Anda di halaman 1dari 98

TAHUN XL EDISI 415 JUNI 2009

INDUSTRI HASIL TEMBAKAU


DIANTARA BERMACAM KEPENTINGAN

PROFIL WAWANCARA
AZIZ SYAMSU ARIFIN FRANS RUPANG
“INI MERUPAKAN AMANAH YANG CUKUP BERAT, UNTUK ITU SAYA “DALAM ROADMAP IHT TERDAPAT DUA
HARUS MENJALANKANNYA DENGAN BAIK DAN SEMAKSIMAL MUNGKIN” BESARAN, YAITU INSTRUMEN DAN TUJUAN”
DARI REDAKSI

TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968

PENGAWASAN DI BIDANG CUKAI IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72


TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483

B
PELINDUNG
ukan kebetulan semata kalau WBC edisi ini banyak menurunkan Direktur Jenderal Bea dan Cukai:
Drs. Anwar Suprijadi, MSc
tulisan yang berhubungan dengan bidang cukai. Di halaman 48 ada PENASEHAT
Direktur Penerimaan & Peraturan
artikel mengenai sosialisasi kebijakan baru di bidang cukai. Kepabeanan dan Cukai:
Sedangkan pada rubrik laporan utama redaksi membahas tentang Drs. Kushari Suprianto
Direktur Teknis Kepabeanan
Roadmap Industri Hasil Tembakau (IHT), sebuah kesepakatan lintas Ir. Agung Kuswandono, MA
Direktur Fasilitas Kepabeanan
instansi tentang masa depan industri hasil tembakau di Indonesia, yang Drs. Kusdirman Iskandar
Direktur Cukai
mungkin belum banyak diketahui khususnya oleh masyarakat awam. Drs. Frans Rupang
Roadmap IHT cukup layak untuk dipublikasikan mengingat didalamnya berisi Direktur Penindakan & Penyidikan
Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM
urutan prioritas pengembangan industri hasil tembakau beserta penjelasannya. Direktur Audit
Drs. Hanafi Usman
Harus diakui industri ini mempunyai sisi yang bertolak belakang. Dari sisi Direktur Kepabeanan Internasional
kesehatan, semua mengakui, termasuk perokok sekalipun, bahwa rokok Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc
Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai
sebagai produk tembakau itu berbahaya. Namun dari sisi sebaliknya, industri Dr. Heri Kristiono, SH, MA
Kepala Pusat Kepatuhan Internal
ini di Indonesia menyerap banyak tenaga kerja, dan, setiap tahun Kepabeanan dan Cukai
menghasilkan penerimaan dari sektor cukai yang jumlahnya sangat signifikan Drs. Bambang Prasodjo
Kepala Pusat Pendidikan dan
untuk pembangunan. Pelatihan Bea dan Cukai
Drs. Endang Tata
Sekalipun dalam Roadmap IHT disebutkan sepanjang tahun 2007 – 2010 Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan &
aspek tenaga kerja dan penerimaan lebih diprioritaskan dibandingkan Penerimaan KC
Drs. Nofrial, M.A.
kesehatan, namun, penting untuk diketahui bahwa upaya pengendalian hasil Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan &
Penegakan Hukum KC
tembakau juga dilakukan secara ketat dalam bentuk pengawasan oleh DJBC. Drs. Erlangga Mantik, MA
Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan
Pengawasan secara ketat dimaksudkan untuk meminimalkan peredaran rokok Kapasitas & Kinerja Organisasi KC
illegal yang mengancam tidak hanya soal penerimaan dan tenaga kerja saja, Susiwijono, SE
tapi juga termasuk masalah kesehatan (hal. 11). KETUA DEWAN PENGARAH
Sekretaris Direktorat Jenderal
Awal Mei lalu diselenggarakan rapat koordinasi pengawasan di bidang Bea dan Cukai:
cukai (hal. 54). Dari rapat ini dihasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis Drs. Kamil Sjoeib, MA
WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/
untuk pengawasan di bidang cukai, yang tentu saja hasilnya tidak dapat dimuat PENANGGUNG JAWAB
Kepala Bagian Umum:
di majalah. Peningkatan pengawasan di bidang cukai, apakah itu cukai hasil Sonny Subagyo, S.Sos
tembakau, atau cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), atau Etil WAKIL PENANGGUNG JAWAB
Kasubdit Humas & Penyuluhan
Alkohol (EA) menjadi perhatian sangat penting. Pada awal bulan April Ir. Ardiyanto, M.A.
DEWAN PENGARAH
misalnya, hanya dalam waktu dua minggu saja petugas Bea Cukai Ngurah Rai Harry Mulya, Abdul Kharis
Patarai Pabottinggi, R. Syarif Hidayat,
berhasil menyita ribuan botol MMEA yang terindikasi menggunakan pita cukai Muhamad Purwantoro, Lupi Hartono,
palsu (hal. 18). Sebelumnya, Dit. P2 dalam jumpa pers di kantor pusat (WBC Kukuh S. Basuki, Heru Pambudi,
R. Evy Suhartantyo, Agus Hermawan
Mei 2009 hal. 19), memperlihatkan tegahan pita cukai palsu untuk MMEA PEMIMPIN REDAKSI
Lucky R. Tangkulung
sebanyak 599.841 keping atau senilai lebih dari 21 milyar rupiah. Dari REDAKTUR
tangkapan ini DJBC berhasil mengamankan potensi peredaran 600 ribu MMEA Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya,
Irwan Pramono, Hendryan Nugraha
illegal di pasaran. FOTOGRAFER
Andy Tria Saputra
Yang belum lama terjadi adalah penggrebekan yang dilakukan unit KORESPONDEN DAERAH
pengawasan Kanwil DJBC Jakarta bekerja sama dengan Kanwil DJBC Jatim I ` Hulman Simbolon (Medan),
Ian Hermawan (Pontianak),
terhadap sebuah lokasi percetakan pita cukai palsu, dan berhasil menangkap Bambang Wicaksono (Ambon),
KOORDINATOR PRACETAK
dua orang tersangka. Yang mencengangkan, tersangka telah beroperasi Asbial Nurdin
selama tujuh tahun membuat pita cukai palsu dengan kualitas hampir SEKRETARIS REDAKSI
Kitty Hutabarat
menyamai asli, dan mengakibatkan kerugian negara hingga setengah triliun PIMPINAN USAHA/IKLAN
Piter Pasaribu
rupiah (hal. 58). TATA USAHA
Shinta Dewi Arini, Untung Sugiarto
Dari seorang sumber, Redaksi mendapatkan cerita panjang tentang IKLAN
bagaimana operasi penggrebekan ini dijalankan, mulai dari pengembangan Kitty Hutabarat
SIRKULASI
informasi, pemetaan lokasi, tailing tersangka, upaya undercover, hingga H. Hasyim, Amung Suryana
BAGIAN UMUM
penindakan. Cukup menegangkan, hampir persis seperti cerita dalam film-film Rony Wijaya
action Hollywood. Seperti telah dijanjikan, mudah-mudahan cerita lengkap PERCETAKAN
PT. BDL Jakarta
operasi tersebut bisa dimuat di WBC, sama seperti kisah Operasi Pita Merah
ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA
Jakarta yang bisa dibaca di halaman 26. Operasi pita merah ini merupakan Kantor Pusat Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai,
kisah operasi penindakan untuk pita cukai palsu hasil tembakau dan Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur
peredaran label MMEA palsu, yang juga dilakukan oleh Kanwil DJBC Jakarta Telp. (021) 478 65608, 478 60504,
4890308 Psw. 154
pada tahun 2007. Fax. (021) 4892353
majalah_wbc@yahoo.com
Sekalipun telah berlangsung dua tahun lalu, paling tidak pembaca bisa REKENING GIRO a/n :
mengikuti dan memahami kira-kira beginilah unit pengawasan ketika bertugas PITER PASARIBU
BANK BRI KANTOR KAS
di lapangan. DITJEN BEA DAN CUKAI JAKARTA
Lucky R. Tangkulung Nomor Rekening : 1256.01.000001.30.5
Pengganti Ongkos Cetak Rp. 12.500,-
(trei.lucky@gmail.com)

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 1


D A F T A R I S I
5-13
Laporan Utama
Setiap tahunnya hasil
tembakau di Indonesia khusus-
nya industri rokok menyumbang
puluhan triliun untuk
penerimaan negara dari sektor
cukai. Disisi lain penyakit yang
berkaitan dengan tembakau
menjadi masalah kesehatan
utama dunia yang
menyebabkan 8,4 juta
kematian setiap tahunnya.

17-39 14-16
Daerah ke Daerah Wawancara
Berita dari daerah yang terangkum Salah satu tujuan dibuatnya
meliputi berita dari Sumatera Utara, Roadmap Industri Hasil
sosialisasi Surat Dirjen BC No.137 di Tembakau adalah untuk
Kanwil Jakarta, kegiatan KPPBC Tipe menjembatani berbagai pihak
B Tual, dibalik kisah pengungkapan agar lebih memahami
operasi pita merah oleh Kanwil DJBC kebijakan masing-masing
Jakarta, penyitaan MMEA berpita cukai instansi yang terkait dengan
palsu oleh KPPBC Ngurah Rai, hasil tembakau. Lebih jelas
tegahan rokok ilegal oleh KPPBC mengenai hal itu simak wa-
Bengkulu dan rakerwil di Kanwil DJBC wancaranya dengan Direktur
Maluku, Papua dan Papua Barat. Cukai DJBC, Frans Rupang.

54-60
Pengawasan
Beberapa berita pengawasan
terangkum dalam rubrik
pengawasan, antara lain
penegahan pita cukai palsu
senilai Rp. 560 milyar oleh
aparat Kanwil DJBC Jakarta,
rakor pengawasan di bidang
cukai yang berlangsung di Bali,
serta tegahan shabu-shabu
senilai 10 milyar oleh petugas
KPPBC Soekarno-Hatta.

70-71 76-79
Kepabeanan Profil
Untuk dapat menunjang Lelaki yang akrab
praktek perdagangan disapa Kang Aziz ini
moderen di era mengaku dalam bekerja
liberalisasi perdagangan teguh memegang
diperlukan peran institusi prinsip serius tapi
kepabeanan yang dapat santai alias ‘sersan’
memberikan model dengan harapan hasil
administrasi dan kerjanya dapat
prosedur yang simpel bermanfaat bagi
dapat diprediksi dan lingkungan tempatnya
efisien. CATS menjadi bekerja, masyarakat
salah satu solusinya. maupun keluarganya.

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


NOMOR INI
1 DARI REDAKSI
Surat Pembaca
Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat,
3 SURAT PEMBACA fax atau e-mail. Surat harus dilengkapi dengan identitas diri yang
benar dan masih berlaku.
4 KARIKATUR
40 SEPUTAR BEA CUKAI
48 CUKAI
TENTANG KULIAH DAN CUTI
Melalui surat ini saya ingin menanyakan beberapa hal, antara lain :
DJBC Sosialisasikan 1. Apakah di DJBC ada aturan tentang Larangan kuliah Sabtu – Minggu dan Kuliah
Kebijakan Baru di Bidang Kelas Jauh (Kecuali UT) bagi pegawai untuk kuliah atas inisiatif sendiri, karena
berdasarkan informasi dari teman yang bekerja di BPPK, ada aturan tersebut.
Cukai 2. Dalam PP No. 24 Tahun 1976 tentang Cuti PNS, untuk cuti tahunan dapat diambil
minimal 3 HK. Dengan ini saya mengusulkan, bagaimana kalau ketentuan
50 INFO PEGAWAI
tentang cuti tahunan tersebut (minimal 3 HK) diubah “Cuti Tahunan dapat diambil
- Mutasi dan Promosi minimal 1 HK”.
Sebagai gambaran, misalkan saya ingin mengambil cuti tahunan karena ada
Pejabat Eselon II DJBC permasalahan pribadi yang menurut perhitungan saya bisa diselesaikan dalam
- Pegawai Pensiun Per 1 waktu 1 HK saja, maka dengan terpaksa saya mengajukan cuti 3 HK, karena jika
mengajukan ijin maka tunjangan saya akan dipotong 5 %, dan buat saya
Juni 2009 potongan sebesar 5 % itu lumayan besar.
Dan juga pemerintah juga telah “melanggar “ ketentuan PP No. 24 Tahun 1976
52 KONSULTASI tentang Cuti PNS tersebut, hal ini terbukti misalnya dalam penetapan CUTI
KEPABEANAN DAN BERSAMA yang jumlahnya hanya 1 HK.

CUKAI Sekian surat dari saya, terima kasih atas perhatiannya, maaf jika ada hal yang
kurang berkenan.
- PPJK Yi di Kalimantan
Tanggapan :
- Penundaan
Sehubungan dengan pertanyaan yang diajukan, bersama ini kami sampaikan
61 INFO PERATURAN tanggapan sebagai berikut :
62 SIAPA MENGAPA Jawaban No. 1 :
- Sri Woroningsih Menunjuk surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan
Nasional nomor 1506/D/T/2005 tanggal 16 Mei 2005 tentang Keabsahan gelar/ijazah
- Nafrudin yang diperoleh melalui pendidikan jarak jauh/kelas jauh/kelas khusus/kelas eksekutif
- Tugiman untuk dapat dihargai dalam pembinaan karier PNS, disebutkan bahwa :
a. Pendidikan jarak jauh yang diakui oleh pemerintah adalah hanya yang
64 KOLOM diselenggarakan oleh Universitas Terbuka;
b. Kelas jauh/kelas khusus/kelas eksekutif bukanlah terminologi resmi Departemen
Mengenali Potensi Fiskal di Pendidikan Nasional cq. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi;
Sektor Pertambngan Pasca c. Untuk memberikan keadilan bagi lulusan perguruan tinggi yang melalui program
regular, diusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara untuk dapat menerapkan
Undang-undang Nomor 17/ tambahan persyaratan dalam rangka penetapan civil effect.
2006 dan 4/2009 Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dan mengingat saat ini sedang disusun
konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Pemberian Ijin Belajar bagi
66 OPINI Pegawai yang Melaksanakan Tugas Belajar dan bagi yang Melanjutkan Pendidikan
- 36 Tahun Konvensi Kyoto di Luar Kedinasan di Lingkungan Departemen Keuangan, kepada pegawai yang
mempunyai inisiatif melanjutkan pendidikan di luar jam kerja atas biaya sendiri,
- Audit Terhadap disarankan untuk mengikuti program regular (Senin s.d. Jumat di luar jam kerja)
dengan akreditasi minimal B, agar pada saat Peraturan Menteri Keuangan tersebut
Pencatatan, Perlukah?
diberlakukan, ijazah yang diperoleh nantinya dapat diakui dalam pembinaan karier
72 MITRA yang bersangkutan.
DHL Express Gateway Jawaban No. 2 :
Berdasarkan Pasal 4 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 dise-
73 RUANG KESEHATAN butkan bahwa cuti tahunan tidak dapat dipecah-pecah hingga jangka waktu yang
Lama Duduk Terasa Nyeri kurang dari 3 (tiga) hari kerja. Dengan demikian sepanjang belum ada aturan baru
yang mengatur tentang hal tersebut, maka cuti tahunan yang diambil untuk 1 hari
Pada Pinggang Bawah kerja belum dapat dilaksanakan.
Cuti bersama ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara,
74 RUANG INTERAKSI Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Agama. Hal ini dilaksanakan
Merokok, Merugikan dalam rangka efisiensi dan efektivitas pemanfaatan hari-hari kerja, hari-hari libur, dan
cuti bersama sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja. Dalam
Siapa ? pelaksanaannya, cuti bersama tidak pernah berdiri sendiri namun menempel pada
hari libur nasional seperti Tahun Baru Masehi, Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Natal.
80 APA KATA MEREKA
Kepala Bagian Kepegawaian
- Ruhut Sitompul
- Neno warisman Azhar Rasyidi / NIP 060079946

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 3


KARIKATUR

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


LAPORAN UTAMA

MASALAH
HASIL TEMBAKAU MENJADI
PERHATIAN DUNIA
JUMLAH PEROKOK TERUS MENINGKAT
Data World Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2020 penyakit
yang berkaitan dengan tembakau akan menjadi masalah kesehatan utama dunia
yang menyebabkan 8,4 juta kematian setiap tahun.

M
asalah tembakau telah menjadi perhatian masya- Pada peringatan tahun ini menurut Widyastuti, sesuai tradisi,
rakat dunia yang peduli kesehatan sejak lebih dari WHO memperingati HTTS dengan mendukung aktivitas negara
20 tahun lalu. Hal ini ditandai dengan upaya anggota dan masyarakat dunia untuk menekankan pentingnya
negara-negara anggota WHO untuk menarik per- mengurangi konsumsi tembakau yang merupakan faktor resiko
hatian dunia terhadap epidemi tembakau, dampak pada 6 dari 8 penyebab kematian utama di dunia, mencegah
penyakit dan kematian yang diakibatnya (yang sebenarnya perokok pemula, mengurangi perokok aktif dan mengurangi ba-
dapat dicegah) pada tahun 1987. Pada tahun tersebut haya terhadap perokok pasif.
Musyawarah Kesehatan Sedunia (World Health Assembly)
mengeluarkan Resolusi WHA 40.38 yang menetapkan TOBACCO HEALTH WARNINGS
tanggal 7 April 1988 sebagai “Hari Tanpa Merokok Sedunia”. Sesuai temanya, peringatan kesehatan tentang risiko kon-
Namun pada Ta- sumsi tembakau
hun 1988, melalui merupakan kampanye
Resolusi WHA 42.19, WHO untuk meng-
WHO menetapkan himbau semua pihak
Hari Tanpa Tembakau agar menyadari
Sedunia (HTTS) untuk dampak dari konsum-
diperingati setiap si tembakau. Dan
tahun pada tanggal 31 imbauan ini difokus-
Mei. Menurut pakar kan pada peringatan
tembakau di WHO In- berupa gambar di se-
donesia, Dr. Widyas- mua kemasan produk
tuti Wibisana, tembakau.
peringatan HTTS seti- Hal ini dilakukan
ap tahunnya bertujuan karena kebanyakan
memberikan informasi orang sadar akan be-
kepada publik tentang sarnya bahaya temba-
bahaya konsumsi kau, namun kemasan
tembakau, praktek in- dan tehnik periklanan
dustri tembakau, serta membuat tembakau
apa yang dilakukan menarik, hingga men-
WHO untuk mengen- jauhkan konsumen
dalikan epidemi tem- dari realita mengeri-
bakau, dan apa yang kan tentang bagaima-
dapat dilakukan ma- na tembakau merusak
syarakat dunia untuk kesehatan.
menuntut hak mereka Dengan peringat-
atas kesehatan, an gambar diharap-
kehidupan yang sehat kan bisa menyampai-
serta perlindungan kan pesan dan jelas,
bagi generasi bangsa bahkan kepada orang
masa depan. tidak bisa membaca.
Sejak ditetapkan Dan langkah ini
oleh negara-negara dianggap sangat tepat
anggota WHO bahwa ZAT RACUN, yang terdapat pada rokok dan sangat cost-
setiap tanggal 31 Mei effective untuk mem-
diperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia, HTTS tiap ta- peringatkan konsumen tentang resiko tembakau dan untuk me-
hunnya memiliki tema yang berbeda namun semuanya bertujuan ngurangi konsumsi tembakau.
untuk menekan bahaya konsumsi tembakau bagi kesehatan. Peringatan dengan gambar ternyata berhasil baik di beberapa
Beberapa tema tahunan HTTS antara lain, Second-hand negara. Di Thailand, 44% perokok menyatakan bahwa peringatan
smoke kills (2001), Tobacco free sports (2002), Tobacco itu membuat mereka lebih banyak berniat berhenti di bulan
free film, tobacco free fashion (2003), Tobacco and poverty, berikutnya, dan 53% mengatakan membuat mereka lebih berpikir
a vicious circle (2004), Health professionals against tentang risiko kesehatan.
tobacco (2005), Tobacco: deadly in any form or disguise (2006), Di Kanada, 58% perokok menyatakan bahwa peringatan itu
Smoke free inside (2007), Tobacco-free youth (2008), membuat mereka lebih berpikir tentang efek merokok terhadap
dan tema tahun ini adalah Tobacco health warnings (2009). kesehatan. Sedangkan di Brazil, 58% perokok berpikir ingin ber-

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 5


LAPORAN UTAMA

henti, dan 54% mengubah pendapatnya tentang akibat rokok penilaian serta menginformasikan tentang efektivitas peringatan
terhadap kesehatan. Dan di Singapura, 28 % perokok bergambar.
mengatakan bahwa peringatan itu membuat mereka merokok Sedangkan himbauan bagi masyarakat umum agar menuntut
lebih sedikit, dan satu dari enam perokok menyatakan menghin- haknya untuk mengetahui kebenaran tentang bahaya produk
dari merokok di depan anak-anak. tembakau serta kebebasan untuk mengampanyekan dukungan
Untuk menyukseskan kampanye tersebut WHO menghim- terhadap peringatan bergambar.
bau kepada beberapa pihak seperti penentu kebijakan, Lebih lanjut Widyastuti Wibisana menyebutkan bahwa dalam
masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta jangka pendek WHO mendorong penerapan Framework
masyarakat umum untuk terlibat aktif dalam menekan konsum- Convention on Tobacco Control (FCTC) atau traktat internasional
si tembakau. tentang kerangka kerja pengendalian tembakau, yang diterima
Bagi penentu kebijakan beberapa hal yang diharapkan antara secara aklamasi pada Mei 2003 oleh seluruh negara anggota,
lain, meningkatkan aksesi terhadap kerangka kerja konvensi dan saat ini telah diratisifikasi oleh lebih dari 160 negara anggota.
pengendalian tembakau, menggunakan paket strategi MPOWER, “Dalam jangka panjang WHO membantu negara anggota untuk
menggunakan landasan hukum agar semua produk tembakau melaksanakan strategi MPOWER yang dirumuskan dan didise-
menampilkan peringatan gambar, dan penolakan atas peringatan minasikan tahun 2008,” tuturnya.
kesehatan berupa gambar harus dilandasi dengan bukti-bukti
ilmiah. FRAMEWORK CONVENTION ON TOBACCO CONTROL
Menurut Widyastuti, MPOWER merupakan program yang Dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-56 pada 21 Mei
digagas oleh WHO dalam menekan dampak konsumsi tembakau 2003, 192 negara anggota WHO sepakat mengadopsi Kerangka
yang artinya : Kerja Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Conven-
- M : Monitor konsumsi tembakau dan upaya pengendali- tion on Tobacco Control - FCTC), yang merupakan perjanjian atau
annya. traktat kesehatan masyarakat yang pertama di dunia, dalam
- P : Perlindungan terhadap asap rokok. rangka mengurangi penggunanan tembakau dan eksposure
- O : Optimalisasi dukungan bagi yang ingin berhenti terhadap penggunaan tembakau dan bahaya terpapar asap tem-
merokok. bakau secara berkesinambungan.
- W : Waspadakan masyarakat akan bahaya tembakau. Tujuan dari konvensi ini adalah untuk melindungi generasi
- E : Eliminasi iklan, promosi dan sponsorship terkait masa kini dan yang akan datang dari bahaya kerusakan yang
tembakau. mendalam terhadap kesehatan, sosial, lingkungan dan ekonomi
- R : Raih kenaikan cukai tembakau. yang disebabkan oleh konsumsi tembakau dan paparan asap
tembakau tersebut, dengan menyediakan kerangka kerja bagi
Sementara kepada masyarakat dan Lembaga Swadaya Ma- upaya pengendalian tembakau yang akan diimplementasikan
syarakat (LSM) diharapkan agar mendukung dan menganjurkan oleh pihak-pihak pada tingkat nasional, regional dan internasio-
peringatan berbasis gambar pada semua produk tembakau, nal.
membantu kampanye dan pelaksanaan hukumnya, bertindak Beberapa hal yang tercantum dalam pembukaan FCTC
sebagai pemantau atas strategi kemasan rokok, dan melakukan diantaranya,
FOTO : ISTIMEWA 1. Mengakui bahwa meluasnya epidemik tembakau merupakan
masalah global dengan konsekuensi serius terhadap
kesehatan masyarakat yang meminta kerjasama internasional
seluas-luasnya dan partisipasi seluruh negara melalui
tindakan efektif, tepat dan menyeluruh secara internasional.
2. Mencerminkan kepedulian masyarakat internasional
mengenai kesehatan seluruh dunia, konsekuensi sosial,
ekonomi dan lingkungan berkaitan dengan konsumsi temba-
kau dan paparan asap rokok.
3. Secara sungguh-sungguh peduli terhadap peningkatan
konsumsi dan produksi rokok dan lain-lain produk tembakau
di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang,
seperti halnya beban negara-negara tersebut berkaitan de-
ngan keluarga, kemiskinan, dan sistem kesehatan nasional.
4. Mengetahui bahwa terdapat bukti penelitian yang jelas
pengaruh asap rokok pada bayi dalam kandungan dapat
mempengaruhi kesehatan dan petumbuhannya.
5. Kepedulian yang mendalam mengenai eskalasi merokok dan
konsumsi tembakau dalam bentuk lain oleh anak-anak dan
remaja di seluruh dunia, terutama merokok pada usia muda
cenderung meningkat.
6. Tergugah dengan meningkatnya angka merokok dan
konsumsi tembakau dalam bentuk lain oleh kaum perempuan
dan remaja putri dan sepakat akan perlunya partisipasi penuh
perempuan di berbagai tingkatan pembuatan kebijakan dan
penerapannya serta perlunya strategi pengendalian tembakau
khusus jender.

Masih ada beberapa point lagi yang tercantum dalam pembu-


kaan FCTC, seperti mengakui dampak hasil tembakau, masalah
sosial-ekonomi, promosi hingga masalah kontribusi hasil
tembakau. Sedangkan mengenai pengendalian hasil tembakau
diatur dalam 38 pasal yang terbagi dalam 11 bagian.
Sampai dengan tanggal penutupan penandatanganan FCTC,
TOBACCO HEALTH WARNINGS, menjadi tema Hari Tanpa Tembakau pada 29 Juni 2004, 169 negara anggota telah menandatangani-
Sedunia tahun ini, dengan himbauan penggunaan gambar peringatan nya, dan sejak 27 Februari 2005 traktat tersebut berlaku secara
kesehatan pada semua kemasan produk tembakau internasional. Dari 169 negara yang menandatangani FCTC

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


sampai dengan saat ini sudah 164 negara yang meratifikasinya.
Sampai saat ini Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia
yang belum menandatangani dan meratifikasi FCTC yang
merupakan perangkat hukum yang dianggap paling komprehensif
untuk mengatur permasalahan tembakau karena mencakup
aspek ekonomi, kesehatan, tenaga kerja, dan pertanian untuk
menciptakan win win solution.

ZAT KIMIA PADA HASIL TEMBAKAU DAN DAMPAKNYA


Seruan WHO selama lebih dari 20 tahun kepada masyarakat
dunia mengenai dampak konsumsi tembakau, bukanlah tanpa
alasan. Faktor kesehatan menjadi alasan utama mengapa hasil
tembakau (rokok) sangat berbahaya. Bahkan menurut data WHO
tahun 2002, konsumsi tembakau membunuh satu orang setiap 10
detik.
Berdasarkan hasil penelitian ada sekitar 4000 bahan kimia
yang terdapat dalam rokok, beberapa diantaranya:
- Karbon Monoxida, (asap knalpot) zat arang atau karbon ini
sangat beracun
- Nikotin zat adiktif yang meracuni syaraf tubuh.
- Ammonia, salah satu bahan baku pembersih lantai (racun
keras)
- Hydrogen Cyanide, adalah salah satu zat yang mengandung
racun yang sangat berbahaya, biasa digunakan untuk
hukuman mati (suntik).
- Methanol, sejenis cairan ringan yang gampang menguap dan
mudah terbakar (bahan bakar roket)
- Tar, sejenis cairan kental berwarna cokelat tua atau hitam dan
merupakan hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel
pada paru-paru.

Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok mening-


katkan resiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit
jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kan-
ker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis,
tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan kehamilan dan
cacat pada janin. Hal tersebut juga berlaku bagi secondhandsmo-
ke atau perokok pasif.
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok
mengalami resiko dibanding orang yang tidak mengisap asap
rokok, yaitu:
- 14 kali menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan.
- 4 kali menderita kanker esophagus
- 2 kali kanker kandung kemih
- 2 kali serangan jantung
INDUSTRI ROKOK, penyumbang terbesar bagi penerimaan negara dari
HASIL TEMBAKAU DI INDONESIA sektor cukai.
Belum ada data yang pasti tentang kapan hasil tembakau
dikenal di Indonesia. Namun beberapa sumber menyebutkan aturan Pemerintah RI No 19 tahun 2003 tentang Pengamanan
pada abad ke-17 melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum Rokok Bagi Kesehatan. Dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK)
pria di Indonesia. Entah bagaimana asal mulanya diperkirakan nomor 203/PMK.011/2008 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.
sekitar tahun 1870-1880-an di Kudus sudah dikenal hasil temba- Menurut Direktur Industri Minuman dan Tembakau Ditjen
kau yang dicampur dengan cengkeh (rokok kretek). Industri Argo dan Kimia Departemen Perindustrian, Warsono,
Bisnis rokok dimulai pada tahun 1906, dan pada tahun 1908 sampai tahun 2008 sudah ada 3255 perusahaan pengolahan
merek “Tjap Bal Tiga” merupakan hasil tembakau pertama yang tembakau. “Ada penurunan jumlah perusahaan dibanding tahun
resmi terdaftar. Ini menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kre- 2007 yang mencapai 4793 perusahaan,” jelasnya.
tek di Indonesia. Selama lebih dari satu abad bisnis hasil tembakau di Indone-
Rokok kretek sendiri pun masih anonim dimana pengertian sia, industri rokok dianggap telah membantu dalam hal
secara spesifik belum ada, tetapi sebagian masyarakat penyerapan tenaga kerja. Sampai saat ini diperkirakan jutaan
menganggap bahwa rokok kretek itu menggunakan tembakau orang yang bekerja pada industri pengolahan hasil tembakau dan
asli yang dikeringkan dipadukan dengan cengkeh sehingga ketika di perusahaan pendukungnya.
dihisap bunyi suara kretek-kretek. Masih ada lagi sebutan rokok Bahkan setiap tahunnya hasil tembakau menyumbang puluh-
putih untuk rokok yang tidak menggunakan cengkeh, serta hanya an triliun untuk penerimaan negara dari sektor cukai. Tahun ini
menggunakan essence tembakau. saja target penerimaan dari cukai di sektor tembakau sebesar 48,
Seiring berjalannya waktu semakin berkembanglah perusaha- 2 triliun dari atau naik 2,7 triliun dari tahun sebelumnya.
an rokok di Indonesia. Namun sebagai barang yang memiliki Masalah hasil tembakau dilihat dari faktor ekonomi dan sosial
dampak bagi kesehatan, hasil tembakau dikenakan cukai yang tenaga kerja menjadi hal yang berseberangan dengan faktor
juga berarti barang ini diawasi dan dibatasi peredarannya. kesehatan. Pihak yang peduli terhadap kesehatan berharap pe-
Di Indonesia beberapa aturan mengenai hasil tembakau ter- merintah segera meratifikasi FCTC, namun pihak lainnya
tuang dalam, Undang-Undang nomor 11 tahun 1995 beranggapan FCTC tidak berpihak pada kondisi sosial ekonomi
sebagaimana telah diubah dengan UU no 39 tahun 2007, hasil Indonesia. Ini adalah sebuah dilema bagi negara berkembang
tembakau ditetapkan sebagai barang kena cukai. Serta ada Per- seperti Indonesia. ryan

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 7


LAPORAN UTAMA

PLUS MINUS
INDUSTRI HASIL TEMBAKAU
Industri tembakau bak buah simalakama bagi pemerintah Indonesia. Disatu
pihak Industri yang utamanya menghasilkan produk rokok merupakan sumber
pendapatan pajak bagi pemerintah dan penyerapan tenaga kerja, namun di lain
pihak industri ini ditengarai sebagai penyebab utama rusaknya kesehatan
masyarakat dan bertambahnya angka kemiskinan karena menghabiskan cash
flow masyarakat untuk ‘membakar’ uangnya sendiri.

