Anda di halaman 1dari 24

Laporan Kasus

Gangguan Psikotik Akut


Dan Sementara

Pembimbing:
dr. Susi Wijayanti, Sp.KJ

Disusun Oleh:
Eirene Megahwati Paembonan
11 2016 051

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Periode 15 Januari 2018 – 17 Februari 2018

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA


(UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA)
Jl. Terusan Arjuna No. 6 Kebon Jeruk – Jakarta

1
KEPANITERAAN KLINIK
STATUS BANGSAL JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
Hari/Tanggal Ujian/Presentasi Kasus : 22 Januari 2018
SMF ILMU KESEHATAN JIWA
RUMAH SAKIT : RSJ PROVINSI JAWA BARAT

Nama : Eirene Megahwati Paembonan Tanda Tangan


NIM : 112016051
………………………
Dr. Pembimbing / Penguji: dr. Susi Wijayanti , Sp.KJ
………………………

NOMOR REKAM MEDIS : 069 097


Nama Pasien : Tn. MS
Nama Dokter yang merawat : dr. Dhian Indharti, Sp.KJ
Masuk RS pada tanggal : 16 Januari 2018
Rujukan/datang sendiri/keluarga : Dibawa oleh keluarga
Riwayat perawatan : Belum pernah di rawat di RSJ

I IDENTITAS PASIEN:
Nama (inisial) : Tn. MS
Tempat & tanggal lahir : Bandung, 01 Juni 1997 (20 tahun)
Jenis Kelamin : Laki-laki
Suku Bangsa : Sunda
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan :-
Status Perkawinan : Belum Menikah
Alamat : Kp. Cibunar, RT/RW 001/006, Kelurahan
Tanjungwangi, Kecamatan Cihampelas,
Kabupaten Bandung Barat

2
II. RIWAYAT PSIKIATRIK
Autoanamnesis : Rabu, 26 Januari 2018 pukul 14.30 WIB di Ruang Garuda
RSJ Provinsi Jawa Barat
Alloanamnesis : Ayah kandung pasien pada tanggal 27 Januari 2018 melalui
telepon, pasien tinggal dengan orang tua kandung sehingga
kebenaran anamnesa dapat dipercaya.

A. KELUHAN UTAMA
Mengamuk sejak 1 hari SMRS
B. RIWAYAT GANGGUAN SEKARANG
Setelah pasien meminum 10 pil obat Dextrometrophan pada hari Senin 15
Januari 2018, tiba-tiba pasien mengamuk di rumah. Menurut ayah pasien, sejak hari
senin pasien tidak dapat tidur (insomnia), bicara kacau (agresivitas verbal), marah-
marah (agresivitas verbal), menjulurkan lidah (ekstrapiramidal sindrom), meludah
(hipersalivasi), perut nyeri, melihat bayangan (halusinasi visual), dan mendengar
bisikan (halusinasi auditorik). Pasien kemudian dibawa untuk di rawat inap di RSJ
Provinsi Jawa Barat karena ini adalah pertama kali pasien menjadi seperti ini.
C. RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA
1. Gangguan Psikiatrik
Tidak ada
2. Riwayat Gangguan Medik
Riwayat gangguan medik seperti trauma kepala, kejang dan pingsan disangkal.
3. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif
Pasien memiliki riwayat ngelem pada usia 14 tahun (sumber dari teman).
Riwayat merokok saat SMP (sumber dari teman), minum tuak dan menggunakan
ganja (pada waktu SMP, sumber dari teman), menggunakan obat (dehiphenin,
dextrometrophan) sumber dari teman
4. Riwayat Gangguan Sebelumnya
Tidak ada

3
D. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI
1. Riwayat perkembangan fisik:
Pasien merupakan anak terakhir dari enam bersaudara. Pasien lahir normal, cukup
bulan dan ditolong oleh dukun. Tidak ada komplikasi persalinan, kejang, trauma
lahir,dan cacat bawaan.

2. Riwayat perkembangan kepribadian


a. Masa kanak-kanak:
Pasien merupakan anak yang disayang oleh kedua orangtuanya. Pasien
memiliki banyak teman sebaya di sekolah serta lingkungan rumahnya.
Pelajaran di sekolah masih dapat diikuti dengan baik. Pasien merupakan anak
yang tidak nakal dan periang seusianya.
b. Masa Remaja:
Pada saat remaja, pasien memiliki cukup banyak teman saat SMP dan mudah
bergaul. Pasien aktif bermain dan mengaji dengan Ayahnya dirumah. Pasien
tidak pernah merokok dirumah maupun disekitar lingkungan orangtuanya
namun teman pasien mengatakan pasien merokok, ngelem, menggunakan
ganja, dan menggunakan obat.
c. Masa Dewasa:
Pasien memiliki banyak teman dan dan lebih terbuka dengan keluarga jika ada
masalah, pasien rajin beribadah.

