Anda di halaman 1dari 16

`Sistem Tata nama (E) dan (Z)

Ditetapkan pada pemberian prioritas

F Cl Br I
Nomor atom 9 17 35 53

Naiknya prioritas

Contoh :

Br F Cl berprioritas Br Cl
tinggi daripada F
C=C C=C

I Cl I F

I berprioritas (E) – 1 bromo – 2 kloro


lebih tinggi 2 fluoro – 1 - iodo etena
daripada Br

Z = “Zusammen” bersama-sama (gugus berprioritas tinggi berada pada satu sisi)


E = “Entgegen” bersebrangan.

SENYAWA AROMATIK HETEROSIKLIK DAN POLISILIK

Beberapa senyawa aromatic selain benzen dapat dikelompokkan :


- Senyawa heterosiklik
- Senyawa polisiklik.

Contoh senyawa aromatik polisiklik.

Naffalen Antrasen Fenantren

Kebanyakan derivatnya berbentuk zat padat.


Naffalen – pengusir ngengat
Derivat naffalen : bahan bakar motor dan pelumas.

Sintetik misalnya dalam pembuatan zat warna.

NH2 NH2

N=N N=N

SO3Na NaO3S
Congo red

Senyawa heterosiklik : senyawa lingkar (siklik) yang atom-atom cincinnya terdiri


dari 2 atau lebih unsur berlainan  dapat bersifat aromatik.
± 1/3 literatur kimia organik membahas senyawa heterosiklik :
Contoh : OH

CH2CHCO2H CH2CH2N(CH3)2
NH2
N
N
H
H
Struktur : triptopan Halusianogen dlm jamur
serupa (asam amino) psilocybe

a. Tata nama senyawa Aromatik Polisiklik


Ditetapkan berdasarkan perjanjian dan tidak berubah bagaimanapun posisi
substituennya :
6
5 7
8 1 8 9 1 4
7 2 3 8
7 2

6 3 6 3 2 9
5 4 5 10 4 1 10
Naffalen Antrasen fenantren
Untuk naffalen tersubstitusi mono seringkali dinyatakan dengan huruf Yunani.

NO2
  NO2
 

 
 
1 – nitro naffalen 2 – nitronaffalen
( - nitro naffalen) ( - nitro naffalen)

Untuk Antrasen dan fenantren hanya digunakan sistem bilangan.

b. Pengikatan dalam senyawa aromatik polisiklik


Senyawa aromatik polisiklik harus memenuhi :
- Atom dalam cincin harus mempunyai orbital P yang tersedia untuk
pengikatan.
- Sistem cincin haruslah datar.
- Mengikuti aturan huckel : harus terdapat (4n + 2) elektron 

10 elektron  14 elektron  14 elektron 


(n = 2) (n = 3) (n = 3)

Panjang ikatan karbon-karbon tidak sama seperti pada benzen (C - C = 1,400A)

1,42A 0
C – C (etana) 1,54 A0
1,36A C = C (etilena) 1,34 A0
1,40A0

1,39A0

Elektron  nya tidak terbagi secara merata.


Karbon 1 – 2 pada Naffalen  mempunyai karakter ikatan
rangkap lebih banyak.

menunjukkan
1 k. rangkap
8 1
7 2

6 3
5 4

lebih disukai rumus tipe kekule daripada lingkaran untuk seny naffalen.

6
5 7
4
3 8 Br2

2 9
Br
1 10
Br
Karakter ikatan rangkap

C. Oksidasi Senyawa Aromatik Polisiklik


Benzen tidak mudah dioksidasi, naffalen dapat dioksidasi menjadi
produk sebagian besar aromatisitas dipertahankan.

masih punya cincin


benzenoid

V2O2 C OH - H2O

Udara C OH
Naffalen kalor

asam O – flalat anhidrida as flalat


CrO3
CH3CO2H

kalor

naffalen 1,4 nafta quinon (22%)

rendemen rendah

Antransen dan Fenantren dapat juga dioksidasi menjadi kuinon.

