Anda di halaman 1dari 16

Tinjauan Yuridis Formulasi Pengupahan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan

TINJAUAN YURIDIS TENTANG FORMULASI PENGUPAHAN BERDASARKAN PERATURAN


PEMERINTAH NOMOR 78 TAHUN 2015 TENTANG PENGUPAHAN

Angelia Maya Saputri Kaka


S1 Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial Dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya (angeliamayasaputrikk@gmail.com)

Arinto Nugroho
S1 Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial Dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya (arintonugroho13@gmail.com)

Abstrak
Permasalahan tenaga kerja di Indonesia merupakan masalah nasional yang sangat kompleks. Salah
satu permasalahan yang sangat perlu untuk diperhatikan adalah mengenai pengupahan terhadap buruh.
Pengupahan menjadi sebuah permasalahan dikarenakan adanya perbedaan penafsiran pada
penghitungannya yang seringkali dianggap tidak sesuai dengan harapan para pekerja/buruh, pemberi kerja,
bahkan pemerintah sekalipun yang seharusnya menjadi penentu dan pengawas antara kedua belah pihak.
Permasalahan tersebut muncul dapat berasal dari perbedaan pengaturan mengenai pengupahan. Terlihat
dalam Pasal 44 Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Pengupahan yang secara khusus mengatur
mengenai penetapan upah kepada buruh mempunyai semangat yang berbeda dengan Pasal 88 Undang-
Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Sehingga menimbulkan permasalahan hukum
yang selanjutnya menjadi kajian dalam penelitian ini. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui
penetapan upah minimum yang berdasar pada formula penetapan pada PP Pengupahan bertentangan
dengan UU Ketenagakerjaan dan mengetahui akibat hukum pertentangan formula pengupahan antara PP
Pengupahan dengan UU Ketenagakerjaan. Penelitian hukum ini merupakan penelitian hukum normatif.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan undang-undang, dan konseptual. Jenis
bahan hukum yang digunakan adalah sumber hukum primer dan sekunder. Analisis yang digunakan dalam
penelitian ini secara preskriptif. Hasil penelitian, bahwa pengaturan mengenai penetapan upah minimum
yang didasarkan pada formula upah minimun dalam Pasal 44 Peraturan Pemerintah Tentang Pengupahan
tidak dapat dilaksanakan karena bertentangan dengan Pasal 88 Undang-Undang Ketenagakerjaan yang
menetapkan upah minimum berdasarkan komponen hidup layak. Hal tersebut diakibatkan karena
kedudukan undang-undang yang lebih tinggi dari peraturan pemerintah jika dilihat dalam hierarki
perundang-undangan.
Kata Kunci: Upah Minimum, Pekerja/Buruh, Ketenagakerjaan

Abstract
Labor problems in Indonesia is a highly complex national problem. One of the problem that
desperately needs to be noticed is the wage of workers. It has become a problem because of differences in
interpretation on calculations that are often considered incompatible with the expectations of the
workers/laborers, employers, even thoght the goverment should be determined and supervisory between
the two sides. Those probles can arise from differences emerged about the wage regulations. Seen in
Article 44 of Government Regulation No. 78 of 2015 the wage that specifically regulates the regulation of
wages to the workers has a different spirit to Article 88 of Law Number 13 Year 2003 on Labor. Causing a
further legal issues to be studied in this research. This study to intends determine the minimum wage
determination based on the determination formula with Government Regulation of Wages conflict with the
Labour Laws and knowing the legal consequences of contention wage formula between government
regulation Wage with Labour Laws. This research is normative legal research. The approach used in this
research is legislation and conceptual approach. There are two type of material used law is the law of
primary and secondary resources. This research is using prescriptive technique. The results of this research,
that the regulation regarding the determination minimum wage which is based on the formula of the
minimum wage in Article 44 of Goverment Regulations about Wage can’t be implemented as contrary to
the Labor Laws which sets the minimum wage based on the needs of decent living. That is caused the
position of the act is more higher that goverment regulation when viewed on the hierarchy of legislation.
Keywords: Minimum wage, Workers/Laborers, Employment

1
dasar dalam melakukan dituangkan dalam
PENDAHULUAN dalam sebuah perjanjian aksi demonstrasi para peraturan perundang-
Untuk artikel yang kerja. Pengupahan pekerja tidak lain adalah undangan.
nantinya diterbitkan pada menjadi sebuah tentang kesejahteraan. Pasal 28D ayat (2)
ejournal Unesa, aturan permasalahan dikarenakan Para pekerja menuntut Undang-Undang Dasar
rinci format artikel adanya perbedaan kesejahteraan yang lebih Negara Republik
mengikuti ketentuan penafsiran pada baik, padahal setiap tahun Indonesia (selanjutnya
format artikel pada penghitungannya yang pemerintah selalu disebut UUD NRI 1945)
ejournal tersebut. Format seringkali dianggap tidak menaikkan Upah menyatakan bahwa
artikel di dalam Buku sesuai dengan harapan Minimum Provinsi “Setiap orang berhak
Pedoman ini merupakan para pekerja/buruh, (selanjutnya disebut UMP) untuk bekerja serta
format umum yang pemberi kerja, bahkan yang dijadikan mendapat imbalan dan
disepakati untuk ejournal pemerintah sekalipun yang pertimbangan penentuan perlakuan yang adil dan
Unesa, yang menjadi gaya seharusnya menjadi dalam besaran Upah bagi layak dalam hubungan
selingkung dari ejournal penentu dan pengawas pekerja, tetapi pada kerja”.
Unesa. antara kedua belah pihak.2 kenyataannya pekerja Upah atau imbalan
Pada Permulaan Selama ini pemerintah selalu meminta kenaikan tersebut termasuk dalam
tahun 2000 negara memandang masalah gaji yang lebih besar pengaturan Hak Asasi
Indonesia dalam posisi ketenagakerjaan hanya setiap tahunnya dengan Manusia (selanjutnya
pemulihan dari adanya pada bagaimana melakukan demonstrasi, disebut sebagai HAM) hal
krisis ekonomi yang menangani masalah tenaga untuk mengatasi tersebut berarti bahwa
melanda. Hal tersebut kerja yang semakin permasalahan tersebut pengupahan merupakan
sangat berpengaruh meningkat sementara pemerintah menetapkan hak bagi pekerja yang
terhadap sektor kesempatan kerja yang kebijakan yaitu dengan harus dipenuhi. Upah atau
ketenagakerjaan dan tersedia masih sangat Peraturan Pemerintah imbalan diatur juga dalam
permasalahan mengenai terbatas, dan hal-hal yang Nomor 78 tahun 2015 Pasal 88 ayat (1) Undang-
kemiskinan juga belum berkaitan dengan tentang Pengupahan Undang Nomor 13 tahun
membaik. Permasalan perlindungan, serta (selanjutnya disebut PP 2003 tentang
ketenagakerjaan perbaikan kesejahteraan Pengupahan), dimana Ketenagakerjaan
ditunjukkan dengan pekerja atau buruh besarnya Upah setiap (selanjutnya disebut UU
pengangguran terbuka menjadi diabaikan. tahunnya akan ditentukan Ketenagakerjaan) yang
yang meningkat, posisi Termasuk permasalahan dengan menggunakan menyatakan bahwa
daya tawar tenaga kerja pengupahan yang belum perhitungan dari formulasi “Setiap pekerja/buruh
yang sangat rendah dan mampu menyelesaikan pengupahan sehingga berhak memperoleh
tenaga kerja yang dibayar permasalahan yang terjadi upah setiap tahunnya tidak penghasilan yang
dengan upah yang sangat antara pengusaha dan menjadi pro dan kontra memenuhi penghidupan
rendah.1 pekerja, hal ini dapat antara pengusaha dan yang layak bagi
Permasalahan tenaga dilihat dari kebijakan- pekerja atau buruh. kemanusiaan” dan pasal
kerja di Indonesia kebijakan yang dibuat oleh Upah memegang 88 ayat (4) UU
merupakan masalah pemerintah. Hampir setiap peranan yang penting dan Ketenagakerjaan
nasional yang sangat tahun tenaga kerja atau merupakan salah satu ciri menyatakan bahwa
kompleks, salah satunya buruh di Indonesia selalu suatu hubungan disebut “Pemerintah menetapkan
adalah mengenai upah. turun ke jalan dimana hubungan kerja, bahkan upah minimum
Hal ini upah merupakan demonstrasi terbesar yang dapat dikatakan upah sebagaimana dimaksud
sebuah elemen yang dilakukan oleh para merupakan tujuan utama dalam ayat (3) huruf a
penting yang dimasukkan pekerja atau buruh. dari seorang pekerja berdasarkan kebutuhan
Masalah yang menjadi melakukan pekerjaan pada hidup layak dan dengan
1
Lahmuddin, Sistem
orang atau badan hukum memperhatikan
Pengupahan Bagi Pekerja
Dalam Perjanjian Kerja 2
Yunus Shamad, lainnya, karena itulah produktivitas dan
Waktu Tertentu (PKWT) Pengupahan Pedoman Bagi pemerintah turut serta pertumbuhan ekonomi”.
