Anda di halaman 1dari 3

Latar Belakang

Fisika merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang penerapannya banyak
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Fisika berperan penting dalam setiap perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Ilmu Fisika dijadikan sebagai dasar pemikiran, teori, dan acuan untuk
menemukan hal-hal baru. Selanjutnya Fisika menjadi salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada jenjang
pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Mata pelajaran Fisika merupakan mata pelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuan berpikir
peserta didik yang berguna untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran Fisika
di SMA/MA bertujuan agar peserta didik mampu menguasai konsep-konsep Fisika dan saling
keterkaitannya serta mampu menggunakan metode ilmiah yang dilandasi sikap ilmiah untuk memecahkan
masalah-masalah yang dihadapinya. Pendidikan Fisika harus mampu menjadi pendorong yang kuat
tumbuhnya sikap rasa ingin tahu dan keterbukaan terhadap ide-ide baru maupun kebiasaan berpikir analitis
kuantitatif. (Mundilarto, 2002:5).

Pengetahuan Fisika terdiri atas banyak konsep dan prinsip yang pada umumnya sangat abstrak.
Kesulitan yang banyak dihadapi oleh sebagian besar peserta didik adalah dalam menginterpretasi berbagai
konsep dan prinsip Fisika tersebut secara tepat dan tidak samar-samar atau tidak mendua arti. (Mundilarto,
2002:3). Selain itu, pengajaran Fisika di sekolah masih menekankan konsep-konsep Fisika yang identik
dengan persamaan dan rumus matematis.Banyaknya rumus dalam Fisika menyebabkan banyak peserta
didik yang menganggap bahwa Fisika adalah mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Hal ini juga
berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa untuk pelajaran Fisika.

Hasil belajar adalah suatu tolak ukur keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran untuk
mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria
ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. Sehingga KKM yang berlaku di sekolah
tentu berbeda-beda. Jika nilai yang didapat siswa telah mencapai batas KKM, siswa tersebut dianggap
tuntas. Sedangkan siswa yang belum mencapai batas KKM, siswa tersebut dianggap belum tuntas. Untuk
menghilangkan kesulitan-kesulitan belajar bagi siswa agar dapat memenuhi batas ketuntasan dalam belajar,
maka diperlukan program khusus yaitu remidiasi pembelajaran.

Berdasarkan obervasi di SMA Negeri 3 Boyolali melalui Magang Kependidikan III, banyak siswa
yang tidak tuntas pada mata pelajaran Fisika. Siswa yang tidak tuntas dengan standar yang ditetapkan, maka
diberikan kesempatan untuk memperbaiki nilai dengan cara tes ulang tanpa pembelajaran remidiasi dengan
harapan agar yang tidak memenuhi batas KKM dapat mencapai nilai tuntas. Namun hal itu belum dapat
terpenuhi sehingga perlu dilakukan remidiasi pembelajaran.
Remidiasi pembelajaran merupakan layanan yang diberikan kepada siswa untuk memperbaiki hasil
belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Remidiasi pembelajaran bertujuan untuk
nilai siswa yang kurang sehingga siswa tersebut memiliki nilai diatas standar yang ditetapkan (wijaya,
2007). Dalam remidiasi pembelajaran terdapat model pembelajaran yang dapat digunakan, salah satunya
Model Pembelajaran Kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization).

Model Pembelajaran TAI (Team Assisted Individualizaton) merupakan model pembelajaran


dimana suatu kelompok terdapat siswa yang lebih mampu, berperan sebagai asisten yang bertugas
membantu secara individual siswa lain yang kurang mampu (Slavin, 2008). Dalam hal ini peran pendidik
hanya sebagai fasilitator dan mediator dalam proses belajar mengajar. Model ini mempunyai keunggulan
dimana lebih banyak pertanyaan siswa yang terjawab karena ada asisten dalam tiap kelompok. Selain itu
juga memungkinkan peran aktif peserta didik dalam proses penilaian, mereka melakukan penilaian diri
sendiri, refleksi, pemikiran yang kritis dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah peserta didik.

Berdasarkan latar belakan di atas, maka penulis bermaksud mengadakan penelitian yang berjudul

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:

1. Remidiasi pembelajaran belum pernah dijalankan sebelumnya


2. Model pembelajaran TAI belum pernah digunakan dalam pembelajaran
3. Banyak siswa mengalami ketidaktuntasan dalam pembelajaran Fisika
4. Tingkat ketuntasan kemampuan kognitif Fisika berdsarkan KKM rendah

Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, agar peneliti lebih terarah dan mencapai tujuan yang tepat, maka
penelitian ini dibatasi pada:

1. Model yang akan digunakan dalam pembelajaran Fisika ini menggunakan model pembelajaran TAI
2. Pokok materi yang akan digunakan untuk remidiasi adalah materi Momentum dan Impuls
3. Keberhasilan proses pembelajaran ditinjau pada kemampuan kognitif siswa yang dapat tuntas dari
KKM

Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah tersebut, maka peneliti merumuskan masalah:
“Adakah peningkatan presentase ketuntasan siswa dilihat dari aspek kognitif setelah mengikuti remidiasi
pembelajaran menggunakan model TAI?”

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan presentase ketuntasan siswa dilihat
dari aspek kognitif setelah mengikuti remidiasi pembelajaran menggunakan model TAI

Manfaat penelitian

1. Bagi siswa
a) Memberikan suasana baru dalam pembelajaran remidiasi sehingga siswa dapat tuntas dlam
pembelajaran
b) Siswa lebih mudah dalam menerima atau menyerap materi pelajaran sehingga diharapkan agar
tujuan pembelajaran Fisika dapat tercapai secara optimal
2. Bagi guru
a) Sebagai masukan bagin guru untuk dapat memilih model pembelajaran yang baik dalam
pembelajaran Fisika
b) Memberikan kesempatan guru untuk lebih menarik perhatian siswa dalam proses belajar
mengajar
3. Bagi sekolah
a) Sebagai bahan pertimbangan dalam menyususn strategi pembelajaran remidiasi pada bidang
studi Fisika di SMA
4. Bagi peneliti
a) Sebagai bahan referensi yang dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut