Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji
dan syukur bagi Allah swt yang dengan ridho-Nya kita dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik dan lancar. Terima kasih kepada keluarga, ibu guru, dan
teman-teman yang terlibat dalam pembuatan makalah ini yang dengan do'a dan
bimbingannya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.
Dalam makalah ini, kami membahas tentang ”Kelimpahan,Manfaat dan
Dampak Unsur-Unsur Transisi Periode 4” yang kami buat berdasarkan refrensi
yang kami ambil dari berbagai sumber, diantaranya buku dan internet. Makalah ini
diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang selama ini kita cari.
Kami berharap bisa dimafaatkan semaksimal dan sebaik mungkin.
Tidak gading yang tak retak, demikian pula makalah ini. Oleh karena itu
saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan dan kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

Padang, 23 Oktober 2014

Penyusun

i
DAFTAR ISI

- Kata Pengantar……………………………………………………………………….. i
- Daftar Isi……………………………………………………………………………….ii
- BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………..1
1.1 Latar Belakang ...............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………………1
1.3 Tujuan…………………………………………………………………………1

- BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………..2
2. 1 Unsur Transisi Periode Keempat ………………………………………………….2
2.2 Sifat Kimia Unsur Transisi Periode Keempat……………………………………..3
2.3 Kelimpahan Unsur Transisi Periode Keempat……………………………………..4
2.4 Manfaat Unsur Transisi Periode Keempat………………………………………..5
2.5 Dampak Unsur Transisi Periode Keempat………………………………………..9

- BAB III PENUTUP……………………………………………………………………..10


3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………..10
3.2 Saran……………………………………………………………………………….10
- Daftar Pustaka………………………………………………………………………… ..11

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d
yang belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Hal ini menyebabkan
unsur transisi periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak dimiliki oleh unsur-
unsur golongan utama, seperti sifat magnetik, warna ion, aktivitas katalitik, serta kemampuan
membentuk senyawa kompleks. Unsur transisi periode keempat terdiri dari sepuluh unsur,
yaitu Skandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt
(Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), danSeng (Zn). Dalam satu periode dari kiri (Sc) ke kanan (Zn),
keelektronegatifan unsur hampir sama, tidak meningkat maupun menurun secara signifikan.
Selain itu, ukuran atom (jari-jari unsur) serta energi ionisasi juga tidak mengalami perubahan
signifikan. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa semua unsur transisi periode keempat
memiliki sifat kimia dan sifat fisika yang serupa. Hal ini berbeda dengan unsur utama yang
mengalami perubahan sifat yang sangat signifikan dalam satu periode.

1.2 Rumusan Masalah


 Unsur apa saja yang terdapat pada unsur transisi pada periode keempat ?
 Bagaimana sifat unsur transisi periode keempat ?
 Bagaimana kelimpahan, manfaat dan dampak dari unsur transisi period keempat

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
® Untuk mengetahui unsur apa saja yang terdapat pada pada unsur transisi periode keempat
dan sifatnya
® Untuk mengetahui Kelimpahan, Manfaat dan dampak dari unsur transisi periode keempat

1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Unsur Transisi Periode Keempat

Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit
pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain.
Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang belum
terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Hal ini menyebabkan unsur transisi
periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak dimiliki oleh unsur-unsur golongan
utama, seperti sifat magnetik, warna ion, aktivitas katalitik, serta kemampuan membentuk
senyawa kompleks. Unsur transisi periode keempat terdiri dari sepuluh unsur, yaitu Skandium
(Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Nikel
(Ni), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).

Dalam satu periode dari kiri (Sc) ke kanan (Zn), keelektronegatifan unsur hampir sama,
tidak meningkat maupun menurun secara signifikan. Selain itu, ukuran atom (jari-jari unsur)
serta energi ionisasi juga tidak mengalami perubahan signifikan. Oleh sebab itu, dapat
disimpulkan bahwa semua unsur transisi periode keempat memiliki sifat kimia dan sifat fisika
yang serupa. Hal ini berbeda dengan unsur utama yang mengalami perubahan sifat yang sangat
signifikan dalam satu periode.

Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki keelektronegatifan yang lebih besar
dibandingkan unsur Alkali maupun Alkali tanah, sehingga kereaktifan unsur transisi tersebut
lebih rendah bila dibandingkan Alkali maupun Alkali Tanah. Sebagian besar unsur transisi
periode keempat mudah teroksidasi (memiliki E°red negatif), kecuali unsur Tembaga yang
cenderung mudah tereduksi (E°Cu = + 0,34 V). Hal ini berarti bahwa secara teoritis, sebagian
besar unsur transisi periode keempat dapat bereaksi dengan asam kuat (seperti HCl)
menghasilkan gas hidrogen, kecuali unsur Tembaga. Akan tetapi, pada kenyataanya, kebanyakan
unsur transisi periode keempat sulit atau bereaksi lambat dengan larutan asam akibat
terbentuknya lapisan oksida yang dapat menghalangi reaksi lebih lanjut. Hal ini terlihat jelas
pada unsur Kromium. Walaupun memiliki potensial standar reduksi negatif, unsur ini sulit
bereaksi dengan asam akibat terbentuknya lapisan oksida (Cr2O3) yang inert. Sifat inilah yang
dimanfaatkan dalam proses perlindungan logam dari korosi (perkaratan).

Dibandingkan unsur Alkali dan Alkali Tanah, unsur-unsur transisi periode keempat
memiliki susunan atom yang lebih rapat (closed packing). Akibatnya, unsur transisi tersebut
memiliki kerapatan (densitas) yang jauh lebih besar dibandingkan Alkali maupun Alkali Tanah.
Dengan demikian, ikatan logam (metallic bonds) yang terjadi pada unsur transisi lebih kuat. Hal
ini berdampak pada titik didih dan titik leleh unsur transisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan
unsur logam golongan utama. Selain itu, entalpi pelelehan dan entalpi penguapan unsur transisi
juga jauh lebih tinggi dibandingkan unsur logam golongan utama.

2
Unsur transisi periode keempat memiliki tingkat oksidasi (bilangan oksidasi) yang
bervariasi. Hal ini disebabkan oleh tingkat energi subkulit 3d dan 4s yang hampir sama. Oleh
sebab itu, saat unsur transisi melepaskan elektron pada subkulit 4s membentuk ion positif
(kation), sejumlah elektron pada subkulit 3d akan ikut dilepaskan. Bilangan oksidasi umum yang
dijumpai pada tiap unsur transisi periode keempat adalah +2 dan +3. Sementara, bilangan
oksidasi tertinggi pada unsur transisi periode keempat adalah +7 pada unsur Mangan (4s2 3d7).
Bilangan oksidasi rendah umumnya ditemukan pada ion Cr3+, Mn2+, Fe2+, Fe3+, Cu+, dan
Cu2+, sedangkan bilangan oksidasi tinggi ditemukan pada anion oksida, seperti CrO42-,
Cr2O72-, dan MnO4-.

2.2 Sifat Kimia Unsur Transisi Periode Keempat

A. Jari-Jari Atom
Jari-jari atom berkurang dari Sc ke Zn, hal ini berkaitan dengan semakin bertambahnya elektron
pada kulit 3d, maka semakin besar pula gaya tarik intinya, sehingga jarak elektron pada jarak
terluar ke inti semakin kecil.

B. Energi Ionisasi
Energi ionisasi cenderung bertambah dari Sc ke Zn. Walaupun terjadi sedikit fluktuatif, namun
secara umum Ionization Energy (IE) meningkat dari Sc ke Zn. Kalau kita perhatikan, ada sesuatu
hal yang unik terjadi pada pengisian elektron pada logam transisi. Setelah pengisian elektron
pada subkulit 3s dan 3p, pengisian dilanjutkan ke kulit 4s tidak langsung ke 3d, sehingga kalium
dan kalsium terlebih dahulu dibanding Sc. Hal ini berdampak pada grafik energi ionisasinya
yang fluktuatif dan selisih nilai energi ionisasi antar atom yang berurutan tidak terlalu besar.
Karena ketika logam menjadi ion, maka elektron pada kulit 4s-lah yang terlebih dahulu
terionisasi.

