Anda di halaman 1dari 15

A.

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja termasuk kolostrum tanpa tambahan
apapun sejak dari lahir, dengan kata lain pemberian susu formula, air matang, air
gula dan madu untuk bayi baru lahir, untuk bayi baru lahir tidak dibenarkan untuk
memasyarakatkan pemberian ASI sejak dini diperlkan faktor-faktor pendukung
yang terus menerus mengupayakan keberhasilan menyesui, yang antara lain
bergantung pada peran yang dilakukan oleh elemen dan faktor berikut ini :

1. peranan petugas kesehatan

2. peran rumah sakit dan pemerintah.

3. peran fisik ibu

4. faktor keluarga

5. faktor masyarakat

6. faktor bayi

Air susu ibu ( ASI) merupakan nutrisi alamiah trerbaik bagi bayi karena
mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama 6 bulan pertama
kehidupan bayi. Namun, adakalanya seorang ibu mengalami masalah dalam
pemberian ASI. Kendala yang utama adalah karena produksi ASI tidak lancar.

B. Tanda Bayi cukup ASI

a. Bayi kencing setidaknya 6 kali dalam 24 jam dan warnanya jernih sampai
kuning muda. dan setidaknya minimal menghabiskan 6 popok basah tiap
harinya.
b. Bayi 2 kali atau lebih buang air besar saat bayi sudah berumur beberapa
hari dengan tinja berwarna kuning atau gelap dan mulai berwarna lebih
cerah setelah hari ke 15.
c. Bayi menyusu lebih sering,setiap 2-3 jam atau 8-12 kali dalam sehari
d. Bayi tampak rileks dan puas setelah menyusu dan akan melepas sendiri
mulutnya dari payudara ibu
e. Bayi biasanya akan tertidur setelah menyusui karena ASI memicu
produksi hormon endorfin yang merangsang untuk tidur
f. Bayi akan tertidur nyenyak dan segar saat terbangun
g. Bayi tampak sehat,warna kulit dan turgor baik,anak cukup aktif.
h. Bayi bertambah berat badannya rata-rata 500-1000 gram setiap bulan pada
trimester 1 (1-12 minggu),lalu akan bertambah sekitar 600 gram setiap
bulan pada trimester 2 ( 13-28 minggu) dan bertambah 400-500 gram
setiap bulan pada trimester 3 (28-40 minggu).

C. Masalah pemberian ASI pada bayi

1. Bayi banyak menangis atau rewel


Penanganan:

a) Jelaskan bahwa hal ini tidak selalu terkait dengan gangguan pemberian
ASI.
b) Periksa popok bayi, mungkin basah .
c) Gendong bayi, mungkin perlu perhatian .
d) Susui bayi. Beberapa bayi membutuhkan lebih banyak minum dari pada
bayi lainnya.

2. Bayi tidak tidur sepanjang malam


Penanganan:

a) Merupakan proses alamiah, karena bayi muda perlu menyusui lebih sering.
b) Tidurkan bayi disamping ibu dan lebih sering disusui pada malam hari.
c) Jangan berikan makanan lain .

3. Bayi menolak untuk menyusui


Penanganan:

a) Mungkin bayi bingung puting , karena sudah diberi susu botol.


b) Tetap berikan hanya ASI (tunggu sampai bayi betul – betul lapar )
c) Berikan perhatian dan kasih sayang .
d) Pastikan bayi menyusu sampai air susu habis .
e) Bila perlu dirujuk .

4. Bayi bingung puting


Penanganan:

a) Jangan mudah mengganti ASI dengan susu formula tanpa indikasi medis
yang tepat.
b) Ajarkan ibu posisi dan cara melekat yang benar.
c) Secara bertahap tawarkan selalu payudara setiap kali bayi menunjukan
keinginan untuk minum .
d) ASI tetap dapat di perah dan diberikan pada bayi dengan cangkir atau
sendok, sampai bayi dapat kembali menyusu. Bila ada indikasi medis
dapat diberikan susu formula.Jangan menggunakan botol, dot dan
kempeng

