Anda di halaman 1dari 3

DEFISIENSI MINERAL

UPT Puskesmas
Kedungkandang
No. Dokumen :
Kota Malang No revisi
Tangga lterbit
SOP halaman

dr. Yulia Damayanti


NIP. 19830722 200901 2
004

Tidak terpenuhinya kebutuhan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh


perhari untuk bekerja secara optimal dan berlangsung lama. Dikarenakan
1. Pengertian
malabsorbsi, asupan yang kurang, atau ekskresi yang terlalu cepat. Seperti
kalsium, potassium, besi, seng, iodine, selenium, natrium, magnesium.
Prosedur ini dibuat dimaksudkan untuk dokter dapat melakukan
2. Tujuan konseling dan edukasi kepada pasien dan keluarga dan memberikan
terapi dengan baik.
3. Kebijakan Surat keputusan Kepala Puskesmas Nomor .....tentang .....
Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
4. Referensi
Tingkat Pertama Kemenkes 514/2015
5. Persiapan Pemeriksaan Mineral
Kekurangan Natrium
Ditandai dengan menurunnya kadar Plasma< 130 mEq/dl
Gejala : Sakit kepala, perburukan kesadaran, koma.
Penatalaksaanaan :
1. Atasi penyebab hiponatremi
2. Koreksi natrium 3% dosis 1ml/kgBB/jam
3. BB>50 kg koreksi 50 ml/jam= 500ml/10 jam (10 jam/kolf)
4. 35% NaCl 3% meningkatkan Na+ 0,6 mmol/jam

Rumus defisit natrium = 0,6xBB(kg)x(140-Na serum)


Koreksi diberikan jika hiponatremia akut atau kadar Na<125 mmol/L
6. Prosedur/Langkah-
langkah Kekurangan Kalsium
Kekurangan asupan kalsium yang taksebanding dengan pengeluaran kalsium di
ginjal. Asupan kalsium <300 mg/hari
Gejala: nyeri tulang, fraktur patologis, spasme otot, neuropsikogenik jika akut
Penatalaksanaan :
1. Hipokalsemi ringan (7,5-8,5 mg%) diberikan kalsium oral 500-1000 mg
tiap 6 jam
2. Kalsium serum < 7,5 mg% diberikan Ca glukonas 90mg/10 cc larutkan
dalam dextrosa 5% diberikan dalam waktu 5-10 menit

Kekurangan Iodium
Biasa disebut GAKI atau gangguan akibat kekurangan iodium yang merupakan
DEFISIENSI MINERAL

UPT Puskesmas
Kedungkandang
No. Dokumen :
Kota Malang No revisi
Tangga lterbit
SOP halaman

dr. Yulia Damayanti


NIP. 19830722 200901 2
004

kurangnya asupan iodium perhari secara kronis dapat menyebabkan hipotiroid.


Penatalaksanaan:
1. Pemberian KI 10 gram/hari setara dengan iodium 237 mg/hari dan
hormon tiroid dalam jangka lama.
2. Operatif jika gondok sangat besar
3. Upaya preventif dengan mengkonsumsi garam beriodium dan pemberian
kapsul beriodium setahun sekali.

Kekurangan Zat Besi


Ditandai dengan timbulnya gejala anemia dan menurunnya feritin serum pada
pemeriksaan di fasilitas kesehatan lebih lanjut.
Gejala : Letih, lesu, lemah, lelah, pusing dll
Penatalaksanaan :
1. Pemberian sulfas ferrous 3x200 mg, dan KIE tentang menu makanan
sehat serta efek samping pemberian sulfas ferous.
2. Mencari faktor penyebab defisiensi besi bila ada.

KONSELING DAN EDUKASI


Edukasi pasien dan keluarga untuk pencegahan penyakit dengan menjaga
kebersihan diri, pilihan asupan gizi seimbang dan stamina tubuh.

7. Unit Terkait Puskesmas Rawat Inap, Puskesmas Non Rawat Inap


8. Kriteria Rujukan Bila didapatkan penyakit yang menyertai dan memperburuk keadaan

Anamnesa Identifikasi mineral yang defisit

Pemeriksaan fisik
Tatalaksana sesuai kebutuhan mineral
9. Diagram Pemeriksaan
Alir/Flowchart penunjang
Rujuk jika ada faktor lain
DEFISIENSI MINERAL

UPT Puskesmas
Kedungkandang
No. Dokumen :
Kota Malang No revisi
Tangga lterbit
SOP halaman

dr. Yulia Damayanti


NIP. 19830722 200901 2
004

10. Rekaman Historis


No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl