Anda di halaman 1dari 9

Eni Endri Yeni | Senior Marketing Partner | PT Benefita Indonesia | Edited with the trial version of

HP: 0813 10138048 | Email: eniendriyeni@benefita.com | Foxit Advanced PDF Editor


www.pelatihanlingkungan.com |www.trainingproper.com -23- To remove this notice, visit:
|www.limbahb3.com www.foxitsoftware.com/shopping

PENYIMPANAN LOKASI LOKASI


KELOMPOK/JENIS PENGOLAHAN/ PEMBUANGAN
PADA PENGUMPULAN PENGUMPULAN
LIMBAH PENANGANAN AKHIR
SUMBER INSITU EKSITU

LIMBAH BENDA TAJAM

Penimbunan
Pengolahan termal Pengangkutan akhir (landfill)
Limbah B3

Benda tajam
Tempat
(jarum, pisau, dll)
penyimpanan
Wadah anti
tusukan
Desinfeksi kimiawi Penguburan

LIMBAH FARMASI

Pengumpulan Pemusnahan
Limbah farmasi Wadah plastik Tempat Tidak mudah oleh pemasok
kedaluwarsa oleh pemasok
berwarna penyimpanan terurai/luruh (penyuplai)
(penyuplai)
cokelat
Eni Endri Yeni | Senior Marketing Partner | PT Benefita Indonesia | Edited with the trial version of
HP: 0813 10138048 | Email: eniendriyeni@benefita.com | Foxit Advanced PDF Editor
www.pelatihanlingkungan.com |www.trainingproper.com -24- To remove this notice, visit:
|www.limbahb3.com www.foxitsoftware.com/shopping

PENYIMPANAN LOKASI LOKASI


KELOMPOK/JENIS PENGOLAHAN/ PEMBUANGAN
PADA PENGUMPULAN PENGUMPULAN
LIMBAH PENANGANAN AKHIR
SUMBER INSITU EKSITU

LIMBAH RADIOAKTIF

Limbah radioaktif Wadah


Pemusnahan
berwarna Pengumpulan
Tempat Tidak mudah oleh pemasok
merah oleh pemasok
penyimpanan terurai/luruh (penyuplai)
(penyuplai)

LIMBAH PATOLOGIS

Krematorium atau Penyimpanan


insinerator dari beton

Limbah patologis
(jaringan, organ,
dll)

Refrigerator/ Desinfeksi kimiawi Penguburan


pendingin
Eni Endri Yeni | Senior Marketing Partner | PT Benefita Indonesia | Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
HP: 0813 10138048 | Email: eniendriyeni@benefita.com |
To remove this notice, visit:
www.pelatihanlingkungan.com |www.trainingproper.com -25- www.foxitsoftware.com/shopping
|www.limbahb3.com
Selain melakukan pengumpulan, pemilahan, dan penyimpanan Limbah
sesuai dengan ketentuan dalam Tabel 3, hal-hal berikut harus dilakukan:
1. Limbah dari kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan harus dilakukan
pengelolaan sesuai karakteristiknya.
2. Limbah benda tajam harus dikumpulkan bersama, baik yang telah
terkontaminasi atau tidak. Wadah yang digunakan harus tahan terhadap
tusukan atau goresan, lazimnya terbuat dari logam atau plastik padat,
dilengkapi dengan penutup. Wadah harus kokoh dan kedap untuk
menampung benda tajam dan sisa-sisa cairan dari penyuntik (syringe).
Untuk menghindari penyalahgunaan, wadah harus tidak mudah dibuka
atau dirusak, dan jarum-jarum atau penyuntik dibuat menjadi tidak dapat
digunakan. Apabila wadah logam atau plastik tidak tersedia, wadah dapat
dibuat dari kotak karton.

Gambar 6. Wadah limbah patologis dengan penutup

3. Kantong dan wadah Limbah infeksius harus diberi tanda sesuai dengan
simbol infeksius.
4. Limbah sangat infeksius dan Limbah B3 lainnya harus segera dilakukan dan
penanganan atau pengolahan sesuai metode yang direkomendasikan dalam
pedoman ini. Untuk itu, pewadahan harus disesuaikan dengan
metode/proses pengolahan yang akan dilakukan.
5. Limbah sitotoksik, umumnya dihasilkan dari rumah sakit dan fasilitas riset,
harus dikumpulkan dalam wadah yang kokoh dan kedap serta diberikan
simbol dan label “Limbah Sitotoksik”.
6. Limbah radioaktif harus dilakukan pemilahan sesuai dengan bentuk
fisiknya, padat dan cair, dan sesuai dengan waktu paruh (half-life) atau
potensinya, dan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan di
bidang ketenaganukliran.
7. Limbah bahan kimia atau Limbah farmasi dalam jumlah sedikit dapat
dikumpulkan bersama dengan Limbah infeksius
8. Limbah farmasi kedaluwarsa/tidak digunakan dalam jumlah besar yang
tersimpan di unit pelayanan farmasi harus dikembalikan ke pemasok
(penyuplai) atau pihak pengelola Limbah B3 yang telah memiliki izin untuk
pemusnahan.
Eni Endri Yeni | Senior Marketing Partner | PT Benefita Indonesia | Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
HP: 0813 10138048 | Email: eniendriyeni@benefita.com |
To remove this notice, visit:
www.pelatihanlingkungan.com |www.trainingproper.com -26- www.foxitsoftware.com/shopping
|www.limbahb3.com

