Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN PRAKTIKUM

UJI TARIK (TENSILE TEST) & METALLOGRAPHY

DISUSUN OLEH:

M. Rusdan Mirsyad
061530202134

Dosen Pembimbing: Ir. Mulyadi, MT.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


TAHUN AKADEMIK
2018
LAPORAN PRAKTIKUM UJI MATERIAL
UJI TARIK
(TENSILE TEST)

DISUSUN OLEH:

Indra Gunawan
061530202129

Dosen Pembimbing: Ir. Mulyadi, MT.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


TAHUN AKADEMIK
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari pemakaian logam biasanya berdasarkan sifat


yang dimiliki logam tersebut contoh pada pembuatan konstruksi untuk jembatan
dibutuhkan logam yang kuat dan tangguh berbeda dengan pemakaian logam untuk
pagar rumah yang tidak terlalu memperhatikan sifat mekaniknya. Contoh-contoh sifat
mekanik adalah kekuatan tarik, kekerasan, keuletan dan ketangguhan. Pengujian sifat-
sifat mekanik ini dapat dilakukan dengan pengujian mekanik. Salah satu pengujian
yang digunakan untuk mengetahui sifat mekanis logam adalah uji tarik (tensile test).
Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu
bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang berlawanan arah. Hasil
yang didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain
produk karena mengahsilkan data kekuatan material. Pengujian uji tarik digunakan
untuk mengukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara
lambat.Sifat mekanis logam yang dapat diketahui setelah proses pengujian ini seperti
kekuatan tarik, keuletan dan ketangguhan.Pengujian tarik sangat dibutuhkan untuk
menentukan desain suatu produk karena menghasilkan data kekuatan material.
Pengujian tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar
kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. Karena
dengan pengujian tarik dapat diukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis
yang diberikan secara perlahan. Pengujian tarik ini merupakan salah satu pengujian
yang penting untuk dilakukan, karena dengan pengujian ini dapat memberikan
berbagai informasi mengenai sifat-sifat logam.

Dalam bidang industri juga diperlukan pengujian tarik ini untuk


mempertimbangkan faktor metalurgi dan faktor mekanis yang tercakup dalam proses
perlakuan terhadap logam jadi, untuk memenuhi proses selanjutnya. Oleh karena
pentingnya pengujian tarik ini, kita sebagai mahasiswa metalurgi hendaknya
mengetahui mengenai pengujian ini. Dengan adanya kurva tegangan regangan kita
dapat mengetahui kekuatan tarik, kekuatan luluh, keuletan, modulus elastisitas,
ketangguhan, dan lain-lain. Pada pegujian tarik ini kita juga harus mengetahui dampak
pengujian terhadap sifat mekanis dan fisik suatu logam. Dengan mengetahui
parameter-parameter tersebut maka kita dapat data dasar mengenai kekuatan suatu
bahan atau logam.
BAB II
DASAR TEORI

2.1. Pengertian Pengujian Tarik


Suatu logam mempunyai sifat-sifat tertentu yang dibedakan atas sifat fisik, mekanik,
thermal, dan korosif. Salah satu yang penting dari sifat tersebut adalah sifat mekanik.
Sifat mekanik terdiri dari keuletan, kekerasan, kekuatan, dan ketangguhan. Sifat
mekanik merupakan salah satu acuan untuk melakukan proses selanjutnya terhadap
suatu material, contohnya untuk dibentuk dan dilakukan proses permesinan. Untuk
mengetahui sifat mekanik pada suatu logam harus dilakukan pengujian terhadap
logam tersebut. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik.

Dalam pembuatan suatu konstruksi diperlukan material dengan spesifikasi dan


sifat-sifat yang khusus pada setiap bagiannya. Sebagai contoh dalam pembuatan
konstruksi sebuah jembatan. Diperlukan material yang kuat untuk menerima beban
diatasnya. Material juga harus elastis agar pada saat terjadi pembebanan standar atau
berlebih tidak patah. Salah satu contoh material yang sekarang banyak digunakan
pada konstruksi bangunan atau umum adalah logam.

Meskipun dalam proses pembuatannya telah diprediksikan sifat mekanik dari


logam tersebut, kita perlu benar-benar mengetahui nilai mutlak dan akurat dari sifat
mekanik logam tersebut. Oleh karena itu, sekarang ini banyak dilakukan pengujian-
pengujian terhadap sampel dari material.

Pengujian ini dimaksudkan agar kita dapat mengetahui besar sifat mekanik dari
material, sehingga dapat dlihat kelebihan dan kekurangannya. Material yang
mempunyai sifat mekanik lebih baik dapat memperbaiki sifat mekanik dari material
dengan sifat yang kurang baik dengan cara alloying. Hal ini dilakukan sesuai
kebutuhan konstruksi dan pesanan.

Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu
bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang sesumbu. Hasil yang
didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain
produk karena mengahsilkan data kekuatan material. Pengujian uji tarik digunakan
untuk mengukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara
lambat.Salah satu cara untuk mengetahui besaran sifat mekanik dari logam adalah
dengan uji tarik. Sifat mekanik yang dapat diketahui adalah kekuatan dan elastisitas
dari logam tersebut. Uji tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi
rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi
bahan. Nilai kekuatan dan elastisitas dari material uji dapat dilihat dari kurva uji tarik.

Pengujian tarik ini dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat mekanis suatu


material, khususnya logam diantara sifat-sifat mekanis yang dapat diketahui dari hasil
pengujian tarik adalah sebagai berikut:
 Kekuatan tarik
 Kuat luluh dari material
 Keuletan dari material
 Modulus elastic dari material
 Kelentingan dari suatu material
 Ketangguhan.

Pengujian tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar


kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. Karena
dengan pengujian tarik dapat diukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis
yang diberikan secara perlahan. Pengujian tarik ini merupakan salah satu pengujian
yang penting untuk dilakukan, karena dengan pengujian ini dapat memberikan
berbagai informasi mengenai sifat-sifat logam.

Dalam bidang industri diperlukan pengujian tarik ini untuk mempertimbangkan


faktor metalurgi dan faktor mekanis yang tercakup dalam proses perlakuan terhadap
logam jadi, untuk memenuhi proses selanjutnya.

Oleh karena pentingnya pengujian tarik ini, kita sebagai mahasiswa metalurgi
hendaknya mengetahui mengenai pengujian ini. Dengan adanya kurva tegangan
regangan kita dapat mengetahui kekuatan tarik, kekuatan luluh, keuletan, modulus
elastisitas, ketangguhan, dan lain-lain. Pada pegujian tarik ini kita juga harus
mengetahui dampak pengujian terhadap sifat mekanis dan fisik suatu logam. Dengan
mengetahui parameter-parameter tersebut maka kita dapat data dasar mengenai
kekuatan suatu bahan atau logam.

2.1. Dasar Pengujian Tarik


Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu
bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang sesumbu [Askeland, 1985].
Hasil yang didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan
desain produk karena mengahsilkan data kekuatan material. Pengujian uji tarik
digunakan untuk mengukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang
diberikan secara lambat.

Gambar 1. Mesin uji tarik dilengkapi spesimen ukuran standar.


Seperti pada gambar 1 benda yang di uji tarik diberi pembebanan pada kedua
arah sumbunya. Pemberian beban pada kedua arah sumbunya diberi beban yang sama
besarnya.

Pengujian tarik adalah dasar dari pengujian mekanik yang dipergunakan pada
material. Dimana spesimen uji yang telah distandarisasi, dilakukan pembebanan
uniaxial sehingga spesimen uji mengalami peregangan dan bertambah panjang hingga
akhirnya patah. Pengujian tarik relatif sederhana, murah dan sangat terstandarisasi
dibanding pengujian lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar penguijian
menghasilkan nilai yang valid adalah; bentuk dan dimensi spesimen uji, pemilihan
grips dan lain-lain.

 Bentuk dan Dimensi Spesimen uji


Spesimen uji harus memenuhi standar dan spesifikasi dari ASTM E8 atau
D638. Bentuk dari spesimen penting karena kita harus menghindari terjadinya
patah atau retak pada daerah grip atau yang lainnya. Jadi standarisasi dari bentuk
spesimen uji dimaksudkan agar retak dan patahan terjadi di daerah gage length.

