Anda di halaman 1dari 11

A.

Definisi Perencanaan Karangan

Perencanaaan karangan yaitu semua tahap persiapan penulisan. Dimana,


kegiatan menulis bukanlah suatu kegiatan yang kebetulan, melainkan memang
telah direncanakan. Dengan begitu, penulis benar-benar siap mengungkapkan
gagasannya melalui tulisan.
Perencanaan karangan ilmiah adalah proses awal mengarang sampai dengan
penulisan akhir. Perencanaan ini mencakup prapenulisan, pengorganisasian
keseluruhan penulisan, penulisan, penyuntingan, dan presentasi.

B. Tahapan Pembuatan Perencanaan Karangan

Tahapan-tahapan pembuatan perencanaaan karangan adalah sebagai berikut,


Tahapan penulisan:

1) Prapenulisan
Menurut Minto Rahayu dalam buku Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi
tahap prapenulisan merupakan tahap perencanaan atau persiapan menulis yang
mencakup beberapa langkah yaitu:
a. menentukan topik atau judul, masalah, tujuan, dan kalimat tesis,
b. menyusun ragangan (garis besar isi dan menyempurnakannya menjadi
kerangka karangan lengkap setelah datanya lengkap),
c. menetapkan landasan teoritis,
d. menetapkan sumber data (primer, sekunder) dan cara mengumpulkannya,
e. menetapkan metode pembahasan,
f. menyusun daftar pustaka sementara, dan
g. menjadwalkan pelaksanaaanya.
2) Penulisan
a. Menulis keseluruhan naskah secara konseptual, disertai kutipan atau data
yang diperlukan;
b. Penulisan tersebut mencakup:
i. Bagian pelengkap pendahuluan seperti halaman
judul, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel.
ii. Bagian naskah utama terdiri dari pendahuluan,
bahasan utama, dan kesimpulan dan saran.
3) Penyuntingan (Editing): penyuntingan naskah, penyuntingan materi, dan
penyuntingan bahasa. Dengan adanya tahap penyuntingan (revisi), semua
kesalahan dan kekurangan itu dapat diantisipasi.
Dalam merencanakan sebuah karangan supaya menghasilkan suatu karangan
yang baik dan sistematis, terdapat langkah-langkahnya yakni menentukan:

1. Topik Karangan
Topik karangan adalah ide sentral yang berfungsi mengikat keseluruhan uraian,
deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian. Topik merupakan inti bahasan
yang menjiwai seluruh karangan. Seluruh karangan harus mencerminkan topik
tersebut.
Fungsi topik karangan:
a. Mengikat keseluruhan isi;
b. Memudahkan pengembangan ide bagi penulis;
c. Memberikan daya tarik dan mudah dimengerti bagi pembaca;
Pemilihan topik untuk karangan ilmiah, ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan:
a. Bermanfaat untuk perkembangan ilmiah atau profesi penulis
b. Menarik untuk ditulis dan dibaca
c. Dikuasai dengan baik
d. Bersifat terbatas dalam artian tidak terlalu luas
e. Didukung data yang relevan
2. Judul Karangan
Judul karangan pada dasarnya adalah perincian atau jabaran dari topik atau
judul merupakan nama yang diberikan untuk bahasan atau karangan, judul
berfungsi sebagai slogan promosi untuk menarik minat pembaca dan sebagai
gambaran isi karangan. Judul lebih spesifik dan sering menyiratkan
permasalahan atau variabel yang akan dibahas.
Syarat Judul yang Baik:
a. Sesuai dengan topik
b. Sesuai dengan isi karangan
c. Berbentuk frasa bukan kalimat
d. Singkat
e. Jelas
f. Menarik minat pembaca
3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ialah gambaran atau perencanaan menyeluruh yang akan
mengarahkan penulis dalam melakukan tindakan menyelesaikan tugasnya.
Dengan mengetahui tujuan, penulis akan dapat menentukan bahan tulisan,
organisasi karangan, dan sudut pandang. Ada dua cara menyatakan tujuan
penulisan, yaitu:
a. Tesis
Tesis adalah rumusan singkat yang mengandung tema dasar dari sebuah
karangan bila ada sebuah tema karangan yang dominan. Tesis sama dengan
sebuah kalimat utama dalam paragraf. Oleh sebab itu, tesis tidak diperkenankan
lebih dari satu kalimat. Dengan kalimat tesis, penulis dapat menentukan bahan
yang akan menjadi tulisan. Tesis digunakan jika penulis ingin mengembangkan
gagasan yang berupa tema seluruh tulisan.
Ciri-ciri tesis yang baik:
(1). berisi gabungan rumusan topik;
(2). penekanan topik sebagai suatu pengungkapan pikiran;
(3). pembatasan dan ketetapan rumusan;
(4). berupa kalimat lengkap terdapat subjek dan predikat (objek);
(5). menggunakan kata khusus dan denotatif (lugas);
(6). berupa pernyataan positif – bukan kalimat tanya, bukan kalimat seru,
dan bukan kalimat negatif;
(7). dapat mengarahkan, mengembangkan, dan mengendalikan penulisan;
dan
(8). dapat diukur dan dibuktikan kebenarannya;
Contoh dari perumusan tema, tujuan karangan, kalimat tesis, dan rumusan
judul:
Tema : Meningkatkan penjualan sepatu buatan dalam negeri
Tujuan : Untuk menunjukkan bahwa sepatu buatan dalam negeri dapat
diupayakan agar lebih diminati oleh konsumen.
Tesis : Sepatu buatan dalam negeri dapat ditingkatkan penjualannya
dengan menambah daya saing agar lebih diminati konsumen
Judul : Sepatu Lokal, Kenapa Tidak?

