualisme).

Ada beberapa hal yang seyogianya mendapat perhatian

serius, antara lain:

a. Rendahnya kesadaran masyarakat akan lingkungan

Di era yang globalisasi seperti sekarang, pertumbuhan dan

pembangunan semakin kian nampak megah dan terlihat sangat

modern. Namun di balik kemegahan dan kemodernan bangunan-


bangunan tersebut terdapat sebuah masalah yang kian hari

dampaknya dapat kita rasakan seperti pengrusakan lingkungan.

Masyarakat di zaman ini semakin tidak mementingkan

lingkungan seperti yang dapat kita amati sebagaimana bangunan-

bangunan besar seperti hotel banyak menggunakan kaca untuk

memperindah hotelnya serta memasang AC di tiap sudut hotelnya,

padahal sudah kita ketahui tindakan-tindakan tersebut dapat memicu

pemanasan global dan apabila itu terus di lakukan dengan skala

yang besar dapat berdampak buruk kepada kita kedepannya. Seperti

apabila sampai lapisan ozon itu berlubang dapat menyebabkan sinar

ultraviolet masuk ke dalam bumi dan akan menyebabkan radiasi.

Serta sekarang semakin marak penggundulan hutan oleh pihak-

pihak yang tidak bertanggung jawab yang semakin membuat udara

di Indonesia panas. Jadi perlu adanya kesadaran lingkungan dari

tiap-tiap individu untuk saling berkomitmen menjaga lingkungan demi

kelangsungan manusia sekarang dan untuk kedepannya.

b. Tidak tegasnya pemerintah melaksanakan peraturan dan atau

belum lengkapnya perangkat perundang-undangan.

Pemerintah tikak cakap dalam mengatasi hal-hal yang

dianggap penting dalam menjalankan pemerintahan ini, misalnya

saja dalam hal penegakan hukum, pemerintah tidak membuat

undang-undang mengenai suatu permasalahan yang dianggap

penting dalam kehidupan sehari-hari sebelum terjadi suatu kejadian

itu di masyarakat. Seharusnya pemerintah lebih tegas dalam


mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, jangan menunggu

peristiwa terjadi baru membuat undang-undang.

Tidak lengkapnya peraturan perundang-undangan di dalam

pemerintahan membuat masyarakat semakin bertindak semaunya

sendiri, mereka tidak terlalu menghiraikanundang-undang yang

berlaku, karena pemerintahnya sendiri juga tidak tegas dalam

menykapinya. Termasuk dalam masalah menjaga kebersihan

lingkungan, seharusnya pemerintah membuat peraturan mengenai

peraturan akan kesadaran terhadap lingkungan. Atau misalnya saja

diwajibkan untuk kerja bakti setiap minggu sekali sekitar tempat

tinggalnya, atau juga dapat dibuat suatu perlombaan mengenai

kebersihan lingkungan tempat tinggal sekitar agar masyarakat

semakin giat dan rajin untuk membersihkan lingkungan sekitarnya.

c. Perhatian dan usaha penanggulangan lingkungan.

Sebagai upaya untuk mengatasi masalah lingkunga

diperlukan perhatian seluruh masyarakat, pemerintah, maupun

swasta. Hal ini terkait dengan lingkungan itu sendiri yang melibatkan

seluruh aspek kehidupan manusia tanpa mengenal batas, sehingga

perlu dipelihara dan ditata. Betapapun melimpahnya sumber alam,

tidakl hanya milik kita endiri, tetapi juga milik generasi mendatang,

yaitu anak keturunan kita selanjutnya.

Sebagai bangsa yang memiliki rasa keagamaan yang kuat,

kita harus dapat mensyukuri dan melindungi ciptaan Tuhan yang

diberikan kepada kita, baik sebagai tanda ucapan terima kasih


kepadaNya maupun untuk kita wariskan pada anak-cucu kita. Kita

harus mengacu pada Pembukaan undand-undang dasar 1945, yang

mengamanatkan antara lain agar kita ikut melaksanakan ketertiban

dunia, yang maknanya manusia tidak hanya bebas dari peperangan

dan penindasan, tetapi terciptanya dunia yang damai dan serasi

yang menjamin umat manusia hidup sejahtera lahir dan batin

termasuk bebas dari pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Pada akhir-akhir ini disekitar tempat tinggal kita telah dibuat

