Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan:
1. Skala nyeri sebelum perangsangan auditori murrotal rata-rata 4.80 (nyeri
berat), skala nyeri terendah adalah 2 (nyeri ringan ) dan skala nyeri tertinggi 7
(nyeri sangat berat ) sedangkan skala nyeri setelah perangsangan auditori
murrotal rata-rata 2.87 (nyeri sedang), skala terendah 1 (nyeri ringan) dan
skala tertinggi adalah 5 (derajat berat).
2. Perubahan intensitas nyeri setelah perangsangan auditori murrotal (Ayat-ayat
suci al-qur’an) rata-rata nyeri 1.9 (nyeri ringan) dan skala nyeri maksimal
adalah 4 (nyeri sedang) dan penurunan nyeri rata-rata 40.2%.
3. Ada pengaruh perangsangan auditori murrotal (Ayat-ayat suci al-qur’an)
terhadap nyeri pada pasien yang terpasang ventilator mekanik.

B. Saran
1. Perawat
Perawat dapat memilih intervensi keperawatan mandiri (management nyeri
non pharmacologic) untuk mengatasi nyeri pada pasien yang terpasang
ventilator mekanik dengan musik antara lain dengan pemberian
perangsangan auditori murrotal (Ayat-ayat suci al-qur’an).
2. Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
a. Membuat Standart Prosedur Operasional (SPO) implementasi
management nyeri non pharmakologic dengan perangsangan auditori
murrotal.
b. Menyediakan fasilitas MP3 dan Headset untuk sarana auditori murrotal
dalam memberikan pelayanan untuk pasien kritis terutama di ruang ICU.
c. Menerapkan terapi pemberian perangsangan auditori murrotal (Ayat-ayat
suci al-qur’an) sebagai terapi non pharmacologic yang diberikan secara
umum kepada pasien yang dirawat di ICU dan secara khusus kepada
pasien yang terpasang ventilator mekanik yang dirawat di ICU.
3. Intansi pendidikan
Intansi pendidikan mengajarkan management non pharmacologic untuk
mengatasi nyeri pada pasien yang terpasang ventilator mekanik dengan
pemberian perangsangan auditori murrotal (Ayat-ayat suci al-qur’an)
4. Peneliti selanjutnya
a. Perlu dilakukan penelitian pemberian perangsangan auditori murrotal
dengan desain penelitian RCT (randomized controlled trial).
b. Dilakukan penelitian dengan membandingkan (Comparative Study)
keefektifan pengaruh perangsangan auditori murrotal terhadap beberapa
kelompok diagnosa medis (CKD, CKB, SH, post Craniotomi, SNH,
Hipoglikemia, post laparotomy).
c. Dilakukan penelitian dengan lama pemberian perangsangan auditori
murrotal 30 menit, 45 menit dan 60 menit
d. Perlu dilakukan penelitian pengaruh perangsangan auditori murrotal
dengan membandingkan tingkat usia remaja, dewasa dan lansia.
e. Perlu dilakukan penelitian pengaruh perangsangan auditori murrotal
dengan surat Al-qur’an yang berbeda.