Anda di halaman 1dari 8

Pemanfaatan Sifat Magnet (Prinsip Elektromagnet dalam Bel Listrik, Relai, dan

Telepon)

Bagaimana rongsokan logam dapat diangkat oleh mesin pengangkat rongsokan?


Mesin pengangkat rongsokan menggunakan prinsip elektromagnet untuk mengangkat
logamlogam rongsokan. Hal tersebut dapat terjadi karena baja yang terdapat di dalam alat
tersebut dililit kumparan, kemudian dialiri arus listrik sehingga baja tersebut menjadi magnet.
Perhatikan gambar pemanfaatan sifat kemagnetan dibawah ini:

Selain digunakan dalam alat pengangkat rongsokan logam, prinsip elektromagnet


digunakan juga dalam bel listrik, relai, dan telepon.
1. Prinsip Elektromagnet dalam Bel Listrik
Pernah melihat bel listrik? Perhatikan skema bel listrik pada gambar berikut:

Bel listrik terdiri atas beberapa bagian, yaitu sebagai berikut.


a. Besi berbentuk huruf U yang dililit kawat berfungsi sebagai magnet ketika diberi arus
listrik.
b. Interuptor yang berfungsi sebagai pemutus arus.
c. Jangkar besi lunak yang dihubungkan dengan pegas baja.
d. Besi yang berfungsi sebagai bel.
e. Saklar tekan.
f. Baterai sebagai sumber tegangan.
Ketika saklar ditekan, arus listrik dari baterai mengalir melalui interuptor lalu menuju
pegas baja dan akhirnya sampai di kumparan. Ketika kumparan dialiri arus listrik, kumparan
tersebut menjadi magnet (elektromagnet) dan menarik jangkar besi lunak sehingga jangkar
tersebut memukul bel dan menghasilkan bunyi. Sesaat setelah jangkar besi lunak ditarik oleh
elektromagnet, arus listrik yang mengalir melalui interuptor terputus. Terhentinya arus listrik
yang mengalir menuju kumparan menyebabkan kumparan kehilangan sifat kemagnetannya
sehingga pegas baja menarik jangkar besi lunak pada keadaan semula. Setelah kembali ke
kedudukan semula, interuptor terhubung kembali dengan arus listrik dari baterai sehingga
kumparan menjadi magnet dan proses yang sama akan terulang kembali. Proses ini terjadi
secara berulang-ulang sehingga bel terus menghasilkan bunyi sampai saklar kembali ditekan
untuk memutuskan arus dari baterai.

2. Prinsip Elektromagnet dalam Relai


Relai adalah alat elektronika yang dapat menghubungkan atau memutuskan arus
listrik yang besar dengan memanfaatkan arus listrik yang kecil. Relai merupakan saklar yang
bekerja dengan menggunakan prinsip elektromagnet.
Pernah melihat sebuah relai? Perhatikan bentuk relai dan skema relai pada gambar dibawah
ini:

Ketika ada arus lemah yang mengalir melalui kumparan, inti besi lunak akan menjadi
magnet. Setelah menjadi magnet, inti besi tersebut menarik jangkar besi lunak sehingga
kontak saklar akan terhubung dan arus listrik kuat dapat mengalir. Kontak saklar akan
terputus jika arus lemah yang masuk melalui kumparan diputuskan.

Pada relai terdapat dua buah rangkaian yang terpisah. Rangkaian pertama adalah
rangkaian yang menghubungkan arus lemah dengan elektromagnet pada relai. Rangkaian
kedua adalah rangkaian yang memanfaatkan kontak saklar pada relai untuk memutuskan atau
menghubungkan arus listrik kuat yang terhubung dengan alat listrik lainnya, seperti motor
listrik atau lampu.

