Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PHBS ( PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT)

Tema : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS)


Sub Pokok Pembahasan : 1. Pengertian perilaku hidup bersih dan sehat
2. Tujuan perilaku hidup bersih dan sehat
3. Manfaat prilaku hidup bersih dan sehat
4. Sasaran perilaku hidup bersih dan sehat
Hari/Tanggal : Senin, 02 September 2013
Waktu : 30 Menit (16:30-17:00 WIB)
Sasaran : Mahasiswa STIK Bina Husada
Tempat : Ruang Kelas Gedung Grand 1A

A.TUJUAN
 Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan mahasiswa dapat memahami dan lebih mengerti mengenai
pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
 Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan mahasiswa mampu :

1. Dapat mengetahui pengertian Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)


2. Dapat mengerti dan memahami tujuan Perilaku hidup bersih dan sehat
3. Dapat mengerti dan memahami manfaat Perilaku hidup bersih dan sehat
4. Dapat mengerti dan memahami 10 indikator Prilaku hidup bersih dan sehat
5. Dapat mengaplikasikan 10 indikator Prilaku hidup bersih dan sehat
B.Landasan Teori
 Terlampir
C. SASARAN
Mahasiswa STIK Bina Husada

D. GARIS BESAR MATERI


1. Pengertian perilaku hidup bersih dan sehat
2. Tujuan perilaku hidup bersih dan sehat
3. Manfaat prilaku hidup bersih dan sehat
4. Sasaran perilaku hidup bersih dan sehat
E. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi/Tanya Jawab

F. MEDIA
1. LCD/Proyektor
2. Leaflet

G. PENGORGANISASIAN KELOMPOK
a. Penyaji : M.Khoirul Mukmin
H. PELAKSANAAN KEGIATAN
Media dan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
Metode
1. 3 menit Pembukaan :
 Membuka kegiatan dengan  Menjawab Salam Ceramah
mengucapkan salam  Mendengarkan
 Menjelaskan tujuan dari  Memperhatikan
penyuluhan
 Menyebutkan materi yang akan
diberikan
2. 10 menit Pelaksanaan : Ceramah
 Menjelaskan  Memperhatikan
pengertian dengan
Perilaku hidup bersih dan sehat Mendengarkan menggunakan
 Menjelaskan tujuan Perilaku  Bertanya dan LCD dan
hidup bersih dan sehat menjawab pertanyaan membagikan
 Menjelaskan Manfaat Perilaku yang diajukan leaflet
hidup bersih dan sehat
 Menjelaskan 10 indikator yang
termasuk PHBS
 Menjelaskan sasaran yang
termasuk perilaku hidup bersih
dan sehat
3. 10 menit Evaluasi :  Mengungkapkan
 Mengevaluasi perasaan peserta perasaan Tanya Jawab
setelah penyuluhan setalahpenyuluhan
 Mengajukan  Bertanya
beberapa tentang
pertanyaan materi penyuluhan
yang belum paham
4. 2 menit Penutupan :
 Menyampaikan Kesimpulan  Mendengarkan Ceramah
 Mengucapkan salam penutup  Menjawab salam

I. EVALUASI
a. Peserta
 Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan sampai selesai.
 Penyuluhan berjalan dengan lancar.
b. Pertanyaan yang di ajukan kepada Pasien :
1. Apa yang dimaksud dengan PHBS ?
2. Apa yang harus dilakukan untuk menerapkan PHBS ?
3. Tujuan dari PHBS ?

J. REFERENSI

 Carter, M. A., 1995, dalam Sylvia, A. P. And Lorraine, M. W. b(Eds),Patofisiologi, Konsep Klinis
Proses-proses Penyakit, Edisi IV, Buku II, 1242-1246, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
 http://www.prilaku hidup bersih dan sehat .com (diakses 25 Agustus 2013)
 http://www.mediaindonesia.com (diakses 25 Agustus 2013)

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)?


 PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau
keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-
kegiatan kesehatan dimasyarakat.
 PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah tangga agar tahu,
mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan di masyarakat.
 PHBS di rumah tangga di lakukan untuk mencapai rumah tangga Ber-PHBS.
 Rumah tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di rumah tangga

Apa manfaat Rumah Tangga Ber-PHBS?


Bagi Rumah Tangga :
 Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
 Anak tumbuh sehat dan cerdas.
 Anggota keluarga giat bekerja.
 Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan
modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

Bagi Masyarakat:
 Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.
 Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah –masalah kesehatan.
 Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
 Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti
Posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans desa dan lain-lain.

Apa Saja Perilaku Hidup Bersih dan Sehat itu?