tempat sampah organik dan an-organik, kegunaannya yaitu sebagai

pemisah antara sampah yang mudah hancur dan sampah yang tidak

dapat dihancurkan oleh waktu. Dengan pemisahan tersebut juga

dapat dilakukan proses penimbunan dan daur ulang, hasilnya akan

dapat lebih cepat dilakukan sehingga mengurangi biaya. Di kota-kota

kecil di daerah terpencil misalnya, anggota masyarakat seharusnya

memiliki fasilitas daur ulang sendiri dan masing-masing bertanggung

jawab untuk memisah limbah dan mengantarkannya ke instalasi

untuk diproses. Sehingga masyaratnya tidak lagi beranggapan

bahwa sampah merupakan suatu barang yang tidak terpakai dan

harus di buang, mereka dapat memanfaatkan untuk didaur ulang,

misalnya saja dibat untuk pupuk, pakan termak dan masih banyak

lagi kegunaan lainnya.

Sebagai cara untuk menjaga kelestarian di bumi ini perlu

digunakan dan diikuti prinsip mengurangi, memakai kembali, dan

mendaur ulang dalam setiap aktivitas. Kalau hendak mengurangi


pemakaian kantong plastik sewaktu berbelanja sebaiknya kita

membawa sendiri tas, keranjang atau kantong plastik bekas dari

rumah. Super market atau toko sebaiknya tidak mempergunakan

kantong plastik secara berlebihan sebagai promosi, tetapi

menggunakan kantong kertas yang mudah hancur.

Kebiasaan dan kesadaran membuang sampah pada

tempatnya sebenarnya sudah sangat penting untuk dimasyarakatkan

sehinga membudaya karena budaya peduli lingkungan telah

merupakan jati diri suatu bangsa. Satu pengalaman yang berharga

bagi penulis tatkala berada di Hunsville Texas USA. Penulis ditegur

seseorang ketika tanpa sadar membuang sampah bekas bungkus

kueh ke tanah. Walaupun cara menegurnya dengan santai, tetapi

rasanya sangat membuat malu dan menyakitkan hati. Ternyata

selain sanksi denda, hukuman berupa teguran dan cemohan

masyarakat merupakan beban moral.

Kita juga perlu menjaga kelestarian sumber alam lainnya

seperti pelestarian hutan mangrove di sepanjang pantai yang

berfungsi ganda yaitu untuk mencegah erosi dan banjir serta

menjaga habitat aneka hewan langka seperti monyet, reptil, dan

persemaian berbagai jenis ikan dan udang.

secara bersama masyarakat dunia perlu waspada dengan

menipisnya lapisan ozon yang berfungsi melindungi bumi dan

seisinya dari pengaruh ultra violet sinar matahari yang bisa


menimbulkan berbagai macam penyakit dan mengancam terjadinya

pemanasan global.

Terbentuknya common interest seluruh lapisan masyarakat

dan mengakui suatu ide dasar bahwa sistem alam atau sistem

ekologis dan sistem ekonomi buatan manusia tak dapat dipandang

secara terpisah-pisah, tetapi harus ditangani secara terpadu. Konsep

penanganan lingkungan harus termasuk dalam konteks

pembangunan atau yang disebut pembangunan berwawasan

lingkungan.

d. Peningkatan Kesadaran Lingkungan.

Peningkatan kesadaran lingkungan dapat dilakukan melalui

berbagai cara antara lain: Pendidikan dalam arti memberi arahan

pada sistem nilai dan sikap hidup untuk mampu memelihara

keseimbangan antara pemenuhan kepentingan pribadi, kepentingan

lingkungan sosial, dan kepentingan alam. Kedua, memiliki solidaritas

sosial dan solidaritas alam yang besar mengingat tindakan pribadi

berpengaruh kepada lingkungan sosial dan lingkungan alam.

Kegiatan karya wisata di alam bebas merupakan salah satu

program yang mendekatkan generasi muda dengan lingkungan,

sekaligus cinta akan lingkungan yang serasi dan asri. Pendidikan

lingkungan secara informal dalam keluarga dapat dikaitkan dengan

pembinaan disiplin pada anak-anak atas tanggung jawab dan

kewajibannya dalam menata rumah dan pekarangan. Hal itu dapat


menjadi kebiasaan yang baik kedepannya, karena itu semia akan

menjadi kebiasaan yang akan dibawa sampai anak cucunya kelak.

e. Partisipasi Kelompok-kelompok Masyarakat.

Agar lebih meningkatkan kesadaran lingkungan, mengajak

partisipasi kelompok-kelompok masyarakat sangatlah penting

termasuk tokoh-tokoh agama, pemuda, wanita, dan organisasi lain.