Berdasarkan Undang- Pengelola Sumberdaya dalam menangani masalah Permasalahan pengupahan
Undang Nomor 13 Tahun Manusia di Perusahaan,
2003, Tesis FH USU: Medan, Jakarta: Bina Sumber Daya
pengupahan ini melalui tersebut kemudian diatur
2009, hlm. 1 Manusia, 1992, hlm. 5 berbagai kebijakan yang secara khusus dalam
Peraturan Pemerintah Pasal 44 Ayat (2) PP Domestik Bruto tahun hidup layak dan dengan
Nomor 78 tahun 2015 Pengupahan menyatakan berjalan. memperhatikan
tentang Pengupahan. Upah bahwa “Formula Pasal 44 PP produktivitas dan
merupakan hak pekerja perhitungan upah Pengupahan tersebut pertumbuhan ekonomi”.
yang ditentukan dengan minimum sebagaimana mengandung pengertian Pasal tersebut menentukan
berdasarkan pada dimaksud pada Ayat (1) bahwa upah ditentukan bahwa penetapan besaran
peraturan perundang- sebagai berikut UMn = melalui tiga kriteria, yaitu upah ditentukan dengan
undangan, perjanjian kerja UMt + {UMt x (Inflasit + upah minimum yang akan berdasarkan pada
dan kesepakatan. % Δ PDBt)}”. Pasal 43 ditentukan, inflasi kebutuhan yang layak dan
Hal tersebut Ayat (5) PP Pengupahan ekonomi, dan dengan memperhatikan
sebagaimana diatur Pasal yang menyatakan bahwa pertumbuhan domestik produktivitas kerja, akan
1 ayat (1) PP Pengupahan “Komponen sebagaimana bruto. Kriteria upah tetapi dalam Pasal 44 ayat
menentukan bahwa : dimaksud pada Ayat (3) minimum yang akan (2) PP Pengupahan,
Upah adalah hak dan jenis kebutuhan hidup ditentukan, inflasi ditentukan bahwa
pekerja/buruh yang sebagaimana dimaksud ekonomi, dan penetapan upah
diterima dan pada Ayat (4) ditinjau pertumbuhan domestik ditentukan dengan
dinyatakan dalam dalam jangka waktu 5 bruto, diperbaharui setiap berdasarkan pada inflasi
bentuk uang sebagai (lima) tahun.” tahun untuk dijadikan (penurunan) ekonomi dan
imbalan dari Penjelasan dari pertimbangan pengupahan pertumbuhan domestik
pengusaha atau ketentuan sebagaimana setiap tahun. Kebutuhan bruto.
pemberi kerja dimaksud pasal 44 ayat (2) hidup layak hanya Ketentuan tersebut
kepada PP Pengupahan adalah : dijadikan pertimbangan tentu akan mengarah
pekerja/buruh yang Umn : Upah minimum dari penentuan upah kepada pengupahan yang
ditetapkan dan yang akan ditetapkan. minimum yang ditentukan murah bagi para pekerja,
dibayarkan menurut Umt : Upah minimum (penjelasan Pasal 44 ayat bukan upah yang layak.
suatu perjanjian tahun berjalan. (2) PP Pengupahan). Adanya pertimbangan dari
kerja, kesepakatan, Inflasit : Inflasi yang Kebutuhan hidup layak sisi inflasi dan
atau peraturan dihitung dari periode tidak dijadikan pertumbuhan ekonomi
perundang- September tahun yang pertimbangan pengupahan nasional akan mengurangi
undangan, termasuk lalu sampai dengan secara langsung, apalagi ukuran upah yang layak.
tunjangan bagi periode September tahun dalam Pasal 43 ayat (5) PP Pengaturan tersebut
pekerja/buruh dan berjalan. Pengupahan kebutuhan berpotensi menimbulkan
keluarganya atas Δ PDBt : Pertumbuhan hidup layak hanya pengupahan yang tidak
suatu pekerjaan Produk Domestik Bruto ditentukan lima tahun layak dengan alasan
dan/atau jasa yang yang dihitung dari sekali. disesuaikan terhadap
telah atau akan pertumbuhan Produk Pada sisi lain Pasal inflasi dan pertumbuhan
dilakukan. Domestik Bruto yang 88 ayat (1) UU ekonomi. Penentuan
mencakup periode kwartal Ketenagakerjaan yang kriteria hidup layak
Penetapan upah III dan IV tahun menentukan bahwa tersebut dilakukan dengan
tersebut ditentukan dengan sebelumnya dan periode “Setiap pekerja/buruh peninjauan yang
berdasarkan pada kwartal I dan II tahun berhak memperoleh dilaksanakan setiap lima
kebutuhan hidup layak dan berjalan. penghasilan yang tahun sekali sebagaimana
dengan memperhatikan Formula perhitungan memenuhi penghidupan diatur dalam Pasal 43 ayat
produktifitas dan Upah minimum adalah yang layak bagi (5) PP Pengupahan,
pertumbuhan ekonomi, Upah minimum tahun kemanusiaan”. Selain itu Artinya penetapan
yaitu ditentukan dengan berjalan ditambah dengan Pasal 88 ayat (4) UU kebutuhan hidup layak
berdasarkan upah hasil perkalian antara Ketenagakerjaan ditentukan sekali dalam
minimum yang akan Upah minimum tahun menentukan bahwa lima tahun, padahal
ditetapkan, inflasi berjalan dengan “Pemerintah menetapkan kebutuhan hidup layak
(penurunan) ekonomi dan penjumlahan tingkat upah minimum bisa saja setiap tahun
pertumbuhan Produk inflasi nasional tahun sebagaimana dimaksud mengalami perubahan.
Domestik Bruto. Hal ini berjalan dan tingkat dalam ayat (3) huruf a Berdasarkan hal
sebagaimana diatur dalam pertumbuhan Produk berdasarkan kebutuhan tersebut, terdapat konflik
norma diantara peraturan permasalahan pengupahan benar atau salah atau apa pekerja/buruh. (3)
Undang-Undang yang dalam PP Pengupahan yang seharusnya menurut Kebijakan
mengatur ketentuan ditinjau dari UU hukum terhadap fakta atau pengupahan yang
tentang pengupahan di Ketenagakerjaan. peristiwa hukum hasil dari melindungi
Indonesia. Berdasarkan Pembahasan penelitian. Dalam teknik pekerja/buruh
hal tersebut penelitian ini terhadap pokok analisa preskriptif, sebagaimana
dimaksudkan untuk permasalahan dalam penelitian ini akan dimaksud dalam ayat
menganalisa pertentangan penelitian ini didasarkan memberikan argumentasi (2) meliputi: a. Upah
sebab akibat hukum dari pada pendekatan undang- atas hasil penelitian yang minimum; b. Upah
konflik norma tersebut. undang (statute approach dilakukannya dan kerja lembur; c.
Penelitian ini dan pendekatan bertujuan untuk Upah tidak masuk
mempunyai tujuan untuk konseptual (conceptual mendapatkan saran-saran kerja karena
mengetahui penetapan approach). Peneliti untuk memecahkan berhalangan; d.
upah minimum yang menggunakan dua masalah. Upah tidak masuk
berdasar pada formula pendekatan tersebut agar HASIL DAN kerja karena
penetapan pada PP mendapatkan hasil PEMBAHASAN melakukan kegiatan
Pengupahan bertentangan penelitian terbaik karena A. Hasil Penelitian lain di luar
dengan UU setiap metode pendekatan 1. Mekanisme pekerjaannya; e.
Ketenagakerjaan dan mempunyai fungsi yang Penetapan Upah Upah karena
mengetahui akibat hukum berbeda. Minimum menjalankan hak
pertentangan formula Jenis dan sumber Sebelum PP waktu istirahat
pengupahan antara PP bahan hukum yang Pengupahan kerjanya; f. Bentuk
Pengupahan dengan UU digunakan untuk Penelitian ini dan cara pembayaran
Ketenagakerjaan. mengkaji, meneliti dan hanya berfokus upah; g. Dendan dan
METODE menganalisis bagaimana mengenai penetapan potongan upah; h.