CrO3
H2SO4
kalor

antrasen 9,10 antrakuinon

CrO3
H2SO4
kalor

fenantren 9,10 fenantrakuinon (48%)

e. Reduksi Senyawa Aromatik Polisiklik

Na, CH3CH2OH Na, CH3CH2OH


tidak
kalor ada reaksi kalor

Na, CH3CH2OH

kalor

9,10 dihidroantrasen

Untuk menghidrogenasi aromatik polisiklik dengan lengkap (memerlukan kalor


dan tekanan).
+ 2H2
Pt

2250, 35 atm
+ 3H2
dekalin

f. Reaksi Substitusi Elektrofilik Naffalen


Sistem cincin aromatik polisiklik lebih reaktif terhadap serangan elektrofilik
daripada benzen.

Br
Br2
tanpa katalis 1 – Bromo Naffalen

NO2

HNO3, H2SO4
hangat 1 – Nitro Naffalen

SO3H

naffalen H2SO4 800C


as 1 – naffalen sulfonat

O=CCH3

CH3C Cl, AlCl3

Pada antrasen, fenantren dan senyawa-senyawa cincin terpadu yang lebih besar 
lebih reaktif daripada naffalen pada substitusi elektrofilik (diperoleh camp isomer
yang sukar dipisahkan)  : Reaksi-reaksi ini tak sepenting seperti reaksi naffalen.
Posisi substitusi pada naffalen  substitusi – 1 (disukai) :

Br - Br
Br Br

Tahap 1 + Tahap 2
Lambat cepat + H+

Zat antara

Struktur resonansi untuk zat antara substitusi – 1

x H Br H Br H Br

+ +

dua penyumbang utama


H Br H Br
+

Cincin benzene utuh dengan energi rendah. +

Untuk benzen ± 36 Kkal/mol  ion benzenonium 

Untuk Naffalen untuk berubah menjadi zat antara (diperlukan hilangnya sebagian
aromatik) hanya memerlukan energi 2,5 kkal/mol → Bromina si naffalen lebih
cepat.
Pada naffalen substitusi – 2 (tidak disukai)
Struktur resonansi zat antara substitusi-2 :
Br Br Br

H H H
+
+
hanya satu
penyumbang +
Br Br
utama
↓ H H
yang
+
benzenoidnya
utuh
SO3 H
+ SO3
8o0C

as – 1 – naffalen sulfonat (91%)

SO3 H

1600C

as – 2 – naffalen sulfonat (85%)

tolak menolak tolak menolak


H SO3H H H lebih kecil
H H G SO3H
H
G
H H H
H
H H H
H

as-1-naftalen sulfonat as-2-naftalensulfonat


kurang stabil lebih stabil

Pada 800C as-1 – naftalen sulfonat merupakan produknya → kendali kinetik (laju
relatf reaksi menentukan nisbah (rasio produk).
Pada 1600C – 1800C produknya as-2 naftalen sulfonat → kendali termodinamik
atau kendali keseimbangan (kestabilan produk menentukan nisbah produk HP-6.

4
5 3
4 3 4 3
6 2 5 2 5 2
1
1
1
piridin tiazola imidazola
Jika hanya mengandung satu heteroatom, huruf Yunani dapat digunakan
menandai posisi cincin.

 

 
1
2
Penamaan senyawa heterosiklik aromatik yang penting.

STRUKTUR NAMA STRUKTUR NAMA

Pirol Pirimidin
N

Furan
Kuinolin
O
N
Tiofena
Isokuinolin
S

S Tiazola
Indol
N

Imidazola
N
purin
N N

Piridin H
Heterosikel nitrogen yang merupakan senyawa aromatik stabil. Contoh :
SP3 tiap atom cincin
H H menyumbang 1 é 
atau
.. N
O
..

Elektron menyendiri
dalam orbital SP2

Orbital molekul 
berenergi terendah
dari piridin

E+ menyerang pada
+ cincin tidak disukai

piridin  mengandung satu nitrogen elektronegatif.


 polar. Sedangkan benzen yang bersifat simetris (non polar).

