Anda di halaman 1dari 18

I.

PENDAHULUAN

Undang-undang nomor 16 tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan (SP3K) mengamanatkan bahwa programa penyuluhan terdiri atas Kelembagaan
penyuluhan pemerintah dan kelembagaan penyuluhan pelaku utama. Lembaga penyuluhan tingkat pemerintah yaitu pada tingkat pusat berbentuk badan, pada tingkat provinsi berbentuk badan
koordinasi, pada tingkat kabupaten berbentuk badan pelaksana dan pada tingkat kecamatan berbentuk balai penyuluhan
Balai penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan merupakan lembaga pemerintah tingkat kecamatan yang merupakan lembaga non structural yang berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada kepala kantor ketahanan pangan dan penyuluhan yang merupakan badan pelaksana penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan.
Balai penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan memiliki tugas melaksanakan penyusun dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan
ditinmgkat kecamatan.
Didalam melaksanakan tugas balai penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan kecamatan bongan menyelenggarakan fungsi: 1) penyusunan programa penyuluh pertanian, perikanan dan
kehutanan yang sejalan dengan programa kantor ketahanan pangan dan penyuluhan kabupaten kutai barat. 2) melaksanakan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan berdasarkan
programa penyuluhan. 3) menyediakan dan menyebarkan informasi teknologi, sarana produksi, pembiayaan dan pasar. 4) memfasilitasi pengembangan kapasitas PNS, penyuluh swadaya dan
penyuluh swasta melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan. 5) melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan metode penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan bagi pelaku
utama dan pelaku usaha secara berkelanjutan. 6) melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan programa penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan.
Agar kegiatan penyuluhan pertanian tingkat kecamatan dapat berjalan secara produktif, efektif dan efisien, perlu dilakukan identifikasi sumber daya dan program – program pembangunan
pertanian, baik oleh pemerintah, swasta maupun pelaku utama (masyarakat Petani) menjadi sebuah kesatuan rencana kerja tahunan penyuluh pertanian (RKTP). Hal itu dilakukan dalam rangka
penyusunan rencana penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang komprehensif dengan memadukan semua sumber daya yang ada
RKTP Penyuluh Pertanian merupakan rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arahan dan pedoman dalam pencapaian tujuan penyuluhan tingkat kampung. RKTP
penyuluhan pertanian yang di susun tiap tahun yang kemudian di jabarkan dalam rencana kerja bulanan penyuluh pertanian berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran pada masing-
masing tingkatan dengan cakupan pengorganisasian pengelolaan sumber daya sebagai pelaksanaan penyuluhan.
II. TUJUAN

2.1. Tujuan Umum

a. merubah sikap dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dan keluarganya , dalam mengelola kegiatan usaha taninya kearah yang lebih baik dan efisien.

b. Peningkatan pendapatan keluarga tani dengan ekstensifikasi dan pemantapan intensifikasi padi, palawija serta hortikultura pada lahan usaha taninya serta lahan potensial lainnya
yang mereka miliki.

Peningkatan pendapatan ini dapat dicapai dengan jalan :

- Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi sawah , dengan penerapan teknologi yang lebih baik dan pengelolaan managemen yang baik pula.

- Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi palawija seperti jagung, kedele, kacang tanah, ubi jalar, ubi kayu dan tanaman penting lainnya dengan penerapan teknologi baru yang
lebih mutakhir.

- Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi sayuran dataran rendah dan buah dengan cara serta pengaturan usaha tani yang lebih baik dan terencana.

2.2. Tujuan Khusus

a. Penyuluhan Pertanian.

1. Tanaman Pangan.

- Petani mengunakan benih unggul sesuai anjuran setempat

- Petani mau dan mampu melakukan pemupukan pada tanaman sesuai rekomendasi.

-. Pelaku utama bersedia melakukan pengelolaan tanah sesuai anjuran.

- Petani bersedia dan mampu melakukan pengendalian hama penyakit sesuai anjuran.