Berdasarkan pengaturan pengupahan upah minimum Hal-hal yang dapat
permasalahan yang dikaji, berdasarkan PP dimana mengenai hal diperhitungkan
penelitian ini Pengupahan yakni bahan tersebut telah diatur dengan upah; i.
menggunakan penelitian hukum primer dan melalui UU Struktur dan skala
yuridis-normatif, yaitu sekunder. Ketenagakerjaan pengupahan yang
penelitian terhadap norma, Pengolahan data melalui Pasal 88 proporsional; j. Upah
baik berupa asas-asas atau dilakukan dengan yakni sebagai untuk pembayaran
kaidah hukum baik yang melakukan pengolahan berikut, (1) Setiap pesangon; k. Upah
berada dalam peraturan bahan hukum dengan pekerja/buruh berhak untuk perhitungan
perundang-undangan terlebih dahulu melakukan memperoleh pajak penghasilan.
maupun yang terdapat pengumpulan terhadap penghasilan yang (4) Pemerintah
dalam putusan bahan hukum primer dan memenuhi menetapkan upah
3
pengadilan . Penelitian bahan hukum sekunder. penghidupan yang minimum
hukum ini juga disebut Setelah semua bahan layak bagi sebagaimana
dengan penelitian hukum berhasil kemanusiaan. (2) dimaksud dalam ayat
dogmatik dan penelitian dikumpulkan maka bahan Untuk mewujudkan (3) huruf a
doktrinal4. Jenis penelitian hukum selanjutnya diolah penghasilan yang berdasarkan
ini dipilih karena secara sistematis dan memenuhi kebutuhan hidup
penelitian ini akan dianalisis untuk penghidupan yang layak dan dengan
menganalisis mendapatkan gambaran layak bagi memperhatikan
yang jelas tentang kemanusiaan produktivitas dan
3
Mukti Fajar dan permasalahan yang dikaji. sebagaimana pertumbuhan
Yulianto Achmad, Dualisme
Penelitian Hukum Normatif Penelitian ini analisa dimaksud dalam ayat ekonomi.
dan Empiris, Pustaka Pelajar, bahan hukum (1), pemerintah Penjelasan
Yogyakarta, 2010, hal. 34 menggunakan sifat analisa menetapkan lebih lanjut tentang
4
Bambang Sunggono, preskriptif yaitu dengan kebijakan Upah Minimum
Metodologi Penelitian Pasal 89 UU
Hukum, Rajawali Pers,
memberikan preskripsi pengupahan yang
Jakarta, 2015, hal. 184 atau penilaian mengenai melindungi Ketenagakerjaan
yaitu: (1) Upah produktivitas dan Pasal 6 ayat (1) penetapan besaran
minimun kondisi ekonomi Permenakertrans upah minim Provinsi
sebagaimana makro. Oleh Tentang Komponen (UMP) atau upah
dimaksud dalam daripada hal tersebut KHL menyebutkan minimum
Pasal 88 ayat (3) pemerintah secara hal yang sama Kabupaten/Kota
huruf a dapat terdiri periodik menetapkan dengan Pasal 88 ayat (UMK). Berdasar
atas, a. Upah tingkat pencapaian (4) UU Pasal 6 ayat (2) PP
minimum kebutuhan hidup Ketenagakerjaan Permenakertrans
5
berdasarkan wilayah layak tersebut. yakni mengenai Tentang Komponen
provinsi atau Sesuai dengan ketetapan upah KHL, mengenai hal
kabupaten/kota; b. Pasal 89 ayat (4), minimum dilakukan upah minimum
Upah minimum maka mekanisme dengan adanya dasar sebagaimana
berdasarkan sektor pelaksanaan KHL dan dengan dimaksud pada ayat
pada wilayah pencapaian atas memperhatikan (1) Gubernur dapat
provinsi atau kebutuhan hidup produktivitas dan mengatur secara
kabupaten/kota. (2) layak termaktub pertumbuhan kontinu dengan
Upah minimum dalam Peraturan ekonomi. Perlu pertimbangan
sebagaimana Menteri Tenaga diketahui pula, beberapa faktor yang
dimaksud dalam ayat Kerja Dan sesuai dengan dimuat dibawah ini,
(1) diarahkan kepada Transmigrasi Peraturan a. Nilai Komponen
pencapaian Republik Indonesia Menakertans Nomor hidup layak yang
kebutuhan hidup No. 13 Tahun 2012 7 Tahun 2013 didapat dan
layak. (3) Upah Tentang Komponen Tentang Upah ditetapkan melalui
minimum Dan Pelaksanaan Minimum (yang hasil survei; b.
sebagaimana Tahadap Pencapaian selanjutnya disebut Produktivitas makro
dimaksud dalam ayat Kebutuhan Hidup sebagai dimana merupakan
(1) ditetapkan oleh Layak (yang Permenakertrans hasil dari
gubernur dengan selanjutnya disebut Tentang Upah perbandingan antara
memperhatikan sebagai Minimum) dalam jumlah Produk
rekomendasi dari Permenakertrans Pasal 1 angka 1 Domestik Regional
Dewan Pengupahan Tentang Komponen bahwa apa yang Bruto (PDRB)
Provinsi dan/atau KHL). Dalam Pasal dimaksud dengan dengan jumlah
Bupati/Walikota. (4) 1 angka 1 upah minimum pekerja/buruh dalam
Komponen serta Permenakertrans adalah upah setiap periode yang sama;
pelaksanaan tahapan Tentang Komponen bulanan yang paling c. Pertumbuhan
pencapaian KHL dijelaskan rendah terdiri atas ekonomi adalah
kebutuhan hidup bahwa Kebutuhan upah pokok pertumbuhan nilai
layak sebagaimana Hidup Layak termasuk tunjungan dari PDRB; d.
dimaksud dalam ayat merupakan acuan tetap yang ditetapkan Kondisi pasar kerja
(2) diatur dengan kebutuhan bagi oleh gubernur adalah perbandingan
keputusan menteri pekerja/buruh yang sebagai jaring jumlah kesempatan
Selanjutnya lajang untuk dapat pengaman. kerja dengan jumlah
dalam Pasal 89 UU hidup layak secara Dalam job seeker (pencari
Ketenagakerjaan cukup untuk menetapkan upah kerja) pada daerah
menyebutkan, memenuhi minimum tersebut tertentu dengan
pencapaian kebutuhan selama 1 dapat dilaksanakan periode atau waktu
kebutuhan hidup (satu) bulan. pada melalui yang sama; e.
layak dilakukan Pemerintahan Kondisi usaha yang
bertahap. Hal 5
Menakertrans RI, Provinsi atau pada paling tidak mampu
tersebut dilakukan Pemahaman Pasal-Pasal Pemerintahan atau (marginal) yang
karena kemampuan Utama Undang-Undang Kabupaten/Kota, diperlhatkan oleh
perusahaan yang Ketenagakerjaan (UU NO. dimana Gubernur
13/2003), Jakarta, 2003, hlm.
perkembangan
berbeda, tingkat 19 melakukan keberadaan jumlah
usaha marginal di Propinsi dan Bupati Gubernur Dewan pengupahan
daerah yang terbatas atau Walikota. menetapkan standar atau Tim
dengan waktu yang Berikut dari upah paling Pengupahan
tertentu pula. merupakan minimum. memberikan hasil
Usulan mekanisme Pada upah KHL dan
mengenai besarnya penetapan upah paling minimum memberikan usul
upah minimum minimum provinsi Kabupaten atau Kota besaran nilai UMK
diberikan melalui sesuai dengan merupakan Upah pada Bupati atau
dewan pengupahan Permenakertrans Minimum yang Walikota kemudian
dimana merupakan Tentang Upah diberlakukan pada diteruskan pada
hasil survei dari Minimum: a. Adanya daerah Kabupaten Gubernur. Gubernur
komponen/kebutuha dewan pengupahan atau Kota. Penetapan turut
n hidup seorang provinsi membentuk Upah minimum mempertimbang
pekerja bujang atau sebuah tim survei Kabupaten atau Kota keseimbangan antara
lajang. beranggotakan pada dasarnya sama besarnya nilai upah
Permenakertrans anggota dewan dengan upah minimum setiap
Tentang Komponen pengupahan, pihak minimum Provinsi Kabupaten atau Kota
KHL Pemerintah akademik yakni yang terdapat yang terdapat dalam
mengatur dan pakar yang berasal mekanismenya Provinsi selanjutnya
menetapkan tujuh dari kaum intelek sebagai berikut: a. dapat melakukan
kelompok dan enam universitas Dewan upah penetapan terhadap
puluh bagian dari terpercaya, dan Provinsi membuat besaran nilai upah
kebutuhan bagi mengikutsertakan sebuah tim survey minimum Kabupaten
pekerja BPS setempat; b. dimana atau Kota yang
lajang/bujang yang Setelah dilakukan beranggotakan dari bersangkutan; e.
dijadikan dasar survei selanjutnya anggota dewan Upah Minimum
untuk melakukan survei pengupahan, pihak Kabupaten atau Kota
dilaksanakannya pada harga akademik yakni dimana telah
survei harga untuk didasarkan pada pakar yang berasal ditetapkan wajib
menentukan besaran KHL pekerja dari pihak intelek lebih besar dari
dari nilai upah lajang/bujang; c. universitas, dan adanyaUpah
minimum. Berdasar dari hasil bekerjasama dengan Minimum Provinsi.
