Anda di halaman 1dari 30

Kata Pengantar

Kami panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala
limpahan rahmat dan karunia-Nya, Kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah yang berjudul “SASTRA INDONESIA ANGKATAN 2000”.

Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia, menata
ilmu pengetahuan, dan untuk mengetahui materi ini yang lebih jauh.

Dengan selesainya makalah ini kami ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada :

1. Guru Bahasa Indonesia kami yaitu, Ibu Dra. Hj. Iftayati, M.Pd, karena berkat bimbingan
beliau kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini dengan baik.

2. Kedua orang tua kami yang telah mendukung, mendoakan kami, dan telah memberikan
bantuan baik secara moril maupun materil.

3. Dan kami juga ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada rekan-rekan kami yang
telah membantu dan menyusun makalah ini dengan baik.

Kami harap makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya. Kesempurnaan hanya
milik Tuhan Yang Maha Esa dan kita sebagai makhluknya tidak luput dari kesalahan oleh
karena itu kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini belumlah sempurna. Kami sangat
membutuhkan kritik ataupun saran dari para pembacanya agar makalah ini bisa menjadi lebih
baik. Semoga makalah dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bekasi, 22 Januari 2018

Penyusun

1
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Belakangan ini perkembangangan sastra Indonesia telah mengalami perubahan,


khususnya dalam hal kebebasan berekspresi. Menurut beberapa para ahli,mengatakan bahwa
sastra itu adalah kebebasan itu sendiri. Jadi tidak ada batasan-batasan yang bisa menahan
lajunya perkembangan kesusasteraan khususnya di Indonesia.

Pada dasarnya perkembangan sastra itu selalu berkembang dan perkembangan itu
menurut para ahli ditandai dengan periode-periode, yang pada dasarnya memiliki ciri khas
tersendiri. Salah satu periode itu adalah sastra pasca-reformasi. Dalam makalah ini saya
secara khusus membahas tentang SASTRA INDONESIA ANGKATAN 2000, yang secara
langsung menjadi judul atas makalah ini.

Kehadiran karya sastra merupakan sebuah manifestasi atas kebudayaan yang ada pada
saat itu. Terbentuknya sastra pasca-reformasi merupakan hal yang dilematis dari sejarah
sastra Indonesia. Periode yang ditandai dengan jatuhnya kekuasaan Soeharto. Periode yang
lahir dengan semangat revolusioner. Kemungkinan periode ini merupakan jendela bagi
perkembangan kesusasteraan di Indonesia. Dan seharusnya setiap detail dalam perkembangan
itu harus terus kita catat dan kita gali.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana latar belakang lahirnya sastra reformasi?

2. Peristiwa apa saja pada reformasi ?

3. Siapa sastrawan yang terlibat pada masa itu ?

4. Apa saja karakteristik sastra pada masa itu ?

5. Apa saja karya terpopuler pada masa itu ?

2
1.3 Tujuan Penulisan

1. Memahami latar belakang lahirnya sastra pasca reformasi

2. Mengetahui siapa sastrawan yang terlibat pada masa itu

3. Memahami apa saja karakteristik sastra pada masa itu

4. Mengetahui apa saja karya terpopuler pada masa itu

1.4 Metode Penulisan

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk


mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis
untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Metode adalah cara kerja yang teratur dan bersistem untuk dapat melaksanakan suatu
kegiatan dengan mudah guna mencapai maksud yg ditentukan.

Metode yang digunakan untuk karya ilmiah ini adalah Metode Pustaka (buku). Metode
pustaka yaitu metode yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari
pustaka yang berhubungan dengan alat, baik berupa buku maupun informasi di internet.

1.5 Manfaat Penulisan

Kegunaan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

 Untuk mengetahui lebih dalam tentang sastra Indonesia tahun 2000-an,


 Untuk menumbuhkan rasa lebih semangat dalam kegiatan belajar, dan
 Untuk menambah pengetahuan tentang karakteristik sastra tahun 2000-an.

BAB II

3
PEMBAHASAN
Setelah wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan Reformasi
muncul,namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki ‘Juru bicara’ . Korrie Layun
Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan 2000.
Sebuah buku tebal yang diterbitkan oleh Gramedia,Jakarta tahun 2002,seratus lebih
penyaiir,cerpennis,novelis,esais dan kritikus sastra dimasukan Korrie ke dalam Angkatan
2000,termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak tahun 1980-an,seperti Afrisal
Malna,Abmadun Yossi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. Serta yang muncul pada akhir
tahun 1990-an seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. Menurut Korrie,Afrisal Malna
melansir estetik baru yang digali dari sifat missal benda-benda dan manusia yang
dihubungkan dengan peristiwa tertentu dari interaksi missal.

Setelah terjadi reformasi,ruang gerak masyarakat pada awalnya merasa selalu dibekap
dan terganjal oleh gaya pemerintahan Orde Baru yang represif tiba-tiba memperoleh saluran
kebebasan yang leluasa. Kesusastraan seperti dalam sebuah pentas terbuka dan luas. Para
pemainnya boleh berbuat dan melakukan apa saja namun ada suasana tertentu yang
mematangkannya. Angkatan 2000 adalah nama yang diberikan oleh Korrie Layun Rampan.
Ada sejumlah pengarang yang melahirkan wawasan estetik baru pada tahun 1990-an dan
tokoh-tokoh Angkatan ini adalah:

1. Afrisal Malna

2. Seno Gumira Ajidarma

3. Ayu Utami

2.1 Peristiwa yang Terjadi pada Masa Reformasi

4
Reformasi di Indonesia ditandai dengan jaruhnya rezim Soeharto. Secara tidak
langsung dengan lengsernya Soeharto dari jabatannya sebagai presiden maka berakhir pula
sebuah tirani, yang selama ini menjadi belenggu yang terikat lekat di kaki setiap rakyat
Indonesia. Reformasi diharapkan dapat memfalitasi rakyat Indonesia dalam memperoleh
kebebasan yang selama ini mereka harapkan.

Lahirnya reformasi ini menandakan kebebasan bagi para sastrawan yang selama ini
selalu terkungkung dalam lembah kelam. Bagi mereka yang memiliki sifat revolusioner,
kehadiran reformasi ini merupakan momok yang selalu diidam-idamkan. Akan tetapi,
kenyataaannya malah membuat mereka semakin radikal. Berikut adalah momen penting yang
terjadi sepanjang periode ini :

2000: Korrie Layun Rampan mengumumkan adanya Angkatan 2000. H.B. Jassin meninggal
di Jakarta. Buku Aku Ingin Jadi Peluru karya Wiji Thukul terbit.