 Grip and Face Selection


Face dan grip adalah faktor penting. Dengan pemilihan setting yang tidak
tepat, spesimen uji akan terjadi slip atau bahkan pecah dalam daerah grip (jaw
break). Ini akan menghasilkan hasil yang tidak valid. Face harus selalu tertutupi di
seluruh permukaan yang kontak dengan grip. Agar spesimen uji tidak bergesekan
langsung dengan face.

Beban yang diberikan pada bahan yang di uji ditransmisikan pada pegangan
bahan yang di uji. Dimensi dan ukuran pada benda uji disesuaikan dengan estándar
baku pengujian.

Gambar 2. Dimensi dan ukuran spesimen untuk uji tarik


Kurva tegangan-regangan teknik dibuat dari hasil pengujian yang didapatkan.
Gambar 3. Contoh kurva uji tarik
Tegangan yang digunakan pada kurva adalah tegangan membujur rata-rata dari
pengujian tarik. Tegangan teknik tersebut diperoleh dengan cara membagi beban yang
diberikan dibagi dengan luas awal penampang benda uji. Dituliskan seperti dalam
persamaan 2.1 berikut:

P
S= A°

Keterangan ;
s : besarnya tegangan (kg/mm2)
P : beban yang diberikan (kg)
O
A : Luas penampang awal benda uji (mm2)

Regangan yang digunakan untuk kurva tegangan-regangan teknik adalah


regangan linier rata-rata, yang diperoleh dengan cara membagi perpanjangan yang
dihasilkan setelah pengujian dilakukan dengan panjang awal. Dituliskan seperti dalam
persamaan 2.2 berikut.

Keterangan ;
e : Besar regangan
L : Panjang benda uji setelah pengujian (mm)
Lo : Panjang awal benda uji (mm)
Bentuk dan besaran pada kurva tegangan-regangan suatu logam tergantung pada
komposisi, perlakuan panas, deformasi plastik, laju regangan, temperatur dan keadaan
tegangan yang menentukan selama pengujian. Parameter-parameter yang digunakan
untuk menggambarkan kurva tegangan-regangan logam adalah kekuatan tarik,
kekuatan luluh atau titik luluh, persen perpanjangan dan pengurangan luas. Dan
parameter pertama adalah parameter kekuatan, sedangkan dua yang terakhir
menyatakan keuletan bahan.

Bentuk kurva tegangan-regangan pada daerah elastis tegangan berbanding lurus


terhadap regangan. Deformasi tidak berubah pada pembebanan, daerah remangan
yang tidak menimbulkan deformasi apabila beban dihilangkan disebut daerah elastis.
Apabila beban melampaui nilai yang berkaitan dengan kekuatan luluh, benda
mengalami deformasi plastis bruto. Deformasi pada daerah ini bersifat permanen,
meskipun bebannya dihilangkan. Tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan
deformasi plastis akan bertambah besar dengan bertambahnya regangan plastik.

Pada tegangan dan regangan yang dihasilkan, dapat diketahui nilai modulus
elastisitas. Persamaannya dituliskan dalam persamaan :

Keterangan ;
E : Besar modulus elastisitas (kg/mm2),
e : regangan
σ : Tegangan (kg/mm2)

Pada mulanya pengerasan regang lebih besar dari yang dibutuhkan untuk
mengimbangi penurunan luas penampang lintang benda uji dan tegangan teknik
(sebanding dengan beban F) yang bertambah terus, dengan bertambahnya regangan.
Akhirnya dicapai suatu titik di mana pengurangan luas penampang lintang lebih besar
dibandingkan pertambahan deformasi beban yang diakibatkan oleh pengerasan
regang. Keadaan ini untuk pertama kalinya dicapai pada suatu titik dalam benda uji
yang sedikit lebih lemah dibandingkan dengan keadaan tanpa beban. Seluruh
deformasi plastis berikutnya terpusat pada daerah tersebut dan benda uji mulai
mengalami penyempitan secara lokal. Karena penurunan luas penampang lintang
lebih cepat daripada pertambahan deformasi akibat pengerasan regang, beban
sebenarnya yang diperlukan untuk mengubah bentuk benda uji akan berkurang dan
demikian juga tegangan teknik pada persamaan (1) akan berkurang hingga terjadi
patah.
a. SIFAT – SIFAT MATERIAL DARI PENGUJIAN TARIK

Dari kurva uji tarik yang diperoleh dari hasil pengujian akan didapatkan
beberapa sifat mekanik yang dimiliki oleh benda uji, sifat-sifat tersebut antara lain
[Dieter, 1993]:
 Kekuatan tarik
 Kuat luluh dari material
 Keuletan dari material
 Modulus elastic dari material
 Kelentingan dari suatu material
 Ketangguhan.

 Kekuatan tarik ( Tensile Strength )

Kekuatan yang biasanya ditentukan dari suatu hasil pengujian tarik adalah
kuat luluh (Yield Strength) dan kuat tarik (Ultimate Tensile Strength). Kekuatan
tarik atau kekuatan tarik maksimum (Ultimate Tensile Strength / UTS), adalah
beban maksimum dibagi luas penampang lintang awal benda uji.

di mana,
Su = Kuat tarik
Pmaks =Beban maksimum
A0 = Luas penampang awal

Untuk logam-logam yang liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan


beban maksimum dimana logam dapat menahan sesumbu untuk keadaan
yang sangat terbatas.

Tegangan tarik adalah nilai yang paling sering dituliskan sebagai hasil
suatu uji tarik, tetapi pada kenyataannya nilai tersebut kurang bersifat
mendasar dalam kaitannya dengan kekuatan bahan. Untuk logam-logam yang
liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan beban maksimum, di mana
logam dapat menahan beban sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas.
Akan ditunjukkan bahwa nilai tersebut kaitannya dengan kekuatan logam
kecil sekali kegunaannya untuk tegangan yang lebih kompleks, yakni yang
biasanya ditemui. Untuk berapa lama, telah menjadi kebiasaan mendasarkan
kekuatan struktur pada kekuatan tarik, dikurangi dengan faktor keamanan
yang sesuai.
Kecenderungan yang banyak ditemui adalah menggunakan pendekatan
yang lebih rasional yakni mendasarkan rancangan statis logam yang liat pada
kekuatan luluhnya. Akan tetapi, karena jauh lebih praktis menggunakan
kekuatan tarik untuk menentukan kekuatan bahan, maka metode ini lebih
banyak dikenal, dan merupakan metode identifikasi bahan yang sangat
berguna, mirip dengan kegunaan komposisi kimia untuk mengenali logam
atau bahan. Selanjutnya, karena kekuatan tarik mudah ditentukan dan
merupakan sifat yang mudah dihasilkan kembali (reproducible). Kekuatan
tersebut berguna untuk keperluan spesifikasi dan kontrol kualitas bahan.
Korelasi empiris yang diperluas antara kekuatan tarik dan sifat-sifat bahan
misalnya kekerasan dan kekuatan lelah, sering dipergunakan. Untuk bahan-
bahan yang getas, kekuatan tarik merupakan kriteria yang tepat untuk
keperluan perancangan.

Tegangan di mana deformasi plastik atau batas luluh mulai teramati


tergantung pada kepekaan pengukuran regangan. Sebagian besar bahan
mengalami perubahan sifat dari elastik menjadi plastik yang berlangsung
sedikit demi sedikit, dan titik di mana deformasi plastik mulai terjadi dan
sukar ditentukan secara teliti. Telah digunakan berbagai kriteria permulaan
batas luluh yang tergantung pada ketelitian pengukuran regangan dan data-
data yang akan digunakan.

1. Batas elastik sejati berdasarkan pada pengukuran regangan mikro pada


skala regangan 2 X 10-6 inci/inci. Batas elastik nilainya sangat rendah dan
dikaitkan dengan gerakan beberapa ratus dislokasi.

2. Batas proporsional adalah tegangan tertinggi untuk daerah hubungan


proporsional antara tegangan-regangan. Harga ini diperoleh dengan cara
mengamati penyimpangan dari bagian garis lurus kurva tegangan-
regangan.