Mengenai upah Dewan
survey pada harga, Badan Pusat Statistik Pengupahan
minimum, terdapat dewan pengupahan setempat; b. Jika
penetapan upah propinsi mempunyai Kabupaten atau Kota
minimum yang pertimbangan dari yang belumProvin Survei Kabup
terdiri dari Upah faktor lain seperti mempunyai atau si aten
Minimum Provinsi produktivitas, terbentuk dewan
(UMP), Upah pertumbuhan pengupahan, Faktor Keb. Hidup
3.1 Skema Penetapan
Minimum Pertimbangan: Layak:
ekonomi dan usaha selanjutnya Kebutuhan
survei Upah Minimum
Pangan
Kabupaten atau Kota marginal (dalam hal dilakukan oleh HidupTim Menurut
Sandang
(UMK), Upah ini yang paling tidak yang dibentuk Produktivitas
oleh Papan
Permenakertrans
Pertumbuhan Aneka
Minimum Sektoral mampu). Setelah itu Bupati atau Tentang Upah Minimum
Ekonomi Kebutuhan
Provinsi (UMSP) disampaikan pada Walikota; c. Usaha
Survei
dan Upah Minimum Gubenur yakni nilai dilakukan setiapmarjinal
satu
Sektoral dari komponen bulan sekali untuk
Usulan
Kabupaten/Kota tersebut dan bersaran kemudian Rapat Pembahasan
Besaran
Hasil
(UMSK). Gubernur standar upah didapatkan hasil UM
menetapkan minimum propinsi; survei dan diambil
besarnya upah d. Berdasar rata-ratanya untuk
Rekomen
minimum didasarkan rekomendasi dewan mendapat KHL; dasi d.
Nilai Guber Bupati/Wali
adanya usulan dari KHL & nur kota
pengupahan propinsi Berdasarkan hasil
UM
Dewan Pengupahan selanjutnya survey tersebut,
Sumber:
UMP UMK Permenaker
UMSP UMS trans
K Tentang
Upah
Minimuum
serta mengumpulkan sehingga dapat KLH yang
informasi dan data ditetapkan sebagai didalamnya terdapat
tentang: 1) upah minimum standar yang terdiri
Homogenitas sektoral oleh dari tujuh kelompok
perusahaan; 2) Gubernur, e. dan enam puluh
Jumlah perusahaan; Ketetapan upah buah bagian dari
3) Jumlah tenaga minimum sektoral kebutuhan yakni: a.
kerja; 4) Devisa provinsi wajib lebih Pangan sebelas
yang dihasilkan; 5) besar setidaknya komponen; b.
Nilai tambah yang lima persen dari Sandang tiga belas
dihasilkan; 6) upah minimum komponen; c. Papan
Kemampuan provinsi. Dalam hal dua puluh enam
perusahaan; 7) ini berlaku dalam hal komponen; d.
Asosiasi perusahaan; penetapan upah Pendidikan dua
8) Serikat pekerja minimum sektoral di komponen; e.
Hal yang terkait, b. Berdasar Kabupaten harus Kesehatan lima
selanjutnya perlu dari adanya hasil lebih besar sekurang- komponen; f.
untuk dibahas adalah survey Dewan kurangnya lima Transportasi satu
upah minimum Pengupahan telah persen dari UMK. komponen; g.
sektoral, dimana menentukan sektor Kehidupan Rekreasi dan
adalah hasil dari dan sub-sektor yang Hidup Layak tabungan dua
kesepakatan yang utama untuk merupakan pusat komponen.
sebelumnya kemudian dalam penelitian ini Lampiran ke II
dirundingkan diberitahukan pada merupakan standard dalam
melalui asosiasi tiap-tiap asosiasi dari ketetapan upah Permenakertrans
perusahaan dengan perusahaan dan minimum. Seperti Tentang Komponen
serikat pekerja atau SP/SB, c. Hasil yang telah KHL terdapat
serikat buruh. Saran ketetapan sektor/sub- disebutkan dalam beberapa tahapan
mengenai upah sektor yang Pasal 88 ayat (4) UU yang dilakukan oleh
minimum sektoral memenuhi syarat Ketenagakerjaan: Dewan Pengupahan
yang berasal dari disampaikan kepada Pemerintah dalam melakukan
kesepatan kemudian asosiasi perusahaan menetapkan pengolahan data
diteruskan pada dan serikat upah minimum yang bertujuan untuk
Gubernur dengan buruh/pekerja dan sebagaimana memberikan hasil
melalui Kepala melakukan dimaksud survei KHL yang
Kanwil perundingan dalam ayat (3) nantinya akan
kemenakertrans menetapan upah huruf a disampaian pada
selanjutnya dapat minimum pada berdasarkan Gubernur. Tahapan
ditetapkan sebagai sektor yang kebutuhan tersebut antara lain:
upah minimum bersangkutan, d. hidup layak a. Hal kesatu ialah
sektoral provinsi Hasil dari dan dengan dengan melakukan
dan/atau upah permusyawartan memperhatikan pengisian tabel rata-
minimum sektoral baik dari asosiasi produktivitas rata dan tabel
Kabupaten. Berikut perusahaan dengan dan penyesuaian antara
merupakan SP/SB untuk pertumbuhan satuan pada lembar
tahadapan ketetapan selanjutnya ekonomi. survei kuisioner.
UMS di bawah ini: Mengenai Tabel rata-rata
disampaikan pada
Dewan kebutuhan hidup merupakan rata-rata
Dewan Pengupahan
pengupahan provinsi layak selanjutnya dari harga 3
selanjutnya
bersama dengan diatur lebih rinci responden. Sedang
disampaikannya
pengupahan dalam tabel penyesuaian
hasil penetapan upah
Kabupaten/Kota Permanakertrans satuan berfungsi
minimum sektoral
melakukan survey Tentang Komponen sebagai jenis barang
tersebut pada
yang satuannya tidak menyampaikan kebutuhan 50. Mengenai
sama; b. Langkah laporan hasil survei hidup layak, mekanisme
kedua yakni berupa form isian dan penetapan upah
melakukan KHL setiap bulannya perlindungan minimum yang
pengolahan data dari kepada Dewan pengupahan terdapat dalam PP
lembar kuisioner Pengupahan tingkat sebagaimana Nomor 78 Tahun
untuk dimasukkan ke Provinsi. Untuk dimaksud 2015 Tentang
lembar isian selanjutnya, Dewan dalam Pasal 88, Pengupahan pada
komponen hidup Pengupahan tingkat penetapan upah dasarnya tidak jauh
layak. Angka yang Propinsi minimum berbeda. Berikut
didapatkan pada memberikan hasil sebagaimana merupakan
kolom rata-rata rekapitulasi nilai tertulis dan mekanisme
dalam lembar KHL seluruh dimaksud penetapan upah
kuisioner diisikan ke Kabupaten atau kota dalam Pasal 89, minimum yang
kolom harga satuan pada Provinsi yang dan pengenaan tercantum dalam
pada lembar form terkait kepada denda Pasal 43 PP Nomor
pengisian komponen Dewan Pengupahan sebagaimana 78 Tahun 2015
hidup layak; c. tingkat Nasional dimaksud Tentang
Langkah Ketiga setiap bulan per dalam Pasal 95 Pengupahan: (1)
merupakan periodenya. ayat (1), ayat Penetapan upah
pengolahan data 2. Mekanisme (2) dan ayat (3) minimum
dalam mendapatkan Pengupahan diatur dengan sebagaimana
angka dari nilai Pada Peraturan Peraturan dimaksud dalam
sebulan pada form Pemerintah Pemerintah.” Pasal 41 dilakukan
pengisian komponen Nomor 78 Artinya, setiap tahun
hidup layak; d. Tahun 2015 dengan dasar Pasal berdasarkan
Langkah keempat Tentang 97 UU kebutuhan hidup
dilakukan dengan Pengupahan Ketenagakerjaan layak dan dengan
menghitung jumlah Pertimbangan Pemerintah berhak memperhatikan
nilai komponen dari mengenai mengeluarkan produktivitas dan
Kelompok pertama dibentuknya PP Peraturan pertumbuhan
sampai dengan Nomor 78 Tahun Pemerintah yang ekonomi; (2)
Kelompok ketujuh; 2015 Tentang mengatur mengenai Kebutuhan hidup
e. Langkah terakhir Pengupahan adalah keseluruhan hal layak sebagaimana
yakni melakukan melaksanakan sebagaimana yang dimaksud pada ayat
perhitungan jumlah ketentuan Pasal 97 tertulis di atas. Hal (1) erupakan standar
nilai dari komponen Undang-Undang tersebut pula yang kebutuhan seorang
hidup layak melalui Ketenagakerjaan, mendorong pekerja/buruh lajang
penjumlahan nilai sehingga perlu keluarnya PP Nomor untuk dapat hidup
komponen satu + menetapkan 78 Tahun 2015 layak secara fisik
komponen dua + Peraturan Tentang untuk kebutuhan 1
Komponen tiga + Pemerintah Tentang Pengupahan. (satu) bulan; (3)
Komponen empat + Pengupahan. Pasal Pada PP Nomor Kehidupan hidup
Komponen lima + 97 UU 78 Tahun 2015 layak sebagaimana
Komponen enam + Ketenagakerjaan Tentang dimaksud pada ayat
Komponen tujuh. menyatakan yakni Pengupahan, khusus (2) terdiri atas
Pada bagian sebagai berikut: mengenai upah beberapa komponen;
akhir merupakan “Ketentuan minimum diatur (4) Komponen
pelaporan seperti mengenai dalam Bab V sebagaimana
yang telah penghasilan mengenai Upah dimaksud pada ayat
disinggung di atas, yang layak, Minimum dimulai (3) terdiri atas
Dewan Pengupahan kebijakan pada Pasal 41 beberapa jenis
Kabupaten atau Kota pengupahan, sampai dengan Pasal kebutuhan hidup; (5)
Komponen Hal yang dengan layak sebagaimana
sebagaimana selanjutnya dibahas memperhatikan dimaksud dalam
dimaksud pada ayat adalah penetapan produktivitas dan Pasal 43 ayat (5),
(3) dan jenis upah minimum pertumbuhan Gubernur
kebutuhan hidup provinsi dan/atau ekonomi. menetapkan upah
sebagaimana Kabupaten/Kota Mengenai minimum provinsi
dimaksud pada ayat dalam hal ini tertera penetapan upah dengan
(4) ditinjau dalam pada Pasal 45 PP minimum pada memperhatikan
jangka waktu lima Nomor 78 Tahun Provinsi maupun rekomendasi dewan
(5) tahun; (6) 2015 Tentang Kabupaten atau Kota pengupahan
Peninjauan Pengupahan, berikut tidak terdapat provinsi; (4)
komponen dan jenis merupakan isi pasal perbedaan dengan Rekomendasi dewan
kebutuhan hidup tersebut: (1) pengaturan yang pengupahan provinsi
sebagaimana Gubernur wajib dijelaskan dengan sebagaimana
dimaksud pada ayat menetapkan upah sebelum terbitnya PP dimaksud pada ayat
(5) dilakukan oleh minimum provinsi; Nomor 78 Tahun (3) didasarkan pada
Menteri dengan (2) Penetapan upah 2015 Tentang hasil peninjauan
mempertimbangkan minimum provinsi Pengupahan. Dimana kebutuhan hidup
hasil kajian yang sebagaimana pada intinya layak yang
dilaksanakan oleh dimaksud pada ayat Gubernur berhak komponen dan
Dewan Pengupahan (1) dihitung untuk menetapkan jenisnya ditetapkan
Nasional; (7) Kajian berdasarkan formula upah minimum oleh Menteri dan
yang dilaksanakan perhitungan upah provinsi dengan dengan
oleh Dewan minimum pertimbangan memperhatikan
Pengupahan sebagaimana Dewan Pengupahan ptoduktivitas dan
Nasional dimaksud dalam Provinsi. Dalam pertumbuhan
sebagaimana Pasal 44 ayat (2); (3) Pasal 47 PP Nomor ekonomi.
