Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BY. NY.

“S” DENGAN BBLR, NKB SMK,


HIPERBILIRUBIN DI RUANG PERINATOLOGI RSUD KOJA
JAKARTA UTARA

DISUSUN OLEH:

DAYANG IDA
PARDI
PUTRI DIAH KUSUMA

PROFESI KEPERAWATAN ANAK


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
Asuhan Keperawatan pada By. Ny.”S” dengan BBLR, NKB SMK,
Hiperbilirubin di Ruang Perinatologi RSUD Koja
A. Pengkajian
1. Identitas
Nama bayi : by Ny. “S” Tgl dirawat :10 Mei 2017
Jenis kelamin:Perempuan Tgl pengkajian : 15 Mei 2017, 18.00 wib
Tgl lahir/usia : 10 Mei 2017 (5hari) Tempat rawat : Perina RSUD KOJA
Nama ibu / usia : Ny. “S” (39th)
Nama ayah/usia : Bp. “S” (42th)
2. Riwayat bayi
Apgar score : 1”= 5, 5”= 7
Usia gestasi : 31 minggu
Berat badan : 2000 gram panjang badan : 43,5 cm
3. Komplikasi persalinan :
KPD (24 jam), lahir spontan dengan usia gestasi 31 mnggu, premature, ketuban
jernih, karena kecapekan naik-turun tangga
4. Riwayat ibu
No Usia Partus & usia Jenis kelamin BBL Abortus Jenis persalinan
gestasi
1 22 th Normal , 39 mg Laki- laki 3500gr - Pervagina
2 29 th Normal, 39 mg Laki-laki 3500gr - Pervagina

5. Jenis persalinan : pervagina


6. Komplikasi kehamilan : persalinan premature
7. Pengkajian fisik neonatus
Refleks moro: ada, Menggenggam :ada, kuat, Menghisap& menelan :ada,
kurang kuat
Tonus/aktifitas : aktif, menangis keras,
Kepala/leher : fontanel anterior lunak, cekung
Sutura sagitalis : tepat
Gambaran wajah : simetris
Molding : tidak ada
Mata : bersih
THT : Normal, hidung normal telinga normal
Abdomen : lunak, LP : 27cm, liver kurang dari 2cm
Toraks : simetris, tidak ada retraksi dada, klavikula normal
Paru-paru : suara nafas kanan kiri sama, bunyi nafas disemua lapang
terdengar, suara nafas terdengar, pernafasan spontan, RR :
47x/mnt
Jantung : nadi 161 x/mnt, tidak ada mur-mur maupun gallop, waktu
pengisian kapiler 2 detik
Ektermitas : gerakan bebas, nadi perifer brakial kanan , brakial kiri,
femoral kanan dan femoral kiri keras
Umbilikus : normal, 2 arteri 1 vena
Ekstermitas : kanan dan kiri normal
Anus :paten
Spinal : normal
Kulit : jaundice, tidak pucat, tidak sianosis, kemerahann di daerah
perianal, jaringan lemak subcutan tipis, kulit tipis
Suhu : pakai inkubator, dengan suhu inkubator 33ºC, suhu kulit
36ºC
8. Riwayat soasial
Genogram

