Anda di halaman 1dari 9

B.

PERBEDAAN MEDIA PENDIDIKAN DENGAN SUMBER BELAJAR


Media pembelajaran adalah alat, sarana, perantara, dan penghubung untuk menyebar,
membawa atau menyampaikan sesuatu pesan (message) dan gagasan, sehingga dapat
merangsang pikiran, perasaan, perbuatan, minat serta perhatian siswa sedemikian rupa
sehingga proses belajar mengajar terjadi pada diri siswa. Dalam media pembelajaran terdapat
dua unsur yang terkandung , yaitu (a) pesan atau bahan pengajaran yang akan disampaikan
atau perangkat lunak, dan (b) alat penampil atau perangkat keras. Sebagai contoh guru akan
mengajarkan bagaimana urutan gerakan melakukan sholat. Kemudian guru tersebut
menuangkan ide-idenya dalam bentuk gambar ke dalam selembar kertas, ia menggambarkan
setiap gerakan sholat tersebut dalam kertas tersebut, saat di kelas ia menjelaskannya kepada
siswa bagaimana gerakan sholat tersebut dengan cara memperlihatkan poster yang
bergambarkan gerakan-gerakan yang telah ia buat sebelumnya. Kemudian siswapun
melakukan gerakan sholati dengan apa yang terdapat dalam poster tersebut. Dalam
perkembangan selanjutnya poster ini termasuk ke dalam media sederhana.
Sedangkan sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data,
orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah
maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar
atau mencapai kompetensi tertentu. Sumber belajar adalah bahan-bahan yang dimanfaatkan
dan diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak, media
elektronik, narasumber, lingkungan sekitar, dan sebagainya yang dapat meningkatkan kadar
keaktifan dalam proses pembelajaran.
Sebagai guru profesional tentu sudah mengenal konsep-konsep yang menjadi judul diatas.
Karena keempat-empatnya merupakan hal yang selalu digeluti dalam keseharian
melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatan keempat hal tersebut bisa
membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Alat Peraga misalnya, merupakan
sesuatu yang 'meraga'kan sesuatu yang diajarkan. Alat Peraga yang paling nyata adalah
benda itu sendiri. Misalnya menjelaskan tentang burung, maka burungnya itu sendiri
yang dijadikan alat peraga memberikan pengalaman yang lebih nyata bagi para siswa.

Media Pembelajaran atau Media Belajar adalah sesuatu yang menjadi medium atau
perantara untuk menyampaikan pesan, atau mengkomunikasikan sesuatu. Media
pembelajaran yang umum digunakan saat ini adalah melalui program MS PowerPoint.
Sebenarnya terdapat beberapa media lainnya yang bisa dimanfaatkan. Ketika
membicarakan atau mengajar menggunakan program MS Powerpoint, maka kita
menjadikannya sebagai media pembelajaran. Tetapi jika kita menunjukan MS
Powerpoint sebagai salahsatu jenis piranti lunak dalam pembelajaran pengenalan
komputer, maka kita menjadikannya sebagai alat peraga. Meragakan jenis-jenis piranti
lunak dalam pembelajaran.

Bahan Ajar adalah segala sesuatu yang digunakan dalam penyusunan desain pembelajaran.
Terdapat beberapa jenis bahan ajar seperti bahan ajar cetak, bahan ajar visual, bahan
ajar audio visual, bahan ajar multimedia, dan benda riil. Paling sering didengar sebagai
bagian dari bahan ajar adalah Modul. Modul adalah Bahan Ajar yang dipersiapkan
untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Para dosen/guru jangan puas dengan
modul buatan penerbit atau pasokan dari orang lain. Lebih baik menyusun modul
sesuai dengan kemampuan dan situasu dan kondisi peserta didik sendiri.

Sumber belajar adalah seseorang atau sesuatu yang menjadi penyebab terjadinya proses
pembelajaran. Sekarang ini sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga konten di
internet, buku, dan sebagainya. Saat ii sudah terjadi revolusi sumber belajar.
Dosen/Guru dan Buku (Fisik) bukan lagi sebagai sumber belajar utama. Mereka
merujuk mbah Google, dan menjadikannya kata kerja--- google-ing. Para guru dan
dosen model lama harus mengenal ini, kalau tidak maka ia akan dipecundangi ratusan
kali oleh para mahasiswa/siswanya. KArena ia akan begitu mudah menyusun
makalah/tugas paper dengan budaya copy-paste. Sementara itu benteng bagi larangan
plagiat belum memasyarakat

PEMETAAN ANTARA SUMBER BELAJAR, MEDIA DAN ALAT PERAGA


Berikut ini penulis mencoba mendiskusikan kembali pemikiran-pemikiran pokok mengenai
ketiga konsep di atas baik antara sumber belajar, media pembelajaran maupun alat peraga.

