Anda di halaman 1dari 6

ingkasan : Blue Ocean Strategy by W.

Chan Kim & Renee Mauborgne

Ringkasan ini sangat baik dibaca untuk kamu Anda yang ingin melakukan perubahan terhadap
bisnis yang menguntungkan bagi stakeholders, tapi kalau kamu Anda sudah puas dengan
kondisi bisnis saat ini jangan baca ringkasan ini..

Saat ini banyak orang berlomba-lomba dengan sekuat tenaga, mengerahkan segala upaya,
mengorbankan biaya demi memenangkan suatu persaingan bisnis. Padahal posisi persaingan
sudah mencapai titik jenuh dan pengaruhnya terhadap laba perusahaan tidaklah signifikan..

Saya ingat sekali waktu kuliah tahun 2007 salah satu dosen favorit saya Bapak Wahid
menjelaskan tentang Strategi Samudera Biru ini (Blue Ocean Strategy). Saya sangat tertarik &
penasaran dengan materi ini bagaimana bisa dengan menjauhi persaingan maka kita akan
mengungguli pesaing??

Penasaran… ?? ayo lanjutkan hehehe

Perlu diketahui saat ini umumnya perusahan sangat fokus untuk bersaing dengan sesama
sampai titik darah penghabisan (Red Ocean Strategy) antara lain dalam bentuk differensiasi
barang, berebut pangsa pasar, competitive advantage, dan low cost strategy. Red Ocean
Strategy memang penting, akan tetapi pada titik jenuh tertentu strategi ini menjadi tidak lagi
menguntungkan bagi perusahaan.

Oleh karena itu alangkah baiknya kalau kita mulai melirik Blue Ocean Strategy yang cenderung
menjauhi persaingan.. Mendekati pesaing untuk mengambil manfaat secara cerdas
menemukan celah-celah yang memiliki potensi pangsa pasar yang belum terjamah. Strategi ini
memungkinkan untuk diterapkan oleh perusahaan besar maupun kecil, pemula ataupun papan
atas, publik maupun privat, hi-tech ataupun tradisional. Prof. Kim salah satu bintang terang di
jagat manajemen strategi memastikan bahwa “Blue Ocean Strategy sangat universal, dapat
terjadi dimana saja termasuk Indonesia”

Perbedaan Blue Ocean dan Red Ocean Strategy

Blue Ocean Strategy Red Ocean Strategy

1. Menciptakan ruang pasar yang 1. Bersaing dalam ruang pasar yang


belum ada pesaingnya sudah ada
2. Menjadikan kompetisi tidak 2. Berorientasi memenangi
relevan kompetisi
3. Menciptakan permintaan baru 3. Mengeksploitasi permintaan
pasar yang sudah ada
4. Mendapatkan Nilai dan Biaya 4. Memilih salah satu antara Nilai
secara bersamaan suatu produk dan Biaya atas
5. Memadukan strategi untuk produk
mencapai Diferensiasi dan Low 5. Memilih antara strategi
cost Diferensiasi atau Low cost

Kerangka kerja dari Blue Ocean Strategy

Kanvas Strategi

Kanvas strategi yang merupakan kerangka aksi dan diagnosis untuk membangun strategi
samudera biru yang baik.

Sebagai contoh berikut adalah Kanvas Strategy Quick Beauty House (Pangkas Rambut)

Strategi Samudra Biru QB House adalah pergeseran dalam industry pangkas rambut di Asia yang
dulunya industry yang emosional menjadi industry yang sangat fungsional.

Di Jepang, waktu yang dibutuhkan utk pangkas rambut adalah sekitar 1 jam karena banyak
ritual yang dilalui yaitu byk handuk panas yang diperlukan, pijat bahu, disediakan minuman teh
dan kopi, mengeringkan rambut, mencukur jenggot. Padahal inti dari semuanya adalah
“pangkas rambut”, ritual yang lama ini membuat panjangnya antrian oleh konsumen2 potensial
lainnya. Harga pangkas rambutnya sekitar 3000-5000 Yen (setara dengan $27- $45)

QB House mengubah semua itu, karena banyak orang ga mau menghabiskan waktu lama hanya
untuk memotong rambut (terutama pekerja yang sibuk). QB House membuang elemen2
emosional seperti handuk panas, kopi & teh, serta pijatan bahu. juga secara dramatis
mengurangi ritual yang lainnya seperti cuci dan mengeringkan rambut, QB House hanya fokus
pada kegiatan inti dalam memangkas rambut. Dengan cara menciptakan sistem cuci udara
(airwash) dengan menggunakan selang tinggi yang bisa diturunkan untuk menyedot sisa rambut
habis dipangkas. Sistem ini bekerja jauh lebih cepat tanpa membasahi rambut konsumennya.
Dengan perubahan ini ritual pangkas rambut yang tadinya 1 jam dapat dikurangi menjadi 10
menit saja.

