Anda di halaman 1dari 2

SOP PEMASANGAN SPALK

(Patah Terbuka dan Tertutup )


NO. KODE :
TERBITAN :
Ditetapkan :
NO. REVISI : KEPALA UPT PKM Sungai Raya
SOP Tgl. Mulai Berlaku :
Halaman :

dr. Hj. LISWATI HARAHAP


NIP. 197011132006042002

1. Pengertian Pemasangan Spalk adalah memasang alat untuk immobilisasi


yang berfungsi untuk mempertahankan kedudukan tulang. Baik itu
akibat patah terbuka dan tertutup

2. Tujuan a. Mencegah pergerakan tulang yang patah.


b. Mencegah bertambahnya perlukaan pada patah tulang.
c. Mengurangi rasa sakit.
d. Mengistirahatkan daerah patah tulang.

1. Kebijakan Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter

2. Referensi
3. Alat dan Bahan a. Alat pelindung diri
b. Masker.
c. Handscoen.
d. Bidai dengan ukuran sesuai kebutuhan.
e. Verband atau mitella.

6. Langkah- Langkah a. Memberitahukan kepada pasien tentang tindakan yang akan


dilakukan.
b. Petugas menggunakan masker dan handscoen sebagai alat
pelindung diri.
c. Jumlah dan ukuran bidai yanng dipakai disesuaikan dengan
lokasi patah tulang.
d. Jika terjadi perdarahan, hentikan dulu perdarahan dengan
menekan dan mengikat bagian yang luka dengan kain bersih.
e. Posisikan tubuh pasien yang akan dipasang spalk pada posisi
anatomi.
f. Ukur bidai pada 2 sendi.
g. Pasang penyanggah tulang yang patah agar patahan tulangnya
tidak semakin parah baik menggunakan spalk/bidai, tongkat,
kayu, dll yang ringan dan kuat dibalut tapi tidak membuat
ikatan atau balutan di bagian yang patah atau terluka.
h. Jangan membalut terlalu kuat atau terlalu longgar.
i. Mencatat dalam catatan perawat.

7. Hal-hal yang perlu a. Respons atau keluhan pasien.


diperhatikan
b. Observasi tekanan darah, nadi dan pernafasan.
c. Pengikatan tidak boleh terlalu kencang atau terlalu longgar.
d. Observasi vaskularisasi darah distal.

8. Unit terkait a. Instalasi Rawat Darurat.


b. Instalasi Rawat Inap.