C. Konfigurasi Elektron
Kecuali unsur Cr dan Cu, Semua unsur transisi periode keempat mempunyai elektron pada kulit
terluar 4s2, sedangkan pada Cr dan Cu terdapat pada subkulit 4s1.

D. Bilangan Oksidasi
Senyawa-senyawa unsur transisi di alam ternyata mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu.
Walaupun unsur transisi memiliki beberapa bilangan oksidasi, keteraturan dapat dikenali.
Bilangan oksidasi tertinggi atom yang memiliki lima elektron yakni jumlah orbital d berkaitan
dengan keadaan saat semua elektron d (selain elektron s) dikeluarkan. Jadi, dalam kasus
skandium dengan konfigurasi elektron (n-1) d1ns2, bilangan oksidasinya 3. Mangan dengan
konfigurasi (n-1) d5ns2, akan berbilangan oksidasi maksimum +7.
Bila jumlah elektron d melebihi 5, situasinya berubah. Untuk besi Fe dengan konfigurasi
elektron (n-1) d6ns2, bilangan oksidasi utamanya adalah +2 dan +3. Sangat jarang ditemui
bilangan oksidasi +6. Bilangan oksidasi tertinggi sejumlah logam transisi penting seperti Kobal
(Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu) dan Zink (Zn) lebih rendah dari bilangan oksidasi atom yang
kehilangan semua elektron (n-1) d dan ns-nya. Di antara unsur-unsur yang ada dalam golongan
yang sama, semakin tinggi bilangan oksidasi semakin tinggi unsur-unsur pada periode yang lebih
besar.

3
2.3 Kelimpahan Unsur Transisi Periode keempat

1. Skandium (Sc)
Kelimpahan di kulit bumi sekitar 0,0025% , jumlah nya pun sangatlah terbatas.Skandium
bernomor atom 21. Skandium adalah unsur yang jarang terdapat di alam. Walaupun ada,
umumnya terdapat dalam bentuk senyawa dengan biloks +3. Misalnya, ScCl3, Sc2O3, dan
Sc2(SO4)3. Sifat-sifat senyawa skandium semuanya mirip, tidak berwarna dan bersifat
diamagnetik. Hal ini disebabkan dalam semua senyawanya skandium memiliki konfigurasi
elektron ion Sc3+, sedangkan sifat warna dan kemagnetan ditentukan oleh konfigurasi elektron
dalam orbital d. Logam skandium dibuat melalui elektrolisis lelehan ScCl3. Dalam jumlah kecil,
scandium digunakan sebagai filamen lampu yang memiliki intensitas tinggi. Skandium ternyata
lebih banyak ditemukan di matahari dan beberapa bintang lainnya dibandingkan di bumi.

2. Titanium (Ti)
Titanium bernomor atom 22. Titanium merupakan unsur yang tersebar luas dalam kulit bumi
(sekitar 0,6% massa kulit bumi). Titanium merupakan logam transisi yang ringan, kuat, tahan
korosi (termasuk tahan terhadap air laut dan chlorine) dengan warna putih-metalik-keperakan.
Kerapatan titanium relatif rendah, bermassa ringan, keras, tahan terhadap cuaca dan stabil pada
suhu tinggi. Umumnya, senyawa titanium digunakan sebagai pigmen warna putih.

