Anda di halaman 1dari 5

Edukasi KET

1. Ketahuilah pilihan pengobatan yang ada


Pilihan pengobatan untuk kehamilan ektopik akan tergantung pada kondisi kesehatan Anda,
tempat kehamilan ektopik, dan tingkat kerusakan yang terjadi pada organ reproduksi
2. Tanyakan kepada dokter mengenai proses penyembuhan fisik
Lamanya masa penyembuhan tergantung pada masing-masing prosedur yang dilakukan
 Dengan bedah laparoskopi, Anda biasanya sudah bisa langsung pulang ke rumah
pada hari itu juga. Proses penyembuhannya cukup cepat, dan sebagian besar wanita
sudah bisa langsung berjalan lagi. Umumnya, Anda bisa kembali melakukan aktivitas
seperti biasa dalam 7 hingga 14 hari. Dan untuk sembuh total, biasanya Anda
membutuhkan waktu sekitar 1 bulan.
 Setelah melakukan pembedahan laparotomi, Anda harus dirawat selama beberapa
hari di rumah sakit karena irisannya lebih besar dan akan mengganggu fungsi usus.
Anda hanya akan diperbolehkan mengonsumsi cairan bening pada pagi hari setelah
operasi dan baru mulai makanan solid dalam 24-36 jam kemudian. Irisan laparotomi
membutuhkan waktu hingga 6 minggu untuk sembuh.[13]
 Pada kehamilan ektopik dini yang tidak perlu dioperasi, proses penyembuhan fisik
hanya akan membutuhkan waktu sebentar. Tetapi dokter akan dengan hati-hati
memantau kesehatan Anda untuk memastikan agar kehamilan ektopik gugur
dengan sendirinya.
3. Jangan melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang berat
Anda baru akan merasa nyaman pada beberapa hari setelah operasi. Jangan memaksa tubuh
melakukan olahraga atau aktivitas fisik terlalu banyak. Selain itu, jangan melakukan gerakan
yang bisa meregangkan atau memberikan tekanan pada bekas jahitan.[14]
 Pada minggu pertama, jangan mengangkat apa pun yang lebih berat dari 9 kg.
 Naikilah tangga secara perlahan dan beristirahatlah setelah beberapa anak tangga.
 Berjalan-jalanlah jika Anda sudah merasa cukup kuat. Jangan berlari.
4. Anda akan mengalami sembelit
Pembedahan perut akan mengganggu fungsi perut dan menyebabkan sembelit. Dokter akan
memberi tahu Anda cara menanggulangi sembelit. Ada beberapa hal yang juga bisa Anda
lakukan sendiri, antara lain:
 Makanlah makanan berserat tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
 Minumlah banyak air.
 Gunakan obat pencahar atau pelunak feses (yang direkomendasikan oleh dokter).
5. Bersiaplah untuk melakukan tes rutin di rumah sakit
Jika Anda menjalani salpingostomi atau diobati dengan suntik metotreksat, Anda harus
melakukan tes rutin untuk mengetahui apakah tingkat hCG di dalam tubuh sudah turun ke
nol. Kalau belum, Anda akan memerlukan pengobatan metotreksat tambahan
6. Anda akan merasakan sakit
Ada beberapa kemungkinan kenapa Anda merasakan sakit setelah mengalami kehamilan
ektopik. Irisan bekas operasi membutuhkan waktu untuk sembuh, dan jaringan parut yang
terbentuk juga bisa menimbulkan rasa sakit. Jika rasa sakitnya berkepanjangan, parah, atau
tidak tertahankan, segera hubungi dokter.
 Rasa sakit bisa juga diakibatkan oleh tubuh yang berproses untuk mengembalikan
siklus menstruasi kembali ke normal. Tubuh Anda akan kembali ke siklus
menstruasi normal sekitar 4-6 minggu setelah pengobatan, tetapi bisa juga lebih
lama.
 Beberapa wanita melaporkan bahwa mereka lebih menyadari masa ovulasi
setelah kehamilan ektopik. Mereka juga merasakan sakit ketika berovulasi.
7. Kenali tanda-tanda yang mengharuskan Anda untuk mencari pertolongan medis.
Rasa sakit biasanya merupakan cara tubuh untuk memberi tahu agar Anda beristirahat.
Namun jika Anda merasakan gejala-gejala berikut ini yang disertai rasa sakit, segeralah
hubungi dokter:
 Demam (di atas 38°C)
 Keluar cairan dari vagina, terutama jika baunya amis atau busuk
 Ada gumpalan atau benjolan di sekitar bekas irisan operasi, atau jaringan parut
berwarna merah atau panas saat disentuh
 Keluar cairan dari bekas irisan operasi
 Mual dan/atau muntah
 Pusing atau pingsan
8. Diskusikan alat kontrasepsi dengan dokter
Setelah kehamilan ektopik, Anda tidak akan bisa menggunakan beberapa jenis alat
kontrasepsi. Diskusikan pilihan alat kontrasepsi dengan dokter untuk menentukan yang
terbaik.
 IUD dan kontrasepsi yang hanya mengandung hormon progesteron biasanya tidak
direkomendasikan setelah kehamilan ektopik.
 Anda juga harus bertanya kepada dokter untuk memastikan kapan waktu yang
aman untuk kembali melakukan hubungan seksual. Jenis pengobatan yang Anda
dapatkan akan sangat memengaruhi penentuan waktu tersebut.
9. Berikan jeda waktu untuk kehamilan berikutnya
Jika kehamilan ektopik Anda diobati dengan metotreksat, dokter akan menyarankan jeda
waktu tertentu sebelum Anda bisa hamil lagi. Pada umumnya adalah 1 hingga 3 bulan,
tergantung dosis yang Anda terima. Metotreksat bisa menyebabkan masalah bagi kehamilan
dini, karena obat ini mengurangi ketersediaan asam folat bagi janin. Jadi Anda harus
menunggu hingga obatnya benar-benar keluar dari tubuh.