3. Riwayat pendidikan
Pendidikan lulus SMP dan melanjutkan ke SMA namun berhenti ketika
memasuki kelas 2 SMA, alasannya pasien tidak ingin melanjutkan sekolah karena
ingin bekerja saya
4. Riwayat pekerjaan
Pasien tidak memiliki pekerjaan teteap d suatu perusahaan, namun pasien sering
ikut bantu-batu dipasar dan biasanya d beri upah.
5. Kehidupan beragama
Pasien beragama Islam serta sebelum mengalami gangguan pasien cukup aktif
beribadah, selalu menjalankan sholat 5 waktu dan mengaji bersama Ayahnya.

4
6. Kehidupan sosial dan perkawinan
Pasien memiliki banyak teman di lingkungan sekitarnya dan sering berinteraksi
dengan teman maupun tetangganya.
E. RIWAYAT KELUARGA

Keterangan:
: Laki-laki : Perempuan : Pasien

F. SITUASI KEHIDUPAN SOSIAL SEKARANG


Pasien sekarang tinggal dengan kedua orang tua. Saat ini yang memenuhi
kebutuhan ekonomi adalah orang tuanya. Pasien tidak pernah pergi bersama teman-
temannya hingga larut malam, namun pasien jarang membawa teman-temannya ke
rumah.
III. STATUS MENTAL
A. DESKRIPSI UMUM
1. Penampilan Umum
Pasien seorang laki-laki berusia 20 tahun dengan postur tubuh normal, dan
sesuai dengan usianya, pasien berbadan kurus, warna kulit putih, berambut
pendek. Kuku bersih, mengenakan pakaian seragam RSJ Cisarua. Kontak verbal
cukup dan visual cukup.

5
2. Kesadaran
a. Kesadaran sensorium/neurologik : Compos mentis
b. Kesadaran psikiatrik : Tampak terganggu
3. Perilaku dan Aktivitas Motorik
 Sebelum wawancara : Pasien tidur ditempat dan berjalan ke arah pemeriksa,
serta duduk ditempat yang sudah d sediakan
 Selama wawancara : Pasien duduk di kursi yang telah disediakan dengan
kedua tangan terlipat di depan dada. Pasien menjawab pertanyaan dengan
kooperatif. Selama wawancara, kontak mata cukup, pasien tidak melakukan
gerakan-gerakan yang tidak diperlukan. Pasien menjawab semua pertanyaan
dengan terbuka.
 Setelah wawancara : Pasien tetap duduk seperti posisi selama wawancara.
4. Sikap terhadap Pemeriksa
Kooperatif
5. Pembicaraan
a. Cara berbicara : Spontan, volume sedang dan artikulasi kadang sedikit
tidak jelas.
b. Gangguan berbicara : Tidak ada

6
B. ALAM PERASAAN (EMOSI)
1. Suasana perasaan (mood) : eutimik
2. Afek ekspresi afektif
a. Arus : Cepat
b. Stabilisasi : Labil
c. Kedalaman : Dalam
d. Skala diferensiasi : Sempit
e. Keserasian : Serasi
f. Pengendalian impuls : Kuat
g. Ekspresi : Wajar
h. Dramatisasi : Tidak Ada
i. Empati : Tidak dapat dinilai
C. GANGGUAN PERSEPSI
a. Halusinasi : Tidak ada
b. Ilusi : Tidak ada
c. Depersonalisasi : Tidak ada
d. Derealisasi : Tidak ada
D. SENSORIUM DAN KOGNITIF (FUNGSI INTELEKTUAL)
1. Taraf pendidikan : SMA (tidak tamat, hanya sampai kelas 1 SMA)
2. Pengetahuan umum : cukup (Ariel personil Group Band NOAH)
3. Kecerdasan : seperti rata-rata
4. Konsentrasi : cukup
5. Orientasi
a. Waktu : Baik, pasien mengetahui waktu saat wawancara ialah sore
hari.
b. Tempat : Baik, pasien mengetahui sekarang berada di RSJ
c. Orang : Baik, pasien mengetahui bahwa yang mewawancarainya ialah
seorang dokter.
d. Situasi : Baik