3. Batas elastik adalah tegangan terbesar yang masih dapat ditahan oleh
bahan tanpa terjadi regangan sisa permanen yang terukur pada saat beban
telah ditiadakan. Dengan bertambahnya ketelitian pengukuran regangan,
nilai batas elastiknya menurun hingga suatu batas yang sama dengan batas
elastik sejati yang diperoleh dengan cara pengukuran regangan mikro.
Dengan ketelitian regangan yang sering digunakan pada kuliah rekayasa
(10-4 inci/inci), batas elastik lebih besar daripada batas proporsional.
Penentuan batas elastik memerlukan prosedur pengujian yang diberi
beban-tak diberi beban (loading-unloading) yang membosankan.

 Kekuatan Luluh ( Yield Strenght )


Salah satu kekuatan yang biasanya diketahui dari suatu hasil pengujian
tarik adalah kuat luluh (Yield Strength). Kekuatan luluh ( yield strength)
merupakan titik yang menunjukan perubahan dari deformasi elastis ke
deformasi plastis [Dieter, 1993]. Besar tegangan luluh dituliskan seperti pada
persamaan 2.4, sebagai berikut.

Keterangan ;
Ys : Besarnya tegangan luluh (kg/mm2)
Py : Besarnya beban di titik yield (kg)
Ao : Luas penampang awal benda uji (mm2)

Tegangan di mana deformasi plastis atau batas luluh mulai teramati


tergantung pada kepekaan pengukuran regangan. Sebagian besar bahan
mengalami perubahan sifat dari elastik menjadi plastis yang berlangsung
sedikit demi sedikit, dan titik di mana deformasi plastis mulai terjadi dan
sukar ditentukan secara teliti.

Kekuatan luluh adalah tegangan yang dibutuhkan untuk


menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis yang ditetapkan. Definisi
yang sering digunakan untuk sifat ini adalah kekuatan luluh ditentukan oleh
tegangan yang berkaitan dengan perpotongan antara kurva tegangan-
regangan dengan garis yang sejajar dengan elastis ofset kurva oleh regangan
tertentu. Di Amerika Serikat offset biasanya ditentukan sebagai regangan 0,2
atau 0,1 persen (e = 0,002 atau 0,001)

Cara yang baik untuk mengamati kekuatan luluh offset adalah setelah
benda uji diberi pembebanan hingga 0,2% kekuatan luluh offset dan
kemudian pada saat beban ditiadakan maka benda ujinya akan bertambah
panjang 0,1 sampai dengan 0,2%, lebih panjang daripada saat dalam keadaan
diam. Tegangan offset di Britania Raya sering dinyatakan sebagai tegangan
uji (proff stress), di mana harga ofsetnya 0,1% atau 0,5%. Kekuatan luluh
yang diperoleh dengan metode ofset biasanya dipergunakan untuk
perancangan dan keperluan spesifikasi, karena metode tersebut terhindar dari
kesukaran dalam pengukuran batas elastik atau batas proporsional.
Gambar : Kurva tegangan-regangan dari sebuah benda uji terbuat dari bahan getas.

 Pengukuran Keliatan (Keuletan)

Keuleten adalah kemampuan suatu bahan sewaktu menahan beban


pada saat diberikan penetrasi dan akan kembali ke baentuk semula.Secara
umum pengukuran keuletan dilakukan untuk memenuhi kepentingan tiga
buah hal [Dieter, 1993]:

1. Untuk menunjukan elongasi di mana suatu logam dapat berdeformasi


tanpa terjadi patah dalam suatu proses suatu pembentukan logam,
misalnya pengerolan dan ekstrusi.

2. Untuk memberi petunjuk secara umum kepada perancang mengenai


kemampuan logam untuk mengalir secara pelastis sebelum patah.

3. Sebagai petunjuk adanya perubahan permukaan kemurnian atau kondisi


pengolahan

Grafik tegangan dan regangan yang menunjukkan benda brittle dan ductile

 Modulus Elastic

Modulus Elastisitas adalah ukuran kekuatan suatu bahan akan


keelastisitasannya. Makin besar modulus, makin kecil regangan elastik
yang dihasilkan akibat pemberian tegangan.Modulus elastisitas ditentukan
oleh gaya ikat antar atom, karena gaya-gaya ini tidak dapat dirubah tanpa
terjadi perubahan mendasar pada sifat bahannya. Maka modulus elastisitas
salah satu sifat-sifat mekanik yang tidak dapat diubah. Sifat ini hanya
sedikit berubah oleh adanya penambahan paduan, perlakuan panas, atau
pengerjaan dingin.

Secara matematis persamaan modulus elastic dapat ditulis sebagai


berikut.

Dimana,
s = tegangan
ε = regangan

Tabel 1 Harga modulus elastisitas pada berbagai suhu

Pada grafik tegangan-regangan, modulus kekakuan dapat dihitung


dari slope kemiringan garis elastic yang linier, diberikan oleh:

E = atau E = tan α

Dimana α adalah sudut yang dibentuk oleh daerah elastic kurva


teganganregangan.
Modulus elastisitas suatu material ditentukan oleh energy ikat antar
atom-atom, sehingga besarnya nilai modulus ini tidak dapat dirubah oleh
suatu proses tanpa merubah struktur bahan.
Gambar. Kurva stress vs strain dengan titik-titik dan daerah dari suatu sifat.

 Kelentingan ( Resiliense )

Kelentingan adalah kemampuan suatu bahan untuk menyerap energi


pada waktu berdeformasi secara elastis dan kembali kebentuk awal
apabila bebannya dihilangkan [Dieter, 1993]. Kelentingan biasanya
dinyatakan sebagai modulus kelentingan, yakni energi regangan tiap
satuan volume yang dibutuhkan untuk menekan bahan dari tegangan nol
hingga tegangan luluh σo. Energi regangan tiap satuan volume untuk
beban tarik satu sumbu adalah :

Uo = ½ σxеx

Dari definisi diatas, modulus kelentingan adalah :

Persamaan ini menunjukan bahwa bahan ideal untuk menahan beban


energi pada pemakaian di mana bahan tidak mengalami deformasi
permanen, misal pegas mekanik, adalah data bahan yang memiliki
tegangan luluh tinggi dan modulus elastisitas rendah
 Ketangguhan ( Toughness )

Ketangguhan (Toughness) adalah kemampuan menyerap energi pada


daerah plastik. Pada umumnya ketangguhan menggunakan konsep yang
sukar dibuktikan atau didefinisikan. Salah satu menyatakan ketangguhan
adalah meninjau luas keseluruhan daerah di bawah kurva tegangan-
regangan. Luas ini menunjukan jumlah energi tiap satuan volume yang
dapat dikenakan kepada bahan tanpa mengakibatkan pecah. Ketangguhan
(S0) adalh perbandingan antara kekuatan dan kueletan. Persamaan sebagai
berikut.

UT ≈ su ef atau

Untuk material yang getas

Keterangan;

UT : Jumlah unit volume

Tegangan patah sejati adalah beban pada waktu patah, dibagi luas
penampang lintang. Tegangan ini harus dikoreksi untuk keadaan tegangan
tiga sumbu yang terjadi pada benda uji tarik saat terjadi patah. Karena data
yang diperlukan untuk koreksi seringkali tidak diperoleh, maka tegangan
patah sejati sering tidak tepat nilai.