Memulihkan Diri Secara Emosional

1. Pahamilah bahwa perasaan Anda itu alami


2. Konsultasi dengan Dokter mengenai kondisi emosional danapabia ingin memulai
hamil kembali
3. Lakukan olahraga apabila cukup kuat
4. Bercerita kepada keluarga atau teman dekat untuk mengurangi stress
PROGNOSIS BAGI KEHAMILAN BERIKUTNYA
Umumnya penyebab kehamilan ektopik (misalnya penyempitan tuba atau pasca penyakit
radang panggul) bersifat bilateral. Sehingga setelah pernah mengalami kehamilan ektopik
pada tuba satu sisi, kemungkinan pasien akan mengalami kehamilan ektopik lagi pada tuba
sisi yang lain.
Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya bagi seorang wanita yang dapat
menyebabkan kondisi yang gawat bagi wanita tersebut. Keadaan gawat ini dapat
menyebabkan suatu kehamilan ektopik terganggu. Kehamilan ektopik terganggu merupakan
peristiwa yang sering dihadapi oleh setiap dokter, dengan gambaran klinik yang sangat
beragam. Hal yang perlu diingat adalah bahwa pada setiap wanita dalam masa reproduksi
dengan gangguan atau keterlambatan haid yang disertai dengan nyeri perut bagian bawah
dapat mengalami kehamilan ektopik terganggu (1).

Berbagai macam kesulitan dalam proses kehamilan dapat dialami para wanita yang telah
menikah. Namun, dengan proses pengobatan yang dilakukan oleh dokter saat ini bisa
meminimalisir berbagai macam penyakit tersebut. Kehamilan ektopik diartikan sebagai
kehamilan di luar rongga rahim atau kehamilan di dalam rahim yang bukan pada tempat
seharusnya, juga dimasukkan dalam kriteria kehamilan ektopik, misalnya kehamilan yang
terjadi pada cornu uteri. Jika dibiarkan, kehamilan ektopik dapat menyebabkan berbagai
komplikasi yang dapat berakhir dengan kematian (2).
Istilah kehamilan ektopik lebih tepat daripada istilah ekstrauterin yang sekarang masih
banyak dipakai. Diantara kehamilan-kehamilan ektopik, yang terbanyak terjadi di daerah
tuba, khususnya di ampulla dan isthmus. Pada kasus yang jarang, kehamilan ektopik
disebabkan oleh terjadinya perpindahan sel telur dari indung telur sisi yang satu, masuk ke
saluran telur sisi seberangnya .
Prognosis Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)
Kematian karena kehamilan ektopik terganggu cenderung turun dengan diagnosis dini dengan
persediaan darah yang cukup. Hellman dkk., (1971) melaporkan 1 kematian dari 826 kasus,
dan Willson dkk (1971) 1 diantara 591 kasus. Tetapi bila pertolongan terlambat, angka
kematian dapat tinggi. Sjahid dan Martohoesodo (1970) mendapatkan angka kematian 2 dari
120 kasus.
Penderita mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kehamilan ektopik
kembali. Selain itu, kemungkinan untuk hamil akan menurun. Hanya 60% wanita yang
pernah mengalami kehamilan ektopik terganggu dapat hamil lagi, walaupun angka
kemandulannya akan jadi lebih tinggi. Angka kehamilan ektopik yang berulang dilaporkan
berkisar antara 0 – 14,6%. Kemungkinan melahirkan bayi cukup bulan adalah sekitar 50% .
Berhenti merokok akan menurunkan risiko kehamilan ektopik. Wanita yang merokok memiliki
kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kehamilan ektopik. Berhubungan seksual secara
aman seperti menggunakan kondom akan mengurangi risiko kehamilan ektopik dalam arti
berhubungan seks secara aman akan melindungi seseorang dari penyakit menular seksual yang pada
akhirnya dapat menjadi penyakit radang panggul. Penyakit radang panggul dapat menyebabkan
jaringan parut pada saluran tuba yang akan meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik.