Peranan wartawan untuk turut memberi penerangan dan penyuluhan

bagi kelompok masyarakat serta media massa sangat besar untuk

penyebaran informasi, terutama untuk memasyarakatkan Undang-

Undang Lingkungan Hidup dengan segala aspek yang berkaitan.

Partisipasi seorang wanita juga sangat penting, karena sehari-

hari dalam pemeliharaan lingkungan terutama dalam lingkungan

keluarga adalah wanita atau ibu rumah tangga yang biasanya

berperan sebagai pemimpin dalam bersih-bersih, dan juga sebagian

waktunya tinggal di rumah. Oleh karena itu peranan organisasi-

organisasi wanita sangatlah besar untuk mendorong kesadaran

masyarakat dan keluarga melalui anggotanya.

Peranan para pemuda juga sangat penting sebagai generasi

penerus yang akan mewarisi lingkungan hidup yang baik.

Diharapkan masyarakat akan mendorong adanya pelopor dalam

lingkungan hidup yang lahir dari kalangan generasi muda sehingga

pembangunan yang berkelanjutan ini sejalan pula dengan

terpeliharanya kelestarian lingkungan. Jika pemudanya sudah


dapaat menjaga kelestarian alam sekitarnya, maka sudah pasti

lingkungannya pun akan selalu asri dan nyaman untuk ditinggali.

4.2 CARA MENYIKAPI DAN MENINGKATKAN KESADARAN

MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN

Walaupun diharapkan agar setiap orang peduli akan

lingkungan, namun kenyataannya masih banyak manusia yang

belum sadar akan makna lingkungan itu sendiri. Oleh karena itu

kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peranan lingkungan

hidup perlu terus ditingkatkan melalui penyuluhan, penerangan,

pendidikan, penegakan hukum disertai pemberian rangsangan atau

motivasi atas peran aktif masyarakat menjaga lingkungan hidup

seperti adanya lomba kebersihan lingkungan antar desa dengan

sebuah hadiah untuk memotivasi atau lain sebagainya.

Peningkatan kesadaran lingkungan dapat dilakukan melalui

berbagai cara misalnya dengan adanya sosialisasi kepada

masyarakat tentang lingkungan hidup, manfaat serta pengolahan

lingkungan hidup, mengembalikan pikiran serta perilaku kita kembali

bercermin kepada syariat agama Islam, pemerintah harus tegas

menindak pelaku-pelaku pengerusakan lingkungan agar dapat

menimbulkan efek jera kepada pelakunya, dan lain sebagainya.

Selain itu berbagai langkah kebijaksanaan penting sebagai berikut :

a. Pengembangan daerah pesisir.

b. Perlindungan dan pembinaan alam.

c. Pengelolaan tata ruang.


d. Pengembangan lingkungan pemukiman perkotaan yang seimbang

bagi pengembangan lingkungan pemukiman di pedesaan, perkotaan,

dan di wilayah transmigrasi.

e. Pengelolaan perubahan kualitar lingkungan.

f. Pengembangan upaya penunjang.11[13]

`Indonesia senagai peserta aktif KTT-Bumi tahun 1992 di Rio

De Jainero Brasil, menyepakati dan turut mengesahkan “ PROGRAM

Aksi Agenda 21”, yaitu program kerja di bidang lingkungan hidup dan

menjamin berlangsungnya pembangunan berkelanjutan berwawasan

lingkungan pada abad 21.

Di dalam Al-Qur’an juga di jelaskan bahwa Allah telah

menurunkan bumi untuk manusia dan manusia sebagai

pengelolahnya. Jadi apabila manusia memanfaatkannya dengan

benar maka manusia akan mendapatkan pula manfaat dari

lingkungan tersebut/alam sekitar, sebaliknya jika manusia

mengolah/memanfatkan lingkungan sekitar dengan cara yang salah

seperti mengeksploitasi lingkungan dengan cara yang tidak wajar

maka dampak buruk yang akan kita terima. Kita sebagai makhluk

ciptaan tuhan yang mempunyai kelebihan di bandingkan makhluk

ciptaan tuhan yang lainnya yaitu memiliki akal yang dapat di

pergunakan untuk menganalisis suatu hal itu salah ataukah benar.