I
su tembakau dan rokok sampai saat ini masih menimbulkan an Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaperindo), Muhaimin
pro dan kontra, baik di masyarakat, kalangan industri maupun Moefti menyebutkan industri tembakau mampu menyerap 8
pengambil kebijakan. Peranan sektor tembakau dan sektor hingga 10 juta tenaga kerja melalui sektor-sektor yang terkait.
industri rokok sedikit berbeda. Sektor tembakau memiliki peran “Kami menyadari betul produk rokok adalah produk yang
yang lebih besar dalam penyerapan tenaga kerja, dan kontroversial, disatu pihak memberi benefit pada negara yakni
mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lain karena sektor dari setoran cukai untuk negara tinggi dan mampu menyerap
tembakau mempunyai kegiatan dengan cakupan areal yang luas. banyak tenaga kerja sekitar 8 hingga 10 juta orang, ditambah
Jika berbicara industri tembakau, maka beberapa sektor turut asongan di Jakarta mencapai 2 juta orang. Tapi disisi lain ada
mencakup didalamnya, antara lain industri pengeringan dan masalah kesehatan,” ujar Moefti.
pengolahan tembakau dan bumbu rokok, industri rokok kretek, Anggota Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia,
industri rokok putih, industri rokok lainnya seperti cerutu, Tulus Abadi menyebutkan angka yang berbeda dengan Ga-
kelembak/menyan dan industri hasil lain. Peran tembakau dan perindo, “Sebenarnya kontribusi industri rokok dalam menyerap
hasil tembakau dapat dilihat dari beberapa sisi, antara lain: tenaga kerja hanya 1 persen dibanding lapangan kerja lain dalam
- penerimaan negara melalui cukai, hal menyerap tenaga kerja. Jauh dibawah sektor pertambangan.
- penciptaan devisa negara, Bila dilihat dari jumlah pekerjannya itu hanya 640.000 dan tiap
- penciptaan output, nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja tahun semakin menurun”.
- Multiplier efek bagi sektor ekonomi lain Sedangkan data lain menyebutkan sumbangan tenaga kerja
- Backward dan forward linkages pada sektor lain yang terkait dengan industri rokok, pada tahun
2000 diperkirakan mencapai 6,5 juta orang, antara lain: 250.000
Industri tembakau bak buah simalakama bagi pemerintah In- pekerja pabrik rokok, sebanyak 2,5 juta orang petani tembakau,
donesia. Disatu pihak Industri rokok merupakan sumber petani cengkeh 1,9 juta, pedagang asongan 1150 orang dan
pendapatan pajak bagi pemerintah dan penyerapan tenaga kerja. pekerja jasa transportasi dan distribusi 0,9 juta orang (Bisnis
Industri tembakau juga merupakan penyumbang cukai terbesar, Indonesia).
diperkirakan 90 persen dari total cukai berasal dari industri rokok. Perbedaan angka mengenai jumlah tenaga kerja yang mam-
Namun di lain pihak, industri ini ditengarai sebagai penyebab pu diserap dari industri ini, lantas tak membuat pemerintah
utama rusaknya kesehatan masyarakat dan bertambahnya angka gegabah dalam membuat kebijakan. Pemerintah mengambil si-
kemiskinan karena menghabiskan cash flow masyarakat untuk kap agar semua aspek bisa diperhitungkan, termasuk aspek
‘membakar’ uangnya sendiri. tenaga kerja. Berdasarkan Roadmap Industri Hasil Tembakau,
Naiknya penerimaan cukai dari tahun ke tahun, bahkan dima- ditahun 2007-2010 aspek penyerapan tenaga kerja menjadi
sa krisis, membuat pemerintah tak ragu menaikkan target prioritas bagi pemerintah, terutama Departemen Tenaga kerja dan
penerimaan cukai dari 45,71 triliun di tahun 2008 menjadi 48,24 Departemen Perindustrian tetap bertahan untuk menjaga tenaga
triliun di tahun 2009. Hal tersebut memperlihatkan bahwa sektor kerja dan eksistensi industri di Indonesia.
industri tembakau, merupakan sektor yang menjadi andalan Seperti yang disampaikan oleh Direktur Industri Minuman dan
pemerintah terkait penerimaan negara melalui cukai. Tembakau Departemen Perindustrian, Warsono, “Disitu (tahun
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), sa- 2007-2010) memang diharapkan ada pertumbuhan industri
WBC/IRWAN
at ini ada sekitar 4500 merek DOK. WBC
rokok, dengan peningkatan
hasil tembakau yang terdaftar produksi tersebut bisa
(legal) di Direktorat Cukai. menyerap tenaga kerja dan
Kasubdit Cukai Hasil diharapkan bisa memberikan
Tembakau, Pattarai Pabo- peningkatan pandapatan
ttinggi mengatakan, ”Kebi- negara melalui cukai. Karena
jakan cukai hasil tembakau saat krisis seperti ini
yang ditetapkan berdasarkan penyerapan tenaga kerja
PMK 203/011/2008 tentang memang sangat berarti dan
tarif cukai hasil tembakau, menjadi fokus utama”.
adalah kebijakan yang masih
berorientasi tenaga kerja, PERILAKU MEROKOK
sebagai kebijakan yang ber- Di tahun 2008, Badan Ke-
kesinambungan, dan sehatan Dunia (WHO) me-
mengarah pada administrasi nyebutkan, Indonesia
yang sederhana. menempati urutan ketiga ter-
Disamping sisi positif dari banyak di Asia dengan jum-
sisi penerimaan negara, in- lah perokok yang mencapai
dustri tembakau merupakan 146.860.000 jiwa. Perilaku
FUAD BARAJA. Penanggulangan industri padat karya yang MUHAIMIN MOEFTI. Pengusaha merokok di Indonesia sudah
masalah merokok bukan untuk mampu menyerap banyak rokok menginginkan ada regulasi sangat mengkhawatirkan,
melarang orang merokok. tenaga kerja. Ketua Gabung- yang komprehensif dan berimbang. dan yang mengkhawatirkan

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


peraturan tersebut, akan tetapi ketidakje-
lasan peraturan-peraturan tersebut dikha-
watirkan akan menjadi multipretasi dalam
pelaksanaannya. “Fatwa itu tergantung
orang mau ikut apa tidak, tapi yang kami
sayangkan, tidak detil penjelasannya.
Ketidakjelasan ini membingungkan.
Mengenai perda mungkin bisa dimasukan
kedalam regulasi agar lebih seragam di
seluruh daerah di Indonesia, ada definisi
yang jelas dan ada payung hukumnya,”
jelas Moefti dari Gaperindo.
Disamping meningkatnya angka rokok
pemula, beberapa pihak menganggap
perilaku merokok di Indonesia merupakan
faktor pemicu kemiskinan. “Rokok itu pover-
ty trap, perangkap kemiskinan, sebagian
besar orangtua anak yang kekurangan gizi
adalah perokok. Pengguna rokok kita 70
persen orang miskin, pendapatan mereka
perbulan nomor dua adalah untuk konsumsi
rokok, jauh untuk konsumsi kesehatan atau
pendidikan anak,” jelas Fuad.
Tulus berpendapat, “Kalau pemerintah
ingin mengentaskan kemiskinan sebaiknya
memutus mata rantai ketergantungan orang
miskin terhadap rokok. Karena yang miskin
itu bukanlah perokok, kalau perokok berarti
KAWASAN MEROKOK. Pemerintah harus menyediakan kawasan merokok sebagai bentuk pengendalian.. dia tidak miskin. Untuk pengendalian
tembakau tidak bisa hanya dari satu instan-
adalah pertumbuhan perokok anak-anak dan remaja, “Kita men- si tapi multi sektor, tapi masalahnya Departemen Kesehatannya
jadi yang tercepat di dunia (angka perokok pemula), tren usia tidak konsern dalam masalah tembakau”.
inisiasi merokok menjadi semakin dini, yakni usia 5-9 tahun. Beberapa pihak berpendapat bahwa kenaikan cukai akan
Perokok yang mulai merokok pada usia 5-9 tahun mengalami berperan dalam mengurangi kemiskinan. WHO berkesimpulan
lonjakan yang paling signifikan, dari 0,4 persen pada tahun 2001 apabila cukai tembakau tinggi akan memberikan dampak ganda
menjadi 1,8 persen pada tahun 2004. Angka ini bertambah besar pada kelompok miskin. Pertama, kelompok miskin lebih sensitif
masa periode 2004-2008 ini,” ujar Tulus Abadi. terhadap kenaikan harga, karena dengan adanya kenaikan harga
Faktor tingginya angka perokok pemula di Indonesia menurut rokok akan membuat kelompok ini mengurangi konsumsi rokok
Ketua Bidang Penyuluhan dan Pendidikan Lembaga Menanggu- sehingga mereka akan memperoleh keuntungan kesehatan dan
langi Masalah Merokok (LM3), Fuad Baraja antara lain karena ekonomi. Kedua, perokok berpenghasilan tinggi akan
peraturan di Indonesia cenderung permisif terhadap dampak dari menanggung beban keuangan dari kenaikan cukai tembakau.
merokok. Regulasi pemerintah dalam menanggulangi masalah Menurut LM3 peningkatan cukai hingga 57 persen akan terlihat
merokok saat ini masih bersifat parsial, misalnya hanya beberapa pengaruhnya, seperti, pendapatan pemerintah meningkat drastis,
daerah yang menerapkan aturan tentang pelarangan merokok di dan akan mempengaruhi daya beli bagi orang-orang miskin.
tempat umum seperti DKI Jakarta, Bogor, Surabaya dan Padang Mengenai kenaikan cukai hingga 57 persen yang dianggap
dengan Perdanya. Pelarangan rokok juga dilakukan oleh dapat mempengaruhi daya beli orang miskin sekaligus menekan
lembaga non pemerintah seperti Majelis Ulama Indonesia melalui bahaya merokok, Pattarai mengaku belum pernah mendapatkan
Fatwa haram merokok bagi anak-anak, ibu hamil dan di tempat detail hasil penelitian tersebut, “Sejauh ini kami belum pernah
umum. mendapatkan detail hasil penelitian itu, yang jelas kenaikan tarif
Pemberlakuan Perda anti merokok ini dinilai beberapa pihak cukai yang ekstrim pada sektor tembakau yang secara konkrit
masih setengah hati, “Bicara WBC/RYAN
signifikan perannya, khusus- WBC/IRWAN
perda berarti bicara menge- nya di daerah tertentu, pasti
nai penegakan hukum, pene- dampak negatifnya besar,”
gakan hukum di berbagai jelas Pattarai.
sektor masih lemah apalagi Anggapan bahwa cukai
masalah rokok. Bagi masya- HT di Indonesia paling
rakat merokok merupakan rendah di dunia setelah Kam-
hal yang lazim. Merokok di boja, menurut Pattarai harus
depan umum belum dilihat dari berbagai sisi.
dianggap pelanggaran, jadi “Dalam membandingkan tarif
peraturan itu belum ideal ka- cukai, hendaknya dilihat dari
rena kultur, infrastruktur, per- berbagai sisi. Sebagaimana
danya belum ideal,” ujar kita tahu Indonesia memiliki
Tulus. Hal yang senada juga jenis hasil tembakau yang
dilontarkan oleh Fuad, “Perda bervariasi. Ada SKT (Sigaret
dibuat untuk meningkatkan Kretek Tangan), SKM
derajat kesehatan masyara- (Sigaret Kretek Mesin), SPM
kat, itu bagus, hanya imple- (Sigaret Putih Mesin), TIS
mentasinya yang belum mak- dan lain sebagainya. Di
simal, harus didorong terus.” WARSONO. Industri rokok menjadi mata antara jenis hasil tembakau TULUS ABADI. Untuk pengendalian
Kalangan pengusaha pencarian masyarakat Indonesia, tidak tersebut besaran tarif tembakau tidak bisa hanya dari satu
memandang positif terhadap perlu dimatikan tetapi dilestarikan. cukainya berbeda dan untuk instansi tapi multi sektor.

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 9


LAPORAN UTAMA

yang dikerjakan manual tarifnya lebih rendah. Hal lain yang


sering menjadi bias yaitu dalam menghitung tarif rata-rata,
formulasi yang digunakan adalah rata-rata biasa. ROADMAP
Konsekuensinya tarif rata-rata akan lebih dipengaruhi tarif
cukai yang rendah”.

PENANGGULANGAN BERSAMA
INDUSTRI HASIL
Kontroversi seputar hasil tembakau membuat pemerintah
harus lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan dengan TEMBAKAU
mempertimbangkan berbagai aspek. Pengendalian hasil
tembakau melalui Roadmap dan pengusulan Rancangan UPAYA MENYAMAKAN VISI
Undang-Undang Pengendalian Dampak Produk Tembakau
terhadap Kesehatan (RUU PDPTK) ke DPR menjadi jalan
BERBAGAI INSTANSI
tengah pemerintah menyikapi kontroversi tersebut. Roadmap industri hasil tembakau (IHT)
Fuad menilai pengendalian hasil tembakau berbeda de- bukanlah aturan mengenai pengendalian
hasil tembakau. Melainkan acuan dalam
ngan pelarangan merokok, “Masyarakat harus tahu bahwa
penanggulangan masalah merokok bukan untuk melarang
orang merokok, hanya karena rokok berbahaya jadi harus pengembangan IHT yang
diatur”. Pengaturan rokok, lanjutnya adalah dalam bentuk pe- mempertimbangkan berbagai aspek
ningkatan cukai maksimal hingga 57 persen, pelarangan total seperti tenaga kerja, penerimaan negara,
sponsorship dan iklan rokok, penyediaan kawasan merokok, dan kesehatan.

M
serta health warning dalam bentuk gambar di bungkus rokok.
Tulus menambahkan, “Dalam pengendalian tembakau, kita asalah hasil tembakau di Indonesia masih menuai
tahu bahwa rokok itu adiktif. Walaupun harga naik, iklan rokok pendapat beragam. Banyaknya hal yang terkait
ditiadakan, tidak serta merta perokok langsung berhenti hari itu dengan permasalahan tembakau, seperti
juga. Secara sosiologis, efek dari kebijakan itu bisa dirasakan 20- kesehatan, tenaga kerja, penerimaan negara, dan
25 tahun. Dengan rentang waktu itu cukup bagi pemerintah dan industri menjadikan masalah ini kian kompleks
industri untuk melakukan terobosan-terobosan. Dari pengalaman melibatkan berbagai pihak.
negara lain dengan kebijakan pengendalian tembakau itu paling Beberapa instansi yang terkait dengan masalah tembakau
hanya mengurangi 1 persen, jadi pemerintah dan industri tidak antara lain, Departemen Kesehatan (Depkes), Departemen
perlu takut akan berkurang secara drastis perokok.” Perindustrian (Deperin), Departemen Pertanian (Deptan),
Kalangan pengusaha rokok (Gaperindo) menyadari betul Departemen Tenaga Kerja (Depnaker), dan Departemen Ke-
produk rokok adalah produk yang kontroversial, “Kami (indus- uangan (Depkeu) memiliki kepentingan yang berbeda.
tri rokok) bisa menerima ada aturan main yang lebih jelas, Bagi Depkes produk tembakau berdampak buruk bagi
kami menginginkan ada regulasi yang komprehensif dan ber- kesehatan, bahkan dianggap menjadi salah satu faktor
imbang. Komprehensif itu berarti menyeluruh, dalam Peratur- penyebab kematian. Depkes mendapat tekanan dari berba-
an Pemerintah 19 tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok gai pihak yang peduli terhadap kesehatan, yang berharap
bagi Kesehatan tidak mengatur perlindungan anak, periklan- Depkes aktif dalam menekan konsumsi produk tembakau di
an dan pebatasan merokok di tempat umum, jadi harus dirinci Indonesia.
lagi. Berimbang berarti bukan hanya industri, tetapi ada peta- Namun di sisi yang berseberangan, Deperin dan Depna-
ni, serikat pekerja dan lain-lain diikutsertakan dalam pembuat- ker mengganggap pertumbuhan industri tembakau berarti
an regulasi ini. Sehingga regulasi ini bisa menerapkan (tidak membuka lapangan perkerjaan sehingga bisa menekan
hanya) kaidah-kaidah internasional tapi juga kepentingan jumlah pengangguran. Sama halnya, Deptan juga merasa
nasional dimasukan disitu. Jadi regulasi yang tidak diuntungkan dengan adanya industri hasil tembakau, karena
mematikan industri dan diterima semua pihak,” jelas Moefti. perkebunan tembakau banyak menyerap petani dan mem-
Dalam pengendalian tembakau, Pemerintah dalam hal ini bantu perekonomian petani.
Depperin dan DJBC, tetap sejalan dengan roadmap yang dibuat Sedangkan Depkeu sendiri mampu memberikan puluhan
pemerintah bersama dengan stakeholder. Sejalan dengan triliun rupiah setiap tahunnya bagi penerimaan negara
roadmap, menurut Warsono, Depperin membatasi industri melalui cukai. Cukai hasil tembakau sendiri menyumbang
rokok sesuai ketentuan PP 19 tahun 2003, sebagai solusi terbaik lebih dari 90 persen dari total 51,2 triliun rupiah yang merupa-
mengatasi masalah tembakau. “Industri rokok mulai dibatasi kan jumlah penerimaan cukai pada tahun 2008.
agar industri rokok tidak terus bertambah,” jelasnya. Untuk menyamakan visi berbagai instansi dan stake-
Sama halnya dengan Depperin, Pattarai mengatakan, holder yang terkait masalah hasil tembakau, maka
”Sebenarnya dampak negatif hasil tembakau dapat disusunlah roadmap industri hasil tembakau (IHT) yang
ditanggulangi hanya dengan peran serta seluruh stakeholder menjadi acuan dalam hal pengendalian hasil tembakau di
di bidang ini. Dengan demikian tidak mungkin salah satu Indonesia.
elemen yang berjalan sendiri. DJBC dalam hal ini sebagai Selain lima instansi yang terkait dengan hasil tembakau,
administrator kebijakan sejauh ini telah menjalankan fungsi- penetapan roadmap juga menyertakan perwakilan (asosiasi)
nya. Sebagai contoh persyaratan pendirian pabrik diperketat dari industri rokok yaitu, Gabungan Perserikatan Pabrik
karena ini amanat”. Pengetatan pabrik tersebut diperlihatkan Rokok Indonesia (Gappri) dan Gabungan Produsen Rokok
DJBC dengan menutup sekitar 2000 pabrik rokok sepanjang Putih Indonesia (Gaprindo). Dan pada tahun 2007 semua
tahun 2008 karena tidak membayar cukai. instansi dan stakeholder yang terkait dengan hasil tembakau
Disamping roadmap IHT sebagai acuan pemerintah da- mulai menerapkan Roadmap IHT tersebut.
lam mengendalikan hasil tembakau, pemerintah diharapkan
perlu menyusun RUU PDPTK yang lebih komprehensif TENTANG ROADMAP IHT
sebagai penyempunaan dari PP 19 tahun 2003 tentang Selain untuk menyamakan visi bagi instansi dan
Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan. Yang jelas kita ingin stakeholder terkait, roadmap ini walaupun tidak memiliki
menyusun RUU (PDPTK-red) tersebut secara proporsional landasan hukum, juga bertujuan untuk meningkatkan
antara dampak positif dan negatifnya. Industri rokok menjadi penyediaan lapangan kerja, meningkatkan penerimaan
mata pencarian masyarakat Indonesia, tidak perlu dimatikan negara, perlindungan atau kepastian pekerjaan bagi
tetapi dilestarikan, yang penting masalah kesehatan dan petani (tembakau), adanya arah yang jelas bagi industri
ekonominya seimbang,” ujar Warsono. irwan hasil tembakau, dan perhatian bagi kesehatan.

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


WBC/LUCKY
tenaga kerja, penerimaan dan kesehatan, diantaranya de-
ngan menghilangkan rokok illegal dan pita cukai palsu.
Beredarnya rokok illegal atau pita cukai palsu berarti tidak
ada penerimaan bagi negara, di sisi lain, persaingan bisnis
hasil tembakau menjadi tidak sehat, karena produk tembakau
illegal bisa menjual dengan harga lebih murah dari yang
legal. Bila hal ini terus terjadi maka jumlah produk hasil tem-
bakau di pasaran meningkat, dan masyrakat dapat
memperoleh dengan mudah, akibatnya berdampak kesehat-
an masyarakat karena konsumsi tembakau yang meningkat.
Langkah lainnya dengan mengarah kepada kebijakan
cukai sederhana, yang menggunakan sistem tarif cukai
spesifik murni dan menyempitkan selisih perbedaan tariff
antar golongan. Cara yang dilakukan adalah penyatuan
pabrik golongan III (jumlah produksi 500 juta batang
pertahun) dan golongan II (jumlah produksi diatas 500 juta
sampai dua miliar pertahun) untuk hasil tembakau jenis
Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM)
yang dalam produksinya lebih mengandalkan mesin daripada
tenaga kerja. Sedangkan jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT)
yang merupakan labor intensive masih dipertahankan tiga
golongan.
Mengenai kebijakan cukai terkait dengan Roadmap IHT,
Kasubdit Cukai Hasil Tembakau Direktorat Cukai, Pattarai
Pabottinggi, mengemukakan salah satu faktor yang
mendasari dibentuknya roadmap adalah adanya kebutuhan
pemahaman yang seragam tentang industri ini oleh masing-
masing institusi terkait dan pelaku usaha sehingga dalam
setiap kebijakan di bidang cukai akan dipahami bersama tu-
juannya.
Hal lain yang dilakukan dalam mencapai tujuan dalam
roadmap adalah dengan memperkuat struktur industri dan
membangun kompetisi sehat. Karena kondisi saat ini tidak
dibangun iklim kompetisi yang sehat bagi industri hasil
tembakau, akibatnya harga jual ke konsumen terdistorsi
(lebih murah dari harga bandrol), tembakau kualitas rendah
dan kurangnya pasokan juga menjadi masalah dalam
mengembangkan industri hasil tembakau, dan ditambah lagi
dengan beban pajak dan cukai tinggi. Masih diperparah de-
ngan kondisi IHT yang selalu menuai pro dan kontra menjadi-
kan tidak jelasnya kemana arah tujuan IHT ini. Jadi hanya
perusahaan yang sehatlah yang bisa bertahan, dengan ja-
minan kepastian usaha dari pemerintah tentunya.
Lalu dengan membatasi entri perusahaan baru dan mem-
batasi kadar nikotin memiliki prioritas pada aspek kesehatan,
yang merupakan tujuan jangka panjang dari roadmap IHT.
Dengan membatasi entri perusahaan baru berarti pengusaha
yang ingin tertarik membangun IHT mungkin perlu berpikir
matang.

KONDISI PENGOLAHAN TEMBAKAU DI INDONESIA


Di dalam Roadmap IHT digambarkan bagaimana kondisi
Menurut Direktur Cukai, Frans Rupang, Roadmap adalah pengolahan tembakau di Indonesia sebelum tahun 2006 yang
kesepakatan bersama untuk menekan perbedaan pendapat menjadi alasan mengapa roadmap IHT perlu dibuat. Mulai
antar instansi. “Depkeu misalnya, dalam membuat kebijakan dari pertanian tembakau, proses pengolahannya, keberadaan
jangan jalan sendiri, harus memperhatikan juga masalah IHT, sampai dengan pemasaranya. Untuk pertanian
yang lain seperti kesehatan, perdagangan dan tenaga kerja,” tembakau sendiri yang terjadi adalah:
jelasnya. - Lokasi lahan pertanian tembakau terbatas.
Roadmap IHT memiliki urutan prioritas yang terbagi dalam - Terbatasnya teknik budidaya.
beberapa jangka waktu yaitu, - Belum seimbangnya supply dan demand.
- Tahun 2007-2010 yang merupakan jangka pendek, urutan - Permodalan petani yang terbatas.
prioritas pada aspek: tenaga kerja, penerimaan, dan - Pelaksanan Kemitraan khususnya tembakau rakyat belum
kesehatan. berjalan dengan baik.
- Tahun 2010-2015 atau jangka menengah, urutan prioritas - Standar mutu tembakau belum menjadi acuan dalam
pada aspek: penerimaan, kesehatan, dan tenaga kerja. perdagangan tembakau.
- Tahun 2015-2020 atau jangka panjang, prioritas pada
aspek kesehatan melebihi aspek tenaga kerja dan pene- Kondisi proses pengolahan tembakau juga tidak terlalu
rimaan. baik. Berbagai masalah yang dialami diantaranya:
- Rendahnya tingkat produktifitas dan efisiensi.
Beberapa langkah atau instrumen yang terkandung dalam - Pabrikan menengah dan kecil menggunakan teknologi
Roadmap IHT merupakan aplikasi dari prioritas atas aspek yang sederhana.

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 11


LAPORAN UTAMA

- Kontrol kualitas rendah. - Kepastian arah kebijakan cukai,


- Inovasi rokok dengan kadar nikotin dan tar rendah lambat. - Harmonisasi tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
- Kurangnya penerapan Good Manufacturing Practices - Perubahan kebijakan secara gradual.
(GMP). - Menempatkan tujuan kesehatan yang lebih utama

Sedangkan beberapa hal yang menggambarkan pada Dengan penerapan roadmap ini beberapa hal yang akan
keberadan industri HT adalah: dicapai di bidang pertanian termbakau antara lain,
- Industri besar sangat dominan. seimbangnya kebutuhan akan pasokan tembakau dan ceng-
- Persaingan tidak sehat dan kurang transparan. keh, peningkatan mutu dan daya saing IHT, serta peningkat-
- Regulasi dan kebijakan cukai yang memberatkan dan an kesejahteraan petani dengan meningkatkan produktivitas
kurang terencana. petani dan lahan.
- Kebijakan cukai berdimensi jangka pendek. Sedangkan untuk proses pengolahan tembakau yang
- Upaya penghindaran regulasi oleh pabrik rokok sering ingin dicapai adalah, penguasaan teknologi dalam pengem-
terjadi. bangan IHT yang berkaitan dengan pengurangan resiko
- Pengusaha pabrik rokok berupaya menghindari tarif cukai kesehatan, inovasi dalam proses teknologi produk rokok de-
yang tinggi dengan mendirikan pabrik baru. ngan kadar tar dan nikotin rendah, dan juga kemitraan tekno-
- Terdapat hambatan entry dan exit dalam strata golong- logi pabrikan kecil, menengah dan besar,
an. Dan untuk kepastian usaha IHT beberapa hal dituju ber-
dasarkan roadmap tersebut, yaitu: penanganan rokok ilegal,
Lain lagi dengan masalah pemasaran produk tembakau. pertumbuhan dalam jangka pendek diutamakan untuk IHT
Produk yang merupakan barang kontroversi ini mengalami keseimbangan lapangan pekerjaan dan penerimaan negara,
kendala seperti: penciptaan kepastian berusaha dan iklim usaha yang
- Terbatasnya akses pasar luar negeri (kebijakan kondusif, jangka panjang IHT yang melindungi kesehatan
pengendalian tembakau masing-masing negara). masyarakat, penyesuaian dinamika dalam klaster pabrikan,
- Traktat International Pengendalian Tembakau (FCTC). dan instrumen kebijakan pemerintah yang sederhana.
- Regulasi di daerah yang kurang disosialisasikan. Penerapan Roadmap IHT dalam meningkatkan produk HT
- Beredarnya rokok ilegal, rokok tanpa pita cukai, rokok di pasar dengan langkah-langkah seperti,
dengan pita cukai palsu dan sebagainya. - Peningkatan ekspor perlu insentif.
- Distorsi harga terjadi sejak tahun 2000. - Pengenaan kebijakan yang sepadan bagi produk dalam
- Terjadi perdagangan pita cukai. negeri di proses di luar negeri (impor).
- Pengenaan cukai yang terencana dan sesuai dengan
PENERAPAN ROADMAP IHT tujuan dalam jangka menengah.
Seperti tertuang dalam Roadmap IHT, penerapan road- - Harga Jual Eceran (HJE) menunjukkan tingkat daya beli
map ini diharapkan dapat membenahi kondisi yang terjadi masyarakat.
pada pengolahan hasil tembakau. Dengan tujuan ke depan, - Proses entry dan exit pabrikan yang transparan.
kesehatan menjadi prioritas utama. Dan struktur pertumbuh-
an industri lebih berdaya saing, harga sesuai daya beli, KONSISTENSI DJBC TERHADAP ROADMAP IHT
tembakau kualitas tinggi, persaingan sehat dan transparan, Sebagai guide yang tidak memiliki landasan hukum me-
rokok dengan kadar tar dan nikotin rendah, serta tujuan in- mang roadmap IHT disangsikan dapat berjalan mulus dalam
dustri jelas. penerapannya. Namun bagi DJBC keberadaan roadmap
Untuk itu Roadmap IHT juga mengarah pada industri yang menjadi dasar pemikiran dalam membuat kebijakan yang
melindungi kesehatan masyarakat dan dapat menjadi solusi bisa diterima oleh semua pihak yang terkait dengan hasil
masalah ketenagakerjaan dan pendapatan negara dengan tembakau.
menyelaraskan antara masalah global dengan masalah yang Dalam penjelasannya Pattarai Pabottinggi menuturkan,
terjadi di dalam negeri. kebijakan cukai bukan berdasarkan roadmap IHT. “Hal yang
Masalah global terkait IHT antara lain, penerapan traktat harus ditegaskan disini bahwa dalam membuat kebijakan
internasional (FCTC), menjaga integritas dan image cukai, DJBC senantiasa mengacu pada Undang-Undang
DOK. WBC pemerintah, membangun Nomor 39 tahun 2007. DOK. WBC
iklim persaingan yang Roadmap hanya sebagai
sehat, dan memerangi ke- referensi agar aspek-aspek
miskinan dan penganggur- yang melingkupi kebijakan
an. menjadi bahan pertimbang-
Sementara yang terja- an sesuai dengan
di di dalam negeri adalah, prioritasnya,” tegasnya
IHT mampu menyerap Lebih lanjut Pattarai
tenaga kerja yang cukup menyebutkan bahwa kebi-
besar, memberikan jakan cukai hasil tembakau
kontribusi yang signifikan yang ditetapkan
kepada penerimaan nega- berdasarkan PMK 203/011/
ra, adanya permasalahan 2008 tentang Tarif Cukai
dalam pertumbuhan Hasil Tembakau, adalah ke-
industri, menimbulkan ma- bijakan yang masih
salah kesehatan masyara- berorientasi tenaga kerja,
kat (terutama usia muda), sebagai kebijakan yang
serta masih adanya berkesinambungan, dan
masalah dalam penerapan mengarah pada administra-
regulasi di daerah. si yang sederhana
Sedangkan langkah “Dalam Roadmap untuk
yang akan dilakukan untuk jangka pendek urutan
SUNARYO. Dengan roadmap ini, PATTRAI PABOTTINGGI. Roadmap hanya
kondisi pengendalian tembakau di menyelaraskan masalah prioritasnya adalah tenaga sebagai referensi agar aspek-aspek yang
Indonesia jauh lebih baik dari pada tersebut sesuai Roadmap kerja, penerimaan, dan melingkupi kebijakan menjadi bahan
sebelum ada roadmap. IHT adalah dengan, kesehatan. Bentuk nyata- pertimbangan sesuai dengan prioritasnya.

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


TEGAHAN ROKOK ILEGAL. Bentuk konsistensi Bea Cukai dalam pengawasan peredaran rokok di Indonesia.

nya dalam kebijakan saat ini golongan III untuk jenis SKT diperketat karena ini amanat roadmap dalam mengendalikan
masih dipertahankan,” tuturnya. pertumbuhan industri baru. Kita juga mengurangi penyebab
Pattarai juga mengemukakan bahwa koordinasi antar peredaran rokok-rokok yang murah yang tidak membayar
instansi kerap dilakukan bila terkait dengan kebijakan cukai. cukai.”
“Dalam pertemuan yang membahas perihal kebijakan di Sementara itu menurut Direktur Industri Minuman dan
bidang cukai, kami senantiasa berkoordinasi dengan stake- Tembakau Ditjen Industri Argo dan Kimia Departemen
holder terkait termasuk yang menyusun roadmap. Disitu Perindustrian, Warsono, roadmap IHT menjadi acuan
disampaikan garis besar kebijakan cukai untuk kemudian bersama instansi terkait dan stakeholder. “Kita konsisten
mencari masukan dalam kaitannya dengan roadmap IHT.” dengan roadmap, sebagaimana yang digariskan, dan pada
Sebagai instansi yang menjalankan fungsinya sesuai tahapan jangka panjangnya kita fokus pada masalah
Undang-Undang, DJBC tidak berwenang dalam hal kesehatan (2015-2020). Dan pada tahun itu diharapkan
kesehatan, namun karena Undang-Undang no 39 tahun 2007 jumlah produksi rokok stagnan pada kisaran angka tertentu,”
yang mengatur tentang cukai (hasil tembakau, minuman jelasnya.
mengandung etil alcohol dan etil alcohol) mengamanatkan Warsono juga menegaskan mengenai masalah rokok
untuk mengawasi dan membatasi barang yang memiliki illegal yang juga menjadi perhatian Deperin. “Karena ini me-
dampak. Maka DJBC juga berperan melindungi masyarakat rugikan negara, masalah rokok illegal juga menjadi prioritas
dari dampak hasil tembakau. kami (Deperin). Kita mengadakan pembinaan dan penyuluh-
Terkait dampak negatif hasil tembakau bagi masyarakat, an kepada aparat dan pelaku dunia usaha mengenai pe-
Pattrai menegaskan bahwa dampak negatif hasil tembakau nanganan rokok illegal,” tambahnya.
dapat ditanggulangi hanya dengan peran serta seluruh Sementara itu Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih
stakeholder di bidang ini. “Dengan demikian tidak mungkin Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moeftie memandang
salah satu elemen yang berjalan sendiri. DJBC dalam hal ini positif roadmap IHT. “Roadmap itu bagus, kita komitmen un-
sebagai administrator kebijakan sejauh ini telah menjalankan tuk menjalankan itu, walau kita sadari pada akhirnya rokok
fungsinya. Sebagai contoh persyaratan pendirian pabrik itu mahal,” ungkapnya seraya berharap penanganan

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 13


LAPORAN UTAMA WAWANCARA

rokok illegal juga yang harus menjadi perhatian.


Yang termasuk kategori hasil tembakau ilegal adalah
FRANS RUPANG
yang diproduksi dan diedarkan menyalahi ketentuan DIREKTUR CUKAI
perundang-undangan di bidang cukai, seperti hasil tembakau

“MASYARAKAT
yang diproduksi tanpa memiliki izin, dilekati pita cukai tidak
sesuai ketentuan, atau diedarkan tanpa dilekati pita cukai.

YANG MENILAI,
Sampai saat ini menurut Pattarai berdasarkan database di
Direktorat Cukai, ada sekitar 4500 merek yang terdaftar
(legal)

KENDALA PENERAPAN ROADMAP. SIAPA YANG


PALING
Sebagai acuan yang tidak memiliki landasan hukum,
roadmap IHT memang berpotensi tidak akan efektif dalam

KONSISTEN
penerapannya. Pattarai Pabottinggi mengakui masih terdapat
kendala dalam penerapan roadmap ini. “Kendalanya adalah
belum adanya pemahaman yang mendalam terkait dengan
roadmap di kalangan stakeholder sehingga dalam
implementasi kebijakan di bidang cukai sekali waktu terdapat DALAM
MENJALANKAN
pertanyaan terkait dengan maksud dan tujuan di bidang cukai
yang sebenarnya materinya telah ada dalam roadmap.”