Suku : jawa
Agama : islam
Bahasa utama : bahasa indonesia, bahasa jawa
Perencanaan makanan bayi : ASI
Hubungan orangtua dg bayi : orang tua menerima kehadiran bayi, bayi diinginkan
Ibu Tingkah laku Ayah
v Menyentuh v
v Memeluk v
v Berbicara v
v Berkunjung v
v Memanggil nama v
v Kontak mata v
Orang terdekat yang dapat dihubungi : NY. “S”
Orang tua berespon dengan penyakit dan orang tua berespon terhadap hospitalisasi
9. Riwayat anak lain
Jenis kelamin BBL Jenis persalinan Riwayat imunisasi
Laki- laki 3500gr Pervagina Lengkap
Laki-laki 3500gr Pervagina lengkap
10. Data tambahan (pemeriksaan tambahan)
Hasil lab tanggal 15 mei 2017 Nilai Rujukan
Hemoglobin :18,5 g/dl 12-24
Hematokrit :49 % 40-68%
3
Leukosit :7000 sel/mm 9000-30000
3 3
Trombosit : 329 . 10 sel/mm 150-450.103
CRP : 0,18 <0.30
PCT : 0,3 <0.5
Bilirubin total : 24,33 <
Albumin : 3,45 3,8-5,4
GDS : 63
11. Resume hasil pengkajian
Bayi lahir spontan dengan usia gestasi 31 minggu ( 10 mei 2017 jam 09.50 wib),
bayi nampak sesask ada retraksi dinding dada minimal, tidak ada sianosis, nangis
kuat, air ketuban hijau jernih, AS 5/7 RR: 60x/mnt, Nadi: 173x/mntsuhu, 36.3C
terpasang FO2 21% pep, abdomen supel, muntah tidak ada, reflek hisap dan menelan
baik, BBL : 2000gram dipasang infus ¼ NS 400/24 jam bayi berada di inkubator..
terpasang PEP selama 2hari. saat dilakukan pengkajian (15 mei 2017 jam 18.00
wib) didapat kan data tidak ada sesak RR 47x/mnt n:160, suhu: 36,8C BB: 2000
gram, tidak sianosis, akral hangat, tidak ada sianosis, nafas spontan, dalam
inkubator, minum ASI 8x 30cc, tampak sesekali memuntahkan ASI, infus terpasang
di kaki kiri tgl.15 mei 2017 dengan cairan infus D10% + Ca glukonas. Nampak
ikterik dan jaundice dan terpasang fototerapi.
B. Web of Cautions
C. Analisa data
No Data Masalah Etiologi
keperawatan
1 DS : Resiko tinggi Imature control
ibu mengatakan anak lahir dengan hipotermi tubuh dan
usia gestasi 31 minggu kurangnya lemak
DO: dijaringan subkutan
- RR 47x/mnt HR:160, suhu:
36,8C BB: 2000 gram
- Prematur,
- Lemak subkutan tipis
- BBL: 2000gram
- Menggunakan inkubator
dengan suhu 33ºC
- Tidak sianosis
2 DS : nutrisi kurang dari Imaturitas saluran
ibu mengatakan anak lahir dengan kebutuhan cerna,
usia gestasi 31 minggu
DO:
- Prematur,
- tampak sesekali
memuntahkan ASI
- BBL: 2000gram
- BB sekarang ; 2000gram
(umur 5 hari)
- Albumin : 3,45
- GDS : 68
3 DS : Resiko infeksi Defisiensi
ibu mengatakan anak lahir dengan pertahanan tubuh,
usia gestasi 31 minggu tindakan invasif
DO:
- Prematur
- Suhu 36,8C
- Terpasang infus dikaki kiri
- Leu :7000,
- CRP:0,18
- PCT : 0,3
4 DS:- Resiko trauma Efek foto terapi
DO:
- Kulit nampak jaundice, mata
ikterik
- Bilirubin total 24,33
- Terpasang foto terapi

5 DS: Gangguan Tipisnya jaringan


ibu mengatakan anak lahir dengan integritas kulit kulit,
usia gestasi 31 minggu
DO:
- Jaringan kulit tipis
- Menggunakan pampers
- Daerah perianal nampak
kemerahan

D. Diagnosa Keperawatan
1. Resiko tinggi hipotermi berhubungan dengan imature control tubuh dan
kurangnya lemak dijaringan subkutan.
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan imaturitas saluran cerna.
3. Resiko infeksi berhubungan dengan defisiensi pertahanan tubuh, tindakan invasif.
4. Resiko trauma berhubungan dengan efek foto terapi.
5. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan tipisnya jaringan kulit.

