Anda di halaman 1dari 14

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan

pendekatan quasi eksperiment atau eksperimen semu dalam kategori satu

kelompok (one group pretest- posttest design). Penelitian ini dilakukan

dengan menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah pemberian intervensi

(Swarjana, 2015).

O1 X O2

Keterangan :

O1 : Observasi sebelum intervensi

O2 : Observasi setelah intervensi

X : Intervensi

Gambar 3.1 Desain penelitian quasi eksperiment (one group pretest-

posttest design)

Penelitian dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan mengukur skor

depresi pada lansia dengan menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS)

sebelum diberikan terapi musik dan kemudian diukur kembali skor

45
46

depresinya setelah dilakukan terapi musik dengan menggunakan instrumen

yang sama pada akhir pertemuan.

3.2 Populasi dan Sampel

3.2.1 Populasi

Populasi adalah kumpulan dari individu atau objek atau fenomena

yang secara potensial dapat diukur sebagai bagian dari penelitian

(Swarjana, 2015). Populasi pada penelitian ini seluruh lansia yang

berjumlah 28 orang di Panti Sosial Panti Jompo Graha Kasih Bapa

Kabupaten Kubu Raya yang memenuhi kriteria depresi sesuai dengan

kriteria inklusi dan eksklusi pada skrining depresi.

3.2.2 Sampel

Sampel terdiri dari bagian populasi terjangkau yang dapat

dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling (Nursalam,

2008). Penelitian ini akan menggunakan teknik total sampling yang

dimana seluruh anggota populasi akan menjadi responden /sampel

(Sugiyono, 2009). Teknik total sampling digunakan karena jumlah

populasi yang terbatas, resiko drop out, dan lansia yang tidak

memenuhi syarat pada skrining depresi. Total sampling disesuaikan

dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dengan demikian, peneliti

mengambil sampel dari seluruh lansia yang mengalami depresi yang

sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang berjumlah 16 orang di

Panti Graha Kasih Bapa Kabupaten Kubu Raya.


47

3.3 Teknik Pengambilan Sampel

3.3.1 Kriteria Inklusi

a. Responden tidak menerima terapi antidepressan

b. Responden yang menyukai musik

3.3.2 Kriteria Eksklusi

a. Lansia yang mengalami gangguan pendengaran berat

b. Lansia yang keluar dari panti atau tidak dapat hadir selama 5 hari

pemberian terapi

3.4 Variabel Penelitian

Variabel bebas ( independent variables ) merupakan variabel yang

dapat menyebabkan adanya suatu perubahan pada variabel lainnya.

Sedangkan variabel dependen adalah variabel yang mengalami perubahan

sebagai akibat dari variabel yang lain (Swarjana, 2015). Variabel independen

dalam penelitian ini adalah terapi musik, sedangkan variabel dependen dalam

penelitian ini adalah tingkat depresi pada lansia yang diukur menggunakan

Geriatric Depression Scale (GDS). GDS sangat efektif untuk mengukur

depresi lansia karena menggunakan format laporan sederhana dan dapat

dibaca responden yang mengalami kesulitan penglihatan. GDS juga mudah

digunakan dan tidak memerlukan waktu yang lama (Mass et al, 2011).
48

3.5 Definisi Operasional

Variabel perlu dijelaskan secara operasional sebab setiap variabel dapat

diartikan berbeda oleh setiap orang. Penelitian adalah proses komunikasi dan

komunikasi memerlukan akurasi bahasa agar tidak menimbulkan perbedaan

penelitian. Jadi definisi operasional dirumuskan untuk kepentingan akurasi,

komunikasi dan replikasi (Nursalam, 2008).