Gambar 7. Penyimpanan Limbah radioaktif dan Limbah bahan kimia

9. Limbah bahan kimia dalam jumlah besar harus disimpan dalam wadah yang
tahan terhadap bahan kimia untuk diserahkan ke pihak Pengelola Limbah
B3 yang telah memiliki izin untuk pemusnahan. Penyimpanan dan
pengumpulan Limbah bahan kimia harus diperhatikan kompatibilitas dan
dilakukan sesuai dengan karakteristiknya. Hindari penyimpanan Limbah
bahan kimia yang akan saling bereaksi atau memicu reaksi yang tidak
diinginkan.

Gambar 8. Contoh wadah dari kotak karton

10. Limbah dengan kadar logam berat yang tinggi misalnya kadmium atau
merkuri, harus dikumpulkan secara terpisah. Limbah seperti ini harus
diserahkan ke pihak pengelola Limbah B3 yang telah memiliki izin untuk
pemusnahan.
11. Wadah aerosol misal pengharum ruangan, pembasmi serangga, dapat
dikumpulkan dengan Limbah umumnya ketika telah kosong. Wadah aerosol
dilarang dibakar, dipanaskan atau diinsinerasi.
12. Wadah dan kantong yang tepat harus ditempatkan di seluruh lokasi sesuai
dengan sumber Limbah sesuai kategorinya.
13. Setiap orang berkewajiban untuk memastikan bahwa pemilahan Limbah
dilakukan sesuai kategori Limbah, antara lain memindahkan Limbah yang
tidak sesuai peruntukannya dari suatu wadah ke dalam wadah lain atau
kantong sesuai kategori Limbah, warna, simbol dan label limbah. Dalam hal
suatu Limbah terkontaminasi Limbah B3, Limbah tersebut dikategorikan
sebagai Limbah B3.

E. PENYIMPANAN.
Seluruh Limbah medis harus disimpan dan dikumpulkan pada lokasi
penyimpanan sementara sampai diangkut ke lokasi pengolahan. Lokasi
penyimpanan diberikan tanda:

“BERBAHAYA: PENYIMPANAN LIMBAH MEDIS


– HANYA UNTUK PIHAK BERKEPENTINGAN”
Eni Endri Yeni | Senior Marketing Partner | PT Benefita Indonesia | Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
HP: 0813 10138048 | Email: eniendriyeni@benefita.com |
To remove this notice, visit:
www.pelatihanlingkungan.com |www.trainingproper.com -27- www.foxitsoftware.com/shopping
|www.limbahb3.com
Lokasi penyimpanan harus tetap, berada jauh dari ruang pasien, laboratorium,
ruang operasi, atau area yang diakses masyarakat.

Limbah sitotoksik harus disimpan terpisah dari limbah lainnya dan


ditempatkan pada lokasi penyimpanan yang aman. Limbah radioaktif harus
disimpan dalam wadah terpisah yang melindungi dari radiasinya, dan apabila
diperlukan disimpan dalam wadah berpelindung timbal, Pb (lead shielding).
Limbah radioaktif harus diberikan simbol dan label serta dilakukan pengelolaan
sesuai peraturan perundang-undangan di bidang ketenaganukliran.

Penyimpanan Limbah B3 harus memenuhi kaidah kompatibilitas yaitu


mengelompokkan penyimpanan sesuai dengan karakteristiknya sebagaimana
tabel berikut.

Tabel 4. Kompatibilitas penyimpanan Limbah B3.

Keterangan:
C = cocok,
X = tidak cocok,
T = terbatas.

F. PENGANGKUTAN DALAM FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN


Pengangkutan yang tepat merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan
limbah dari kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam pelaksanaannya dan
untuk mengurangi risiko terhadap personil pelaksana, maka diperlukan
pelibatan seluruh bagian meliputi: bagian perawatan dan pemeliharaan fasilitas
pengelolaan limbah fasilitas pelayanan kesehatan, bagian house keeping,
maupun kerjasama antar personil pelaksana.

