Anda di halaman 1dari 3

Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran dan Alasannya

Terdapat 3 sistem utama pada perekonomian negara-negara di dunia saat ini, yaitu sistem
ekonomi liberal, sistem ekonomi sosialis dan sistem ekonomi campuran. Sistem ekonomi
liberal dan sosialis lebih dulu ada. Namun kedua sistem ekonomi tersebut memiliki banyak
kekurangan dalam penerapannya. Sehingga diperlukan sistem baru untuk menyempurnakan
sistem sebelumnya. Karena itu kemudian lahirlah sistem ekonomi campuran.

Pengertian Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan gabungan dari sistem ekonomi sosialis dan liberal.
Sistem ekonomi sosialis yang disebut juga dengan sistem ekonomi terpusat adalah sistem
yang kegiatan ekonominya diatur, dijalankan serta diawasi oleh pemerintah. Sedang sistem
ekonomi liberal merupakan sistem ekonomi pasar bebas, memiliki arti sistem yang kegiatan
ekonominya memberi kebebasan penuh pada masing-masing individu masyarakat untuk
memperoleh keuntungan secara maksimal tanpa adanya campur tangan pemerintah. (Baca
juga : Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Sosialis)

Jadi kesimpulannya, pengertian dari sistem ekonomi campuran adalah sistem yang memberi
kebebasan kepada pihak swasta atau masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi, namun
terdapat intervensi atau campur tangan pemerintah atas kegiatan ekonomi masyarakat
tersebut.

Pada sistem campuran ini, pihak swasta memiliki fungsi menentukan kegiatan-kegiatan yang
ingin dijalankan terkait rencana produksi, jalur distribusi dan target konsumsi. Sedang fungsi
pemerintah terletak pada pengawasan dan pengendalian. Jadi antara pemerintah dan pihak
swasta memiliki porsi dan perannya masing-masing atas kegiatan ekonomi di suatu negara.
Tujuan adanya intervensi oleh pemerintah dalam sistem ekonomi campuran adalah untuk
menghindari akibat buruk atau hal tidak menguntungkan yang timbul dari sistem ekonomi
terpusat maupun liberal, misal terjadi monopoli atas sumber daya ekonomi oleh pihak-pihak
tertentu. (Baca juga : Struktur Pasar Persaingan Sempurna)

Ciri Ciri Sistem Ekonomi Campuran

Untuk lebih memahami sistem ekonomi campuran, terdapat ciri-ciri sebagai berikut :

Sumber daya yang penting dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah


Pemerintah yang menetapkan kebijakan dan regulasi terkait masalah ekonomi sebagai sistem
pengendalian dan pengawasan
Swasta atau masyarakat diberi kebebasan penuh atas kegiatan ekonomi, namun tidak boleh
melanggar kebijakan dan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah
Adanya pengakuan atas faktor produksi milik swasta, selama pemakaian faktor produksi
tersebut tidak merugikan kepentingan publik
Pemerintah bertanggung jawab pada pemerataan penghasilan dan jaminan sosial masyarakat
Jenis dan jumlah produksi direncanakan oleh swasta namun ditentukan oleh mekanisme yang
terjadi di pasar
Sistem ekonomi campuran lebih banyak kelebihannya jika dibanding kekurangannya.
Dikarenakan sistem campuran ini menyesuaikan dengan kondisi dan situasi dari negara yang
menganutnya. (Baca juga : Manfaat Ekonomi Internasional)
Sponsors Link

Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran

Sebenarnya penerapan sistem ekonomi campuran ini mayoritas digunakan oleh negara-negara
di dunia. Mereka menggabungkan sistem-sistem ekonomi yang ada dan disesuaikan dengan
kondisi negaranya, meski mengaku menganut paham sistem ekonomi tertentu. Sebagai
contoh, Amerika Serikat terkenal dengan sistem ekonomi liberal. Namun praktiknya tidak
murni berpaham liberal, karena terdapat intervensi pemerintah dalam hal regulasi atau
undang-undang anti monopoli.

Negara yang menganut sistem ekonomi campuran tercatat sebagai negara bekas non blok, di
mana mayoritas terdapat di benua Asia dan Afrika. Mereka adalah Indonesia, India,
Malaysia, Mesir.

Indonesia
Perekonomian Indonesia mengalami berbagai fase yang dipengaruhi oleh masalah politik.
Fase pertama setelah Indonesia merdeka yang disebut sebagai Ekonomi Orde Lama (1945-
1965). Pada masa ini Indonesia menerapkan sistem liberal. Kekuasaan berada pada beberapa
partai politik yang menyebabkan seringnya terjadi konflik hingga berujung pada kehancuran
perekonomian nasional. (Baca juga : Dasar Hukum Bank Syariah)

Fase berikutnya disebut Ekonomi Orde Baru (1966-1998). Masa ini pemerintah
menitikberatkan perhatian pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi
maupun sosial. Juga menerapkan sistem ekonomi terbuka untuk perusahaan dan penanaman
modal asing. Keberhasilan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik meningkatkan tingkat
penghasilan masyarakat. Akibatnya, terjadi perubahan teknologi dan kebijakan industri pada
tahun 1980-an. Sehingga struktur perekonomian mengalami pergeseran dari agraris menjadi
semi industry.

ads

Fase ketiga yang belangsung setelah orde baru hingga saat ini disebut dengan Ekonomi
Reformasi. Pasang-surut perekonomian dipengaruhi pergantian Presiden. Krisis ekonomi
yang sempat terjadi di masa awal reformasi mulai terkendali sejak pemerintahan Megawati.
Inflasi, kurs rupiah, suku bunga dan politik semakin stabil.

Perekonomian di Indonesia menganut sistem campuran antara paham ekonomi sosialis dan
liberal. Meski sebenarnya lebih disebut sebagai sistem ekonomi campuran dengan ideologi
Pancasila, atau sistem ekonomi Pancasila. Artinya, sistem kegiatan ekonomi dijiwai oleh
ideologi Pancasila, yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasar usaha bersama
berlandaskan asas kekeluargaan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat di bawah pengawasan
dan pengendalian pemerintah.

Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, perekonomian juga berfokus pada
pemanfaatan maksimal sektor kelautan yang sempat lolos perhatian dari pemerintahan
sebelumnya. Padahal wilayah Indonesia didominasi oleh perairan. Dalam jangka panjang
kebijakan ini diharapkan pula mampu membantu perwujudan ekonomi mandiri bagi
Indonesia.
Sehingga terjadi penerapan ideology Pancasila pada roda ekonomi yang sesuai dengan UUD
1945 pasal 33 terkait asas kekeluargaan ekonomi Indonesia dengan pemanfaatan sumber daya
digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. (Baca juga : Cara Mendapatkan
Modal Usaha)