- Petani mengetahui dan bersedia menggunakan jarak tanam yang tepat.


- Petani tahu dan dapat mengatur waktu pemberian air untuk tanaman sesuai anjuran.

- Petani dapat memanen hasil dengan baik dan mau mengolahnya.

2. Sayur dan Buah Buahan.

- Petani menggunakan jarak tanam sesuai anjuran untuk meningkatkan produksinya.

- Petani tahu, mengerti dan memanfaatkan musuh alami untuk mengendalikan hama/ penyakit.

- Petani bersedia melaksanakan pemberantasan hama/ penyakit dengan mengunakan jenis, dosis, cara dan waktu yang tepat sesuai anjuran.

3. Perkebuan

- Petani menggunakan jarak tanam yang tepat sesuai rekomendasi

- Petani mau dan mampu menggunakan pupuk organik yang tepat sesuai rekomendasi setempat.

- Petani mengerti dan mau memanfaatkan musuh alami untuk mengendalikan hama/ penyakit untuk mengamankan tanamannya.

4. Peternakan

- Petani Peternak memahami hijauan pakan ternak yang tepat sesuai rekomendasi

- Petani Peternak mau dan mampu mengolah hasil keluaran kotoran ternak menjadi pupuk organik

- Petani Peternak mengerti pemeliharaan ternak yang baik dan ternak tidak berpenyakit

5. Perikanan

- Petani mau membudidayakan ikan dalam kolam

- petani/ nelayan tidak ketergantungan pada hasil ikan tangkapan


III. MASALAH

a. MASALAH UMUM

Masalah umum adalah masalah yang dihadapi oleh mayoritas petani , yang secara umum di Kecamatan Bongan yaitu produktifitas rendah mengingat sapta usaha tani belum bisa
dilaksanakan / diterapkan dengan baik, banyak lahan potensial yang belum dimanfaatkan untuk usaha tani, dinamika kelompok belum berjalan sesuai harapan disebabkan peranan kontak tani
belum sepenuhnya berfungsi yang dapat dibuktikan dengan tingkat produksi yang sangat beragam, disamping faktor kebiasaan usaha tani yang subsisten akibat rendahnya pendidikan
sehingga sulit untuk menerima inovasi yang dianjurkan serta tingkat pemilikan modal yang rata – rata rendah dan terbatas . Agar mampu meningkatkan produksi dan pendapatannya
sehingga kesejahteraan keluarganya menjadi lebih baik.

b. MASALAH KHUSUS

Masalah khusus merupakan masalah umum yang sifatnya lebih terperinci dan mendetail.Masalah khusus tersebut ditentukan melalui pendekatan participatoty rural appraisal kemudian
Dirangking berdasarkan skala prioritas yang segera dapat dilaksanakan dan berpengaruh nyata terhadap peningkatan produksi dan pendapatan (lihat matrik programa), kemudian dilakukan analisis
impact point (tabulasi). Unsur-unsur yang menjadi penghambat dan perlu diperbaiki baik yang bersifat perilaku maupun non perilaku sebagaimana terdapat dalam rumusan masalah k
dibawah ini.

1. Tanaman Pangan.

- Petani belum mengunakan benih unggul sesuai anjuran setempat

- Petani tidak melakukan pemupukan pada tanaman sesuai rekomendasi.

-. Pelaku utama belum melakukan pengelolaan tanah sesuai anjuran.

- Petani bersedia dan mampu melakukan pengendalian hama penyakit sesuai anjuran.

- Petani belum mengetahui dan bersedia menggunakan jarak tanam yang tepat.

- Petani belum mengetahui dan belum dapat mengatur waktu pemberian air untuk tanaman sesuai anjuran.

- Petani tidak memanen hasil dengan baik dan belum mau mengolahnya.
2. Sayur dan Buah Buahan.

- Petani belum menggunakan jarak tanam sesuai anjuran untuk meningkatkan produksinya.

