Anda di halaman 1dari 15

A.

Definisi Kanker Leher Rahim

Kanker adalah penyakit akibat mutasi sel-sel tubuh secara

abnormal dan tidak terkendali. Jika pertumbuhannya tidak dihentikan

maka pertumbuhannya akan terus berlanjut secara perlahan-lahan. Apabila

sel kanker telah menyerang satu atau sekelompok sel maka

perkembangannya akan menjadi sangat cepat, berlipat ganda secara terus-

menerus.(1) kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik

uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu

masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang

senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah

berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat

juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.(1)

Kanker ini adalah neoplasma ganas yang muncul dan regio(daerah

datar yang mempunyai kurang atau lebih batas tertentu) sambungan

skuamokolumner dan menginvasi stroma serviks(2).

B. Penyebab Kanker leher Rahim

Munculnya penyakit ini diakibatkan oleh sel dinding (epitel) rahim

berkembang tidak normal. Dan seperti penyakit kanker lainnya, pemicu

dari kanker rahim belum diketahui secara pasti. Tapi dari beberapa

penelitian diketahui adanya virus papilloma sebagai penyebab lain dari


kanker ini. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human

papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher

rahim.(4)

Perawatan termasuk operasi pada stadium awal dan kemoterapi dan

radioterapi pada stadium akhir penyakit. Satu penelitian menemukan HPV

pada 77% perempuan HIV-positif. HPV menular dengan mudah melalui

hubungan seks. Dipikirkan 75 persen orang yang aktif secara seksual yang

berusia 15-49 tahun di AS mengalami sedikitnya satu jenis infeksi HPV.

Berbagai jenis HPV menyebabkan kutil umum pada tangan atau kaki.

Infeksi pada tangan dan kaki biasanya tidak menular melalui hubungan

seks. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kutil kelamin pada penis,

vagina dan dubur. HPV juga dapat mengakibatkan masalah pada mulut

atau pada lidah dan bibir. Jenis HPV lain dapat menyebabkan pertumbuhan

sel yang tidak normal yang disebut displasia. Displasia dapat mengembang

menjadi kanker penis atau dubur, dan juga kanker leher rahim (cervical

cancer). Displasia di sekitar dubur disebut neoplasia intraepitelial anal

(anal intraepithelial neoplasia/AIN). Epitel adalah lapisan sel yang

meliputi organ atau menutupi permukaan tubuh yang terbuka. Neoplasia

berarti perkembangan baru sel yang tidak normal. AIN adalah

perkembangan baru sel tidak normal pada lapisan dubur. Displasia pada

daerah leher rahim disebut neoplasia intraepitelial serviks (cervical

intraepithelial neoplasia/CIN). Satu penelitian menemukan AIN dan CIN

pada lebih dari 10% orang HIV-positif. Satu penelitian lain menunjukkan
bahwa perempuan HIV-positif mempunyai angka CIN jauh lebih tinggi

dibanding perempuan HIV-negatif. Bagaimana HPV Ditemukan? Untuk

menemukan HPV, dokter mencari displasia atau kutil kelamin. Displasia

dapat ditemukan dengan tes Pap (Pap smear). Tes ini biasanya dipakai

untuk memeriksakan leher rahim perempuan. Tes ini juga dapat dipakai

untuk memeriksa dubur laki-laki dan perempuan. Kain penyeka diraba-

raba pada daerah yang ingin diperiksa, untuk memungut beberapa sel. Sel

ini dilumuri pada kaca dan diperiksa dengan mikroskop. Sebuah tes baru

untuk HPV yang disebut sebagai tes refleks saat ini mulai dipakai untuk

menindaklanjuti hasil tes Pap yang tidak jelas. Tes ini dapat menunjukkan

orang yang membutuhkan pemeriksaan lebih teliti atau pengobatan. Tes

refleks menentukan jenis HPV yang ada dan apakah pengobatan agresif

dibutuhkan. Beberapa peneliti menganggap bahwa tes Pap pada dubur dan

leher rahim sebaiknya dilakukan setiap tahun untuk orang yang berisiko

lebih tinggi, peneliti lain menganggap pemeriksaan fisik dengan teliti

dapat menemukan semua kasus kanker dubur yang ditemukan melalui tes

Pap pada dubur. Kutil kelamin dapat muncul antara beberapa minggu

hingga beberapa bulan setelah seorang terinfeksi HPV. Kutil dapat

kelihatan seperti benjolan kecil. Kadang kala, kutil ini dapat menjadi lebih

penuh dengan daging dan kelihatan seperti kol kembang. Semakin lama,

kutil dapat menjadi semakin besar. Umumnya, dokter dapat menentukan

apakah kita mempunyai kutil kelamin dengan melihatnya. Kadang kala

alat yang disebut anoskop dipakai untuk memeriksa daerah dubur. Jika
perlu, contoh kutil dipotong dan diperiksa dengan mikroskop. Ini disebut

biopsi. HPV yang menyebabkan kutil kelamin tidak sama dengan virus

yang menyebabkan kanker. Tetapi jika kita mempunyai kutil, kita mungkin

juga terinfeksi jenis HPV lain yang dapat menyebabkan kanker.(6)

