Anda di halaman 1dari 1

Kata kata menghina dikirimkan melalui surat.

Harus orang itu sendiri yang dituju kalau yang dikirim


adalah orang lain, lalu mengadukan kepadanya, tidak dapat dituntut.

A mengirim surat kepada B, yang mengatakan C adalah “Bajingan”. Lalu B melaporkan kepada C, bukan
merupakan penghinaan.

Pasal 316:

“Pidana yang ditentukan dalam pasal-pasal sebelumnya dalam bab ini, dapat ditambah dengan sepertiga,
jika yang dihina adalah seorang pejabat pada waktu atau karena menjalankan tugasnya yang sah”.

4. Pasal 317: “Pengaduan Fitnah”

(1) Barangsiapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik
secara tertulis maupun untuk dituliskan tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya
terserang, diancam karena melakukan pengaduan fitnah, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

(2) Pencabutan hak-hak tersebut dalam Pasal 35 No. 1-3 dapat dijatuhkan.

Pengaduan atau pemberitahuan yang dijatuhkan itu, baik secara tertulis maupun lisan dengan permintaan
supaya ditulis harus sengaja palsu. Pemberitahuan yang keliru atau kurang tepat (tidak sengaja) tidak
dihukum.

Termasuk dalam Pasal ini adalah pengaduan yang dikenal dengan nama “surat kaleng”. Karena dalam
Pasal ini tidak mensyaratkan adanya tanda tangan dari yang mengadakan. Penarikan di kemudian hari dari
pengaduan atau pemberitahuan tersebut, tidak dapat membebaskan pelakunya dari tuntutan pidana.

Tindak pidana yang diatur dalam Pasal 317 KUHP ini hampir sama dengan tindak pidana yang diatur
dalam Pasal 220 KUHP: “Barangsiapa memberitahukan atau mengadakan bahwa dilakukan suatu
perbuatan pidana, padahal mengetahui bahwa dilakukan suatu pidana, padahal mengetahui bahwa tidak
dilakukan itu, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan” (Pengaduan Palsu).
Kesamaan Pasal 317 dengan Pasal 220 adalah sama-sama adanya laporan atau pengaduan yang bersifat
palsu (tidak benar).