3. Vanadium (V)
Vanadium bernomor atom 23. Vanadium tersebar di kulit bumi sekitar 0,02% massa kulit
bumi.Meskipun sedikit,tetapi Vanadium tersebar luas di alam. Vanadium umumnya digunakan
untuk paduan dengan logam besi dan titanium. Vanadium(V) oksida digunakan sebagai katalis
pada pembuatan asam sulfat. Logam vanadium murni diperoleh melalui reduksi elektrolitik
leburan garam VCl2. Logam vanadium menyerupai baja berwarna abu-abu dan bersifat keras
serta tahan korosi. Untuk membuat paduan tidak perlu logam murninya.

4. Kromium (Cr)
Kelimpahan krom di kulit bumi terdapat sekitar 0,0122%. Kromium bernomor atom 24.
Kromium trivalen (Cr (III), atau Cr3+) diperlukan dalam jumlah kecil dalam metabolisme gula
pada manusia. Kekurangan kromium trivalen dapat menyebabkan penyakit yang disebut
penyakit kekurangan kromium (chromium deficiency).
Kromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles menjadi mengkilat.
Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen
bangunan, komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda motor, maupun sebagai pelapis
perhiasan seperti emas, emas yang dilapisi oleh kromium ini lebih dikenal dengan sebutan emas
putih. Perpaduan Kromium dengan besi dan nikel menghasilkan baja tahan karat.

5. Mangan (Mn)
Mangan bernomor atom 25. Mangan relatif melimpah di alam (0,1% kulit bumi). Salah satu
sumber mangan adalah batuan yang terdapat di dasar lautan dinamakan pirolusit. Suatu batuan
yang mengandung campuran mangan dan oksida besi.

4
6. Besi (Fe)
Besi bernombor atom 26. Besi merupakan logam yang cukup melimpah dalam kulit bumi
(4,7%). Besi murni berwarna putih kusam yang tidak begitu keras dan sangat reaktif terhadap zat
oksidator sehingga besi dalam udara lembap teroksidasi oleh oksigen dengan cepat membentuk
karat. Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi, dan jarang dijumpai dalam keadaan
unsur bebas. Untuk mendapatkan unsur besi, campuran lain mesti disingkir melalui pengurangan
kimia.

7. Kobal (Co)
Kobal bernomor atom 27. Kobal bersifat rapuh, logam keras, menyerupai penampakan besi
dan nikel. Kobal memiliki permeabilitas logam sekitar dua pertiga daripada besi. Kobal terdapat
dalam meteorit.

8. Nikel (Ni)
Nikel bernomor atom 28. Kelimpahan nikel dalam kulit bumi berada pada peringkat ke-24,
terdapat dalam bijih bersama-sama dengan arsen, antimon, dan belerang. Nikel mempunyai sifat
tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi,
krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras. Perpaduan nikel, krom
dan besi menghasilkan baja tahan karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan pada
peralatan dapur (sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta
komponen industri.

9. Tembaga (Cu)
Tembaga bernombor atom 29. Tembaga adalah logam kemerahan, dengan kekonduksian
elektrik yang tahan terhadap cuaca dan korosi. Walaupun tembaga tidak begitu reaktif, tetapi
dapat juga terkorosi. Warna kemerah-merahan dari tembaga berubah menjadi kehijau-hijauan
akibat terkorosi oleh udara membentuk patina. Apabila dioksidakan, tembaga adalah besi lemah.

10. Zink (Zn)


Zink atau Seng bernombor atom 30. Zink murni yang dihasilkan secara komersil dikenali
sebagai Special High Grade (SHG) yang mempunyai kemurnian sebanyak 99.995%. Zink juga
dikenali sebagai timah sari. Zink berwarna kelabu kebiru-biruan dan bersifat sederhana reaktif.
Zink terbakar dalam udara dengan nyalaan hijau kebiru-biruan yang terang, lalu membebaskan
asap zink oksida. Logam zink mudah tertempa pada suhu antara 100°C sehingga 210°C dan
dapat diketuk menjadi berbagai bentuk. Pada suhu melebihi 210 °C, logam ini menjadi rapuh dan
akan pecah jika diketuk. Zink tidak bermagnet.