Virus HPV hidup pada suasana lembab di cairan vagina yang

dialami oleh penderita keputihan (leukore). Dalam waktu yang lama

apabila keputihan yang diderita tersebut tidak kunjung membaik,

umumnya berisiko pada kanker rahim. Biasanya keadaan ini ditandai

dengan banyaknya cairan keputihan yang disertai bau yang tidak sedap,

dan perdarahan yang keluar dari alat genital. Tapi ada kalanya kanker yang

dialami muncul tanpa memberikan gejala-gejala sakit tersebut(7)

Rasa sakit dan rasa tidak enak seperti pegal-pegal, lesu dan

perasaan tidak enak lainnya terutama pada punggung ibu, diakibatkan oleh

pengaruh dari perkembangan sel-sel kanker tersebut. Dimana penyebaran

dari kanker sudah mulai meluas kedaerah lain atau ke organ lain termasuk

tulang yang masuk dalam saluran getah bening atau diakibatkan oleh

adanya penyakit lainnya seperti diabetes, hipertensi yang bisa diketahui

setelah dilakukan pemeriksaan.(7)

Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai

dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim

(abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi

beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel

tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel


tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan

yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut

sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut juga

dapat dideteksi kehadirannya dengan Pap smear test, sehingga semakin

dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang

menderita kanker leher rahim.(1)

Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah

dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-

kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama

kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap

smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari

leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat

perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher

rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan

pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi

sel kanker.(1)

Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam

keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan

dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka

dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga

memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan

jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher

rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang
menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada

obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk

pemeriksaan yang lebih teliti.(1)

Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak

menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit.

Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini, tetapi pada

umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat

dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test. Usahakanlah

melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu

setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap

smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan

leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi

pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi

melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko

menderita kanker leher rahim. Pap smear test biasanya dilakukan setiap

dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur. Hal yang harus

selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear

test. Pap smear test selalu diperlukan biarpun anda tidak lagi melakukan

aktifitas seksual.(1)

C. Gejala Kanker Leher Rahim


Pada fase permulaan kanker leher rahim terdapat kemungkinan

bahwa penderita belum mempunyai keluhan. Dalam fase yang lebih lanjut

sebagai akibat nekrosis(kematian sel) dan perubahan-perubahan poliferatif

jaringan serviks timbul keluhan-keluhan sebagai berikut:

- kehilangan darah vaginal yang abnormal(intermenstrual)

- perdarahan kontak

- gangguan defekasi(pembuangan)

- nyeri di perut bawah atau menyebar

Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala

kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh,

yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap

smear. Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu

merupakan suatu tanda-tanda kanker. Pemeriksaan Pap smear test yang

teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan

awal dari sel-sel kanker. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat

menyebabkan perdarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa

menstruasi.(1)

Jika mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera

melakukan pemeriksaan ke dokter. Adanya perubahan ataupun keluarnya

cairan (discharge) ini bukanlah suatu hal yang normal, dan pemeriksaan

yang teliti harus segera dilakukan walaupun anda baru saja melakukan Pap

smear test. Biarpun begitu, pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan

yang teliti, hasilnya tidak selalu positif kanker.(1)


D. Penanganan / Pengobatan
Seperti pada kejadian penyakit yang lain, jika perubahan awal

dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan

sedini mungkin. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang

umum diberikan adalah dengan:

1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.(1)

2. Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel

leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini

memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya

sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh

ahli kandungan.(1)

Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan

kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan,

beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker,

biasanya uterus beserta leher rahimnya.

2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi

yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

3. Kolposkopi sejak tahun 1928 telah dikembangkan oleh Hinselmann

tetapi baru 15 tahun terakhir ini membuktikan diri sebagai teknik

terpenting untuk membuat preparat apus dan biopsi daerah yang


dicurigai. Dengan mikroskop diatas statif(dapat disamakan dengan

mikroskop operasi) serviks diperiksa dengan perbesaran 6-40 kali.

4. Uji Schiller, test ini berdasar fakta bahwa epitel skuamosa normal dari

vagina dan serviks terwarnai coklat dengan larutan yodium dalam air.

Dengan ini epitel patologik yang tidak terwarnai bisa ditandai,

sebagaimana juga epitel silinder. Meskipun hasilnya cukup baik tetapi

kolposkopi yang lebih disukai.

E. Pencegahan Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim juga bisa dicegah sehingga tidak perlu untuk

melakukan Pap Smear test apalagi pengoperasian. Berikut adalah kiat-kiat

pencegahan kanker leher rahim:

1. Jauhi Rokok

Ini peringatan paling penting buat wanita perokok. Kecuali

mengakibatkan penyakit pada paru-paru dan jantung, kandungan nikotin

dalam rokok pun bisa mengakibatkan kanker serviks (leher rahim).

Nikotin membuat semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau

menjadi terangsang, baik pada mukosa tenggorokan, paru-paru, juga

serviks. Sayangnya tak diketahui pasti seberapa banyak jumlah nikotin

dikonsumsi yang bisa menyebabkan kanker serviks. Tapi, mengapa harus

ambil risiko, lebih baik tinggalkan segera rokok jika kita ingin terbebas

dari kanker(8).