Tabel 3.1 Definisi Operasional

No Variabel Definisi Alat ukur Cara ukur Hasil ukur Skala


Operasional

1 Terapi Terapi yang


musik diberikan
kepada
responden
menggunakan
musik
keroncong,
musik gamelan
jawa dan musik
campur sari
dengan
menggunakan
volume suara 8

2 Depresi Tingkat depresi GDS Kuesioner Rentang skor Rasio


yang dirasakan didasarkan pada depresi 0-15 (Numerik)
oleh responden Geriatric
yang akan Depression Scale
diukur dengan (GDS) yang
menggunakan berisikan skala
quisioner GDS depresi pada
lanjut usia yang
terdiri dari 15
pertanyaan:
Benar : 1
Salah : 0
49

3.6 Tempat dan Waktu Penelitian

3.6.1 Tempat Penelitian

Tempat pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Panti Jompo Graha

Kasih Bapa yang lokasinya berada di Jalan Adi Sucipto Kecamatan

Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.

3.6.2 Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan setelah melalui tahapan studi pendahuluan dan

usulan proposal penelitian dimulai dari tanggal 8 Mei sampai 20 Mei

2017

3.7 Instrumen Penelitian

3.7.1 Alat dan Bahan

Alat-alat dan bahan yang digunakan adalah pulpen, head phone,

dan mp3 dengan musik keroncong, gemelan jawa dan campur sari yang

diatur ke volume suara 8. Sedangkan alat ukur dalam penelitian ini

berupa lembar quisioner tingkat depresi yang diambil dari Geriatric

Depresion Scale (GDS). GDS mempunyai 15 pertanyaan, dimana

pertanyaan nomor 1, 5, 7, 11, 13 menjawab “tidak” mendapat nilai 1

dan menjawab “ya” mendapat nilai 0, sedangkan pertanyaan 2, 3, 4, 6,

8, 9, 10, 12, 14, 15 menjawab “ya” mendapat nilai 1 dan menjawab

“tidak” mendapat nilai 0.


50

3.7.2 Uji coba Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian ini menggunakan projectif Instrument dimana

mengukur gejala yang dirasakan. Instrumen ini terdiri dari lembar

kuesioner yang berisi pertanyaan untuk mengukur kondisi depresi.

Validitas adalah ketepatan pengukuran suatu instrumen. Suatu

instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut mengukur apa

yang seharusnya diukur. Validitas adalah syarat mutlak bagi suatu alat

ukur agar dapat digunakan dalam suatu pengukuran. Suatu penelitian

meskipun didesain dengan tepat, namun tidak akan memperoleh hasil

yang akurat jika menggunakan alat ukur yang tidak valid (Dharma,

2015). GDS sudah divalidasi dengan menggunakan sampel lansia

normal dan lansia yang sedang mengalami depresi dengan berbagai

fasilitas kesehatan. Dengan menggunakan skor pemutusan pada 11 area

yang memiliki sensitivitas sebesar 0,84% maka disimpulkan quisioner

GDS telah valid (Mass et al, 2011). Reliabilitas adalah kemampuan alat

ukur untuk menghasilkan hasil pengukuran yang sama ketika dilakukan

secara berulang. Jika kuisioner kita menghasilkan hal yang sama, maka

kuisioner disebut reliable, sebaliknya jika kuisioner menghasilkan hasil

yang sangat bervariasi berarti instrumen itu tidak reliable (Swarjana,

2015). Pada sebuah penelitian GDS mempunyai nilai reliabilitas Alpha

Cronbach sebesar 0,94 dan dapat disimpulkan bahwa quisioner GDS

mempunyai nilai konsistensi yang tinggi (Trisnapati, 2012).


51

3.7.3 Prosedur Pemberian Terapi Musik

Metode terapi musik yang dipilih adalah terapi musik listening agar

klien dapat merasakan ketenangan dan relaksasi. Dan setelah

menemukan kriteria inklusi dilanjutkan proses perizinan dengan

informed concent dilanjutkan dengan pemberian pemberian quisioner

terkait masalah depresi. Setelah melakukan wawancara terbimbing

sesuai dengan quisioner, terapi musik diberikan selama 10 menit setiap

pertemuanya. Masing-masing responden dilakukan observasi pre dan

post untuk mengetahui tingkat depresi. Terapi musik diberikan 5 hari

berturut-turut pada masing-masing responden. Musik yang dipilih

adalah musik gamelan jawa, musik keroncong dan campur sari. Hari

pertama diberikan terapi musik gemelan jawa, hari kedua diberikan

terapi musik keroncong, hari ketiga diberikan terapi musik campur sari,

hari keempat diberikan terapi musik gemelan jawa dan hari kelima

diberikan terapi musik keroncong.