2001: Mulai 2001, penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) diberikan kepada
sastrawan yang menghasilkan karya sastra terbaik. Mereka yang pernah mendapatkan
penghargaan ini antara lain Goenawan Mohamad, Remy Sylado, Hamsad Rangkuti, Seno
Gumira Ajidarma, Linda Christanty, Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, Gus tf., Acep
Zamzam Noor.

2002: Majalah Horison menerbitkan buku Horison Sastra Indonesia yang terdiri dari empat
kitab, yakni kitab puisi, cerpen, novel, dan drama. Dalam buku ini, Hamzah Fansuri yang
hidup di abad ke-17 dimasukkan sebagai sastrawan Indonesia yang pertama.

2003: Sapardi Djoko Damono dan Ignas Kleden mendapat penghargaan Ahmad Bakrie
Award karena jasanya di bidang kesusastraan dan pemikiran. Sastrawan dan intelektual yang
menerima penghargaan yang sama pada tahun-tahun berikutnya adalah Goenawan Mohamad,
Nurcholish Madjid, Budi Darma, Sartono Kartodirdjo. Frans Magnis Soeseno yang
seharusnya mendapatkan penghargaan tersebut menolak karena keterkaitan perusahaan
Bakrie dengan bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

2004: Pemilihan presiden secara langsung yang dilakukan pertama kali di Indonesia. Soesilo
Bambang Yudhoyono terpilih sebagai presiden, mengalahkan Megawati. Di dunia sastra, para
sastrawan muda mendeklarasikan lahirnya generasi sastrawan cyber. Sastra di internet
merupakan terobosan baru bagi para sastrawan untuk berekspresi dan mempublikasikan
karyanya secara bebas. Novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy terbit.

5
Yayasan Lontar mendokumentasikan biografi sastrawan Indonesia, di antaranya Pramoedya
Ananta Toer, Agam Wispi, Ahmad Tohari, Umar Kayam, Sapardi Djoko Damono, Sutan
Takdir Alisjahbana, Putu Oka Sukanta, dan lain-lain. Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM)
Munir dibunuh. Buku Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan karya Ignas Kleden terbit.

2005: Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata terbit. Novel ini dan novel Ayat-ayat Cinta
menjadi novel paling laris (best seller) dalam sejarah penerbitan novel di Indonesia. Kedua
novel ini juga ditransformasi ke film.

2006: Yayasan Lontar menerbitkan Antologi Drama Indonesia: 1895-2000. Penerbitan buku
ini menunjukkan bahwa sejarah sastra Indonesia bukan dimulai pada 1920, melainkan pada
1895. Anton Kurnia menerbitkan Ensiklopedi Sastra Dunia.

2007: Novel Kalatidha karya Seno Gumira Ajidarma terbit. Buku kumpulan puisi Otobiografi
karya Saut Situmorang terbit. Saut adalah salah satu sastrawan yang menggerakkan sastra
cyber, sastrawan Ode Kampung, dan majalah Boemipoetra.

2008: Buku-buku Pramoedya Ananta Toer yang dicetak ulang dan buku-buku korban tragedi
1965 yang ingin meluruskan sejarah marak di toko-toko buku, dan menjadi buku laris.
Misalnya, Suara Perempuan Korban Tragedi 65 karya Ita F. Nadia.

2.2 Sastrawan yang Terlibat dengan Sastra Reformasi

6
Setiap angkatan pasti mempunyai cara dan gaya yang khas dalam mengungkapkan
hasrat dan imajinasinya. Hal ini tidak dapat dihindarkan dari sastrawan yang adalah
penggerak dan penghadir karya sastra itu sendiri.

Sastra reformasi diramaikan oleh wajah-wajah baru, namun masih ada juga wajah lama yang
masih menghiasi wajah kesusasteraan Indonesia. Berikut ini ada beberapa nama sastrawan
yang secara langsung terlibat dalam perkembangan sastra reformasi.

Keith Foulcher dengan empat bukunya, yakni Sumpah Pemuda: Makna dan Proses
Penciptaan atas Sebuah Simbol Kebangsaan Indonesia (2000), Pujangga Baru: Kesusasteraan
dan Nasionalisme di Indonesia 1933-1942 (1991), Angkatan 45: Sastra, Politik Kebudayaan
dan Revolusi Indonesia (1994), dan Social Commitment in Literatureand The Arts: The
Indonesian Institute People s Culture 1950-1965 (1986)

Ayu Utami mengibarkan sastra yang beraroma seks melalui Saman.

Buku Aku Ingin Jadi Peluru karya Wiji Thukul terbit.

Goenawan Mohamad, Remy Sylado, Hamsad Rangkuti, Seno Gumira Ajidarma, Linda
Christanty, Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, Gus tf., Acep Zamzam Noor, Ignas
Kleden,

Novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.

Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Novel Kalatidha karya Seno Gumira Ajidarma

Buku kumpulan puisi Otobiografi karya Saut Situmorang

Ayu Utami (pengarang novel Saman, Larung) Djenar Maesa Ayu (pengarang Mereka Bilang
Saya Monyet, Jangan Main-Main dengan Kelaminmu dan Nayla), Hudan Hidayat (pengarang
Tuan & Nyonya Kosong, bersama Mariana Aminudin), Muhidin M Dahlan (pengarang Tuhan
Ijinkan Aku Menjadi Pelacur, Adam & Hawa)

Masih banyak sastrawan yang bermunculan dalam periode ini khususnya para cerpenis yang
nama-namanya sudah tidak asing lagi seperti :

Budi Darma, Hamsad Rangkuti, Kuntowijoyo, Danarto.

7
Martin Aleida misalnya, mengangkat tema korban politik bagi mereka yang terlibat PKI.

Linda Christanty dengan antologinya, Kuda Terbang Maria Pinto (2004)

Begitu juga dengan cerpenis baru yang diprediksikan akan menjadi sastrawan Indonesia
selanjutnya, seperti nama-nama berikut :

Eka Kurniawan dalam karya pertamanya, antologi cerpen Corat-Coret di Toilet (2000),
Cantik itu Luka (2002), Harimau (2004), antologi cerpen Cinta tak Ada Mati (2005)

Teguh Winarsho (Bidadari BersayapBelati, 2002), Hudan Hidayat (Orang Sakit, 2001;
Keluarga Gila, 2003) Maroeli Simbolon (Bara Negeri Dongeng, 2002; Cinta Tai Kucing,
2003), Satmoko Budi Santoso (Jangan Membunuh di Hari Sabtu, 2003), Mustofa W Hasyim
(Api Meliuk di Atas Batu Apung, 2004), Kurnia Effendi (Senapan Cinta, 2004; Bercinta di
Bawah Bulan, 2004), Moh. Wan Anwar (Sepasang Maut, 2004), Yusrizal KW (Kembali ke
Pangkal Jalan, 2004), Isbedy Stiawan (Perempuan Sunyi, 2004; Dawai Kembali Berdenting,
2004), Triyanto Triwikromo (Anak-Anak Mengasah Pisau, 2003), Damhuri Muhammad
(Laras, Tubuhku bukan Milikku, 2005).