2.4 Manfaat Unsur Transisi Periode keempat

A. Skandium (Sc)
Skandium merupakan unsur yang jarang terdapat di alam, walaupun ada cenderung dalam
bentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +3 misalnya ScCl3, Sc2O3. Senyawa tidak berwarna
dan bersifat diamagnetik, hal ini disebabkan ion Sc3+ sudah tidak memiliki elektron dalam
orbital d nya.

5
Kira-kira 20 kg (dalam bentuk Sc2O3) skandium digunakan setiap tahun di Amerika Serikat
untuk membuat lampu berkeamatan tinggi. Skandium iodida yang dicampur ke dalam lampu
wap raksasa akan menghasilkan sumber cahaya buatan kecekapan tinggi yang menyerupai
cahaya matahari dan membolehkan salinan warna yang baik untuk kamera televisi. Lebih kurang
80 kg skandium digunakan sejagat setiap tahun dalam pembuatan lampu mentol. Isotop
radioaktif Sc-46 digunakan dalam peretak pelapis minyak sebagai agen penyurih.
Penggunaan utamanya dari segi isi padu adalah aloi aluminium-skandium untuk industri
aeroangkasa dan juga untuk peralatan sukan (basikal, bet besbol, senjata api, dan sebagainya)
yang memerlukan bahan berprestasi tinggi. Apabila dicampur dengan aluminium.

B. Titanium (Ti)
Titanium banyak digunakan dalam industri dan konstruksi :
a) Titanium digunakan sebagai bahan konstruksi karena mempunyai
sifat fisik :
1. Rapatannya rendah (logam ringan),
2. Kekuatan strukturnya tinggi,
3. Tahan panas,
4. Tahan terhadap korosi,.
b) Titanium digunakan sebagai badan pesawat terbang dan pesawat supersonik, karena pada
temperatur tinggi tidak mengalami perubahan kekuatan (strenght).
c) Titanium digunakan sebagai bahan katalis dalam industri polimer polietlen.
d) Titanium digunakan sebagai pigmen putih, bahan pemutih kertas, kaca, keramik, dan
kosmetik.
e) Titanium digunakan sebagai katalis pada industri polimer.
f) Karena kerapatan titanium relatif rendah dan kekerasannya tinggi. Logam ini digunakan
untuk bahan struktural terutama dalam mesin jet, karena mesin jet memerlukan massa
yang ringan tetapi stabil pada suhu tinggi.
g) Karena logam titanium tahan terhadap cuaca, sehingga dapat digunakan untuk bahan
pembuatan pipa, pompa, dan tabung reaksi dalam industri kimia.
C. Vanadium (V)
Vanadium banyak digunakan dalam industri-industri seperti :
a) Untuk membuat peralatan yang membutuhkan kekuatan dan kelenturan yang tinggi
seperti per mobil dan alat mesin berkecepatan tinggi,
b) Untuk membuat logam campuran,
Oksida vanadium (V2O5) digunakan sebagai katalis dalam pembuatan asam sulfat
dengan proses kontak.
c) Umumnya digunakan untuk paduan dengan logam lain seperti baja tahan karat dan baja
untuk peralatan berat karena sifatnya merupakan logam putih terang, relatif lunak dan
liat, tahan terhadap korosif, asam, basa, dan air garam.
d) V2O5 digunakan sebagai katalis pada proses pembuatan asam sulfat dan digunakan
sebagai reduktor.