6. Daya ingat
a. Tingkat
 Jangka panjang : Baik (Pasien mengetahui kejadian dimasa
kecilnya)
7
 Jangka pendek : Baik (Pasien tau kalau pemeriksa pernah
mewawancarainya diruangan yang sebelumnya)
 Segera : Baik (pemeriksa menyuruh menyebutkan
gunting batu kertas)
b. Gangguan : Tidak ada
7. Pikiran abstraktif : Baik (pasien mengerti peribahasa sederhana)
8. Visuospatial : Baik (pasien dapat menggambar jam 03.15 yang
disuruh oleh pemeriksa)
9. Bakat kreatif : Menggambar
10. Kemampuan menolong diri sendiri: Baik (pasien dapat makan, mandi, dan
berpakaian sendiri)
E. PROSES PIKIR
1. Bentuk pikir
 Produktivitas : Realistik
 Kontinuitas : Jawaban sesuai pertanyaan, terkadang inkoheren
 Hendaya bahasa : tidak ada
2. Isi pikir
 Preokupasi dalam pikiran : Tidak ada
 Waham : Tidak ada
 Obsesi : Tidak ada
 Fobia : Tidak ada
 Gagasan rujukan : Tidak ada
 Gagasan pengaruh : Tidak ada
 Idea of suicide : Tidak ada
F. PENGENDALIAN IMPULS : Baik (pasien bisa mengontrol
emosinya)
G. DAYA NILAI
 Daya nilai sosial : Baik (pasien tau yang dilakukannya salah)
 Uji daya nilai : Baik (pasien tidak ingin melakukan hal yang sama
karena pasien tau itu hal yang salah, bahkan jika minum obat nanti bisa over
dosis))
 Daya nilai realitas : Baik

8
H. TILIKAN : Derajat V (Pasien menyadari penyakitnya dan faktor-faktor
yang berhubungan dengan penyakitnya namun tidak meneapkan dalam perilaku
praktisnya)
I. RELIABILITAS:
Baik
IV. PEMERIKSAAN FISIK
A. STATUS INTERNUS
1. Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang
2. Kesadaran : Compos Mentis
3. Tekanan Darah : 120/80 mmHg
4. Nadi : 80 x/menit
5. Suhu badan : 36,50 C
6. Frekuensi pernapasan : 20x/menit
7. Bentuk tubuh : Normal
8. Sistem kardiovaskular : Dalam batas normal
9. Sistem respiratorius : Dalam batas normal
10. Sistem gastro-intestinal : Dalam batas normal
11. Sistem musculo-skeletal : Dalam batas normal
12. Sistem urogenital : Dalam batas normal
B. STATUS NEUROLOGIK
1. Saraf kranial (I-XII) : Tidak dilakukan
2. Tanda rangsang meningeal : Tidak dilakukan
Refleks fisiologis : Tidak dilakukan
Refleks patologis : Tidak dilakukan
3. Mata : Tidak dilakukan
4. Pupil : Tidak dilakukan
5. Oftalmoscopy : Tidak dilakukan
6. Motorik : Tidak dilakukan
7. Sensibilitas : Tidak dilakukan
8. Sistim saraf vegetatif : Tidak dilakukan
9. Fungsi luhur : Tidak dilakukan
10. Gangguan khusus : Tidak dilakukan
Kesimpulan : Hasil pemeriksaan pada status neurologik tidak
dilakukan
9
V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan
VI. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA
Pasien laki-laki berusia 20 tahun, belum menikah, tidak bekerja, dirawat di
rumah sakit jiwa karena mengamuk (agresivitas motorik) sejak 1 hari SMRS.
Berbicara kacau dan marah-marah (agresifitas verbal). Pasien medengar bisikan
yang mengatakan bahwa pasien putus cinta (Halusinasi auditorik) dan pasien juga
melihat seorang nenek (Halusinasi visual). Bicara ngelantur (agresivitas verbal),
pasien sulit tidur (insomnia). Ayah pasien mengatakan penyebab terjadinya kejadian
seperti ini muncul karena pasien meminum 10 pil obat Dextrometrophan. Menurut
informasi dari keluarga pasien juga dulu pernah ngelem di usia 14 tahun, merokok,
menggunakan ganja dan obat-obatan secara berlebihan.
Pada pemeriksaan, sikap pasien selama wawancara cukup kooperatif dan tidak
ada gerakan-gerakan tambahan yang tidak diperlukan. Konsentrasi pasien cukup baik
dengan tilikan pasien derajat V. Tidak terdapat kelainan pada status interna dan status
neurologis.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg lainya dalam
batas normal tidak ditemukan kelainan.
VII. FORMULASI DIAGNOSTIK
 Berdasarkan ikhtisar penemuan bermakna, pada pasien didapatkan:
1. Gangguan yang bervariasi (mengamuk, bicara kacau, dan marah-
marah) dan berbeda keparahannya (Halusinasi)
2. Setelah wawancara dengan pasien, pasien mengatakan jenis obat yang
dikonsumsinya serta minuman terlarang yang dikonsumsinya (telah di
konfrimasi pada keluarga jadi dapat dipercaya)
 Gangguan Mental dan Perilaku karena adanya:
Gejala berupa: agresivitas verbal, agresivitas motorik, halusinasi auditori dan
visual, insomnia.