ROADMAP”
Keberadaan Roadmap IHT juga masih disangsikan
implementasinya oleh masyarakat yang peduli kesehatan,
termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat yang menganggap
roadmap bukan sebagai pengendalian tembakau.
Menurut Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen
Indonesia Tulus Abadi, roadmap dibuat secara sepihak oleh Masalah hasil tembakau di Indone-
stakeholder industri hasil tembakau tanpa melibatkan elemen sia mencuatkan berbagai kepentingan
yang peduli terhadap kesehatan. “Roadamap tersebut tidak di kalangan instansi, stakeholder dan
akan terimplementasi karena selalu dipolitisasi, ini sangat masyarakat. Masalah kesehatan
tergantung pada keberpihakan pemerintah, dan juga tidak menjadi alasan yang kontradiktif de-
ada landasan normatif apapun, mau dilanggar juga tidak ada ngan masalah ekonomi.
ketentuannya,” tegasnya.
Hal senada juga dilontarkan oleh Ketua Penyuluhan dan Melihat kondisi ini, masyarakat yang
Pendidikan Lembaga Menangani Masalah Meroko (LM3) peduli dengan kesehatan menekan
Fuad Baradja, yang menyebut roadmap tidak memiliki keku- pemerintah agar segara meratifikasi
atan dalam mengatur pengendalian tembakau. “Apalagi ma- Framework Convention on Tobacco
salah kesehatan baru di prioritaskan pada tahun 2015-2020, Control (FCTC) atau segera mengesah-
ini menunjukan kesehatan masyarakat bukan prioritas utama.” kan Undang-Undang tentang
Menanggapi hal tersebut Kepala Seksi Cukai Hasil Tem-
bakau II Direktorat Cukai Sunaryo menegaskan bahwa
pengendalian tembakau agar dapat
roadmap bukanlan aturan pengendalian tembakau. “Road- menekan dampak dari konsumsi tem-
map lebih sebagai guide hasil kesepakatan bersama antar bakau.
instansi dalam menyamakan visi tentang pengembangan IHT Di sisi lain tidak sedikit juga masya-
kedepan,” paparnya. rakat yang menggantungkan hidupnya
Sunaryo juga menegaskan bahwa ketiadaan roadmap dari industri hasil tembakau (IHT) ini,
akan membuat instansi berjalan sendiri-sendiri menurut
kepentingannya masing-masing. “Sadar atau tidak, secara
bahkan negara pun setiap tahunnya
tidak langsung roadmap ini terkait dengan pengendalian menerima pungutan cukai dari hasil
tembakau,” jelas Sunaryo yang menyebut kondisi setelah ada tembakau puluhan triliun rupiah yang
roadmap jauh lebih baik sebelum ada roadmap. masuk melalui Departemen Keuangan.
Kenyataanya memang sampai sekarang Indonesia belum DJBC dalam menjalankan fungsi
meratifikasi FCTC atau mengesahkan Undang-Undang dan kewenangannya, sebagai instansi
tentang pengendalian dampak tembakau, kondisi ini di bawah Depkeu yang memiliki kewe-
nangan dalam memungut cukai hasil
membuat instansi yang terkait dengan masalah tembakau
bisa berjalan sendiri, karena memang belum ada aturannya.
Melihat hal tersebut Sunaryo menyebut roadmap tembakau, juga tidak dihadapkan
merupakan hal yang baik. “Paling tidak secara politis itikad dengan kepentingan berbagai pihak
baik semua stakeholder terkait dengan industri hasil lain terkait dengan masalah hasil tem-
tembakau telah memiliki pola dalam pengambilan kebijakan. bakau.
Dan satu hal yang terpenting, struktur industri kita berbeda Untuk menjembatani kepentingan
dengan negara lain yang banyak menjadi refernsi pihak-pihak
yang anti tembakau,” imbuh Sunaryo yang khawatir bila
berbagai pihak, maka disusunlah
hanya Bea Cukai berjalan sendirian menerapkan roadmap. Roadmap IHT yang dianggap bisa men-
“Sebenarnya ada atau tidak ada roadmap kita bisa saja jadi acuan bagi semua pihak agar
berjalan karena kita berpengangan pada Undang-Undang. lebih memahami kebijakan masing-ma-
Walaupun kebijakan tentang hasil tembakau tidak bisa sing instansi yang terkait dengan hasil
memuaskan semua pihak, tapi dengan roadmap ini, kondisi tembakau ini.
pengendalian tembakau di Indonesia jauh lebih baik dari
pada sebelum ada roadmap, lihat saja PMK Nomor 203/
Bagaimana DJBC menjalankan Road-
PMK.011/2008,” jelas Sunaryo yang kembali menegaskan map IHT ini, berikut petikan wawancara
bahwa Kebijakan cukai adalah Undang-Undang sedangkan Redaktur WBC Hendryan Nugraha
roadmap hanyalah guide. ryan dengan Direktur Cukai Fr ans R upang
Rupang
upang.

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 15
WAWANCARA

Bagaimana fungsi DJBC terkait dengan industri hasil men Pertanian, Departemen Tenaga Kerja, Departemen Ke-
tembakau? sehatan, dan asosiasi. Untuk Departemen Kesehatan walau-
Sebelum menjawab fungsi DJBC terkait dengan industri pun diundang namun kurang aktif.
hasil tembakau, harus dipahami bahwa yang menyebabkan
DJBC terkait dengan industri hasil tembakau adalah Adakah landasan hukum yang mengatur tentang road-
produknya itu sendiri, yaitu hasil tembakau. Dalam map tersebut?
Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 sebagaimana telah Dasar hukum yang memerintahkan secara langsung dibu-
diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007, hasil atnya roadmap adalah tidak ada. Bagi DJBC, apapun
tembakau ditetapkan sebagai barang kena cukai kebijakan yang ditempuh senantiasa mengacu pada Undang-
(konsumsinya perlu dikendalikan, peredaranya perlu diawasi, Undang yang memerintahkan, dalam hal ini Undang-Undang
barang yang memiliki dampak, dan perlu pembebanan Nomor 11 tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan
negara demi keadilan). Sebagai konsekuensi untuk dapat Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007.
dipungut cukainya perlu pengaturan terkait dengan perizinan
hasil tembakau, penetapan tarif cukai, pembukuan dan Bisa dijelaskan apa secara singkat roadmap tersebut?
pencatatan, pelaporan, pemasukan dan pengeluaran, Dalam roadmap terdapat dua besaran, yaitu instrumen
kemasan, dan lain sebagainya. Dengan hal tersebut DJBC dan tujuan. Instrumen yang digunakan antara lain menghi-
menjalankan fungsi mengatur dan fungsi penerimaan. langkan rokok ilegal, mengarah kebijakan cukai sederhana,
memperkuat struktur industri dan membangun kompetisi
Industri hasil tembakau yang memberi penerimaan bagi sehat, membatasi entri perusahaan baru, dan membatasi
negara serta menyerap tenaga kerja, sering dihadapkan kadar nikotin. Sedangkan tujuannya adalah menampung
dengan isu kesehatan, bagaimana DJBC memandang hal lapangan pekerjaan, kebutuhan penerimaan negara yang
ini? pasti, dan masyarakat sehat. Agar lebih fokus maka dibuatlah
Cara pandang DJBC terhadap hasil tembakau adalah tahapan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang yang
senantiasa mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 tahun prioritasnya didasarkan atas tiga faktor, yaitu tenaga kerja,
1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang penerimaan negara, dan kesehatan.
Nomor 39 tahun 2007. Dalam pasal 2 dijelaskan bahwa cukai
dikenai atas barang-barang yang memiliki karakteristik antara Bagaimana langkah konkrit dalam melaksanakan isi
lain konsumsinya perlu dikendalikan dan peredarannya perlu roadmap tersebut?
diawasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa hasil tembakau Tiap-tiap institusi yang terlibat seyogyanya melaksanakan
masuk kategori barang yang masuk kriteria di atas namun sesuai dengan kewenangannya terkait dengan sektor
demikian kontribusinya masih signifikan dalam APBN. Tahun tembakau. Untuk DJBC, dalam implementasi kebijakan
2008 realisasi penerimaan cukai adalah Rp52,2 triliun. Belum sejauh ini mengacu pada roadmap tersebut, sebagai contoh,
lagi jika dilihat dari aspek tenaga kerja. Kontribusi sektor ini kita melakukan penyederhanaan golongan, baik itu untuk
masih dibutuhkan. Oleh karena itu perlu semacam guide jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) maupun untuk jenis
yang disepakati bersama stakeholder terkait sehingga setiap Sigaret Kretel Mesin (SKM), sebagai upaya untuk menuju
kebijakan apapun di industri ini dapat dipahami bersama administrasi yang sederhana. Di samping itu, untuk jenis SKT
arahnya. Filter dan SPTF (rokok putih) dibuat strata tersendiri dengan
maksud mengurangi penyebab hasil tembakau ilegal dengan
Bagaimana produksi tembakau menurut pantauan DJBC modus jual beli pita cukai. Dengan demikian sejauh ini
selama tahun 2009? kebijakan yang dilakukan pararel dengan roadmap hasil tem-
Perkembangan produksi untuk penerimaan sampai bakau.
dengan bulan Maret mengalami kenaikan. Namun demikian
kenaikan ini tidak dapat menjadi dasar bahwa situasi yang Sejauh ini apa kendala yang dihadapi DJBC dalam mene-
positif telah terjadi di industri hasil tembakau. Perkembangan rapkan roadmap tersebut?
ini karena mereka membeli pita cukai lebih banyak sebelum Kendala yang dihadapi yaitu intensitas pemahaman im-
kebijakan cukai yang terbaru diberlakukan pada 1 Februari plementasi kebijakan di bidang cukai yang masih belum
2009. maksimal. Contoh konkritnya manakala terdapat persyaratan
luas minimum 200 meter persegi dalam pendirian pabrik hasil
Bagaimana pula dengan penerimaan DJBC dari cukai tembakau. Demikian pula ketika ada simplifikasi golongan III
hasil tembakau hingga data terakhir? menjadi golongan II SKM/SPM.
Penerimaan cukai sampai dengan bulan April 2009 sebe-
sar Rp I8,06 triliun. Sejauh ini masih ontrack dalam upaya Bagaimana instansi-instansi yang menyetujui roadmap
pencapaian target cukai yang dibebankan ke DJBC. tersebut menjaga konsistensi terhadap yang digariskan
dalam roadmap tersebut?
Bisa diceritakan mengenai latar belakang dibuatnya road- Untuk hal ini, saya kira masyarakat yang bisa menilai.
map industri hasil tembakau? Siapa yang paling konsisten dalam menjalankan roadmap
Sebelum ada roadmap industri hasil tembakau, DJBC sesuai dengan kewenangannya.
sering mendapat pertanyaan terkait dengan latar belakang Apakah DJBC pernah melakukan komunikasi dalam ben-
penyesuaian tarif cukai ataupun Harga Jual Eceran (HJE) tuk sosialisasi, seminar, dan sebagainya dengan LSM atau
hasil tembakau. Pertanyaan tersebut datang dari berbagai organisasi sosial di bidang kesehatan?
pihak, antara lain Departemen Perindustrian, Departemen Dalam hal sebagai narasumber pada sosialisasi ataupun
Tenaga Kerja, asosiasi, bahkan ada yang lebih dari itu, yaitu seminar yang bertemakan dampak konsumsi tembakau,
dari lembaga tinggi negara. Pertanyaan yang diajukan lebih beberapa kali pernah dilakukan. Tujuannya agar kebijakan
banyak terkait dengan latar belakang kebijakan tersebut. cukai, khususnya berkaitan dengan tarif cukai dapat dipahami
Dengan adanya roadmap, kemungkinan tersebut dapat bersama termasuk LSM yang bergerak di bidang kesehatan.
diminamalisasi karena guide dari kebijakan tersebut adalah
jelas. Bagaimana posisi Indonesia dalam hal FCTC?
Saya kira pertanyaan ini paling tepat dijawab oleh Depar-
Instansi mana saja yang terlibat dalam penyusunan road- temen Kesehatan.
map tembakau tersebut?
Instansi yang terlibat dalam penyusunan roadmap adalah Apakah DJBC turut terlibat dalam draft FCTC?
Departemen Perindustrian, Departemen Keuangan, Departe- DJBC tidak ikut terlibat dalam penyusunan draft FCTC.

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


DAERAH KE DAERAH

DOK. KPPBC BENGKULU


DITEGAH. Sebanyak 101 karton atau 80.800 rokok ilegal berhasil ditegah dari peredaran. Tampak pada foto Kepala KPPBC Bengkulu, Cerah Bangun
saat menunjukan rokok illegal yang berhasil ditegah.

KPPBC BENGKULU yang berhasil ditegah tersebut, diketahui berasal dari PT. JT
Malang Jawa Timur. Adapun modus operandi yang dilakukan
adalah dengan mencampur rokok yang telah dilekati pita cu-

TEGAH ROKOK
kai yang peruntukannya dengan rokok yang dilekati dengan
pita cukai bukan peruntukannya. Selain itu, separuh rokok
tersebut juga dilekati dengan pita cukai yang sudah kadaluar-
sa,” jelas Donny.

ILEGAL Lebih lanjut Donny menjelaskan, tegahan yang dilakukan


pada 23 April 2009 tersebut merupakan hasil kegiatan intelijen
selama empat bulan terhadap peredaran rokok di Bengkulu dan
Kendati di Bengkulu tidak terdapat adanya informasi dari masyarakat dan para pedagang yang
pabrikan rokok, namun peredaran rokok mengatakan banyak beredar rokok ilegal dengan harga yang
lebih murah sehingga menurunkan omset penjualan rokok resmi.
ilegal asal Pulau Jawa banyak beredar di “Dengan informasi yang kami terima baik hasil olah
hampir seluruh pelosok Bengkulu. intelijen maupun dari masyarakat, kami langsung melakukan

P
undercover melalui vendor/penjual eceran, (dan) dari situlah
etugas KPPBC Bengkulu berhasil menegah 101 kar- diketahui distributornya,” ujar Donny.
ton atau 80.800 bungkus rokok jenis sigaret tangan Dengan berhasil ditegahnya rokok ilegal tersebut, kini untuk
merek “J” isi 12 per bungkus yang dilekati pita cukai proses penyidikan lebih lanjut KPPBC Bengkulu melakukan koordi-
bukan peruntukaannya dan menggunakan pita cukai nasi dengan KPPBC Tipe Madya Cukai Malang untuk mengetahui
tahun 2008. pabrikan yang mengedarkan rokok ilegal tersebut. Sementara itu,
Rokok ilegal yang ditegah di Kecamatan Curup, Rejang untuk tersangka belum dapat ditentukan karena masih menunggu
Lebong, Bengkulu pada sebuah gudang milik pegadang hasil penyelidikan dari KPPBC Tipe Madya Cukai Malang.
kelontong, merupakan rokok yang berasal dari pabrikan di “Tegahan rokok ilegal di KPPBC Bengkulu memang tidak
Jawa Timur yang diedarkan hampir di seluruh pelosok Provin- banyak terjadi, terakhir KPPBC Bengkulu melakukan tegahan
si Bengkulu, dengan cara menggunakan pita cukai yang adalah akhir 2007 dan kini kasusnya telah mendapat
bukan peruntukannya sehingga bisa bersaing dengan rokok keputusan tetap oleh pengadilan. Sementara untuk tahun
yang menggunakan pita cukai yang benar. 2009 kasus ini adalah kasus yang pertama dengan jumlah
Menurut Kepala Subbagian Umum KPPBC Tipe A4 Bengkulu, yang cukup banyak,” kata Donny.
Donny VR, kendati di Bengkulu tidak terdapat pabrikan rokok, Dengan minimnya jumlah SDM yang ada di KPPBC Beng-
namun peredaran rokok ilegal asal Pulau Jawa banyak beredar di kulu, upaya pengawasan terhadap pelanggaran kepabeanan
hampir seluruh pelosok Bengkulu. Sementara itu, untuk dan cukai tetap dapat berjalan walaupun belum mencapai
pengawasan yang dilakukan KPPBC Bengkulu saat ini terkendala maksimal. Untuk itu KPPBC Bengkulu berharap adanya pe-
oleh minimnya SDM yang ada karena hanya memiliki 9 pegawai. nambahan jumlah SDM sehingga dapat menjalankan
“Dari 101 karton rokok ilegal atau senilai Rp. 268.660.000 fungsi pelayanan dan pengawasan lebih baik lagi. suprijadi

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 17


DAERAH KE DAERAH

RIBUAN MMEA ILEGAL hasil sitaan petugas KPPBC Ngurah Rai tersimpan
dalam karton-karton

D
alam operasi penindakan yang berlangsung selama
kurang lebih dua minggu pada awal April lalu, petugas
KPPBC Ngurah Rai menemukan ribuan botol minuman
beralkohol impor illegal tersebut baik di sub distributor
hingga ke tempat-tempat penjualan eceran (TPE).
Kasus ini bermula ketika petugas memeriksa sub distributor
UD Mahkota dan mendapati MMEA impor yang diduga
menggunakan pita cukai palsu sebanyak 5555 botol. Petugas
kemudian memeriksa sdr. KS dari UD Mahkota yang mengaku
membeli pita cukai palsu dari seseorang bernama Y yang meng-
aku dari Surabaya dan menawarkan pita cukai dengan harga
murah. Pita cukai tersebut lalu ditempelkan sendiri oleh KS pada
botol-botol minuman yang selanjutnya dijual ke beberapa tempat
penjualan seperti kafe, restoran atau TPE lainnya.
Dari pengembangan kasus tersebut, didapati bahwa sub dis-
tributor (subdis) lainnya serta beberapa TPE terkemuka juga
ditengarai menjual MMEA dengan pita cukai palsu. Hasilnya, pe-
meriksaan di subdis UD Pembangunan petugas menyita MMEA
KEPALA KPPBC NGURAH RAI, Bambang Wahyudi (kiri), melihat pita cukai ilegal sebanyak kurang lebih 600 botol. Kemudian di subdis UD
palsu di botol MMEA yang ditunjukkan Pelaksana Pemeriksa P2, Felix Johanes. Agung berhasil diamankan kurang lebih 3700 botol.
Selain itu, petugas juga menyisir beberapa TPE dan meng-
amankan MMEA impor yang diduga dijual dengan menggunakan
RIBUAN BOTOL MMEA DENGAN pita cukai palsu, diantaranya di Carrefour ditemukan 362 botol,
PITA CUKAI PALSU di Pepito 438 botol, di Circle K 71 botol, di DMC ada 30 botol,
serta di Bulan Bintang ada 379 botol. Dengan demikian, selama

DISITA PETUGAS operasi yang berlangsung sekitar dua minggu tersebut dan hanya
dilakukan di seputar wilayah Kuta, Sanur, dan Seminyak saja,
petugas berhasil menyita lebih kurang 11.000 ribu botol MMEA
KPPBC NGURAH RAI ilegal. Hingga kini baru dua orang yang ditetapkan sebagai ter-
sangka, sementara pihak-pihak lain masih dalam proses penyeli-
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dikan.
Cukai (KPPBC) Tipe A3 Ngurah Rai Menurut Kepala KPPBC Ngurah Rai, Bambang Wahyudi,
dari beberapa lokasi TPE yang dilakukan pemeriksaan, sebagian
berhasil menyita ribuan botol minuman besar didapatkan MMEA impor yang menggunakan pita cukai
mengandung etil alkohol (MMEA) yang palsu sehingga, lanjutnya, bisa disimpulkan bahwa makin marak
terindikasi menggunakan pita cukai palsu MMEA di Bali yang menggunakan pita cukai palsu. “Dari perkem-

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


TARIF
bangan kasus ini terlihat bahwa peredaran MMEA ilegal ini marak
di Bali, dan modusnya sangat canggih karena secara kasat mata

IKLAN
sangat mirip dengan yang asli, bahkan dengan menggunakan
(sinar) UV juga masih belum bisa terbaca keasliannya. Setelah
kita minta pendapat ahlinya dari (PT) Peruri melalui indikator-indi-
kator, baru ketahuan kalau pita cukainya palsu”.
Ia menambahkan, pihaknya mensinyalir pita cukai palsu yang
digunakan tersebut merupakan bagian dari tangkapan pita cukai
palsu yang diungkap oleh Dit. P2 Kantor Pusat DJBC dan telah
diperlihatkan kepada media massa dalam jumpa pers bulan lalu
di kantor pusat (WBC Mei 2009 hal. 19).
Sebagai daerah tujuan wisata khususnya bagi wisatawan
A. B e r w a r n a ( F C )
asing, kebutuhan minuman beralkohol di Bali sangat besar.
Namun jumlah MMEA legal yang diimpor oleh PT Sarinah untuk
wilayah Bali terbatas jumlahnya. Hal inilah yang membuat bebe-
rapa pihak memanfaatkan celah mengisi keterbatasan dengan 1 x Edisi 6 x Edisi 12 x Edisi
menjual MMEA ilegal yang menggunakan pita cukai palsu. Ukuran
“Sekarang ini MMEA impor sangat langka di pasaran, karena (Cm) Tarif Tarif/edisi Total Tarif/edisi Total
aparat BC aktif melakukan operasi-operasi pasar. Tapi ini merupa- (Rp) Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
kan suatu risiko kerja yang harus kita ambil. Teman-teman di
lapangan berbenturan dengan berbagai macam kepentingan,”
ujar Bambang Wahyudi. Cover II
Tidak hanya itu, “Kendala kami setiap melakukan penyidikan (Hal Dalam 6.000.000,- 5.500.000,- 33.000.000,- 5.000.000,- 60.000.000,-
itu membutuhkan biaya yang tidak kecil. Jadi kalau kita mau depan)
berhitung nilai yang kita tangkap dengan biaya yang kita keluar-
kan tidak akan imbang. Tapi ini merupakan shock therapy, kita Cover III
jangan lihat untung ruginya dulu. Kita tangkap, kalau bisa kita (Hal dalam 5.000.000,- 4.500.000,- 27.000.000,- 4.000.000,- 48.000.000,-
ekspos, supaya tempat penjualan akan takut menjual MMEA
Belakang
ilegal. Kalau yang kecil-kecil ini kita biarkan, makin marak jadi-
nya,” papar Bambang Wahyudi.
Salah seorang anggota tim pengawasan, Johanes Felix, me- Cover IV
ngatakan bahwa para pengusaha selain secara administrasi harus (Hal 7.000.000,- 6.500.000,- 39.000.000,- 6.000.000,- 72.000.000,-
memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan untuk menjual Belakang)
barang kena cukai (BKC) dalam hal ini berupa MMEA, juga harus
berhati-hati dalam mendapatkan barang. “Maka itu ketika kami 1 Hal
melakukan penindakan, kami juga lakukan sosialisasi secara 4.500.000,- 4.250.000,- 25.500.000,- 4.000.000,- 48.000.000,-
singkat supaya lebih persuasif. Apa yang harus mereka perhatikan (21 x 28)
didalam memilih BKC yang mereka terima untuk mereka jual, su-
paya tidak mengalami kerugian kembali,” tutur Johanes. lucky 1/2 Hal
3.500.000,- 3.250.000,- 19.500.000,- 3.000.000,- 36.000.000,-
FOTO-FOTO: WBC/LUCKY (12 x 18)

1/4 hal
2.500.000,- 2.250.000,- 13.500.000,- 2.000.000,- 24.000.000,-
(8,5 x 12)

B. H i t a m P u t i h ( B W )
1 x Edisi 6 x Edisi 12 x Edisi
Ukuran
(Cm) tarif Tarif/edisi Total Tarif/edisi Total (Rp)
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

1 Hal
3.500.000,- 3.250.000,- 19.500.000,- 3.000.000,- 36.000.000,-
(21 x 28)

1/2 Hal
2.500.000,- 2.250.000,- 13.500.000,- 2.000.000,- 24.000.000,-
(12 x 18)

1/4 hal
1.500.000,- 1.250.000,- 7.500.000,- 1.000.000,- 12.000.000,-
(8,5 x 12)

Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat


tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi
dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai
sesuai pada kolom redaksi.

Informasi hubungi :
CONTOH PITA CUKAI PALSU yang ditempelkan di botol minuman K i t t y , t e l p (021) 47865608, 47860504 fax (021) 4892353

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 19


DAERAH KE DAERAH
FOTO-FOTO : DOK. BAMBANG W
melakukan analisis segala permasalahan yang ada di masing-
masing KPPBC dan mencari solusi pemecahannya sekaligus
sebagai evaluasi kinerja sehingga ke depan dapat ditingkatkan
lagi dalam hal pelayanan kepabeanan dan cukai.
Pokok permasalahan yang dibahas pada rakerwil kali ini
meliputi :

A. EVALUASI TARGET PENERIMAAN TAHUN ANGGARAN 2008


DAN 2009
Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor:
S-364/BC/2008 tanggal 7 Mei 2008 hal Penetapan revisi Target
Penerimaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, target
penerimaan Kanwil MPP hingga akhir tahun 2008 tercapai se-
besar 115% dari target yang ditetapkan. Adapun penyumbang
penerimaan terbesar adalah KPPBC Amamapare, dimana
penerimaannya mencapai 153,92 persen dari target yang ditetap-
kan. Dengan penerimaan ini maka target keseluruhan Kanwil
MPP dapat terpenuhi.
Selain hal tersebut, bidang audit Kanwil MPP juga memberi-
kan konstribusi yang besar atau sekitar Rp 14.549.108.290 dari
penerimaan total kanwil MPP.
Untuk data penerimaan masing-masing KPPBC di lingkungan
Kanwil MPP dapat dilihat pada tabel berikut.

RAKERWIL. Sebanyak tiga permasalahan utama yang kini dihadapi


PENERIMAAN PERIODE JANUARI
Kanwil DJBC MPP dibahas para rakerwil MPP SAMPAI DENGAN DESEMBER 2008

NO NAMA TARGET % PENCAPAIAN %

RAPAT KERJA 1
KANTOR

Ambon 8.315,990 9,025 3.594,960 43,23

KANWIL DJBC MALUKU,


2 Ternate 3.305,930 3,588 850,416 25,72
3 Sorong 5.799,660 6,294 3.972,972 68,50
PAPUA, DAN PAPUA BARAT 4
5
Manokwari
Fak fak
1.488,100
351,850
1,615
0,382
0
0
0,00
0,00
6 Jayapura 5.906,520 6,410 97,687 1,65
Rapat kerja wilayah merupakan salah 7 Merauke 697,510 0,757 324,901 46,58
satu agenda tahunan yang harus 8 Amamapare 63.458,330 68,866 97.676,996 153,92
dilaksanakan oleh Kantor Wilayah mini- 9 Biak 1.199,340 1,302 0,557 0,05
mal satu kali untuk mengevaluasi segala 10 Tual 188,030 0,204 109,405 58,18
kegiatan yang telah dilaksanakan dan 11
12
Babo
Kaimana
718,150
430,870
0,779
0,312
167,103
0
23,27
0,00
mencari solusi terbaik untuk 13 Nabire 287,250 0,468 0 0,00
peningkatan ke arah selanjutnya.

R
JUMLAH 92.147,530 100 106.794,998 115,90
apat kerja Kantor Wilayah (Rakerwil) Maluku, Papua,
dan Papua Barat (MPP) telah dilaksanakan Dilihat dari penerimaan per-bulan pada tahun 2008 seba-
selama dua hari kerja tepatnya pada 15 April 2009 gai berikut :
sampai dengan 16 April 2009 bertempat di aula Kan-
wil MPP. PENCAPAIAN TARGET
Rakerwil MPP yang berlangsung di aula Kanwil MPP Ambon JANUARI - DESEMBER 2008
ini, diikuti sekitar empat puluh peserta terdiri dari, Kepala Bidang
dan Kepala Bagian Umum pada Kanwil MPP, Kepala Kantor
Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) di ling- Desember 115,9%
kungan Kanwil Maluku, Papua, dan Papua Barat, antara lain :
Nopember 106,2%
Ambon, Tual, Ternate, Manokwari, Babo, Fak-Fak, Kaimana,
Jayapura, Amamapare, Biak, Nabire, Sorong dan Marauke, serta Oktober 97,45%
para Kepala Seksi. September 86.81%
Rakerwil dibuka pukul 09.00 WIT, oleh Kepala Kanwil Maluku,
Papua, dan Papua Barat (MPP) Ariohadi, yang dalam sambutan- Agustus 80,68%
nya mengatakan, dengan adanya reformasi di lingkungan Juli 74,62%
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) banyak sekali per-
ubahan yang diharapkan agar semua pegawai mengikuti segala Juni 66,94%
perkembangan peraturan, terutama pemahaman tentang UU Mei 60,73%
Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UU Nomor 10
Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan UU Nomor 39 Tahun 2007 April 54,3%
tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Maret 51,76%
Cukai. Selain itu juga diamanatkan untuk tetap meningkatkan pe-
layanan tanpa meninggalkan pengawasan, target penerimaan Februari 41,6%
yang dapat terealisasi, serta kinerja kepala kantor selalu dievalu- Januari 27,27%
asi dalam melaksanakan kontrak kinerja.
Penyelenggaraan Rakerwil ini juga sebagai wadah untuk

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


FOTO BERSAMA. Seluruh Kepala Kantor, Kepala Bidang dan Kepala Seksi berfoto bersama Kakanwil DJBC MPP Ariohadi di aula Kanwil MPP.

Selanjutnya berdasarkan TARGET DAN REALISASI


Surat Direktur Jenderal Bea PENERIMAAN KANWIL MPP TA 2009
dan Cukai Nomor: S-969/BC/ PENERIMAAN PERIODE
2008 tanggal 2 Desember 1 JANUARI - 31 MARET 2009
2008 hal penetapan target
penerimaan DJBC, target pe- NO NAMA TARGET % PENCAPAIAN %
nerimaan Kanwil MPP tahun KANTOR
2009 ditetapkan sebesar Rp.
101.952,60 juta atau 0.14% 1 Ambon 6.775,140 6,65 1.904,465 28,11
dari target keseluruhan 2 Ternate 3.018,990 2,96 84,178 2,79
DJBC, dengan rincian pene- 3 Sorong 5.528,620 5,42 255,312 4,62
rimaan Bea Masuk sebesar 4 Manokwari 476,230 0,47 3,825 0,80
Rp.101.941.400,21 juta, dan 5 FAK FAK 194,620 0,19 0 0,00
target penerimaan cukai Rp. 6 Jayapura 3.681,040 3,61 29,654 0,81
11.390.000,00. Sedangkan 7 Merauke 698,560 0,69 367,905 52,67
penerimaan Bea Keluar tidak 8 Amamapare 79.313,010 77,80 18.599,553 23,45
dibebankan target. 9 BIAK 713,410 0,70 0 0,00
Sampai dengan 31 Maret 10 TUAL 288,330 0,28 0 0,00
ARIOHADI. Tetap meningkatkan pela- 2009, tingkat pencapaian / 11 BABO 923,130 0,91 0 0,00
yanan tanpa meninggalkan pengawasan. realisasi penerimaan Kanwil 12 Kaimana 170,870 0,17 88,287 51,67
MPP TA 2009 baru mencapai 13 NABIRE 159,250 0,16 0 0,00
20,93 % atau sebesar Rp.21.321,569 juta
Realisasi penerimaan ini juga disebabkan oleh beberapa JUMLAH 101.941,210 100,00 21.321,569 20,93
faktor seperti krisis global. “Importasi beras sebagai penyumbang
pemasukan bea masuk tidak ada, maka diperkirakan target
penerimaan Kanwil MPP sulit tercapai. Akan tetapi tetap harus B. BAGIAN UMUM
dilaksanakan upaya pencapaiannya dapat optimal yang didukung Adapun permasalahan yang ada di bagian umum antara lain :
oleh sumber daya yang dimiliki seluruh unit kerja di lingkungan 1. Dari sisi sumber daya manusia, berdasarkan data kepegawai-
Kanwil MPP, terutama dengan meningkatkan pelayanan dan an yang dikelola oleh Bagian Umum Kanwil DJBC MPP, sam-
pengawasan oleh KPPBC dengan melaksanakan semua per- pai dengan bulan Maret 2009 jumlah keseluruhan pegawai di
aturan yang ada,” ujar Ariohadi. lingkungan Kanwil DJBC MPP adalah 249 (dua ratus empat
Lebih lanjut Ariohadi mengatakan, untuk langkah riil yang puluh sembilan) orang. Hal tersebut sangat tidak sesuai
dapat dilaksanakan adalah sebagai berikut : dengan luas wilayah pengawasan yang luas terdiri atas empat
l Tertib administrasi importir propinsi dengan sarana transportasi dan komunikasi yang
l Mengoptimalkan fungsi pengawasan (Bidang P2 dan terbatas. Berdasarkan PMK No. 87/PMK.01/2008 Tentang
Bidang audit) Organisasi Dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal
l Optimalisasi penetapan nilai pabean Bea Dan Cukai, banyak jabatan struktural Eselon IV dan
l Mengoptimalkan pemeriksaan fisik eselon V yang belum terisi. Selain dari segi kuantitas,
l Penggunaan DBH I dan DBH II diperlukan pula kualitas keahlian khusus antara lain PPNS, te-
l Peningkatan kompetensi dan integritas pegawai naga nahkoda, dan tenaga pemeriksa. Tindak lanjut pemasa-
l P2KP lahan tersebut dengan mengajukan usulan kepada KP DJBC
l Pengawasan Melekat untuk penambahan jumlah SDM. Sementara menunggu
l Tindakan Disiplin penambahan pegawai dari KP DJBC, Kanwil MPP akan terus
melakukan analisis beban kerja dan mengintensifkan P2KP.
Sementara itu, untuk target dan realisasi penerimaan KPPBC 2. Perlu adanya pengadaan sarana transportasi kendaraan ber-
di lingkungan Kanwil MPP T.A 2009 periode 1 Januari 2009 motor yang disesuaikan dengan medan jalan yang dilalui.
sampai dengan 31 Maret 2009 dapat dilihat pada tabel berikut: Contohnya KPPBC Amamapare memerlukan angkutan antar