E. Rencana keperawatan
No Dx. Keperawatan Rencana keperawatan
Tujuan & kriteria hasil Tgl & Intervensi & Rasional paraf
jam
1 Resiko tinggi hipotermi b.d Imature 15-05-17 - observasi tanda-tanda vital
control tubuh dan kurangnya lemak Jam rsional: perubahan suhu dapat
dijaringan subkutan 18.00wib merubah tanda-tanda vital
Setelah dilakukan asuhan - atur suhu inkubator sesuai
keperawatan selama perawatan kebutuhan, rasional :
hipotermi tidak terjadi mempertahankan suhu normal bayi
Dengan kriteria : - hindari bayi dari pengaruh yang
- suhu tubu 36-37ºC dapat menurunkan suhu tubuh,
- kulit hangat rasional : mencegah hipotermi
- ekstermitas hangat - monitor tanda-tanda hipotermi (
- tidak ada sianosis mengetahui adanya hipotermi)
- ganti pampers setiap 3 jam:
(mencegah hipotermi)
- ganti pakai setiap basah:
(mencegah hipotermi)
2 nutrisi kurang dari kebutuhan b.d 15-05-17 - Kaji refleks hisap dan menelan (
Imaturitas saluran cerna Jam menandakan bayi sudah dapat
Setelah dilakukan asuhan 18.00wib diberikan asupan nutrisi)
keperawatan selama perawatan - Timbang BB setiap hari (status
nutrisi terpenuhi nutrisi dapat teridentifikasi)
Dengan kriteria: - Beri ASI setiap 3 jam ( sesuai
- Refleks hisap dan menelan dengan pola mkn bayi, ASI
baik merupakan nutrisi utama bagi
- Tidak ada muntah, tidak ada bayi)
kembung - Lakukan oral hygine (mencegah
- BAB 3-4 kali x/ hari terjadinya pertumbuhan jamur)
- Turgor elastis - Kolaborasi dengan dokter untuk
- BB naik 15 gram perhari pemberian cairan intravena sesuai
kebutuhan (untuk mempertahankan
keseimbangan cairan dan nutrisi
bayi) dan pemeriksaan GDS (
untuk mengetahui status nutrisi)
- Anjurkan ibu menyusui bayinya (
agar ana terbiasa menyusu secara
langsung)
3 Resiko infeksi b.d Defisiensi 15-05-17 - Observasi tanda-tanda infeksi
pertahanan tubuh, tindakan invasif Jam (mengetahui status infeksi)
Setelah dilakukan asuhan 18.00wib - Cuci tangan sebelum dan sesudah
kepeawatan selama perawatan tidak kontak dengan bayi (
terjadi infeksi meminimalisir penyebab infeksi)
Ditandai dengan: - Cegah bayi kontak dengan orang
Suhu : 36-37ºC yang terinfeksi (meminimalisir
Leukosit, CRP, PCT normal penyebab infeksi)
Tidak ada tanda-tanda infeksi - lakukan tindakan bersih/steril
sesuai tindakan ( meminimalisir
penyebab infeksi)
- jaga kebersihan bayi dan
lingkungan ( meminimalisir
penyebab infeksi)
4 Gangguan integritas kulit b.d 15-05-17 - Observasi kulit : warna, adanya
Tipisnya jaringan kulit, Jam luka ( mengidentifikasi status
Setelah dilakukan asuhan 18.00wib integritas kulit)
keperawatan selama 4 x 24 jam - Ganti pampers tiap 3 jam (
gangguan integritas kulit berkurang mencegah agar kulit bayi tidak
atau tidak terjadi basah, n lembab)
Dengan kriteria: - Ganti pakaian bila basah (
Kemerah-merahan berkurang atau mencegah kulit bayi tidak lembab)
hilang , tidak ada lecet
5 Resiko trauma b.d efek fototerapi 15-05-17 - Atur jarak bayi dengan sumber
Setelah dilakukan asuhan Jam cahaya 45 cm ( jarak yang sesuai,
keperawatan selama terpasang 18.00wib mencegah kerusakan kulit karena
fototerapi bayi tidak mengalami terpapar sinar fototerapi)
trauma karena efek fototerapi - Tutup bagian mata dan alat vital
Ditandai dengan penggunakan kain ( mencegah/
Bayi kan berkembang tanpa meminimalisir terjadinya injury
disertasi tanda-tanda gangguan karena terpapar dengan sinar
akibat fototerapi fotterapi)
- Kaji adanya konjungtivitis setiap 8
jam ( salah satu efek fototerapi
pada mata
F. Catatan perkembangan
Diagnosa Catatan Perkembangan
keperawatan Tgl & jam Implementasi Evaluasi paraf
Resiko tinggi 15 mei 2017, - mengobservasi tanda-tanda 15 Mei 2017, jam 20.00 wib
hipotermi jam 18.00- vital S:-
20.00 wib - mengatur suhu inkubator O:
sesuai kebutuhan - RR 46x/mnt HR:158, suhu:
- menghindari bayi dari 36,8C
pengaruh yang dapat - Suhu inkubator 33,1ºC
menurunkan suhu tubuh, - Tidak ada sianosis
- memonitor tanda-tanda - Kulit hangat, ekstermitas
hipotermi hangat
- mengganti pampers setiap A : masalah hipotermi tidak
3 jam terjadi
P: Lanjutkan intervensi
nutrisi 15 mei 2017, - mengkaji refleks hisap dan 15 Mei 2017, jam 20.00 wib
kurang dari jam 18.00- menelan S:
kebutuhan 20.00 wib - Beri ASI setiap 3 jam ibu mengatakan anaknya mau
disusui, tidak ada muntah
- melakukan oral hygine
O:
- mengkolaborasi dengan Bayi mampu menghabiskan
dokter untuk pemberian diit susu (ASI) 30cc, sesekali
cairan intravena sesuai dimuntahkan, reflek hisap dan
kebutuhan, dan menelan cukup baik, BAB dari
pemeriksaan GDS pagi sudah 4 kali, perut supel,
- menganjurkan ibu tidak ada kembung, infus
menyusui bayinya lancar, hasil GDS : 68
- A:
masalah nutrisi kurang dari
kebutuhan teratasi sebagian
P:
lanjutkan intervensi
Resiko 15 mei 2017, - mengbservasi tanda-tanda 15 Mei 2017, jam 20.00 wib
infeksi jam 18.00- infeksi S:-
20.00 wib - mencuci tangan sebelum O:
RR 46x/mnt HR:158, suhu:
dan sesudah kontak dengan
36,8C, tidak ada tanda-tanda
bayi infeksi
- mencegah bayi kontak A:
dengan orang yang masalah infeksi tidak terjadi
terinfeksi P:
- melakukan tindakan Lanjutkan intervensi
bersih/steril sesuai
tindakan
- menjaga kebersihan bayi
dan lingkungan
Gangguan 15 mei 2017, - mengobservasi kulit : 15 Mei 2017, jam 20.00 wib
integritas jam 18.00- warna, adanya luka S:-
kulit 20.00 wib - mengganti pampers tiap 3 O:Daerah perianal masih
kemerah-merahan
jam
A:gangguan integritas kulit
belum teratasi
P:Lanjutan intervensi
Resiko 15 mei 2017, - mengatur jarak bayi
15 Mei 2017, jam 20.00 wib
trauma jam 18.00- dengan sumber cahaya 45 S:-
20.00 wib cm O:
jarak sumber sinardari bayi,
- menutup bagian mata dan
45cm, tidak ada konjungtivitis,
alat vital penggunakan kain
mata dan alat vital bayi
- Kaji adanya konjungtivitistertutupi
setiap 8 jam A:
- Observasi hasil lab masalah resiko terjadi trauma
teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
Diagnosa Catatan Perkembangan
keperawatan Tgl & jam Implementasi Evaluasi paraf
Resiko tinggi 16 mei 2017, - mengobservasi tanda-tanda 16 Mei 2017, jam 20.00 wib
hipotermi jam 15.00- vital S:-
20.00 wib - mengatur suhu inkubator O:
sesuai kebutuhan - RR 46 x/mnt HR:156, suhu:
- menghindari bayi dari 36,6C
pengaruh yang dapat - Suhu inkubator 33,1ºC
menurunkan suhu tubuh, - Tidak ada sianosis
- memonitor tanda-tanda - Kulit hangat, ekstermitas
hipotermi hangat
- mengganti pampers setiap A:
3 jam masalah hipotermi tidak
terjadi
P: Lanjutkan intervensi
Nutrisi 16 mei 2017, - mengkaji refleks hisap dan 16 Mei 2017, jam 20.00 wib
nutrisi jam 15.00- menelan S:
kurang dari 20.00 wib - menimbang BB ibu mengatakan anaknya mau
kebutuhan disusui, tidak ada muntah
- Beri ASI setiap 3 jam
O:
- melakukan oral hygine Bayi mampu menghabiskan diit
- mengkolaborasi dengan susu (ASI) 30cc, sesekali
dokter untuk pemberian dimuntahkan, reflek hisap dan
cairan intravena sesuai menelan cukup baik, BAB dari
kebutuhan pagi sudah 5 kali, perut supel,
- menganjurkan ibu tidak ada kembung, infus
menyusui bayinya lancar, hasil GDS : 76
, BB : 2050 gram
A:
masalah nutrisi kurang dari
kebutuhan teratasi sebagian
P:
lanjutkan intervensi
Resiko 16 mei 2017, - mengbservasi tanda-tanda 16 Mei 2017, jam 20.00 wib
infeksi jam 15.00- infeksi S:-
20.00 wib - mencuci tangan sebelum O:
RR 46x/mnt HR:158, suhu:
dan sesudah kontak dengan
36,8C, tidak ada tanda-tanda
bayi infeksi
- mencegah bayi kontak A:
dengan orang yang masalah infeksi tidak terjadi
terinfeksi
- melakukan tindakan P:
bersih/steril sesuai Lanjutkan intervensi
tindakan
- menjaga kebersihan bayi
dan lingkungan