dimaksud pada ayat Dalam hal telah 78 Tahun 2015 Dalam
(6) menggunakan dilakukan Tentang Pengupahan penetapan upah
data dan informasi peninjauan mengatur mengenai minimum Gubernur
yang bersumber dari kebutuhan hidup penetapan upah juga menetapkan
lembaga yang layak sebagaimana minimum pada upah minimum
berwenang di bidang dimaksud dalam Kabupaten atau Kabupaten atau Kota
statistik; (8) Hasil Pasal 43 ayat (5), Kota, sebagai dengan syarat bahwa
peninjauan Gubernur berikut: (1) upah minimum
komponen dan jenis menetapkan upah Gubernur wajib Kabupaten atau Kota
kebutuhan hidup minimum provinsi menetapkan upah wajib lebih besar
sebagaimana dengan minimum provinsi; dari adanya upah
dimaksud pada ayat memperhatikan (2) Penetapan upah minimum yang ada
(6) menjadi dasar rekomendasi dewan minimum provinsi di Provinsi yang
perhitungan upah pengupahan sebagaimana bersangkutan.
minimum provinsi; (4) dimaksud pada ayat Pasal 49 PP
selanjutnya dengan Rekomendasi dewan (1) dihitung Nomor 78 Tahun
memperhatikan pengupahan provinsi berdasarkan formula 2015 Tentang
produktivitas dan sebagaimana perhitungan upah Pengupahan
pertimbangan dimaksud pada ayat minimum mengatur mengenai
ekonomi; (9) (3) didasarkan pada sebagaimana upah minimum
Ketentuan lebih hasil peninjauan dimaksud dalam sektoral Provinsi
lanjut mengenai kebutuhan hidup Pasal 44 ayat (2); (3) dan/atau
kebutuhan hidup layak yang Dalam hal telah Kabupaten/Kota,
layak diatur dengan komponen dan dilakukan dimana tertulis
Peraturan Menteri. jenisnya ditetapkan peninjauan sebagai berikut: (1)
oleh Menteri dan kebutuhan hidup Gubernur dapat
menetapkan upah Kabupaten atau Kota Formula perhitungan upah minimum
minimum sektoral merupakan upah upah minimum merupakan upah
Provinsi dan/atau upah minimum yang sebagaimana minimum tahun
Kabupaten/Kota berlaku secara dimaksud pada ayat berjalan
berdasarkan hasil terbatas melalui (1) sebagai berikut, ditambahkan hasil
kesepakatan asosiasi sektor tertentu di UMn = Umt + {Umt perkalian antara
pengusaha dengan wilayah Provinsi x (inflasit + % Δ upah minimum tahun
serikat atau Kabupaten atau PDBt)} berjalan dengan
pekerja/serikat buruh Kota yang Pada penjumlahan tingkat
pada sektor yang bersangkutan. Penjelasan Pasal 44 inflasi nasional tahun
bersangkutan; (2) Penjelasan mengenai ayat (2) PP Nomor berjalan dan tingkat
Penetapan upah sektoral dalam dal 78 Tahun 2015 pertumbuhan Produk
minimum sektoral ini merupakan Tentang Pengupahan Domestik Bruto
sebagaimana kelompok lapangan menjabarkan tahun berjalan.
dimaksud pada ayat usaha beserta mengenai formulasi Sebagai contoh:
(1) dilakukan setelah pembagiannya dalam penentuan Umt
mendapat saran dan menurut Klasifikasi upah minimum : Rp.
pertimbangan Buku Lapangan tersebut. Berikut 3.000.000,00
mengenai sektor usaha Indonesia merupakan inflasit
unggulan dari dewan (KBLI). penjelasan dari pasal : 5%
Terdapat tersebut: Δ PDBt
pengupahan provinsi
pembaharuan dalam Formula Perhitungan : 6%
atau dewan
Upah Minimum, UMn = Umt
pengupahan penetapan upah
UMn = Umt + {Umt + {Umt x (inflasit
kabupateb/kota minimum yang
x (inflasit + % Δ PDBt)} + % Δ PDBt)}
sesuai dengan tugas terdapat dalam PP
Dengan keterangan UMn = Rp.
dan kewenangannya; Nomor 78 Tahun
sebagai berikut: 3.000.000,00 +
(3) Upah minimum 2015 Tentang
UMn : Upah {Rp.
sektoral provinsi Pengupahan. Hal
minimum yang akan 3.000.000,00 x
sebagaimana tersebut terdapat
ditetapkan (5% + 6%)}
dimaksud pada ayat dalam Pasal 44 PP Umt : Upah =
(1) harus lebih besar Nomor 78 Tahun minimum tahun Rp.3.000.000,00
dari upah minimum 2015 Tentang berjalan + {Rp.
provinsi di provinsi Pengupahan. Dalam inflasit : Inflasi 3.000.000,00 x
yang bersangkutan; ketetapan yang dihitung dari 11%}
(4) Upah minimum pemberlakuan upah periode September = Rp.
sektoral minimum tahun lalu sampai 3.000.000,00 +
kabupaten/kota sebagaimana yang dengan periode Rp. 330.000,00
sebagaimana dimaksud dalam September tahun = Rp.
dimaksud pada ayat Pasal 44 ayat (1) PP berjalan. 3.330.000,00
(1) harus lebih besar Nomor 78 Tahun Δ PDBt : Pemerintah
sebagaimana 2015 Tentang Pertumbuhan Produk mempunyai
dimaksud pada ayat Pengupahan Domestik Bruto penjelasan bahwa
(1) harus lebih besar dikalkulasikan yang dihitung dari upah minimim tahun
dari upah minimum dengan formulasi pertumbuhan Produk berjalan digunakan
kabupaten/kota di penghitungan upah Domestik Bruto sebagai patokan atau
kabupaten/kota yang minimum. Mengenai yang mencakup dasar dari
bersangkutan. formulasi periode kwartal III penghitungan upah
Upah minimum perhitungan diatur dan IV tahun minimum yang nanti
Sektoral dalam hal dalam Pasal 44 ayat sebelumnya dan ditetapkan dalam
ini baik Upah (2) PP Nomor 78 periode kwartal I dan formulasi
Minimum Sektoral Tahun 2015 Tentang II tahun berjalan. penghitungan untuk
Provinsi atau Upah Pengupahan, yakni Formulasi upah minimum, telah
Minimum Sektoral sebagai berikut. dalam penghitungan berdasar pada
kebutuhan hidup peningkatan dengan UU tahapan pencapaian
layak. Penyesuaian produktivitas secara Ketenagakerjaan. kebutuhan hidup
pada kebutuhan menyeluruh. Melalui 1. Formula layak selanjutnya
hidup layak dimana pertumbuhan Penetapan Upah diatur dalam
upah minimum yang ekonomi mempunyai Minimum Pada Keputusan Menteri.