- Petani tahu, mengerti dan memanfaatkan musuh alami untuk mengendalikan hama/ penyakit.

- Petani bersedia melaksanakan pemberantasan hama/ penyakit dengan mengunakan jenis, dosis, cara dan waktu yang tepat sesuai anjuran.

3. Perkebuan

- Petani menggunakan jarak tanam yang tepat sesuai rekomendasi

- Petani mau dan mampu menggunakan pupuk organik yang tepat sesuai rekomendasi setempat.

- Petani mengerti dan mau memanfaatkan musuh alami untuk mengendalikan hama/ penyakit untuk mengamankan tanamannya.

4. Peternakan

- Petani Peternak memahami hijauan pakan ternak yang tepat sesuai rekomendasi

- Petani Peternak mau dan mampu mengolah hasil keluaran kotoran ternak menjadi pupuk organik

- Petani Peternak mengerti pemeliharaan ternak yang baik dan ternak tidak berpenyakit

5. Perikanan

- Petani mau membudidayakan ikan dalam kolam

- petani/ nelayan tidak ketergantungan pada hasil ikan tangkapan


IV. RENCANA KEGIATAN PENYULUHAN

1. Penyuluhan pada tanaman pangan

Pada kegiatan penyuluhan peningkatan produksi tanaman pangan terfokus pada perluasan areal pertanaman adapun rencana perluasan di sajikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 7: Data Rencana Perluasan Lahan Garapan Tanaman pangan lahan Basah dan Kering
Nama Luas Lahan (Ha) Rencana Luas Lahan (Ha)
No. Kecamatan / Sawah Ladang Sawah Ladang
Kampung (Ha) (Ha) (Ha) (Ha)
1 BONGAN
1 Tanjung Soke - 8 5 36
2 Perengtalik - 7 5 55
3 Gerunggung - 8 3 17
4 Lemper - 9 8 41
5 Deraya - 8 8 22
6 Muara Siram - 14 20 75
7 Siram Jaya 15 147 25 160
8 Siram Makmur - 166 15 170
9 Resak 30 12 40 72
10 Tanjung Sari - 27 25 80
11 Jambuk Makmur 295 174 450 185
12 Muara Gusik 15 19 35 56
13 Jambuk 15 15 27 51
14 Penawai 20 20 41 70
15 Muara Kedang 35 12 56 73
16 Bukit Harapan - 5 15 25
Jumlah 425 651 778 1188

Selain perluasan areal kegiatan penyuluhan juga menfokuskan pada kegiatan penyuluhan sebagai berikut:

- Petani mengunakan benih unggul sesuai anjuran setempat

- Petani mau dan mampu melakukan pemupukan pada tanaman sesuai rekomendasi.

-. Pelaku utama bersedia melakukan pengelolaan tanah sesuai anjuran.


- Petani bersedia dan mampu melakukan pengendalian hama penyakit sesuai anjuran.

- Petani mengetahui dan bersedia menggunakan jarak tanam yang tepat.

- Petani tahu dan dapat mengatur waktu pemberian air dan dapat menghemat air.

- Petani dapat memanen hasil dengan baik dan mau mengolahnya.

2. Penyuluhan pada tanaman hortikultura dan perkebunan

Kegiatan penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan minat para petani untuk berkebun menambah luas areal tanaman adapun target perluasan penyuluhan pada komoditi karet, sawit,
kakao dan kelapa yang di sajikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 8: target perluasan tanaman Perkebunan


Nama Luas Lahan (Ha)
No. Kecamatan / Karet Sawit Kakao Kelapa
Kampung (Ha) (Ha) (Ha) (Ha)
1 BONGAN
1 Tanjung Soke 25 8 5 5
2 Perengtalik 25 7 5 5
3 Gerunggung 25 8 3 5
4 Lemper 25 9 8 5
5 Deraya 25 8 8 5
6 Muara Siram 25 200 20 5
7 Siram Jaya 15 50 25 5
8 Siram Makmur 15 50 15 5
9 Resak 30 50 40 5
10 Tanjung Sari 25 50 25 5
11 Jambuk Makmur 25 50 25 5
12 Muara Gusik 15 50 35 5
13 Jambuk 15 50 27 5
14 Penawai 20 50 41 5
15 Muara Kedang 35 50 56 5
16 Bukit Harapan 25 50 15 5
Jumlah 370 740 353 80
3. Penyuluhan pada bidang peternakan