6
D. Khromium (Cr)
Adapun kegunaan kromium antara lain sebagai berikut :
1. Khromium digunakan untuk mengeraskan baja, pembuatan baja tahan karat dan
membentuk banyak alloy (logam campuran) yang berguna.
2. Kebanyakan khromium digunakan dalam proses pelapisan logam untuk menghasilkan
permukaan logam yang keras dan indah dan juga dapat mencegah korosi.
3. Khromium juga dapat memberikan warna hijau emerald pada kaca.
4. Khromium juga luas digunakan sebagai katalis.
5. Industri refraktori menggunakan khromit untuk membentuk batu bata, karena khromit
memiliki titik cair yang tinggi, pemuaian yang relatif rendah dan kestabilan struktur
kristal.
6. Digunakan untuk katalis dan untuk pewarna gelas.
7. Campuran kromium (IV) oksida dan asam sulfat pekat mengahasilkan larutan pembersih
yang dapat digunakan untuk mengeluarkan zat organik yang menempel pada alat-alat
laboratorium dengan hasil yang sangat bersih, tetapi larutan ini bersifat karsinogenik
(menyebabkan penyakit kanker).
E. Mangan (Mn)
Mangan merupakan logam putih kemerahan atau putih kehijauan, keras (lebih keras dari
besi), sangat mengkilap, dan sangat reaktif banyak digunakan untuk panduan logam dan
membentuk baja keras yang digunakan untuk mata bor pada pemboran batuan.
Di samping itu, Mangan Oksida (sebagai pilorusit) digunakan sebagai depolariser dan sel kering
baterai dan untuk menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor besi.
Mangan sendiri memberi warna lembayung pada kaca. Dioksidanya berguna untuk pembuatan
oksigen dan khlorin, dan dalam pengeringan cat hitam. Senyawa permanganat adalah oksidator
yang kuat dan digunakan dalam analisis kuantitatif dan dalam pengobatan. Mangan juga banyak
tersebar dalam tubuh. Mangan merupakan unsur yang penting untuk penggunaan vitamin B.

F. Besi (Fe)
Kegunaan utama dari besi adalah untuk membuat baja. Baja adalah istilah yang digunakan
untuk semua aloi dari besi (aliase). Baja aliase, yaitu baja spesial yang mengandung unsur
tertentu sesuai dengan sifat yang diinginkan. Salah satu contoh baja yang terkenal adalah
stainless steel, yang merupakan baja tahan karat.
Berikut urai beberapa kegunaan dari besi :
1. Sebagai logam, besi memiliki kegunaan paling luas dalam kehidupan, seperti untuk kontruksi
atau rangka bangunan, landasan, untuk badan mesindan kendaraan, tulkit mobil, untuk berbagai
peralatan pertanian, bangunan dan lain-lain. Mutu dari semua bahan yang terbuat dari besi
tergantung pada jenis besi yang digunakan, seperti:
a. Baja krom (95,9% Fe; 3,5%Cr; 0,3%Mn; 0,3%C)
b. Baja mangan (11-14%Mn)
c. Baja karbon (98,1% Fe; 1% Mn; 0,9%C)
d. Baja wolfram (94%Fe; 5%W; 0,3%Mn; 0,7%C)

2. Fe(OH)3 digunakan untuk bahan cat seperti cat minyak, cat air, atau cat tembok.
3. Fe2O3 sebagai bahan cat dikenal nama meni besi, digunakan juga untuk mengkilapkan kaca.
4. FeSO4 digunakan sebagai bahan tinta.

7
G. Kobalt (Co)
Kobalt merupakan logam putih keperakan dengan sedikit kebiruan bila digosok langsung
mengkilap lebih keras dan lebih terang dari pada nikel, tahan terhadap udara, sehingga banyak
digunakan untuk pelapis logam. Selain itu juga digunakan sebagai katalis, untuk paduan logam
(baja kobalt) digunakan sebagai bahan magnet permanen. Campuran Co, Cr, dan W digunakan
untuk peralatan berat dan alat bedah atau operasi. Campuran Co, Fe, dan Cr (logam festel)
digunakan untuk elemen pemanas listrik.
Kobalt yang dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat alnico, alloy
dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan. Alloy stellit, mengandung kobalt,
khromium, dan wolfram, yang bermanfaat untuk peralatan berat, peralatan yang digunakan pada
suhu tinggi, maupun peralatan yang digunakan pada kecepatan yang tinggi.
Kobalt juga diguanakan untuk baja magnet dan tahan karat lainnya. Selain alloy, digunakan
dalam turbin jet, dan generator turbin gas. Logam diguanakan dalam elektropalting karena sifat
penampakannya, kekerasannya, dan sifat tahan oksidasinya.
Garam kobalt telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna biru brilian yang
permanen pada porselen, kaca, pot, keramik, dan lapis e-mail gigi. Garam kobalt adalah
komponen utama dalam membuat biru Sevre dan biru Thenard. Larutan kobalt klorida digunakan
sebagai pelembut warna tinta. Kobalt digunakan secraa hati-hati dalam bentuk klorida, sulfat,
asetat, dan nitrat karena telah dibuktikan efektif dalam memperbaiki penyakit kekurangan
mineral tertentu pada binatang. Tanah yang layak mengandung hanya 0.13 – 0.30 ppm kobalt
untuk makanan binatang.