Cerpenis wanita yang muncul dalam lima tahun terakhir ini, juga tidak dapat diabaikan
kontribusinya. Selain Linda Christanty, masih ada deretan cerpenis wanita yang sebenarnya
lebih kuat dan matang. Oka Rusmini (Sagra, 2002), Djenar Maesa Ayu (Mereka Bilang Saya
Monyet, 2002; Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu, 2004), Maya Wulan (Membaca
Perempuanku, 2002), Intan Paramadhita (Sihir Perempuan, 2005), Nukila Amal (Laluba,
2005), Weka Gunawan (Merpati di Trafalgar Square, 2004), Labibah Zain (Addicted to
Weblog: Kisah Perempuan Maya, 2005), Ucu Agustin (Kanakar, 2005), Evi Idawati (Malam
Perkawinan, 2005). Mereka berpeluang mengikuti jejak seniornya, Nh Dini, Titis Basino,
Leila S. Chudori, Ratna Indrswari Ibrahim atau Abidah el-Khalieqy.

Beberapa nama di atas menandakan bahwa perkembangan sastra Indonesia pasca-reformasi


telah mengalami peningkatan yang signifikan. Hal inilah yang sesungguhnya diharapkan oleh
kita, sehingga dapat menghindari kecendrungan stagnasi dalam kesusasteraan Indonesia

Pada periode 2000-an muncul pengarang wanita yang umumnya menulis tentang pemikiran
yang tajam dan bebas dengan ungkapan perasaan. Ada di antara mereka yang menampilkan
nuansa-nuansa erotik, hal-hal yang sensual bahkan seksual. Sastra Angkatan 2000 sering
disebut sastra mutakhir. Salah satu karya yang berani tampil beda pada periode ini adalah

8
Saman oleh Ayu Utami dan dijadikan sebagai tonggak pembaharu sastra dalam sejarah sastra.
Novel Saman (1998) oleh Ayu Utami ini melahirkan wawasan estetik baru karena mencirikan
teknik khas yang tampak dari pola kolase.

Penamaan periode 2000 sementara masih dalam perdebatan antara para sastrawan, nama
Angkatan dan nama Periode masih dalam perundingan. Diskusi tersebut Maman menanyakan
apa perlu ada angkatan dalam sastra. Beliau ingin dalam periode 2000 ini tidak ada sastrawan
yang diagungkan, hanya deskripsi karya dan proses kreatif. Perdebatan tentang perlu adanya
angkatan atau tidak kembali lagi pada syarat adanya angkatan, yaitu: (1) perlu ada kelompok
sastrawan sebagai pendukung angkatan, dan (2) untuk mendukung angkatan karya sastra
harus inovatif, spesifik, kreatif, dan inspiratif.

Periode 2000-an karya sastranya sudah memiliki corak baru dalam prosa, puisi, drama, dan
perfilman. Perkembangan sastra periode 2000-an menampilkan bentuk pikiran karya sastra
yang bermacam-macam dan tema beragam. Ini membuktikan karya sastra periode 2000-an
mengalami perkembangan yang aktif dan positif.

9
2.3 Karakteristik Karya Sastra Angkatan 2000

1. Menggunakan kata-kata maupun frase yang bermakna kontatif (makna yang


mempunyai hubungan/kaitan)

2. Banyak menyindir keadaan sekitar baik sosial, budaya, politik, atau lingkungan

3. Revolusi tipografi atau tata wajah yang bebas aturan dan kecenderungan ke puisi
kongkret yang di sebut antromofisme

4. Kritik sosial sering muncul lebih keras

5. Penggunaan estetika baru

6. Karya cenderung vular,

7. Mulai bermunculan fiksi-fiksi islami,

8. Munculnya cyber sastra di Internet

9. Ciri-ciri bahasa diambil dari bahasa sehari-hari yaitu kerayatjelataan,

10. Karya satra pada angkatan ini mulai berani memunculkan karya sastra yang cenderung
berbau vulgar dan kebanyakan mengadopsi begitu saja moral pergaulan bebas ala amerika

11. Bertemakan romantisme atau berkasih-kasihan

10
2.4 Tokoh dan Karya Sastra Periode 2000

1. Dewi Lestari

Lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976 yang biasa disapa “Dee”.

Karya yang dihasilkan:

a) Supernova 1; Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh (2001, novel)

b) Supernova; Akar (2002)

c) Supernova, Petir (2004).

2. Ayu Utami

Kelahiran Bogor, 21 November 1968, seorang aktivis jurnalis dan sastrawan berkebangsaan
Indonesia. Karya yang dihasilkan:

a) Saman (1998)

b) Larung (2001).

3. Andrea Hirata

Nama saat lahir di Belitung, 24 Oktober 1967 adalah Aqil Barraq Badruddin Seman Said
Harun. Karya yang dihasilkan:

a) Laskar Pelangi (2005)

b) Sang Pemimpi (2006)

c) Edensor (2007)

d) Maryamah Karprov (2008)

e) Cinta Dalam Gelas.

4. Abdul Wachid B.S.

Karya yang dihasilkan:

a) Ode Bagai Burung

b) Tahajud

c) Bulan Telah Menjadi Sabit.

11
5. Habiburrahman El Shirazy

Dalam penobatan Insani UNDIP Award tahun 2008 beliau dinobatkan sebagai novelis nomor
1 di Indonesia, lahir di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976. Karya yang dihasilkan:

a) Ayat-Ayat Cinta (2004)

b) Di Atas Sajadah Cinta (2004)

c) Ketika Cinta Berbuah Surga (2005)

d) Pudarnya Pesona Cleopatra (2005)

e) Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007)

f) Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007)

g) Dalam Mirhab Cinta.

6. Triyanto Triwikromo

Salah satu karyanya adalah “Sakerah”.

7. Rizal Mantovani

Hasil karyanya berupa film yaitu “Jailangkung”.

8. Afrizal Malna

Hasil karyanya pada periode ini:

a) Kalung dari Seorang Teman

b) Tangan di Pagi

c) Tangan di Pagi Hari.