Jadi kita dapt menilai tindakan kita kepada lingkungan itu sudah

benar atau masih harus kita perbaiki lagi karena di mulai dari dalam

11[13] Menurut Mohamad Soerjani (1985)


diri kitalaah yang dapat menumbuhkan sikap sadar atau peduli

terhadap lingkungan.

Manusia mempunyai hubungan timbal balik terhadap

lingkungan, manusia dapat mempengaruhi lingkungan namun ia juga

dapat di pengaruhi oleh lingkungan. Manusia tidak akan dapat

bertahan hidup tanpa adanya lingkungan alam sekitar, juga seperti

halnya manusia, lingkungan alam seperti tumbuh-

tumbuhan,binatang, makhluk lainnya juga membutuhkan manusia

untuk pertumbuhannya. Hubungan yang harmonis antara manusia

dengan lingkungan itulah yang dapat membuat keseimbang

ekosistem tidak rusak. Setiap manusia sadar bahwa mereka adalah

bagian dari lingkungan dan harus menjaga dan melestarikan

lingkungan hidupnya namun penyimpangan kepada lingkungan

hidup masih kerap terjadi. Oleh karena itu kita sebagai generasi

penerus bangsa harus mulai dari diri sendiri untuk lebih sadar

menghargai lingkungan hidup sekitar karena mereka sama-sama

makhluk ciptaan Tuhan yang di ciptaan dengan mempunyai manfaat

dan kelebihan tersendiri yang juga bermanfaat untuk kita untuk

mempertahankan kelangsungan hidup kita.

Di mulai dari hal terkecil untuk menjaga lingkungan dapat kita

lakukan seperti menyapu halaman, membersihkan saluran air, dan

memisahkan sampah non-organik dengan sampah organik agar

dapat di olah kembali menjadi pupuk sehingga sampah yang di

hasilkan dari limbah rumah tangga dapat berkurang. Kemudian dapat


kita lanjutkan dengan sesuatu hal yang bisa di katakan besar seperti

kita membuat program penanaman pohon di daerah-daerah

perkotaan dan di samping-samping jalan agar gas karbon monoksida

dapat di minimalisir dengan adanya pepohonan. Sesuatu hal yang di

lakukan secara terus menerus akan menjadi suatu kebiasaan,

kebiasaan yang buruk misalnya dengan tidak menghargai lingkungan

seperti membuang sampah di sembarang tempat dapat kita ubah

menjadi sebuah kebiasaan yang baik untuk menjaga lingkungan

misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya apalagi

sampah plastik yang sukar terurai.


BAB IV

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua

benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan

perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan

kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Kegiatan manusia sadar lingkungan perlu ditingkatkan.

Masalah utama yang menonjol adalah hubungan antara manusia

dalam mencari kehidupan maupun dalam meneruskan

keturunannya, dapat menimbulkan masalah kelestarian sumber daya

yaitu kerusakan yang timbul akibat ulah manusia itu.

Faktor yang mempengaruhi kesadaran lingkungan.

a. Faktor ketidatahuan

b. Faktor kemiskinan

c. Faktor kemanusiaan

d. Faktor gaya hidup

Jadi peranan para pemuda juga sangat penting sebagai

generasi penerus yang akan mewarisi lingkungan hidup yang baik.

Diharapkan masyarakat akan mendorong adanya pelopor dalam

lingkungan hidup yang lahir dari kalangan generasi muda sehingga

pembangunan yang berkelanjutan ini sejalan pula dengan

terpeliharanya kelestarian lingkungan. Jika pemudanya sudah


dapaat menjaga kelestarian alam sekitarnya, maka sudah pasti

lingkungannya pun akan selalu asri dan nyaman untuk ditinggali.

5.2 SARAN

Marilah kita memperbaiki perilaku kita yang kurang sadar

akan pentingnya lingkungan menjadi perilaku yang baru yaitu

perilaku peduli atau sadar lingkungan. Kita tidak usah saling

menyalahkan, tetapi evaluasi diri sendiri dan mempunyai keinginan

untuk mulai berubah untuk sadar lingkungan. Oleh Karena itu untuk

peduli atau sadar lingkungan, hendaknya kembali kepada ajaran

agama masing-masing.

Penulis sangat berharap para pembaca dapat memberikan

kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi

sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi penulis

dan juga para pembaca pada umumnya.


DAFTAR PUSTAKA
Neolaka, Amos (2008). Kesadaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta
Saragih, Sitorus.S (1983). Bunga Rampai Lingkunga Hidup. Jakarta: Usaha
Nasional, Surabaya-Indonesia