10
 Gangguan ini sebagai Gangguan Menta Organik karena adanya:
- Gangguan kognitif (orientasi  pasien tidak tahu bahwa pasien
berada di RSJ dan memori pasien tidak mengingat kejadian yang
memmbuat pasien dibawa ke RS)
- Gangguan daya ingat ( pasien tidak mampu mengingat beberpa
kejadian yang terjadi beberapa hari sebelum pasien dibawa ke RSJ)
Diagnosis Kerja:
F19 Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Multipel dan Penggunaan
Zat Psikoaktif Lainnya.
1. Gangguannya yang bervariasi luas dan berbeda keparahannya
2. Identifikasi dari zat psikoaktif yang digunakan dapat dilakukan
berdasarkan: data laporan individu, bukti lain (adanya sampel obat
yyang ditemukan pada pasien dan gejala klinis, atau dari laporan pihak
ketiga)
3. Mencari bukti yang menguatkan lebih dari satu sumber, yang berkaitan
dengan penggunaan zat.
4. Banyak pengguna obat menggunakan lebih dari satu jenis obat,
gangguan akibat penggunaan yang multipel hanya digunakan bilapola
penggunaan zat psikoaktif benar-benar kacau dan sembarangan atau
berbagai obat bercampur-baur.

Diagnosis Banding:
F20 Skizofrenia
- Suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui)
dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis) yang luas, serta sejumlah
akibat yang teergantung pada pertimbangan pengaruh genetik, fisik dan sosia
budaya. Harus ada satu gejala yang jelas (isi pikir, waham, halusinasi).
Adanya gejala-gejala khas tersebut telah berlangsung selama kurun waktu
satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal).
Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu
keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal
behaviour), bermanifestasi sebagai hilangnya minat, hidup tak bertujuan,
tidak berbuat sesuatu sikap larut dalam diri sendiri, dan penarikan diri secara
sosial.

11
- Disingkirkan dengan : Pada pasien terdapat gejala halusinasi auditorik dan
visual namun dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu namun diakibatkan
oleh penyalahgunaan zat.
VIII. EVALUASI MULTIAKSIAL
 Aksis I :WD:
F19 Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat
Multipel dan Penggunaan Zat Psikoaktif Lainnya.
DD:
F20 Skizofrenia
 Aksis II : Tidak ditemukan adanya gangguan kepribadian dan retardasi mental.
 Aksis III : Tidak ada gangguan pada kondisi medik umum
 Aksis IV : Pertengkaran dengan teman bergaul di Lingkungan
 Aksis V : Skala GAF 60-51 gejala sedang (moderate) dan disabilitas sedang.

IX. PROGNOSIS
Faktor yang memperbaiki Faktor yang memperburuk
Usia Usia Muda
Presipitasi Jelas
Akut/insidious - -
Ada gejala afektif Ada
Menikah Belum menikah
Riwayat keluarga Non afektif
Gejala Positif Ada
skor 4 2

Quo ad vitam : dubia ad bonam


Quo ad functionam : dubia ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad bonam

X. DAFTAR MASALAH
1.Organobiologik : Tidak ditemukan kelainan fisik
2.Psikologi/psikiatrik : Agresivitas verbal, halusinasi auditorik, visual, tilikan V
3.Sosial/keluarga : Tidak ditemukan masalah sosial/keluarga