Penyuluhan di bidang ternak akan menfokuskan kegiatan sebagai berikut:

- Petani Peternak memahami hijauan pakan ternak yang tepat sesuai rekomendasi

- Petani Peternak mau dan mampu mengolah hasil keluaran kotoran ternak menjadi pupuk organik

- Petani Peternak mengerti pemeliharaan ternak yang baik dan ternak tidak berpenyakit

- mengadakan pelatihan untuk memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organic

- pelatihan pembuatan konsentrat makanan ternak, jamu ternak

- pelatihan pembuatan bio urine dan bio kultur.

- pelatihan agribisnis penggemukan ternak.

4. Penyuluhan pada bidang perikanan

Kegiatan penyuluhan pada sektor perikanan terfokus pada pelatihan budidaya ikan dalam kolam, pemahaman kualitas air yang dikehendaki oleh ikan, pembenihan ikan dan kebutuhan akan
pakan ikan. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat petani untuk membudidayakan ikan dalam kolam.

Adapun target pembuatan kolam adalah sebagai berikut:


Tabel 9: Target pembuatan kolam
Luas Lahan (Ha)
Nama Kecamatan /
No. Kolam
Kampung
(ha)
1 BONGAN
1 Tanjung Soke 1
2 Perengtalik 1
3 Gerunggung 1
4 Lemper 1
5 Deraya 1
6 Muara Siram 5
7 Siram Jaya 1
8 Siram Makmur 1
9 Resak 5
10 Tanjung Sari 2
11 Jambuk Makmur 5
12 Muara Gusik 15
13 Jambuk 10
14 Penawai 10
15 Muara Kedang 15
16 Bukit Harapan 1
Jumlah 75

5. Penyuluhan pada bidang kehutanan

Kegiatan penyuluhan pada sector kehutanan bertujuan agar masyarakat sekitar mau melestarikan hutan, tidak menebang pohon, turut memsukseskan program memerintah tentang sejuta
pohon dimana setiap orang menanam 5 pohon, memanfaatkan lahan kritis untuk di tanam pohon menghasilkan dan di bawahnya di tanam tanaman pangan

6. Sarana pendukung keberhasilan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan

Guna keberhasilan kegiatan BP3K maka di perlukan dukungan dari dinas pelaksana teknis dan dukungan dari KKPP selaku atasan Balai penyuluhan adapun dukungan yang diperlukan yaitu
berupa bantuan pengadaan sebagai berikut:

- Bantuan perluasan areal tanam dan cetak sawah

- Pengadaan Benih unggul dan saprodi


- Bantuan pengadaan alsintan terutama hand traktor dan mesin giling (Poles)

- Bantuan obat – obatan pengendalian hama terpadu

- Bantuan pengadaan ternak, HMT dan sarana pendukung kegiatan ternak lainya

- Bantuan pembuatan kolam dan benih

- Bantuan permodalan kelompok tani/petani

- Dukungan dana guna pelatihan kelompok tani/ petani

7. Peningkatan Pelaksanaan penyuluhan dan pelayanan administrasi kantor

Laku Sistem

Latihan dan kunjungan sering disebut LAKU, jadi petugas atau penyuluh pertanian mengadakan kunjungan ke petani sesuai dengan jadual yang telah ditetapkan/ dibuat. Kunjungan
pada umumnya dilakukan dilapangan / hamparan, sehingga secara langsung penyuluh dapat mengetahui permasalahannya dilapangan yang dihadapi oleh petani. Dengan harapan
permasalahan tersebut bisa diselesaikan. Bila tidak dapat diatasi, maka penyuluh membawa masalah tersebut untuk disampaikan ke BPP atau instansi yang bersangkutan/ terkait.