Gambar. Proses penciutan (necking) pada benda uji


BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1. Alat Dan Bahan


A. Alat-Alat yang Digunakan
 Mesin Uji Tarik
 Alat ukur ( jangka sorong )
 Mistar
 Spidol

B. Bahan-Bahan yang Digunakan


1. Sampel Baja berbentuk bulat
2. Sampel Aluminium berbentuk persegi

3.2. Prosedur Percoban

1. Mengukur benda uji dengan ukuran standar


2. Mengkur panjang awal (Lo) atau gage length dan luas penampang irisan benda uji.
3. Mengukur benda uji pada pegangan (grip) atas dan pegangan bawah pada mesin uji tarik.
4. Menyalakan mesin uji tarik dan lakukan pembebanan tarik sampai benda uji putus.
5. Mencatat beban luluh dan beban putus yang terdapat pada skala.
6. Melepaskan benda uji pada pegangan atas dan bawah, kemudian satukan keduanya seperti
semula.
7. Mematikan mesin uji tarik .
8. Mengukur panjang regangan yang terjadi.
BAB IV
DATA HASIL PERCOBAAN

4.1. Data Pengamatan

1. Data pengamatan minggu pertama

Nama : M. Rusdan Mirsyad


Hari/tanggal : Senin, 2 Oktober 2017
Tempat : Laboratorium Teknik Mesin Polsri
Jenis Pengujian : Uji Tarik

No F(N) ∆l (mm) σt (N/mm) Ʃ (%) Ɛ (N/mm)


1 5 0 0.66 0 0
2 10 0 0.13 0 0
3 15 0 0.15 0 0
4 20 0 0.29 0 0
5 25 0 0.31 0 0
6 30 0.1 0.38 0.1 3.8
7 35 0.2 0.44 0.2 2.2
8 40 0.3 0.51 0.3 1.6
9 45 0.3 0.57 0.3 1.7
10 50 0.3 0.64 0.3 2.1
11 55 0.4 0.7 0.4 1.7
12 60 0.4 0.76 0.4 1.9
13 65 0.4 0.82 0.4 2
14 70 0.5 0.89 0.5 1.7
15 75 0.5 0.95 0.5 1.9
16 80 0.6 1.01 0.6 1.8
17 85 0.6 1.08 0.6 1.8
18 90 0.7 1.15 0.7 1.8
19 95 0.7 1.21 0.7 1.8
20 100 0.8 1.28 0.8 1.8
21 105 0.8 1.33 0.8 1.6
22 110 0.9 1.4 0.9 1.5
23 115 1 1.46 1 1.46
24 120 1 1.52 1 1.52
25 125 1 1.59 1 1.59
26 130 1.1 1.65 1.1 1.5
27 135 1.1 1.71 1.1 1.56
28 140 1.3 1.78 1.3 1.27
29 145 1.5 1.84 1.5 1.23
30 150 1.5 1.91 1.5 1.27
31 155 1.6 1.97 1.6 1.28
32 160 1.7 2.03 1.7 1.19
33 165 1.7 2.1 1.7 1.23
34 170 1.7 2.16 1.7 1.27
35 175 1.8 2.22 1.8 1.23
36 180 1.8 2.29 1.8 1.27
37 185 1.8 2.36 1.8 1.3
38 190 1.8 2.43 1.8 1.34
39 195 1.8 2.48 1.8 1.38
40 200 1.9 2.54 1.9 1.33
41 205 1.9 2.61 1.9 1.37
42 210 1.9 2.75 1.9 1.46
43 215 1.9 2.73 1.9 1.44
44 220 1.9 2.83 1.9 1.48
45 225 1.9 2.57 1.9 1.35
46 230 1.9 2.93 1.9 1.54
47 235 2 2.99 2 1.49
48 240 2 3.05 2 1.53
49 245 2 3.13 2 1.56
50 250 2 3.18 2 1.59
51 255 2 3.24 2 1.63
52 260 2.1 3.31 2.1 1.57
53 265 2.1 3.37 2.1 1.6
54 270 2.1 3.43 2.1 1.63
55 275 2.1 3.5 2.1 1.59
56 280 2.2 3.56 2.2 1.63
57 285 2.2 3.63 2.2 1.65
58 290 2.2 3.69 2.2 1.67
59 295 2.3 3.75 2.3 1.63
60 300 2.3 3.8 2.3 1.66
61 305 2.4 3.88 2.4 1.61
62 310 2.5 3.94 2.5 1.57
63 315 2.5 4.01 2.5 1.6
64 320 2.7 4.07 2.7 1.5
65 325 2.7 4.14 2.7 1.52
66 330 2.7 4.2 2.7 1.55
67 335 2.8 4.33 2.8 1.57
68 340 2.8 4.39 2.8 1.54
69 345 2.8 4.45 2.8 1.56
70 350 2.8 4.5 2.8 1.59
71 355 2.8 4.58 2.8 1.61
72 360 2.9 4.64 2.9 1.63
73 365 2.9 4.71 2.9 1.54
74 370 2.9 4.77 2.9 1.54
75 375 2.9 4.84 2.9 1.62
76 380 2.9 4.9 2.9 1.64
77 385 3 4.96 3 1.66
78 390 3 5.03 3 1.63
79 395 3 5.09 3 1.65
80 400 3 5.15 3 1.67
81 405 3 5.22 3 1.69
82 410 3.1 5.28 3.1 1.71
83 415 3.1 5.35 3.1 1.68
84 420 3.1 5.41 3.1 1.7
85 425 3.1 5.47 3.1 1.72
86 430 3.2 5.54 3.2 1.74
87 435 3.2 5.6 3.2 1.75
88 440 3.2 5.66 3.2 1.73
89 445 3.3 5.73 3.3 1.75
90 450 3.3 5.79 3.3 1.71
91 455 3.4 5.85 3.4 1.73
92 460 3.5 5.92 3.5 1.7
93 465 3.5 5.98 3.5 1.67
94 470 3.6 6.05 3.6 1.69
95 475 3.6 6.11 3.6 1.7
96 480 3.7 6.17 3.7 1.4
97 485 3.7 6.24 3.7 1.69
98 490 3.8 6.3 3.8 1.66
99 495 3.8 6.37 3.8 1.68
100 500 3.9 6.34 3.9 1.65
101 505 4 6.5 4 1.67
102 510 4.5 6.56 4.5 1.64
103 515 5 6.62 5 1.62
104 520 5.1 6.66 5.1 1.45
105 515 5.2 6.62 5.2 1.27
106 510 5.3 6.56 5.3 1.23
107 505 5.5 6.5 5.5 1.18
108 500 5.95 6.34 5.95 1.06
109 495 6 6.37 6 1.06
110 490 6.3 6.3 6.3 1
111 485 6.6 6.24 6.6 0.94
112 480 6.7 6.17 6.7 0.92
113 475 6.9 6.11 6.9 0.88
114 470 7.3 6.05 7.3 0.82
115 465 7.5 5.98 7.5 0.79
116 460 7.7 5.92 7.7 0.76
117 455 7.9 5.85 7.9 0.74
118 450 8 5.79 8 0.72
119 445 8.4 5.73 8.4 0.68
120 440 8.7 5.66 8.7 0.65
121 435 9.1 5.6 9.1 0.61
122 430 9.2 5.54 9.2 0.60
123 425 9.3 5.47 9.3 0.58
124 420 9.4 5.41 9.4 0.57
125 415 9.5 5.35 9.5 0.56
126 410 9.7 5.28 9.7 0.54
127 405 9.8 5.22 9.8 0.53
128 400 9.9 5.15 9.9 0.52

Contoh perhitungan :
Diket : A = 78.5 mm2
L0 = 100 mm
F = 30 N
Δl = 0.1 mm
Penyelesaian :

grafik F vs ∆l

F
F (N)

∆l (mm)
 σt =

30 N
=
78.5 m m 2
= 0.38 N/mm2

ΔL
 ∑(%) = x 100
L0
0.1mm
= x 100
100 mm
= 0.1 %

σt
 Є=

0.38 N /mm2
=
0.1
= 3.8 N/mm2
2. Data pengamatan minggu kedua

Nama : M. Rusdan Mirsyad


Hari/tanggal : Senin, 9 Oktober 2017
Tempat : Laboratorium Teknik Mesin
Jenis Bahan : Tembaga
Jenis Pengujian : Uji Tarik