Pengumpulan Limbah, yang merupakan bagian dari kegiatan penyimpanan,


yang dilakukan oleh penghasil Limbah sebaiknya dilakukan dari ruangan ke
ruangan pada setiap pergantian petugas jaga, atau sesering mungkin. Waktu
pengumpulan untuk setiap kategori limbah harus dimulai pada setiap
dimulainya tugas jaga yang baru.
Eni Endri Yeni | Senior Marketing Partner | PT Benefita Indonesia | Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
HP: 0813 10138048 | Email: eniendriyeni@benefita.com | To remove this notice, visit:
www.pelatihanlingkungan.com |www.trainingproper.com -28- www.foxitsoftware.com/shopping

|www.limbahb3.com
1. Pengumpulan Setempat (on-site).
Limbah harus dihindari terakumulasi pada tempat dihasilkannya. Kantong
limbah harus ditutup atau diikat secara kuat apabila telah terisi 3/4 (tiga
per empat) dari volume maksimalnya.

Beberapa hal yang harus dilakukan oleh personil yang secara langsung
melakukan penangan Limbah antara lain:
a. Limbah yang harus dikumpulkan minimum setiap hari atau sesuai
kebutuhan dan diangkut ke lokasi pengumpulan.
b. setiap kantong Limbah harus dilengkapi dengan simbol dan label sesuai
kategori Limbah, termasuk informasi mengenai sumber Limbah.
c. setiap pemindahan kantong atau wadah Limbah harus segera diganti
dengan kantong atau wadah Limbah baru yang sama jenisnya.
d. kantong atau wadah Limbah baru harus selalu tersedia pada
setiap lokasi dihasilkannya Limbah.
e. pengumpulan Limbah radioaktif harus dilakukan sesuai peraturan
perundang-undangan di bidang ketenaganukliran.

2. Pengangkutan insitu.
Pengangkutan Limbah pada lokasi fasilitas pelayanan kesehatan dapat
menggunakan troli atau wadah beroda. Alat pengangkutan Limbah harus
memenuhi spesifikasi:
a. mudah dilakukan bongkar-muat Limbah,
b. troli atau wadah yang digunakan tahap goresan limbah beda tajam, dan
c. mudah dibersihkan.

Alat pengangkutan Limbah insitu harus dibersihkan dan dilakukan


desinfeksi setiap hari menggunakan desinfektan yang tepat seperti senyawa
klorin, formaldehida, fenolik, dan asam.

Personil yang melakukan pengangkutan Limbah harus dilengkapi dengan


pakaian yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Pengangkutan Limbah B3 eksitu wajib dilakukan sesuai dengan peraturan


perundang-undangan yang mengatur mengenai persyaratan dan tata cara
Pengangkutan Limbah B3.

Gambar 9. Troli pengumpul dengan kapasitas 300 liter (6 wadah x 50 liter)


dengan wadah plastik dan penutup
Eni Endri Yeni | Senior Marketing Partner | PT Benefita Indonesia | Edited with the trial version of
HP: 0813 10138048 | Email: eniendriyeni@benefita.com | Foxit Advanced PDF Editor

www.pelatihanlingkungan.com |www.trainingproper.com To remove this notice, visit:


-29- www.foxitsoftware.com/shopping
|www.limbahb3.com

Gambar 10. Troli pengumpul dengan kapasitas 120-200 liter (bergantung


ukuran wadah)

Gambar 11. Troli pengumpul dengan kapasitas 120-200 liter (bergantung


ukuran wadah)

Gambar 12. Troli pengumpul dengan kapasitas 120-200 liter (bergantung


ukuran wadah)
Eni Endri Yeni | Senior Marketing Partner | PT Benefita Indonesia | Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
HP: 0813 10138048 | Email: eniendriyeni@benefita.com |
To remove this notice, visit:
www.pelatihanlingkungan.com |www.trainingproper.com -30- www.foxitsoftware.com/shopping
|www.limbahb3.com
Pengumpulan dan pengangkutan Limbah insitu harus dilakukan
secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
a. jadwal pengumpulan dapat dilakukan sesuai rute atau zona.
b. penunjukan personil yang bertanggung jawab untuk setiap zona atau
area.
c. perencanaan rute yang logis, seperti menghindari area yang dilalui
banyak orang atau barang.
d. rute pengumpulan harus dimulai dari area yang paling jauh sampai
dengan yang paling dekat dengan lokasi pengumpulan Limbah.

Gambar 13. Contoh tata letak rute sistem pengumpulan Limbah dari
kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan.
Eni Endri Yeni | Senior Marketing Partner | PT Benefita Indonesia | Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
HP: 0813 10138048 | Email: eniendriyeni@benefita.com |
To remove this notice, visit:
www.pelatihanlingkungan.com |www.trainingproper.com -31- www.foxitsoftware.com/shopping
|www.limbahb3.com

CONTOH FASILITAS PENYIMPANAN LIMBAH DAN PENGANGKUTAN


SEBIDANG

CONTOH FASILITAS PENYIMPANAN LIMBAH DAN PENGANGKUTAN


YANG DIPINDAHKAN SECARA GRAVITASIONAL

Gambar 14. Contoh fasilitas penyimpanan Limbah dan tempat pemindahan


Limbah ke alat pengangkutan (eksitu).

MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN


REPUBLIK INDONESIA,

SITI NURBAYA