Contoh kalimat tesis lainnya:


Topik : Upaya meningkatkan penjualan sepatu bata di Asean 2003.
Tujuan : Membuktikan bahwa sepatu bata Indonesia diminati oleh
Konsumen di Asean 2003.
Tesis : Pemasaran sepatu bata di Asean 2003 dapat ditingkatkan dengan
mempertinggi daya saing terhadap produk lain

b. Pengungkapan maksud
Pengungkapan maksud dilakukan tidak bermaksud untuk mengembangkan
ide sentral. Jika tulisan tidak mengembangkan gagasan tema maka tulisan dalam
bentuk pernyataan.
4. Bahan penulisan
Yang dimaksud dengan bahan penulisan ialah semua informasi yang
digunakan untuk mencapai tujuan penulisan. Informasi itu, mungkin merupakan
teori, contoh-contoh, rincian atau detail, perbandingan, sejarah kasus, fakta,
hubungan sebab akibat, pengujian dan pembuktian, angka-angka, kutipan,
gagasan dan sebagainya.
a) Bahan pustaka
Berasal dari buku-buku yang berhubungan dengan topik yang akan
dibahas. Ada du macam bahan pustaka yang harus penulis kumpulkan. Yang
pertama, bahan-bahan sumber yang bersifat teori. Ini biasanya digunakan untuk
mencari definisi, pengertian, atau terminologi dan lain-lain dari bahan
penelitian. Yang kedua, bahan sumber asli yang berasal dari seorang tokoh. Ini
biasanya digunakan untuk studi tokoh atau pendapat seorang tokoh.
b) Wawancara
Wawancara (interview) adalah salah satu cara mengumpulkan data dengan
mengajukan pertanyaan kepada seorang yang dianggap berkompeten
(berotoritas) tentang yang ditulis. Wawancara biasanya digunakan untuk
mendapatkan data secara lisan. Alat bantu yang digunakan adalah alat perekam
semacam tape recorder dan kamera video. Alat tersebut digunakan untuk
memudahkan penyalinan kedalam bentuk tulis.
c) Angket
Angket (quesioner) adalah pertanyaan yang digunakan untuk menjaring
pendapat (opini) orang tentang sesuatu. Jawaban pertanyaan sudah disediakan.
Responden tinggal melingkari atau menyilangnya.

5. Kerangka Karangan
Kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang mengandung
ketentuan bagaimana kita menyusun karangan itu. Kerangka karangan
merupakan rencana penulisan akan bersifat konseptual, menyeluruh, terarah,
dan bersasaran bagi target pembacanya.
Yang mempengaruhi kerangka karangan ini ialah tujuan dan bahan
penulisan. Menyusun kerangka pada hakikatnya membagi topik ke dalam
subtopik dan selanjutnya ke dalam sub-subtopik yang lebih kecil.
Fungsi Kerangka Karangan:
a. Memperlihatkan pokok bahasan, sub-sub bahasan karangan, dan memberi
kemungkinan perluasan bahasan tersebut sehingga memungkinkan penulisan
menciptakan suasana kreatif sesuai dengan variasi yang diinginkan;
b. Mencegah pembahasaan keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam
topik judul, masalah, tujuan, dan kalimat tesis;
c. Memudahkan penulis menyusun secara menyeluruh;
d. Mencegah ketidaklengkapan bahasan;