3. Prinsip Elektromagnet dalam Telepon


Telepon terdiri atas dua bagian utama, yaitu pesawat pengirim dan pesawat penerima.
Telepon bekerja dengan cara mengubah gelombang suara menjadi getaran-getaran listrik.
Bagaimanakah hal tersebut dapat terjadi? Ketika kamu berbicara pada pesawat pengirim
melalui mikrofon, tekanan suaramu menekan diafragma aluminium sehingga serbuk-serbuk
karbon tertekan. Akibatnya, hambatan serbuk karbon berubah-ubah sesuai dengan tekanan
suaramu. Perubahan hambatan ini menyebabkan besarnya arus yang mengalir melalui
rangkaian ikut berubah mengikuti perubahan tekanan suara. Perubahan besar arus yang
mengalir tersebut diubah menjadi sinyal yang akan dikirimkan ke pesawat penerima.

Pada pesawat penerima, sinyal listrik diubah kembali menjadi tekanan-tekanan suara.
Akibatnya, diafragma besi yang ada dalam pesawat penerima terdorong dan menghasilkan
tekanan suara yang sama dengan tekanan suara yang dikirimkan mikrofon.
CARA MENGHILANGKAN KEMAGNETAN BAHAN

Sebuah magnet akan hilang sifat kemagnetannya jika:


1. Magnet dipanasakan hingga berpijar atau dibakar
Pemanasan pada magnet menyebabkan sifat kemagnetannya berkurang atau bahkan
hilang. Hal ini terjadi karena tambahan energi akibat pemanasan menyebabkan
partikel-partikel bahan bergerak lebih cepat dan lebih acak, maka sebagian magnet
elementernya tidak lagi menunjuk arah yang sama seperti semula. Bahkan setiap benda
di atas suhu tertentu sama sekali tidak dapat dibuat menjadi magnet.
2. Magnet dipukul atau ditempa hingga bentuknya berubah atau rusak
Magnet yang mengalami pemukulan akan menyebabkan perubahan susunan magnet
elementernya. Akibat pemanasan dan pemukulan magnet elementer menjadi tidak
teratur dan tidak searah. Magnet-magnet elementer yang tadinya segaris (searah)
menjadi berarah sembarangan, sehingga benda kehilangan sifat magnetiknya.
3. Magnet diletakkan pada solenoida(kumparan kawat berbentuk tabung panjang dengan
lilitan yang sangat rapat) dan dialiri arus listrik bolak-balik (AC).
Penggunaan arus AC menyebabkan arah arus listrik yang selalu berubah-ubah.
Perubahan arah arus listrik memengaruhi letak dan arah magnet elementer. Apabila
letak dan arah magnet elementer berubah, sifat kemagnetannya hilang.
Besi mudah kehilangan sifat kemagnetnnya, sedangkan baja sukar kehilangan
kemagnetannya. Hal itu disebabkan magnet-magnet elementer dalam besi lebih mudah
berputar dibandingkan dengan magnet elementer dalam baja. Baja lebih sukar
dijadikan magnet. Kemagnetannya bersifat tetap. Kemagnetan besi bersifat sementara
karena susunan magnet-magnetelementernya mudah menjadi ajak.
MEDAN MAGNET

Medan magnet adalah daerah yang ada di sekitar magnet dimana objek-objek
magnetik lain dapat terpengaruh oleh gaya magnetismenya. Benda magnetik selalu mencoba
untuk mengarahkan diri selaras dengan pengaruh medan magnet disekitarnya. Makin kuat
daya megnetisme yang dimiliki oleh suatu benda, maka makin luas pula cangkupan medan
magnetnya.
Keberadaan magnet dapat terlihat dengan perubahan kedudukan serbuk besi
sebagaimana percobaan Oersted. Yang kemudian digambarkan menurut kaidah tangan kanan.
Medan magnetik juga terjadi di sekitar kawat berarus listrik sebagaimana percobaan Oersted.
Akibat Pengaruh magnetik terhadap benda lain dinamakan Induksi Magnetik. Misal kawat
lurus berarus listrik mengalirkan medan magnet yang kuat. Adapun pengaruh kuat medan
magnet akibat arus listrik dan menghasilkan gaya dorong dinyatakan menurut kaidah tangan
kiri.

Bumi adalah sebuah magnet raksasa yang terkuat di bagian kutubnya. Medan
magnet bumi yang paling besar terkumpul di kutub utara dan kutub selatan bumi. Medan
magnet bumi menyimpang jauh di sisi ruang angkasa yang membelakangi matahari.
Penyimpangan tersebut disebabkan oleh adanya angin surya.