9. Taufiq Ismail

Karya yang dihasilkan:

a) Malu Aku Jadi Orang Indonesia (puisi)

b) American Coruption Words (puisi)

c) Aisyah Andinda Kita (puisi)

d) Politik Sepak Bola (puisi).

12
10. Remi Silado

Karya yang dihasilkan:

a) Ca Bau Kan

b) Kerudung Merah Kirmizi (2002).

11. Christian Hakim

karya yang dihasilkan adalah “Daun di Atas Bantal”.

12. Garin Nugroho

Karya yang dihasilkan adalah “Pasir Berbisik”

13. Seno Gumira Adjidarma

Penulis ini lahir di Boston, Amerika Serikat, 19 Juni 1958. Hasil karyanya:

a) Sepotong Senja untuk Pacarku

b) Ke Indonesiaan

c) Atas Nama Malam

d) Biola Tak Berdawai.

14. Ahmadun Yosi Hervanda

Karya yang dihasilkan:

a) Sembahyang Malam

b) Sejak Mabul Reformasi (sajak).

15. Doddy Ahmad Faudzy

Karya yang dihasilkan:

a) Yth. Nona Yumar (cerpen)

b) Kekasihku Desi Ratnasari (cerpen).

16. Dorothea

Karya yang dihasilkan:

a) Sebuah Alamat

b) Numpang Perahu Nuh.

17. Ahmad Fuadi

13
Novelis, pekerja sosial, dan mantan wartawan dari Indonesia ini lahir di Bayur Maninjau,
Sumatra Barat, 30 Desember 1972. Hasil karyanya:

a) Negeri 5 Menara (2009)

b) Ranah 3 Warna (2011)

c) Rantau 1 Muara (2013).

18. Cucuk Espe

Seorang penyair, sais, cerpenis, dan penulis naskah drama ini lahir di Jombang, Jawa Timur,
19 Maret 1974. Hasil karyanya:

a) Mengejar Kereta Mimpi (2001)

b) Rembulan Retak (2003)

c) Juliet dan Juliet (2004)

d) 13 Pagi (2010).

19. Herlinatiens

Memiliki nama asli Herlina Tien Suhesti lahir di Ngawi, Jawa Timur, 26 April 1982 adalah
seorang penulis. Hasil karyanya:

a) Garis Tepi Seorang Lesbian (2003)

b) Dejavu, Sayap yang Pecah (2004)

c) Jilbab Britney Spears (2004)

d) Sajak Cinta yang Pertama (2005)

20. Raudal Tanjung Banua

Sastrawan yang karyanya didominasi puisi dan cerpen ini lahir di Pesisir Selatan, Sumatra
Barat, 19 Januari 1975. Hasil karyanya:

a) Pulau Cinta di Peta Buta (2003)

b) Ziarah bagi yang Hidup (2004)

c) Parang Tak Berulu (2005)

d) Gugusan Mata Ibu (2005).

14
2.5. Kekurangan dan Kelebihan Sastra Angkatan 2000

Menurut Kelas A.4.4 (2014:142—143), kelebihan dan kelemahan karya sastra tahun
2000 sebagai berikut:

 Kelebihan karya sastra tahun 2000 yaitu:


1. Pencerminan sebagai karya reformasi dimana terjadi revolusi
2. Penggunaan tema yang beragam
3. Kekuatan narasi yang lencer dan mengalir
4. Banyaknya muncul karya sastra pembangun jiwa
5. Kejadian menarik yang inspiratif banyak digunakan penggarang dalam menuliskan
kayanya.
 Sedangkan kekurangan karya sastra tahun 2000 yaitu:
1. Banyak munculnya sastra perkelaminan yang cenderung merusak moral bangsa.
2. Adanya lapisan sastrawan muda dengan ekspresinya yang menggebu-gebu berkata
secara terbuka, bebas dan tidak terlalu memperhatikan nilai moral yang berkembang di
masyarakat.
3. Beberapa sastrawan cenderung sekulerdan feminis dalam menuliskn karyanya.

15
2.6 Resensi Novel Ayat Ayat Cinta

RESENSI NOVEL
AYAT – AYAT CINTA

A. Identitas Buku

1. Judul buku : Ayat Ayat Cinta

2. Nama pengarang : Habiburrahman El Shirazy

3. Tempat penerbitan buku : Jakarta, Penerbit Republika

4. Tahun penerbitan : 2004

5. Tebal buku : 20, 5 x 13, 5 cm

6. Jumlah halaman : 420 halaman

16
B. Sinopsis

Novel ini bercerita tentang kisah percintaan yang di balut dalam ajaran-ajaran
islaminya yang sangat kental. Kisah berawal dari seorang mahasiswa bernama Fahri bin
Abdullah Shiddiq. Ia adalah seorang mahasiswa Universitas Al-azhar, Mesir.

Di Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat temannya yang juga berasal dari
Indonesia. Mereka tinggal di apartemen sederhana. Mereka mempunyai tetangga yang sangat
baik dan akrab dengan mereka, yaitu keluarga Tuan Boutros. Tuan Boutros mempunyai istri
bernama Madame Nahed, dan dua orang anak mereka Maria dan Yousef. Keluaraga Tuan
Boutros adalah keluarga Kristen Koptik yang sangat taat. Putri sulung mereka yang bernama
Maria, ia gadis yang unik. Ia seorang Kristen Koptik, namun ia suka pada Al-Quran. Ia
bahkan hafal beberapa ayat Al-Quran, diantarnnya adalah surat Maryam. Sebuah surat yang
membuat dirinya merasa bangga.

Pertemuan berawal ketika Fahri pergi ke Shubra El-Kaima untuk talaqqi pada Syaikh
Utsman Abdul Fattah. Ia pergi kesana naik metro, dan disitulah awal Fahri bertemu dengan
perempuan bercadar yang bernama Aisha. Aisha bukanlah orang Mesir, melainkan gadis asal
Jerman yang sedang studi di Mesir. Selain mempunyai tetangga yang baik, Fahri juga
mempunyai tetangga yang sangat galak dan kasar. Kepala keluarga itu bernama Bahadur.
Bahadur mempunyai istri bernama madame Syaima dan putri bungsunya Noura. Bahadur
selalu bersikap kasar dengan Noura. Malam itu Fahri ingin menolong Noura yang sedang jadi
bulan-bulanan oleh Bahadur, tapi Fahri tidak bisa menolongnya, lalu dia meminta bantuan
Maria, akhirnya Maria mau menolong Noura. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingi
menolongnya. Sayang hanya empati saja, tidak lebih.

