Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masalah K3 secara umum di Indonesia masih sering terabaikan.

Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Pekerja

konstruksi menghadapi bahaya 2-4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan

pekerja-pekerja lain pada umumnya. Ketua Umum Asosiasi Ahli

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (A2K4) Indonesia Anas Zaini

Z. Iksan mengatakan, “setiap tahun terjadi 96.000 kasus kecelakaan kerja”.

Jumlah ini, sebagian besar kecelakaan kerja terjadi pada proyek jasa

konstruksi dan sisanya terjadi di sektor Industri manufaktur. (Dwi

Afriyanto, 2010).

Mengatasi masalah tersebut pemerintah selama 30 tahun lebih telah

mengeluarkan undang-undang mengenai keselamatan dan kesehatan kerja,

dalam UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, ditetapkan syarat-

syarat keselamatan kerja yang harus dipenuhi oleh setiap orang atau badan

yang menjalankan usaha, baik formal maupun informal, dimanapun berada

dalam upaya memberikan perlindungan keselamatan dan kesehatan semua

orang yang berada di lingkungan usahanya.

penyebab terjadinya kecelakaan kerja sebagaimana disebutkan,

menunjukkan bahwa kecelakaan kerja terjadi umumnya lebih disebabkan

oleh kesalahan manusia (human error), baik dari aspek kompetensi para

pelaksana konstruksi maupun pemahaman arti pentingnya penyelenggaraan

1
2

K3, hal ini didukung juga dengan masih banyak pekerja konstruksi yang

tidak mengindahkan 4 ketentuan seperti tidak memakai helm keselamatan,

sepatu keselamatan, sarung tangan, masker, rompi keselamatan dan lain

sebagainya disaat bekerja.(Noviansyah 2009)

Bekerja di ketinggian mengandung resiko dan bahaya jatuh ke level

yang lebih rendah atau ke peralatan maupun struktur berbahaya di bawah

dan sekitarnya. Bekerja di ketinggian juga mengandung masalah

keselamatan dan kesehatan kerja khusus karena bahaya-bahaya yang tidak

di sadari. Tetapi, dengan mentaati peraturan, menerapkan pelatihan yang di

berikan, dan berprilaku kerja selamat, niscaya kecelakaan akibat jatuh akan

bisa terhindari.(Dwi Afriyanto, 2010).

1.2 Tema Kerja Praktek

Tema yang akan diambil dalam kerja praktek ini adalah

Keselamtan Kerja dan topik yang dipilih adalah Working at Height (Bekerja

di Ketinggian). Untuk tema yang lebih spesifik dapat disesuaikan dengan

yang ada dilapangan.

1.3 Tujuan

Adapun tujuan yang hendak dicapai penulis sehubungan dengan

pelaksanaan kerja praktek ini adalah sebagai berikut : GAUSAH BASA

BASI. APUS AJA. LANGSUNG 1.3.1 TUJUAN UMUM


3

1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui bekerja di ketinggian yang mengandung resiko

dan bahaya jatuh ke level yang lebih rendah atau ke peralatan

maupun struktur berbahaya dan sekitarnya sehingga kecelakaan kerja

yang terjadi dapat di minimalisir.

1.3.2 Tujua Khusus

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Working at

Height dan dasar hukumnya.

2. Mengetahui jenis pekerjaan yang termasuk Working at Height.

3. Prosedur utama yang harus dijalankan pada saat akan bekerja

diketinggian.

4. Mengetahui dan memahami cara atau teknik kerja agar tetap

aman saat bekerja di ketinggian.

5. Mengetahui dan menegenali peralatan pelindung yang

digunakan pada pekerjaan di ketinggian.

1.4 Manfaat

1.4.1 Manfaat Untuk Perusahaan

1. Perusahaan dapat memanfaatkan tenaga mahasiswa yang kerja

praktek dalam membantu menyelesaikan tugas-tugas untuk

kebutuhan di unit-unit kerja yang relevan.


4

2. Dapat diperoleh informasi mengenai kerja praktek dan dapat

dipergunakan untuk pengambilan langkah selanjutnya.

3. Perusahaan mendapatkan alternatif calon karyawan pada

spesialisasi yang ada pada perusahaan tersebut.

4. Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan dan

bermanfaat antara perusahaan tempat kerja praktek dengan

departemen fire and safety AKAMIGAS BALONGAN.

1.4.2 Manfaat Untuk Akamigas Balongan

1. Sebagai sarana pemantapan keilmuan bagi mahasiswa dengan

mempelajari dan melakukan praktek langsung di lapangan.

2. Sebagai sarana untuk membina hubungan kerjasama dengan

perusahaan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja serta

lingkungan.

1.4.3 Manfaat Untuk Mahasiswa

1. Dapat mengenal secara dekat dan nyata kondisi dilingkungan

kerja.

2. Dapat mengaplikasikan keilmuan mengenai keselamatan kerja

yang diperoleh dibangku kuliah dalam praktek dan kondisi kerja

yang sebenarnya.

3. Dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap perusahaan

tempat mahasiswa kerja praktek.