1. Sumber Belajar

Suatu pandangan yang keliru jika sumber belajar berarti di luar apa yang dimiliki guru, atau
siswa. Guru merupakan sumber belajar yang utama, yaitu dengan segala kemampuan,
wawasan keilmuan, keterampilan dan pengetahuan yang luas, maka segala informasi
pembelajaran dapat diperoleh dari guru tersebut. Siswa, siswa memiliki sejumlah variasi
aktivitas belajar, pengalaman belajar, pengetahuan dan keterampilan, maka dalam konteks
tertentu apa yang terdapat pada diri siswa apat dijadikan sebagai sumber belajar dalam
mempelajari suatu pengalaman-pengalaman belajar yang baru.

Sumber belajar pada dasarnya banyak sekali baik yang terdapat di lingkungan kelas,
sekolah, sekitar sekolah bahkan di masyarakat, keluarga, di pasar, kota,desa, hutan dan
sebagainya. Yang perlu dipahami dalam hal ini adalah masalah pemanfaatannya yang akan
tergantung kepada kreativitas dan budaya mengajar guru atau pendidika itu sendiri.

Vernon S. Gerlach & Donald P. Ely (1971) menegaskan pada awalnya terdapat jenis
sumber belajar yaitu manusia, bahan, lingkungan, alat dan perlengkapan, serta aktivitas.

a. Manusia

Manusia dapat dijadikan sebagai sumber belajar, peranannya sebagai sumber belajar dapat
dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah manusia atau orang yang sudah
dipersiapkan khusus sebagai sumber belajar melalui pendidikan yang khusus pula, seperti
guru, konselor, administrator pendidikan, tutor dan sebagainya. Kelompok Kedua yaitu
manusia atau orang yang tidak dipersiapkan secara khusus untuk menjadi seorang nara
sumber akan tetapi memiliki keahlian yang mempunyai kaitan erat dengan program
pembelajaran yang akan disampaikan, misalnya dokter, penyuluh kesehatan, petani, polisi
dan sebagainya.

Pembagian Manusia Sebagai sumber Belajar

b. Bahan

Bahan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang membawa pesan/ informasi untuk
pembelajaran. Baik pesan itu dikemas dalam bentuk buku paket, video, film, bola dunia,
grafik, CD interaktif dan sebagainya. Kelompok ini biasany disebut dengan media
pembelajaran. Demikian halnya dengan bahan ini, bahwa dalam penggunaannya untuk
suatu proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi du akelompok yaitu bahan yang
didesain khusus untuk pembelajaran, dan ada juga bahan/media yang dimanfaatkan untuk
memberikan penjelasan materi pembelajaran yang relevan.
c. Lingkungan

Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan yang mampu memberikan pengkondisian


belajar. Lingkungan ini juga di bagi dua kelompok yaitu lingkungan yang didesain khusus
untuk pembelajaran, seperti laboratorium, kelas dan sejenisnya. Sedangkan lingkungan
yang dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan penyampaian materi pembelajaran, di
antaranyai lingkungan museum, kebun binatang dan sejenisnya.

d. Alat dan perlengkapan

Sumber belajar dalam bentuk alat atau perlengkapan adalah alat dan perlengkapan yang
dimanfaatkan untuk produksi atau menampilkan sumber-sumber belajar lainnya. Seperti TV
untuk membuat program belajar jarak jauh, komputer untuk membuat pembelajaran
berbasis komputer, tape recorder untuk membuat program pembelajaran audio dalam
pelajaran bahasa Inggris, terutama untuk menyampaikan informasi pembelajaran
mengenai listening (mendengarkan), dan sejenisnya.

e. Aktivitas

Biasanya aktivitas yang dapat diajdikan sumber belajar adalah aktivitas yang mendukung
pencapaian tujuan pembelajaran, di mana didalamnya terdapat perpaduan antara teknik
penyajian dengan sumber belajar lainnya yang memudahkan siswa belajar. Seperti aktivitas
dalam bentuk diskusi, mengamati, belajar tutorial, dan sejenisnya.