Nitrogen lebih elektronegatif daripada karbon  bagian lain cincin piridin


bersifat “Elektron deficient = tuna elektron  berarti atom-atom dalam cincin
mengemban muatan positif parsial  piridin mempunyai kereaktifan rendah
terhadap substitusi elektrofilik dibanding benzen.
 piridin membentuk kation dengan banyak asam lewis

+ menyebabkan cincin semakin


bersifat elektron deficient/
+ tuna elektron
FeBr3

Piridin tidak memiliki Alkilasi/Asilasi Friedel-Crafts. Brominasi pada temp tinggi,


jika berlangsung substitusi maka terjadi pada posisi 3 :
Br2 Br Br Br
+
3000

3 bromopiridin 3,5 dibromopiridin (26%)


Piridin bersifat basa pkb = 8,75 , kurang dari kebasaan amina alifatik (pkb  4).
e menyendiri R orbital Sp2, bukan orbital Sp3  tapi piridin menjalani banyak
reaksi seperti amina.

N+ HCl-
HCl
piridinium klorida

piridin CH3I N+ CH3I-


SN2 +

N-metil piridinium iodida.

Seperti benzen, cincin aromatik piridin bertahan terhadap oksidasi.

KMnO4 CO2H
CH3
H2O, H+

Toluena asam benzoat


CH3
KMnO4 H2O,H+ CO2H

3-metil piridin as 3. piridin karboksilat.


(As Nikotinat)  Vit B.

A. Substitusi Nukleofilik pada cincin Piridin


Nitrogen dalam piridin menarik rapat é dari bagian lain cincin itu.
 substitusi berlangsung pada posisi-2 diikuti posisi-4, posisi-3 tidak disukai :
Cl NH2
B.
NH2 NH2
Kalor
Br
Kalor
2-bromo piridin 2 amino NH2 4-kloropiridin 4-amino piridin
piridin
Substitusi 2 (disukai)

: NH3
- - H+ :- :- - Br-
NH2 .. NH2
NH2
Br Br Br
Br
.. .. ..
-

Substitusi 3 (tidak disukai)

Nitrogen tidak membantu menstabilkan muatan negatif  zat antaranya


memiliki energi yang tinggi  laju yang melewati zat antara lambat.
Reaksi berlangsung jika digunakan basa yang sangat kuat seperti reagensia litium/
ion amida (NH2-).
Dalam reaksi antara piridin dengan NH2-, produk awal ialah anion dari
2 amino piridin. Amina bebas diperoleh dengan pengolahan dengan air.

Tahap 1 (serangan NH2- dan hilangnya H2)

Tahap 2 (pengolahan dengan H2O

KUINOLIN & ISOKUINOLIN


Cincin nitrogen bersifat seperti piridin (basa lemah masing-masing PKB nya
9,1986)  mengalami “substitusi elektrofilik” lebih mudah daripada piridin pada
posisi 5 dan 8.

Kuinolin dan isokuinolin dapat menjalani “substitusi nukleofilik” posisi serangan


adalah α nitrogen dalam kedua sistem cincin seperti pada piridin :
Pirole, Senyawa Hetesikel Aromatik Lima Anggota
mempunyai 2e untuk disumbangkan ke
awan II Aromatik

Pirol tidak basa :

Tidak ada kation stabil.

Dalam cincin lima anggota, jumlah minimum é  tuk ke aromatikan = 6


(4n + 2  n = 1), ke 4 karbon menyumbangkan 1 é  atom N harus
menyumbang 2, 3é N membentuk ikatan tuk 2C & 1 H  ke 5é ikatan dari
nitrogen digunakan dalam pengikatan  sehingga nitrogen pirola tidak lagi
punya pasangan é menyendiri dan tuk bersifat basa.

 Atom N jadi tuna é  tidak basa.


Cincin pirola memp 6 é  u hanya 5 atom cincin
 cincin kaya akan é  bermuatan negative parsial.
Substitusi elektrofilik pada Cincin Pirola
2 (Nitrasi) yang disukai :

Struktur-struktur resonansi untuk zat antara

3 (Nitrasi) tidak disukai :

Struktur-struktur resonansi untuk zat antara