nantinya dilakukan beberapa faktor yang Pasal 44 Ayat (2) Hal tersebut yang
penetapan tersebut mempengaruhi, PP Pengupahan akhirnya mendorong
secara langsung diantaranya adalah Bertentangan keluarnya
dapat dibenarkan peningkatan Dengan UU Permenakertrans No.
melalui perkalian produktivitas, Ketenagakerjaa 13 Tahun 2012
upah minimum tahun pertumbuhan tenaga n Yang Tentang Komponen
berjalan dengan kerja, dan Mendasar Upah KHL dimana
adanya inflasi pada pertumbuhan modal. Pada KHL menyertakan 7
tahun berjalan. Upah Adanya formulasi Pasal 88 ayat kelompok dan 60
minimum yang tersebut, keseluruhan (4) UU komponen sebagai
setelah dilakukan bagian dari adanya Ketenagakerjaan pencapaian dari
perkalian dengan pertumbuhan yakni, “Pemerintah KHL.
nilai inflasi tersebut ekonomi berkewajiban Dalam
akan memberikan dipergunakan dalam menetapkan upah perkembangannya
kepastian tentang rangka minimum Pemerintah membuat
daya beli dari upah meningkatkan upah sebagaimana sebuah terobosan
minimum tidak minimum. Mengenai didasarkan pada mengenai penetapan
mungkin akan hal yang disebut kebutuhan hidup upah minimum
berkurang. Hal sebagai pertumbuhan layak dengan turut dengan menerbitkan
tersebut didasari oleh ekonomi serta memperhatikan PP Nomor 78 Tahun
berbagai jenis adalahpertumbuhan produktivitas dan 2015 Tentang
kebutuhan yang produk domestik pertumbuhan Pengupahan. Dimana
terdapat didalam bruto. ekonomi”. sebenarnya, seperti
kebutuhan hidup Melanjutkan dari yang telah
layak juga B. Pembahasan pernyataan tersebut dibicarakan Pasal 43
merupakan jenis dari Pembahasan bahwa terdapat Pasal ayat (8) PP
kebutuhan dalam memuat permasalahan 89 ayat (2) UU Pengupahan juga
penentuan inflasi. tentang penetapan Ketenagakerjaan mengakui bahwa
Sehingga demikian upah minimum beserta mempunyai maksud, dasar perhitungan
pemerintah mengenai jawaban atas upah minimum upah minimum
berkesimpulan permasalahan tersebut sebaiknya selanjutnya
bahwa menggunakan yakni, mengenai mempunyai arah memperhatikan
tingkat inflasi di apakah penetapan pada pencapaian produktivitas dan
dalam penghitungan upah minimum yang kebutuhan hidup pertumbuhan
upah minimum berdasarkan pada upah layak. ekonomi. Kemudian,
mempunyai dasar minimum ditambah Kedua pasal Pasal 44 ayat (1) PP
yang sama dengan inflasi ekonomi dan yang terdapat dalam Nomor 78 Tahun
nilai kebutuhan pertumbuhan domestik UU Ketenagakerjaan 2015 Tentang
hidup layak. bruto bertentangan telah jelas Pengupahan
Menurut dengan UU menyatakan bahwa menyatakan bahwa:
Pemerintah, Ketenagakerjaan yang komponen hidup “penetapan
kesesuaian upah mendasarkan upah layak menjadi hal upah
minimum dengan pada KHL serta, yang utama. minimum
dipergunakannya mengetahui akibat Selanjutnya, terdapat seperti yang
nilai tumbuh hukum pertentangan Pasal 89 ayat (4) UU dimaksud
ekonomi mempunyai formula pengupahan Ketenagakerjaan Pasal 43 ayat
dasar dalam dalam PP Pengupahan dimana komponen (1) dihitung
menghargai dalam pelaksanaan dengan
menggunakan asas-asas dalam Penafsiran dalam hal Rakyat; c. Undang-
formulasi penyelesaian ini adalah Undang/Peraturan
penghitungan pertentangan norma interpretasi Pemerintah
upah yang tertulis sebagai merupakan cara yang Pengganti Undang-
minimum.” berikut: 1. dilakukan oleh Undang; d. Peraturan
Terjadi Peraturan perundang hakim dalam Pemerintah; e.
pertentangan norma -undangan yang baru mengetahui makna Peraturan Presiden;
antara pengaturan mengalahkan sebuah peraturan f. Peraturan Daerah
dalam UU peraturan yang lama; perundang-undangan Provinsi; g.
Ketenagakerjaan 2. Sebuah yang bertujuan untuk Peraturan Daerah
dengan PP Nomor 78 peraturan perundang memberikan sebuah Kabupaten/Kota.
Tahun 2015 Tentang -undangan yang penjelasan kepada
Pengupahan, untuk mempunyai masyarakat sehingga Pasal 7 ayat (2)
menyelesaikan kedudukan lebih dapat diterapkan UU Pembentukan
persoalan tersebut tinggi dapat dalam peristiwa yang Peraturan
maka digunakan asas mengalahkan nyata atau kongkret.7 Perundang-
prefensi. Dalam peraturan yang lebih Berkaitan Undangan,
menganalisis sebuah rendah dengan asas dimana kekuatan
aturan hukum sangat kedudukannya; 3. preferensi, maka hukum peraturan
sering dijumpai Peraturan dapat dijelaskan perundang-
beberapa keadaan perundang-undangan melalui Undang- undangan sesuai
aturan hokum yang mengatur dan Undang Nomor 12 dengan tata
tersebut, yakni mempunyai Tahun 2011 Tentang urutan
norma yang kabur kekhususan Pembentukan sebagaimana
atau dalam hal ini tersendiri dapat Peraturan dimaksud pada
ketidakjelasan melumpuhkan Perundang- ayat (1). Hal
sebuah norma dalam peraturan Undangan (yang tersebut
peraturan mempunyai sifat selanjutnya disebut memperkuat
perundang-undangan lebih umum atau sebagai UU Tentang posisi hierarki
(vage normen), dapat dimaknai Pembentukan perundang-
kekosongan norma bahwa peraturan Peraturan undangan
hukum (leemten in perundang-undangan Perundang- nasional
het recht), dan yang lebih khusus Undangan). Pasal 7 sebagaimana
konflik antar norma yang lebih ayat (1) UU Tentang disebutkan dalam
hokum.6 Untuk didahulukan. Pembentukan dalam penjelasan
menyelesaikan Dalam Peraturan Pasal 7 ayat (2)
mengenai konflik berhadapan dengan Perundang- UU Pembentukan
dalam norma hokum norma sebuah Undangan memuat Peraturan
atau terdapat peraturan mengenai, jenis dan Perundang-
pertentangan perundang-undangan tata urutan Undangan
mengenai pasal yang dinilai kabur perundang-undangan sebagai berikut:
dalam beberapa atau tidak terdapat yang terdiri atas: a. “Dalam
perundang- kejelasan didalam Undang-Undang ketentuan ini
undangan, maka norma tersebut, Dasar Negara yang
dapat diberlakukan pengaildan dalam hal Republik Indonesia dimaksud
mengenai asas ini adalah hakim Tahun 1945; b. dengan
preferensi yakni dapat dipersilahkan Ketetapan Majelis “hierarki”
untuk memberikan Permusyawaratan adalah
6
Rifai ahmad, 2011, tafsiran kepada penjenjangan
7
Penemuan Hukum Oleh undang-undang Mertokusumo setiap jenis
Hakim Dalam Perspektif dalam memberikan Sudikno dan Pitlo, 1993, Peraturan
Hukum Progresif, Bab-Bab Tentang Penemuan
Jakarta:Sinar Grafika,
penemuan Hukum. Bandung: Citra
Perundang-
Jakarta, hlm. 90 hukumnya. Aditya Bakti, hlm. 13 Undangan
yang perundang- mengakibatkan Ketenagakerjaan
didasarkan undangan. Norma batalnya daya ikat yang tertulis,
pada asas atau pasal yang hukum tersebut. “komponen serta
bahwa dapat menentukan Peraturan pelaksanaan tahapan
Peraturan pembuatan norma perundang-undangan pencapaian
Perundang- lain disebut juga secara hierarki kebutuhan hidup
undangan sebagai “superior”, berada di atas layak diatur dengan
yang lebih sedang norma yang dianggap sebagai Keputusan Menteri”
rendah tidak ditentukan dasar yang benar Ketiga pasal
boleh merupakan sehingga peraturan yang tertera diatas
bertentangan “inferior”. Hierarki yang berada dibawah memberikan
dengan hukum secara khusus tidak boleh gambaran secara
Peraturan sebagai personifikasi bertentangan.8 jelas mengenai
Perundang- negara, bukanlah Penetapan penetapan upah
undangan sistem norma dimana upah minimum yang minimum. Dalam
yang lebih dikordinasikan terdapat dalam UU mekanismenya
tinggi.” antara satu dengan Ketenagakerjaan penetapan upah
Penjelasan di lain, namun sebuah merupakan sebuah minimum
atas secara jelas hirarki dari norma kesatuan yang runtut dilaksanakan dengan
memperlihatkan yang mempunyai dan tersistematis. pencapaian
bahwa terdapat asas perbedaan secara Baik dalam hal ini kebutuhan hidup
lex superiori derogat level. Terdapat fakta dimulai dari Pasal 88 layak, dengan
legi inferiori yang yang tak ayat (4) UU pemenuhan
sangat tidak bisa terbantahkan Ketenagakerjaan komponen sebagai
dilanggar dalam mengenai kesatuan yang menyatakan acuannya yang diatur
hierarki peraturan norma tersebut bahwa “Pemerintah lebih lanjut dalam
perundang- bahwa dibuatnya menetapkan upah Keputusan Menteri.