2. Media Pembelajaran

Dalam media pembelajaran terdapat dua unsur yang terkandung , yaitu (a) pesan atau
bahan pengajaran yang akan disampaikan atau perangkat lunak, dan (b) alat penampil atau
perangkat keras. Sebagaii contoh guru akan mengajarkan bagaimana urutan gerakan
melakukan sholat. Kemudian guru tersebut menuangkan ide-idenya dalam bentuk gambar
ke dalam selembar kertas, ia menggambarkan setiap gerakan sholat tersebut dalam kertas
tersebut, saat di kelas ia menjelaskannya kepada siswa bagaimana gerakan sholat tersebut
dengan cara memperlihatkan poster yang bergambarkan gerakan-gerakan yang telah ia
buat sebelumnya. Kemudian siswapun melakukan gerakan sholati dengan apa yang
terdapat dalam poster tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya poster ini termasuk ke
dalam media sederhana.

Dalam perkembangannya dan pemanfaatannya media pembelajaran ini dapat dibagi


berdasarkan jenisnya, daya liputnya, bahan pembuatannya, yaitu sebagai berikut :
Pembagian Jenis Media Pembelajaran

3. Alat Peraga

Kata kunci dalam memahami alat peraga dalam konteks pembelajaran adalah Nilai
Manfaat , dalam arti segala sesuatu alat yang dapat menunjang keefektifan dan efesiensi
penyampaian, pengembangan dan pemahaman informasi atau pesan pembelajaran. Ada
istilah lain dari alat peraga ini, diantaranya sering disebut sebagai sarana belajar.

Sebagai ilustrasi, misalnya Pak Budi akan mengajarkan bagaimana gambar dalam televisi
bisa terlihat di layar, maka Pak Budi membawa televisi ke kelas, kemudian ia membukanya
di depan kelas, kemudian menjelaskan satu-persatu fungsi dari masing-masing komponen
televisi tersebut kepada siswa sehingga siswa memahami kenapa gambar terlihat pad
alayar televisi. Dalam ilustrasi tersebut kedudukan televisi adalah sebagai alat peraga ,
bukan sebagai media.

D. ESENSI DARI SUMBER BELAJAR, MEDIA DAN ALAT PERAGA.

Pada dasarnya baik sumber belajar, media maupun alat peraga memiliki esensi penting jika
ketiganya diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Di mana esensi pentingnya
adalah informasi. Jadi informasi yang terkandung, yang melalui, yang diolah, atau yang
disampaikan, semuanya akan mempengaruhi daya dukung keberhasilan ketiganya dalam
upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dimaksud. Dengan kata lain ketiganya
harus memperhatian karakteristik dari informasi itu sendiri, dalam hal ini Santoso S.
Hamodjoyo (2001) menyatakannya, yaitu:

 Dimensi Accessibility ( Daya Jangkau/Akses Informasi)

Informasi yang terdapat, atau dimuat dalam sumber belajra, media dan alat mestinya
memperhatikan daya jangkau. Hal ini menjadi masukan bagi pendidikan bagaimana mampu
menggunakan dan memanfaatkan sumber belajara media dan alat peraga agar informasi
pembelajaran dapat mencapai kualitas akses yang optimal.

 Dimensi Speed (Kecepatan Informasi)

Penggunaan dan pemanfaatan sumber belajar, media dan alat pera setidaknya harus
mampu menambah atau membantu atau menjembatani karakteristik informasi yang cepat,
akan tetapi mampu didengan cepat pula difahami oleh peserta didik dengan cepat pula.
 Dimensi Amount (Jumlah/ Kuantitas Informasi)

Keluasan dan varisi informasi pembelajaran yang menyulitkan siswa untuk memahaminya,
maka diperlukan pula sumber, media, dan alat peraga yang mampu menampungnya.
Dengan demikian serumit apapun informasi pembelajran tertentu, maka dengan adanya
penggunaan dan pemanfaatan sumber belajar, media dan alat peraga yang mendukung,
maka informasi tersebut akan bisa diterima peserta didik dengan sistematis.