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 21


DAERAH KE DAERAH

jemput karyawan karena lokasi kantor tidak dilalui kendaraan sebagai Kawasan Pabean jika di area pelabuhan dan/atau ban-
umum dan medannya berlobang dan berbatu karena di seki- dar udara yang dikelolanya dilakukan kegiatan pembongkaran
tar pertambangan. barang impor dan/atau pemuatan barang ekspor.
3. Barang milik / kekayaan negara berupa kantor dan rumah
dinas yang masih bermasalah dengan warga setempat atau D. RUANG LINGKUP PENGAWASAN
pihak lain perlu proses koordinasi dengan pemerintah Terkait dengan pengawasan, hingga kini tugas pengawasan
setempat, Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dan yang dilakukan secara umum telah berjalan dengan baik, namun
BPN setempat belum sepenuhnya optimal. Berikut beberapa kendala dalam
4. Masalah surat-menyurat dan pelaporan terkendala oleh pelaksanaan pengawasan antara lain :
masalah infrastruktur komunikasi di wilayah timur Indonesia 1. Kapal Patroli pada KPPBC di lingkungan Kanwil MPP terken-
menyebabkan hambatan pada pendistribusian surat. dala dengan ukuran dan kapasitas tanki yang sedikit sehingga
Sehingga perlu penyampaian surat dilakukan dengan email. tidak memungkinkan untuk berpatroli di Laut Arafura yang
memiliki ombak yang besar. Tidak tersedianya sarana kapal
C. RUANG LINGKUP PELAYANAN patroli yang berukuran besar yang dapat digunakan
Kantor Wilayah MPP mempunyai wilayah kerja meliputi dae- melakukan patroli laut ke seluruh wilayah MPP dan belum
rah tingkat I Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat yang adanya pangkalan sarana operasi strategis yang dapat men-
mempunyai arti strategis di bidang ekonomi karena memiliki dukung pengawasan ke seluruh wilayah MPP yang berupa
potensi sumber daya alam yang melimpah. Propinsi Papua dan pulau-pulau dan tersebar jauh mulai kepulauan Maluku sam-
Papua Barat yang kurang lebih 20% dari luas daratan seluruh pai Papua dengan kondisi lautnya yang sangat luas sehingga
Indonesia, sekitar 75% dari tanah daratan tersebut masih tertutup menjadi kendala utama dalam pengawasan.
oleh hutan yang lebat yang mengandung beraneka ragam jenis 2. Senjata api sementara disimpan di Polda menunggu peng-
kayu dan hasil hutan, ditambah lagi hasil tambang berupa minyak urusan surat ijin penggunaan, buku pass kepemilikan senjata
bumi, emas, nikel serta hasil laut yang merupakan potensi api, dan tempat penyimpanan belum terdapat di berbagai
ekonomi untuk berkembangnya kegiatan ekspor dan impor di KPPBC.
kawasan Indonesia timur. 3. Kondisi geografis kantor bantu dan pos-pos bea cukai yang
Sedangkan Propinsi Maluku dan Maluku Utara terkenal berada di daerah, lokasinya sangat jauh bahkan tidak dapat
dengan hasil perkebunan rempah-rempah dan hasil laut. Dengan dilalui melalui darat. Untuk Pos Bantu kondisi yang ada saat
adanya pembentukan Kementrian Percepatan Pembangunan ini adalah ada yang sudah tidak aktif karena tidak ada
Kawasan Indonesia Timur (Sekarang Kementrian Negara kegiatan, sementara ada tempat yang ada kegiatan tetapi
Percepatan Pembangunan Kawasan Indonesia Tertinggal), maka tidak ada Kantor Bantu / Pos Bea Cukai.
prospek perkembangan pembangunan ekonomi dan industri
akan semakin pesat sehingga menempatkan posisi Kanwil MPP Dengan sumber daya yang ada telah diupayakan untuk me-
di tempat yang strategis. maksimalkan pengawasan terhadap lalu lintas barang ekspor,
Untuk komoditi yang diimpor melalui KPPBC di lingkungan impor dan barang kena cukai. Berikut gambaran pada tabel kom-
Kanwil MPP pada umumnya berupa : posisi kantor bantu dan Pos pengawasan
l Barang untuk keperluan operasional perusahaan industri
kayu / plywood. KOMPOSISI KPPBC, KANTOR BANTU PELAYANAN
l Barang untuk keperluan operasional perusahaan perikanan DAN POS PENGAWASAN
laut dan pertambakan. DI LINGKUNGAN KANWIL DJBC MPI
l Barang untuk keperluan operasional perusahaan
pertambangan (PT Freeport Company dan PT. Aneka No. KPPBC Tipe Kantor Bantu Pos
Tambang) yang diimpor berdasakan fasilitas PMA / PMDN Pelayanan Pengawasan
maupun berdasakan kontrak karya.
l Barang untuk keperluan operasional pertambangan minyak 1. KPPBC Sorong A4 1 5
yang diimpor oleh pertamina dan / atau kontraktornya. 2. KPPBC Jayapura A4 2 8
3. KPPBC Amamapare A4 2 6
Sedangkan untuk komoditi ekspor yang dilayani oleh KPPBC 4. KPPBC Ambon A4 2 10
dilingkungan Kantor MPP adalah : 5. KPPBC Ternate A4 3 6
l Konsentrat tembaga di Amamapare 6. KPPBC Manokwari B - 3
l Minyak bumi di Sorong 7. KPPBC Fakfak B - 4
l Bijih Nikel di Ternate 8. KPPBC Merauke B - 8
l Plywood (kayu lapis) di Merauke 9. KPPBC Biak B - 3
l Kayu olahan (moulding, blockboard, dll) di Jayapura 10. KPPBC Tual B - 10
l Ikan segar (ikan hias) dan ikan beku di Merauke, Tual, 11. KPPBC Bintuni B 1 -
Amamapare, Ternate, Sorong, dan Biak 12. KPPBC Kaimana B - -
l Kopra di Ternate 13. KPPBC Nabire B - -
l Hasil laut lainnya (udang, cumi, dll) di Tual
Jumlah 11 63
Dalam memberikan pelayanan kepada stakeholder, Kanwil
MPP juga memiliki beberapa kendala yang kini masih kerap Dengan selesainya pembahasan yang dibahas pada Rakerwil
dialami, antara lain Sebagian besar KPPBC tidak ada kawasan kali ini, akhirnya Rakerwil ditutup oleh Kakanwil DJBC MPP pada
pabean dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yang 16 April 2009. Dari hasil rakerwil tersebut maka Kanwil MPP telah
ditetapkan sehingga untuk sementara pembongkaran barang menganalisis segala permasalahan baik secara internal dengan
impor dan/atau pemuatan barang ekspor dapat tetap dilakukan, memperhatikan aspek kekuatan (Strenghtness) dan kelemahan
namun harus selalu dengan ijin Kepala KPPBC yang dimohonkan (Weakness) yang dimiliki, maupun secara eksternal dengan
untuk setiap kali pembongkaran dan/atau pemuatan. memperhatikan aspek peluang (Opportunity) dan hambatan/
Dengan kondisi tersebut secara persuasif dan proaktif ma- ancaman (Threaten). Semoga setiap kelemahan dapat menjadi
sing-masing Kepala KPPBC (dengan memenuhi segala kekuatan dan kendala akan menjadi peluang. Dan Rakerwil ini
persyaratan sebagaimana diatur dalam PMK-70/2007 dan P-20/ dapat mewujudkan misi dari Kanwil MPP yaitu Pelayanan Yang
2007) meminta kepada para pihak berkepentingan dan/atau khu- Terbaik Kepada Industri, Perdagangan Dan Masyarakat.
susnya para pengelola pelabuhan, bandar udara dan/atau tempat Bambang Wicaksono,
lain dalam daerah kerjanya agar segera mengajukan penetapan koresponden daerah WBC Kantor Wiayahl DJBC MPP

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


FOTO-FOTO : DOK. KPPBC JUANDA

JUMPA PERS PERTAMA. Tampak Kepala KPPBC Juanda, Argandino JUMPA PERS KEDUA. Kepada pers diperlihatkan barang bukti berupa
(baju safari) bersama petugas bea cukai memperlihatkan barang bukti ekstasi dan ketamine yang berhasil ditegah serta seorang kurir warga
heroin yang berhasil disita negara China.

HEROIN DAN EKSTASI


GAGAL MASUK INDONESIA LEWAT JUANDA
Tim Operasi Pengawasan Narkotika dan terima tersangka dan barang bukti. Disaksikan oleh Kepala
Psikotropika (CNT) Kantor Pengawasan KPPBC Juanda, Argandiono, Kepala Seksi Penindakan dan
dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Penyidikan KPPBC Tipe A2 Juanda, I. Gusti Putu Yasa
Juanda berhasil melakukan penegahan
melakukan serah terima kepada Direktorat Narkoba Polda
Jawa Timur. Serah terima di hadapan wartawan elektronik
terhadap ribuan gram heroin dan ribuan maupun cetak tersebut juga disaksikan oleh Kabid P2 Kantor
butir ekstasi pada hari yang berdekatan Wilayah DJBC Jawa Timur, H.B. Wicaksono, serta Komandan
dengan modus dan sarana pengangkut Pangkalan Udara Angkatan Laut (Danlanudal).
yang berbeda Jumpa pers yang disertai dengan serah terima tersangka

K
dan barang bukti kembali dilaksanakan untuk tangkapan
eberhasilan penegahan heroin dan ekstasi oleh Tim kedua yaitu ekstasi dan ketamine pada hari Sabtu 25 April
CNT KPPBC Tipe A2 Juanda pada awal tahun 2009 2009 di Aula KPPBC Tipe A2 Juanda.
ini bisa dikatakan kasus yang menarik dan unik Modus yang digunakan untuk memasukkan heroin dan
karena hanya dipisahkan oleh waktu kurang dari 16 ekstasi serta ketamine ke Indonesia melalui bandara
jam. Tim CNT KPPBC Tipe A2 Juanda tidak terlena internasional Juanda tersebut dibawa oleh penumpang pesa-
dengan tangkapan pertama namun tetap siaga di Bandara wat yang menyimpan narkotika di dinding palsu pada tas atau
Internasional Juanda hingga akhirnya berhasil melakukan koper bawaan penumpang pesawat. Untuk heroin disimpan
penegahan. pada sisi kiri dan kanan tas, sedangkan untuk ekstasi disem-
Kepala KPPBC Tipe A2 Juanda, Argandiono menyatakan bunyikan pada bagian paling bawah koper.
bahwa keberhasilan Tim CNT merupakan hasil kerja keras Kecurigaan Petugas Bea Cukai terhadap tas atau koper
yang tak henti sejak awal tahun. Kerja keras itu menghasilkan penumpang terjadi saat dilaksanakan pemeriksaan tas atau
tangkapan yang membanggakan. Tangkapan pertama Heroin koper tersebut pada mesin X-Ray. Selanjutnya dilakukan
seberat 2.671 gram senilai sekitar Rp. 5,342 milyar berhasil pemeriksaan fisik dan kedapatan heroin, ekstasi dan ketami-
digagalkan pada hari Kamis tanggal 23 April 2009 pk. 16.45 ne pada tas atau koper penumpang tersebut. Singapura
WIB. Heroin tersebut dibawa oleh Chanraem Suwanson juga merupakan negara transit bagi para pembawa narkotika
warga negara Thailand yang menggunakan pesawat Silk Air tersebut.
dari Singapura tujuan Surabaya. Dalam pemeriksaan lanjutan di KPPBC Tipe A2 Juanda
Pada esok paginya, Jumat 24 April 2009 pukul 09.30, Tim diketahui bahwa narkotika tersebut dibawa dengan menggu-
CNT berhasil melakukan penegahan kedua berupa 8.790 nakan orang suruhan atau kurir yang tidak mengetahui bila
butir ekstasi dan 155,4 gram ketamine senilai sekitar Rp. tas atau koper mereka telah disembunyikan narkotika.
2,896 milyar yang dibawa oleh Guiqing Lin warga negara Pembawa narkotika hanya dijanjikan sejumlah uang untuk
China yang menggunakan pesawat Silk Air dari Singapura tugas tersebut. Selanjutnya pemeriksaan lebih mendalam
tujuan Surabaya. diserahkan kepada Direktorat Narkoba Polda Jatim untuk me-
Penegahan kedua tersebut terjadi saat di aula KPPBC ngetahui keterlibatan para tersangka pada sindikat interna-
Tipe A2 Juanda sedang dilakukan jumpa pers dan serah sional peredaran narkotika. kppbc juanda

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 23


DAERAH KE DAERAH

K
antor Wilayah Direktorat
RAKERWIL DJBC SUMATERA UTARA Jenderal Bea dan Cukai
EVALUASI FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR (DJBC) Sumatera Utara
mengadakan rapat
EKSTERNAL SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KINERJA kerja wilayah selama dua
TAHUN 2009 hari yaitu pada tanggal 16-17 April
2009 bertempat di Aula Kantor
Tujuan diadakannya rapat kerja, yaitu untuk mengevaluasi Wilayah DJBC Sumatera Utara
aktifitas yang telah dikerjakan, permasalahan yang sedang Medan di Belawan. Rapat kerja di-
hadiri oleh seluruh satuan kerja di
dihadapi, serta upaya solusi dalam pemecahan masalah lingkungan Kantor Wilayah DJBC
FOTO-FOTO : DEDEK SUSANTO Sumatera Utara beserta seluruh
Pejabat eselon tiga. Rapat kerja
wilayah merupakan tindak lanjut
rapat kerja DJBC sesuai Intruksi
Direktur Jenderal Bea dan Cukai
Nomor : INS-01/BC/2009 tanggal
25 Maret 2009 Tentang Tindak
Lanjut Hasil Rapat Kerja DJBC De-
ngan Menteri Keuangan.
Sebagai langkah persiapan, Kan-
tor Wilayah membentuk panitia
rapat kerja dengan ketua panitia
Jan Pieter Sigalingging yang
berfungsi untuk mengakomodir dan
memperlancar pelaksanaan rapat
kerja. Selanjutnya meminta
kepada seluruh satuan kerja di ling-
kungan Kantor Wilayah DJBC
Sumatera Utara agar mengirimkan
bahan raker meliputi laporan, per-
masalahan yang sedang dihadapi,
kendala atau hambatan yang
berkaitan dengan aktifitas masing-
masing satuan kerja.
Selanjutnya panitia mengkom-
KEPALA KANTOR WILAYAH DJBC Sumatera Utara, Ahmad Riyadi (kiri), ketika membuka rapat kerja wilayah pilasi dalam bentuk matriks untuk

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


mempermudah pembahasan. Kategori bahan raker dikelom- sis yang dilakukan dapat diketahui apakah pekerjaaan yang
pokkan menjadi 5 bagian yaitu permasalahan yang dilakukan berhasil atau tidak. Terhadap kegiatan yang dilak-
berhubungan dengan Bagian Umum dan Kepatuhan Internal, sanakan kurang optimal, dapat ditelusuri permasalahannya
Bidang Kepabeanan dan Cukai, Bidang Fasilitas Kepabean- sehingga dapat dicari alternatif pemecahan masalah.
an, Bidang Audit dan Bidang Penindakan dan Penyidikan. Kemudian untuk menindaklanjuti terhadap problem yang di-
Rapat kerja dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wila- hadapi dibutuhkan komunikasi baik internal maupun pihak
yah DJBC Sumatera Utara, Ahmad Riyadi, dengan eksternal dari unit terkait. Perlunya komunikasi kepada pihak
memberikan pengarahan singkat mengenai tujuan diadakan- eksternal, karena keberhasilan DJBC juga dipengaruhi oleh
nya rapat kerja, yaitu untuk mengevaluasi aktifitas yang telah peraturan dari instansi yang berwenang.
dikerjakan, permasalahan yang sedang dihadapi serta upaya Sesi terakhir pada hari kedua dilakukan review terhadap
solusi dalam pemecahan masalah. Kanwil mengharapkan seluruh pembahasan atas seluruh materi yang ada.
agar raker dilaksanakan dalam suasana yang fleksibel, tidak Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah memberi masukan dan
kaku, nyaman, walaupun sifatnya formal namun sasaran evaluasi terhadap jalannya raker ataupun diskusi yang
dapat tercapai. dilakukan selama dua hari. Dapat disimpulkan bahwa raker
Raker ini merupakan upaya koordinasi dalam rangka men- dapat menyelesaikan seluruh pembahasan meliputi hal-hal
capai target yang dibebankan atau sasaran yang ingin yang berkaitan dengan isu yang berkembang pada masing-
dicapai dan diharapkan dapat menerima masukan, pendapat, masing satuan kerja serta solusi pemecahannya.
sebagai bahan informasi yang berguna dalam pengambilan Namun, masih ada persoalan yang memerlukan kajian
keputusan yang bersinergi dari masing-masing satuan kerja. lebih mendalam dari satuan kerja yang diharapkan dapat
Kemudian, jika ditemukan permasalahan selanjutnya dapat diselesaikan dengan mekanisme yang ada mengacu kepada
diketahui siapa yang bertanggung jawab untuk penyelesai- target waktu yang diberikan. Diskusi berjalan dengan baik
annya. dan diharapkan agar dikomunikasikan kembali secara
Tahun Anggaran 2008 Direktorat Jenderal Bea dan Cu- hirarkis dari masing-masing satuan kerja. Hasil raker dibuat
kai dapat melaksanakan tugasnya dengan baik antara dalam bentuk matriks dan disampaikan dalam bentuk
lain target yang ditetapkan dapat dicapai, bahkan melebihi instruksi Kepala Kantor Wilayah kepada masing-masing satu-
target. Namun, timbul pertanyaan kepada kita semua : an kerja untuk ditindaklanjuti.
apakah tahun 2009 merupakan tahun keberhasilan? Rapat kerja ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Wila-
Untuk itu, pegawai bea cukai harus menjawab pertanyaan yah dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta
ini dengan perbuatan dengan semangat yang tinggi raker dan kepada seluruh panitia yang sudah bekerja maksi-
sehingga tugas yang dibebankan dapat dilaksanakan se- mal, dengan harapan kepada seluruh peserta raker untuk
suai harapan. melaksanakan tugas secara bersama-sama yang dibebankan
Tahun 2009 adalah tahun masa sulit karena situasi krisis kepada kita. Raker diakhiri dengan doa dan foto bersama.
global yang melanda dunia mengakibatkan beban yang Hulman Simbolon
dihadapi semakin berat. Walaupun dalam suasana yang ser- Koresponden Daerah WBC Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara
ba sulit, Kakanwil mengharapkan
agar pegawai bea cukai tetap
bekerja keras agar mampu meng-
atasi serta keluar dari kondisi
yang ada. Dengan kata lain, per-
siapan yang baik merupakan kun-
ci keberhasilan.
Dari pelaksanaan raker dapat
diketahui fakta-fakta internal
yang terjadi di lapangan antara
lain meliputi :
l Sumber daya manusia yang
masih kurang;
l Masih ada pensiunan Bea
Cukai yang menempati ru-
mah dinas;
l Adanya aset yang belum me-
miliki sertifikat tanah;
l Adanya perbedaan data pe-
nerimaan bea masuk dan
cukai antara KPPBC dengan
KPPN;
l Laporan kegiatan yang be-
lum tepat waktu;
l Aplikasi sistem komputerisasi
yang belum berjalan normal;
l Kasus-kasus yang belum se-
lesai ditangani;
l Masalah pengawasan barang
antar pulau;
l Sarana dan prasarana peng-
awasan.

Analisis faktor-faktor internal


dan eksternal yang dilakukan
secara cermat merupakan modal
untuk mencapai keberhasilan RAPAT KERJA dihadiri oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara beserta
tahun 2009. Berdasarkan anali- seluruh Pejabat eselon tiga

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 25


DAERAH KE DAERAH

DARI KISAH

OPERASI PITA MERAH


JAKARTA
Operasi Pita Merah Jakarta, adalah salah pul peredaran pita cukai pertama di Jakarta. Pada pertengahan Agus-
satu operasi penegakan hukum dalam tus 2007 berhasil didapatkan informasi perihal seorang kurir pita cukai
bidang Cukai yang dilakukan oleh Kantor palsu bernama UJ yang sering menawarkan sampel pita cukai palsu
Wilayah (Kanwil) DJBC Jakarta. Operasi
di daerah Jakarta Barat. UJ segera ditetapkan sebagai target operasi
utama dan dimanapun keberadaannya selalu ditempel ketat oleh ang-
yang berlangsung pada pertengahan gota tim intel Kanwil Jakarta.
hingga akhir tahun 2007 ini merupakan Setelah melewati serangkaian pengintaian, maka pada suatu ma-
operasi yang berskala besar. Tulisan lam UJ yang sedang mabuk berat terdengar mengumbar cerita
dibawah ini akan memperlihatkan bagai- kepada temannya sesama penjudi di kawasan lokalisasi Kali Jodo
mana operasi ini dijalankan. Jakarta Barat bahwa ia tengah menangani proyek besar. Seseorang
Sekalipun telah berlangsung dua tahun yang ia sebut-sebut sebagai bos, memberinya kepercayaan untuk
mengurus pesanan berupa beberapa rim pita cukai. Saat itu, ia tidak
lalu, namun dari kronologis cerita ini menyebutkan siapa nama bos tersebut dan berapa jumlah
diharapkan mampu mengangkat moral sebenarnya dari pesanan itu. Namun secara setengah sadar, ia juga
petugas Bea dan Cukai di lapangan. bercerita bahwa dalam beberapa hari ke depan ia akan mengantarkan

O
paket pertama berupa beberapa rim pita cukai palsu kepada bosnya.
perasi Pita Merah Jakarta dikatakan sebagai operasi ber- Obrolan sambil mabuk itu terus berlanjut hingga dini hari. UJ bahkan
skala besar karena operasi ini melibatkan seluruh elemen memperlihatkan beberapa keping pita cukai yang dikatakan sebagai
dan sumber daya manusia serta memakan waktu yang barang contoh kepada teman-temannya. Dari pengamatan anggota
tidak singkat. Operasi yang berlangsung dua tahun yang unit pengintai, keping tersebut adalah pita cukai untuk hasil tembakau
lalu ini diketahui sebagai satu-satunya operasi yang yang diduga palsu. Berbekal informasi tersebut, maka kegiatan
mampu membongkar dua jaringan peredaran pita cukai palsu dari hilir pengintaian atas pergerakan UJ semakin diperketat dan personil untuk
hingga ke hulu dan akan selalu dikenang oleh mereka yang terlibat pengintaian ditambah.
langsung di dalamnya.
Operasi ini terbagi menjadi dua, Pita Merah Jakarta I dan II. Pita TANGGAL 4 OKTOBER 2007
Merah Jakarta I adalah operasi penindakan untuk peredaran pita cukai Aktifitas kegiatan UJ meningkat. Ia semakin sering bepergian
palsu hasil tembakau, dan Pita Merah Jakarta II untuk penindakan keluar rumah dan ke beberapa tempat. Dari sekian banyak
peredaran label MMEA palsu. tempat yang ia datangi, kawasan Kalibaru di sekitar Senen dan
Pada awalnya operasi ini hanyalah operasi penindakan, penertib- lokalisasi Kalijoodo di Jakarta Barat adalah tempat-tempat yang
an sekaligus sosialisasi atas peraturan perundang-undangan Cukai di paling sering dikunjungi. Ia bisa dua hingga tiga kali berkunjung
beberapa tempat penjualan di Jakarta. Inti pelaksanaan operasi ini ke kawasan Kalibaru hanya untuk bertemu beberapa orang.
adalah melakukan penertiban atas tempat-tempat penjualan eceran Untuk Kalijodo, ia biasa datang diatas pukul lima sore dan keluar-
MMEA impor berikut barang-barang yang diperdagangkan. masuk lagi ke tempat tersebut hingga dini hari.
Namun ternyata setelah operasi penertiban TPE (Tempat Penim-
bunan Ekspor) dilakukan, ditemukan masih banyak BKC-BKC (Barang TANGGAL 6 OKTOBER 2007
Kena Cukai) yang dilekati pita cukai palsu. Bahkan dalam salah satu Dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, tim pengintai melihat perubahan
penindakan pada tanggal 18 Juni 2007 di sebuah gudang penimbunan pola tindak UJ. Ia lebih sering berada di sekitar rumah susun Tambora.
MMEA milik PT.RAJ di kawasan Kayu Putih Jakarta Timur, ditemukan Ia tidak bepergian ke tempat-tempat lain seperti biasanya, namun
beberapa lembar label cukai MMEA palsu. Sempat beredar hanya duduk-duduk saja di areal rumah susun tersebut. Tim segera
sinyalemen bahwa pita cukai maupun label cukai tersebut sebenarnya melaporkan pekembangan kepada Kepala Seksi Intelijen dan Kepala
berasal dari Jakarta. Mengetahui hal tersebut, Kepala Bidang Penin- Seksi Penindakan Kanwil Jakarta. Sebagai tindak lanjut, maka
dakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jakarta, Septia Atma, memerin- dikirimkan tambahan personil untuk mengantisipasi perkembangan.
tahkan jajarannya untuk menindaklanjuti dan menemukan dimana Sekitar pukul 14.00 anggota tim Intelijen dan tim Penindakan Kanwil
lokasi percetakan sekaligus membongkar jaringan peredarannya. Jakarta sudah menyebar di berbagai titik di sekitar rumah susun
Tambora. Mereka telah memetakan wilayah mulai dari pelataran parkir
OPERASI PITA MERAH JAKARTA I di dalam dan di luar rusun, jalanan, hingga ke ujung jalan raya yang
Secara resmi operasi dengan sandi Pita Merah Jakarta digelar menghubungkan Tambora dengan Grogol. Beberapa mobil yang digu-
pada 18 Juni 2007. Langkah awal operasi ini adalah mencari informasi nakan oleh tim Kanwil juga tersebar dan terparkir di beberapa posisi
perihal peredaran maupun kemungkinan-kemungkinan keberadaan yang strategis dan tidak mengundang perhatian.
lokasi percetakan pita cukai palsu. Operasi ini bersifat sangat tertutup Saat itu, UJ masih terlihat berada di sekitar rumah susun dan
dan selain Kepala Bidang P2 beserta para Kepala Seksi, hanya sesekali mengendarai motornya ke arah SPBU yang ada di ujung
beberapa personil dari Bidang P2 saja yang mengetahui. Saat itu se- jalan masuk menuju komplek rusun. Di SPBU ia terlihat bertemu se-
mua petugas dari unit intelijen Kanwil Jakarta menyebar mencari seorang yang mengendarai sepeda motor. UJ tampak bercakap-cakap
informasi ke seluruh penjuru DKI Jakarta dan sekitarnya. Perintah dengan serius selama beberapa saat sebelum keduanya berpisah.
yang diberikan kepada mereka sangat jelas, jangan pulang sebelum Selanjutnya UJ kembali masuk ke dalam komplek rusun.
mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kelanjut- Kawasan Tambora pada siang hari dipenuhi oleh lalu lalang manu-
an operasi. sia dan berbagai jenis kendaraan sehingga suasana di wilayah itu
Unit intelijen ini berhasil mengumpulkan informasi meskipun sedikit panas dan pengap. Namun pada sekitar pukul 16.00, hujan deras
demi sedikit. Potongan-potongan informasi berhasil disusun dan mengguyur daerah itu hingga selepas magrib. Suatu ketika, UJ terlihat
saling dikaitkan sehingga bidang P2 Kanwil Jakarta mendapatkan sim- berjalan kaki keluar dari komplek rusun mengarah ke SPBU di tengah

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


hujan. Hal ini tak lepas dari pengamatan anggota tim yang mengirim sebagai tempat usaha pengetikan, ia juga sering terlihat berada di Kali
beberapa anggota untuk membayangi. Belum sampai di SPBU, UJ Jodo bersama seseorang bernama SL, dan AL mengontrak rumah di
dihentikan oleh seorang lelaki yang bersepeda motor. UJ terlihat daerah Paseban Jakarta Timur. Tim telah mengantongi alamat rumah
mengambil sebuah tas yang diserahkan oleh pengemudi motor. UJ kontrakan ini dan juga mendapatkan nomor telepon yang sering
segera kembali menuju komplek rusun sementara pengendara motor digunakan SL. Sebagian anggota tim langsung bergerak menuju wila-
bergegas memutar balik ke arah SPBU. Tim bayangan segera terbagi yah Paseban untuk melacak keberadaan AL. Sementara sisa anggota
dua, satu tetap mengintai UJ dan satu lagi mengikuti pengemudi motor tim kembali ke kantor dan mengadakan brieffing singkat untuk menen-
ke arah SPBU. tukan langkah berikutnya.
Di sebuah tempat yang teduh tak jauh dari gerbang rusun, UJ Tim pencari AL kembali dengan membawa berita bahwa yang ber-
tampak membuka tas tersebut dan mengeluarkan isinya. Anggota tim sangkutan bergegas pergi dari kontrakannya kira-kira pukul 12 malam.
yang bersiaga di sekitarnya langsung bisa melihat bahwa barang yang Info tersebut didapat dari tetangga yang tinggal di samping
disimpan dalam tas adalah dua kemasan berbentuk persegi dengan kontrakannya. AL terlihat membawa serta istri berikut barang-barang-
dimensi dan warna mirip rim pengemas pita cukai. Tim segera nya. Rumah kontrakannya ditinggalkan begitu saja dan barang-barang
mengambil keputusan untuk segera mengamankan UJ. Maka, dalam yang tersisa dibiarkan saja berserak di lantai.
hitungan detik anggota tim bergegas menangkap dan menarik UJ ke Sementara itu, di ruang penyidikan sedang dipersiapkan kegiatan
dalam mobil tim P2. Ia berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Kemasan untuk bisa memancing SL. EM bersedia mencoba menghubungi
rim yang dibawanya pun turut dimasukkan ke mobil untuk kemudian menggunakan nomor telepon yang sebelumnya didapat dari Kalijodo.
dibuka, dan sesuai dengan dugaan awal ternyata isinya memang Ia merasa bisa dan pernah bertemu SL sebelumnya. Penyidik
benar pita cukai palsu. mengingatkan agar EM tidak berbicara menggunakan kode-kode
Melalui telepon, anggota tim yang lain segera dikontak. Informasi- tertentu yang bisa menimbulkan kecurigaan SL. Maka, pada pagi hari
nya adalah mencari pria bermotor yang tadi terlihat menyerahkan tas sekitar pukul 09.00, EM berhasil menghubungi nomor telepon SL dan
berisi pita cukai tadi kepada UJ. Beruntung pria tersebut masih berada diangkat. EM mengatakan bahwa ia membawa uang hasil pembayar-
dalam pengawasan sebagian anggota tim yang lain. Pria tersebut an pita cukai yang kemarin diserahkan oleh AL. Ia juga menambahkan
terlihat sedang berteduh di sebuah warung di dekat SPBU Tambora. Ia bahwa si pemesan pita cukai ingin bertemu langsung karena
segera diamankan. kemungkinan akan ada pesanan tambahan dalam jumlah besar.
Sempat terjadi perlawanan dari pria tersebut, ia menolak ditang- Umpan sudah dilempar dan ikan sudah diarahkan untuk mende-
kap bahkan menyerang petugas. Namun hal itu dapat diatasi dengan kat. Tim bergerak “menjemput” SL ditempat yang sudah direncanakan.
mudah, pria itu dapat segera dilumpuhkan sekaligus diborgol Sesuai kesepakatan, EM mengatakan akan menemui SL sekaligus
pergelangan tangannya untuk kemudian digelandang ke dalam mobil memberikan uang pembayaran di suatu tempat di kawasan Kayu Ma-
anggota tim yang datang untuk mem-back up. Dari KTP yang dibawa, nis Jakarta Timur. Kebetulan SL mengatakan bahwa ia akan berada di
diketahui bahwa pria tersebut bernama EM dan ia mengakui bahwa sekitar Pasar Pramuka kurang lebih pukul 11 siang. Sekitar pukul 10
memang betul ia yang tadi menyerahkan pita cukai palsu sejumlah siang anggota tim P2 Kanwil Jakarta sudah tersebar di beberapa titik
dua rim kepada UJ. di sepanjang jalan Kayu Manis Jakarta Timur. EM diposisikan berada
Penangkapan keduanya berlangsung cepat, memakan waktu tak di dalam mobil dan bertugas untuk melakukan identifikasi. Ciri-ciri fisik
lebih dari sepuluh menit pada sekitar pukul 19.00 malam.UJ dan EM SL telah terlebih dulu diberitahukan kepada para anggota di lapangan.
segera dibawa ke Kanwil DJBC Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Sesuai kesepakatan awal, SL benar-benar datang pada sekitar
Melewati serangkaian proses pemeriksaan marathon, keduanya mulai pukul 11.30 untuk mengambil uang pembayararan penjualan pita cu-
‘bernyanyi’. UJ mencoba melunakkan penyidik dengan menawarkan kai palsu. Dari dalam mobil, EM menunjuk seorang laki-laki
nama jaringan pengedar pita palsu yang lain, ia menyebut nama KY. berkacamata yang mendekat dengan mengendarai sepeda motor. Ia
Penyidik memasukkan data tersebut dalam list target operasi mengenali dan meyakini orang tersebut adalah SL. Lelaki bermotor itu
selanjutnya. UJ juga menyebutkan beberapa lokasi tempat nongkrong segera disergap dan dimasukkan ke dalam mobil. Pada saat
KY. Untuk dua rim pita cukai palsu yang sedang ia bawa saat digeledah, tidak ditemukan identitas apapun yang dibawa oleh lelaki
ditangkap, ia mengaku tidak tahu menahu kepada siapa pita cukai ter- itu. Dia tidak membawa SIM, KTP, STNK atau bukti diri lain. Hanya
sebut akan diantar. Ia hanya menerima perintah dengan telepon. sebuah telepon genggam yang sudah dihapus rekaman telepon dan
Sementara untuk tersangka EM, menyebut nama SL sebagai pesannya. Namun ia mengakui bernama SL, dan ia mengenal EM
orang yang menjadi sumber asal dua rim pita cukai tersebut. Ia juga maupun UJ yang sudah ditangkap, serta ia juga mengenal AL yang
mengatakan bahwa bisa membantu penyidik untuk menemukan SL saat itu sudah ditetapkan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) . SL
melalui perantaraan seseorang yang bernama AL. AL, sesuai langsung dibawa ke Kanwil DJBC Jakarta untuk disidik dan diperiksa.
pengakuan EM, bisa ditemui di kawasan Kalijodo. AL juga mengenal Pemeriksaan atas SL berlangsung lama. SL lebih sering berbelit-
UJ, sehingga diambil kesimpulan bahwa AL kemungkinan mengenal belit dalam menjawab pertanyaan penyidik dan berulang kali
siapa saja yang terlibat dalam sindikat ini. mengganti keterangannya. Ia mengatakan bahwa pita cukai yang
diserahkan kepada UJ melalui AL adalah pita cukai yang dibuat oleh
TANGGAL 7 OKTOBER 2007 FL alias FA alias RL. Namun ia sama sekali tidak bisa menemui atau
Sekitar pukul 01.00 dini hari, tim P2 Kanwil bergerak menuju lokali- menghubungi RL dikarenakan selama ini selalu RL-lah yang
sasi Kalijodo membawa serta EM untuk mencari AL. Saat berada di menghubunginya dengan nomor telepon yang tidak pernah sama. Ia
dalam lokalisasi, EM menunjukkan tempat dimana AL sering bertemu juga tidak tahu dimana tempat tinggal dan tempat bekerja RL karena
UJ sekaligus sebagai tempat dimana mereka berdua biasa berjudi. selama ini ia selalu bertemu di stasiun Senen, termasuk pada saat
Namun karena AL tak terlihat sedang berada di tempat tersebut, maka transaksi dua rim pita cukai palsu kemarin. Namun dengan kesabaran,
anggota tim menyebar mencari ke penjuru lokalisasi. Ini sebenarnya akhirnya SL melunak juga. Ia mulai terbuka kepada penyidik pada saat
hal yang agak nekat, mengingat tim mencari AL hanya berbekal pemeriksaan maraton mendekati pukul 21.00 WIB. Namun apa yang
keterangan EM mengenai ciri-ciri fisik AL saja. Dan saat itu para ang- diinginkan penyidik dari SL belum diperoleh. Sesuai dengan
gota tim belum dibekali senjata api, sementara lokalisasi Kalijodo keterangan dari UJ dan EM bahwa SL sebenarnya tahu banyak me-
adalah kawasan prostitusi dan judi yang memiliki tingkat kerawanan ngenai peredaran sekaligus pencetakan pita cukai palsu di Jakarta.
tinggi di DKI Jakarta. Saat itu, seluruh anggota tim hanya berbekal Hingga hari berganti, SL tetap tidak bergeming. Ia masih bersikukuh
surat perintah, HP, dan semangat tinggi. Mengingat pesan Kepala Bi- pada keterangan awalnya. Sekali dua kali ia memberikan keterangan
dang P2 bahwa, penangkapan kurir sore itu hendaknya diikuti dengan yang berbeda saat pertanyaan yang sama ditanyakan kembali.
penangkapan-penangkapan lain hingga ke tingkat percetakan untuk Terpeleset? Itu sudah cukup bagi penyidik untuk meyakini bahwa ma-
dapat mengungkap jaringan pita cukai palsu di Jakarta. sih ada fakta yang masih disembunyikan SL.
Setelah mencari beberapa lama dan tidak menemukan AL, maka
tim baru kembali ke kantor sekitar pukul 04.00 pagi. Namun tim telah TANGGAL 8 OKTOBER 2007
mendapatkan informasi baru yang dikumpulkan dari KaliJodo. Tersangka UJ dan EM dititipkan ke rutan Salemba. Proses pemin-
Informasinya bahwa AL menyewa sebuah los di perempatan Pramuka dahan itu sengaja dipertontonkan kepada SL. Ia terlihat berpikir keras