Petak Contoh, Demontrasi Plot dan Kaji Terap.

Tujuan pelaksanaan Petak contoh, demontrasi plot dan kaji terap adalah untuk memberi contoh kepada petani dengan harapan petani secara langsung mengetahui inovasi yang
diterapkan sehingga bersedia dan mampu untuk melakukannya dan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi dilapangan.

Kegiatan Pertemuan kelompok dan Temu Lapang.


Kegiatan pertemuan kelompok bertujuan untuk merencanakan kegiatan kelompok, menyusun RDKK dan RUK, diskusi memecahkan tiap-tiap masalah, dan untuk menumbuh kembangkan
kelembagaan petani

Maksud dari hari lapang tani adalah juga tidak beda jauh dengan pelaksanaan demplot, karena keduanya saling berkaitan yaitu agar petani dapat mendengar keterangan –
keterangan yang disampaikan serta melihat secara langsung cara-cara berusaha tani yang baik dan benar sesuai dengan rekomendasi, lewat ceramah, penjelasan singkat atau
petunjuk yang disampaikan penyuluh agar kelemahan-kelemahan serta kekurangan-kekurangan yang ada bisa diperbaiki dan disempurnakan misalnya : Temu lapang dengan topik
pengolahan tanah ,Sistem legowo, tandur jajar, penanganan pasca panen dan sebagainya.

Liptan,Brosur Peta singkap dan sebagainya.

Liptan atau brosur maupun peta singkap yang diterbitkan/dibuat oleh penyuluh, institusi lingkup kemeterian pertanian atau lembaga yang terkait lainya. Oleh penyuluh / petugas
bila jumlahnya banyak dapat langsung disampaikan kepada petani untuk dipelajari.

Liptan atau brosur tersebut pada umumnya memuat masalah-masalah yang ada dilapangan dan cara penyelesaiannya.

8. Monitoring, evaluasi dan pelaporan

Agar programa penyuluhan dapat diketahui apakah tujuan kegiatan penyuluhan tercapai atau tidak maka diperlukan kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan penyuluhan. Kegiatan
monitoring dilakukan dalam sebulan dua kali dengan mengadakan rapat teknis/ koordinasi dan evaluasi di lakukan setiap bulan sekali dimana tiap – tiap PPL membuat laporan bulanan.

9. Matrik Programa dan Rencana Kerja tahunan (RKTP) Penyuluh Pertanian kecamatan Bongan tahun 2013

Matrik programa dan rencana kerja tahunan Penyuluh Pertanian di sajikan dalam tabel sebagai berikut

V. RENCANA KEGIATAN PENYULUHAN


Untuk mencapai tujuan penyuluh pertanian maka, perlu dilakukan pembuatan programa penyuluhan pertanian tingkat Desa/Kampung untuk meberikan arah dan petujuk dalam melaksanakan penyuluhan.
Agar tercapai sesuai dengan harapan.

( RKP) Rencana kegiatan penyuluhan oleh masing- masing penyuluh di wilayah binaannya. Yang menggambarkan berbagai kegiatan/metode penyuluhan untuk mentransformasi terjadinya perubahan
pengetahuan, wawasan, sikap, dan prilaku pelaku utama dan pelaku usaha serta seluruh pemanku kepetingan untuk mencapai tujuan. Rencana Kerja Penyuluhan Pertanian yang berisi metode yang cocok sesuai
sasaran, lokasi dan waktu lebih jelasnya dapat dilihat dengan jelas matriks programa penyuluhan pertanian ini.