12
XI. PENATALAKSANAAN
1. Psikofarmaka
 R/ Haloperidol 5 mg tab No.X
S2 dd tab I pc
Pagi dan malam
---------------------------- (sign)
2. Psikoterapi
a. Terapi individual
 Memberikan informasi dan edukasi pada pasien mengenai
penyakitnya.
 Memberikan informasi pada pasien mengenai pentingnya minum obat
dan kontrol secara teratur.
b. Terapi kelompok
 Menyarankan pasien untuk mengikuti setiap kegiatan di Rumah Sakit
Jiwa bersama dengan rekan lainnya agar terjalin sosialisasi yang baik.
 Memotivasi pasien untuk bersosialisasi dengan orang yang ada di
sekitarnya.
c. Terhadap keluarganya
 Memberi penjelasan tentang keadaan penyakit pasien untuk
mendukung proses penyembuhan dan mencegah kekambuhan
penyakitnya.
 Memberi informasi dan edukasi kepada keluarga mengenai terapi yang
diberikan pada pasien dan pentingnya pasien agar dipantau kontrol
dan minum obat secara teratur untuk mencegah rawat jalan yang tidak
teratur.
3. Tindak lanjut
 Kontrol tiap bulan bila telah dipulangkan dari Rumah Sakit Jiwa
 Obat diminum secara teratur

13
Lampiran wawancara pasien
26 Januari 2018

D: Selamat siang Mas, saya dokter muda di sini, boleh ngobrol sebentar mas?
S: iya
D: namanya siapa?
S: nama siapa?
D: nama Masnya siapa?
S: Muhammad Syaepuloh
D: biasa di panggilnya apa?
S: Epul
D: Mas tau ini pagi atau siang?
S: jam 3 sudah sore
D: Mas saepuloh kemarin kesininya kenapa?
S: karena saya dirumah suka ngamuk-ngamuk, katanya saya habis nyuri uang sama itu saya
ambil uang 30 ribu, terus sama saya tau adeknya teman saya pacaran sama orang besar, tapi
saya ga bilang karena saya takut nanti teman saya marah.
D: mas saepulohnya mau bilang ke siapa?
S: ke kakaknya
D: mau ngelaporin ke kakaknya? Kenapa?
S: iya, karna Agus itu kamu tau? Suka laporin orang orang yang suka narkoba itu ya,
D: Agus ini siapa?
S: bukan siapa siapa
D: teman? Atau orang dari dinas?
S: ga, ga tau siapa
D: terus tau Agus dari mana?
S: ini pacarnya Wiwi adeknya teman saya, Ari namanya
D: Agus orangnya seperti apa emangnya?
S: Agus itu licik orangnya
D: Mas Saepuloh tau darimana Agus ini licik?
S: semua orang juga tau suka dipenjara sama dia, suka di cepuin kayak pelakor gitu
D: oh seperti germo?
S: iya
D: tau darimana?
14
S: dari orang-orang
D: tapi Mas pernah liat ga?
S: ga, denger aja dari tetangga
D: Mas saepuloh tau dibawa ke sini kenapa?
S: Tau, karena sering ngamuk
D: ngamuk kenapa?
S: ya ga tau karena, jadi ceritanya begini di pasar kemis kan ada pemungutan biaya, terus ada
uang 30 ribu diombang ambing, ya begitu. Diombang ambing sama saya sama Iwan
Kurniawan, mau berantem sama saya, Ari sama saya teh dibilangin jangan berantem kalau
marah sama si Iwan Kurniawan.
D: itu uang siapa?
S: uang semua, buat beli rokok, beli minum, beli kopi,
D: uangnya dapat darimana? Hasil apa?
S: hasil kerjanya di pasar, bagian beres beres bersih-bersih, kan sore ke sana pas sudah
magrib nah dibersihin.
D: nanti orang-orang dipasar bayar ke Mas Saepuloh?
S: ga, kesemua, seiklasnya
D: berarti kegiatan sehariharinya itu?
S: iya,
D: itu biasanya sama siapa aja?
S: sama temen, Ari, Yayat, Pipin, Sandi, Iwan Kurniawan
D: berenam bareng terus nih d pasar?
S: ga, baru sekali itu aja
D: baru sekali langsung bertengkar?
S: iya, dia yang bikin rusuh
D: siapa yang bikin rusuh?
S: Iwan Kurtiawan
D: dia ngapaim?
S: iya, dia mau fitnah saya
D: gimana fitnahnya?
S: ya, seolah-olah uang itu di kesayain supaya mereka tau bahwa saya yang mengambil uang
itu, padahal bukan saya tapi dia membolak balikkan fakta.
D: jadi karena itu Mas Saepuloh ngamuk di rumah?