Gangguan 16 mei 2017, - mengobservasi kulit : 16 Mei 2017, jam 20.00 wib
integritas jam 15.00- warna, adanya luka S:-
kulit 20.00 wib - mengganti pampers tiap 3 O:Daerah perianal masih
kemerah-merahan
jam
A:gangguan integritas kulit
belum teratasi
P:Lanjutan intervensi
Resiko 16 mei 2017, - mengatur jarak bayi 16 Mei 2017, jam 20.00 wib
trauma jam 15.00- dengan sumber cahaya 45 S:-
20.00 wib cm O:, bilirubin total :24,98
jarak sumber sinardari bayi,
- menutup bagian mata dan
45cm, tidak ada konjungtivitis,
alat vital penggunakan kain mata dan alat vital bayi
- Kaji adanya konjungtivitis tertutupi, jaundice dan ikterik
setiap 8 jam belum berkurang
- Observasi hasil lab A:
masalah resiko terjadi trauma
teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
Diagnosa Catatan Perkembangan
keperawatan Tgl & jam Implementasi Evaluasi paraf
Resiko tinggi 17 mei 2017, - mengobservasi tanda-tanda 17 Mei 2017, jam 20.00 wib
hipotermi jam 15.00- vital S:-
20.00 wib - mengatur suhu inkubator O:
sesuai kebutuhan RR 44x/mnt HR:152, suhu:
- menghindari bayi dari 36,7C . Suhu inkubator
pengaruh yang dapat 33,1ºC, Tidak ada sianosis,
menurunkan suhu tubuh, kulit hangat, ekstermitas
- memonitor tanda-tanda hangat
hipotermi A:
- mengganti pampers setiap masalah hipotermi tidak
3 jam terjadi
P:
Lanjutkan intervensi
Nutrisi 17 mei 2017, - mengkaji refleks hisap dan 17 Mei 2017, jam 20.00 wib
nutrisi jam 15.00- menelan S:
kurang dari 20.00 wib - menimbang BB ibu mengatakan anaknya mau
kebutuhan disusui, tidak ada muntah
- Beri ASI setiap 3 jam
O:
- melakukan oral hygine Bayi mampu menghabiskan
- mengkolaborasi dengan diit susu (ASI) 30cc, tidak ada
dokter untuk pemberian muntah, reflek hisap dan
cairan intravena sesuai menelan cukup baik, BAB
kebutuhan dari pagi sudah 4 kali, perut
- menganjurkan ibu supel, tidak ada kembung,
menyusui bayinya infus lancar, hasil GDS : 85,
BB : 2050 gram
A:
masalah nutrisi kurang dari
kebutuhan teratasi sebagian
P:
lanjutkan intervensi
Resiko 17 mei 2017, - mengbservasi tanda-tanda 17 Mei 2017, jam 20.00 wib
infeksi jam 15.00- infeksi S:-
20.00 wib - mencuci tangan sebelum O:
RR 44x/mnt HR:152, suhu:
dan sesudah kontak dengan
36,7C, tidak ada tanda-tanda
bayi infeksi
- mencegah bayi kontak A:
dengan orang yang masalah infeksi tidak terjadi
terinfeksi P:
- melakukan tindakan Lanjutkan intervensi
bersih/steril sesuai
tindakan
- menjaga kebersihan bayi
dan lingkungan
Gangguan 17 mei 2017, - mengobservasi kulit : 17 Mei 2017, jam 20.00 wib
integritas jam 15.00- warna, adanya luka S:-
kulit 20.00 wib - mengganti pampers tiap 3 O:Daerah perianal masih
kemerah-merahan namun
jam
sudah berkurang
A:gangguan integritas kulit
teratasi sebagian
P:Lanjutan intervensi
Resiko 17 mei 2017, - mengatur jarak bayi 17 Mei 2017, jam 20.00 wib
trauma jam 15.00- dengan sumber cahaya 45 S:-
20.00 wib cm O:
Bilirubin total :20,10, jarak
- menutup bagian mata dan
sumber sinardari bayi, 45cm,
alat vital penggunakan kain tidak ada konjungtivitis, mata
- Kaji adanya konjungtivitis dan alat vital bayi tertutupi,
setiap 8 jam jaundice dan ikterik belum
- Observasi hasil lab berkurang
A:
masalah resiko terjadi trauma
teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
Diagnosa Catatan Perkembangan
keperawatan Tgl & jam Implementasi Evaluasi paraf
Resiko tinggi 18 mei 2017, - mengobservasi tanda-tanda 18 Mei 2017, jam 20.00 wib
hipotermi jam 15.00- vital S:-
20.00 wib - mengatur suhu inkubator O:
sesuai kebutuhan RR 47x/mnt HR:157, suhu:
- menghindari bayi dari 36,8C . Suhu inkubator
pengaruh yang dapat 33,1ºC, Tidak ada sianosis,
menurunkan suhu tubuh, Kulit hangat, ekstermitas
- memonitor tanda-tanda hangat, bayi akan dipindahkan
hipotermi ke box, tidak mengnggunakan
- mengganti pampers setiap inkubator
3 jam

