Anda di halaman 1dari 5

APLIKASI CAT DENGAN NANO

PARTIKEL

OLEH:
FELIX WIDYAWAN, KOMANG WISYA,
DAN DONY SURYAWAN
Konsep nano yang diaplikasikan:
Penggunaan nanopartikel dalam cat dapat memberikan bahan yang lebih unggul dengan
warna yang lebih terang. Cat yang lebih ringan akan banyak digunakan dalam pesawat yang
sangat berguna dalam pengurangan berat pesawat tersebut. Disamping itu, anti fouling agent
tahan panas banyak dibutuhkan pada industri yang menggunakan sistim pipa dan air.
Penggunaan cat nano dengan kerapatan yang lebih tinggi membuat kotoran, debu, dan residu
akan sulit masuk ke dalam pori-pori cat mobil. Hal ini lah yang membuat nano ceramic menjadi
lebih tahan lama untuk melindungi cat mobil.

Material Nano yang digunakan dan sifat material


Nano ceramic menggunakan material yang berbahan dasar silika dengan tingkat
kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan pelindung cat mobil lainnya. Silika atau dikenal
dengan silikon dioksida (SiO2) merupakan senyawa yang banyak ditemui dalam bahan galian
yang disebut pasir kuarsa, terdiri atas kristal-kristal silika (SiO2) dan mengandung senyawa
pengotor yang terbawa selama proses pengendapan. Pasir kuarsa juga dikenal dengan nama pasir
putih merupakan hasil pelapukan batuan yang mengandung mineral utama seperti kuarsa dan
felsfar. Pasir kuarsa mempunyai komposisi gabungan dari SiO2, Al2O3, CaO, Fe2O3, TiO2,
CaO, MgO, dan K2O, berwarna putih bening atau warna lain bergantung pada senyawa
pengotornya. Silika biasa diperoleh melalui proses penambangan yang dimulai dari menambang
pasir kuarsa sebagai bahan baku. Pasir kuarsa tersebut kemudian dilakukan proses pencucian
untuk membuang pengotor yang kemudian dipisahkan dan dikeringkan kembali sehingga
diperoleh pasir dengan kadar silika yang lebih besar bergantung dengan keadaan kuarsa dari
tempat penambangan.
Sumber silika dapat berasal dari mineral silikat dengan jumlah yang melimpah di
Indonesia, tersebar dari pulau Sumatera hingga Papua seperti tampak pada gambar di bawah.
Mineral silikat dengan kadar silika yang cukup tinggi (50-90%) diantaranya terdapat kuarsit,
pasir pantai dan felspar. Potensi silika di P. Bangka dan Belitung mencapai 60.193.000 ton,
kuarsit di Riau 19.500.000 ton, dan felspar di Jawa Tengah mencapai 44.000.000 ton.
Pembuatan Nano Silica
Suatu material dikategorikan berskala nanometer bila memiliki ukuran partikel antara 0-
100 nm. Ada dua metode yang digunakan dalam sintesis nanomaterial yaitu secara topdown dan
bottom-up. Top down adalah sintesis partikel berukuran nano secara langsung dengan
memperkecil material yang besar dengan cara penggerusan (ultrafine grinding/milling) atau
disebut juga metode mechanochemistry (aktivasi mekanis). Sedangkan bottom-up adalah
menyusun atom-atom atau molekul-molekul hingga membentuk partikel berukuran nanometer,
menggunakan teknik sol-gel, presipitasi kimia, aglomerasi fasa gas dan alkali fusion. Gambar di
bawah ini memperlihatkan skema sintesis nanomaterial secara top down dan bottom up.