15
S: ga, ga dirumah tapi di tempat teman dekat dari rumah. Tapi sama saya, sudah ga usa
dilebarin lagi, saya terima aja, biar tidak jadi masalah
D: terus pulang ke rumah kan? Ngamuk ga?
S: iya
D: terus masih kesel sama Iwan?
S: ga, kemarin kemarin masih.
D: waktu dibawa kesini masih kesel?
S: masih
D: yang bawa ke sini siapa?
S: kakak, jadi dijebak, dibilangnya ada Iwan Kurniawan katanya disini. Iya siap aku ke sana.
Jadi biar saya datang ke rumah sakit jiwa
D: ini dimana emang?
S: RSJ, rumah sakit jiwa provinsi jawa barat
D: masnya merasa sakit?
S: iya. Book (baca buku) ini apa?
D: itu cerita waktu smp
S: oh
D: mas Saepuloh punya cerita waktu SMP?
S: punya saya mah di pesantren
D: oh dipesantren
S: iya, mau gambar (sambil menarik buku dan meminta pulpen)
D: mau gambar apa? Gambar jam deh
S: jam tangan?
D: bukan, coba gambar jam 3:15
S: (menggambar dengan benar)
D: Mas Saepuloh ikutin saya yah, gunting, batu kertas
S: gunting, batu, kertas. Itu teh kayak permainan
D: di rumah hobinya apa?
S: main ludo, ada ga di hp?
D: yah ga ada
S: 5x5 coba yah?
D: iya berapa?
S: 25
D: coba tambah-tambahan 100-73 berapa?
16
S: 27, bagi-bagian
D: 100:4
S: bagi 5 ajalah, 25
D: yakin? 100:5=25?
S: eh salah 20
D: tadi saya suruh sebutin apa ya mas? Yang kayak permainan
S: itu gunting, batu, kertas
D: disini ngapain aja?
S: tidur aja
D: main gitar? Nyanyi?
S: (nyanyi)
D: tadi ceritanya belum dilanjutin yang waktu smp di pesantren gimana ceritanya?
S: dipukulin,
D: sama siapa?
S: sama teman, liat uang 20 ribu, saya ikutinlah, ternyata itu jebakan. Ya sama kayak gini
hanya karena uang sedikit, sedih, kenapa hanya karena itu.
D: terus marah ga?
S: ga, saya terima aja
D: kamu sering diajakin temen temen minum alkohol ga?
S: pernah
D: kapan?
S: pas keluar sekolah, pas kelas 1 SMA ga tamat tapi. Pas naik kelas 2 keluar diajakin temen
minum alkohol
D: kalau disuruh minum obat obatan gitu ada ga?
S: dulu paling 10 dehipenin
D: rasanya gimana? Melayang?
S: ga, muter, pusing bgt
D: dengerin suara suara ga waktu itu?
S: denger seperti ada suara gergaji mesin ga nyuruh nyuruh (menggambar lagi)
D: suka gambar yah?
S: suka
D: cita-citanya mau jadi apa emang?
S: mau jadi ustadz
D: berarti sering sholat dong kamu
17
S: insyaallah
D: sama ayah yah?
S: iya, kalau dirumah sama ayah
D: ini gambar apa?
S: gambar rumah, lagi kangen banget sama rumah
D: dirumah tinggal sama siapa aja emangnya?
S: mama, papa
D; kakak yang bawa kamu kesini tinggal dimana?
S: kakak tinggal uda ga serumah
D: mama sama papa sayang ga sama kamu?
S: sayang banget lah, anak bungsu kan dari 6 bersaudara, semua sudah nikah
D: mas saepuloh belum nikah juga?
S: belom, ga ada ceweknya
D: bukannya cewek bandung cakep-cakep yah? Kamu tinggal dimana emang?
S: iya, daerah cibunar
D: cibunar tuh dimana?
S: bandung barat (sambil menggambar)
D: rumahnya warna apa ?
S: warna kuning
D: kamu pernah dipaksa temen temen minum obat-obatan ga?
S: ga pernah
D: waktu minum 10 itu kapan?
S: sehari sebelum kesini
D: dipaksa temen? Kamu tau itu apa?
S: ga dipaksa tapi dikasih. Saya tau itu apa
D: terus kenapa tetep diminum?
S: mau cobain. Pagar makan tanaman (sambil gambar pagar)
D: maksudnya apa tuh?
S: ya ini teman teman saya, kalau lagi senang bareng kalau lagi susah tidak ada, seperti