undangan. Secara norma yang minimum Hal yang selanjutnya
jelas dan gamblang berkedudukan lebih sebagaimana dibahas merupakan
bahwa perundang- rendah telah dimaksud berdasar penetapan upah
undangan yang lebih ditentukan melalui kebutuhan hidup minimum yang
rendah sekalipun norma yang layak dengan terdapat dalam Pasal
tidak diperbolehkan mempunyai memperhatikan 44 ayat (1) PP
bertentangan dengan kedudukan lebih produktivitas dan Nomor 78 Tahun
peraturan tinggi menjadi hal pertumbuhan 2015 Tentang
perundang-undangan yang utama terdapat ekonomi”. Pengupahan yang
yang mempunyai validitas dari Selanjutnya dalam seringkali
kedudukan lebih keseluruhan tata Pasal 89 ayat (2) UU disinggung dalam
tinggi. letak hukum yang Ketenagakerjaan penelitian tersebut,
Menambahka membentuk sebuah menyebutkan, “Upah “penetapan upah
n dan penting untuk hirarki. Hukum yang minimum minimum
dijelaskan bahwa lebih rendah harus sebagaimana sebagaimana
hubungan diantara mempunyai dasar, dimaksud diarahkan dimaksud dalam
norma atau pasal bersumber dan tidak kepada pencapaian Pasal 43 ayat (1)
yang dapat mengatur diperbolehkan untuk kebutuhan hidup dihitung dengan
pembuatan pasal mempunyai layak”. Terakhir menggunakan
atau norma lain, dan tentangan dengan pada Pasal 89 ayat formula perhitungan
pasal lain itu dapat hukum yang (4) UU upah minimum.”
dikatakan juga berkedudukan lebih Pasal diatas
8
sebagai hubungan tinggi. Adanya sifat Rasjidi, Lili dan I.B secara jelas
super dan bertentangan dari Wiyasa Putra, 2003, Hukum menyatakan bahwa
Sebagai Suatu Sistem, Cet.
subordinasi dalam hukum yang lebih III Bandung: Mandar Maju,
penetapan upah
pembahasan rendah hlm. 120 minimum dilakukan
berdasarkan formula Ketenagakerjaan. ditentukan dalam memperhatikan
yang dibentuk oleh Bukan terletak Pasal 44 ayat (1) dan produktivitas dan
Pemerintah, bukan pada formula ayat (2) PP Nomor pertumbuhan
dari komponen penentuan upah 78 Tahun 2015 ekonomi.”
dalam pencapaian minimum yang Tentang Pengupahan Pasal di atas
kebutuhan hidup diatur dalam dianggap tidak secara jelas
layak. Dalam hal ini Peraturan memenuhi apa yang mengikuti seperti
pemerintah Pemerintah. ditulis oleh UU halnya isi dalam UU
mempunyai Menjawab Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan
argumentasi permasalahan sebagai peraturan yakni pemenuhan
tersendiri dalam pertama, jika yang lebih tinggi kebutuhan layak
penjelasan Pasal 44 dikaitkan dengan atau bahkan hidup dengan
PP Nomor 78 Tahun asas preferensi dianggap melanggar peninjauan
2015 Tentang merupakan langkah karena tidak sesuai komponen KHL,
Pengupahan bahwa, praktis dalam dari apa dimaksud namun dalam Pasal
“Upah minimum penyelesaian dalam UU 44 ayat (1) dan ayat
tahun berjalan pertentangan norma Ketenagakerjaan. (2) PP Nomor 78
sebagai dasar tersebut. Mengenai hal Tahun 2015 Tentang
perhitungan upah Reinterpretation atau ini selanjutnya yang Pengupahan seperti
minim yang akan dalam bahasa disebut mendapat perhatian, yang seringkali
ditetapkan dalam sebagai penafsiran di dalam PP Nomor disinggung dalam
formula perhitungan ulang berkaitan 78 Tahun 2015 penelitian ini, bahwa
upah minimum, dalam adanya Tentang penetapan upah
sudah berdasarkan penerapan dari tiga Pengupahan,terdapat minimum dapat
kebutuhan hidup asas penyelesaian nya pasal yang dihitung dengan
layak. Penyesuaian konflik norma saling bertabrakan. menggunakan
nilai kebutuhan (preferensi), yakni Dapat dilihat dalam perhitungan upah
hidup layak pada melalui asas dalam Pasal 43 ayat minimum. Artinya
upah minimum yang preferensi untuk (3) PP Nomor 78 dalam PP Nomor 78
akan ditetapkan menafsirkan ulang Tahun 2015 Tentang Tahun 2015 Tentang
tersebut secara norma yang Pengupahan, yakni Pengupahan
langsung terkoreksi mendapat menyebutkan bahwa mengakui kedua
melalui perkalian pertentangan dengan “Kebutuhan hidup metode dalam
antara upah cara yang luwes.9 layak sebagaimana penetapan upah
minimum tahun Maka, berlakulah dimaksud pada ayat minimum.
berjalan dengan asas dimana (2) terdiri atas Dalam hal ini
inflasi tahun perundang-undangan beberapa disebutkan metode
berjalan.” yang berkedudukan komponen.” pertama
Meskipun begitu lebih tinggi akan Selanjutnya menggunakan hasil
dalam penelitian dapat mengelahkan dilanjutkan dalam dari peninjauan atas
ini, hal yang perundang-undangan Pasal 43 ayat (8) PP komponen dan
menjadi fokus yang mempunyai Nomor 78 Tahun berbagai jenis
permasalahan kedudukan lebih 2015 Tentang kebutuhan hidup
adalah mengenai rendah. Hal tersebut Pengupahan yang menjadikan dasar
komponen dan jelas berlaku karena menyatakan “Hasil dari perhitungan
tahapan pengaturan peninjauan upah minimum
kebutuhan hidup mengenai formula komponen dan jenis dengan
layak merupakan upah minimum yang kebutuhan hidup memperhatikan
hal yang utama sebagaimana produktivitas dan
9
dalam penentuan Philipus M. & Tatiek dimaksud menjadi pertumbuhan
upah minimum Sri, Argumentasi Hukum, dasar perhitungan ekonomi. Kedua, PP
Yogyakarta: Gadjah Mada
sebagaimana University Press, cetakan
upah minimum Nomor 78 Tahun
diatur dalam UU keempat, 2009, hlm. 31 selanjutnya dengan 2015 Tentang
Pengupahan 2015 mengenai bertentangan dengan n kepada pekerja/buruh
menggunakan formulasi penetapan peraturan perundang- untuk tetap
metode penetapan upah tidak sesuai undangan yang lebih memperjuangkan haknya
upah minimum atau dapat dikatakan tinggi sehingga berakibat secara maksimal dalam
dengan formula yang bertentangan dengan dalam hal ini UU penetapan upah minimum
telah ditentukan. penentuan Ketenagakerjaan yang sesuai dengan UU
Baik dalam hal ini komponen dalam melumpuhkan PP Ketenagakerjaan.
menggunakan upah pemenuhan Pengupahan; 2. Akibat Mengingat bahwa
minimum tahun kebutuhan hidup hukum dari adanya pekerja/buruh merupakan
berjalan dikalikan layak seperti yang pertentangan itu maka, Warga Negara Indonesia
dengan inflasi terdapat dalam Pasal peraturan pengupahan yang setiap haknya
ditambah dengan 88 ayat (4) dan Pasal dalam PP Pengupahan tercantum dan dilindungi
pertumbuhan produk 89 ayat (2) UU seharusnya dinyatakan dalam Undang-Undang
domestik bruto. Ketenagakerjaan. tidak berlaku. Akibat Dasar Negara Republik
Pasal dalam hukum dari pertentangan Indonesia Tahun 1945.