Maria tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al-Quran,
dan mengagumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya
tercurah dalam diary saja. Nurul adalah anak seorang Kyai terkenal yang juga mencari ilmu
di Al-Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis itu. Sayang rasa mindernya yang
hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah mengungkapkan perasaanya pada
Nurul. Padahal Nurul juga menaruh hati pada Fahri, tapi Nurul juga tidak sanggup
mengungkapkan perasaanya kepada Fahri.

Muncullah Aisah, si mata Indah yang menyihir Fahri sejak sebuah kejadian di metro,
saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku. Aisah jatuh cinta pada Fahri, dan juga

17
Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya. Mereka berdua menikah, dijodohkan oleh
pamannya Aisha. Mereka hidup bahagia. Beberapa bulan kemudian Aisha dinyatakan
mengandung. Tak lama kemudian, Fahri dapat kabar kalau Maria koma. Belum sempat
menjenguk Maria, malapetaka datang menghampiri rumah tangga mereka. Noura menuduh
Fahri telah memperkosanya. Semua orang tahu bahwa itu adalah fitnah. Fahri diseret, dan
dimasukkan ke penjara. Kuncinya semua ini adalah Maria yang sedang koma. Dia
mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya.

Keluarga Boutros mendatangi Fahri di penjara, mereka berniat mengunjungi Fahri


dan juga ingin meminta bantuan kepada Fahri untuk menyadarkan Maria dari komanya,
dengan merekam suara Fahri dan nantinya akan didengarkan ke Maria. Kata dokter hanya
orang yang dicintai Maria yang dapat menyembuhkannya. Tak kunjung sadar juga, akhirnya
dokter dan madame Nahed mneyuruh Fahri untuk menyatakan cintanya kepada Maria.
Sebelumnya Fahri tidak mau melakukan itu, lalu Fahri meminta izin kepada Aisha, akhirnya
Aisah menyetujuinya. Setelah itu, Fahri langsung menikahi Maria. Setelah beberapa saat
kemudian, Maria sadar. Sidang penentuan tiba, diakhir persidangan Maria tiba. Dia
mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu. Setelah mengatakan itu semua,
Maria pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Fahri memenangkan sidang tersebut,
dan Bahadur dimasukkan penjara.

Begitu divonis bebas, Fahri dibawa oleh Aisha ke rumah sakit yang sama dengan
Maria untuk diperiksa. Sejak selesai dari persidangan itu, Maria belum sadarkan diri juga.
Beberapa saat kemudian, Aisha mendengar Maria mengigau kalau dia ingin masuk surga, tapi
tidak diperbolehkan. Lalu ia terbangun dan menceritakan itu semua pada Aisha dan juga
Fahri. Fahri tau apa yang dimaksudkan oleh Maria, lalu ia membopong Maria ke kamar
mandi dan Aisha membantu untuk mewudhui Maria. Selesai itu Maria kembali dibaringkan
di atas kasur seprti semula. Lalu dengan suara lirih yang keluar dari relung jiwa ia melafalkan
syahadad. Tak lama kemudian, kedua matanya tertutup rapat dan akhirnya Maria meninggal
dunia.

18
C. Kelebihan dan kelemahan buku.

· Kelebihan :

1. Novel ini mengajarkan kehidupan Islami yang sangat kental sekali, bisa menjadi motivasi
orang-orang yang membacanya.

3. Ayat Ayat Cinta mengajak kita untuk lebih jernih, lebih cerdas dalam memahami cakrawala
keislaman, kehidupan, dan juga cinta.

· Kelemahan :

1. Tokoh utama Fahri, yang hanya laki-laki biasa dan anak seorang petani dicintai oleh
empat orang wanita sekaligus. Dalam kehidupan nyata hal ini mustahil terjadi. Kesannya
Fahri digambarkan sebagai laki-laki yang hampir sempurna.

2. Maria yang jatuh sakit berminggu-minggu bahkan sampai koma, cuma karena ditolak
cintanya oleh Fahri. Dalam kehidupan nyata hal ini terlalu berlebihan.

D. Isi, Kelengkapan dan Penggunaan Bahasa

1) Isi, meliputi kualitas, kelengkapan, dan kebaruan.

Kualitasnya sangat baik, diterbitkan di Jakarta oleh Penerbit Republika. Novel ini menurut
saya juga sudah lengkap, mulai dari cover depan sampai belakang. Kebaruan, novel ini bisa
dikatakan sudah lama, cetakan pertama terbit desember tahun 2004, dan cetakan terakhir
yang saya lihat april 2008

2) Bahasa, meliputi kelancaran, ketepatan, dan komunikatifan bahasa.

Novel ini ditulis dengan bahasa lancar dengan tokoh-tokoh yang “hidup” dalam berbagai
karakter, membuat novel ini tidak hanya sekedar dibaca sebagai cerita picisan atau
romantisme biasa, melainkan membaurkan pengetahuan atas hidup dan berkehidupan secara
indah. Ketepatan dalam mengolah kata-kata sangat tepat, membuat cerita dalam novel ini
terasa benar-benar terjadi. Bahasanya juga komunikatif, mudah dipahami oleh pembacanya.
Di dalam novel ini ada bahasa arabnya juga, dan dibawahnya ada artinya jadi memudahkan
si pembaca memahmi isinya.

19
3) Perbandingan dengan fiksi lain.

Menurut saya novel Ayat Ayat Cinta ini ceritanya sangat menyentuh. Dibandingkan dengan
novel-novel yang sudah saya baca sebelumnya, novel ini lebih bisa memotivasi saya dalam
hal keislaman. Novel ini tidak saja menceritakan kehidupan percintaan seperti novel-novel
tentang cinta yang lain, tapi novel ini mengenalkan bagaimana percintaan menurut islam
yang sebanar-benarnya. Novel ini memang sangat bagus isi ceritanya, tidak hanya
menggambarkan kehidupan seseorang yang sangat sederhana, tetapi juga mengajarkan
kepada kita betapa pentingnya hidup di jalan Allah, hidup hanya benar-benar untuk Allah
S.W.T.

4) Arah dan saran pemilihan buku.

Novel ini sangat bagus untuk dibaca, menambah pengetahuan tentang Islam yang
sesungguhnya dan mengajari kita tentang banyak hal yang mungkin belum kita ketahui
sebelumnya.