2. Pencucian Vagina
Banyak orang yang melakukan pencucian vagina dengan obat-obatan

antiseptik tertentu. Kebiasaan mencuci vagina bisa menimbulkan kanker

leher rahim, baik obat cuci vagina antiseptik maupun deodoran.

Douching atau cuci vagina menyebabkan iritasi di serviks. Iritasi

berlebihan dan terlalu sering akan merangsang terjadinya perubahan sel,

yang akhirnya jadi kanker. Jadi, sebaiknya pencucian vagina dengan

bahan-bahan kimia tak dilakukan secara rutin. Kecuali bila ada indikasi,

misalnya, infeksi yang memang memerlukan pencucian dengan zat-zat

kimia.

Itu pun seharusnya atas saran dokter. Artinya, jangan sembarangan

membeli obat-obatan pencuci vagina. Terlebih lagi, pembersih tersebut

umumnya akan membunuh kuman-kuman. Termasuk kuman Basillus

doderlain di vagina yang memproduksi asam laktat untuk

mempertahankan pH vagina. Bila pH tidak seimbang lagi di vagina,

maka kuman lain, seperti jamur dan bakteri, bisa punya kesempatan

hidup di tempat tersebut. Ini akan bisa menimbulkan penyakit-penyakit

lain.(8)

3. Kekurangan Vitamin C
Pola hidup mengkonsumsi makanan tinggi lemak pun akan membuat

orang tersebut melupakan zat-zat gizi lain, seperti beta karoten, vitamin

C, dan asal folat. Padahal, kekurangan ketiga zat gizi ini bisa

menyebabkan timbul kanker leher rahim. Beta karoten, vitamin C, dan

asam folat dapat memperbaiki atau memperkuat mukosa diserviks. Nah,

jika kekurangan zat-zat gizi tersebut akan mempermudah rangsangan

sel-sel mukosa tadi menjadi kanker. Beta karoten banyak terdapat dalam

wortel, vitamin C terdapat dalam buah-buahan berwarna oranye,

sedangkan asam folat terdapat dalam makanan hasil laut.(8)

4. Hubungan Seks terlalu Dini

Hubungan seks idealnya dilakukan setelah seorang wanita benar-benar

matang. Ukuran kematangan bukan hanya dilihat dari dia sudah

menstruasi atau belum. Tapi juga bergantung pada kematangan sel-sel

mukosa yang terdapat diselaput kulit bagian dalam rongga tubuh.

Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita tersebut berusia

20 tahun ke atas. Jadi, seorang wanita yang menjalin hubungan seks

pada usia remaja paling rawan bila dilakukan di bawah usia 20 tahun.

Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa pada serviks

wanita. Pada usia muda, sel-sel mukosa pada serviks belum matang.

Artinya, masih rentan terhadap rangsangan sehingga tak siap menerima

rangsangan dari luar. Termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma. Lain

hal bila hubungan seks dilakukan kala usia sudah di atas 20 tahun,
dimana sel-sel mukosa tak lagi terlalu rentan terhadap perubahan. Nah,

karena masih rentan, sel-sel mukosa bisa berubah sifat menjadi kanker.

Sifat sel, selalu berubah setiap saat mati dan tumbuh lagi. Karena ada

rangsangan, bisa saja sel yang tumbuh lebih banyak dari sel yang mati,

sehingga perubahannya tak seimbang lagi. Kelebihan sel ini akhirnya

bisa berubah sifat menjadi sel kanker.(8)

5. Berganti-ganti Pasangan

Kanker leher rahim muncul pada wanita yang berganti-ganti pasangan

seks. Bila berhubungan seks hanya dengan pasangannya, dan

pasangannya pun tak melakukan hubungan seks dengan orang lain, maka

tidak akan mengakibatkan kanker serviks. Bila berganti-ganti pasangan,

hal ini terkait dengan kemungkinan tertularnya penyakit kelamin, salah

satunya Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini akan mengubah sel-sel

di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak dan akan

menjadi kanker.(8)

Daftar Pustaka
1. http://dokter.indo.net.id/serviks.html

2. Taber,Ben-zion MD : Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi ; 167-172

3. Bosman FT, dkk . Onkologi Edisi Kelima; 497-504

4. http://www.medicinenet.com/cervical_cancer/page2.htm#3howcan

5. http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?
tool=pmcentrez&artid=145302

6. http:// www.aidsinfonet.org Diperbarui 1 November 2004


berdasarkan FS New Mexico AIDS Infonet 28 September 2004

7.
http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_4_1X_What_is_cervic
al_cancer_8.asp

8. http://www.mail-archive.com
fkuii.org/tiki-download_wiki_attachment.php?attId=1086&page=Ferry
%20Sofyanri –

MAKALAH
KANKER LEHER RAHIM

Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Memperoleh Ijazah S1 Kesehatan Masyarakat

Disusun Oleh :

EKA SETYARINI
J 410 040 010

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2008