∆l σt Ʃ Ɛ
No F(N) (mm) (N/mm) (%) (N/mm)
1 5 0 0.06 0 0
2 10 0 0.13 0 0
3 15 0 0.19 0 0
4 20 0.1 0.25 0.1 2.5
5 25 0.2 0.32 0.2 1.6
6 30 0.2 0.38 0.2 1.9
7 35 0.3 0.44 0.3 1.46
8 40 0.3 0.51 0.3 1.62
9 45 0.5 0.57 0.5 0.93
10 50 0.6 0.64 0.6 0.91
11 55 0.7 0.7 0.7 0.875
12 60 0.8 0.76 0.8 0.95
13 65 0.8 0.83 0.8 1.03
14 70 0.8 0.9 0.8 1
15 75 0.9 0.95 0.9 1.05
16 80 0.9 1.03 0.9 1.02
17 85 1 1.08 1 1.08
18 90 1 1.14 1 1.14
19 95 1 1.21 1 1.1
20 100 1.1 1.27 1.1 1.08
21 105 1.2 1.34 1.2 1.11
22 110 1.2 1.4 1.2 1.07
23 115 1.3 1.46 1.3 1.04
24 120 1.4 1.53 1.4 1.02
25 125 1.5 0.59 1.5 1.06
26 130 1.5 1.66 1.5 0.97
27 135 1.7 1.72 1.7 0.95
28 140 1.8 1.78 1.8 0.93
29 145 1.9 1.85 1.9 0.97
30 150 1.9 1.91 1.9 1.005
31 155 1.9 1.97 1.9 0.98
32 160 2 2.03 2 1.01
33 165 2 2.1 2 1.05
34 170 2 2.16 2 1.08
35 175 2 2.23 2 1.11
36 180 2 2.39 2 1.17
37 185 2.1 2.36 2.1 1.12
38 190 2.2 2.42 2.2 1.1
39 195 2.3 2.48 2.3 1.07
40 200 2.4 2.54 2.4 1.05
41 205 2.5 2.64 2.5 1.056
42 210 2.5 2.67 2.5 1.068
43 215 2.7 2.74 2.7 1.014
44 220 2.8 2.82 2.8 1
45 225 2.8 2.87 2.8 1
46 230 2.9 2.93 2.9 1.01
47 235 3 2.99 3 0.99
48 240 3.3 3.06 3.3 0.92
49 245 3.5 3.12 3.5 0.89
50 250 4.1 3.18 4.1 0.77
51 255 4.6 3.25 4.6 0.31
52 250 10 3.12 10 0.3
53 245 10.1 3.06 10.1 0.29
54 240 10.2 2.99 10.2 0.28
55 235 10.3 2.93 10.3 0.27
56 230 10.4 2.87 10.4 0.26
57 225 10.6 2.82 10.6 0.25
58 220 10.7 2.74 10.7 0.24
59 215 10.9 2.67 10.9 0.23
60 210 11.1 2.64 11.1 0.22
61 205 11.3 2.54 11.3 0.21
62 200 11.5 2.48 11.5 0.2
63 195 11.6 2.42 11.6 0.2
64 190 11.9 2.36 11.9 0.19
65 185 12.2 2.29 12.2 0.18
66 180 12.5 2.23 12.5 0.17
67 175 12.7 2.16 12.7 0.17
68 170 12.9 2.1 12.9 0.16
69 165 13.1 2.04 13.1 0.15
70 160 13.3 1.97 13.3 0.14
71 155 13.6 1.91 13.6 0.14
72 150 13.8 1.85 13.8 0.13
73 145 14 1.79 14 0.12
74 140 14.3 1.72 14.3 0.12
75 135 14.4 1.66 14.4 0.11
76 130 14.5 1.59 14.5 0.1
77 125 14.6 1.53 14.6 0.1
78 120 14.7 1.46 14.7 0.09
79 115 14.8 1.4 14.8 0.09
80 110 14.9 1.39 14.9 0.089
81 105 14.9 1.27 14.9 0.085
82 100 14.9 1.21 14.9 0.081
83 95 15 1.14 15 0.076

grafik F vs ∆l
F (N)

∆l (mm)
3. Data pengamatan minggu ketiga

Nama : M. Rusdan Mirsyad


Hari/tanggal : Senin, 23 Oktober 2017
Tempat : Laboratorium Teknik Mesin Polsri
Jenis Bahan : Steel
Jenis Pengujian : Uji Tarik

Є
∆l (mm) F (N) σt (N/mm2) Σ (%) (N/mm2)
0 0 0 0 0
0 5 0.06 0 0
0.1 10 0.12 0.1 1.27
0.1 15 0.19 0.1 1.91
0.1 20 0.25 0.1 2.54
0.2 25 0.31 0.2 1.59
0.3 30 0.38 0.3 1.27
0.5 35 0.44 0.5 0.89
0.8 40 0.5 0.8 0.636
0.8 45 0.57 0.8 0.716
0.9 50 0.63 0.9 0.706
0.9 55 0.7 0.9 0.777
1 60 0.76 1 0.764
1 65 0.82 1 0.828
1 70 0.89 1 0.891
1.1 75 0.95 1.1 0.868
1.1 80 1.01 1.1 0.926
1.2 85 1.08 1.2 0.901
1.2 90 1.14 1.2 0.955
1.3 95 1.21 1.3 0.93
1.3 100 1.27 1.3 0.979
1.5 105 1.33 1.5 0.891
1.5 110 1.4 1.5 0.933
1.6 115 1.46 1.6 0.912
1.6 120 1.53 1.6 0.956
1.8 125 1.59 1.8 0.883
1.8 130 1.66 1.8 0.922
1.9 135 1.72 1.9 0.905
1.9 140 1.78 1.9 0.936
1.9 145 1.85 1.9 0.973
2 150 1.91 2 0.955
2 155 1.97 2 0.985
2 160 2.03 2 1.015
2 165 2.1 2 1.05
2.1 170 2.16 2.1 1.028
2.1 175 2.23 2.1 1.0619
2.2 280 2.29 2.2 1.04
2.2 185 2.35 2.2 1.068
2.3 190 2.42 2.3 1.052
2.3 195 2.48 2.3 1.078
2.4 200 2.54 2.4 1.058
2.4 205 2.61 2.4 1.087
2.5 210 2.67 2.5 1.068
2.5 215 2.74 2.5 1.096
2.6 220 2.82 2.6 1.084
2.6 225 2.87 2.6 0.988
2.7 230 2.93 2.7 1.085
2.7 235 2.99 2.7 1.107
2.8 240 3.06 2.8 1.092
2.8 245 3.12 2.8 1.114
2.9 250 3.18 2.9 1.096
2.9 255 3.25 2.9 1.12
2.9 260 3.31 2.9 1.141
2.9 265 3.37 2.9 1.162
2.9 270 3.44 2.9 1.186
3 275 3.5 3 1.166
3 280 3.56 3 1.186
3 285 3.63 3 1.21
3 290 3.69 3 1.23
3 295 3.76 3 1.253
3 300 3.82 3 1.273
3.1 305 3.88 3.1 1.251
3.1 310 3.94 3.1 1.27
3.1 315 4.01 3.1 1.293
3.1 320 4.07 3.1 1.312
3.3 325 4.14 3.3 1.254
3.3 330 4.2 3.3 1.272
3.4 335 4.26 3.4 1.252
3.4 340 4.33 3.4 1.273
3.5 345 4.39 3.5 1.254
3.5 350 4.45 3.5 1.271
3.5 355 4.52 3.5 1,291
3.6 360 4.58 3.6 1.27
3.6 365 4.64 3.6 1.28
3.7 270 4.71 3.7 1.27
3.7 375 4.77 3.7 1.28
3.8 380 4.89 3.8 1.27
3.8 385 4.9 3.8 1.28
3.9 390 4.97 3.9 1.27
3.9 395 5.03 3.9 1.28
3.9 400 5.09 3.9 1.3
3.9 405 5.16 3.9 1.43
4 410 5.22 4 1.3
4 415 5.28 4 1.32
4 420 5.35 4 1.33
4 425 5.41 4 1.35
4 430 5.47 4 1.36
4 435 5.54 4 1.38
4 440 5.6 4 1.4
4 445 5.66 4 1.41
4 450 5.73 4 1.43
4 455 5.79 4 1.44
4 460 5.85 4 1.46
4.1 465 5.92 4.1 1.44
4.1 470 5.98 4.1 1.45
4.2 475 6.05 4.2 1.34
4.2 480 6.11 4.2 1.45
4.3 485 6.17 4.3 1.43
4.3 490 6.24 4.3 1.41
4.4 495 6.3 4.4 1.43
4.4 500 6.37 4.4 1.44
4.5 505 6.43 4.5 1.42
4.6 510 6.5 4.6 1.41
4.7 515 6.56 4.7 1.39
4.8 520 6.62 4.8 1.37
5.1 525 6.68 5.1 1.3
5.4 530 6.75 5.4 1.25
7.5 525 6.68 7.5 0.89
7.8 520 6.62 7.8 0.84
7.9 515 6.56 7.9 0.83
8 510 6.5 8 0.81
8 505 6.43 8 0.8
8.1 500 6.37 8.1 0.78
8.3 495 6.3 8.3 0.75
8.5 490 6.24 8.5 0.73
8.8 485 6.17 8.8 0.7
8.9 480 6.11 8.9 0.68
9 475 6.05 9 0.67
9.1 470 5.98 9.1 0.65
9.2 465 5.92 9.2 0.64
9.3 460 5.85 9.3 0.63
9.5 455 5.79 9.5 0.6
9.7 450 5.73 9.7 0.59
9.8 445 5.66 9.8 0.57
9.9 440 5.6 9.9 0.56
9.9 435 5.54 9.9 0.55
9.9 430 5.47 9.9 0.55
10 425 5.41 10 0.54
10 420 5.35 10 0.53
10.1 415 5.28 10.1 0.52
10.2 410 5.22 10.2 0.51
10.2 405 5.16 10.2 0.5
10.3 400 5.09 10.3 0.49
10.6 395 5.03 10.6 0.47
10.6 390 4.97 10.6 0.46
10.7 385 4.9 10.7 0.45
10.8 380 4.89 10.8 0.44
10.9 375 4.77 10.9 0.43
11 370 4.71 11 0.42
11.1 365 4.64 11.1 0.41
11.2 360 4.58 11.2 0.4
11.3 355 4.52 11.3 0.4
11.3 350 4.45 11.3 0.39
11.4 345 4.39 11.4 0.38
11.4 340 4.33 11.4 0.37
11.5 335 4.26 11.5 0.37
11.5 330 4.2 11.5 0.36