E. Unsur Intrinstik

1. Tema : Cinta Penuh Pengorbanan

2. Tokoh : Fahri, Maria, Aisha, Nurul, Noura, Saiful, Rudi, Hamdi, Mishbah, keluarga
Tuan Boutros, Bahadur,

3. Plot / alur : Maju.

4. Perwatakan :

 Fahri : Rajin, pintar, sabar, terencana, tepat waktu, ikhlas, ulet, penolong, sholeh,
aktifis, pintar dalam memimpin, lurus, penuh dengan target.
 Maria : Ceria, suka bergurau, rajin, pintar, tapi fisiknya lemah, manja tertutup.
 Aisah : Orangnya lembut, sabar, ikhlas, terencana, pintar, sholehah, serba mewah.
 Nurul : Rajin, pintar, pemalu , tidak terbuka, kaku, emosi, sholehah.
 Noura : Orangnya tertutup, sulit di tebak,pintar, tapi dia kejam, emosi, pendiam.
 Keluarga Tuan Boutros : Baik hati, sopan, suka menolong, tidak sombong walaupun
orang kaya.
 Teman Fahri (Saiful, Rudi, Hamdi, Mishbah) : Baik, tekun, pintar, rajin, sholeh.

20
5. Setting / latar : Mesir, Kairo, Al-Azhar, flat, masjid, restoran, metro, penjara, rumah
sakit, Alexandria.

6. Amanat : Semakin banyak ilmu yang kita dapat, maka semakin banyak pula hambatan,
godaan yang harus kita lewati dan dipecahkan dengan hati yang sabar dan yakin akan ada
hikmahnya.

5. Sudut pandang

Sudut pandang yang terdapat dalam novel ayat ayat cinta ini yang digunakan
pengarang adalah sudut pandang orang pertama, pelaku utama. Hal itu dapat dibuktikan dari
bagaimana cara pengisahannya yang menggunakan kata “Aku" dalam novel tersebut.

6. Latar Tempat dan Latar Waktu

Latar tempat dan latar waktu yang terlukiskan dalam novel ini antara lain sebagai berikut :

 Siang hari di Al – Azhar, Kairo, Mesir


“Tengah hari, kota Kairo seakan membara. Matahari bersinar di tengah petala langit.
Sumpama lidah api yang menjulang dan menjialat bumi. Tanah dan pasir seakan
menguapkan bau neraka. Hembusan angin sahara disertai dengan debu yang
bergulung-gulung menambah panas suhu udara semakin tinggi dari detik ke detik.
Penduduknya, banyak yang berlindung dalam flat, yang ada dalam apartemen-
apartemen berbentuk kotak dengan pintu, jendela, dan tirai yang tertutup rapat." –
Ayat Ayat Cinta, 2005:15
 Siang hari di Flat
“Memang. Istirahat dalam flat sambil menghidupkan ac ruangan jauh lebih nyaman
daripada berjalan keluar rumah, walau sekedar untuk shalat berjamaah di masjid.
Panggilan adzan dzuhur dari ribuan menara yang bertebaran di seantero kota hanya
mampu menggugah dan menggerakkan hati mereka yang benar-benar kuat imannya.
Mereka yang mempunyai tekad beribadah sesempurna mungkin dalam segala cuaca
dan musim, seperti karang yang tegak berdiri dalam terjangan ombak, terpaan badai,
serta sengatan matahari. Ia tiada kenal dengan sesah, tetap teguh berdiri seperti yang
dititahkan tuhan bertasbih siang dan malam" – Ayat Ayat Cinta, 2005:15
 Masjid
“Panggilan iqamah terdengar bersahut-sahutan. Panggilan mulai terdengar sangat
menentramkan hati. Pintu-pintu meraih kebahagiaan serta kesejahteraan masih

21
terbuka lebar. Kupercepat langkah. 30 Meter di depan adalah Masjid Al-Fath Al-
Islami" – Ayat Ayat Cinta, 2005:29
 Sore hari di Rumah sakit
“ Menjelang maghrib dokter Ramzi Shakir memberi tahu usai melihat hasil foto CT
scan kepalaku, aku harus menjalani operasi. Ada segumpalan darah beku yang harus
dikeluarkan." – Ayat Ayat Cinta, 2005:45
 Restoran
“Pada akhirnya Boutros memarkirkan mobilnya di halaman sebuah restoran megah.
Namanya “Cleopatra restaurant" yang terletak tepat di pinggir sungai Nil.
Bersebelahan dengan Good Shot dan Maadi Yacht Club." – Ayat Ayat Cinta, 2005:285
 Slan Stefano, Alexandaria
“Selesai dari pelatihan kami mempersiapkan segala sesuatu untuk pergi ke Alexandra.
Dengan begitu cermat Aisha mendata semua keperluan yang harus dibawa." – Ayat
Ayat Cinta, 2005:293
 Penjara
“Aku dibawa ke marka polisi Abbasca. Diseret seperti anjing kurap. Kemudian
diinterogasi habis-habisan, dibentak-bentak, dimaki-maki serta disumpah seraphi
dengan kata-kata yang kotor."
 Malam hari di sebuah gang
”Dimana terdapat seorang muslimah yang dipukuli oleh seorang laki-laki bertubuh
besar di suatu gang saat malam hari. Ternyata muslimah tersebut adalah Noura, dia
kerap kali dipukuli oleh sang ayah yang bernama Bahadur.”

7. Latar suasana

 Menyedihkan
“ Ia tetap tersenyum, menatapku tidada berkedip. Perlahan pandangan matanya
menutup. Tak lama kedua matanya yang bening itu tertutup rapat, kuperiksa nafasnya
telah tiada. Nadinya pula tak ada lagi denutnya, dan jantungnya tiada lagi terdengar
detaknya. Aku tak kuasa menahan derasnya lelehan airmata. Aisah pun begitu.
Innalillahi wa innailaihi rajiun" – Ayat Ayat Cinta, 2005:402
Suasana yang terlukis dalam kisah itu adalah menyedihkan sekali. Ketika
Maria harus tidur untuk selama-lamanya menghadap pada sang Illahi. Waktu itu yang
ada tepat di sampingnya adalah Fahri dan Aisha. Mereka berdua merasa sangat
kehilangan sekali.
 Menyenangkan
“Tepat pada waktu adzan berkumandang mereka sampai di masjid tempat akad

22
pernikahan akan dilangsungkan. Telah banyak kawan-kawan mahasiswa Indonesia
dan mahasiswa Turki yang berada di sana. Aisha dan kedua bibinya langsung menuju
lantai dua tempat jamaah wanita. Acara dilangsungkan di depan mihrab masjid.
Syaikh Utsman, Syakh prof.Dr. Abdul Ghafur ja’far. Bapak Atdikbud, Eqbal Hakan
Erbakan, Akbar Ali dan beberapa Syaikh mesir lainnya, Syaikh Utsman duduk dengan
khidmat tepat di depan mihrab menghadap ke arah jamaah dan hadirin yang
memenuhi masjid" – Ayat Ayat Cinta, 2005:375.
Suasana menjadi sangat menyenangkan ketika Aisha dan Fahri
melangsungkan pernikahan mereka di sebuah masjid. Betapa senangnya mereka
berdua beserta para keluarga teman serta kerabat mereka.
 Menegangkan
“Persidangan kedua sangat menegangkan. Tuan Boutros hadir memberikan
kesaksiannya. Beliau membantah keterangan Noura" – Ayat Ayat Cinta, 2005:343.