 Dimensi Cognitive Effectiveness (Keefektifan Memperoleh Pengetahuan)

Informasi yang tepat, sesuai dengan objek yang dipelajari maka pencapaian pengetahuan
yang dibutuhkan akan dengan efektif dicapai melalui pemanfaatan sumber belajar, media
dan alat peraga. Kecenderungan informasi yang bersifat kognitif akan kongkrit dan lebih
bermakna jika menggunakan sumber belajar, media atau alat peraga yang kongkrit.

 Dimensi Relevance (Kesesuaian Informasi)

Informasi pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa akan lebih bermakna dan akan lebih
lama tersimpan dalam memori peserta didik. Hal ini terutama akan cepat terwujud jika
informasi tersebut diperolehnya melalui pancaindera baik visual, pendengaran maupun
perabaan. Dalam kaitannya dengan hal tersbeut, maka sumber belajar, media dan alat
peraga yang digunakan perlu kiranya diperhatikan relevansinya.

 Dimensi Motivating (motivasi )

Informasi yang terlahir dari proses berpikir manusia akan memiliki latar belakang
kebutuhan untuk keseimbangan berpikir. Jenis dan bentuk informasi yang dikemas, atau
yang terkandung dari sumber belajar, media, dan alat peraga akan mampu memberikan
motivasi bagi peserta didik.

E. PEMILIHAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER BELAJAR, MEDIA DAN ALAT


PERAGA

Agar sumber belajar, media dan alat peraga yang digunakan dalam proses pembelajaran
dapat mendukung pencapaian kualitas pembelajaran, maka perlu diketahui beberapa
patokan, acuan, kriteria atau prinsip masing-masing. Demikian juga dalam melakukan
pemberdayaannya maka seorang guru harus memperhitungkan aspek-aspek yang
mendukungnya.

1. Pemilihan Sumber Belajar, Meida dan Alat Peraga

a. Pemilihan Sumber Belajar

Dalam pemilihan sumber belajar tergantung kepada (1) motivasi; (2) kemampuan guru
dalam penggunaannya. Selanjutnya akan ditentukan berdasarkan :

1.

1. Program Pengajaran

2. Kondisi Lingkungan

3. Karakteristik siswa
4. Karakteristik sumber belajar

Kelima hal tersebut harus menjadi patokan dalam memilih sumber belajar yang akan
dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

b. Pemilihan Media Pembelajaran

Dalam pemilihan media pembelajaran harus dikaitkan dengan : (1) kompetensi dasar; (2)
strategi pembelajaran; (3) sistem evaluasi yang digunakan. Prinsip Pemilihan media: a)
Tujuan Pemilihan; b)karakteristik media; 3)alternatif pemilihan. Faktor yang perlu
diperhatikan : 1) objektivitas; 2) program pengajaran; 3) Sasaran program (siswa); 4)
situasi dan kondisi; 5) kualitas teknis; 6) keefektifan dan efesiensi penggunaan. Kriteria
Pemilihan , mencakup:

1. Topik menarik minat siswa.

2. Materi dalam media penting bagi siswa.

3. Relevan dengan kurikulum yang berlaku.

4. Apakah materinya autentik dan aktual.

5. Apakah fakta atau konsepnya benar.

6. Format sistematis dan logis.

7. Objektif orientasi kebutuhan siswa.

8. Narasi, gambar, efek, warna dan sebagainya memenuhi syarat kualitas.

9. Bahasa, simbol dan ilustrasi cukup komunikatif.

10. Sudah teruji daya dukungnya.

c. Pemilihan Alat Peraga

Terdapat kriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan alat peraga untuk pembelajaran
masa kini terutama jika melihat karakteristik KBK, yaitu mencakup:

1. kesesuaian alat pengajaran yang dipilih dengan materi pengajaran atau jenis
kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa;

2. kemudahan dalam memperoleh alatnya dan kemudian dalam perancangannya;

3. kemudahan dalam penggunaannya;

4. terjamin keamanan dalam penggunaannya;

5. kemampuan dana;

6. kemudahan dalam penyimpanan, pemeliharaan dan sebagainya.


2. Pemberdayaan Sumber Belajar, Media dan Alat Peraga

Dengan ketersediaan ataupun hasil produksi, maka penggunaan sumber belajar, media dna
alat peraga tidak hanya dilakukan begitu saja dari waktu ke waktu. Untuk itu perlu upaya
pihak guru, sekolah, siswa, orang tua, komiter sekolah dan dewan sekolah untuk melakukan
upaya-upaya pemberdayaan kearah yang lebih optimal. Hal ini sangat penting agar
penggunaannya tidak monoton.