Grafik F vs ∆l

F (N)
F (N)

∆l (mm)
4. Data pengamatan minggu keempat

Nama : M. Rusdan Mirsyad


Hari/tanggal : Senin, 6 November 2017
Tempat : Laboratorium Teknik Mesin Polsri
Bahan : Steel
Jenis Pengujian : Uji Tarik

No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN)


1 0 0 37 0.9074 0.13 73 1.7868 0.16
2 0.02 0 38 0.9274 0.13 74 1.8168 0.16
3 0.0496 0.02 39 0.9474 0.13 75 1.8268 0.16
4 0.0694 0.03 40 0.9574 0.13 76 1.8468 0.16
5 0.079 0.05 41 0.9774 0.13 77 1.8766 0.17
6 0.119 0.05 42 0.9874 0.13 78 1.9064 0.18
7 0.1488 0.06 43 1.0074 0.13 79 1.9264 0.18
8 0.1586 0.07 44 1.0272 0.14 80 1.9364 0.18
9 0.1686 0.07 45 1.0472 0.14 81 1.9564 0.18
10 0.2084 0.08 46 1.0772 0.14 82 1.9762 0.19
11 0.2284 0.08 47 1.1672 0.14 83 1.9962 0.19
12 0.2982 0.09 48 1.1772 0.14 84 2.0362 0.19
13 0.3282 0.09 49 1.2272 0.14 85 2.0562 0.19
14 0.3482 0.09 50 1.2472 0.14 86 2.0862 0.19
15 0.3682 0.09 51 1.317 0.15 87 2.1062 0.19
16 0.3782 0.09 52 1.337 0.15 88 2.126 0.2
17 0.3982 0.09 53 1.357 0.15 89 2.146 0.2
18 0.428 0.1 54 1.377 0.15 90 2.156 0.2
19 0.498 0.1 55 1.397 0.15 91 2.186 0.2
20 0.508 0.1 56 1.417 0.15 92 2.206 0.2
21 0.518 0.1 57 1.457 0.15 93 2.226 0.2
22 0.558 0.1 58 1.477 0.15 94 2.246 0.2
23 0.588 0.1 59 1.497 0.15 95 2.266 0.2
24 0.618 0.1 60 1.517 0.15 96 2.296 0.2
25 0.6378 0.11 61 1.527 0.15 97 2.336 0.2
26 0.6478 0.11 62 1.547 0.15 98 2.346 0.2
27 0.6578 0.11 63 1.567 0.15 99 2.366 0.2
28 0.6778 0.11 64 1.5968 0.16 100 2.386 0.2
29 0.7178 0.11 65 1.6068 0.16 101 2.406 0.2
30 0.7378 0.11 66 1.6268 0.16 102 2.446 0.2
31 0.7678 0.11 67 1.6468 0.16 103 2.466 0.2
32 0.7878 0.11 68 1.6768 0.16 104 2.486 0.2
33 0.8078 0.11 69 1.6968 0.16 105 2.506 0.2
34 0.8276 0.12 70 1.7168 0.16 106 2.526 0.2
35 0.8576 0.12 71 1.7368 0.16 107 2.536 0.2
36 0.8876 0.12 72 1.7568 0.16 108 2.566 0.2
No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN)
109 2.586 0.2 153 3.6662 0.19 197 4.8862 0.19
110 2.616 0.2 154 3.6862 0.19 198 4.906 0.2
111 2.646 0.2 155 3.6962 0.19 199 4.926 0.2
112 2.656 0.2 156 3.7162 0.19 201 4.956 0.2
113 2.696 0.2 157 3.7462 0.19 202 4.976 0.2
114 2.7258 0.21 158 3.7662 0.19 203 5.006 0.2
115 2.7458 0.21 159 3.7862 0.19 204 5.036 0.2
116 2.766 0.2 160 3.8062 0.19 205 5.066 0.2
117 2.786 0.2 161 3.8462 0.19 206 5.086 0.2
118 2.816 0.2 162 3.8662 0.19 207 5.106 0.2
119 2.8358 0.21 163 3.8862 0.19 208 5.126 0.2
120 2.8458 0.21 164 3.9262 0.19 209 5.146 0.2
121 2.8658 0.21 165 3.9462 0.19 210 5.186 0.2
122 2.9058 0.21 166 3.9662 0.19 211 5.266 0.2
123 2.9362 0.19 167 3.9962 0.19 212 5.286 0.2
124 2.9462 0.19 168 4.0162 0.19 213 5.306 0.2
125 2.9762 0.19 169 4.0362 0.19 214 5.336 0.2
126 2.9962 0.19 170 4.0662 0.19 215 5.366 0.2
127 3.006 0.2 171 4.0962 0.19 216 5.386 0.2
128 3.026 0.2 172 4.1062 0.19 217 5.406 0.2
129 3.046 0.2 173 4.126 0.2 218 5.426 0.2
130 3.0662 0.19 174 4.146 0.2 219 5.456 0.2
131 3.0862 0.19 175 4.166 0.2 220 5.476 0.2
132 3.1062 0.19 176 4.186 0.2 221 5.496 0.2
133 3.1362 0.19 177 4.216 0.2 222 5.536 0.2
134 3.1562 0.19 178 4.296 0.2 223 5.566 0.2
135 3.2062 0.19 179 4.3162 0.19 224 5.596 0.2
136 3.266 0.2 180 4.3462 0.19 225 5.606 0.2
137 3.286 0.2 181 4.3762 0.19 226 5.626 0.2
138 3.306 0.2 182 4.386 0.2 227 5.646 0.2
139 3.326 0.2 183 4.406 0.2 228 5.776 0.2
140 3.356 0.2 184 4.446 0.2 229 5.796 0.2
141 3.366 0.2 185 4.526 0.2 230 5.816 0.2
142 3.396 0.2 186 4.546 0.2 231 5.856 0.2
143 3.4062 0.19 187 4.5758 0.21 232 5.876 0.2
144 3.4262 0.19 188 4.5958 0.21 233 5.906 0.2
145 3.4662 0.19 189 4.6258 0.21 234 5.946 0.2
146 3.5062 0.19 190 4.6558 0.21 235 5.966 0.2
147 3.5262 0.19 191 4.776 0.2 236 5.986 0.2
148 3.5362 0.19 192 4.806 0.2 237 5.9962 0.19
149 3.5562 0.19 193 4.826 0.2 238 6.0162 0.19
150 3.5862 0.19 194 4.846 0.2 239 6.0462 0.19
151 3.6162 0.19 195 4.856 0.2 240 6.0662 0.19
152 3.6362 0.19 196 4.876 0.2 241 6.0862 0.19

No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN)