Kita tidak dapat menghindari 100% risiko kehamilan ektopik, namun kita dapat mengurangi
komplikasi yang mengancam nyawa dengan deteksi dini dan tatalaksana secepat mungkin. Jika kita
memiliki riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, maka kerjasama antara dokter dan ibu sebaiknya
ditingkatkan untuk mencegah komplikasi kehamilan ektopik.

Prognosis

Umumnya penyebab kehamilan ektopik (misalnya penyempitan tuba atau pasca penyakit radang
panggul) bersifat bilateral. Sehingga setelah pernah mengalami kehamilan ektopik pada tuba satu
sisi, kemungkinan pasien akan mengalami kehamilan ektopik lagi pada tuba sisi yang lain.

Apabila saluran tuba ruptur (pecah) akibat kehamilan ektopik dan diangkat melalui operasi, seorang
wanita akan tetap menghasilkan ovum (sel telur) melalui saluran tuba sebelahnya namun
kemungkinan hamil berkurang sebesar 50 %. Apabila salah satu saluran tuba terganggu (contoh
karena perlekatan) maka terdapat kemungkinan saluran tuba yang di sebelahnya mengalami
gangguan juga. Hal ini dapat menurunkan angka kehamilan berikutnya dan meningkatkan angka
kehamilan ektopik selanjutnya. Pada kasus yang berkaitan dengan pemakaian spiral, tidak ada
peningkatan risiko kehamilan ektopik apabila spiral diangkat.

Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik memiliki peluang untuk hamil normal
hingga 90%. Wanita yang pernah mengalami KET membutuhkan beberapa waktu untuk siap
menjalani kehamilan berikutnya. Waktu yang dibutuhkan untuk program hamil bervariasi
bergantung pada kesiapan psikologis dan kondisi masing-masing pasien. Pada umumnya
program hamil boleh dimulai setelah 3 bulan pasca suntikan atau operasi laparoskopi. Namun
apabila operasi dilakukan dengan laparotomy / operasi perut, dibutuhkan waktu hingga 6
bulan sebelum melakukan program hamil. Kehamilan ektopik tidak bisa dicegah sepenuhnya.
Untuk mengurangi resiko terjadinya kehamilan ektopik berulang, anda dapat melakukan hal-
hal di bawah ini:

 Lakukan pengobatan penyakit yang mendasari terjadinya kehamilan ektopik


sebelumnya.
 Ganti alat kontrasepsi
 Lakukan terapi kesuburan
 Lakukan pemeriksaan awal dengan tes darah dan USG untuk mengetahui kondisi
kehamilan dan janin
 Kelola stress dengan baik dan berpikir positif
 Biasakan pola hidup sehat
 Berkonsultasi kembali dengan Dokter untuk merencanakan program kehamilan yang aman
bagi Anda
 Melakukan kontrol rutin dengan Dokter sehingga setiap perkembangan dan penyulit yang
mungkin timbul dalam kehamilan dapat dipantau secara dini dan ditangani segera
 Istirahat yang cukup dan tidur yang cukup
 Konsumsi buah dan sayuran hijau