5. Bayi prematur dan bayi kecil(BBLR


Penanganan:

a) Berikan ASI sesering mungkin walaupun waktu menyusuinya pendek –


pendek . BBLR minum setidaknya setiap 2 jam
b) Jika belum bbisa menyusu, ASI dikeluarkan dengan tangan atau
pompa.Berikan ASI dengan sendok atau cangkir .
c) Untuk merangsang menghisap,sentuh langit – langit bayi dengan jari ibu
yang bersih

6. Bayi kuning(ikterus)
Penanganan:

a) Mulai menyusui segera setelah bayi lahir.


b) Susui bayi sesering mungkin tanpa dibatasi, ASI membantu bayi
mengatasi kuning lebih cepat .

7. Bayi sakit

Penanganan: Teruskan menyusui, bila perlu rujuk

8. Bayi sumbing
Penanganan:
a) Posisi bayi duduk .
b) Ibu jari ibu dapat dipakai sebagai penyumbat celah pada bibir bayi.
c) Jika sumbing pada bibir dan langit – langit , ASI dikeluarkan dengan cara
manual ataupun pompa kemuadian diberikan dengan sendok atau pipet
atau botol dengan dot panjang sehingga ASI dapat masuk dengan
sempurna. Dengan cara ini bayi akan belajar menghisap dan menelan ASI,
menyesuaikan dengan pernafasannya.

9. Bayi kembar
Penanganan:

a) Posisi yang mudah adalah dibawah lengan (underarn)


b) Paling baik kedua bayi disusui secara bersamaan.
c) Susui lebih sering selama waktu yang diinginkan masing-masing bayi,
umumnya,> 20 menit.

10. Bayi tertidur lama

Penanganan:

Jika bayi selalu mengantuk dan tetap tertidur meskipun saat menyusu
terakhir telah lewat dari 3 jam yangb lalu, ibu dapat mencoba
menyusuinya dengan cara :
a) Letakkan bayi didada ibu sesering mungkin sehingga dapat melihat tanda-
tanda bayi mulai terjaga dan dapat segera menawarinya segera menyusu.
b) Redupkan cahaya dalam ruangan agar bayi mau membuka matanya.
c) Bangunkan bayi dengan cara :
 Berbicara dengan bayi
 Membuka selimut atau pakaian bayi
 Mengusap-usap wajah dan tubuh bayi
 Memandikan bayi
d) Rangsangan refleks rotting bayi dengan menyentuhkannya puting ibu ke
pipinya.
e) Teteskan ASI perah ke mulut bayi
f) Setiap gerakan memerah ASI dari mulut bayi berkurang, gerakan payudara
ke arah langit-langit mulut bayi

D.masalah pemberian ASI pada ibu

1. Ibu khawatir bahwa ASI-nya tidak cukup untuk bayi(sindrom ASI kurang)
Penanganan:

a) Katakan pada ibu bahwa semakin sering menyusui,semakin banyak air


susu yang di produksi.
b) Susui bayi setiap minta,jangan biarkan lebih dari 2 jam tanpa
menyusui,biarkan bayi menyusui sampai payudara terasa kosong.berikan
ASI dari kedua payudara.
c) Hindari pemberian makanan atau minuman selain ASI.

2. Ibu mengatakan bahwa air susunya tidak keluar


Penanganan:

a) Jelaskan cara memproduksi dan mengeluarkan ASI . pada 3 hari pertama


pasca bersalin, hormon kehamilan masih tinggi sehingga aliran ASI masih
sedikit, N amun kebutuhan bayi pada 3 hari pertama memang hanya
berkisar 2-20 mI tiap kali menyusu.
b) Susui sesuai keinginan bayi dan lebih sering
c) Jangan biarkan lebih dari 2 jam tanpa menyusui