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 27


DAERAH KE DAERAH

Kalibaru Timur. Saat itu tengah masa bulan puasa Ramadhan, sehing-
ga biasanya memang banyak warga keluar rumah atau berjalan-jalan
menunggu waktu buka puasa. Banyaknya warga yang berjalan-jalan
dan berkerumun di sepanjang Jalan Kalibaru Timur sedikit menyulitkan
petugas. Namun SL mencoba meyakinkan petugas, dengan
menjanjikan bahwa ia akan mengusahakan posisi RL akan sedekat
mungkin dengan mobil penangkap. SL sendiri diposisikan tetap di
dalam salah satu mobil untuk dapat mengidentifikasi RL, ia tetap dija-
ga agar jangan sampai keluar atu memberikan kode kepada RL.
Komunikasi antara SL dengan RL semakin intens, sepertinya RL
betul-betul menaruh kepercayaan kepada SL. SL yang telah
mengetahui keberadaan RL di sekitar lokasi itu langsung menunjukkan
kepada petugas posisi dan ciri-ciri RL, dan berbekal informasi itu
anggota tim yang berada di luar mobil langsung dapat menemukan RL
dengan mudah. Pada sekitar pukul 16.30, RL berhasil dipancing untuk
mendekati salah satu mobil Tim P2 Kanwil. Saat itu, tiga petugas yang
bersiaga di luar sudah berada persis di samping RL. Pada saat yang
tepat, RL langsung dirangkul dan dibawa ke mobil. RL sempat sedikit
meronta namun segera setelah petugas menunjukkan surat perintah
dan Kartu Tanda Anggota, maka RL menuruti perintah tanpa
perlawanan sedikitpun. Ia segera didorong masuk ke dalam mobil.
SAAT KONFERENSI PERS hasil dari Operasi Pita Merah Jakarta Tahun 2007, Pada pukul 16.34, RL sudah berhasil diamankan dan dibawa ke
beberapa waktu yang lalu. Kakanwil ketika itu dijabat oleh Nasir Adenan. Kanwil DJBC Jakarta.
Selama dalam perjalanan menuju Kanwil, RL sudah dicecar de-
setelah melihat kejadian itu. UJ dan EM pindah ke rutan Salemba ngan berbagai pertanyaan seputar proses pencetakan dan distribusi
pada sekitar pukul 12.00 siang. Setelah pemindahan, penyidik lebih pita cukai palsu. Berlainan dengan SL, tanpa perlu waktu lama dan
sering meninggalkan SL sendirian di dalam ruangan setelah memberi- berbelit-belit RL langsung mengakui semua perbuatannya. Di dalam
kan satu dua pertanyaan singkat. Pertanyaan itu lebih mengarah mobil ia sudah mengakui bahwa ia memang menerima cetak negatif
kepada permintaan agar SL mau merenungi apa yang sudah ia per- film untuk pencetakan pita cukai dari SL. Ia bertugas untuk membuat
buat dan apa sanksinya jika ia tidak terbuka.Malam itu, ia mengakui masterplat cetakan dari dasar negatif film yang diterimanya dari SL. RL
adanya sistem dalam penyerahan dan pemesanan pita cukai palsu. sudah sering melakukan hal tersebut, dan ia biasa mengerjakan tugas-
Menjelang pagi, ia menambahkan keterangan bahwa ia juga yang nya pada malam hari. Proses pencetakannya juga selalu dikerjakan
men-setting master cetakan untuk pencetakan pita cukai. Master ne- pada malam hari. RL sendiri juga bertugas sebagai pengawas kendali
gatif film tersebut selanjutnya ia serahkan kepada RL untuk kemudian mutu (quality control) untuk hasil cetakan yang telah diproduksi.
dicetak. Ia mengaku tidak tahu menahu dimana dan bersama siapa Setibanya di kantor, semua keterangan RL segera dituangkan da-
RL mencetak pita cukai tersebut. lam BAP. Yang paling penting, pertanyaan seputar dimana dilakukan
proses pencetakan sekaligus penanggung jawab pencetakan tersebut.
TANGGAL 9 OKTOBER 2007 RL-pun diminta untuk membantu mencari lokasi percetakan.
Sekitar pukul 12.00 siang muncul pengakuan mengejutkan dari Ia bercerita bahwa selama ini proses pencetakan dilakukan di tem-
SL. SL akhirnya mengaku bahwa ia bisa menghubungi RL. Ia meralat patnya bekerja, yaitu sebuah percetakan CV. SA milik EA di Jalan
keterangan awalnya, yang mengatakan bahwa ia tidak tahu menahu Kalibaru Timur, Jakarta Pusat. RL bekerja di tempat itu sebagai opera-
perihal proses pencetakan selanjutnya. SL mengatakan bahwa ia tahu tor mesin. RL mengatakan bahwa percetakan tempatnya bekerja
kapan masternya akan naik cetak, bahkan ia tahu bahan apa saja sudah sering mencetak pita cukai palsu. Biasanya proses pencetakan
yang digunakan berikut komposisinya karena ia sering berbelanja ke- diawali dengan adanya permintaan order dari SL yang sekaligus
butuhan cetak seperti kertas dan tinta bersama RL. Ia juga menam- menyerahkan master negatif film dan terkadang disertai dengan pem-
bahkan keterangannya bahwa ia bisa menghubungi RL. bayaran uang muka. Permintaan order ini akan diajukan dulu kepada
SL akan berpura-pura meminta bertemu RL, pembeli pita cukai EA untuk meminta persetujuan. Jika EA bersedia, maka keseluruhan
dengan alasan barang yang kemarin dikirim ada kesalahan dalam proses pencetakan akan dikerjakan di percetakan miliknya. Proses
proses pencetakan. Ia yakin RL akan percaya, karena selama ini RL pencetakan mengambil waktu malam hari agar tidak menarik
memang bergantung kepada SL perihal pencetakan pita. Bahkan ia perhatian dan tidak mengganggu usaha percetakan barang lain yang
juga mengakui bahwa di luar RL ia juga memberikan sejumlah sample legal. RL mengatakan bahwa selain SL, ada orang lain yang juga
negatif film kepada orang lain. Salah satu negatif, berupa negatif film FOTO-FOTO DOK. KANWIL JAKARTA
label MMEA impor, sempat ia berikan kepada seseorang bernama KY
beberapa waktu yang lalu. Master inipun dikatakannya akan segera
naik cetak.
SL juga memberi keterangan kepada penyidik dimana bisa mene-
mukan KY. Ia juga menambahkan bahwa ia sudah sempat
diperkenalkan kepada seseorang yang bernama KK, yang oleh KY
diakui sebagai bosnya. Mengingat nama KY sudah dua kali muncul
maka untuk kasus ini, langsung ditindaklanjuti dengan membentuk tim
pencari yang bertugas melokalisir keberadaan kedua orang tersebut.
Semua pengakuan ini baru dikeluarkan setelah SL terlebih dulu
menginap di Kanwil DJBC Jakarta. Penyidik benar-benar bekerja
ekstra keras saat memeriksanya waktu itu.
Maka setelah semua keterangan dirasa cukup, tim mempersiapkan
penangkapan RL. SL mencoba memancing RL dengan menelponnya
dan mengatakan bahwa akan ada pesanan tambahan, sekaligus
komplain dari pembeli. Untuk itu ia sudah mempersiapkan master ne-
gatif yang baru dan meminta RL menemuinya di tempat biasa mereka
bertemu. SL dan RL sepakat bertemu di sekitar Jalan Kalibaru Timur
Jakarta Pusat. Sore itu pada sekitar pukul 15.00, para anggota P2 MESIN CETAK PEMBUAT PITA CUKAI yang juga berhasil diamankan
Kanwil Jakarta sudah membaur dengan warga di sepanjang Jalan petugas Penindakan Kanwil DJBC Jakarta.

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


BARANG BUKTI PITA CUKAI PALSU MMEA tahun 2007 yang berhasil BARANG BUKTI PITA CUKAI TEMBAKAU PALSU tahun 2007 lainnya yang
diamankan aparat P2 Kanwil Jakarta. juga berhasil diamankan.

memesan cetakan pita cukai palsu kepadanya yaitu RC alias SM. RL untuk membersihkan jaringan UJ ini. Untuk itu, tim melakukan
berjanji akan membantu tim P2 Kanwil untuk menemukan RC. pengejaran dan pencarian atas RC alias SM dengan bantuan RL.
Maka petang itu juga, tim penangkap kembali bergerak ke jalan Penangkapan atas RC dilakukan di sebuah rumah makan di kawasan
Kalibaru Timur I untuk menemukan lokasi percetakan sekaligus Kemayoran setelah dipancing oleh RL. Setelah RC ditangkap, ia
menangkap EA. Pada sekitar pukul 19.00, lokasi percetakan sudah segera dibawa ke Kanwil DJBC Jakarta untuk menjalani proses peme-
dapat dipetakan. Anggota tim segera melakukan koordinasi dengan riksaan. Pada saat disidik, RC mengakui bahwa ia memang memesan
perangkat wilayah setempat. Maka pada sekitar pukul 19.30 dengan cetakan pita cukai palsu kepada RL. Pita cukai sejumlah 5 (lima) rim
disaksikan oleh pemilik bangunan (EA dan keluarganya), dilakukan yang dipesannya dari RL sudah diserahkan kepada seseorang yang
penggeledahan atas percetakan tersebut. bernama HA yang bertempat tinggal di daerah Pondok Gede kemarin
Dalam penggeledahan yang berlangsung mulai pukul 19.30 tanggal 9 Oktober 2007.
hingga 21.00 tersebut, ditemukan berbagai macam alat bukti yang Sesuai dengan alamat yang diberikan oleh RC, maka tim bergerak
mendukung terjadinya tindak pidana di bidang cukai tersebut. Sejum- ke wilayah Pondok Gede untuk mencari dan menemukan HA. RC
lah barang bukti seperti 15 rim lebih barang jadi berupa pita cukai memberikan dua alamat yang dimilki oleh HA. Alamat yang diberikan
palsu untuk hasil tembakau berbagai seri yang disembunyikan di oleh RC setelah diperiksa ternyata adalah alamat toko dan alamat
tumpukan bahan baku alat cetak ditemukan pada pukul 19.48, rumah. Pada tanggal 9 Oktober 2007 tersebut, RC menyerahkan 5 rim
menyusul kemudian pada pukul 19.50 ditemukan mesin yang pita cukai yang diambilnya dari RL kepada HA di lokasi toko tersebut.
digunakan untuk mencetak pita cukai palsu tersebut. Kemudian pada Untuk alamat rumah, setelah terlebih dulu berkoordinasi dengan
pukul 19.52, tim menemukan master plat cetak yang disembunyikan perangkat sipil setempat, maka dilakukan penggeledahan di rumah
disela-sela plat-lainnya, dan pukul 19.58 berhasil ditemukan juga 18 tersebut. Alamat tersebut memang betul alamat rumah HA, namun
lembar master film negatif pita cukai hasil tembakau yang pada saat itu hanya ada kerabatnya saja karena HA dan keluargnya
disembunyikan di salah satu ruangan dalam percetakan tersebut. sedang pulang mudik lebaran ke Jepara Jawa Tengah. Saat
Berkaitan dengan temuan-temuan tersebut diatas dan keterangan penggeledahan di rumah HA, ditemukan sejumlah barang bukti tam-
para tersangka yang sudah ditangkap sebelumnya, maka dilakukan bahan seperti lembaran hologram untuk master cetak pita dan
penyegelan atas pintu bangunan dimana dilakukan proses pencetakan beberapa lembar pita cukai untuk hasil tembakau yang diduga palsu.
pita cukai palsu. Untuk barang-barang yang diduga terkait dengan
pelanggaran cukai tersebut dilakukan penyitaan sekaligus membawa TANGGAL 23 OKTOBER 2007
EA ke Kanwil DJBC Jakarta. Sejak pelaksanaan penggeledahan kediaman HA pada tanggal 10
Oktober 2007 sebelumnya, Tim P2 Kanwil memutuskan untuk terus
TANGGAL 10 OKTOBER 2007 melakukan pengintaian atas rumah tinggal dan tempat usaha HA. Tim
Proses penindakan belum selesai meskipun tim telah berhasil berkeyakinan bahwa HA pasti akan pulang ke rumahnya suatu saat
menemukan lokasi percetakan. Bidang P2 Kanwil Jakarta bertekad nanti. Para anggota unit surveillance secara bergantian melakukan
pengintaian marathon. Setelah hampir setengah bulan mengintai,
maka pada pagi hari tanggal 23 Oktober 2007 HA terlihat tiba di
rumahnya. Para pengintai segera meminta back up personil dan pe-
nyidik untuk pelaksanaan penangkapan. Pada malam harinya, dengan
didampingi oleh istri dan anggota keluarganya HA dapat dibawa ke
Kanwil Jakarta tanpa perlawanan.
Untuk kasus sindikat pengedar dan pencetak pita cukai Hasil Tem-
bakau palsu ini, Tim Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jakarta
berhasil menangkap tujuh orang pelaku berikut sejumlah barang
bukti. Kasus ini sendiri sudah disidangkan di pengadilan negeri Jakarta
Pusat dan telah mendapat kekuatan hukum tetap serta telah diberikan
vonis kepada masing-masing terdakwa.

PITA MERAH JAKARTA II


Berbekal informasi awal yang didapat dari UJ dan SL, unit Surveil-
lance dari tim P2 Kanwil Jakarta sudah menyebar di beberapa wilayah
di Jakarta Barat untuk bisa melacak keberadaan KY maupun KK.

TANGGAL 13 OKTOBER 2007


Para anggota unit masih mencoba meraba keberadaan sekaligus
PETUGAS KANWIL DJBC JAKARTA saat mengamankan barang bukti. mengetahui latar belakang dan identitas siapa sebenarnya KY dengan

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 29


DAERAH KE DAERAH

metode pengumpulan informasi melalui beberapa sumber serta dangkan dua yang lain langsung masuk ke dalam kolam air hangat. Di
elisitasi yang dilakukan di beberapa tempat yang diketahui merupakan dalam Spa, mereka berempat saling bertukar posisi tanpa saling
tempat KY biasa terlihat. berkomunikasi dengan cara apapun termasuk kontak mata. KY terlihat
Dari berbagai info yang dapat dikumpulkan dan disatukan, maka sedang berendam di salah satu sudut kolam sendiri dan seperti
diperoleh keterangan bahwa KY sehari-harinya bekerja sebagai sedang menunggu orang lain.
koordinator sebuah organisasi massa dan biasa mendapat order-order Orang yang ditunggu KY rupanya adalah Mr. X. Ia masuk kurang
pengerahan massa untuk demonstrasi, pengamanan wilayah, lebih setengah jam setelah KY berada di dalam Spa. Mereka terlihat
perebutan lahan atau juga penagih hutang. KY juga diketahui bahwa berbasa-basi sebentar untuk kemudian masuk ke dalam sauna.
saat ini sedang dekat dengan seorang pengusaha yang biasa bekerja Anggota tim tidak serta merta mengikuti pergerakan ini, disamping
di bisnis percetakan dan pemalsuan. Beberapa barang yang dipalsu- karena ada orang-orang lain yang menempel KY juga karena dua
kan antara lain : bilyet giro, cek, sertifikat, deposito bahkan uang. anggota tim sudah berada di dalam ruang sauna sebelumnnya se-
Pada tanggal 13 Oktober 2007, tim berhasil melokalisir keberada- hingga tidak menimbulkan kecurigaan.
an KY dan untuk kali pertama berhasil melakukan kontak visual. KY Pembicaraan di dalam ruang sauna berlangsung dengan serius
segera didokumentasikan dan dimonitor pergerakannya. Saat itu KY dan berkesan sembunyi-sembunyi. KY dan Mr.X beberapa kali
terlihat sedang berada di Hotel Tematik Pluit bersama teman- menghentikan pembicaraan jika ada orang lain masuk dalam ruang
temannya. Dari sana, seluruh pergerakan dan kegiatan KY selalu di- sauna. Setelah dirasa aman, maka pembicaraan dilanjutkan kembali.
monitor oleh unit surveillance Kanwil Jakarta. Mungkin karena kedua anggota tim sudah lebih dulu berada di dalam
sauna maka mereka tidak merasa curiga atau khawatir pembicaraan
TANGGAL 15 OKTOBER 2007 ini dicuri dengar. Dalam pembicaraan itu, KY terdengar menyebut Mr.X
Pada malam hari sekitar pukul 20.00 KY terlihat bertemu bebera- dengan panggilan IN. Tim sempat mengira bahwa Mr.X ini sebenarnya
pa orang lobby Hotel Central di Jalan Pramuka. Ia membicarakan adalah KK, sebagaimana informasi awal yang didapat dari para
masalah pengamanan sebidang tanah di wilayah Sentul dengan tersangka kasus sebelumnya. Saat pembicaraan di ruangan sauna itu,
orang-orang tersebut sebelum kemudian masuk ke dalam cafe hotel KY dan IN juga merulang kali menyebut kata stiker, cetakan,film, asli
tersebut. Di sana ia juga bertemu seseorang, mereka terlihat berbicara dan transaksi.
serius di dalam keremangan cafe. Anggota tim sedikit kesulitan IN juga menegaskan kepada KY agar berhati-hati mengingat
mengidentifikasi maupun mengidentifikasikan siapa lawan bicara KY beberapa waktu yang lalu ada penggerebekan atas sebuah
karena pencahayaan ruangan yang minim. Untuk hal yang mereka percetakan di kawasan Senen dan orang-orang yang diduga terkait
bicarakan pun tak dapat diketahui karena tertutup oleh suara musik ditangkap semuanya. Ia juga mengatakan bahwa ia mengenal pemilik
yang keras. Melihat perkembangan yang tidak menguntungkan dan percetakan itu sekaligus mengatakan betapa bodohnya pemilik
sifat tertutup pertemuan tersebut, maka Tim memutuskan untuk juga percetakan itu karena berani menyimpan barang bermasalah di lokasi
melakukan pengintaian atas lawan bicara KY tersebut. percetakan. IN menegasakan bahwa hal tersebut tidak pernah ia
Keduanya berpisah pada sekitar pukul 01.00 dini hari dan keluar lakukan. Sebaliknya, KY juga mengingatkan IN agar membuat cetakan
dari hotel dengan kendaraan terpisah. Saat diikuti, KY ternyata pulang stiker yang lebih bagus dibanding hasil cetakan sebelumnya.
ke rumahnya dan tidak keluar rumah lagi hingga esok paginya. Pembicaraan tersebut berpindah ke kolam air hangat karena KY
Sementara personil yang bertugas mengikuti arah pergerakan lawan dan IN keluar dari ruang sauna. Isi pembicaraan kurang lebih sama
bicara KY kehilangan jejak disekitar daerah Taman Anggrek. Target dengan hal yang dibicarakan di dalam ruang sauna, tapi di kolam
yang lolos dari pengintaian ini selanjutnya diberi kode Mr. X oleh Tim P2. tersebut IN juga menegaskan kepada KY agar tidak perlu terlalu
Tim surveillance bertekat untuk terus memonitor KY. Karena khawatir karena ia sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk pe-
dengan mengetahui keberadaan KY, bukan tidak mungkin Tim dapat ngiriman nanti. Yang ia maksud segala sesuatu, rupanya adalah lokasi
bertemu kembali dengan Mr.X. dropping barang, lokasi transaksi dan pengamanan pengiriman. Ia
menyebut salah satu instansi penegak hukum sebagai penjamin
TANGGAL 17 OKTOBER 2007 keamanan nanti.
Akhirnya KY kembali bertemu Mr. X. Kali ini pertemuan dilakukan Pembicaraan tersebut berakhir pada sekitar pukul 20.00 malam.
pada sore hari sekitar pukul 18.00 di salah satu meja di cafe Hotel K7 Melihat perkembangan yang ada, dan setelah dilaporkan kepada
di Jalan Kunir. Pertemuan ini seperti biasa, mengambil tempat di sudut pimpinan di Kanwil maka diputuskan untuk melakukan juga
dengan pencahayaan yang minim dan tersamar oleh suara musik. pengintaian kepada IN sekaligus tetap menjalankan pengintaian atas
Anggota tim hanya sempat mendokumentasikan gambar Mr. X pada KY. Mengingat pengamanan yang dimiliki oleh IN, maka unit surveil-
saat ia hendak masuk ke mobilnya setelah berpisah dengan KY. lance berinisitaif menambah personil dan kendaraan serta melakukan
Anggota tim semakin penasaran dengan Mr. X ini mengingat tailling secara estafet. Operasi tailling ini berlangsung dengan
metode pertemuannya dengan KY yang dirasa janggal dan penuh sempurna hingga tim akhirnya dapat mengetahui tempat tinggal IN di
kehati-hatian. Dari pertemuan ini, anggota Tim pun mengetahui bahwa kawasan Rawa Buaya Cengkareng.
pergerakan Mr. X ini dikawal secara tertutup oleh kelompok orang Isi pembicaraan yang dapat dicuri dengar meskipun sepotong-
dengan kendaraan sepeda motor. sepotong itu diduga kuat berhubungan dengan proses pencetakan
Hari itu, unit surveillance hanya mendapatkan foto Mr. X, nomor dan pengiriman pita cukai palsu untuk MMEA (KY dan IN menyebut
polisi berikut merk dan jenis mobil Mr.X, serta nomor-nomor polisi kata stiker).
sepeda motor para pengawalnya.
Melihat pergerakan Mr.X yang sedemikan ketat pengawalannya, 28 OKTOBER 2007
maka setelah berkooordinasi dengan pimpinan di Kanwil maka Pada siang hari sekitar pukul 13.00 tanggal 28 Oktober, KY terlihat
diputuskan untuk “melepas” Mr. X dan tetap melanjutkan pengintaian sedang berada di sekitar Jalan Bandengan Utara. Ia mengumpulkan
atas KY. Sampai dengan tanggal tersebut, belum terlihat kegiatan KY beberapa orang yang diketahui sebagai anak buahnya di sebuah
yang mengarah kepada aktifitas sindikat pengedar pita cukai palsu. organisasi massa. KY mengatakan bahwa besok akan ada proyek
besar, untuk itu ia meminta agar orang-orangnya ikut membantu. Ia
TANGGAL 20 OKTOBER 2007 menjanjikan bonus yang besar jika proyek ini sukses. Anggota tim
Pada siang hari tanggal 20 Oktober 2007, KY termonitor sedang pengintai segera melaporkan perkembangan ini ke P2 Kanwil Jakarta.
menunggu seseorang di pelataran parkir Hotel Kartika Chandra di Sementara itu, dari pengintaian atas rumah IN yang berlangsung
Jalan Gatot Subroto. Dari sana, ia dijemput dengan sebuah mobil oleh marathon, diketahui bahwa IN tidak pernah keluar dari rumahnya.
beberapa orang dan selanjutnya meluncur ke Delta Spa Pancoran di Rumah IN memiliki pagar tembok yang cukup tinggi, dilengkapi kame-
Jalan MT.Haryono. KY terlihat memasuki tempat Panti Pijat dan Sauna ra CCTV di dekat pintu pagar dan dinding rumah, namun hanya
itu bersama satu orang dari tiga penjemputnya. Tim pengintai memiliki satu pintu untuk keluar masuk. Hal ini memudahkan peng-
mengirim empat orang personil yang masuk secara terpisah ke dalam awasan yang dilakukan tim surveillance.
Spa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan akan adanya kejadian penting
Dua orang anggota tim langsung masuk ke ruangan sauna se- esok hari, sudah diterima oleh tim pengintai rumah IN sehingga

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


menambah tingkat atensi mereka. Tetap saja IN tidak keluar dari sama sekali tidak mengetahui. Informasi atas hal tersebut ada di DE.
rumahnya hingga besok siangnya. Berbekal keterangan tersebut, maka tim P2 Kanwil Jakarta akan
melakukan penangkapan atas DE dengan menggunakan pancingan
29 OKTOBER 2007 dari KK alias IN. Disiapkan umpan bahwa IN mencoba menghubungi
KY keluar dari rumahnya di derah Kedaung Cengkareng Jakarta DE dan mengajaknya segera bertemu karena uang pembayaran lima
Barat sekitar pukul 10.00 siang. Dengan masih tetap diintai, ia box pita cukai palsu tadi sudah ditangannya dan sekaligus IN akan
meluncur santai menuju daerah Rawa Bokor. Rupanya ia menuju ru- mengambil sisa barang yang dipesan. Ternyata umpan tersebut diteri-
mah IN. Dengan berboncengan sepeda motor matic, keduanya ma oleh DE, ia menyepakati untuk bertemu di sekitar Apotek Senen di
bergerak ke arah Pluit. Pada sekitar pukul 13.00 mereka memasuki kawasan jalan Kramat Raya pada sekitar pukul 22.00.
Hotel Tematik. Disana ia bertemu dengan para pengawal IN dan IN DE berhasil ditemukan dan ditangkap tanpa perlawanan pada
sendiri. pukul 23.00 dan segera dibawa ke Kanwil Jakarta untuk menjalani
Kedua orang itu keluar dari Hotel Tematik sekitar pukul 15.00 dan proses pemeriksaan. Dari keterangan DE, diperoleh informasi bahwa
kembali berboncengan. Untuk kali ini mereka bergerak ke arah saat itu selain menunggu uang pembayaran dari KK alias IN, ia juga
Mangga Dua, tepatnya ke Hotel Dusit. KY dan IN cukup lama berada sedang menunggu pesanan pita cukai palsu yang sedang dicetak di
di hotel tersebut. Setelah kira-kira empat jam, barulah mereka berdua percetakan GA di Jakarta Pusat.
keluar dari Hotel. KY dan IN terlihat membawa kemasan berwarna Tim segera bergerak ke lokasi dengan kekuatan penuh, dan pada
karton dengan dimensi sedang. Keduanya menyusun kemasan terse- saat pukul 00.00 tepat dilaksanakan penggeledahan sekaligus
but di motor Yamaha Mio Matic yang diintai oleh anggota Tim dan penindakan di lokasi percetakan tersebut. Percetakan GA yang buka
sedang menyamar jadi tukang parkir. Dari posisi petugas pengintai, 24 jam tersebut saat itu memang sedang melakukan pencetakan pita
dapat dipastikan bahwa kemasan tersebut adalah label MMEA palsu cukai MMEA Impor palsu. Dalam penindakan tersebut turut disita 2
karena kemasan paling atas sempat disobek terlebih dulu oleh IN dan (dua) mesin cetak merk Heidelberg yang saat itu sedang melakukan
diambilnya beberapa lembar. Terlihat sangat jelas bahwa lembaran proses pencetakan, 1 (satu) buah plat dan master negatif film cetakan
tersebut adalah label cukai untuk MMEA impor. pita, 1(satu) mesin pembuat plat serta 9.900 lembar pita cukai MMEA
Keduanya keluar dari hotel sekitar pukul 19.00, dan mulai berge- palsu untuk golongan B2. Nilai kerugian negara yang timbul dari tindak
rak berputar-putar mengelilingi kawasan Mangga Dua, Gunung Sahari pidana ini adalah Rp. 21.384.000.000 (dua puluh satu milyar tiga ratus
dan Ancol. Tim surveillance sudah merasakan kejanggalan sejak delapan puluh empat juta rupiah).
keduanya bergerak dari Hotel Tematik. Berkaitan dengan informasi Dari lokasi percetakan GA, 8 (delapan) orang karyawan per-
yang diterima sebelumnya dari tim pengintai di Bandengan dan Delta cetakan yang sedang melakukan proses pencetakan turut dibawa
Spa Pancoran, maka tim surveillance menambah jumlah personil dan ke Kanwil Jakarta.
kendaraan serta memecah satuan pengintai menjadi beberapa unit. Pada dini hari tersebut, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidik-
Masih ditambah tim bantuan tehnik yang berada di sekitar Mangga an Kanwil DJBC Jakarta, Septia Atma dengan didampingi pejabat
Dua. Kepala Seksi di bidang P2 Kanwil Jakarta juga turun ke lapangan
Motor IN dan KY dengan diikuti oleh motor para pengawalnya bersama para anggotanya melakukan penindakan dan
masih berputar-putar di sekitar Ancol, hingga suatu ketika sepeda penggeledahan di percetakan GA tersebut. Bahkan Kabid P2 sempat
motor KY benar-benar mengarah ke lokasi Taman Impian Jaya Ancol. memberikan konferensi pers di lokasi kepada para wartawan media
Dalam suatu kesempatan, sepeda motor KY terpisah jauh dari para cetak dan elektronik yang mengikuti jalannya penindakan ini.
pengawalnya. KY dan IN yang telah melewati pos loket pembayaran
melaju kencang memasuki Taman Impian Jaya Ancol meninggalkan TANGGAL 30 OKTOBER 2007
para pengawalnya yang masih mengantri di loket. Beberapa Pada keesokan harinya, Bidang P2 Kanwil Jakarta mengirim satu tim
kendaraan unit pengintai juga tertinggal di loket pembayaran. Hanya yang terdiri dari petugas intelijen, penindak dan Penyidik untuk melaku-
dua sepeda motor dan satu mobil tim surveillance yang masih bisa kan penggeledahan di lokasi rumah IN alias KK di dareah Rawa Buaya
mengikutinya di dalam lokasi Jaya Ancol. Jakarta Barat. Dalam penggeledahan tersebut, ditemukan sejumlah
Setelah beberapa saat berputar-putar di dalam Taman Jaya Ancol, barang bukti tambahan seperti: beberapa lembaran negatif film pita cukai
sepertinya KY yang mengemudikan sepeda motor baru sadar bahwa palsu serta 1.322 lembar pita cukai MMEA palsu untuk golongan B2.
mereka terpisah jauh dengan para penjaganya. Mereka kemudian Kemudian berdasar atas keterangan DE, ternyata pita cukai yang
berhenti di dekat hotel Horizon. Hal ini tak disia-disiakan oleh para kemarin sempat diberikan kepada IN rupanya dibuat di percetakan
anggota unit pengintai yang masih bisa memonitor. Mereka segera CAG di daerah Kebon Kosong Jakarta Pusat. Pada malam hari sekitar
mengepung dan mengambil alih motor KY. Tanpa perlawanan KY dan pukul 18.00, tim P2 bergerak ke percetakan tersebut dan menemukan
IN berikut lima kemasan yang dibawanya dapat segera ditarik ke sejumlah barang bukti, antara lain: dua lembar pita cukai palsu yang
dalam mobil anggota tim. Penangkapan ini berlangsung sekitar pukul telah dirobek untuk dimusnahkan namun masih tercecer di lokasi, dan
20.00 malam dan berlangsung kurang dari dua menit. Sepeda motor satu buah mesin cetak merk Oliver yang menurut pengakuan
KY segera diambil alih angota tim yang bergegas membawanya karyawan percetakan digunakan untuk mencetak pita cukai tersebut.
menjauh. Kemasan yang dibawa segera dibongkar di dalam mobil dan Enam orang karyawan percetakan CAG ikut dibawa ke Kanwil
isinya memang betul pita cukai palsu untuk MMEA golongan B2. Total Jakarta untuk dilakukan proses pemeriksaan. Atas operasi Pita Merah
keping berjumlah 60.000 keping karena per lembarnya berbeda Jakarta I dan II tersebut, Kanwil DJBC Jakarta dapat mencegah
dengan pita cukai MMEA asli. Untuk label MMEA palsu ini per lembar- potensi kerugian negara total sebesar Rp. 27.939.661.320 (dua puluh
nya berjumlah 24 keping. Dengan asusmsi satu keping pita seharga tujuh milyar sembilan ratus tiga puluh sembilan juta enam ratus enam
Rp 60.000 maka total nilai komersil pita –pita cukai tersebut adalah puluh satu ribu tiga ratus dua puluh rupiah). Operasi Pita Merah
Rp. 1.800.000.000 (satu milyar delapan ratus juta rupiah). Jakarta, tercatat sebagai satu-satunya operasi pemberantasan per-
Mobil yang membawa KY dan IN segera bergerak ke Kanwil DJBC edaran pita cukai palsu baik untuk hasil tembakau maupun MMEA
Jakarta dengan diikuti kendaraan anggota tim yang lain dan mening- yang mampu menyentuh titik produksi pita cukai palsu yakni
galkan para pengawal IN yang kebingungan mencari dimana bosnya. percetakannya. Apalagi untuk bisa mengendus hingga ke percetakan,
Di dalam mobil, tanpa basa-basi KY dan IN langsung dicecar berbagai operasi ini diawali dengan penangkapan dari titik kurir, yang merupa-
pertanyaan. Ternyata, IN juga biasa dipanggil KK. KY selama ini hanya kan mata rantai terendah pada siklus peredaran pita cukai palsu.
sebagai asistennya saja. Ia mengakui bahwa ia memang sedang Bahkan pada suatu kesempatan sesaat setelah konferensi pers di
mengirimkan pita cukai palsu kepada seseorang yang menghubungi- Kanwil DJBC Jakarta, Dirjen Bea dan Cukai secara khusus
nya via telepon. Label –label palsu itu ia dapatkan dari seseorang menyampaikan kepada Kakanwil DJBC Jakarta ( saat itu dijabat oleh
bernama DE di hotel Dusit Mangga Dua beberapa saat yang lalu. Ia Bapak Nasir Adenan) dan Kabid P2 untuk memberikan penghargaan
mengatakan bahwa malam ini ia mempunyai janji bertemu kembali kepada para anggota tim yang bertugas dalam bentuk kenaikan
dengan DE untuk menyerahkan uang pembayaran pita cukai palsu pangkat istimewa. Hal ini sudah ditindak lanjuti dalam bentuk usulan
tersebut sekaligus mengambil sisa pesanan yang belum jadi. Lokasi serta telah dalam tahap pembahasan di staf inti.
pertemuan tersebut belum dipastikan. Untuk lokasi pencetakan, IN Tim Operasi Pita Merah Jakarta

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 31


DAERAH KE DAERAH

KPPBC TIPE B TUAL

KEPALA KANTOR dan staf KPPBC Tual.

