Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN RESMI SEROLOGI

(ABO SISTEM INDERECT)

DI SUSUN OLEH:

NAMA : RIBKA KEFIRA

NIM : 20114037

Tingkat :2

Semester :3

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

PRODI D-IV ANALIS KESEHATAN

INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI

Jl. KH. Wahid Hasyim 65 Kediri-64144

Telp (0354) 773299 Fax. (0354) 771539

Email: bhaktiwiyata@live.com Web:www.iik.ac.id


BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Darah adalah cairan yang terdiri atas dua bagian yaitu plasma darah (cairan) dan
sel darah. Sel darah terdiri dari tiga jenis yaitu trombosit,leukosit, dan eritrosit. Fungsi
utama eritrosit adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel jaringan tubuh dan
mengangkut karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru. Hemoglobin adalah protein
penafasan (respiratory protein) yang mengandung besi, yang merupakan tempat
terikatnya molekul-molekul oksigen.
Pembuluh darah vena yang membawa darah dari bagian tubuh yang masuk
kedalam jantung. Pada umumnya darah vena banyak mengandung gas CO2. Pembuluh ini
terdapat kutub yang tersusun sedemikian rupa sehingga darah dapat mengalir ke jantung
tanpa jatuh kea rah sebaliknya. Susunan darah kapiler dan vena berbeda-beda. Darah
vena berwarna lebih tua dan agak ungu karena banyak dari oksigennya sudah di berikan
kepada jaringan. Darah dalam kapiler terus-menerus berubah susunan dan warnanya
karena terjadi pertukaran gas.

B. TUJUAN

- Untuk mengetahui hasil pemeriksaan pada sampling vena


- Untuk mengetahui hasil pemeriksaan Hb cyanmeth
- Untuk mengetahui harga normal atara pria dan wanita
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN
BAB III
PROSEDUR KERJA
A. PRA ANALITIK
1. Persiapan Alat :
o Alkohol 70%
o Kapas kering
o Tourniquet
o Spuit
o Jarum steril
o Darah
o Larutan Drabkins :
 NaOH 10g
 KCN 50,0mg
 K4[FE(CN)6] 200,0mg
 Aquadest 1000ml
2. Prosedur Pengambilan sample
1. Menetukan berapa ml darah yang diperlukan untuk px
2. Menyiapkan alat
3. Cuci tangan sebelumnya
4. Mintalah pasien duduk dan mengulurkan tangannya
5. Letakkan vena di lekukan siku yang terlihat jelas dan besar
6. Spuit dikontrol dulu dengan menarik dan memasukkan korok
7. Memasang jarum pada spuit, lubang jarum menghadap ke atas
8. Memasang tourniquet
9. Mintalah pasien mengepal dan membuka tangannya berkali-kali agar vena
terlihat jelas
10. Dengan jari telunjuk/jari manis arah vena dipalpasi di tempat yang akan di tusuk
11. Lalu bagian yang akan di tusuk di desinfeksi alkohol 70%
12. Spuit di ambil, langsung di tusukkan pada vena searah dengan perpanjangan
vena, sampai diperkirakan masuk ke dalam vena
13. Jika darah sudah kelihatan keluar, dengan ibu jari tangan kiri memegang spuit
dari 4 jari yang lain menahan siku. Sedang tangan kanan menarik torak (jangan
sampai timbul gelembung udara)
14. Jika darah yang di perlukan sudah cukup, tourniquet di lepas
15. Kapas kering diletakkan di ujung jarum yang menusuk vena spuit di tarik lalu
kapas di tekan
16. Pasien di suruh menekan kapas pada bagian yang terluka
17. Jarum di ambil dengan penutupnya . kemudian diputar kekiri jarum terlepas dari
spuit. Darah langsung di masukkan ke dalam botol ( posisi spuit tegak lurus
dengan botol dimiringkan, kemudian dikocok dengan memutar botol penampung
darah di atas meja.

3. Probandus :

Nama : Aisyah Sri Wulandari

Umur : 20 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

B. ANALITIK
1. Peinsip :
hemoglobin di ubah menjadi hematin asam,
kemudian warna yang terjadi dibandingkan secara visual
dengan standart permanent dalam alatitu
2. Metode Pemeriksaan : Menggunakan metode hb cyanmeth
3. Prosedur Kerja :
1. Di masukkan larutan drabkins ke tabung reaksi 5ml
2. Isap darah dengan pipet hb ada tanda 20cmm
3. Kelebihan darah pada pada ujung pipet di hapus dengan tissue
4. Masukkan darah dalam pipet ke dalam tabung reaksi yang berisi larutan
drabkins
5. Campur dan biarkan 5-10 menit
6. Baca dengan fotometer
7. Sebagai blanko gunnakan larutan drabkins sebanyak 5ml
8. Kadar hb dapat diketahui sh blanko dimasukkan ke dalam fotometer terlebih
dahulu
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. PASCA ANALITIK
1. Harga Normal
Pria : 13-16 g/dl
Wanita : 12-14 g/dl
2. Hasil : Di dapatkan hasil Hb 12,0189 g/d
3. Pembahasan :
 Metode cyanmethglobin selain dilakukan juga mempunyai standar yang
stabil dan hampir semua jenis hemoglobin terukur kecuali
sulfahemoglobin. Penetapan kadar Hb metode ini sangatlah dianjurkan,
ketelitian pada metode cyanmethhemoglobin ±2%.
 Kesalahan dalam metode ini antara lain : terjadinya jendalan darah,
leukositosis berat mempengaruhi pengukuran lebih rendah dari
seharusnya, tidak tepat memipet pada saat mengambil darah, pemipetan
pereaksi yang tidak akurat, fotometer yang kurang baik.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN :
Jadi dari pemeriksaan di atas didapatkan darah vena dan
Jadi di dapatkan hasil pemeriksaan Hb cyanmeth 12,0189 g/dl
B. SARAN :

Untuk Analis :

a. Pada saat praktikum di harapkan memakai APD yang lengkap


b. Pada saat pengambilan sampel di harapkan pasien dibuat tenang dan nyaman.

Untuk Pasien :

a. Pasien diharapkan tidak merasa tegang saat pengambilan sampel darah


b. Jika ada pasien yang kurang sehat diharapkan segera memeriksa kondisinya agar
tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginka oleh pasien
DAFTAR PUSTAKA

Suksesdanbarokah354.blogspot.com
LAMPIRAN