3.7.4 Petunjuk Pelaksanaan Terapi Musik

a. Tujuan

Mengetahui pengaruh terapi musik terhadap skor depresi lanjut usia

b. Setting

1. Pertemuan dilakukan di Panti Jompo Graha Kasih Bapa

Kabupaten Kubu Raya

2. Peneliti berada didekat responden


52

c. Media/alat dan bahan

1. Head phone

2. Mp3

3. Pulpen

4. Kertas

d. Langkah kegiatan

Langkah kegiatan sebagai berikut :

1. Tahap persiapan

a. Menyepakati kegiatan dengan responden sebelum dilakukan

terapi musik

b. Mempersiapkan alat dan bahan

1. Head Phone

2. Mp3

3. Pulpen

4. Kertas

2. Pelaksanaan

a. Orientasi

1. Salam dari peneliti

2. Salam teraupetik

b. Tahap pendahuluan

1. Perkenalan dari peneliti

2. Menanyakan nama lengkap dan nama panggilan responden


53

c. Evaluasi validasi

Menanyakan perasaan responden saat ini

d. Kontrak

1. Menyepakati terapi diberikan selama 5 hari

Setiap pertemuan diberikan terapi selama 10 menit

2. Menjelaskan tujuan terapi untuk :

a. Mengetahui terapi musik untuk skor depresi pada lansia

b. Responden dapat mengekspresikan perasaan lewat terapi

musik

3. Peneliti menjelaskan tata tertib sebagai berikut :

a. Lama terapi 10 menit dan responden mengikuti kegiatan

sampai selesai.

b. Responden berperan aktif dalam pelaksanaan terapi

e. Tahap terapi

1. Peneliti menyiapkan peralatan untuk terapi

2. Memberikan posisi yang nyaman sesuai keingginan

responden

3. Mengobservasi skor depresi responden menggunakan

quisioner GDS

4. Selanjutnya peneliti meminta responden untuk

mendengarkan musik dengan head phone

5. Lama terapi 10 menit lima hari berturut-turut dan

setiap harinya diberikan musik yang berbeda


54

6. Mengobservasi skor depresi di hari kelima setelah

diberikan terapi musik dengan selang waktu 30 menit

setelah diberikan terapi

7. Peneliti mengucapkan terimakasih ketika selesai

terapi

f. Tahap terminasi

1. Menanyakan perasaan klien setelah terapi

2. Peneliti berterima kasih atas kerja sama responden

3.8 Prosedur Pengumpulan Data

3.8.1 Tahap Persiapan

Persiapan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:

a. Peneliti meminta izin kepada sekretaris prodi yang kemudian

ditembuskan ke Dekan Fakultas Kedokteran

b. Perizinan penelitian dari Dekan Fakultas Kedokteran kepada Kepala

Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kabupaten Kubu Raya.

c. Peneliti melakukan studi pendahuluan di Panti Jompo Graha Kasih

Bapa

d. Setelah proposal penelitian peneliti mengajukan etik penelitian

kepada Komite Etik Fakultas Kedokteran

e. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti terhadap lansia di

Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kabupaten Kubu Raya


55

3.8.2 Tahap Pelaksanaan

Prosedur yang dilakukan peneliti dalam mengumpulkan data adalah :

a. Peneliti memperkenalkan dirinya dan memberitahukan tujuan dari

penelitian yang akan dilakukan.