3. Puting Susu Lecet


Penyebab lecet tersebut adalah sebagai berikut:
a) Kesalahan dalaam yeknik menyusui,bayi tidak menyusui sampai areola
tertutup oleh mulut bayi.Bila bayi hanyaa menyusu pada puting
susu,maka bayi akan mendapat ASI sedikit,karena gusi bayi tidak
menekan pada sinus latiferus,sedangkan pada ibunya akan menjadi
nyeri/lecet pada puting susu.
b) Monoaliasis pada mulut bayi yang menular pada puting susu ibu.
c) Akibaat dari pemakaian sabun,alkohol,krim atau zat iritan lainnya
untuk mencuci puting susu.
d) Bayi dengan lidah yang pendek(frenulum lingue),sehingga
menyebabkan bayi sulit mengisap sampai ke kalang payudara dan
isapan hanya pada puting susu saja.
e) Rasa nyeri juga dapat timbul apabila ibu menghentikan menyusui
dengan kurang berhati-hati

Penanganan:
a) Bayi harus disusukan terlebih dahulu pada puting yang normal yang
lecetnya sedikit. Untuk menghindari tekanan lokal pada puting,maka
posisi menyusu harus sering diubah. Untuk puting yang sakit dianjurkan
mengurangi frekuensi dan lamanya menyusui. Di samping itu,kita harus
yakin bahwa teknik menusui yang digunakan bayi benar,yaitu harus
menyusu sampai ke kalang payudara. Untuk mengindari payudara
bengkak,ASI dikeluarkan dengan tangan pompa,kemudian diberiakn
dengan sendok,gelas,dan pipet.
b) Setiap kali selesai menyusui,bekas ASI tidak perlu dibersihkan, tetapi
diangin-anginkan sebentar agar melembutkan puting sekaligus anti-infeksi
c) Jangan menggunakan sabun,alkohol,atau zat iritan lainnya untuk
membersihkan payudara
d) Pada puting susu bisa dibubuhkan minyak lanolin atau minyak kelapa
yang telah dimasak terlebih dahulu
e) Menyusui sering(8-12 kali dalam 24 jam), sehingga payudara tidak terlalu
penuh dan bayi tidak begitu lapar juga tidak menyusu terlalu rakus
f) Periksalah apakah bayi tidak menderita moniliasis yang dapat
menyevbabkan lecet pada puting ibu. Jika ditemukan gejala moniliasis
dapat diberikan ntistanin
g) Jika puting lecet ringan maka bisa dibantu dengan mengoleskan ASI
sedikit pada areola dan puting tiap selesai menyusui
h) Berikan parasetamol 1 tablet tiap 4-6 jam untuk menghilang nyeri.
i) Apabila kulit tampak merah, berkilat,bersisik,gatal daan nyeri,maka
dicurigai adanya infeksi jamur atau candidiasis pada puting payudara dan
obati dengan mengoleskaan krim nistatin 4x sehari setelah menyusui
teruskan pemberian sampai 7 hari setelah sembuh.untuk bayi, berikan
nistatin drop 4x 0,5 ml ke mulut bayi,setelah menyusu atau selama ibu
diobati

Pencegahan:
a) Membersihkan payudara sekali sehari saja dan hindari pemakainan
sabun,alkohol atau zat irritan lainnya
b) Sebaiknya untuk melepaskan puting dari isapan bayi pada saat bayi selesai
menyusu,tidak dengan memaksa menarik puting,tetapi dengan menekan
dagu atau memasukan jari kelingking yang ersih ke mulut bayi
c) Posisi menyusu harus benar,yaitu sampai ke kalang payudara dan
menggunakan kedua payudara

4. Ibu memiliki puting datar/ tenggelam.

Penanganan:

a) Tidak perlu memperbaiki kondisi puting sebelum persalinan.


b) Ajari posisi dan cara perlekatan yang benar.
c) Ibu dan bayi perlu sesering mungkin melakukan kontak kulit dengan kulit
untuk memberi kesempatan pada bayi menemukan sendiri posisi Cara
yang paling nyaman baginya untuk mnyusu.
d) Bila bayi belum dapat melekat dengan baik pada minggu-minggu pertama,
ibu dapat memerah ASI dan meberinya dengan gelas.
e) Bisa juga mengguankan dengan spuit 10-30 ml yang dipotong ujungnya
sehingga pendorong spuit bisa dimasukkan dari ujung tersebut. Ujung sisi
yang tidak di potong dapat diletakkan ke areola ibu dan pendorong, spuit
ditarik untuk merangsang penonjolan puting sebelum menyusuii.
f) Seiring dengan pertumbuhan bayi, mulut bayi menjadi lebih besar dan
ketrampilannya untuk menyusupun meningkat.
Hindari penggunaan botol susu dan dot/kempeng karena hanya akan
menghalangi bayi untuk mampu menyusu.