242 6.1166 0.17 286 7.2566 0.17 330 8.5442 0.29
243 6.1464 0.18 287 7.2866 0.17 331 8.5742 0.29
244 6.1664 0.18 288 7.3164 0.18 332 8.594 0.3
245 6.1864 0.18 289 7.317 0.15 333 8.624 0.3
246 6.2064 0.18 290 7.337 0.15 334 8.6338 0.31
247 6.2162 0.19 291 7.3564 0.18 335 8.6542 0.29
248 6.2362 0.19 292 7.376 0.2 336 8.664 0.3
249 6.266 0.2 293 7.3956 0.22 337 8.684 0.3
250 6.3362 0.19 294 7.4752 0.24 338 8.704 0.3
251 6.356 0.2 295 7.4954 0.23 339 8.7036 0.32
252 6.456 0.2 296 7.5152 0.24 340 8.7336 0.32
253 6.476 0.2 297 7.5552 0.24 341 8.7536 0.32
254 6.4962 0.19 298 7.5852 0.24 342 8.7832 0.34
255 6.5262 0.19 299 7.6152 0.24 343 8.7932 0.34
256 6.5462 0.19 300 7.6458 0.21 344 8.8232 0.34
257 6.5662 0.19 301 7.6656 0.22 345 8.8432 0.34
258 6.5962 0.19 302 7.6754 0.23 346 8.8732 0.34
259 6.6162 0.19 303 7.685 0.25 347 8.9032 0.34
260 6.6462 0.19 304 7.7952 0.24 348 8.923 0.35
261 6.6564 0.18 305 7.815 0.25 349 8.943 0.35
262 6.6864 0.18 306 7.835 0.25 350 8.963 0.35
263 6.6862 0.19 307 7.8346 0.27 351 8.983 0.35
264 6.7262 0.19 308 7.8746 0.27 352 8.9828 0.36
265 6.7462 0.19 309 7.8946 0.27 353 9.0028 0.36
266 6.7662 0.19 310 7.9246 0.27 354 9.0328 0.36
267 6.8462 0.19 311 7.9448 0.26 355 9.063 0.35
268 6.8662 0.19 312 7.9748 0.26 356 9.083 0.35
269 6.8862 0.19 313 7.9948 0.26 357 9.113 0.35
270 6.9162 0.19 314 8.0148 0.26 358 9.133 0.35
271 6.9362 0.19 315 8.0348 0.26 359 9.163 0.35
272 6.9564 0.18 316 8.0448 0.26 360 9.203 0.35
273 6.9764 0.18 317 8.0746 0.27 361 9.223 0.35
274 6.9762 0.19 318 8.0946 0.27 362 9.393 0.35
275 7.0262 0.19 319 8.1146 0.27 363 9.4134 0.33
276 7.0462 0.19 320 8.1546 0.27 364 9.4232 0.34
277 7.066 0.2 321 8.1846 0.27 365 9.453 0.35
278 7.107 0.15 322 8.2046 0.27 366 9.483 0.35
279 7.1582 0.09 323 8.2246 0.27 367 9.5028 0.36
280 7.1888 0.06 324 8.2444 0.28 368 9.5226 0.37
281 7.2088 0.06 325 8.2644 0.28 369 9.5426 0.37
282 7.2288 0.06 326 8.2844 0.28 370 9.5926 0.37
283 7.2484 0.08 327 8.3142 0.29 371 9.6924 0.38
284 7.2478 0.11 328 8.3442 0.29 372 9.7124 0.38
285 7.2472 0.14 329 8.3748 0.26 373 9.7424 0.38

No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN)


374 9.7624 0.38 418 11.072 0.42 462 12.108 0.59
375 9.8424 0.38 419 11.092 0.42 463 12.138 0.58
376 9.8422 0.39 420 11.112 0.39 464 12.168 0.58
377 9.8622 0.39 421 11.132 0.4 465 12.198 0.58
378 9.8922 0.39 422 11.172 0.42 466 12.218 0.58
379 9.9122 0.39 423 11.181 0.43 467 12.228 0.59
380 9.9322 0.39 424 11.201 0.43 468 12.248 0.59
381 9.972 0.4 425 11.221 0.43 469 12.268 0.59
382 10.002 0.4 426 11.251 0.44 470 12.288 0.59
383 10.032 0.4 427 11.271 0.44 471 12.318 0.6
384 10.042 0.4 428 11.301 0.44 472 12.338 0.61
385 10.082 0.41 429 11.321 0.45 473 12.358 0.61
386 10.112 0.41 430 11.351 0.47 474 12.378 0.61
387 10.122 0.41 431 11.371 0.45 475 12.378 0.62
388 10.172 0.41 432 11.402 0.4 476 12.418 0.62
389 10.192 0.41 433 11.432 0.41 477 12.438 0.6
390 10.222 0.41 434 11.432 0.42 478 12.458 0.61
391 10.232 0.38 435 11.451 0.44 479 12.478 0.62
392 10.252 0.38 436 11.481 0.44 480 12.508 0.62
393 10.272 0.39 437 11.501 0.44 481 12.537 0.63
394 10.292 0.39 438 11.521 0.45 482 12.557 0.63
395 10.312 0.39 439 11.541 0.45 483 12.577 0.64
396 10.332 0.4 440 11.571 0.46 484 12.598 0.62
397 10.372 0.42 441 11.591 0.46 485 12.697 0.65
398 10.472 0.42 442 11.621 0.47 486 12.717 0.65
399 10.492 0.42 443 11.651 0.47 487 12.737 0.66
400 10.522 0.42 444 11.681 0.47 488 12.757 0.66
401 10.542 0.42 445 11.7 0.49 489 12.777 0.66
402 10.562 0.42 446 11.71 0.5 490 12.797 0.66
403 10.592 0.42 447 11.74 0.5 491 12.827 0.66
404 10.622 0.42 448 11.76 0.5 492 12.847 0.66
405 10.642 0.42 449 11.79 0.5 493 12.867 0.66
406 10.672 0.41 450 11.81 0.51 494 12.887 0.66
407 10.692 0.41 451 11.83 0.51 495 12.907 0.67
408 10.742 0.41 452 11.87 0.51 496 12.916 0.68
409 10.802 0.4 453 11.9 0.52 497 12.946 0.68
410 10.822 0.4 454 11.92 0.52 498 12.966 0.68
411 10.892 0.41 455 11.94 0.52 499 12.977 0.66
412 10.912 0.41 456 11.97 0.52 500 12.976 0.68
413 10.942 0.41 457 11.989 0.53 501 13.006 0.68
414 10.952 0.41 458 12.009 0.54 502 13.046 0.69
415 10.982 0.41 459 12.019 0.55 503 13.126 0.69
416 11.032 0.41 460 12.059 0.55 504 13.146 0.69
417 11.062 0.41 461 12.079 0.56 505 13.166 0.7

No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN)


506 13.196 0.7 550 14.266 0.69 594 15.334 0.79
507 13.226 0.7 551 14.286 0.69 595 15.354 0.8
508 13.246 0.7 552 14.306 0.69 596 15.374 0.8
509 13.276 0.7 553 14.336 0.69 597 15.404 0.8
510 13.306 0.71 554 14.356 0.69 598 15.434 0.81
511 13.326 0.71 555 14.376 0.69 599 15.444 0.81
512 13.346 0.71 556 14.396 0.69 600 15.464 0.82
513 13.366 0.71 557 14.436 0.69 601 15.473 0.83
514 13.396 0.71 558 14.468 0.61 602 15.493 0.86
515 13.426 0.71 559 14.477 0.64 603 15.533 0.87
516 13.446 0.71 560 14.486 0.68 604 15.553 0.87
517 13.476 0.71 561 14.506 0.7 605 15.553 0.84
518 13.516 0.71 562 14.526 0.71 606 15.732 0.89
519 13.576 0.71 563 14.596 0.71 607 15.812 0.9
520 13.596 0.71 564 14.616 0.71 608 15.892 0.91
521 13.616 0.71 565 14.656 0.71 609 15.962 0.91
522 13.636 0.71 566 14.686 0.71 610 16.032 0.91
523 13.656 0.71 567 14.706 0.72 611 16.132 0.91
524 13.676 0.71 568 14.746 0.72 612 16.401 0.94
525 13.696 0.71 569 14.766 0.72 613 16.791 0.94
526 13.726 0.71 570 14.786 0.72 614 16.861 0.94
527 13.746 0.71 571 14.816 0.7 615 16.932 0.92
528 13.766 0.7 572 14.836 0.7 616 17.022 0.9
529 13.796 0.7 573 14.856 0.72 617 17.342 0.9
530 13.816 0.71 574 14.875 0.73 618 17.422 0.9
531 13.836 0.71 575 14.885 0.75 619 17.502 0.9
532 13.866 0.69 576 14.915 0.76 620 17.592 0.92
533 13.897 0.67 577 14.945 0.76 621 17.691 0.95
534 13.906 0.68 578 14.965 0.76 622 17.751 0.97
535 13.926 0.69 579 15.005 0.76 623 17.75 0.98
536 13.946 0.69 580 15.035 0.76 624 17.9 0.98
537 13.976 0.69 581 15.055 0.76 625 17.99 1
538 14.006 0.69 582 15.075 0.77 626 18.06 1.01
539 14.026 0.69 583 15.105 0.77 627 18.15 1.02
540 14.046 0.7 584 15.135 0.76 628 18.23 1.02
541 14.066 0.7 585 15.165 0.76 629 18.309 1.03
542 14.076 0.68 586 15.185 0.75 630 18.369 1.04
543 14.096 0.68 587 15.215 0.75 631 18.469 1.05
544 14.136 0.68 588 15.245 0.77 632 18.549 1.06
545 14.166 0.69 589 15.265 0.77 633 18.659 1.06
546 14.186 0.69 590 15.265 0.75 634 18.729 1.07
547 14.196 0.69 591 15.295 0.75 635 18.848 1.08
548 14.216 0.69 592 15.305 0.76 636 18.958 1.08
549 14.236 0.69 593 15.324 0.78 637 19.068 1.08