MENGAWASI DAN MELAYANI RIBUAN PULAU


DI WILAYAH TIMUR INDONESIA

S
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea elaku unsur pelaksana di daerah yang berada di
dan Cukai (KPPBC) Tipe B Tual terletak bawah dan bertanggung jawab langsung kepada
Kantor Wilayah Maluku, Papua, dan Papua Barat,
di pusat kota Tual tepatnya di Jalan KPPBC Tipe B Tual mempunyai tugas
Ahmad Yani. Perjalanan dapat ditempuh melaksanakan kegiatan operasional pelayanan dan
dari Bandara Dematubun Langgur lewat pengawasan kepabeanan dan cukai berdasarkan peraturan
jalan darat yang halus, berkelok, dan perundang-undangan kepabeanan dan cukai dan kebijakan
teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai
terbentang pemandangan laut yang (DJBC) serta peraturan-peraturan dari instansi lain yang
indah dengan jarak kurang lebih 10 km. pelaksanaannya diserahkan kepada Bea dan Cukai.

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


TUAL

Dalam tugas tersebut terkandung peran yang saling ter- Aru (Dobo) yang terdapat di dalamnya ribuan pulau yang
kait antara lain mengamankan penerimaan negara dari tersebar.
sektor impor, ekspor dan cukai, melancarkan arus barang, Sejalan dengan perkembangan organisasi DJBC ditetap-
membantu menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi kan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor :
pertumbuhan industri dan investasi , serta menjamin perlin- 87/PMK.01/2008 yang menggantikan KMK No 68/PMK.01/
FOTO-FOTO : DOK. KPPBC TUAL dungan masyarakat 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja instansi vertikal Bea
terhadap ekses negatif ma- dan Cukai. Maka wilayah kerja Kantor Pengawasan dan
suknya barang pembatasan Pelayanan Bea dan Cukai Tual dibagi dalam 1 (satu) Kantor
dan larangan. Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai, 1 (satu) Kantor
Sebelum ditetapkan Ke- Bantu, dan 9 (sembilan) Pos Pengawasan yang seperti terli-
putusan Menteri Keuang- hat pada tabel di bawah :
an Republik Indonesia
nomor : 444/KMK.01/2001 JUMLAH KANTOR BANTU DAN POS
tanggal 23 Juli 2001
tentang Organisasi dan No Kantor No Kantor No
Tata Kerja Kantor Wilayah Pengawasan Bantu P o s
Direktorat Jenderal Bea dan Pelayanan Pelayanan BC
dan Cukai dan Kantor Pe-
layanan Bea dan Cukai, 1 Tual, meliputi : 1 Dobo 1 Benjina/ P.Kei (PL)
wilayah kerja KPPBC Tipe Pelabuhan 2 Saumlaki (PL)
B Tual dulu merupakan Laut 3 Ngadi (PL )
bagian dari KPPBC Am- 4 Elat (PL)
bon. Sekarang KPPBC 5 Larat (PL)
Tual berdiri sendiri dan 6 Kisar (PL)
memiliki kewenangan 7 Dematubun (PU)
tugas meliputi Kabupaten 8 Sarwaru (PL)
KEPALA KPPBC TUAL, Rahadat.. Maluku Tenggara ( Tual ), 9 Wetar(PL)
Kekayaan sumber daya laut dapat
menstimulus. investor asing maupun Kabupaten Maluku Teng-
lokal untuk melakukan usahanya, gara Barat ( Saumlaki ), Agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi DJBC dapat
tentu menambah penerimaan negara. dan Kabupaten Kepulauan dilaksanakan secara optimal, faktor organisasi dan tata

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 33


DAERAH KE DAERAH

kerja yang ada saat ini seperti Kantor Bantu dan Pos per- lahan seluas 375 m2 milik pemerintah daerah dengan luas
lu dilaksanakan evaluasi berkesinambungan sehingga bangunan 250m2.Meskipuan hanya berlantai satu, kondisi
dapat lebih akomodatif terhadap perubahan khususnya kantor tertata rapi dan bersih. Bangunan terdiri dari gedung
yang berkaitan dengan adanya pemekaran wilayah di Pro- utama, ruang pelayanan,dan ruang pertemuan. Sarana dan
vinsi Maluku. prasarana yang dimiliki KPPBC Tual adalah inventaris
tanah, rumah, alat kantor, sebuah kapal patroli BC 15011,
SUMBER DAYA MANUSIA kendaraan roda empat dua unit, dan roda dua tiga unit.
Kondisi saat ini yang penuh persaingan serta perubahan Mengingat perkembangan organisasi DJBC yang pesat,
lingkungan global, menuntut peran KPPBC Tual lebih sarana dan prasarana yang ada dirasakan masih perlu diting-
kompleks sebagai penghimpun penerimaan negara, fasilitator katkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dengan baik,
dalam perdagangan global, pengawas lalu lintas yang pada gilirannya akan mempengaruhi kinerja DJBC.
perdagangan internasional serta penegak hukum di bidang Untuk itu diperlukan peremajaan dan pengembangan sarana
kepabeanan dan cukai, maka perlu dukungan SDM yang dan prasarana, karena menentukan keberhasilan KPPBC
tangguh dengan mentalitas bertanggung jawab dan moralitas Tual dalam melaksanakan tugas.
yang tinggi, mengingat SDM merupakan faktor utama yang “ Usulan pengadaan kantor Bantu Dobo dan peremajaan
menentukan berhasil tidaknya misi organisasi rumah dinas di Dobo sangat perlu mengingat akan berope-
Sepenuhnya disadari bahwa komposisi sumber daya ma- rasinya kembali perusahaan ikan di Dobo/Benjina dan telah
nusia KPPBC Tual belum menunjukan komposisi yang ideal diusulkan untuk tahun anggaran 2010. Selain itu diperlukan
untuk optimalisasi pencapaian tugas pokok dan fungsi mobil sejenis Ford Ranger untuk pengawasan dengan medan
apalagi dengan telah dilaksanakannya reorganisasi di ling- jalan yang berat,” tandas Rahadat
kungan Kantor Wilayah DJBC dan KPPBC yang memerlukan
pegawai yang mempunyai pendidikan teknis dalam bidang
kepabeanan dan cukai. DUNIA USAHA DAN INDUSTRI
“Hingga saat ini jumlah pegawai KPPBC Tual sebanyak Perkembangan perekonomian di Kawasan Timur Indone-
14 orang termasuk kepala kantor, untuk sementara jumlah sia, berimplikasi langsung terhadap tumbuh dan berkem-
pegawai cukup mengingat volume kegiatan ekspor-impor bangnya dunia usaha industri dalam negeri pada umumnya
yang rendah, tetapi dengan wilayah pengawasan yang cukup dan wilayah Maluku pada khususnya. Hal ini dijabarkan
luas dan apabila suatu saat terjadi peningkatan kegiatan dalam kebijaksanaan perekonomian yang menekankan kepa-
seperti tahun-tahun lalu akan terasa kurang. Dalam kondisi da pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan industri dan
keterbatasan jumlah pegawai dan wilayah kerja dengan perdagangan yang berorientasi ekspor.
geografis terdiri dari pulau-pulau yang letaknya saling ber- Sebagian besar dunia usaha di Tual bergerak di bidang
jauhan, pelayanan kepada pengguna jasa (market forces) usaha perikanan laut. Kekayaan sumber daya laut dalam
tetap diupayakan seoptimal mungkin sehingga arus barang wilayah pengawasan KPPBC Tual dapat menstimulus inves-
impor dan ekspor agar tetap lancar” tutur Rahadat selaku tor asing maupun lokal untuk melakukan usahanya, yang ten-
Kepala KPPBC Tual. tunya akan menambah penerimaan negara.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kiat-kiatnya memim- Sehubungan dengan itu, dalam mendukung upaya pe-
pin KPPBC Tual, Rahadat menyatakan menjaga hubungan ngembangan dunia usaha dan industri di Maluku dan Tual
yang baik secara kekeluargaan, keterbukaan, kerja sama, pada khususnya dituntut pengurangan distorsi yang
dan koordinasi antar pegawai serta hubungan pegawai dan diakibatkan oleh terlalu banyaknya intervensi birokrasi di
stakeholder merupakan faktor pendukung dalam mencipta- dalam aktivitas usaha dan industri. Hal ini menimbulkan
kan kinerja prima. tantangan, khususnya bagi DJBC yang memiliki karakteristik
pelaksanaan tugas dalam dua dimensi yang simultan yaitu
SARANA DAN PRASARANA pelayanan dan pengawasan.
Untuk menuju kantor KPPBC Tual ini dapat ditempuh me- Di bidang pelayanan DJBC haruslah mampu memberda-
lalui perjalanan laut selama satu malam dari Ambon maupun yakan sumber daya yang ada untuk memenuhi tuntutan tinggi
1,5 jam menggunakan transportasi udara. Berdiri di atas dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Namun disisi
FOTO-FOTO : DOK. KPPBC TUAL

KANTOR LAMA DAN KANTOR BARU

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


DERMAGA PELABUHAN LAUT PENGAWASAN LAUT disekitar Teluk dengan dengan kapal patroli BC 15011.

lain, DJBC harus mampu melakukan pengawasan dalam dekat ini akan ada kegiatan ekspor/impor oleh PT Pasal Ben-
rangka mengamankan penerimaan negara, melindungi ma- jina Resources,” kata Rahadat.
syarakat, serta menegakkan hukum untuk mencegah masuk Untuk kegiatan ekspor dapat dilihat dari jumlah PEB yang
dan keluarnya barang secara illegal termasuk barang larang- diajukan ke KPPBC Tual sebagaimana grafik di bawah ini :
an dan pembatasan.

RUANG LINGKUP PELAYANAN DAN TARGET PENERIMAAN


Target penerimaan Bea Masuk yang dibebankan
kepada KPPBC Tipe B Tual untuk tahun anggaran 2009
(berdasarkan Surat Kepala Kantor Wilayah DJBC Maluku,
Papua, dan Papua Barat Nomor : S-2125/WBC.16/2008
tanggal 17 Desember 2008) adalah sebesar Rp. 288,33
juta.
Sampai dengan Maret 2009 Bea Masuk belum ada, hal ini
karena banyaknya perusahaan perikanan di bawah peng-
awasan KPPBC Tual yang dulunya menjadi penyumbang
penerimaan negara, tidak lagi beroperasi. Perbandingan
penerimaan Bea Masuk pada perode tahun 2008 dan 2009
akhir Maret dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

Dengan berbagai kendala yang ada KPPBC Tual tetap


memberikan pelayanan yang terbaik bagi stakeholder
sebagai trade facilitator. KPPBC Tual juga selalu berusaha
mencapai target yang ditentukan. Selain itu KPPBC Tual
berusaha untuk menerapkan pola Good Gorvenance dimana
ada transparasi, profesionalisme, aksesibilitas, responsibili-
tas, dan akuntabilitas.
Bertitik tolak dari tugas-tugas yang diemban tersebut,
KPPBC Tual bertekad dengan sumber daya yang ada untuk
lebih menyukseskan kebijakan maupun program-program
nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk
membawa bangsa dan negara Republik Indonesia keluar dari
krisis ekonomi untuk menuju masyarakat adil dan makmur
seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945
Jumlah eksportir/importir yang sekarang aktif sekarang di dengan mencanangkan suatu visi, misi, dan strategi sebagai
Tual baru terdapat dua perusahaan yaitu PT Maritim Timur pedoman rencana pengembangan KPPBC Tual dimasa yang
Jaya dan PT Binar Surya Buana. Importasi masih nihil, akan datang.
sedangkan ekspor berupa ikan beku campuran. “ Pada waktu Bambang Wicaksono, Koresponden : Maluku, Papua, dan Papua Barat

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 35


DAERAH KE DAERAH

sanaannya hal ini antara lain


karena ada perusahaan yang
masih belum paham
bagaimana cara menyampai-
kan pengajuan (perpmangan
realisasi ekspor). Lalu masih
ada dispute mengenai apa
saja yang boleh diminta atau
tidak,” ujar Kepala Bidang
Fasilitas Kepabeanan Kanwil
DJBC Jakarta Aflah Farobi.
Lebih lanjut menurut
Aflah Farobi, selama ini Kan-
wil Jakarta tidak melakukan
sosialisasi karena menunggu
dari Kantor Pusat dikarena-
kan selama ini Kantor Pusat
yang selalu melakukan
sosialisasi, sebab Surat Dir-
jen ini menjadi domain
Kantor Pusat. Namun berhu-
bung surat ini market-nya
adalah market Kanwil DJBC
Jakarta, maka itu Kanwil
DJBC Jakarta berinisiatif me-
ngadakan sosialisasi menge-
nai surat ini.
“Harapannya untuk ke
depan dispute antara Bea
SOSIALISASI. Surat Dirjen Bea dan Cukai Nomor 137/BC/2007 di Kanwil DJBC Jakarta.
Cukai sebagai pemberi fasili-
tas dengan perusahaan yang
FOTO-FOTO WBC/ATS
menerima fasilitas menjadi

SOSIALISASI lebih kecil sehingga perusa-


haan bisa memanfaatkan
fasilitas ini dengan maksimal,”
SURAT DIRJEN BEA DAN CUKAI imbuh Aflah Farobi.
NOMOR 137/BC/2009
Sementara itu salah satu
peserta sosialisasi menyata-
OLEH KANWIL DJBC JAKARTA kan, dengan keluarnya surat
dirjen ini merupakan solusi
Pemberian persetujuan perpanjangan yang terbaik yang diberikan
pemerintah khususnya dari
realisasi ekspor perusahaan penerima DJBC. Menurut Exim
fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Manager PT. Gajah Tunggal
Ekspor ) yang tertuang dalam Surat Tbk, Tjia Budiyanto, sejak
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor terjadinya krisis, kegiatan per-
137/BC/2009 tanggal 25 Februari usahaannya menurun hingga
khususnya bagi pengusaha KITE yang 40 persen dengan prediksi
terdaftar di Kantor Wilayah (Kanwil)
bahwa di bulan Juni
pergerakannya akan menga-
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai TJIA BUDIYANTO. Dengan adanya
sosialisasi ini kami mendapat solusi lami perbaikan.
(DJBC) Jakarta mulai disosialisasikan. langsung dari pejabat yang terkait. “Dampaknya sangat te-

B
rasa pada karyawan di pab-
ertempat di aula Kanwil DJBC Jakarta, pada 27 April rik-pabrik kami, bahkan melalui serikat buruhnya meminta agar
2009 pukul 09.00 WIB berlangsung sosialisasi Surat tidak terjadi pengurangan. Sebelumnya kami pernah mengalami
Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Nomor 137/ krisis di tahun 1998 tetapi dampaknya tidak seperti saat ini.
BC/2009. Acara ini diikuti 75 peserta yang merupakan Banyak buyer di luar negeri yang mengurangi permintaan. Kami
market forces atau para pengusaha KITE di Kanwil coba agar tidak timbul gejolak karyawan dan sejauh ini memang
DJBC Jakarta. Surat Dirjen Nomor 137/BC/2009 ini merupakan belum ada pengurangan karyawan namun pengurangan shift
salah satu bentuk fasilitas yang diberikan DJBC berupa sudah diberlakukan,” ungkap Tjia.
pemberian persetujuan perpanjangan realisasi ekspor perusaha- “Sebelumnya melalui email kami sampaikan permasalahan
an penerima fasilitas KITE. kami melalui website Kanwil DJBC Jakarta. Dengan adanya
Sebagaimana diketahui krisis finansial global telah mengaki- sosialisasi ini kami mendapat solusi langsung dari pejabat yang
batkan penurunan daya beli dan permintaan dari negara pengim- terkait dan sebenarnya (kami) baru. mengetahui Bea Cukai telah
por kepada negara-negara pengekspor. Di Indonesia sendiri mengeluarkan kebijakan seperti ini padahal sudah ditetapkan
dampaknya sudah mulai dirasakan dengan menurunnya volume sejak 25 Februari, artinya sudah berlaku dua bulan. Kami tidak
ekspor akibat pembatalan maupun penundaan ekspor barang ke berbicara masalah terlambat, apapun yang pemerintah lakukan
pasar tujuan ekspor. Salah satu cara untuk mengantisipasi dengan tujuan baik akan kami laksanakan. Tidak ada kata
kondisi tersebut DJBC membuat kebijakan agar perusahaan bisa terlambat, justru ini solusi yang terbaik bagi kami,” imbuh Tjia.
menekan dampak krisis finansial global melalui kebijakan perpan- Menurut Tjia, selaku pengusaha pihaknya menyambut
jangan realisasi ekspor untuk perusahaan penerima fasilitas KITE. baik dikeluarkannya surat ini. Ia juga berharap semoga krisis
“Surat Dirjen ini sudah berjalan namun belum optimal pelak- ini tidak berkepanjangan. aries/irwan

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 37
DAERAH KE DAERAH

KPPBC ENTIKONG tenggelam


saat banjir pertama

‘KPU’ ENTIKONG
TENGGELAM
Pada tanggal 10 Januari 2009 tepatnya milik Bea Cukai terlihat seperti ketel, dataran rendah. Bahkan komplek
pukul 23.00 WIB, air sungai yang berada perumahan milik imigrasi Entikong terlihat seperti lubang untuk
di belakang komplek perumahan dinas menjebak binatang buruan. Sebagian tanah milik instansi lainnya pun
Bea Cukai Entikong sudah pasang,
rata-rata seperti itu.
Mau tak mau, sengaja tak sengaja, dan ada tujuan jelas atau tidak,
semakin lama mulai semakin mendekati keadaan alam di Entikong memang seperti itu. Kalaupun ingin mem-
wilayah komplek. bangun bangunan di tanah yang lebih tinggi perlu biaya lebih karena

S
semua tanah di sini berbukit-bukit, harus diratakan terlebih dahulu.
udah dua hari hujan tak kunjung berhenti. Air sungai sema- Kalau Jakarta banjir akibat kiriman air dari Bogor, Entikong pun sama
kin pasang. Kekhawatiran penduduk Entikong akan menerima kiriman air dari daerah yang namanya Hulu.
datangnya banjir sudah dirasakan sejak hujan lebat terjadi.
Bagi sebagian pegawai/pejabat yang baru beberapa bulan BORDER, 11 JANUARI 2009, 03.45 WIB
sebelumnya dimutasikan ke Kantor Pengawasan dan Dari rumah dinas yang paling ujung, air hanya sampai mata kaki
Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Entikong, semua ini adalah penga- dan semakin cepat berlari menuju rumah dinas paling depan dekat
laman pertama tapi tidak untuk sebagian warga yang sudah hampir mushala, di sepertiga malam yang masih kelam. Semua warga mulai
setiap tahun mengalaminya. Rasa panik tidak terlihat sama sekali. panik melihat air naik ke teras rumah. Sekali lagi, air seakan berlari
Demam optimis dimana-mana, “Tak usah ada yang perlu dikhawatir- cepat masuk rumah tanpa permisi. Semua barang yang bisa diangkut,
kan, air tak akan sampai tinggi, kalaupun tinggi paling sampai lutut diangkut ke dalam mobil yang lalu lalang di komplek.
kaki jak. Jadi semua pakaian simpan jak di atas lemari” Semua panik, harusnya lari selamatkan barang malah termenung
Banjir memang setiap tahun tak pernah absen di sini. Pembabatan bingung harus berbuat apa. Harusnya selamatkan anak istri malah
hutan secara liar sudah basi jika dijadikan alasan terjadinya banjir. bawa burung yang sedang bertengger di dalam kandang. Harusnya
Selain itu dataran Entikong yang memang tidak rata. Dataran tanah mengendong anak yang masih balita malah mengendong kambing.
FOTO-FOTO : IAN HERMAWAN

RUMAH DINAS BC ENTIKONG saat dilanda banjir, hanya menyisakan genteng


yang terlihat KONDISI salah satu rumah setelah surut pasca banjir pertama

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


Tak terkecuali saya, tas pinggang yang berisi sejumlah uang, tiga buah
flashdisk, sebuah dompet isi uang dan sejumlah kartu-kartu berharga
dan dua buah handphone murah berisi nomor-nomor penting
tenggelam sudah karena terlalu asyik mengambil objek banjir. Basah
semua. Rusak. Satu kamera saja yang terselamatkan karena selalu
melekat di tangan.
Kemiringan tanah komplek yang tak beraturan membuat ketinggi-
an air berbeda-beda. Air terus menerus naik, dari tanah rumah
pertama di ujung komplek dekat sungai ketinggian air sudah mencapai
dada, di tengah komplek sudah setinggi perut sedangkan di dekat
mushala sudah selutut orang dewasa.

BORDER, 11 JANUARI 2009, 05.40 WIB


Saya coba ukur lagi ketinggian air. Di dekat mushala, air sudah
hampir setinggi dada orang dewasa. Di tengah komplek sudah hampir
seleher. Berarti kalau saya terus berjalan mengukur sampai rumah
pertama di ujung komplek, badan saya sudah tidak kelihatan. Atau
mungkin sebelum sampai ujung komplek, saya sudah kepatok ular
atau paling tidak dikeroyok semut merah yang dari tadi mengigiti KELUARGA yang sempat menginap di kantor sebelum tenggelam
badan saya yang sudah menggigil.
coklat. Lemari posisinya nungging terbalik, kulkas yang berat pun bisa
BORDER, 11 JANUARI 2009, 07.03 WIB pindah naik ke atas kayu yang melekat di dinding, komputer hancur,
Di ujung kantor, orang-orang sudah teriak-teriak, “Air masuk kan- kasur miring, pokoknya semua barang tak karuan termasuk barang
tor, selamatkan barang”. Wah, air buat ulah lagi. Seakan belum puas atau dokumen di kantor hancur.
buat kami panik, kami yang sudah kecapean, kami yang sudah Yang paling parah kerusakannya adalah rumah dinas pertama
menggigil, kami yang sudah bingung harus apa dan kami yang sudah paling ujung dekat sungai karena saat banjir pemiliknya sedang
kehilangan barang-barang berharga. Air masih bernafsu merusak sisa berada di Pontianak, rumah terkunci rapat. Di dalam rumah banyak
barang-barang yang dievakuasikan di kantor. barang berharga tak bisa diselamatkan sama sekali termasuk semua
Orang-orang hilir mudik, agak beribet tak karuan. Barang yang ijasah dan surat-surat berharga sudah menjadi bubur. Pemilik rumah
bisa diselamatkan, kami selamatkan. Dievakuasikan di mana-mana, di hanya bisa menunjukan muka kusam saat tiba di Entikong.
gedung tua depan kantor yang tanahnya lebih tinggi, di lostmen, Seminggu lebih kami bersihkan semuanya karena terhambat air
numpang di gudang importir, di Pos Border, di Mesjid Border ataupun dan listrik yang mati total. Nyamuk dimana-mana. Kadang ular terlihat
di “Rumah Pohon”. Termasuk dokumen-dokumen penting yang sudah sesekali. Seorang satpam Bea Cukai pun menjadi korban ganasnya
dianggap tak terlalu berharga tetap kami usahakan untuk diselamat- demam berdarah hingga harus dibawa ke rumah sakit. Kami kehilang-
kan karena yang berharga sudah hancur, karena yang berharga buat an banyak harta ratusan juta, untung bukan nyawa.
kami hanya nyawa, karena yang berharga buat kami hanya keluarga.
Orang hanya bisa menyesali sikap optimis yang tidak pada tempatnya. BORDER, 29-30 JANUARI 2009, BANJIR KEDUA
Ternyata ini banjir yang terbesar setelah banjir-banjir tahun lalu. Hujan deras terus tak berhenti dari semalam. Ibarat kakak beradik,
banjir kedua adiknya. Ketinggiannya tak setinggi kakaknya. Mental
BORDER, 11 JANUARI 2009, ASHAR semua orang sudah drop. Baru selesai bersih-bersih, harus bersih-
Kantor tengah sudah tenggelam, rumah pun tenggelam, jalan bersih lagi. Baru selesai capek, harus capek-capean lagi.
tenggelam. Air habiskan sebagian besar badan bangunan kantor, Tak mengenal lelah, tak mengenal keadaan, pokoknya semua
hanya genteng yang terlihat, ‘Kantor Paling Ujung’ Entikong tenggelam harus terus berjalan, “life must go on”. Akses jalan menuju Entikong
sudah. Akses jalan tertutup. Kami terisolasi di Entikong. Kalau mau tertutup lagi. Dari Kuala Dua menuju Kembayan ataupun sebaliknya
memaksakan masuk Entikong, orang harus 16 kali naik sampan. Dari harus menaiki dua kali sampan dan tiga kali ngojek, cukup dengan Rp.
Malaysia yang ingin masuk ke Indonesia pun tak bisa karena di 5.000 per orang naik sampan dan Rp. 20.000 per ojek. Dari Kuala
daerah Tebedu-Malaysia kebanjiran pula. Sinyal untuk telekomunikasi Dua ke Entikong akses jalan sudah lancar.
pun lenyap. Kami benar-benar terisolasi. Mudah-mudahan tahun ini pembangunan kantor dan perumahan di-
nas baru milik KPPBC Tipe A4 Entikong sudah selesai dan bisa dihuni
PASCA BANJIR PERTAMA sehingga ketika hujan terus menerus mengguyur Entikong hati masih
Semua orang terpana, melihat rumah yang sudah tak karuan bisa tetap tenang. Sampai saat ini cuaca masih terlihat tidak me-nentu,
warnanya. Rumah yang multi fungsi menjadi mini market-nya komplek kalau hujan sudah datang derasnya tidak tanggung-tanggung, dan ka-
BC, terlihat barang-barang dagangan yang berantakan kotor, merugi. lau sudah panas pasti panasnya pun tidak tanggung-tanggung.
Seorang pegawai BC yang sudah lama berkebun anggrek hutan, Ian Hermawan,
semua anggrek langkanya berubah menjadi anggrek banjir warna Koresponden Daerah WBC Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Barat

KOMPLEKS RUMAH DINAS yang berantakan pasca banjir pertama BARANG BUKTI yang tidak sempat diselamatkan hancur berantakan

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 39


SEPUTAR
SEPUTAR BEACUKAI
BEACUKAI

JAKARTA. Bertempat di Aula Loka Utama Gedung B Kantor Pusat DJBC, Direktur Jenderal Bea Cukai Anwar Suprijadi pada 8 Mei 2009 menyaksikan
langsung acara serah terima jabatan pejabat eselon II yang diawali dengan penandatanganan naskah serah terima dan penyerahan memorandum jabatan
(data lengkap lihat edisi Juni WBC 415) yang dikeluarkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI. Nomor : 149/KMK.01/UP.11/2009 Tentang Mutasi
Para Pejabat Eselon II di Lingkungan Departemen Keuangan. Tampak pada gambar kiri, penandatanganan serah terima jabatan Tenaga Pengkaji Bidang
Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai yang lama Bambang Prasodjo (sekarang Kepala Kepatuhan Internal KP-DJBC) kepada pejabat baru
Nofrial. Pada gambar kanan, usai serah terima, Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi memberikan briefing didampingi Sekretaris DJBC Kamil Sjoeib.

JAKARTA. Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi, bertindak


sebagai Inspektur Upacara dalam apel rutin pada 18 Mei 2009 di
lapangan KP-DJBC, yang diikuti seluruh pegawai di lingkungan
Kantor Pusat dan juga dihadiri seluruh staf inti KP-DJBC. Dalam
apel pagi tersebut Dirjen juga menyerahkan piagam
penghargaan kepada beberapa pegawai diantaranya Heri
Sustanto (pegawai Sekretariat) yang berhasil meraih juara II
kelas tembak pistol eksekutif sipil dalam lomba menembak
terbuka memperingati HUT TNI Angkatan Udara ke-63 tahun
2009, Arief Zainurya, yang berhasil meraih piala perunggu kelas
pemula Kempo, dan Leni Nurleni (pegawai Direktorat
Kepabeanan Internasional) perwakilan panitia penyelenggara
Sidang Tahunan ADB (Asian Development Bank). Tampak pada
gambar suasana upacara yang dipimpin oleh Dirjen Bea dan
Cukai Anwar Suprijadi dan gambar kanan, Dirjen menyerahkan
piagam penghargaan kepada Heri Sustanto.