Untuk mengukur kekuatan medan magnet digunakan magnetometer. Biasanya alat


ini digantungkan diekor pesawat untuk bisa mendeteksi perubahan medan magnet bumi.
INDUKSI MAGNET

Induksi Magnet adalah kuat medan magnet akibat adanya arus listrik yang mengalir dalam
konduktor.
Adanya kuat medan magnetik di sekitar konduktor berarus listrik diselidiki pertama kali oleh
Hans Christian (Denmark, 1774 – 1851).
Jika jarum kompas diletakkan sejajar dengan konduktor, maka konduktor itu akan dialiri arus
listrik. Bila arah arus dibalik, maka penyimpangannya juga berbalik.

Selanjutnya, secara teoritis laplace (1749 – 1827) menyatakan bahwa kuat medan magnet
atau induksi magnet di sekitar arus listrik sebagai berikut :
a. Berbanding lurus dengan arus listrik
b. Berbanding lurus dengan panjang kawat penghantar
c. erbanding terbalik dengan kuadrat arak suatu titik dari kawat penghantar itu
d. Arah induksi magnet tersebut tegak lurus dengan bidang yang dilalui arus listrik.

Membuat magnet dengan cara induksi dapat dilakukan dengan menempelkan atau
mendekatkan logam yang mengandung partikel besi pada magnet yang ada.

Michael Faraday (1791-1867), seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris, membuat hipotesis


(dugaan) bahwa medan magnet seharusnya dapat menimbulkan arus listrik. Untuk
membuktikan kebenaran hipotesis Faraday. Berdasarkan percobaan, ditunjukkan bahwa
gerakan magnet di dalam kumparan menyebabkan jarum galvanometer menyimpang. Jika
kutub utara magnet digerakkan mendekati kumparan, jarum galvanometer menyimpang ke
kanan. Jika magnet diam dalam kumparan, jarum galvanometer tidak menyimpang. Jika
kutub utara magnet digerakkan menjauhi kumparan, jarum galvanometer menyimpang ke
kiri. Penyimpangan jarum galvanometer tersebut menunjukkan bahwa pada kedua ujung
kumparan terdapat arus listrik.

Peristiwa timbulnya arus listrik seperti itulah yang disebut induksi elektromagnetik. Adapun
beda potensial yang timbul pada ujung kumparan disebut gaya gerak listrik (GGL) induksi.
Terjadinya GGL induksi dapat dijelaskan seperti berikut. Jika kutub utara magnet didekatkan
ke kumparan. Jumlah garis gaya yang masuk kumparan makin banyak.

Perubahan jumlah garis gaya itulah yang menyebabkan terjadinya penyimpangan jarum
galvanometer. Hal yang sama juga akan terjadi jika magnet digerakkan keluar dari kumparan.
Akan tetapi, arah simpangan jarum galvanometer berlawanan dengan penyimpangan semula.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyebab timbulnya GGL induksi adalah
perubahan garis gaya magnet yang dilingkupi oleh kumparan.

Menurut Faraday, besar GGL induksi pada kedua ujung kumparan sebanding dengan laju
perubahan fluks magnetik yang dilingkupi kumparan. Artinya, makin cepat terjadinya
perubahan fluks magnetik, makin besar GGL induksi yang timbul. Adapun yang dimaksud
fluks nmgnetik adalah banyaknya garis gaya magnet yang menembus suatu bidang.

Sebuah lingkaran atau kumparan dari bahan konduktif seperti tembaga, yang membawa arus
bolak-balik (AC), adalah struktur yang sangat efisien untuk menghasilkan atau menangkap
medan magnet. Jika loop konduktif terhubung ke sumber listrik AC, akan menghasilkan
medan magnet yang berosilasi di sekitar loop. Saat loop kedua berada cukup dekat dengan
yang pertama, memungkinkan loop pertama menangkap beberapa bagian dari medan magnet
yang berosilasi, yang pada gilirannya, menghasilkan atau menginduksi arus listrik di
kumparan kedua. Beberapa contoh umum perangkat berdasarkan induksi magnetik adalah
listrik transformer dan generator listrik.