sekarang mereka tidak ada, padahal yang bikin saya begini mereka. Cuma orangtua yang
kesini
D: belum pada besukin?
S: iya
D: orangtuanya datang kapan?
18
S: kemarin
D: terus kamunya gimana?
S: aduh saya bukan sedih lagi tapi saya nangis. Seneng bisa dibesukin
D: sehari sebelum kesini yang dikasih sama temennya 10 itu doang? Dibilangnya gimana?
Mas saepulohnya nolak ga?
S: iya, saya Cuma mau coba aja. Tapi mau berenti. Tapi pas dikasih, mau lagi-mau lagi
D: temennya sering ngasih?
S: iya tapi saya jarang minumnya 5 lah paling
D: kalau minum 5 apa yang dirasain?
S: ya biasa aja kalau 10 baru pusing
D: kamu masih ingat saya ga?
S: ingat, waktu pas sehari setelah saya dibawa kesini di ruangan yang sebelah toilet
(GARUDA)
D: oh iya bener, kirain kamu lupa
S: ga lah
D: kemarin waktu saya kesana kamu bilang denger suara bisikan bisikan kyak bgtu, masih
ga?
S: ga
D: kalau liat nenek nenek?
S: ga pernah. Saya kapan bisa keluar dari sini? Saya kangen pengen pulang aja
D: nanti tanya kedokternya yah? Gimana supaya kamu cepat sembuh biar kamu cepat keluar
dari sini
S: kalau sudah sembuh, kayak begini, tidak ulangin lagi
D: memangnya kamu ini sudah sembuh sekarang?
S: iya, perih hati saya ingat teman teman saya. Saya ga mau lagi berteman sama mereka, ga
akan. Mau cari teman yang positif yang benar. Mau gambar mobil (gambar mobil)
D: kalau kamu lagi marah kamu gambar aja sesuatu
S: iya
D: disini temannya baik baik ga?
S: alhamdulilah, pulang mau cari pacar yang sayang sama saya
D: sekarang kamu masih suka marah marah ga?
S: ga pernah
D: kalau pusing?
S: masih biasa, mau nulis lagi
19
D: ayo nulis lagi namanya siapa
S: (menulis biodata) disini suka nonton boboto
Namanya muhammad saepuloh, pedang aulo
D: temennya di rumah sedikit? Tapi punya temen kan?
S: sedikit, saya mah anak rumah jarang main main
D: kalau nonkrong biasanya kemana?
S: jarang tapi pernah
D: kalau nongkrong biasanya kemana?
S: di got
D: di got ngapain?
S: ya nongkrong, kan anak got disitu dipinggir jalan
D: duduk doang?
S: iya
D: sambil ngapain biasanya nongkrong?
S: sambil beli bakso, kan ada warung bakso deket situ
D: oh sambil makan bakso, biasanya sambil makan bakso panas-panas enaknya ngerokok tuh
S: iya
D: kamu ngerokok ga?
S: iya
D: ngerokoknya apa?
S: apa aja
D: yang sukadi beli apa?
S: super
D: super yang 16 apa 12? Kan banyak yang 16?
S: beda rasanya
D: habis makan bakso ngapain biasanya?
S: diem aja ngobrol ngobrol
D: biasanya rokok super sih enak sambil minum. Kamu minum ga?
S: minum apa?
D: nutrisari, anggur
S: nutrisari? Ga saya mah
D: anggur?
S: anggur merah? Pernah. Pernah ya pernah kalau itu Cuma kebanyakan mah saya minum
obat terus jadi keseringan
20
D: pernah minum anggur merah? Sambil ngerokok gitu, panaskan
S: iya pernah
D: anggur putih pernah?
S: ga pernah
D: yang pernah apa?
S: arak, anggur merah, martil
D: martil? Kan martil mahal
S: kan dikasih sama bos, bos layang layang
D: emang kerja dimana?
S: di pak toto buat layang-layang
D: minumnya pake es atau ga?
S: ga pake es, minum stengah gelas- setengah gelas
D: mabuk ga? Pusing ga?
S: mabuk, pusing
D: sambil minum martil isap rokok apa aja?
S: apa aja enak, tapi kalau sekarang mah ga ah. Ga bakal gitu gitu lagi
D: pernah ngobat ga?