H. Nikel (Ni)
Nikel banyak digunakan untuk hal-hal berikut ini:
1. Merupakan logam putih perak keabuan, dapat ditempa, penghantar panas yang baik dan
tahan terhadap udara, tetapi tidak tahan terhadap air yang mengandung asam sehingga
banyak digunakan sebagi komponen pemanas listrik (nikrom) yang merupakan campuran
dari Ni, Fe, dan Cr.
2. Perunggu-nikel digunakan untuk uang logam.
3. Perak jerman (paduan Cu, Ni, Zn) digunakan untuk barang perhiasan.
4. Logam rasein (paduan Ni, Al, Sn, Ag) untuk barang perhiasan.
5. Pembuatan aloi, battery electrode, dan keramik.
6. Zat tambahan pada besi tuang dan baja, agar mudah ditempa dan tahan karat.
7. Pelapis besi (pernekel).
8. Sebagai katalis.

I. Tembaga (Cu)
Tembaga merupakan logam berwarna kemerahan, mengkilap bila digosok dapat ditempa,
penghantar panas pada listrik yang baik, tidak mudah berkarat tetapi bila terkena udara warnanya
menjadi hijau oleh terbentuknya tembaga karbonat. Banyak digunakan sebagai rangakian atau
peralatan listrik, kabel listrik, dan untuk paduan logam.

8
CuSO4 (terusi) banyak digunakan untuk larutan elektrolit dalam sel elektrokimia, campuran
terusi dan Ca(OH)2 dengan sedikit air dapat digunakan memberantas kutu dan jamur.
Tembaga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk kabel listrik, bahan uang
logam, untuk bahan mesin pembangkit tenaga uap dan untuk aloi.

J. Seng (Zn)
Logam seng berguna untuk hal-hal sebagai berikut:
1. Merupakan logam cukup keras, terang berwarna putih kebiruan, tahan dalam udara lembab
dibanding Fe. Hal ini disebabkan diatas lapisan permukaan seng terbentuk lapisan karbonat
basa (Zn2(OH)2CO3) yang dapat menghambat oksidasi lebih lanjut. Karena sifat tersebut,
maka seng banyak digunakan untuk melapisi logam besi (disebut kaleng)
2. Digunakan juga sebagai elektroda pada elektroda (katoda) pada sel elektrokimia dan untuk
pembuatan paduan logam.
3. ZnO digunakan untuk bahan cat untuk memberikan warna putih dan digunakan untuk
pembuatan salep seng (ZnO-vaselin).
4. Logam ini digunakan untuk membentuk berbagai campuran logam dengan metal lain.
Kuningan, perak nikel, perunggu, perak Jerman, solder lunak dan solder aluminium adalah
beberapa contoh campuran logam tersebut.
5. Seng dalam jumlah besar digunakan untuk membuat cetakan dalam industri otomotif,
listrik, dan peralatan lain semacamnya.
6. Campuran logam Prestal, yang mengandung 78% seng dan 22% aluminium dilaporkan
sekuat baja tapi sangat mudah dibentuk seperti plastik. Prestal sangat mudah dibentuk
dengan cetakan murah dari keramik atau semen.
7. Seng juga digunakan secara luas untuk menyepuh logam-logam lain dengan listrik seperti
besi untuk menghindari karatan.
8. Seng oksida banyak digunakan dalam pabrik cat, karet, kosmetik, farmasi, alas lantai,
plastik, tinta, sabun, baterai, tekstil, alat-alat listrik dan produk-produk lainnya.
9. Lithopone, campuran seng sulfida dan barium sulfat merupakan pigmen yang penting. Seng
sulfida digunakan dalam membuat tombol bercahaya, sinar X, kaca-kaca TV, dan bola-bola
lampu fluorescent. Klorida dan kromat unsur ini juga merupakan senyawa yang banyak
gunanya.
10. Seng juga merupakan unsur penting dalam pertumbuhan manusia dan binatang. Banyak tes
menunjukkan bahwa binatang memerlukan 50% makanan tambahan untuk mencapai berat
yang sama dibanding binatang yang disuplemen dengan zat seng yang cukup.