5. Ibu mengeluh payudara terlalu penuh dan terasa sakit (payudara bengkak)

Penyebab:

Pembengkakan payudara terjadi karena ASI tidak disussui dengaan


adekuat,sehingga sisa ASI terkumpul pada sistem duktus yang mengakibatkan
terjadinya pembengkakan. Payudara bengkak ini sering terjadi pada hari ketiga
atau keempat sesudah melahirkan. Statis pada pembuluh darh dan limfe akan
mengakibatkan meningkatnya tekanan intrakaudal, yang akan mempengaruhi
segmen pada payudara,sehingga tekanan seluruh payudara meningkat. Akibatnya,
payudara sering terasa terasa penuh,tegang,serta nyeri.

Gejala:

Payudara yang mengalami pembengkakan tersebut sangat sulit disusui oleh


bayi,karena kaalang paayudara lebih menonjol,puting lebih datardan sulit diisap
oleh bayi,kulit pada payudara nampak mengkilap ibu merasa demam dan
payudara terasa nyeri. Oleh karena itu, sebelum disusukan pada bayi,ASI harus
diperas dengan taangan atau pompa terlebih dahulu agar payudara lebih lunak dan
bayi lebih mudah menyusu.

Penanganan:

a) Usahakan menyusui sampai payudara kosong.


b) Kompres payudara dengan air dingin untuk mengurangi statis pembuluh
darah vena dan mengurangi rasa nyeri. Bisa dilakukan selang-seling
dengan kompres panas untuk melancarkan pembuluh darah selama 5
menit. Urut payudara dari arah pangkal menuju puting.
c) Masase payudara dan bantu ibu untuk memerah ASI sebelum menyusui
d) Susu bayi sesegera mungkin( setiap 2-3 jam) setelah payudara ibu terasa
lebih lembut. Apabila bayi tidak dapat menyusu, keluarkan ASI dan
minumkan kepada bayi. Kompres payudara dengan kain dingin setelah
menyusui, keringkan payudara.
e) Jika masih sakit, perlu dicek apakah terjadi mastitis

Pencegahan:

a) Apabila memungkinkan,susukan bayi segera setelah lahir


b) Susukan bayi tanpa jadwal .
c) Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa, bila produksi ASI melebihi
kebutuhan bayi
d) Melakukan perawatan pascapersalinan secara teratur.

6. Saluran susu tersumbat

Penyebab:

a) Tekanan jari ibu yang terlalu kuat pada waktu menyusui


b) Pemakaian bra yang terlalu ketat.
c) Komplikasi payudara bengkak, yaitu susu terkumpul tidak segera
dikeluarkan sehingga terbentuklah sumbatan.
Gejala:
a) Pada wanita yang kurus, gejalanya terlihat dengan jelas dan lunak pada
perabaan
b) Payudara pada daerah yang mengalami penyumbatan terasa nyeri dan
bengkak yang terlokalisir.

Penanganan:
a) Untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak, dapat dilakukan masase
serta kompres panas dan dingin secara bergantian
b) Bila payudara masih terasa penuh, ibu dianjurkan untuk mengeluarkan
ASI dengan tangan atau dengan pompa setiap kali selesai menyusui.
c) Ubah-ubah posisi menyusui untuk melancarkan aliran ASI.