S: pernah
D: obat apa?
S: dehifenin sama double H,
D: beli dmn? Sebiji brapa duit?
S: di apotik, 10 7500, murah
D: mahal dong, 7500 dpt bakso 2 bulat. Ya ga? Tapi enak mana makan bakso sama ngobat?
S: makan bakso
D: masa? Selain itu? Dextro pernah?
S: pernah, pernah cuman waktu pas rame-ramenya waktu itu, bukan pas sekarang, kira-kira
setahun yang lalu.
D: minumnya berapa banyak?
S: paling banyak 10
D: masa? Emang rasanya apa?
S: kayak pusing
D: berapa kali makan 10?
S: ya ga kehitung
D: ada ga 5 kali?
21
S: lebih mungkin, 10 atau 15 kali
D: berarti sudah berapa biji kamu makan? 150 kan? Pusing tuh enak tuh, tinggi ga?
S: ga biasa aja
D: genet pernah ga?
S: ga ga pernah
D: inek?
S: ga pernah, yang murah muranh saya mah
D: emang obat yang lain d kasih sama apotik? Belinya sendiri apa sama temen?
S: sama temen
D: minumnya ramean dong? Satu orang 10 atau dibagi bagi?
S: satu orang 10, saya mah 10 aja, takut overdosis
D: berarti tau kamu makan obat bisa overdosis? Terus kenapa kamu makan?
S: ya temen pada makan ya pengen juga
D: pernah coba hanoman? Cimeng?
S: belom pernah, cimeng? Ganja? Pernah ganja mah
D: perasaannya apa kalau pakai ganja?
S: senang
D: biasanya berapa linting?
S: ga dilinting gitu saya mah, paling 3 kenyot, seadanya aja
D: berapa kali isap?
S: 3, 5 paling, kalau banyak sampai 10
D: habis pakai ganja lapar ga?
S: lapar banget
D: sering ga makenya?
S: ya beberapa kali
D: berapa kali? Masih ingat kaoan pakainya?
S: lupa, masih. Paling 6 bulan yang lalu terakhir
D: dapat dari mana?
S: temen juga
D: makan jamur pernah?
S: belum, jamur apa?
D: yang kalau dimakan kamu senang ketawa-ketawa
S: ga pernah. Itu aja mah, ganja dehipenin dextro, tuak paling sering
D: biasa minum berapa liter
22
S: yah jarang sih saya mah, seadanya aja. Belinya patungan
D: sekarang masih mau merokok ga?
S: ya kalau ada mah mau
D: mau rokok apa?
S: jangan apa aja, super
D: terakhir pakai dextro kapan?
S: ga tau lupa
D: nyimengnya berhentinya kapan?
S: ini dari 6 bulan yang lalu
D: seminggu sekali?
S: ga tentu, seadanya aja, ya kalau ada pakai
D: mulai kayak gitu dari kapan?
S: dari keluar SMP
D: menurut saepuloh kamu orangnya giamna?
S: ya pendapat orang beda beda. Menurut saya biasa biasa aja, ada sikap baiknya ada sikap
jeleknya.
D: baiknya gimana? Contohnya?
S: ya jarang main main
D: sikap buruknyaa?
S: ya sikap buruknya suka pakai obat-obatan gitu
D: pernah suntik ga?
S:ga pernah
D: heroin gitu gitu? Katanya enak itu
S: ga pernah, dites urin juga kalau kayak gitu mah ga pernah
D: SMA tauran ga?
S: ga
D: kenapa?
S: takut tauran kayak gitu. Takut sama orang lain
D: SMA minum ga?
S: ya gitu gitu, oplosan. Kuku bima rasa anggur dicampur tuak seadanya.
D: pusing ga habis minum tuak?
S: suka pusing
D: bisa gambar kenapa ga jadi pelukis?
S: ga bakat, itu jelek gambarnya
23
D: kamu tau susi puji astuti?
S: ga tau, kang jualan?
D: bukan, ariel tau ga?
S: noah?
D:ariel peterpan atau noah?
S: sama aja itu mah
D: dulu nonton ga yang sama luna maya? Bagus mana luna maya apa cut tari?
S: luna maya
D: sekarang apa yang dirasain? Sedih? Pusing masih ga?
S: sedih mah karena uda giniin orang tua, nyesal. Uda yah? Saya mau nonton dulu yah?
D: oh gitu, oke deh. Makasih yah mas saepuloh
S: iya sama sama.

24