10 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, spesialis kandungan)
Tujuannya adalah untuk mencegah resiko kematian ibu dan bayi setelah persalinan.

2. Memberi ASI ekslusif (0-6 bulan)


- ASI bermanfaat untuk ibu dan bayi
- ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan bayi pada 6 bulan pertama.
- ASI mengurangi resiko infeksi lambung-usus, sembelit, dan alergi, dan meningkatkan kekebalan
tubuh bayi
- Menyusui akan membentuk hubungan dan ikatan hati antara ibu dan anak.

3. Menimbang balita setiap bulan ( ke posyandu / puskesmas)


Mengapa balita perlu di timbang setiap bulan?
Penimbangan balita di maksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan.
Kapan dan di mana penimbangan balita di lakukan?
Penimbangan balita di lakukan setiap bulan mulai dari umur 1 tahun sampai 5 tahun diposyandu.
Bagaimana mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita?
Setelah balita ditimbang di buku KIA (kesehatan ibu dan anak)
atau kartu menuju sehat (KMS) maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak naik (lihat
perkembangannya)
Naik, bila:
 Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna pada KMS.
 Garis pertumbuhannya pindah ke pita warna di atasnya.
Tidak naik, bila:
 Garis pertumbuhannya menurun.
 Garis pertumbuhannya mendatar.
 Garis pertumbuhannya naik tetapi warna yang lebih muda.
Apa tanda-tanda balita gizi kurang?
 Berat badan tidak naik selama 3 bulan berturut-turut, badannya kurus.
 Mudah sakit.
 Tampak lesu dan lemah.
 Mudah menangis dan rewel.

4. Menggunakan air bersih.


 Terhindar dari gangguan penyakit seperti Diare, Kolera, Disentri, Thypus, Kecacingan, penyakit
mata, penyakit kulit atau keracunan.
 Setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.

5. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun
Mengapa harus mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun?
 Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila
digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam
tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit.
 Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan
kuman masih tertinggal di tangan.

Kapan saja harus mencuci tangan?


 Setiap kali tangan kita kotor (setelah; memegang uang, memegang binatang, berkebun, dll).
 Setelah buang air besar
 Setelah menceboki bayi atau anak
 Sebelum makan dan menyuapi anak
 Sebelum memegang makanan
 Sebelum menyusui bayi
Apa manfaat mencuci tangan?
 Membunuh kuman penyakit yang ada ditangan
 Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Kolera Disentri, Typus, kecacingan, penyakit kulit,
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Flu burung atau Severe Acute Respiratory Syndrome
(SARS).
 Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
 Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun.
 Bersihkan telapak, pergelangan tangan, sela-sela jari dan punggung tangan.
 Setelah itu keringkan dengan lap bersih.

6. Menggunakan jamban sehat


Tujuh Kriteria jamban sehat:
 Tidak mencemari air
 Tidak mencemari tanah permukaan
 Bebas dari serangga
 Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan
 Aman digunakan oleh pemakainya
 Mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya
 Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan

7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu

Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB): Adalah pemeriksaan tempat-tempat


perkembangbiakan nyamuk (tempat-tempat penampungan air) yang ada didalam rumah seperti
bak mandi/WC, vas bunga, tatakan kulkas, dll dan diluar rumah seperti talang air, alas pot
kembang, ketiak daun, lubang pohon, pagar bambu, dll yang dilakukan secara teratur sekali
dalam seminggu.

Apa yang pelu dilakukan agar Rumah Bebas Jentik?


 Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup,
Mengubur, plus Menghindari gigitan nyamuk).
 PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular berbagai
penyakit seperti Demam Berdarah Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (kaki gajah) di
tempat-tempat perkembangannya.
 3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas,
tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak control, lubang pohon,
lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban
bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua, plastik
kresek, dll).

8. Makan buah & sayur setiap hari

Karena buah-buahan serta sayuran banyak mengandung vitamin dan serat yang bagus untuk
pencernaan dan daya tahan tubuh.

9. Melakukan aktivitas fisik. setiap hari (olahraga seperti jalan santai, aerobic, bersepeda, bulu
tangkis, dan lain-lain sebaiknya selama 45 menit secara terus menerus karena bisa membakar
lemak yang berlebihan pada tubuh.

Olahraga yang rutin juga mengurangi resiko terkena penyakit jantung, hiperkolesterol, darah
tinggi, kencing manis dll)

10. Tidak merokok di dalam rumah

Rokok mengandung zat-zat beracun yang berbahaya bagi tubuh. Asap rokok dapat menggangu
saluran pernafasan. Asap rokok juga meningkatkan resiko terkena kanker.