Pencegahan:
a) Perawatan payudara pascapersalinan secara teratur, untuk menghindari
statis aliran ASI.
b) Posisi menyusui yang di ubah-ubah
c) Mengenakan bra yang menyangga bukan yang menekan

7. Ibu sakit dan tidak mau menyusui bayinya


Penanganan:

a) Ibu yang menderita batuk pilek demam (selesma), diare atau penyakit
ringan lainnya dapat tetap menyusui bayinya. ASI saat ibu sakit ringan
tidak berbahaya, justru ,memberikan kekebalan pada bayi terhadap
penyakit yang sedang diderita ibu.
b) Tidurkan bayi disamping ibu dan motivasi ibu supaya tetap menyusui
bayi.
c) Jelaskan bahwa ibu dapat, minum obat yag aman untuk ibu menyusui.
Susui bayi sebelum ibu minum obat.
d) Ibu jangan minum obat tanpa sepengetahuan dokter / bidan, karena
mungkin dapat membahayakan bayi.

8. Ibu bekerja
Penanganan:

a) Susui bayi pagi hari sebelum berangkat kerja, segera setelah pulang
kerumah dan lebih sering pada malam hari.
b) Jika ada tempat penitipan bayi ditempat kerja, susui bayio sesuai jadwal.
Jika tidak ada, perah ASI ditempat bekerja.
c) ASI perah disimpan untuk dibawa pulang, atau dikirim ke rumah
d) Pastikan pengasuh memberikan ASI perah dengan cangkir atau sendok.
9. Ibu pasca bedah cesarea
Penanganan:

a) Tumbuhkan rasa percaya ibu. Bedah kaisar tidak mempengaruhi produksi


ASI . ibu tetap dapat ,menyusui segera setelah bayi lahir ( melakukan
IMD), tetap dapat menyusui hiongga usia 2 gtahun atau lebih.
b) Komunikasikan pada ibu dan keluarga bahwa IMD pada bayi lahir dari
bedah kaisar umumnya memerlukan waktu sedikit lebih lama.
c) Posisi menyusui perlu disesuaikan denga posisi yang paling nyaman bagi
ibu terkait dengan nyeri pada luka operasi. Posisi menyusui dengan
sambil tidur miring dapat dilakukan dengan posisi dada bayi berhadapan
dengan dada ibu. Setelah 24 jam umumnya ibu boleh bergerak lebih
leluasa, termasuk duduk, sehingga ibu bisa menyusui sambil duduk.
d) Rasa sakit yang berlebihan setelah operasi dapat mempengaruhi
kepercayaan dari diri ibu untuk menyusui, ingatkan ibu untuk
mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, termasuk obat anti nyeri.

10. Mastitis / radang pada payudara

Penyebab:
a) Payudara bengakak yang tidak disusui secara adekuat,akhirnya terjadi
mastitis.
b) Puting lecet akan memudahkan masuknya kuman dan terjadinya payudara
bengkak.
c) Bra yang terlalu ketat mengakibatkan segmental engorgement, jika tidak
disusui dengan adekuat, maka bisa terjadi mastitis
d) Ibu yang dietnya buruk,kurang istrirahat dan anemia akan mudah terkena
infeksi.

Gejala :
a) Bengkak,nyeri pada seluruh payudara/nyeri lokal
b) Kemerahan pada seluruh payudara atau lokal
c) Payudra keras dan berbenjol-benjol
d) Panas badan dan rasa sakit umum.

Penanganan:
a) Berikan antibiotik
b) Beri obat penghilang anti nyeri
c) Kompres hangat
d) Tetap berikan ASI dengan posisi yang benar sehingga bayi dapat
menghisap dengan baik.

11. Abses Payudara

abses merupakan komplikasi dari matitis. Hal ini disebabkan karena meluasnya
peradangan dalam payudara tersebut.
Gejala:
a) Ibu tampak lebih parah sakitnya
b) Payudara lebih merah dan mengkilap
c) Benjolan lebih lunak karena berisi nanah, sehingga perlu diinsisi untuk
mengeluarkan nanah tersebut
Penanganan:
a) Teknik menyusui yang benar
b) Kompres air hangat dan dingin
c) Susukan di payudara yang sehat
d) Senam laktasi
e) Jika telah terjadi abses, sebaiknya payudara yang sakit tidak disusukan,
tetapi ASI hrus tetap dikeluarkan dengan diperah untuk membantu proses
penyembuhan dan menjaga produksi ASI.
f) Rujuk
g) Penegluaran nanah dan pemebrian antibiotik bila abses bertambah