Asep Herry (2002), mengemukakan beberapa contoh upaya pemberdayaan sumber belajar
yang mudah, murah dan efektif terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, diantaranya :

1. Barang Bekas (Babe), seperti bekas, bungkus rokok, korek api, kertas, kotak
bungkus, dan sebagainya dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran seperti
dalam melakukan pembekalan keterampilan dalam menghias, menggunting, dan
kerjasama.

2. Realitas (sekolah, rumah , pemukiman), misalnya akan efektif dalam memberikan


pengalaman tentang perjalanan siswa dari rumah smapai ke sekolah.

3. Benda yang mempunyai nilai khusus, dapat digunakan untuk menyampaikan materi
tentang perilaku, sikap dan moral peserta didik yang nilai-nilainya diambil dari
perlakukan mereka terhadap benda-benda terebut.

Pemberdayaan sumber belajar, media dan alat peraga dapat dilakukan pada tahapan :

1. diawal pembelajaran

2. selama proses pembelajaran

3. akhir proses pembelajaran

4. di luar waktu pembelajaran

Dalam hubungannya dengan upaya memelihara sumber belajar, media dan alat peraga di
sekolah, maka perlu dilakukan kerjasama antara , guru dengan Kepala Sekolah dan tenaga
kependidikan lainnya, pengawas akademis, supervisor, orang tua, dewan sekolah, bahkan
siswa itu sendiri.

F. PRODUKSI DAN PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR, MEDIA DAN ALAT


PERAGA

Terdapat beberapa media sederhana yang dapat dikembangkan guru untuk kepentingan
yang segera dipenuhi, misalnya membuat media-media sederhana seperti poster, ceritera
bergambar dengan menggunakan foto, OHT, rekaman ceritera (pembelajaran melalui
audio), papan planel dan sejenisnya. Berikut ini adalah contoh langkah-langkah yang harus
ditempuh dalam memproduksi beberapa jenis media sederhana.

1. Langkah Produksi Poster dalam Pembelajaran Ilmu Sosial

Dalam memproduksi sebuah poster, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
a)objek sasaran; b)tempat penyajian; c)lama penyajian; d)perhatikan kata kunci dan simbol
yang sesuai; e)harus mampu dibaca dengan singkat.
Langkah dalam membuat poster adalah sebagai berikut :

1. Menetapkan rancangan isi : tema poster; tujuan khusus; pokok-pokok materi yang
akan dituangkan dalam poster.

2. Merancang gambar sketsa.

3. Memperjelas/ memperbesar sketsa.

4. Pemberian warna.

5. Latering yang berisi pesan teks pada poster.

2. Langkah Produksi OHT

Langkah yang ditempuh mulai dari :

1) membuat silabus pembelajran

2) membuat sketsa tranfaran pada kertas

3) membuat transfaransi dengan menuangkan kata-kata kunci dari materi pokok.

4) Pembuatan bingkai, dengan berbagai teknik penyajian:

 Disclosure, yaitu oht dengan penyajian penutupan bagian yang belum dijelaskan
serta meperlihatkan bagian yang sedang dijelaskan.

 Overlays , yaitu oht dengan penyajian bagian demi bagian yang saling melengkapi
dengan sistem tumpuk, dimulai dari bagian pokok materi (gambar –proses)
kemudian dilengkapi dengan bagian gambar selanjutnya dari oht berikutnya hingga
terbentuk gambar-proses yang lengkap.

5) Penyimpanan tranfaransi dalam album bernomor.

Pada dasarnya masih banyak sumber belajar, media dan alat peraga sederhana yang dapat
diproduksi oleh kita. Dari uraian di atas kita dapat mencobanya secara lebih baik.

G. PENUTUP

Pada dasarnya uraian informasi pelatihan dalam makalah kecil ini semata-mata hanya
merupakan rethinking (relaksasi pemikiran kembali) pada diri kita semua terhadap apa yang
telah biasa dilakukan. Akan tetapi dari apa yang sudah didiskusikan akan mampu
memberikan dorongan bagi kita semua untuk lebih mampu meningkatkan kualitas
pembelajaran di era KBK ini melalui penggunaan dan pemanfaatan sumber belajar, media
dan alat peraga secara lebih tepat dan optimal.