Untuk memperoleh ukuran silika sampai pada ukuran nano perlu perlakuan khusus pada
prosesnya. Untuk mikrosilika biasanya dapat diperoleh secara top-down (penghancuran dan
penggerusan) dengan metode special milling, yaitu metode milling biasa yang sudah
dimodifikasi khusus sehingga kemampuan untuk menghancurkannya jauh lebih efektif, dengan
metode ini bahkan dimungkinkan juga memperoleh silika sampai pada skala nano. Pada sisi lain,
beberapa kendala nasional masih dihadapi diantaranya adalah produk silika lokal yang dihasilkan
belum memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan oleh pasar yaitu silika dengan ukuran sub-mikron,
sementara hasil produksi silika lokal masih berukuran ≥ 30 µm.
Proses pelindian dengan larutan asam sulfat dilakukan dengan tujuan untuk
meningkatkan kadar silika pada pasir silika dan kuarsit, membuang logam-logam pengotor
seperti Fe, Al, dll. Pelindian dilakukan dengan kondisi sbb: - persen solid: 20% - variasi berat
asam sulfat terhadap berat sampel: 1%; 2,5%; 5%; 7,5%; 10% dan 15% - waktu pelindian 4 jam -
tanpa panas (suhu kamar) Mineral Silika (-200#) Pelindian (suhu kamar, 4 jam, variasi
konsentrasi asam) Bilas dengan air (hingga pH netral) Filtrasi Pengeringan (110 0C) Silika kadar
tinggi Ultra milling dengan alat PBM (variasi waktu milling) Nano powder silika Aqua DM
H2SO4 Karakterisasi Kimia Karakterisasi Ukuran partikel 14 Setelah didapat silika kadar tinggi,
dilakukan penggilingan ultra/aktivasi mekanis menggunakan PBM (planetary ball mill) dengan
kondisi sbb: - giling kering (dry milling) - berat sampel: 50 gram - berat bola: 400 gram - variasi
waktu milling 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 jam kemudian dilakukan karakterisasi ukuran partikel
menggunakan alat PSA (particle size analyzer).

Sintesis nanopartikel silika dari pasir silika dan kuarsit dengan metode milling (top-
down) menghasilkan nano silika dengan ukuran partikel rata-rata 8 nm; partikel tampak
teraglomerasi dan kurang homogen.
Proses Coating Nano Ceramic
Sebenarnya anda bisa melakukan cara coating mobil sendiri di rumah, hanya saja akan
lebih baik jika anda menyerahkan pengerjaan pada teknisi yang sudah ahli. Berbeda dengan wax
yang dapat menutupi baret-baret yang cukup halus saja, pengaplikasian nano ceramic tidak
dapat menutupi goresan goresan yang terlihat begitu saja.
Sehingga sebelum proses coating nano ceramic dilakukan, pastikan jika kondisi mobil
memang sudah terbebas dari kotoran serta cacat yang ada pada permukaan cat. Jika hal ini anda
biarkan maka ketika coating dilakukan maka akan membuat defects menjadi sulit untuk
dihilangkan.
 Hal pertama adalah dengan mencuci mobil hingga bersih. Pastikan tidak ada debu
dan kotoran yang menempel sebelum proses coating akan dilakukan. Pengangkatan
kotoran-kotoran yang terangkat bisa menggunakan clay bar, dimana kotoran tersebut
tidak terlihat mata, namun bisa dirasakan adanya permukaan kasar pada cat mobil.
 Proses kedua dilanjutkan dengan multi-stage paint correction. Biasanya ini dilakukan
untuk menghilangkan cacat yang ada pada permukaan cat mobil anda dengan
menggunakan compund, polish, dan lainnya.

 Setelah itu lah proses nano ceramic coating, yang dilakukan di dalam ruangan steril
yang tertutup dengan kondisi suh ruangan yang pas sekitar 21 hingga 23 derajat
celcius sehingga nantinya mendapatkan hasil yang maksimal.

 Untuk total pengerjaan sekitar 3 hari, namun tergantung pula pada kondisi cat mobil

Manfaat Nano Ceramic


Ada beberapa manfaat yang didapatkan dengan menggunakan Nano Ceramic pelindung
cat mobil terbaik untuk mobil anda, antara lain adalah:
 Hydrophobic effect, yang mana mobil anda akan mendapatkan efek seperti daun
talas. Sehingga permukaan cat mobil akan lebih tahan terhadap air. Ketika ada
tetesan air yang mengenai permukaan body mobil, maka air dapat menjadi beeding
dan mudah untuk turun.
 Self Cleaning Effect, yang mana menyebabkan kotoran, debu, dan residu menjadi
tidak mudah menempel pada permukaan cat mobil. Sehingga mencuci mobil akan
terasa lebih mudah dilakukan.

 Perlindungan terhadap kontaminasi natural acid.

 Membuat permukaan cat mobil menjadi lebih tahan terhadap baret baret yang halus,
semisal swirl mark yang diakibatkan cara mencuci mobil yang salah.

 Melindungi mobil dari kerusakan yang diakibatkan paparan sinar UV.


Berdasarkan nilai keekonomiannya, nano partikel silika memiliki potensi yang sangat
baik untuk dikembangkan. Sebagai gambaran, harga 1 kg pasir silika dari alam adalah
Rp. 500,-; namun bila ditingkatkan kadarnya menjadi silika murni maka nilainya menjadi
Rp. 150.000,- /kg. Nilai ini terus meningkat bila diolah menjadi nano silika dengan harga
mencapai Rp. 3.000.000,-/kg