QB House juga meletakan lampu lalu lintas di depan semua gerainya untuk menginformasikan
apakah ada tempat kosong untuk pangkas rambut, sehingga konsumen terhindar dari
ketidakpastian waktu menunggu dan meja reservasi tidak lagi diperlukan.

Dengan begini QB House mampu mengurangi harga pangkas rambut menjadi 1000 yen ( $9),
sekaligus meningkatkan pendapatan pemangkas rambut per jamnya hamper mencapai 50%.
Selain itu biaya staf menjadi lebih rendah dan ukuran ruang yang diperlukan menjadi lebih kecil.
QB house menciptakan pangkas rambut yang tanpa “tetek bengek” tetapi lebih bersih. QB
House juga menambah samudera birunya dengan memberikan handuk dan sisir baru sekali
pakai untuk konsumennya.

Agar bisa dibayangkan silahkan lihat kanvas strategi QB House dibawah ini:

6 Prinsip Blue Ocean Strategy

1. Merekonstruksi batasan-batasan pasar yang ada


2. Fokus pada gambaran besar, bukan pada angka
3. Memenuhi lebih dari permintaan yang ada
4. Melakukan langkah strategis dengan tepat
5. Mengatasi hambatan-hambatan utama secara intern dalam organisasi
6. Mengintegrasikan eksekusi kedalam strategi

Inovasi Tiada Henti

Tentu saja setiap inovasi dan strategi tidak akan luput dari plagiarism, sehingga amat penting
bagi suatu perusahan untuk terus memantau kurva kanvas strateginya agar selalu waspada dan
disaat yang diperlukan memulai dengan Blue ocean strategi baru.

Ada contoh yang menarik seperti ilustrasi berikut:

Disaat mobil menjadi barang kebutuhan rumah tangga dan pendapatan warga yang cukup
tinggi AS, General Motors (GM) membuka lini samudera biru dari produknya dengan
memproduksi mobil dengan menyentuh dimensi emosional pasar. Bentuknya dengan membuat
mobil yang dapat dibeli semua orang dan dapat digunakan kemana saja “mobil sejuta umat”
dengan design yang stylish, nyaman, menggairahkan dan selalu update dengan model2 baru..

Hasilnya dari kurun waktu 25 tahun total unit terjual yang semula 2jt /th menjadi 7 jt/th yang
juga meningkatkan pangsa pasar dari 20% ke 50%, menyebabkan pesaingnya ford harus
kehilangan pangsa pasar yang cukup significant. Sampai akhirnya 3 perusahan GM, Ford, dan
Chrysler sama-sama masuk kedalam samudera biru yang diciptakan GM dan secara kolektif
mereka menguasai 90% pangsa pasar AS. Berpuas dirilah mereka..

Sampai akhirnya pada th 1970 perusahan otomotif Jepang menciptakan samudera biru baru
dengan konsep mobil kecil yang efisien. Ketika itu krisis minyak terjadi di AS sehingga konsumen
disana berbondong 2 untuk beralih mobil Jepang yang hemat bahan bakar sekaligus bandel. Hal
ini menjatuhkan ke 3 pemain otomotif di AS sampai merugi $4 milyar.

Oleh karena itu, apapun bisnis dan strateginya sangat perlu untuk selalu jeli melihat potensi
dan resiko yang mungkin terjadi, sehingga langkah yang diambil dapat memberikan dampak
positif terhadap perusahaan.