Dari penggalan cerita di atas terbukti bahwa hak yang menegangkan sedang
terjadi dalam ruang sidang. Persidangan yang akan menentukan nasib Fahri untuk
kedepannya.

8. Alur

Alur yang digambarkan dalam novel ayat ayat cinta adalah maju dan mundur dimana
ada flashback ke masa lalu dan kemasa yang akan datang.

 Tahap perkenalan
Pada waktu Fahri memulai berpendidikan di Universitas Al-Azhar dan tingal
di flat bersama dengan rekan mahasiswa dari Indonesia. Lalu kenal dengan tetangga
dekatnya yakni Maria sekeluarga. Dan menjalankan perkuliahan sebagamimana
mestisnya dan mengenal orang-orang Mesir diantaranya Syeikh Utsman, Syaikh
Ahmad dan tak lupa kawan-kawan aktivis dari Mesir juga teman seperjuangan Fahri
pada saat main bola.
 Tahap konflik
Diawali pada saat malam hari disana ada wanita yang sedang di hajar, wanita
itu adalah Noura, ia dihajar dibawah dekat flat Fahri dan kedengeran oleh Fahri, ia
hendak menolong, namun enggan, karena dia seorang perempuan. Lalu ia meminta
tolong pada Maria untuk menolong Noura, meski Maria takut oleh Bahadur ayah
Noura, ia terpaksa dan akhirnya Noura tertolong kemudian Noura menginap di rumah
Nurul.

23
Adapun konflik pada saat pertikaian Fahri pada waktu ia pulang dari
Alexsandria berbulan madu, ia ditangkap oleh polisi karena dituduh memperkosa
Noura dan Fahri tidak sempat menjelaskan pada istrinya yakni Aisha. Pada waktu itu
ada juga tetangga sengit kepada Fahri sedang diadili dan pengakuan Noura bahwa
telah diperkosa oleh Fahri, sedangkan Fahri tak melakukan hal tersebut.

Didukung oleh pengakuan seorang masyarakat yang bertempat tinggal di flat


bawah dekat dengan flat Fahri, hal tersebut membuat Fahri merasa kecewa atas
perlakuan Noura yang telah menuduh Fahri.
 Tahap Puncak
Pada saat Fahri berada dalam penjara di tuduh serta di siksa habis-habisan
serta tempat penjaranyapun di bawah tanah, karena telah dituduh menghamili Noura
yakni wanita yang di tolong Fahri dari kekejaman Bahadur, disana Fahri mengalami
kesedihan yang luar biasa karena : Pertama di penjara dalam tanah dan disiksa,
sedangkan Aisha sedang berada pada masa kehamilan untuk pertama kalinya, Kedua
pada bulan tersebut adalah bulan Ramadhan yang mana Fahri dengan Aisha telah
merencanakan jauh hari untuk Umroh pada bulan tersebut, tapi semua tak seperti yang
diharapkan justru yang terjadi malah sebaliknya mereka mengalami cobaan yang
perih. Ketiga pada waktu persidangan Fahri dituduh habis-habisan oleh pengaduan
Noura dan salah satu orang sebagai saksi yang melihat kejadian itu, yang memperkuat
bahwa Fahri bersalah dan akan dihukum mati. Keempat Fahri tidak memiliki bukti
bahwa ia tidak bersalah, kecuali salah satu kunci utama dalam memecahkan kasus ini
yakni Maria sebagai saksi yang dapat membebaskan Fahri dari hukumannya,
sedangkan Maria sendiri sedang dan terbaring tak berdaya.
 Tahap Peleraian Konflik
Pada akhirnya jalan satu-satunya adalah Fahri terpaksa menikahi Maria yang
terbaring koma, dengan alasan Maria akan sembuh jika di sentuh/dinikahi oleh Fahri,
dan Fahri tertekan akan beberapa hal yang menimpanya termasuk Aisha dan orang tua
Maria. Pertama kunci dalam kasus ini adalah Maria. Kedua Fahri cemas dan harus
bertanggung jawab atas kehamilan Aisha (Istri Fahri), ia ingin Fahri segera bebas dari
kasus tersebut dan Aisha juga ingin bahwa saat kelahirannya Fahri harus berada di
sisinya, Serta Aisah mengijinkan Fahri untuk menikahi Fahri secepatnya. Pada
akhirnya mereka menikah dengan Maria dan Maria sembuh setelah pernikahannya
dengan Fahri, walaupun dia masih duduk dengan bantuan kursi roda, kemudian ia bisa
menjadi saksi sekaligus membebaskan kasus antara Fahri dengan Noura. Dan

24
alhamdulillah itu kebenaran selalu menang, akhirnya Fahri bebas dengan kesaksian
Maria, serta kejujuran Noura kenapa dia melakukan hal sehina itu karena dia sangat
mencintai Fahri, dan saksi yang melihat adalah saksi palsu.
 Tahap penyelesaian
Pada akhirnya Fahri mempunyai dua orang istri yang menyayanginya yaitu
istri pertama Aisha dan yang kedua Maria yang masih sakit-sakitan dan akhirnya
Maria harus dirawat kembali di rumah sakit, saat di rawat di rumah sakit terdapat
keajaiban yang terjadi pada Maria, yaitu Maria tertidur dan bermimpi tiba di 7 pintu
surga kemudian ia akan masuk karena kenikmatannya.
Ternyata ia tidak diperbolehkan masuk ia tidak diperbolehkan masuk hingga
pinti keenam dan pintu terakhir di boleh masuk namun dengan syarat yaitu pertama ia
harus memiliki wudhu dan syahadat, kemudian ia kembali pulang dan seseorang
menunggu kembalinya Maria. Maria terbangun dan dihadapannya ada Fahri dan
Aisha yang menunggunya. Maria meminta tolong pada Fahri dan Aisha untuk
mengajari wudhu dan syahadat kemudian Fahri membantunya lalu ia menceritakan
tentang kejadian dalam mimpinya, kemudian ia ingin sholat bersamanya selesai sholat
Fahri dan Aisha melihat Maria yang terdiam dan ternyata Maria telah meninggal
dalam sholatnya. Terdapat pesan ketika ngobrol dengan Fahri dan Aisha, Maria akan
menunggu Fahri di Surga Firdaus untuk memadu cinta dan kasih.