PP Nomor 78 Tahun PENUTUP formula pengupahan
2015 Tentang dalam PP Pengupahan DAFTAR PUSTAKA
Simpulan
Pengupahan yang Berdasarkan hasil dengan UU Buku
saling bertentangan penelitian mengenai Ketenagakerjaan yakni
menimbulkan penetapan upah minimum pengajuan Uji Materi Adisu, Edytus. 2008. Hak
pemikiran apakah Pasal 44 ayat (1) dan ayat Karyawan atas Gaji
yang berdasarkan pada
dan Pedoman
komponen dalam upah minimum ditambah (2) formula pengupahan
Menghitung : Gaji
kebutuhan hidup inflasi ekonomi dan dalam PP Pengupahan Pokok, Gaji Sundulan,
masih digunakan pertumbuhan domestik dengan UU Insentif-Bonus, THR,
sebagai dasar bruto bertentangan dengan Ketenagakerjaan ke Pajak atas Gaji, Iuran
perhitungan, jika UU Ketenagakerjaan yang Mahkamah Agung. Pensiun-Pesangon,
terdapat formula mendasarkan upah pada Iuran Jamsostek/Dana
dalam penetapan Saran Sehat. Jakarta: Niaga
kebutuhan hidup layak: 1.
Berkaitan adanya Swadaya
upah minimum. Penetapan upah minimum
Kemudian, permasalahan di atas, Ahmad, Rifai. 2011.
sesuai formula
bagaimana penulis dapat memberi Penemuan Hukum
pengupahan pada pasal 44
saran dalam hal ini Oleh Hakim Dalam
komponen dalam ayat (1) dan ayat (2)
sebagai berikut: Perspektif Hukum
kebutuhan layak dalam PP Pengupahan Progresif. Jakarta:
Bagi Pemerintah.
hidup digunakan bertentangan dengan Pasal Sinar Grafika
dalam formula jika Diharapkan kepada
88 dan Pasal 89 UU
Pemerintah dalam Fajar, Mukti. Yulianto,
dalam penjelasan Ketenagakerjaan dan
membuat peraturan Ahmad. 2010.
Pasal 44 PP Nomor menggunakan asas bahwa Dualisme Penelitian
perundang-undangan lebih
78 Tahun 2015 perundang-undangan yang Hukum Normatif dan
Tentang Pengupahan melihat pada peraturan
lebih tinggi akan Empiris. Yogyakarta:
diatasnya sehingga tidak Pustaka Pelajar
bahwa upah mengalahkan atau
minimum tahun menyebabkan saling
melumpuhkan peraturan Gilarso. 2003. Pengantar
bertabrakan antara
berjalan dapat perundang-undangan yang Ilmu Ekonomi Makro.
dipersamakan peraturan perundang- Yogyakarta: Kaninius
lebih rendah (lex superiori
undangan yang lain.
dengan kebutuhan derogat legi inferiori). Hadjon, M Philipus.
hidup layak itu Khusunya terkait dengan
Sebagaimana sesuai Djatmiati, Tatiek S.
penetapan upah minimum
sendiri. Adanya dalam penjelasan Pasal 7 2009. Argumentasi
pertanyaan di atas dengan kebutuhan hidup Hukum. Yogyakarta:
UU Pembentukan
layak sebagai salah satu Gadjah Mada
cukup membuktikan Peraturan Perundang-
bahwa adanya Pasal pencapaiannya. University Press
Undangan menjelaskan Bagi Masyarakat
44 ayat (1) dan ayat peraturan perundang- Lili. Rasjidi. Putra, I.B
Baik Pekerja/Buruh Wiyasa. 2003. Hukum
(2) Pasal 44 ayat (1) undangan yang lebih Maupun Serikat Sebagai Suatu Sistem.
dan ayat (2) PP rendah tidak dapat
Pekerja/Buruh.Diharapka
Nomor 78 Tahun
Bandung: Mandar Wibowo. Bakara Abu. Undang-Undang Nomor Waktu Tertentu
Maju 2008. Akuntansi 48 Tahun 2009 (PKWT) Berdasarkan
Keuangan Dasar. Tentang Kekuasaan Undang-Undang
Manan, Bagir. 2004.
Jakarta: Grasindo Kehakiman, Lembaran Nomor 13 Tahun 2003.
Hukum Positif
Negara Republik Tesis FH USU:
Indonesia. Yogyakarta Perundang-Undangan
Indonesia Tahun 2009 Medan.
Menakertrans RI. 2003. Nomor 157, Tambahan
Undang-Undang Dasar Internet
Pemahaman Pasal- Lembaran Negara
Negara Republik
Pasal Utama Undang- Republik Indonesia Mahkamah Konstitusi.
Indonesia Tahun 1945
Undang Nomor 5076 Sejarah Berdirinya
Ketenagakerjaan (UU Undang-Undang Nomor Lembaga Mahkamah
Undang-Undang Nomor
NO. 13/2003). Jakarta: 13 Tahun 2003 Konstitusi.
12 Tahun 2011
Menakertrans Press Tentang Http://www.mahkama
Tentang Pembentukan
Ketenagakerjaan, hkonstitusi.go.id
Mertokusumo, Sudikno. Peraturan Perundang-
Lembaran Negara diakses pada tanggal
2002. Mengenal undangan. Lembaran
Republik Indonesia 21 Februari 2016
Hukum: Suatu Negara Republik
Tahun 2003 Nomor
Pengantar. Indonesia Tahun 2011 Sahat Aditua Fandhitya
39, Tambahan
Yogyakarta: Liberty Nomor 82. Tambahan Silalahi. Pengupahan
Lembaran Negara
Lembaran Negara di Indonesia: Sejarah
RAS, Redaksi. 2010. Hak Republik Indonesia
Republik Indonesia dan Perbaikan
dan Kewajiban Nomor 4279
Nomor 5234 Kebijakan, (online).
Karyawan. Depok:
Undang-Undang Nomor http://berkas.dpr.go.id/
RAS Peraturan Pemerintah
14 Tahun 1985 pengkajian/files/buku_
Nomor 78 Tahun 2015
Rifki (ed). 2015. Pelajari Tentang Mahkamah lintas_tim/buku-lintas-
Tentang Pengupahan.
Soal Tersulit dalam Agung, Lembaran tim-10.pdf diakses 3
Lembaran Negara
SBMPTN IPS Soshum Negara Republik Febuari 2016.
Republik Indonesia
2015. Jakarta: ARC Indonesia Tahun 1985
Tahun 2015 Nomor Fajar Nindyo,asas lex
Media Nomor 73, Tambahan
237 Tambahan superiori derogat legi
Lembaran Negara
Shamad, Yunus. 1992. Lembaran Negara inferiori dan
Republik Indonesia
Pengupahan Pedoman Republik Indonesia aplikasinya dalam
Nomor 3316
Bagi Pengelola Nomor 5747 keelakaan diri,
Sumberdaya Manusia Undang-Undang Nomor 5 (online),
Peraturan Menteri Tenaga
di Perusahaan, Tahun 2004 Tentang http://www.pojokasura
Kerja Dan
Jakarta: Bina Sumber Perubahan Pertama nsi.com/Personal-
Transmigrasi Nomor
Daya Manusia Atas Undang-Undang Accident/asas-lex-
13 Tahun 2012
Nomor 14 Tahun 1985 superiori-derogat-legi-
Soeroso, R. 2009. Tentang Komponen
Tentang Mahkamah inferiori-dan-
Pengantar Ilmu Dan Pelaksanaan
Agung, Lembaran aplikasinya-dalam-
Hukum. Jakarta: Sinar Tahapan Pencapaian
Negara Republik asuransi-kecelakaan-
Grafika Komponen Hidup
Indonesia Tahun 2004 diri.html, diakses 28
Layak. Berita Negara
Sudikno, Mertokusumo. Nomor 9, Tambahan Maret 2016.
Republik Indonesia
Pitlo. 1993. Bab-Bab Lembaran Negara
Tahun 2012 Nomor Kmfh Unud, Penalaran
Tentang Penemuan Republik Indonesia
707 dan Argumentasi
Hukum. Bandung: Nomor 4359
Hukum (Online),
Citra Aditya Bakti Peraturan Menteri Tenaga
Undang-Undang Nomor 3 http://kmfh-
Kerja Dan
Sukwiyati. 2009. Tahun 2009 Tentang unud.co.id/2013/04/pe
Transmigrasi Nomor
Ekonomi. Jakarta: Perubahan Kedua Atas nalaran-dan-
7 Tahun 2013 Tentang
Yudhistira Undang-Undang argumentasi-
Upah Minimum.
Nomor 14 Tahun 1985 hukum.html diakses
Sunggono, Bambang. Berita Negara
Tentang Mahkamah 15 Maret 2016
2015. Metodologi Republik Indonesia
Agung, Lembaran
Penelitian Hukum. Tahun 2013 Nomor
Negara Republik
Jakarta: Rajawali Pers 1239
Indonesia Tahun 2009
Suratman. Dillah, H Nomor 3, Tambahan Jurnal
Philips. 2012. Metode Lembaran Negara
Lahmuddin. 2009. Sistem
Penelitian Hukum. Republik Indonesia
Pengupahan Bagi
Bandung: Alfabeta Nomor 4958
Pekerja Dalam
Perjanjian Kerja