RKTP Penyuluhan Pertanian

Tahun 2013

Ket
Kegiatan Penyuluhan

No Keadaan Tujuan Masalah


Kegiatan/ Vol Lokasi Wak Sumber Penang Pelaksana
Materi Metode biaya
jawab

1 2 3 4 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1  Sebagian besar Meningkatkan Pengetahuan dan Melakukan Kunjungan Jambu Jan s/d BOP dan Penyuluh Penyuluh
petani masih keterampilan kereampilan anggota budidaya laku/tatap k des APBN
melakukan budidaya dan masih belum merata dan usaha: muka
dan usaha pertanian
pengetahuan Perorangan
yang merupakan hasil pertanian
Kelompoktani dan kelompok
warisan orang
tuanyanya dalam
Peternaka Penyebaran
mencari
n brosur, folder,
informasi
Agribisnis liptan dll
Perikanan

Perkebuna
n

2  Masih sebagian Meningkatkan Pengetahuan tentang Pembuata Diskusi dan Jambu Mar BOP dan Ketua Kelk Tani
kecil petani yang pengetahuan penyusunan RDK dan n RDK dan Musawarah k Swadaya Kelompok tani
sudah menyadari tentang RDKK masih rendah RDKK Pembuatan
pentingnya RDK dan
penyusunan
RDKK RDK dan RDKK RDK dan RDKK

3  Petani belum Meningkatkan Pengetahuan tentang Pengunaan Demplot Jambu Renden APBD I Penyuluh Ketua Kel. tani
merasakan pengetahuan penerapan/penggun Benih Pengunaan k gan dan
keuntungan dan petani aan benih unggul Unggul Benih Unggul gadu
manfaat penggunaan
tentang padi sawah msih Pada padi
benih unggul
penggunaan berkurang sawah
benih unggul
sesuai anjuran

1 2 3 4 12 13 14 15 16 17 18 19 20

4  Sebagian besar Meningkatkan Pengetahuan dan Pengunaan Demontrasi Jambu Mar APBD I Penyuluh Ketua Kel. tani
petani belum terpil pengetahuan kerampilan Pupuk penggunaan k dan Juli
dan mengetahui dan mengenai penerapan Phonska pupuk NPK
dosis, cara, waktu
kerampilan teknologi NPK Pada Phonska
jenis pupuk yang
petani pemupukan pada Padi
tepat sesuai anjuran
tentang tanaman padi sawah
pemupukan masih rendah Sawah
padi sawah

5  Sebagian besar Penikatan Masih banyak lahan Pengolaha Demlot Jambu APBD I Penyuluh Petani
lahan masih tidur pengetahuan tidur yang belum di n lahan Pemanfaatan k
masih belum dan manfaakan tidur lahan tidur
diusakan baik utuk
keterampilan sebagai budidaya
pertanian
Pemanfaatan lahan sayuran
perkebunan maupun
untuk usaha lahan tidur budidaya Metimun,
peternakan Tanaman Kacang
sayuran Panjang,
Kacang Buncis

6  Sebagian petani Meningkatan Petani belum Memanfaa Demontrasi Jambu Pihak Lain/ Penyuluh Kel tani
petani telah kemampuan menggunakan pupuk kan pupuk penggunaan k Mitra
melakukan dan organik pada organick pupuk organic
pengolahan pupuk
Keterampilan tanaman padi sawah padat dan cair
organik akan tetapi
petani dalam pada tanaman
petani masih belum
digunakan untuk penggunaan padi sawah
dirinya pupuk organik

7  Pertemuan rutin Meningkatkan Kelompoktani belum Penyampai Pertemuan Jambu BOPdan Kel Tani Kel tani
kelompok masih rasa melakukan na k Swadaya
belum berjalan kebersamaan pertemuan secara masalah dan Dikusi
sebagaiman harapan kelompok
dan mampu rutin setiap bulan dan
para anggota
memecahkan pemecaha
masalah nya
Kelompoktani

8  Patani masih Meningkatkan Petani belum Tandur Demontrasi 2 Tanjun APBD I Penyuluh Kel Tani
melakukan pengetahuan melakukan jajar cara Tandur g
penanaman padi dan tandurjajar legowo Legowo jajar Legowo Perang
tanpa jalur dan jarak keterampilan at
tanam pun masi tidak
menetu tandurjajar
legowo