9. Amanat

Dalam kisah novel ayat ayat cinta ini dapat diambil amanat atau hikmah yaitu :

 Dalam merencanakan sesuatu pasti akan ada halangan dan rintangan yang
menghadang, suatu tujuan yang hendak dicapai di depan mata belum tentu akan
berjalan dengan mulus. Semakin banyak ilmu yang ada dalam diri manusia, maka
semakin banyak pula hambatan dan godaan yang harus di lewati dan dipecahkan,
namun dengan inilah derajat seseorang akan diangkat Allah SWT setinggi – tingginya.
 Menghadapi suatu masalah dengan sabar dan ikhlas dan kita harus yakin bahwa pasti
ada hikmah dalam suatu masalah tersebut. Serta kita juga harus yakin bawasannya

25
jodoh ada di tangan Allah dan tugas manusia adalah berusaha, berikhtiar menemukan
dan menjemput jodoh tersebut.
 Semua rencana yang dijalankan manusia tida akan berdaya apa – apa terhadap
rencana Tuhan.
 Hendaknya dapat saling tolong menolong dalam kebaikan terhadap sesama umat
manusia baik muslim maupun non muslim
 Bersabarlah dalam menghadapi semua cobaan itu dan yakinlah bahwa cobaan itu
datangnya dari Allah, jadi kamu harus selalu ingat pada-Nya
 Ketika kita di hadapkan pada situasi memilih, berserah diri lah kepada Tuhan

10. Nilai-Nilai

 Nilai Sosial
Hidup dalam negeri orang harus saling menolong dan melengkapi.. – hal.65
 Nilai Keagamaan
Tidakkah kalian dengar sabda Nabi Saw. “barang siapa menyakiti ahli zhimmi. Maka
aku akan .." – hal.50
 Nilai Pendidikan
“Kita mengamalkan hadist Nabi, tahaadu tahaabbu seringlah kalian memberi hadiah ..
– hal.112
 Nilai Kemanusiaan
“Aku paling tidak tahan mendengar suara perempuan menangis. – hal.74
 Nilai kebudayaan
“Orang Mesir memang suka banyak bicara, kalau sudah bicara ia merasa benar
sendiri. – hal.36

F. Unsur Ekstrinsik

 Biografi Pengarang
Habiburahman El Shirazy. Berkelahiran di Semarang jawa timur, pada hari
kamis. 30 september 1976. Memulai pendidikannya di Mts Futuhiyyah 1 Mranggen
sambil belajar di pondok pesantren Al-Anwar. Kemudian melanjutkan ke Madrasah
Aliyah Program Khusus (MAPK) di Demak pada tahun 1999. Karya beliau banyak
menghiasi majalah dan koran, lokal maupun Nasional. Adapun karyanya yaitu Ketika
Cinta Berbuah Surga (2005), Ketika Cinta Bertasbih (2005), Ayat-ayat cinta (2004),
dan masih banyak lagi karya-karya lainnya yang beliau buat.
 Keadaan Sosial Budaya
Latar sosial budaya yang dilukiskan dalam novel ayat ayat cinta tersebut
adalah latar budaya Mesir. Hal ini sebab latar yang beliau buat dari novel tersebut

26
berada di Mesir sehingga budaya yang tergambarpun budaya Mesir, seperti bangsa
Mesir yang ramah dan tamah.

 Kesimpulan
Novel ini tidak saja menceritakan kehidupan percintaan seperti novel-novel
tentang cinta yang lain, tapi novel ini mengenalkan bagaimana percintaan menurut
islam yang sebanar-benarnya. Novel ini memang sangat bagus isi ceritanya, tidak
hanya menggambarkan kehidupan seseorang yang sangat sederhana, tetapi juga
mengajarkan kepada kita betapa pentingnya hidup di jalan Allah, hidup hanya benar-
benar untuk Allah S.W.T. Seperti yang sudah saya katakan tadi sebelumnya.
Mengajarkan kita betapa susahnya perjuangan seorang mencari ilmu di negeri orang.

BAB III

PENUTUP
3.1. Kesimpulan

Perkembangan sastra di Indonesia sepertinya mengalami problematika tersendiri.


Terkadang periode kesusasteraan sulit sekali ditentukan dimana sebuah periode itu dimulai.
Secara teori sejarah kesusasteraan di Indonesia ini masih tergolong muda, belum sampai
berumur satu abad, sehingga masih banyak lobang-lobang yang perlu di gali. Oleh sebab itu
dibutuhkan suatu bentuk kajian yang diharapkan mampu menarik dan menghidupkan sastra
di Indonesia. Sastra Indonesia reformasi merupakan contoh kecil dari sejarah kesusasteraan
Indonesia yang masih muda ini. Perlu di ketahui bahwa dengan mempelajari sastra berarti
secara tidak langsung juga kita mempelajari sejarah yang membentuk sastra itu sendiri.

Setelah melakukan beberapa pendekatan yang disarankan, penulis dapat menarik suatu
kesimpulan bahwa perkembangan sastra Indonesia reformasi telah sampai pada hakikatnya,
yaitu bebas berekspresi. Reformasi telah menghantarkan sastra Indonesia ini pada bentuk

27
yang baru, bentuk yang lebih radikal dan transparan. Sebagai contoh adalah cerpen, yang
dalam perkembangannya sebelum reformasi tidak pernah mendapat tempat tertinggi dalam
kesusasteraan Indonesia, yang dahulu tidak pernah dianggap sebagai bagian dari karya sastra.
Sastra reformasi ternyata mampu mengangkat cerpen sebagai karya sastra yang paling
diminati dan cepat berkembang.

3.2 Saran

Semangat adalah salah satu cara seorang anak menjadi orang sukses. Semangat itu juga
dapat datang dari orang tua, guru, dan orang-orang terdekat. Oleh karena itu melalui karya
ilmiah ini, penulis menyarankan agar para orang tua, guru, dan orang-orang terdekat lebih
fokus dalam membantu meningkatkan semangat belajar siswa, karena hanya siswa – siswi
yang mempunyai semangat belajar tinggilah yang dapat menjadi orang sukses dan memimpin
bangsa ini ke depannya.

Daftar Pustaka

http://blogriyanto.blogspot.com/2010/06/karakteritik-satra-reformasi.html
· http://alifaozi.blogspot.com/2011/04/artikel-sastra-pasca-reformasi.html
http://arkhaluthfi.blogspot.co.id/2013/12/sastra-angkatan-2000-reformasi.html

28
Lampiran-lampiran

29
30