A:
masalah hipotermi tidak
terjadi
P:
Lanjutkan intervensi
Nutrisi 18 mei 2017, - mengkaji refleks hisap dan 18 Mei 2017, jam 20.00 wib
nutrisi jam 15.00- menelan S:
kurang dari 20.00 wib - menimbang BB ibu mengatakan anaknya mau
kebutuhan disusui, tidak ada muntah
- Beri ASI setiap 3 jam
O:
- melakukan oral hygine Bayi mampu menghabiskan
- mengkolaborasi dengan diit susu (ASI) 30cc, tidak ada
dokter untuk pemberian muntah, reflek hisap dan
cairan intravena sesuai menelan baik, BAB dari pagi
kebutuhan sudah 4 kali, perut supel, tidak
- menganjurkan ibu ada kembung, terapi infus
menyusui bayinya dihentikan, hasil GDS : 103,
BB : 2050 gram
A:
masalah nutrisi kurang dari
kebutuhan teratasi sebagian
P:
lanjutkan intervensi
Resiko 18 mei 2017, - mengbservasi tanda-tanda 18 Mei 2017, jam 20.00 wib
infeksi jam 15.00- infeksi S:-
20.00 wib - mencuci tangan sebelum O:
RR 47x/mnt HR:157, suhu:
dan sesudah kontak dengan
36,8C, tidak ada tanda-tanda
bayi infeksi, terapi cairan intravena
- mencegah bayi kontak dihentikan., infus dilepas.
dengan orang yang A:
terinfeksi masalah infeksi tidak terjadi
- melakukan tindakan P:
bersih/steril sesuai Lanjutkan intervensi
tindakan
- menjaga kebersihan bayi
dan lingkungan
Gangguan 18 mei 2017, - mengobservasi kulit : 18 Mei 2017, jam 20.00 wib
integritas jam 15.00- warna, adanya luka S:-
kulit 20.00 wib - mengganti pampers tiap 3 O:Daerah perianal masih
kemerah-merahan namun
jam
sudah berkurang
A:gangguan integritas kulit
teratasi sebagian
P:Lanjutan intervensi
Resiko 18 mei 2017, - mengatur jarak bayi 18 Mei 2017, jam 20.00 wib
trauma jam 15.00- dengan sumber cahaya 45 S:-
20.00 wib cm O:
Bilirubin total : 17,89, jarak
- menutup bagian mata dan
sumber sinardari bayi, 45cm,
alat vital penggunakan kain
- Kaji adanya konjungtivitis tidak ada konjungtivitis, mata
setiap 8 jam dan alat vital bayi tertutupi,
- Observasi hasil lab bayi akan dipindahkan hanya
memakai box, jaundice dan
ikterik berkurang
A:
masalah resiko terjadi trauma
teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi, pakaikan
billy blanked