1 2 3 4 12 13 14 15 16 17 18 19 20

9  Petani dalam Meningkatkan Pengetahuan Faksinasi Demonstrasi Jambu Disnak Penyuluh Disnak
melakukan kemampuan tentang budidaya ayam cara vaksinasi k
Pemeliharaan ayam dan ternak ungas Masih buras ayam buras
buraanya belum ketrampilan rendah
pernah dilakukan
vaksinasi
Vaksinasi yang
akibatnya bila ada ayam buras
wabah penyakit ayam
buras akan teserang
secara masal

10  Masih banyaknya Meningkatkan Pengetahuan tentang Budidaya Demontrasi Jambu Disnak Penyuluh Disnak
persediaan pengetahuan ketersediaan hijauan HMT Budidaya HMT k
makananan ternak tentang Makanan tenak
dialam sekitar
ketersediaan (HMT) masih rendah
peternak
hijauan
Makanan
tenak (HMT)

11  Petani belum Peternak Peternak belum Vaksinasi Demonstrasi Jambu Disnak Penyuluh Disnak
meperhatikan mampu dan mampu melakukan dan cara vaksinasi k
kesehatan tenaknya termpil vaksinasi dan pengobata pengobatan
seyara berkala.
melakukan pengobatan sapi nya n Sapi sapi
vaksinasi dan
pengobatan
ternak Sapi
nya

12  Lahan Petani Petani belum Budidaya Demplot Jambu Pihak Lain Penyuluh KWT
pekarangan belum diharapkan memanfaatkan lahan Sayuran Budidaya k
diman faatkan secara mampu dan pekarangannya dilahan Tanaman cabai
makimal untuk
menghasikan terampil secara maksimal pekaranga dan terong di
tambahan melakukan n lahan
pendapatan penanaman pekarangan
dilahan
pekarangan

13  Baru sebagian Meningkatkan Pengetahuan cara Pengendali Pengendalian Jambu Redeng APBD I Penyuluh Ketua Kel. Tani
kecil yang mau pengetahuan dan keterampilan an OPT OPT Padi sawah k an.
melakukan dan pengendalian OPT Padi sawah
pengamatan dan
keterampilan pada tanaman padi
mempunyai
petani sawah baru
keterampilan
pengendalian OPT tentang cara
sesuai anjuran pengendalian
OPT tanaman
padi sawah
17

IV. PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam revitalisasi pembangunan pertanian di kecamatan bongan maka diperlukan suatu sistem kerja yang terperinci dan sistematis mengingat di Kecamatan Bongan
masih memiliki berbagai permasalahan dan hambatan. Guna mencapai tujuan tersebut maka diperlukan pemanfaatan sumber daya yang tersedia. Agar pemanfaat
sumber daya dapat maksimal maka diperlukan suatu penyusunan programa penyuluhan di Tingkat Kecamatan.

B. Saran
1. Dalam Kegiatan pembangunan pertanian dikecamatan Bongan diperlukan knowledge, skill, dan attitude yang baik. Mengingat kemampuan kelembagaan dan
organisasi Kampung di kecamatan Bongan yang masih minim Untuk itu perlu di Lakukan Pelatihan dan Pembinaan
2. Membenahi kelembagaan, Kepedulian dan peran instansi terkait dengan meningkatkan kemampuan, kepercayaan, kebersamaan, dan kerjasama agar bisa mengatasi
segala kendala-kendala yang ada.

Demikian Programa ini disusun, semoga informasi yang terangkum dalam Programa ini dapat dijadikan sumber referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkannya. Dalam
penulisan Programa ini, Tim penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan, untuk itu kritik dan masukan yang konstruktif dari pembaca sangat diharapkan untuk
kesempurnaan dan perbaikan dimasa yang akan datang.
18