1) Tahapan Penyusunan Kerangka Karangan


a. Tahapan pertama: merumuskan topik yang jelas dan didasarkan pada suatu
topik dan tujuan yang ingin dicapai melalui topik tadi. Topik yang dirumuskan
untuk kepentingan suatu kerangka karangan hendaknya berbentuk
pengungkapan maksud-tujuan atau tesis.
b. Kedua ialah mengumpulkan topik-topik bawahan yang dianggap merupakan
rincian jelas dari tesis atau pengungkapan maksud tadi (hal ini sering disebut
dengan istilah inventarisasi). Pada poin ini penulis diperbolehkan untuk
mencatat sebanyak-banyaknya tema-tema yang terlintas dalam benaknya, dan
tidak perlu langsung melakukan evaluasi pada tema-tema tadi.
c. Ketiga ialah melakukan evaluasi pada semua topik bawahan yang sudah dia
catat pada langkah kedua tadi. Evaluasi itu bisa diadakan dalam beberapa tahap
sebagai berikut:
1. Apakah semua tema yang sudah dia catat memiliki pertalian (relevansi)
langsung dengan tesis atau pengungkapan maksud. Dan apabila sama sekali
tidak mempunyai hubungan maka topik tersebut dihapus dari daftar di atas.
2. Semua tema yang masih tersisa kemudian dievaluasi lebih lanjut. Jika ada dua
topik atau lebih yang hampir sama, maka mesti dibuat perumusan baru yang
mencakup semua tema tadi.
3. Evaluasi lebih lanjut ditujukan kepada persoalan, apakah semua topik memiliki
derajat yang sama, atau ada tema yang sejatinya merupakan rincian dari topik
lain atau turunan dari topik lain. Jika ada masukkanlah topik turunan itu ke
dalam topik yang dianggap lebih tinggi posisinya.
4. Ada kemungkinan bahwa ada dua topik atau lebih yang memiliki derajat yang
sama, tapi lebih rendah dari topik yang lain. Jika terjadi hal yang demikian,
maka usahakanlah agar mencari satu topik yang lebih tinggi lain yang akan
membawahi topik-topik tadi.

2) Manfaat Kerangka Karangan


Kerangka karangan adalah rencana kerja yang mengandung ketentuan-
ketentuan tentang pembagian dan penyusunan gagasan yang memuat garis-garis
besar suatu karangan.
Adapun manfaat kerangka karangan adalah:
a. Memudahkan penyusunan kerangka secara teratur sehingga karangan menjadi
lebih sistematis dan mencegah penulis dari sasaran yang sudah dirumuskan
dalam topik atau judul.
b. Memudahkan penempatan antara bagian karangan yang penting dan yang
tidak penting.
c. Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan.
d. Membantu mengumpulkan data dan sumber-sumber yang diperlukan.
3) Bentuk Kerangka Karangan
Lazimnya kerangka kalimat berbentuk deklaratif (berita) yang lengkap
untuk merumuskan setiap topik, subtopik, atau sub-subtopik seperti dibawah ini.

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang: Isinya bahasan kesenjangan konsep ideal dan fakta, kajian
pustaka, dan penalaran yang menimbulkan masalah.
B. Perumusan Masalah: Isinya rumusan masalah dalam kalimat tanya yang akan
dibahas dan akhirnya akan dijawab dalam kesimpulan.
C. Tujuan penulisan: isinya target yang ingin dicapai.
D. Pembatasan Masalah: Isinya perincian ruang lingkup pembahasan, tempat
penelitian, dan waktunya.
E. Metode Pembahasan: Isinya metode yang digunakan dalam penelitian
tersebut.
F. Sistematika Penulisan: Isinya adalah urutan-urutan sistem pembahasan.
II. LANDASAN TEORI: Rumusan teori yang berhubungan dengan topik yang
akan dibahas, misalnya: pengertian, bagian-bagian, dan lain-lain yang sifatnya
teoritis.
III. HASIL PENELITIAN: Isinya adalah inti pembahasan. Biasanya merupakan
aplikasi teori, hasil dari seluruh penelitian.
IV. PENUTUP: Berisi kesimpulan (jawaban masalah) dan saran-saran jika ada.
V. DAFTAR PUSTAKA: Berisi referensi tentang penulisan.

C. Kerangka karangan yang terdiri dari angka romawi


Misalnya:
Upaya meningkatkan penjualan sepatu bata di Asean 2004
1. Penjualan yang Sedang Berlangsung
2. Peningkatan Penjualan
3. Prospek Penjualan 2004

D. Kerangka Karangan yang terdiri dari angka desimal


Misalnya:
Upaya meningkatkan penjualan sepatu bata di Asean 2004
1) Penjualan yang Sedang Berlangsung
2) Konsep Penjualan Tradisional
3) Kualitas Produk
4)
Promosi
2. Peningkatan Penjualan Periode 2004
2.2 Strategi Penjualan
2.3 Kualitas Produk Standar Internasional
2.3 Promosi Multimedia