2.5 Dampak Unsur Transisi Periode keempat


Logam besi mudah terkorosi dalam udara lembap, dalam bentuk senyawa kompleks
[k4Fe(CN)6.3H2O], unsur ini bersifat racun bagi tumbuhan. Tembaga mudah terbakar dalam bentuk
serbuk, dalam bentuk senyawa CuCl2melalui pernapasan dapat menyebabkan keracunan. Asam
kromium CrO3 beracun dan bersifat karsinogenik.

9
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Beberapa sifat logam:
 Sifat logam sangat keras, tahan panas, elektropositif, dan penghantar listrik yang baik.
Pengecualian untuk Cu merupakan logam yang lembut dan elastis.
Banyak di antaranya dapat membentuk ion – ion berwarna yang berubah – ubah menurut
keadaan bilangan oksidasinya.
· Mempunyai bilangan oksidasi yang harganya 0 atau positif.
· Dapat membentuk senyawa kompleks.
 Memiliki elektron tidak berpasangan yang mengakibatkan titik didih atau titik leleh tinggi,
bersifat paramagnetik,berwarna dan bersifat katalis.

2. Kegunaan unsure-unsur periode keempat :


a) Skandium digunakan pada lampu intensitas tinggi
b) Titanium digunakan pada industri pesawat terbang dan industri kimia.
c) Vanadium digunakan untuk membuat per mobil dan sebagai katalis pembuatan belerang.
d) Kromium digunakan untuk bahan pembuatan baja, nikrom, stanless steel.
e) Mangan digunakan untuk bahan pembuatan baja, manganin dalam pembuatan alat-alat
listrik dan sebagai alloy mangan-besi atau ferromanganese.
f) Besi digunakan untuk pembuatan baja, perangkat elektronik, memori komputer, dan pita
rekaman.
g) Kobalt digunakan untuk membuat aliansi (paduan logam)
h) Nikel digunakan untuk melapisi logam supaya tahan karat dan paduan logam
i) Tembaga digunakan untuk kabel – kabel, pipi – pipa, kaleng makanan dan untuk alat-alat
elektronik.
j) Seng digunakan sebagai logam pelapis antikarat, paduan logam, pembuatan bahan cat
putih, dan antioksidan dalam pembuatan ban mobil.

3.2 Saran
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan karya tulis ini masih banyak terdapat kesalahan
dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi
perbaikan Karya tulis ini dimasa yang akan datang.

10
DAFTAR PUSTAKA

http://iirdamayenti.blogspot.com/2013/03/makalah-manfaat-dan-dampak-unsur-unsur.html

http://aminahhareem.blogspot.com/

http://www.academia.edu/5446425/MAKALAH_KIMIA_gol._transisis_peride_4_dalam_SPU

Tri Wulandari,Erna.2013.PRKIMIA.Klaten : Intan Pariwara

11