b. Peneliti melakukan studi literatur untuk memperkuat masalah pada

panti jompo tersebut

c. Pemilihan responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi

d. Peneliti meminta ijin kepada lansia untuk menjadi responden

e. Calon responden mengisi lembar persetujuan

f. Mengobservasi tingkat depresi menggunakan Geriatric Depression

Scale (GDS sebelum dilakukan terapi musik)

g. Melakukan terapi musik

1. Hari pertama diberikan terapi musik gemelan jawa selama 10

menit

2. Hari kedua diberikan terapi musik keroncong selama 10 menit

3. Hari ketiga diberikan terapi musik campur sari selama 10 menit

4. Hari keempat diberikan terapi musik gemelan jawa selama 10

menit

5. Hari kelima diberikan terapi musik keroncong selama 10 menit

h. Mengobservasi tingkat depresi dengan menggunakan Geriatric

Depression Scale (GDS) sesudah dilakukan terapi musik dengan

selang 30 menit setelah terapi


56

3.9 Pengolahan Data

Pengolahan data dimulai pada saat pengumpulan data telah selesai. Hasil

yang telah terkumpul dari data kuesioner yang telah diisi oleh responden

dilakukan pengolahan data, yang meliputi :

a. Editing

Melakukan pengecekan data Geriatric Depression Scale (GDS),

apakah data sudah terisi dengan lengkap dan jelas.

b. Coding

Laki-laki akan diberi kode 1 dan perempuan akan diberi kode 2.

Untuk kategori tingkat pendidikan, tidak sekolah diberi kode 1, tingkat

pendidikan SD diberi kode 2, tingkat pendidikan SMP diberi kode 3.

Untuk kategori status depresi pretest, ringan diberi kode 1, sedang diberi

kode 2, berat diberi kode 3. Dan untuk kategori depresi posttest,tidak

depresi diberi kode 1 dan ringan diberi kode 2.

c. Scoring

Hasil penelitian tingkat depresi diberi score yaitu Skor 5-8 depresi

ringan, Skor 9-11 depresi sedang, Skor 12-15 depresi berat.

d. Processing

Pemrosesan data yang dilakukan dengan cara memasukkan hasil dari

score nilai Geriatric Depression Scale (GDS) ke paket program komputer.

e. Cleaning

Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah diproses

apakah ada kesalahan atau tidak.


57

3.10 Analisis data

Pengolahan data analisis data dilakukan dengan bantuan program

komputer. Dalam penelitian ini analisis data yang dilakukan adalah analisis

univariat dan analisis bivariat.

3.10.1 Analisis Univariat

Analisis univariat adalah analisis yang bertujuan untuk menjelaskan/

mendeskriptifkan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti

(Hastono, 2007 dalam Oktavia, 2015). Analisis univariat ini bertujuan

untuk melihat distribusi frekuensi dan proporsi untuk data kategorik dan

mean, median, modus, standar deviasi, nilai minimal dan maksimal

serta confident interval (CI 95%). Analisis hanya dilakukan pada

karakteristik responden kelompok intervensi. Analisis data numerik

karakteristik responden yaitu variabel tingkat depresi untuk

mendapatkan nilai mean dari variabel tersebut.

3.10.2 Analisis Bivariat

Analisis bivariat adalah analisis untuk menguji hubungan yang

signifikan antara dua variabel, atau bisa juga untuk mengetahui apakah

ada perbedaan yang signifikan antara dua atau lebih kelompok. Analisis

bivariat dilakukan bertujuan untuk membuktikan hipotesis penelitian.

Pada tahap ini peneliti melakukan analisis perbedaan tingkat depresi

sebelum dan sesudah diberikan terapi musik. Penelitian ini

menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk dengan menggunakan uji

data Wilcoxon
58

Tabel 3.2 Uji Normalitas Shapiro Wilk

Shapiro-Wilk
Data Uji Statistik
df Sig. Distribusi Data

Skor Depresi Sebelum Intervensi 16 0,006 Tidak Normal


Wilcoxon
Skor Depresi setelah intervensi 16 0,012 Tidak Normal

3.11 Etika Penelitian

Berdasarkan keterangan lolos kaji etik (ethical-clearance) NO:

3116/UN22.9/DT/2017 Divisi Kaji Etik Fakultas Kedokteran Universitas

Tanjungpura, telah mengkaji dengan teliti protokol penelitian dan telah

menyetujui protokol penelitian ini.