Contoh Blue Ocean Strategy yang pernah diterapkan secara berhasil:

1. Apple merubah konsep computer yang dulunya hanya digunakan oleh penggila (geek)
tekhnologi menjadi computer rumahan dengan desain yang menyeluruh dalam 1 casing
plastic termsuk kibor & power supply yang mudah digunakan, disertai software Mac
yang isinya beragam mulai dari game sampai aplikasi pendukung office.
2. Dell Computer melakukan penjualan langsung ke konsumennya, sehingga menurunkan
lama waktu pengiriman ke konsumen yang umumnya 10 hari menjadi 4 hari saja, selain
itu Dell juga melayani model rakitan sesuai permintaan konsumen sehingga biaya
sediaan menurun.
3. Wings Food dengan produk mie sedapnya menarik emosional konsumen yang
menyukai rasa khas Indonesia yang cocok dengan lidah konsumen Indonesia dengan
menonjolkan kandungan vitamin dalam mie , strateginya menggabungkan rasa yang
enak (nilai) dan harga lebih murah (biaya) dari pesaingnya Indomie. Saat itu Mie sedap
sempat mengungguli pangsa pasar yang dulunya dikuasai oleh Indofood dengan produk
Indomie nya.

Ayo entrepreneur Indonesia, senantiasa menggali ide yang kreatif untuk menciptakan Blue
Ocean Strategy sehingga menumbuhkan pangsa pasar baru. Dari tahun ke tahun Usaha yang
ada di Indonesia dan dunia semakin bertambah, tentu saja hal itu didukung karena semakin
kreatifnya generasi baru dalam menangkap peluang. 10 thn yang lalu siapa yang sangka free
online website digunakan sebagai pengganti etalase usaha sehingga memudahkan calon
konsumen untuk membeli barang yang diinginkannya, juga siapa yang sadar bahwa nada
tunggu standar hp bisa menjadi lagu hits yang sedang digandrungi banyak orang dan sangat
diminati saat ini… hehhehe

Blue OCEAN Strategy (resume)

”Jangan Ladeni Para Pesaing Buat Mereka Tak Relavan,” merupakan pernyataan provokatif
sekaligus sebagai tema pokok buku : BLUE OCEAN STRATEGY (STRATEGI SAMUDRA
BIRU). Buku berkerangka perubahan ini menantang perusahaan – besar maupun kecil, pemula
maupun papan atas, publik maupun privat, berteknologi tinggi maupun rendah – untuk keluar
dari status qou, menciptakan strategi masa depan yang gemilang, dan menerapkan penjauhan diri
dari kompetisi dengan biaya rendah. W.Chan Kim dan Renee Mauborgne, sebagai penulis buku
ini menekankan akan pentingnya menciptakan ruang pasar yang belum ada pesaingnya, fokus
pada pertumbuhan permintaan dan bergerak menjauh dari kompetisi yang ada, serta upaya
memaksimalkan kesempatan sekaligus meminimalkan risiko.
Lewat penilitian yang komprehensif selama 15 tahun, Kim dan Mauborgne telah mampu
memetakan ”sebuah jalur baru dan berani untuk memenangi masa depan,” sekaligus
menjungkalkan pemikiran tradisional tentang strategi. Enam prinsip strategi samudra biru yang
diajukan dalam buku ini, dapat digunakan oleh setiap perusahaan untuk merumuskan dan
menerapkan strategi samudra biru dengan sukses. Keenam prinsip tersebut menunjukkan cara
merekonstruksi batasan-batasan pasar, melampaui permintaan yang ada, menjalankan rangkaian
strategis dengan benar mengatasi rintangan organisasional, dan mengintegrasi-kan eksekusi ke
dalam strategi.
Konsep-konsep yang ditawarkan oleh Blue Ocen Strategy sangat universal, bisa terjadi di mana
saja termasuk di Indonesia. BRI sebagai bagian dari industri perbankan di Indonesia, tentunya
harus mulai menyadari untuk melakukan pergeseran paradigma dalam strategi bisnis. Konsep
”persaingan dengan mengalahkan lawan,” telah demikian kental diyakini dan diterapkan oleh
segenap insan BRI, seperti kompetisi langsung satu sama lain, bertarung demi keunggulan
kompetitif, berebut pangsa pasar, dan berjuang menciptakan diferensiasi demi mengejar
pertumbuhan yang langgeng dan menguntungkan.
Meskipun buku ini diperuntukkan bagi pebisnis, manajer perusahaan, perencana strategis, namun
dapat pula dipergunakan sebagai referensi / buku pegangan pembelajaran bagi Instruktur Sendik
BRI yang mengampu materi yang bertemakan Marketing, Strategi Bisnis, Manajemen Strategi,
Leadership, atau materi lain yang relavan sebagai pengayaan.
Diposting oleh Admin di 16.37