Anda di halaman 1dari 4

Perbedaan Permentan No 25 Tahun 2009 dan Permentan No 47 Tahun

2016
No Permentan No 25 Tahun 2009 Permentan No 47 Tahun 2016

1. Programa Programa penyuluhan terdapat di  Programa penyuluhan


Penyuluhan semua tingkatan. terdapat di semua
tingkatan, namun makna
programa kabupaten/kota,
provinsi dan nasional
adalah program
penyuluhan pertanian.
 Tim penyusun programa
tingkat nasional, provinsi,
kabupaten/kota,
kecamatan dan desa.
2. Unsur Unsur keadaan pada programa di Unsur keadaan pada programa
Keadaan semua tingkatan meliputi data dan meliputi data dan informasi
informasi umum mengenai umum mengenai potensi usaha,
potensi usaha, produktivitas produktivitas usaha, perilaku dan
usaha, lingkungan usaha, perilaku non perilaku pelaku utama dan
pelaku utama dan pelaku usaha pelaku usaha dan dukungan
serta kebutuhan pelaku utama dan sistem penyelenggaraan
pelaku usaha. penyuluhan dan lingkungan usaha
pertanian.

3. Tahapan Tahapan terdiri dari: Tahapan terdiri dari:


- Perumusan keadaan - Perumusan Keadaan
- Penetapan Tujuan - Penetapan Tujuan
- Penetapan Masalah - Penetapan Masalah
- Penetapan Rencana Kegiatan - Penetapan Rencana Kegiatan
- Penyusunan Rencana Monev - Pengesahan Programa
- Penyempurnaan/Revisi
- Pengesahan Programa
4. Perumusan Perumusan keadaan tidak Penetapan tujuan pada programa
keadaan dibedakan antar tingkat nasional/provinsi/kab/kota yang
administrasi pemerintahan meliputi:

- Penguatan Kelembagaan
penyuluhan;
- Penguatan peran dan fungsi
kelebagaan petani;
- Peningkatan kompetensi
ketenagaan;
- Pemenuhan prasarana dan
sarana serta pembiayaan;
- Optimalisasi penyelenggaraan
penyuluhan;
Penetapan tujuan pada programa
Kecamatan dan desa yang
berkaitan:
- Perilaku petani dan penerapan
inovasi teknologi;
- peran dan fungsi kelebagaan
petani dan KEP;
- Pengoptimalkan pemenfaatan
Prasarana dan sarana pendukung;
- Opimalisasi penyelenggaraan
penyuluhan peningkatan
efektifitas LAKUSUSI

5. Ruang Ruang lingkup masalah pada Ruang lingkup masalah pada


Lingkup programa disemua tingkatan programa kabupaten, provinsi
berkaitan dengan kemampuan dan nasional berkaitan dengan:
pelaku utama dan pelaku usaha,
serta kelembagaannya. - Penguatan Kelembagaan,
penetapan kebutuhan dan
peningkatan kompetensi tenaga
penyuluh, sarana prasarana dan
penerapan inovasi teknologi.
Ruang lingkup masalah pada
programa desa/kelurahan dan
kecamatan berkaitan dengan
kemampuan pelaku utama dan
pelaku usaha, serta belum
optimalnya peranBPP dan
kelembagaan petani dan KEP

6. Penetapan Matrik rencana kegiatan Matrik rencana kegiatan


Rencana penyuluhan dan Rencana Kerja penyuluhan dan RKT Penyuluh
Kegiatan Tahunan Penyuluh Tingkat Tingkat
Nasional/Provinsi/ Kabupaten Nasional/Provinsi/Kabupaten
dengan tingkat kecamatan dan dengan tingkat kecamatan dan
desa mempunyai format yang desa mempunyai format yang
sama. berbeda; (Perbedaan pada sasaran
kegiatan)

7. Proses - Analisis keadaan dilakukan - Hasil analisis dipadukan dengan


dengan teknis identifikasi hasil evaluasi programa
keadaan/wilayah (pra, impact digunakan sebagai bahan
point) atau rekap hasil masukan dalam rembug tani desa
identifikasi; atau mimbar sarasehan
- Hasil analisis keadaan tidak kecamatan, kabupaten, provinsi
dipadukan dengan hasil evaluasi dan nasional;
programa;
- Evaluasi programa dan mimbar
- Hasil analisis keadaan tidak
sarasehan merupakan bagian
dijadikan sebagai bahan masukan
yang tidak terpisahkan dalam
dalam rembugtani desa atau
proses penyusunan programa
mimbar sarasehan kecamatan, penyuluhan;
kabupaten, provinsi dan nasional; - Hasil definitif musrenbangtan
- Programa penyuluhan akan menjadi bahan dalam penyusunan
disampaikan menjadi bahan programa.
musrenbangtan.

9 Penyusunan Penyusunan programa Penyusunan programa


berdasarkan permasalahan yang berdasarkan evaluasi dari
ada di lapangan program yang telah dibuat
sebelumnya