No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN) No. L (mm) F (kN)


638 19.068 1.09 682 23.905 5.77 726 28.901 12.43
639 19.258 1.09 683 23.979 6.07 727 29.013 12.33
640 19.368 1.12 684 24.073 6.37 728 29.105 12.23
641 19.467 1.14 685 24.285 7.25 729 29.228 12.12
642 19.567 1.16 686 24.367 7.63 730 29.32 12.01
643 19.676 1.18 687 24.559 9.06 731 29.74 11.52
644 19.776 1.2 688 24.719 9.06 732 29.842 11.38
645 19.876 1.22 689 24.919 10.56 733 29.946 11.22
646 19.975 1.23 690 25.011 10.94 734 30.059 11.05
647 20.055 1.24 691 25.074 11.3 735 30.173 10.87
648 20.453 1.34 692 25.167 11.65 736 30.176 10.68
649 20.542 1.38 693 25.398 12.6 737 30.396 10.68
650 20.542 1.41 694 25.453 12.86 738 30.515 10.25
651 20.752 1.41 695 25.558 13.08 739 30.641 9.96
652 20.851 1.45 696 25.625 13.26 740 30.757 9.65
653 20.961 1.46 697 25.722 13.41 741 30.999 9.04
654 21.06 1.48 698 25.719 13.53 742 31.277 5.16
655 21.16 1.5 699 25.889 13.53 743 31.457 3.64
656 21.26 1.51 700 25.996 13.69 744 31.595 3.26
657 21.699 1.57 701 26.075 13.76 745 31.733 2.83
658 21.787 1.66 702 26.174 13.81 746 31.926 2.21
659 21.874 1.78 703 26.263 13.85 747 32.154 0.81
660 21.983 1.85 704 26.342 13.88 748 32.304 0.3
661 22.062 1.92 705 26.422 13.89 749 32.488 0.11
662 22.06 2 706 26.532 13.91 750 32.829 0.03
663 22.25 2 707 26.611 13.94 751 32.949 0.03
664 22.356 2.19 708 26.721 13.96 752 33.069 0.03
665 22.454 2.31 709 26.821 13.96 753 33.189 0.03
666 22.551 2.44 710 26.901 13.96 754 33.289 0.03
667 22.638 2.58 711 27.001 13.94 755 33.409 0.03
668 22.705 2.73 712 27.102 13.9 756 33.729 0.03
669 22.812 2.89 713 27.103 13.86 757 33.819 0.03
670 22.909 3.06 714 27.273 13.86 758 33.929 0.03
671 22.975 3.24 715 27.406 13.72 759 34.029 0.03
672 23.082 3.42 716 27.487 13.63 760 34.139 0.03
673 23.148 3.62 717 27.589 13.55 761 34.249 0.03
674 23.243 3.83 718 27.691 13.45 762 34.299 0.03
675 23.329 4.04 719 27.793 13.37 763 34.319 0.03
676 23.425 4.26 720 27.884 13.28
677 23.42 4.49 721 28.189 13.04
678 23.58 4.49 722 28.281 12.94
679 23.651 4.97 723 28.393 12.87
680 23.745 5.25 724 28.494 12.78
681 23.81 5.5 725 28.596 12.7
F (kN) Grafik F vs ∆l

F (kN)

∆l (nm)
BAB V
PEMBAHASAN

Percobaan yang dilakukan adalah pengujian tarik pada suatu material, untuk dapat
mengetahui fenomena pada saat pengujian tarik dan dapat mengetahui bagaimana cara untuk
mengukur keelastisan suatu material yang di beri gaya tarik. Spesimen yang
digunakan sebaiknya yang memiliki grip pada kedua sisinya, agar tidak terjadi slip atau
tergelincir ketika ditarik. Spesimen ini berbentuk penampang lingkaran. Pertama-tama, alat
uji tarik dikalibrasikan terlebih dahulu. Kemudian, spesimen ditempatkan pada penjepit yang
ada di bagian atas dan bagian bawah alat uji.

Grafik tegangan-regangan pada uji tarik sangat mempengaruhi sifat material spesimen
uji tarik. Semakin panjang garis grafik dengan besar tegangan yang kecil maka benda dapat
digolongkan ke dalam material yang memiliki elastisitas yang tinggi. Sedangkan bila semakin
pendek garis grafiknya maka dapat digolongkan dalam material yang getas.

Jenis material dan suhu suatu material sangat mempengaruhi ketahanan uji tarik
material. Bila suatu material memiliki kegetasan yang nilainya besar, material tersebut akan
mudah untuk terputus. Karena, material tersebut tidak sempat memanjang pada saat gaya
tarik berlangsung, melainkan langsung putus dan menghasilkan bentuk patahan yang tidak
mengerucut.

Umumnya pengujian tarik digunakan untuk mengetahui sifat mekanis dari suatu
material terhadap tarikan. Sifat – sifat mekanis tersebut antara lain adalah keelastisitas
material. Sifat keelastisitas material sangat penting dalam hal merancang suatu komponen
atau alat, karena apabila terjadi kesalahan dalam perancangan suatu alat, maka dapat
berakibat fatal, dan memahayakan. Maka dari itu pengujian tarik sangat diperlukan.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Dari hasil percobaan pengujian tarik yang telah dilakukan, maka didapatkan beberapa
kesimpulan, antara lain :

1. Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu
bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang sesumbu. Hasil yang
didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain produk
karena mengahsilkan data kekuatan material.
2. Sifat material yang didapatkan dari uji tarik antara lain: kekuatan, ketangguhan, keuletan,
kekuatan luluh dan modulus elastisitas.
3. Semakin elastis suatu material, maka tidak akan mudah putus ketika dilakukan penarikan.
4. Pada uji coba ini kita menguji ketahanan bahan materialnya sejauh mana pertambahan
panjangnya dan bagaimana bahan tersebut bereaksi terhadap tarikan, berdasarkan hasil
percobaan dan dari grafik kurva uji tarik, plat mengalami perpanjangan lebih kecil dari
kawat dikarnakan luas penampang kawat lebih kecil dibanding plat

5.2. Saran
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disarankan :
Sebaiknya sebelum dilakukan pengujian, alat-alat yang digunakan dilakukan
pengecekan terlebih dahulu, agar dapat dilakukan lebih maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
1. Callister, William D. Materials Science and Engineering An Introduction, Sixth Edition.
New York: John Wiley & Sons. 2003.

2. http://dimasrepaldo.blogspot.com/2013/07/contoh-laporan-material-teknik-uji-tarik.html

3. https://sersasih.wordpress.com/2011/07/21/laporan-material-teknik-uji-tarik/
GAMBAR ALAT

Mesin Uji Tarik