Diagnosa Catatan Perkembangan


keperawatan Tgl & jam Implementasi Evaluasi paraf
Resiko tinggi 19 mei 2017, - mengobservasi tanda-tanda 19 Mei 2017, jam 20.00 wib
hipotermi jam 15.00- vital S:-
20.00 wib - mengatur suhu lingkungan O:
- menghindari bayi dari RR 45x/mnt HR:155, suhu:
pengaruh yang dapat 36,7C , Tidak ada sianosis,
menurunkan suhu tubuh, Kulit hangat, ekstermitas
- memonitor tanda-tanda hangat,
hipotermi A:
- mengganti pampers setiap masalah hipotermi tidak terjadi
3 jam P:
- Menutupi tubuh bayi Lanjutkan intervensi

Nutrisi 19 mei 2017, - mengkaji refleks hisap dan 19 Mei 2017, jam 20.00 wib
nutrisi jam 15.00- menelan S:
kurang dari 20.00 wib - menimbang BB ibu mengatakan anaknya mau
kebutuhan disusui, tidak ada muntah
- Beri ASI setiap 3 jam
- melakukan oral hygine O:
- mengkolaborasi dengan Bayi mampu menghabiskan
dokter untuk pemberian diit susu (ASI) 30cc, tidak ada
cairan intravena sesuai muntah, reflek hisap dan
kebutuhan menelan baik, BAB dari pagi
- menganjurkan ibu sudah 5 kali, perut supel, tidak
menyusui bayinya ada kembung,GDS : 103, BB :
2100 gram
A:
masalah nutrisi kurang dari
kebutuhan teratasi sebagian
P:
lanjutkan intervensi
Resiko 19 mei 2017, - mengbservasi tanda-tanda 19 Mei 2017, jam 20.00 wib
infeksi jam 15.00- infeksi S:-
20.00 wib - mencuci tangan sebelum O:
RR 45x/mnt HR:155, suhu:
dan sesudah kontak dengan
36,7C, tidak ada tanda-tanda
bayi infeksi
- mencegah bayi kontak A:
dengan orang yang masalah infeksi tidak terjadi
terinfeksi P:
- melakukan tindakan Lanjutkan intervensi
bersih/steril sesuai
tindakan
- menjaga kebersihan bayi
dan lingkungan
Gangguan 19 mei 2017, - mengobservasi kulit : 19 Mei 2017, jam 20.00 wib
integritas jam 15.00- warna, adanya luka S:-
kulit 20.00 wib - mengganti pampers tiap 3 O:Daerah perianal masih
kemerah-merahan namun
jam
sudah berkurang
A:gangguan integritas kulit
teratasi sebagian
P:Lanjutan intervensi
Resiko 19 mei 2017, 19 Mei 2017, jam 20.00 wib
trauma jam 15.00- - menutup bagian mata dan :-
20.00 wib alat vital penggunakan kain O:
tidak ada konjungtivitis, mata
- Kaji adanya konjungtivitis
dan alat vital bayi tertutupi,
setiap 8 jam bayi menggunakan billy
- Observasi hasil lab. blanked, billirubin total 15,27,
jaundice dan ikterik berkurang
A:
masalah resiko terjadi trauma
teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi, pakai