SEMARANG. Pada 21 April 2009 pukul 08.00 WIB pagi


bertempat di aula Kanwil DJBC Jawa Tengah dan Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung acara sosial donor
darah dalam rangka memperingati Hari Kartini.
Acara ini merupakan kerja sama antara Kanwil DJBC Jawa
Tengah dan DIY dengan Palang Merah Indonesia (PMI) unit
Propinsi Semarang, yang diikuti oleh sebagian besar
pegawai di lingkungan Kanwil dan pegawai KPPBC Tanjung
Emas Semarang. Tampak pada gambar Kakanwil DJBC
Jawa Tengah dan DIY, Ismartono sedang diambil darahnya
serta para pegawai lain sedang dilakukan pemeriksaan oleh
tim PMI. Kiriman FZ, Semarang

40 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


SEMARANG. Pada 22 April 2009 pukul 18.30 malam
berlangsung acara pisah sambut pejabat eselon III yakni
Kepala Bagian Umum dan Kepatuhan Internal Kanwil DJBC
Jawa Tengah dan DIY yang lama, Iwan Riswanto yang
dimutasi ke Kanwil DJBC Banten sebagai Kabid P2
Banten, dan digantikan oleh Suaidy yang sebelumnya
adalah Kepala KPPBC A4 Ternate. Acara pisah sambut ini
diselenggarakan di Restoran Semarang jalan Gajah Mada,
dihadiri oleh beberapa pejabat dan pelaksana yang
bertugas di Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY maupun
KPPBC Tanjung Emas Semarang. Nampak dalam gambar
kiri, dari kiri ke kanan, Kakanwil DJBC Jawa Tengah dan
DIY Ismartono beserta Nyonya dengan didampingi Kepala
Bidang Fasilitas Kepabeanan Zulkarnain, menyerahkan
cinderamata sebagai tanda kenang-kenangan berupa
karikatur kartun kepada Iwan Riswanto dan Nyonya.
Kiriman FZ, Semarang

SEMARANG. Pada 27 April 2009 pukul 07.00 WIB


berlangsung acara apel luar biasa dan siaga di Lapangan
Upacara KPPBC A1 Tanjung Emas Semarang yang
dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Beatus Hasibuan
dan diikuti oleh seluruh pegawai di bawah penugasan
KPPBC Tanjung Emas Semarang. Dalam sambutan apel ini
Kepala Kantor mengecek dan menanyakan secara langsung
tentang kesiapan SDM KPPBC Tanjung Emas sekaligus
memberikan amanat agar tiap personil yang ada lebih
semakin meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan
dan pengawasan sebaik mungkin dalam menjalankan
tugasnya, dalam menyongsong pembentukan Kantor Pela-
yanan Tipe Madya Pabean Tanjung Emas yang rencananya
akan diresmikan oleh Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi
pada tanggal 28 Mei 2009. Kiriman FZ, Semarang

SEMARANG. Di ruang aula Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY pada 27 April 2009 berlangsung acara sosialisasi 8 (delapan) peraturan baru di bidang
cukai, yang diikuti oleh para stakeholders dan para pengusaha yang berkecimpung dalam bidang cukai di bawah lingkungan Kanwil DJBC Jawa Tengah dan
DIY. Acara tersebut disajikan oleh tim sosialisasi cukai dari Kantor Pusat DJBC yang dipimpin oleh Direktur Cukai Frans Rupang. Sedangkan pada 28 April
2009 di ruang rapat Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY, sosialisasi 8 (delapan) peraturan ini diikuti oleh beberapa perwakilan dari semua Kantor
Pelayanan yang berada di bawah lingkungan Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY. Nampak dalam gambar Kasi Audit Kanwil Kanwil DJBC Jawa Tengah dan
DIY, Galih, sedang memberikan materi kepada peserta sosialisasi. Kiriman FZ, Semarang

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 41


SEPUTAR
SEPUTAR BEACUKAI
BEACUKAI

AMBON. Bagian Humas Biro Umum Departemen Keuangan bekerjasama MERAUKE. Usai melakukan upacara pengambilan sumpah PNS KPPBC
dengan Humas Setda Maluku mengkoordinir kegiatan cofee morning yang Jayapura dan KPPBC Merauke pada 28 April 2009, Kepala KPPBC
diselenggarakan oleh instansi daerah maupun vertikal secara bergantian. Acara Merauke MP Limbong didampingi pejabat lainnya melakukan kunjungan
tersebut berlangsung pada 1 Mei 2009 di Aula Kanwil DJBC Maluku, Papua, ke perbatasan Republik Indonesia dengan Papua New Genie Distrik Sota,
dan Papua Barat (MPP) yang merupakan Perwakilan Departemen Keuangan Merauke. Tampak pada gambar Pjs. Kabuki Ircham Habib, Kasubag
Provinsi Maluku sekaligus bertindak sebagai tuan rumah. Cofee morning ini Kepegawaian dan KI, Ari W.Yusuf, Kepala KPPBC Merauke, MP Limbong
dihadiri oleh pejabat eselon II, eselon III, eselon IV Departemen Keuangan, dan sebagian pegawai KPPBC Merauke. Bambang Wicaksono, Surabaya
pejabat Pemda Maluku, dan unsur Pers daerah. Tampak pada gambar Kakanwil (Foto : Bambang Wicaksono)
MPP Ariohadi memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara tersebut.
Bambang Wicaksono, Surabaya (Foto : Bambang Wicaksono)

KEDIRI. Bertempat di Aula Lt. 3 Gedung KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri, digelar KEDIRI. KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri menyelenggarakan Kantin
Tasyakuran Penerimaan TKT pada 22 April 2009. Tampak Kepala Kantor Ir. Iyan (Kajian Rutin) Perdana pada 22 April 2009 di Ruang Mushola. Acara kantin
Rubiyanto, MA menyerahkan bantuan dana Yatim secara simbolis kepada 40 anak ini menghadirkan narasumber tunggal yang dibawakan oleh Ustadz Drs.
yatim dari Yayasan Panti Asuhan An-Nur Kediri. Selain itu Iyan Rubiyanto melakukan Eko Marsudi selaku Kasi Pelayanan Pabean Cukai I, dan dihadiri Kepala
pemotongan tumpeng dan acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan makan KPPBC tipe Madya Cukai, Iyan Rubiyanto, beserta para pegawai. (Ari
bersama. (Ari Julianto, SE., MM., Ak. - Forum Silaturrahim Masjid Depkeu) Julianto, SE., MM., Ak. - Forum Silaturrahim Masjid Depkeu)

DENPASAR. Kantor Wilayah Bea dan Cukai Bali, NTB dan NTT pada 18 Mei - 20 Mei 2009 menyelenggarakan IONSCAN 500DT TRACE DETECTION
TRAINING. Pelatihan ini diikuti oleh Pelaksana Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT dan Pelaksana P2 pada
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Ngurah Rai. Tampak pada gambar kiri, penyerahan cinderamata dari Kepala Kanwil Bea dan
Cukai Bali, NTB dan NTT, Faried Syibli Barchia kepada Trainer from Australian Customs and Border Protection Service, Mr. Denis Graham. Dan pada
gambar kanan, usai Training para peserta dan Trainer dari Australian Customs and Border Protection Service melakukan foto bersama dengan Kepala
Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT Faried Syibli Barchia (baju safari warna biru terang) dan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Heru Hariadi (baju
kemeja putih). Kiriman dari Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT

42 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


JAKARTA. Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DJBC yang dipimpin oleh Ny. Kamil Sjoeib dalam program kerjanya
menyelenggarakan acara ceramah dalam rangka memperingati Hari Kartini 2009. Ceramah tentang Hypnotherapy (Motivasi Diri) diselenggarakan di Aula
DWP Sekretariat DJBC pada 23 April 2009, yang dibawakan oleh Kirai Putra dari HTII dan dihadiri oleh ibu-ibu pengurus DWP Sekretariat dan para
Karyawati DJBC. Kiriman DWP Sekretariat DJBC

MEDAN. Pada 23-24 April 2009 telah dilaksanakan sosialisasi delapan peraturan pelaksanaan di Bidang Cukai di Aula Kantor Wilayah DJBC Sumatera
Utara terhadap para pengguna jasa serta kepada para pejabat/pegawai di lingkungan KWBC NAD/, KWBC Sumut, KWBC Kep Riau dan Sumbar, KPPBC
di lingkungan KWBC tersebut dan KPU Batam. Pada hari pertama sosialisasi yang dipaparkan oleh Tim Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Jakarta, diikuti oleh para pengguna jasa di lingkungan kantor wilayah masih-masing, sedangkan hari kedua diikuti oleh pejabat/pegawai dari masing-
masing Kantor Wilayah/KPPBC. Adapun materi yang disosialisasikan dalam peraturan pelaksanan di Bidang Cukai diantaranya Peraturan Pemerintah No :
26 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah No: 72 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Keuangan yakni Nomor : 68/PMK.04/2009, Nomor : 69/PMK.04/2009,
Nomor : 70/PMK.04/2009, Nomor : 200/PMK.04/2008, Nomor : 201/PMK.04/2008 dan Nomor : 202/PMK.04/2008. Hulman Simbolon, Koresponden
Daerah WBC Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara (Foto-foto : Diki Iskandar)

JAKARTA. Badan Pembina Olahraga Kanwil DJBC Jakarta yang diketuai oleh I Putu Agus Arjasa dalam rangka memperingati Hari Kartini dan sekaligus
mempererat silahturahmi antar pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Jakarta, menyelenggarakan acara pertandingan voli dan tenis meja persahabatan. Pertandingan
diselenggarakan di lapangan belakang kantor diikuti oleh KPPBC Jakarta, KPPBC Pasar Baru dan Kanwil DJBC Jakarta. Tampak pada gambar kiri, foto bersama
kedua tim yang masuk dalam grandfinal voli antara Kanwil DJBC Jakarta melawan KPPBC Jakarta yang dimenangkan oleh Kanwil DJBC Jakarta dengan skor 25 :
19. Sedangkan gambar kanan, pertandingan tenis meja dimana yang tampil sebagai juara adalah KPPBC Jakarta.

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 43


SEPUTAR
SEPUTAR BEACUKAI
BEACUKAI
JAKARTA. Satu orang
pejabat eselon IV di
lingkungan Kantor Pusat DJBC
yakni Kasubag Organisasi,
Wempi Saputra, dilantik dan
diambil sumpahnya oleh
Sekretaris Jenderal Bea dan
Cukai, Kamil Sjoeib. Acara
pelantikan dan pengambilan
sumpah jabatan dilakukan di
Aula ruang Menteri Keuangan
Kantor Pusat DJBC pada 1 Mei
2009 dengan saksi pada
pelantikan tersebut Kepala
Kepegawaian dan Kepala
Keuangan KP-DJBC.
Pelantikan yang dihadiri oleh
pejabat eselon III dan IV di
lingkungan KP DJBC, ditandai
dengan pembacaan naskah
sumpah jabatan kemudian
dilakukan penandatanganan
naskah jabatan. Usai
sambutan dilakukan
pemberian ucapan selamat
dari pejabat yang hadir kepada
pejabat yang baru.

JAKARTA. Ketua Dharma Waniita Persatuan (DWP) Kantor Pusat Ny. Anwar Suprijadi pada 13 Mei 2009 menyaksikan langsung acara serah terima jabatan Ketua
Pelaksana DWP Kantor Pusat DJBC yang ditandai dengan penandatanganan naskah jabatan dan penyerahan memorandum jabatan. Adapun yang melakukan
serah terima jabatan ini yakni Ketua Pelaksana DWP Direktorat P2 lama Ny. Jusuf Indarto kepada yang baru Ny. Thomas Sugijata, Ketua Pelaksana Direktorat Audit
yang lama Ny. Thomas Sugijata kepada yang baru Ny. Hanafi Usman, dan Ketua Pelaksana Direktorat PPKC yang lama Ny. Hanafi Usman kepada yang baru Ny.
Kushari Suprianto. Selain itu, Ny. Anwar Suprijadi menyerahkan cinderamata kepada Ny. Jusuf Indarto yang akan menempati jabatan baru sebagai Ketua DWP
Kanwil DJBC Pontianak. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama.

BEKASI. Kanwil DJBC Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Kartini, menyelenggarakan acara pertandingan Poco-poco pada 17 April 2009.
Pertandingan diikuti seluruh peserta ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang berada dibawah Kanwil DJBC Jawa Barat. Dalam pertandingan
tersebut DWP dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Bekasi pimpinan Ibu Dwi Restu Nugroho mendapat juara I dan berhak
memperoleh piala bergilir dalam pertandingan tersebut. Tampak pada gambar kiri, Ny. Jody Koesmendro menyerahkan piala kepada pemenang juara I
dan gambar kanan, foto bersama usai pemberian hadiah. Kiriman KPPBC Tipe A2 Bekasi.

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


JAKARTA. Pada 8 Mei 2009, bertempat di Ruang Aula Lt.5 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, dilaksanakan acara pisah sambut Kepala
KPU yang lama, Kushari Supriyanto (sekarang menjabat Direktur PPKC), digantikan oleh Rahmat Subagyo sebagai Kepala KPU yang baru. Dalam acara tersebut
tampak pemberian kenang-kenangan sebuah lukisan karikatur kepada Kushari Supriyanto yang diserahkan oleh Yuli Widodo atas nama Pegawai KPU Bea dan Cukai
Tanjung Priok karena dianggap sebagai pegawai paling senior di KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Tampak foto bersama antar pejabat yang baru beserta para
Kepala Bidang di jajaran KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Kiriman KPU DJBC Tanjung Priok

JAKARTA. Sebagai tindak lanjut dari acara Inhouse Training Center Emosional, Spiritual dan Quation (ESQ) yang telah dilaksanakan di Ruang Media Center KPU
Bea dan Cukai Tanjung Priok diselenggarakan Training Inhouse ESQ tingkat dasar di Granada Ballroom Menara 165 di Jakarta, yang dikuti oleh sebagian para
pejabat dan Pegawai KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Acara yang berlangsung selama dua hari (sabtu minggu) tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kamil Sjoeib. Tampak hadir pula ditempat acara Kepala Bagian Umum KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, Padmoyo Tri Wikanto
dan Kepala Bidang Audit, Hakim Satria sebagai panitia penyelenggara dan juga sebagai peserta ESQ. Kiriman KPU DJBC Tanjung Priok

JAKARTA. KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok menyelenggarakan acara pelantikan pejabat eselon IV dan sekaligus pengucapan sumpah dan janji PNS bagi
pegawai yang baru di lingkungan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, yang dilaksanakan pada 16 April 2009 di Aula lantai 5 KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok.
Tampak pejabat eselon IV yang dilantik serta beberapa pegawai sedang melaksanakan pengucapan janji sumpah Pegawai Negeri Sipil. Acara kemudian dilanjutkan
dengan penandatanganan naskah berita acara oleh Kepala KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, Kushari Supriyanto (sekarang menjabat sebagai Direktur PPKC)
dan disaksikan oleh para pejabat di lingkungan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Kiriman KPU DJBC Tanjung Priok

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 45


SEPUTAR
SEPUTAR BEACUKAI
BEACUKAI

JAKARTA. Pada 30 April 2009 di lantai V Gedung B Kantor Pusat DJBC diadakan acara pisah sambut Direktur P2 yang lama Jusuf Indarto dengan Direktur P2
yang baru Thomas Sugijata. Acara ini dihadiri seluruh karyawan dan karyawati di lingkungan Direktorat P2, diawali kata sambutan dari pejabat lama dan pejabat baru
serta dari perwakilan pegawai yang dibawakan Kasubdit Sarana Operasi, Ahmad Budiyanto. Acara dilanjutkan dengan penyerahan topi sebagai tanda kekompakan
dari pegawai Dit P2, yang diserahkan oleh Kasubdit Penyidikan Sugeng kepada Jusuf Indarto dan Thomas Sugijata. Selain itu dilakukan penyerahan cindera mata
dari pegawai yang diserahkan oleh Kasubdit Interlijen, Maman Anurahman, Kasubdit Sarana Operasi, Ahmad Budiyanto dan Kasubdit Penindakan, Heru Sulistiono.
Tampak pada gambar kiri foto bersama seluruh pegawai dilingkungan P2 dengan pejabat P2 yang baru dan lama, dan gambar kanan, Kasubdit Sarana Operasi
Ahmad Budiyanto menyerahkan pigura bergambarkan karikatur Jusuf Indarto dikelilingi para pejabat eselon III dan IV Dit P2.

JAKARTA. Direktorat Audit pada 8 Mei 2009 menyelenggarakan acara pisah sambut antara pejabat lama Direktur Audit Thomas Sugijata dengan
pejabat baru, Hanafi Usman di ruang rapat Direktorat Audit Lantai 6 gedung utama KP-DJBC. Acara yang berlangsung sederhana ini dihadiri seluruh
pejabat eselon III, IV dan para karyawati serta karyawan dilingkungan Dit. Audit. Tampak dalam gambar kiri, pejabat lama Thomas Sugijata menerima
kenang-kenangan dari para pegawai berupa miniatur buku yang diserahkan oleh Eksi Nugroho Heru Prasetiyo, dan pada gambar kanan, usai pemberian
ucapan selamat, Thomas Sugijata berfoto bersama dengan para pejabat eselon III dan IV.

JAKARTA. Pisah sambut Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC) dari pejabat lama Hanafi Usman kepada pejabat baru
Kushari Suprianto diselenggarakan di gedung pertemuan Lapangan Golf Rawamangun pada 8 Mei 2009 pukul 19.00 WIB. Pisah sambut ini selain dihadiri
keluarga besar pejabat dan pegawai di lingkungan Dit PPKC, dihadiri pula Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi
Kepabeanan dan Cukai, Susiwijono beserta Istri. Acara yang dikemas secara sederhana ini dimeriahkan dengan penyematan ulos kepada Hanafi Usman
diiringi dengan nyanyian daerah Sumatera Utara.

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


JAKARTA. Pada 16 April 2009 Ketua Pelaksana Dharma Wanita Persatuan JAKARTA. DWP KPU DJBC Tanjung Priok pimpinan Ny. Kushari Suprianto dan para
(DWP) KPU Tanjung Priok Ny. Kushari beserta pengurus dan anggota karyawati ikut serta dalam ESQ In House Training yang diselenggarakan oleh KPU DJBC
melakukan kunjungan ke rumah Sutra Ciapus Bogor dalam rangka peringatan Tanjung Priok angkatan I pada 25 – 26 April 2009. ESQ In House Training dua hari ini
Hari Kartini. Rombongan melihat langsung peternakan sutra dan juga proses diselenggarakan di Granada Ballroom, menara 165 Jakarta dengan menampilkan trainer
pembuatan kain sutra dari awal hingga menjadi kain sutra. Tampak pada dari ESQ Leadership Center yakni Renaldy Agusiana. Tampak pada gambar DWP KPU
gambar, rombongan pimpinan Ny. Kushari Suprianto (nomor 5 dari kiri berdiri DJBC Tanjung Priok dan karyawati usai acara melakukan foto bersama dengan Ny. Kushari
baris depan) menyempataan foto bersama didepan halaman rumah sutera Suprianto (nomor 7 dari kiri baris depan)di Lobby gedung Granada Ballroom, menara 165
Ciapus. Kiriman DWP KPU DJBC Tanjung Priok. Jakarta sambil mengangkat tangan. Kiriman DWP KPU DJBC Tanjung Priok.

MAGELANG. PUSDIKLAT Pengembangan SDM Departemen Keuangan Magelang Jawa Tengah menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV angkatan 117 tahun
2009 pada 23 Maret 2009. Pada Diklat Kepemimpinan yang diselenggarakan selama sebulan lebih ini DJBC mengirim 5 orang pejabat yaitu Kepala Seksi (Kasi) Informasi
Kepabeanan dan Cukai KWBC NAD Amir Hasan, Kasi DTDD KPPBC Bitung Hardijanto, Kasi Pabean dan Cukai KPPBC Pontianak Andy Purnawan, Kasi Audit KWBC
Maluku, Papua dan Papua Barat Taka Tri Cahyanto dan Kepala Sub Bagian Umum KPPBC Ambon M. Syaiful. Tampak pada gambar kiri, selesai acara outbond selama dua
malam para peserta foto bersama dengan latar belakang Gunung Telomoyo. Sedangkan pada gambar kanan, foto bersama peserta menjelang penutupan di depan Gedung
Pusdiklat Pengembangan pegawai Magelang pada 2 Mei 2009. Kiriman Amir Hasan A, KWBC Nanggroe Aaceh Darussalam.
SURAKARTA. Pada hari Jumat 15
Mei 2009 usai melakukan senam
pagi, para pegawai KPPBC Tipe A3
Surakarta melaksanakan penanaman
pohon di halaman kantor. Penanaman
pohon ini dilakukan dengan adanya
Surat Edaran Direktur Jenderal Bea
dan Cukai nomor : SE-10/BC/2009
perihal Program Gerakan Penanaman
Pohon di Lingkungan Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai. Tampak pada
gambar Kepala Kantor, Arwansjah
beserta seluruh kepala seksi foto
bersama setelah selesai melakukan
penanaman pohon. Kiriman Wira
AW, KPPBC Surakarta

MALANG. Dharma Wanita


Persatuan Kanwil DJBC Jawa Timur
II – Malang mengadakan pertemuan
rutin pada pertengahan bulan Maret
lalu, bertempat di KPPBC Madiun
yang dipimpin oleh Ketua DWP
Kanwil DJBC Jawa Timur II, Ny.
Sidjabat. Usai acara pertemuan
para anggota pengurus melakukan
foto bersama, seperti tampak pada
gambar, nomor dua dari kiri
kekanan, Ny. Benyamin Lilipali
(DWP KPPBC Tulung Agung), Ny.
Soeroso (DWP KPPBC Madiun), Ny.
Sidjabat (Ketua DWP Kanwil DJBC
Jawa Timur II), Ny. Parjiya (DWP
KPPBC Madya Cukai Malang), Ny.
Supoto Argomobelo (DWP KPPBC
Banyuwangi), dan Ny. Ian Rubianto
(DWP KPPBC Madya Cukai Kediri).
Kiriman DWP KPPBC Madiun

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 47


CUKAI

Sedangkan untuk penge-


naan sanksi administrasi
dirangkum dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 26 tahun
2009 tentang tatacara
pengenaan sanksi adminis-
trasi berupa denda di bidang
cukai. Selain itu juga
disosialisasikan mengenai
jaminan dalam rangka
pembayaran berkala dan pe-
nundaan, dan peraturan
perundang-undangan cukai
tentang perijinan.
Acara sosialisasi yang
berlangsung selama dua ha-
ri pada 27 dan 28 April
2009 dilaksanakan di aula
Gedung B Kantor Pusat
DJBC. Pada hari pertama
sosialisasi yang ditujukan
kepada para pengguna
jasa, dibuka oleh Tenaga
Pengkaji Bidang Pelayanan
dan Penerimaan Kepabean-
an dan Cukai, Bambang
Prasodjo, dan didampingi
oleh tim sosialisasi dari
Direktorat Cukai, yaitu Ke-
pala Seksi Cukai Hasil Tem-
bakau II, Sunaryo, Kepala
Seksi Analisa Tarif, Harga
Produk dan Aneka Cukai,
Sahat Butar-Butar, dan
Kepala Seksi Intelijen Kan-
wil DJBC Bali, Denny
Bernart. Sedangkan hari
kedua sosialisasi ditujukan
untuk pegawai di Kantor
Pusat DJBC dengan materi
yang sama.
Dalam sambutannya
Bambang Prasodjo menga-
takan, sosialisasi ini
ditujukan agar para penggu-
na jasa dapat memahami
SOSIALISASI. DJBC kembali mensosialisasikan kebijakan baru di bidang cukai baik kepada pengusaha maupun
pegawai DJBC. kebijakan yang ada pada
undang-undang cukai,
karena kebijakan yang saat
DJBC SOSIALISASIKAN KEBIJAKAN BARU ini disosialisasikan merupa-

DI BIDANG CUKAI
kan peraturan pelaksanaan
yang ada dalam undang-un-
dang cukai.
“Kami mengharapkan pe-
ran aktif dari pengguna
Untuk lebih memaksimalkan pelayanan di bidang cukai, jasa untuk menanyakan se-
Departemen Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea dan gala hal yang terkait dengan
Cukai (DJBC) mensosialisasikan kebijakan baru dibidang cukai, kebijakan yang disosialisa-
berupa penundaan pembayaran, pembayaran cukai secara sikan, agar kami dapat
berkala, jaminan dalam rangka pembayaran berkala, perijinan, memberikan penjelasan se-
jelas mungkin sehingga
dan tatacara pengenaan sanksi administrasi. tidak terjadi salah tafsir da-

A
lam pemahaman kebijakan
dapun kebijakan penundaan pembayaran terangkum yang baru tersebut,” kata Bambang Prasodjo.
dalam Peraturan Menteri Kuangan No. 69/PMK.04/ Pada sesi pertama tentang tatacara pengenaan sanksi ad-
2009 tanggal 9 April 2009 tentang penundaan pemba- minsitrasi berupa denda di bidang cukai, disampaikan oleh
yaran cukai untuk pengusaha pabrik atau impotir Denny Bernart. Dalam pemaparannya Denny menjelaskan
barang kena cukai yang melaksanakan pelunasan de- tentang substansi yang ada pada peraturan tersebut,
ngan cara pelekatan pita cukai. Untuk pembayaran secara diantaranya besar sanksi administrasi berupa denda yang
berkala terangkum dalam Permenkeu No. 70/PMK.04/2009 ten- diperberat, menambah batasan minimum pada beberapa
tang pembayaran cukai secara berkala untuk pengusaha sanksi administrasi berupa denda, dan substansi sanksi ad-
pabrik yang melaksanakan pelunasan dengan cara pembayaran. ministrasi berupa denda yang baru. Selain itu juga dipapar-

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


kan mengenai, perubahan sistematika penyusunan peraturan tercatat pada Departemen Keuangan, dan dibuat dengan
untuk mempermudah pelaksanaan pengenaan sanksi di menggunakan format yang telah ditentukan. Dan jika jaminan
lapangan, dan pengenaan sanksi administrasi berupa denda dilakukan oleh perusahaan, maka perusahaan mendapatkan
dengan surat tagihan. keputusan penundaan dengan jaminan perusahaan, yang
Adapun bentuk sanksi administrasi berupa denda besar- ditandatangani oleh pemimpin tertinggi perusahaan dan di-
nya dinyatakan dalam bentuk, nilai rupiah tertentu, kelipatan sahkan oleh notaris. Jaminan ini juga harus menggunakan
tertentu dari nilai cukai, presentase tertentu dari nilai cukai, format sebagaimana yang telah ditetapkan.
nilai rupiah minimum sampai dengan maksimum, atau kelipat- Sementara untuk besaran jaminan, pada pembayaran
an minimum sampai dengan maksimum dari nilai cukai. berkala (hanya untuk MMEA dalam negeri dan EA) diten-
Sementara itu, untuk penetapan sanksi yaitu pengenaan tukan sebesar 1,5 kali rata-rata setiap bulan dari jumlah
sanksi administrasi berupa denda harus ditetapkan oleh nilai cukai atas pengeluaran barang kena cukai dalam 12
pejabat bea dan cukai dalam bentuk surat tagihan. Surat ta- bulan terakhir sejak pengajuan permohonan pembayaran
gihan yang dimaksud sekurang-kurangnya memuat, identitas secara berkala.
yang dikenai sanksi, pelanggaran yang dilakukan, besarnya Untuk penundaan, besaran jaminan diberikan sebesar ni-
sanksi administrasi berupa denda, dan tanggal jatuh tempo lai cukai berdasarkan dokumen pemesanan pita cukai untuk
pembayaran yang dimaksudkan. jaminan yang berlaku tersendiri. Sebesar nilai cukai dari
Untuk memenuhi rasa keadilan bagi orang yang dikenai beberapa dokumen pemesanan pita cukai yang diajukan se-
sanksi administrasi berupa denda, khususnya agar yang ber- cara bersamaan untuk jaminan yang berlaku atas beberapa
sangkutan mengetahui secara jelas ketentuan yang dokumen pemesanan pita cukai. Dan, sebesar nilai maksi-
dilanggarnya. Sehingga, apabila yang bersangkutan keberat- mum penundaan untuk jaminan yang berlaku atas
an terhadap pengenaan sanksi administrasi berupa denda keseluruhan pemesanan pita cukai dalam satu periode kepu-
dimaksud dapat mengajukan keberatan kepada Direktur tusan pemberian penundaan.
Jenderal Bea dan Cukai dalam jangka waktu paling lama 30 Materi terakhir sosialisasi adalah tentang perijinan, dima-
hari sejak surat tagihan diterima. na pada materi ini dijelaskan keterkaitan perijinan yang ada
Pada pemaparan kedua tentang Permenkeu Nomor 69 dengan kebijakan-kebijakan baru dari pemerintah, seperti
dan 70 tahun 2009, disampaikan oleh Kepala Seksi Cukai Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2008 tentang nomor
Hasil Tembakau II, Sunaryo. Pada pemaparannya Sunaryo pokok pengusaha barang kena cukai, Peraturan Menteri Keu-
menjelaskan mengenai penundaan pembayaran, jangka angan nomor 200/PMK.04/2008 tentang tatacara pemberian,
waktu penundaan, jaminan, dan macam-macam jaminan. pembekuan, dan pencabutan PNNBKC untuk pengusaha
Untuk Permenkeu No. 69 dipaparkan mengenai masalah pabrik dan importir hasil temnbakau.
jaminan, bahwa pihak pengusaha pabrik maupun importir Selain itu juga dikaitkan dengan kebijakan Peraturan Men-
untuk memberikan jaminan pada pembayaran cukai haruslah teri Keuangan nomor 201/PMK.04/2008 tentang tatacara
memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, yaitu berisiko pemberian, pembekuan, dan pencabutan NPPBKC untuk
rendah, memiliki PKP, satu tahun terakhir tidak pernah pengusaha pabrik dan importir, penyalur, dan pengusaha
melakukan pelanggaran, tidak mempunyai hutang cukai, ke- tempat penjualan eceran minuman mengandung etil alkohol.
kurangan cukai, sanksi administrasi denda/bunga, kecuali Dan Peraturan Menteri Keuangan nomor 202/PMK.04/2008
sedang diajukan keberatan. Selain itu juga tidak sedang me- tentang tatacara pemberian, pembekuan, dan pencabutan
lakukan pengangsuran pembayaran, laporan keuangan wajar NPPBKC untuk pengusaha pabrik, pengusaha tempat
tanpa pengeculian dalam dua tahun terakhir, dan memiliki penyimpanan, importir, dan pengusaha tempat penjualan mi-
kinerja keuangan yang baik. Pada pemaparan Permenkeu numan mengandung etil alkohol. supriyadi
tersebut juga dijelaskan FOTO-FOTO : WBC/ATS
mengenai masalah pem-
bayaran dan pencairan,
juga masalah pembekuan
dan pencabutan.
Sementara itu untuk
Permenkeu No. 70, hal-hal
yang disosialisasikan
adalah tatacara pembayar-
an berkala, permohonan
pembayaran berkala, pem-
bayaran dan pencairan,
juga pembekuan dan pen-
cabutan.
Untuk sesi terakhir, so-
sialisasi mengenai jaminan
dan perijinan dibawakan
oleh Kepala Seksi Analisa
Tarif, Harga Produk dan
Aneka Cukai, Sahat Butar-
butar. Pada pemaparan-
nya dijelaskan, syarat
untuk jaminan dapat dila-
kukan apabila, jaminan
dilakukan oleh bank per-
sepsi dan jaminan tersebut
dibuat dengan mengguna-
kan format yang ditetap-
kan.
Jika jaminan melalui
Excise Bond, maka harus PENGENAAN SANKSI. Terhadap pengguna jasa yang suka bermain-main dengan peraturan kini sanksi adminstrasi
diterbitkan oleh surety yang yang akan dikenakan cukup besar.

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 49


INFO PEGAWAI

DILANTIK. Menkeu saat melantik pejabat eselon II di jajaran Depkeu dimana delapan diantaranya adalah pejabat eselon II DJBC

MUTASI DAN PROMOSI


PEJABAT ESELON II DJBC
Satu hal yang berbeda dari pelantikan rasi yang memasuki masa purna tugas. Pada mutasi dan promosi kali
pejabat eselon II di jajaran Direktorat ini terlihat sekali spirit regenerasi di tiap-tiap direktorat dengan
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kali ini penyeleksian SDM yang begitu ketat dan transparan sehingga nuansa
adalah dilantiknya Kepala Pusat
promosi begitu harmonis bahkan dua wanita pun memiliki peluang
untuk menduduki jabatan eselon II.
Kepatuhan Internal Kepabeanan dan “Sebagai instansi yang pertama kali menerapkan reformasi
Cukai yang membawahi Direktorat dengan programnya yang rasional dan dapat dipertangungjawabkan
Kepatuhan Internal, sebagai direktorat kepada publik, maka ada tiga hal yang harus terus dipertahankan oleh
baru di tubuh DJBC yang memiliki tugas Depkeu. Pertama, dengan kebutuhan yang ada saat ini, maka
mengawasi sekaligus melakukan reformasi diharapkan tiap tahunnya menjadi semakin baik. Kedua,
pembinaan bagi pegawai yang Depkeu harus terus memberikan rasa kepercayaan kepada publik,
dan ketiga, terus meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada ma-
melakukan pelanggaran pada tugasnya. syarakat,” ujar Menkeu.

B
Sementara itu untuk DJBC Menkeu berharap, dengan mutasi dan
erdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indo- promosi ini DJBC mampu meningkatkan pelayanan dan pengawasan
nesia Nomor 149/KMK.01/UP.11/2009, Departemen khususnya pada pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi barometer
Keuangan kembali melakukan mutasi dan promosi untuk perdagangan Indonesia. Selain itu, di jajaran internal Kantor Pelayan-
pejabat eselon II di jajaran Sekretariat Jenderal, Direktorat an Utama (KPU) Tanjung Priok pun harus lebih ditingkatkan lagi
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal sehingga pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai
Pajak (DJP). Untuk jajaran DJBC, mutasi dilakukan kepada tujuh pe- dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga tercipta suasana pe-
jabat eselon II dan satu pejabat eselon III yang mendapatkan promosi layanan yang prima sebagaimana yang dikehendaki pengguna jasa.
menjadi eselon II. “Untuk itu pada pelantikan kali ini juga dilantik direktorat baru, yaitu
Acara pelantikan yang berlangsung pada 28 April 2009, di Gedung Direktorat Kepatuhan Internal yang tugasnya memberikan warning
Juanda I ruang Mezzanin, Departemen Kuangan, berlangsung secara baik kepada pegawai maupun pengguna jasa yang ingin bermain-ma-
hikmat dan sederhana. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh in dengan peraturan. Memang untuk bidang ini agak sulit karena harus
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, juga dihadiri oleh seluruh menindak teman ataupun anak buah sendiri, namun demikian
pejabat eselon I dan beberapa pejabat eselon II di jajaran Depkeu. reformasi yang dijalankan DJBC tentunya tidak akan berjalan ataupun
Pelantikan pejabat eselon II kali ini memang cukup berbeda berhasil jika masih ada pejabat ataupun pegawai yang memiliki mental
dengan pelantikan pejabat eselon II sebelumnya, pada pelantikan kali masa lalu yang tidak menginginkan adanya perubahan,” kata Menkeu.
ini selain ada dua wanita yang diangkat sebagai pejabat eselon II, juga Lebih lanjut Menkeu menambahkan, tugas Direktorat Kepatuhan
melantik pejabat eselon II pada Direktorat baru, di DJBC yaitu Direk- Internal juga harus mampu membangun dan mencerminkan citra
torat Kepatuhan Internal. organisasi, sehingga harapan akan reformasi di DJBC kian hari kian
Dalam sambutannya Menkeu mengatakan, suatu organisasi wajib berjalan dengan baik yang pada akhirnya akan menciptakan
hukumnya untuk menyiapkan generasi muda sebagai pengganti gene- pelayanan yang sempurna kepada pengguna jasa. supriyadi

No. N A M A J A B A T A N B A R U
1 Drs. Thomas Sigijata, Ak., M.M. Diangkat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan
2 Drs. Hanafi Usman Diangkat sebagai Direktur Audit
3 Drs. Kushari Suprianto, Ak. Diangkat sebagai Pj. Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai
4 Drs. Bambang Prasodjo Diangkat sebagai Kepala Pusat Kepatuhan Internal kepabeanan dan Cukai
5 Drs. Nofrial, M.A. Diangkat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai
6 Drs. Muhammad Chariri Diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Selatan, Palembang
7 Ir. Rahmat Subagio Diangkat sebagai Pj. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta
8 Drs. R.P. Jusuf Indarto Diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat, Pontianak

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


PEGAWAI PENSIUN T.M.T. 01 JUNI 2009
NO N A M A NIP GOL J A B A T A N K E D U D U K A N

1 Sahat Simamora, S.H. 060040301 IV/c Kabid P2 KWBC Sumatera Utara


2 Drs. Posman Pohan Siahaan 060047795 IV/c Kepala Kantor KPPBC Tipe A3 Pekanbaru
3 I r. H a r r y W a h j u d i 060060054 IV/c Kepala Kantor KPPBC Tipe A3 Gresik
4 RM Nadjib, M.Si. 060045470 IV/b Kabid Kepabeanan dan Cukai KWBC Sumatera Bag. Selatan
5 R o s e H a r t a t i , S . I P. 060034268 IV/a Kasi Keberatan dan Banding KWBC Jawa Tengah dan DIY
6 S y a h r u d d i n , S . I P. 060040865 IV/a Kasi Pabean dan Cukai I KWBC Jawa Timur II
7 Te g u h 060040563 IV/a Kasi Tempat Penimbunan VIII KPPBC Tipe A2 Bogor
8 Rini Waluyaningsih, S.H. 060045609 III/d Kasi Perbendaharaan KPPBC Tipe Madya Kediri
9 S u k a r d j o , S . I P. 060040381 III/d Kasi Tempat Penimbunan IV KPPBC Tipe A2 Bekasi
10 Wagimin 060061668 III/d Pelaksana KPPBC Tipe A1 Tg. Emas
11 S u d a r t o , S . I P. 060040237 III/d Pelaksana KPPBC Tipe A2 Purwakarta
12 Rachmat 060040210 III/c Pelaksana KPPBC Tipe A3 Bandar Lampung
13 Mohd. Junus 060051193 III/c Pelaksana KPPBC Tipe A3 Merak
14 Djemadi 060040055 III/c Pelaksana KPPBC Tipe A2 Tangerang
15 Syafruddin 060045832 III/c Pelaksana KPPBC Tipe B Cilacap
16 Mochamad Sanusi 060040176 III/c Pelaksana KPPBC Tipe Madya Kediri
17 Sigit Heru Sanjoto 060040314 III/c Pelaksana KPPBC Tipe A2 Bekasi
18 Supranoto 060040844 III/c Pelaksana KWBC Banten
19 A . P. K u s u m a 060040631 III/c Pelaksana KPPBC Tipe A2 Tangerang
20 Sjofianto 060046513 III/c Pelaksana Pangsarops Tg. Balai Karimun
21 To t o k S u k a m t o 060040647 III/c Pelaksana KPPBC Tipe A2 Bekasi
22 Suhartono 060040247 III/c Pelaksana KWBC Jakarta
23 Muljadi 060040190 III/c Pelaksana KPPBC Tipe A2 Bogor
24 Zulkifli 060045289 III/b Pelaksana Pangsarops Tipe A Tg. Balai Karimun
25 Sujadi 060051113 III/b Pelaksana KPPBC Tipe B Kantor Pos Pasar Baru
26 Djasmadi, S.H. 060048530 III/b Pelaksana KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur
27 Sardjono 060047788 III/b Pelaksana KPPBC Tipe A1 Tg. Emas
28 Agus Heru Pribadi 060052556 III/b Pelaksana KPPBC Tipe Madya Tg. Perak
29 Sugianti 060040829 III/b Pelaksana Dit. Fasilitas Kepabeanan
30 Rino Marwanto 060050905 III/b Pelaksana KPPBC Tipe Madya Soekarno Hatta
31 Sri Supeni 060050900 III/b Pelaksana KPPBC Tipe B Purwokerto
32 Moh. Ilyas 060046975 III/b Pelaksana Sekretariat/Kepegawaian
33 Sudaryati 060059061 III/b Pelaksana KPPBC Tipe A2 Juanda
34 Suhartini 060050964 III/a Pelaksana KPPBC Tipe A2 Bekasi
35 Murjanto 060040268 III/a Pelaksana KPPBC Tipe A2 Jakarta
36 Pudjiasih 060047935 II/d Pelaksana KPPBC Tipe A1 Tg. Emas
37 M . To t o 060056623 II/d Pelaksana Dit. Fasilitas Kepabeanan
38 Tu g i w a h y u 060057747 II/b Pelaksana KPPBC Tipe A2 Tangerang
39 Maman 060056643 II/b Pelaksana KPPBC Tipe B Kantor Pos Pasar Baru
40 Ody Widjaya 060059045 II/b Pelaksana KPPBC Tipe A2 Bekasi

RALAT DATA PEGAWAI PENSIUN WBC EDISI 414/APRIL 2009


Tertulis Seharusnya
Nama/NIP : M. YUSUF / 060057722 Nama/NIP : M. YUSUF / 060057722
Gol : II/d Gol : II/d
Jabatan : Pelaksana Jabatan : Pelaksana
Kedudukan : Kanwil DJBC Banten Kedudukan : Kanwil DJBC Banten
Tanggal Lahir : 03 Maret 1953 *) Tanggal Lahir : Tahun 1953
*) Ybs. Pensiun tmt. 01 Januari 2010

BERITA DUKA CITA


Telah meninggal dunia, R. MUCHTAR DJAYAWISASTRA, Ayahanda dari Achmad Riyadi,
Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, pada hari Jum’at, 24 April 2009.
Telah meninggal dunia, EPI RAMDANI, Pegawai KPPBC Tg. Emas - Semarang,
pada hari Selasa, 28 April 2009, pukul 22.00 WIB di RS. Telogorejo.
Telah meninggal dunia, NASRUL KACHFI, Pelaksana Pemeriksa pada KPPBC Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta,
pada hari Rabu, 13 Mei 2009, pukul 06.00 WIB di RS. Ananda Bekasi.
Telah meninggal dunia, HARYATI SUPOMO, Ibunda Mertua dari Jusuf Indarto,
Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat, pada hari Selasa, 19 Mei 2009.

Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Bagi keluarga
yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. Amin.

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 51


KONSUL TASI
KEPABEANAN & CUKAI
Setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos,
fax ataupun e-mail, harus dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi
hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan
identitas dan alamat yang jelas dan benar. Dan sesuai permintaan, kami dapat
merahasiakan identitas anda. Redaksi

PPJK PENUNDAAN




Membaca pasal 29 ayat 1, 2 beserta penjelasannya UU No. Saya hendak mengajukan pertanyaan sebagai berikut,


17 tahun 2006, yang ingin saya tanyakan adalah sebagai berikut : Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 7A ayat (1) Undang-undang


1. Bolehkah pemberitahuan pabean yang dibuat berdasarkan Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang


kuasa dari PPJK, bukan berasal dari kuasa pemilik barang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai, dikatakan, “Pelunasan cukai



langsung (PPJK mensubkontrakkan lagi kepada PPJK lain) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) huruf a1 pembayarannya


2. Apa saja ruang lingkup penyelesaian kewajiban pabean dapat dapat diberikan secara berkala kepada pengusaha pabrik dalam jangka


dikuasakan kepada PPJK? Mengingat dalam prakteknya waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal pengeluaran


semua penyelesaian kewajiban dilakukan oleh PPJK, dan barang kena cukai tanpa dikenai bunga”.


menurut saya ini banyak menimbulkan efek negatif karena



masih banyak oknum-oknum PPJK yang meminta biaya Pertanyaan saya :


siluman kepada pemilik barang mengatas namakan petugas Bagaimana caranya untuk mendapatkan fasilitas sebagaimana dimak-


Bea dan Cukai. sud oleh Pasal 7A ayat (1) diatas (PENUNDAAN), dan apakah telah ada
Abdul Karim Gultom - NIP 060100907 ○
○ peraturan pelaksananya ? Mohon berkenan untuk menjelaskan secara rinci.
Pelaksana KPU Tg. Priok Terimakasih.

HGH - Jawa Timur


Tanggapan : Tanggapan :

Sehubungan dengan surat yang disampaikan perihal Sehubungan dengan surat dari pembaca WBC perihal pertanyaan

pertanyaan konsultasi, dengan ini disampaikan tanggapan konsultasi, dapat disampaikan jawaban sebagai berikut :

sebagai berikut : Bahwa ketentuan pelaksanaan terkait pembayaran cukai secara


berkala diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.04/



Atas pertanyaan butir 1 : 2009 tanggal 8 April 2009 tentang Pembayaran Cukai Secara Berkala

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai No. Untuk Pengusaha Pabrik yang Melaksanakan Pelunasan Dengan Cara

P-22/BC/2007, disebutkan bahwa PPJK adalah badan usaha Pembayaran, mengatur antara lain :

yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban 1. Pembayaran cukai secara berkala dapat diberikan kepada pengusaha

pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir, sehingga pabrik yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :

surat kuasa untuk Pengurusan Pemberitahuan Pabean adalah a. tidak pernah melakukan pelanggaran terhadap peraturan

dibuat oleh importir atau eksportir kepada PPJK yang perundang-undangan di bidang cukai dalam kurun waktu 1 (satu)

bersangkutan. Dengan demikian surat kuasa pengurusan pembe- tahun terakhir;


ritahuan dan PPJK kepada PPJK yang lain (sub kontrak) tidak b. memiliki volume produksi barang kena cukai dalam negeri paling

diperbolehkan. sedikit 10 (sepuluh) juta liter per tahun;



c. tidak mempunyai utang cukai yang tidak dibayar pada waktunya,


Atas pertanyaan butir 2 : kekurangan cukai, sanksi administrasi berupa denda, dan/atau

- Pada dasarnya pengurusan Pemberitahuan Pabean atas ba- bunga di bidang cukai kecuali sedang diajukan keberatan;

rang impor atau ekspor dilakukan oleh importir atau eksportir. d. dalam hal pengusaha pabrik mendapatkan pengangsuran, jumlah

Namun dalam hal pengurusan Pemberitahuan Pabean angsurannya sudah mencapai 75% atau lebih dari total tagihan;

sebagaimana dimaksud tidak dilakukan sendiri, importir atau e. memenuhi kewajiban perpajakan dalam kurun waktu 2 (dua) tahun

eksportir menguasakannya kepada pengusaha pengurusan terakhir dengan baik;


jasa kepabeanan, sehingga sesuai ketentuan yang berlaku, f. memiliki laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh

PPJK juga berhak menandatangani dokumen kepabeanan akuntan publik dengan opini wajar tanpa pengecualian dalam

dalam rangka penyelesaian kewajiban kepabeanan. kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir; dan

- Dalam sudut pandang DJBC, penyelesaian kewajiban kepa- g. menerapkan teknologi berupa sistem komputer yang dapat memoni-

beanan tersebut tidak hanya sebatas mentransfer data PIB/ tor setiap saat proses produksi dan pengeluaran barang kena cukai.

PEB yang dilakukan oleh PPJK, melainkan sampai proses 2. Untuk dapat mengeluarkan barang kena cukai dengan pembayaran

kepabeanannya selesai. Hal ini dapat dilihat dari aspek tang- secara berkala, pengusaha pabrik harus menyerahkan jaminan ke-

gung jawab keuangan negara yaitu bahwa PPJK bertang- pada Kepala Kantor, dan jenis jaminan yang dapat diserahkan dalam

gung jawab terhadap pungutan negara dalam rangka impor rangka pembayaran secara berkala dapat berupa :

atau ekspor dalam hal importir atau eksportir tidak ditemukan. a. jaminan bank; atau

- Lebih lanjut disampaikan bahwa materi yang dikuasakan b. jaminan dari perusahaan asuransi.

kepada PPJK merupakan kewenangan dari importir/eksportir 3. Untuk mendapatkan pembayaran cukai secara berkala pengusaha

itu sendiri dan sampai saat ini tidak ada format khusus surat harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Kepala Kantor

kuasa importir/eksportir kepada PPJK. Namun demikian, DJBC dan atas permohonan tersebut Kepala Kantor melakukan pene-

sesuai Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai No. P-22/ litian dan/atau pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

BC/2007, segala isi dan bentuk perjanjian antara PPJK dan 4. Atas permohonan tersebut Kepala Kantor atas nama Menteri Ke-

importir atau eksportir, tidak mengurangi tanggung jawab uangan menyetujui atau menolak permohonan dalam jangka

PPJK sesuai peraturan perundang-undangan di bidang kepa- waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak pengajuan permohon-

beanan dan cukai. an diterima secara lengkap.



Demikian disampaikan untuk dimaklumi. Demikian disampaikan dan terimakasih atas kerjasamanya.

Kasubdit Impor dan Ekspor Direktur Cukai



Muhamad Purwantoro - NIP 060079897 Frans Rupang - NIP 060044387


52 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


PENGAWASAN

DOK. KPPBC SH
DITEGAH. Selain kurir, petugas juga berhasil menegah tiga orang penerima paket shabu-shabu senilai Rp. 10 milyar.

yang baru tiba dari Hongkong dengan menggunakan pesawat


SHABU-SHABU Garuda, yang membawa satu buah koper besar.
“Saat kami lakukan pemeriksaan fisik dengan X-Ray, pe-

SENILAI 10 MILYAR tugas merasa curiga dengan benda yang tampak pada layar
X-Ray, setelah kami lakukan pemeriksaan secara mendetail,

DITEGAH PETUGAS KPPBC


kami temukan empat paket di dalam lapisan koper dengan
dibungkus oleh kain keras berwana ungu yang ternyata psi-
SOEKARNO-HATTA kotropika golongan II jenis shabu-shabu atau methamphet-
amine,” ujar Eko Darmanto.
Lebih lanjut dijelaskan Eko, dari tegahan tersebut petugas
Modus yang dilakukan merupakan modus KPPBC Soekarno-Hatta bekerjasa dengan BNN dan Direktorat IV
lama, yaitu menyimpan di dalam lapisan Narkoba melakukan pengembangan kasus dengan menyamar
koper yang dibungkus dengan kain keras sebagai kurir pengantar paket shabu-shabu, hingga akhirnya
dan dilapisi bahan plastik berwarna berhasil menegah tiga orang penerima paket shabu-shabu di
ungu, agar dapat mengelabui petugas perumahan Taman Palem Cengkareng.
Adapun ketiga penerima paket shabu-shabu tersebuat ada-
saat melewati X-Ray. lah, S, laki-laki berusia 44 tahun, DT, laki-laki berusia 44 tahun,

U
dan NS laki-laki berusia 36 tahun. Dengan berhasil diamankan-
paya pemasukan barang illegal psikotropika jenis sha- nya kurir dan penerima paket shabu-shabu ini, maka mereka
bu-shabu rupanya terus dilakukan oleh orang-orang dinyatakan telah melanggar pasal 61 ayat 1 Undang-Undang No-
yang ingin merusak generasi bangsa ini. Upaya mor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman pidana
mereka ini tidak mengenal menyerah walaupun telah kurungan paling lama 10 tahun penjara dan pidana denda paling
beberapa kali rekan atau jaringan mereka telah tertang- banyak Rp.300 juta.
kap di beberapa bandara internasional di Indonesia. “Untuk saat ini, keseluruhan tersangka dan barang bukti telah
Seperti pada 27 April 2009 lalu, petugas Kantor Pengawas- kami serahkan ke Direktorat IV Narkoba dan kejahatan
an dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya terorganisir, Mabes Polri untuk dilakukan pengembangan dan
Pabean Soekarno-Hatta, berhasil mengamankan kurang le- penyidikan lebih lanjut,” kata Eko.
bih 5320 gram atau senilai Rp. 10 milyar dari seorang kurir Dengan berhasil ditegahnya kurir dan penerima paket shabu-
wanita dan tiga orang pria penerima paket shabu-shabu yang shabu tersebut, maka selama kurun waktu Januari hingga Maret
dibawa dari Hongkong. 2009, satuan tugas Air Port Interdiction bandara Seokarno-Hatta,
Menurut Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) telah berhasil mengagalkan penyelundupan psikotropika
KPPBC Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta, Eko Darmanto, golongan II, jenis shabu-shabu dan ketamine melalui terminal ke-
pada acara jumpa pers 28 April 2009, tegahan shabu-shabu ini datangan internasional sebanyak tiga kasus, dan menggagalkan
diawali atas kecurigaan petugas di lapangan terhadap seorang pengiriman psikotropika golongan II jenis shabu-shabu dan
wanita warga negara Indonesia berinisial AC berusia 45 tahun ekstasi tujuan domestik sebanyak sembilan kasus. supriyadi

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 53


PENGAWASAN

Menyikapi kondisi tersebut, Direktorat Penindakan dan Penyi-


dikan (Dit. P2) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengawasan
(Rakorwas) di Bidang Cukai pada 4-5 Mei 2009 di Hotel Patra,
Bali. Kegiatan yang bersamaan dengan pelaksanaan 42nd Annual
Meeting of the Board of Governors of the Asian Development
Bank (ADB), melibatkan 78 peserta dari berbagai daerah yang
dianggap rawan terjadinya pelanggaran di bidang cukai (daerah
produsen, jalur distribusi, dan daerah pemasaran barang kena
cukai). Rakor kali ini merupakan rakorwas kedua dalam tahun
2009 dan merupakan tindak lanjut dari rakorwas pertama dibulan
Februari.
Dihari pertama, acara yang dibuka oleh Dirjen Bea dan Cukai,
Anwar Suprijadi, dihadiri pula oleh beberapa staf inti dan Kepala
Kanwil DJBC. Dalam sambutannya, Anwar menyampaikan
keinginannya agar rakorwas ini dapat menghasilkan suatu reko-
mendasi yang kredibel. Menyinggung masalah MMEA impor yang
beberapa waktu lalu ramai diberitakan di media massa, Anwar
mengatakan, “Saya melihat dari sisi kebijakan yang membuat
pengawasan tidak optimal, kebijakan MMEA kita menyebabkan
kuota MMEA jauh dari kebutuhan, belum lagi tata niaganya,
belum lagi beban-beban yang lain. Saya berharap dari rakor ini
dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat menformulasikan
kebijakan tersebut,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil DJBC Bali,
NTB dan NTT, Faried Syibli Barchia sebagai tuan rumah
Rakorwas juga menjelaskan kondisi Bali yang merupakan tempat
tujuan wisata terkait kebutuhan yang tinggi akan MMEA. “Keada-
an Bali sebagai daerah tujuan wisata, butuh kebijakan khusus.
Pada setiap minggu bahkan seminggu tiga kali Bali sering sekali
menjadi tempat pertemuan bisnis perusahaan asing yang mem-
punyai perwakilan di Indonesia. Pada kesempatan itu mereka
menginginkan minuman yang khas mereka, (namun) jumlahnya
tidak banyak (tersedia). Ini diperlukan kebijakan khusus untuk
mengadakannya.”

MATERI PRESENTASI
RAPAT KOORDINASI Supaya rakor ini dapat berjalan terarah, Direktur P2 saat itu,
Jusuf Indarto (saat ini menjabat sebagai Kepala Kanwil
PENGAWASAN Kalimantan Barat), memberikan beberapa arahan. Dalam papar-
annya ia mengungkapkan bahwa dalam kondisi krisis global ini

DI BIDANG CUKAI target justru ditingkatkan, oleh karenanya dibutuhkan orientasi


pengawasan yang lebih terarah, khusus dalam memberikan pela-
yanan prima dan pembinaan yang proaktif kepada pengguna jasa
dengan menggunakan komunikasi yang baik.
Rakorwas ini memang hanya mengangkat Dalam pengarahannya, Jusuf menyampaikan hasil yang dica-
satu isu mengenai pengawasan bidang pai dalam rakorwas pertama yaitu:
cukai sebagai evaluasi ditahun 2008 dan 1. Finalisasi draft revisi KMK 30 / 1997
triwulan pertama tahun 2009 sehingga 2. Pelaksanaan program kerja tahun 2009 yang dibuatkan
diharapkan menjadi forum konsolidasi rencana strategi maping dan KPI
meningkatkan kinerja pengawasan cukai 3. Meningkatkan strategi pola koordinasi dan dukungan
pengawasan dari dan ke KPPBC, Kanwil, KPU dan Dit. P2
ditahun ini dan tahun mendatang. FOTO-FOTO: WBC/LUCKY

T
ahun 2009 sektor cukai menjadi perhatian khusus
pemerintah, terutama oleh Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai (DJBC). Terpaan krisis ekonomi global
diperkirakan akan menyebabkan pencapaian bea ma-
suk dan bea keluar yang dibebankan kepada DJBC di
tahun 2009 tidak tercapai. Hal inilah yang membuat pemerintah
menaikan target penerimaan di sector cukai agar kontribusi
pendapatan yang disetorkan DJBC sebesar Rp. 77,99 triliun da-
pat terealisasi. Penerimaan cukai selama ini masih bersumber
dari cukai Hasil Tembakau (HT), cukai Etil Alkohol (EA) dan cukai
Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Sekitar 98 persen
dari total penerimaan cukai tersebut berasal dari hasil tembakau.
Kenaikan tarif cukai HT oleh pemerintah, disatu sisi
merupakan upaya mengamankan penerimaan negara. Namun,
disisi lain hal tersebut dikhawatirkan meningkatkan potensi
pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan rokok.
Disamping itu beberapa kebijakan mengenai cukai dapat
menimbulkan distorsi di lapangan atau bahkan memunculkan PESERTA RAKORWAS. Diikuti oleh Kepala Bidang P2 serta Kepala Seksi
modus-modus baru untuk menghindari sanksi yang berat. P2 pada beberapa kantor yang melakukan pengawasan atas BKC.

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


PEMBUKAAN OLEH DIRJEN. Didampingi oleh Direktur P2 saat itu, Jusuf Indarto dan Kepala Kanwil DJBC Bali, NTB, NTT, Faried Syibli Barchia.

4. Pembentukan satgas untuk efektifitas dan efisiensi peng- dang cukai berikut menyusun sejumlah usulan rekomendasi un-
awasan terhadap isu / komoditi tertentu yang menghasilkan tuk mendukung pencapaian target peneriman cukai tahun 2009.
tiga satgas, yakni: Ditemui WBC usai pengarahan, Jusuf yang telah melakukan
- Satgas Lingkungan Hidup serah terima jabatan dengan Direktur P2 yang baru, Thomas
- Satgas Fasilitas Kawasan Berikat Sugijata, mengatakan, ia merasa mendapat kehormatan pernah
- Satgas pengawasan cukai menjabat sebagai Direktur P2, “Saya merasa mendapat
5. Serta peningkatan kinerja Satgas pengawasan narkotik (CNT) kehormatan memimpin Direktorat P2, bisa dilihat dari realisasi
yang tercapai, koordinasi dan sinergi yang baik. Saya berharap
Menurut Jusuf, disamping menganalisa kinerja pengawasan pengganti saya bisa jauh lebih baik daripada saya.”
di tahun 2008 hingga April 2009, Rakorwas ini memang hanya Usai pengarahan dari Direktur P2, Direktur Cukai, Frans
mengangkat satu isu mengenai pengawasan bidang cukai seba- Rupang memberikan masukan mengenai rencana strategis kebi-
gai evaluasi ditahun 2008 dan triwulan pertama tahun 2009 jakan cukai dalam pencapaian target cukai menghadapi krisis
sehingga diharapkan menjadi forum konsolidasi meningkatkan global. Dalam kesempatan tersebut Direktorat Cukai mensuplai
kinerja pengawasan cukai ditahun ini dan tahun mendatang. “Se- dari sisi peraturan dan memberikan masukan mengenai
hingga Rakorwas ini dapat menjadi langkah konkrit untuk meng- bagaimana keadaan terkini tentang permasalahan di bidang cu-
hadapi krisis global yang memaksa kita untuk benar-benar beker- kai, antara lain mengenai penerimaan dan target cukai, roadmap
ja untuk memecahkan apa yang benar-benar menjadi masalah industri hasil tembakau, kebijakan tarif cukai dan hambatan dalam
utama”. Jusuf juga memaparkan beberapa rencana strategi dibi- pencapaian target cukai, serta strategi pencapaian target terkait
krisis global.
Ditanya mengenai kinerja unit pengawasan bidang cukai,
Frans Rupang mengatakan, “Hampir semua sudah dilakukan
oleh unit pengawasan, tinggal konsistensinya saja artinya jangan
kendor, supaya ruang gerak pelaku pelanggar semakin kecil
sehingga mereka masuk kedalam koridor peraturan,” ujarnya
kepada WBC usai memberikan paparan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Direktur
PPKC saat itu, Hanafi Usman (saat ini menjabat sebagai Direktur
Audit) yang mengantarkan materi tentang analisa dan prediksi
penerimaan cukai di tahun 2009. Hal yang disampaikan dalam
rakorwas ini meliputi perkembangan penerimaan DJBC dalam
lima tahun terakhir, perkembangan penerimaan cukai, dan
prediksi penerimaan cukai tahun 2009. Dit. PPKC menyimpulkan
bahwa pertama, target penerimaan cukai meningkat 9.91 persen
dari target APBN. Kedua, total produksi rokok pada tahun 2009
diprediksi mencapai 240,44 milyar batang. Ketiga, penerimaan
cukai tahun 2009 terhadap Target Outlook RAPBN-P diperkirakan
mencapai 98,62 persen (berdasarkan data real dan pola kontribu-
si) atau mencapai 100,45 (asumsi kebijakan tarif awal 2010).
SUASANA RAPAT KOMISI III Keempat, ketergantungan penerimaan cukai dari hasil tembakau

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 55


PENGAWASAN

FOTO BERSAMA Dit. P2 dengan peserta Rakorwas Komisi I.

masih sangat dominan. Dan kelima, perhatian khusus terhadap Secara umum, pembahasan di masing-masing komisi berja-
penerimaan cukai EA/MMEA yang masih sangat rendah. lan lancar, penuh antusias dan dinamika. Seperti yang dikatakan
Selain paparan dari Dit. Cukai dan Dit PPKC, pengawasan di Kabid P2 Kanwil DJBC Jakarta, Septia Atma,” Antusias dari
bidang cukai tidak lepas dari keterlibatan Direktorat Audit. Direktur teman-teman di Komisi I sangat tinggi. Ada beberapa masalah
Audit saat itu, Thomas Sugijata (saat ini menjabat sebagai Direk- yang terlihat sangat sulit antara lain bagaimana menghindari
tur P2) menyampaikan sejumlah bahasan dari sisi audit diantara- benturan-benturan dengan instansi lain, yang kedua mengenai
nya mengenai posisi audit berdasarkan tahapan kepabeanan dan upaya paksa ketika dilapangan, kami harus dibekali dengan
cukai, kerangka kerja audit cukai, rencana strategic, program dan peraturan. Agar peredaran (MMEA ilegal) sampai tuntas memang
operasional serta kendala yang dihadapi Dit. Audit. Acara agak sulit karena masalahnya sangat kompleks sekali”.
kemudian dilanjutkan presentasi dari Kepala Kanwil DJBC Jawa Menurutnya, hal yang sangat dibutuhkan adalah penyediaan
Timur 2, C.F. Sidjabat yang menyampaikan materi tentang sarana dan prasarana.
permasalahan pemenuhan unsur-unsur tindak pidana cukai beri- Begitu juga pada Komisi II tentang pengawasan MMEA lokal
kut dengan studi kasus dari kasus-kasus yang pernah terjadi. dan EA, pembahasan dalam komisi ini berjalan cukup ramai,
Beberapa Kantor Madya Cukai seperti Kantor Pengawasan dan diwarnai dengan perdebatan-perdebatan. Supraptono menjelas-
Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Madya Cukai Kediri, KPPBC kan komisi ini sepakat kesulitannya dalam mengontrol peredaran
Madya Cukai Kudus, KPPBC Madya Cukai Malang juga menyampai- MMEA lokal dan EA. “Kami sepakat bahwa MMEA lokal ini belum
kan laporan terkait kinerja, rencana strategi, kendala dan rekomen- ada alat kontrol yang ampuh seperti halnya MMEA impor yang
dasinya berkaitan dengan pengawasan dan target penerimaan negara menggunakan pita cukai, karena itu kami merekomendasikan
yang dilaporkan oleh masing-masing kepala kantornya. agar MMEA lokal juga dilekatkan pita cukai”. Selain itu sebagian
besar daerah kesulitan untuk menerbitkan Surat Ijin Usaha
RAPAT KOMISI Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB) yang menjadi sa-
Untuk membahas permasalahan-permasalahan di bidang lah satu syarat wajib NPPBKC bagi tempat penjualan eceran.
cukai secara lebih spesifik, Rakorwas membagi peserta ke dalam “Kondisi ini menyulitkan kami dari sisi pengawasan, hal ini me-
tiga komisi. Komisi I yang diketuai oleh Kabid P2 Kanwil DJBC merlukan tindakan bersama antar instansi,” ujarnya.
Jakarta, Septia Atma, membahas mengenai pengawasan MMEA Sementara itu, Komisi III yang membahas mengenai peng-
Impor, yang besaran permasalahannya mengenai: awasan HT memfokuskan pembahasan pada perbaikan
1. Rendahnya efektifitas pengawasan peredaran MMEA eks koordinasi antar wilayah dalam penyelesaian tindak lanjut penin-
impor dalam daerah pabean dakan. Selain itu diperlukan peningkatan sosialisasi pada masya-
2. Pemberantasan peredaran pita cukai palsu rakat dan pedagang tentang peredaran HT, juga peningkatan
pengawasan peredaran HT didaerah pemasaran dengan penin-
Komisi II yang diketuai oleh Kabid P2 Kanwil DJBC Jatim 2, dakan sesuai ketentuan, disamping mempelajari pola distribusi,
Supraptono, membahas mengenai pengawasan EA dan MMEA perusahaan ekspedisi, dan lain-lain. Kemudian juga dibahas
Lokal, yang besaran permasalahannya mengenai: perlunya peningkatan pengawasan pada kantor pos yang saat ini
1. Rendahnya pengawasan atas EA yang mendapat pembebas- juga digunakan untuk mengirim HT ilegal, juga membuat MoU
an atau tidak dipungut cukai (dirusak, jadi bahan penolong dengan PT Pos untuk pemeriksaan barang yang disegel oleh PT.
produksi BKC maupun barang non BKC) Pos.
2. Rendahnya pengawasan atas produksi dan pengeluaran EA Akhir dari rapat komisi-komisi ini kemudian diajukan dalam
dan MMEA rapat pleno, dan dirangkum dalam sebuah rekomendasi dalam
3. Rendahnya pengawasan atas pengangkutan dan peredaran bentuk rencana strategi untuk mendukung pencapaian target
EA dan MMEA. penerimaan cukai di tahun 2009, dengan menerapkan strategi
pengawasan hasil rakor kepada seluruh Kanwil, KPPBC dan
Komisi III yang diketuai oleh Kepala KPPBC Madya Cukai KPU.
Kudus, Wijayanta, membahas mengenai pengawasan Hasil Tem- Diharapkan seluruh wilayah dapat meningkatkan performa
bakau, yang besaran permasalahannya mengenai: dan kualitas pelayanan publik, selanjutnya tampak suatu
1. Peredaran hasil tembakau illegal di daerah pemasaran pegawasan yang komprehensif secara simultan, didukung oleh
2. Peredaran hasil tembakau illegal melalui kantor pos kantor pusat sehingga tercipta peningkatan prestasi kinerja peng-
3. Penyidikan hasil penindakan HT illegal di daerah pemasaran. awasan yang membanggakan. irwan

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


WAWANCARA DENGAN DIRJEN BEA DAN CUKAI
ANWAR SURIJADI

“KEBIJAKAN
SEHARUSNYA SEJALAN,
SEHINGGA
DAPAT MEMINIMALISASI
DISTORSI, SUPAYA
PENGAWASAN
BISA LEBIH BAIK”

D
itemui usai memberikan sambutan pada Ra- Kemudian bicara tentang kualitas dari intelijen dan data-


korwas di bidang Cukai, WBC mewawancarai base yang harus dikembangkan.



Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi

mengenai perkembangan terakhir di DJBC, Apakah harus merubah hingga tataran KMK?

berikut petikannya: Kemungkinan ya, misalnya tentang gudang pelekatan

pita, itu yang punya bukan importir (sarinah) tetapi distri-


Menurut bapak kebijakan dibidang cukai seperti apa butor, apa yang menjadi aturan kita adalah tetap yang

yang menimbulkan distorsi dilapangan? diijinkan importir, tapi nyatanya distributor, akhirnya dijadi-

Kebijakan yang menimbulkan distorsi seperti kuota kan peluang oleh importir yang juga memungut biaya gu-

MMEA kita yang jauh dari kebutuhan, Kenapa tidak dang.


dirasionalkan, kita kan negara muslim, tapi munafik. Itu Kemudian registrasi tentang mesin, siapa yang mela-

persoalan namanya. Kemudian juga kita tahu ada orang- kukan? Dari perindustrian tidak jalan. Saya meminta agar

orang Korea dan Jepang berada disini, sedangkan Soju dapat dirumuskan di rapat ini, ini bisa diatur melalui per-

dan Sake tidak masuk dalam kuota. Akhirnya caranya aturan cukai kita, itu berkaitan dengan menajemen resiko.

ilegal juga, misalnya lewat fasilitas diplomatik dan main di Bagaimana aturan ini diakomodir dengan aturan kita.

pemalsuan dokumen. Jadi seharusnya sejalan, dari Perpindahan antara mesin satu ke mesin lain harus

kebijakan dapat meminimalisasi distorsi, supaya peng- dideteksi



awasan bisa lebih baik. Pernah terjadi di bulan Oktober-


November 2008 pengawasan diperketat, sehingga tidak Bagaimana bapak melihat kecendrungan pelanggaran

ada barang yang ilegal, tapi apa yang terjadi, ketika yang terus meningkat?

Presiden ke Bali bertemu dengan Gubernur Bali yang Kita harusnya melihatnya dari strategi yang dilakukan,

mengatakan turis-turis terganggu karena kekurangan saat ini yang dilakukan adalah law enforcement. Law

MMEA. Saya sampaikan ke Menteri (Keuangan-red) bah- enforcement tidak bisa terus menerus, kemudian selan-

wa kesalahan bukan pada saya (DJBC) akan tetapi policy jutnya me-maintain kepatuhan. Kita mencoba bagaimana

nya saja kurang kredibel. agar pabrik rokok yang baru dengan pabrik rokok yang

sudah ada patuh. Jadi tergantung tahapannya, sekarang


Apakah kenaikan cukai dimungkinkan? tahapannya law enforcement, P19 dan P21 banyak. Tetapi

Kenaikan cukai, menurut saya mungkin, tetapi harus jika kita menginjak tahapan me-maintain kepatuhan itu,

secara komprehensif, misalnya menurunkan tarif tetapi P19 dan P21 semakin berkurang.

tata niaganya tidak diberesi. Harusnya ada roadmap unt-


uk bagaimana mengeliminasi distorsi-distorsi itu. Dalam rapat muncul mengenai kendala operasional

seperti dana, apakah permintaan dana ini memang



Secara umum, apa harapan bapak dari rakor ini? sulit?


Harapannya selain mengkristisi kebijakan-kebiijakan Pengadaan dana sebenarnya tidak sulit, hanya bagai-

yang membuat distorsi juga membuat model pengawasan mana menformulasikannya, misalnya butuh dana untuk

yang ada ditempat-tempat cukai. Seperti di Kudus dan intelijen, bagaimana pertanggung jawabannya. Kita bela-

Malang, dan model-model tersebut didesiminasi kepada jar seperti dari BIN misalnya, jangan sampai rekan-rekan

kawan-kawan yang lain agar paham dan terlihat bahwa yang menggunakan dana intelijen disalahkan oleh

model tersebut diperlukan kreativitas. pemeriksa karena tidak sesuai prosedur. Mereka sudah

berkorban untuk kepentingan ini, jangan sampai dipersa-


Dalam tiga bulan terakhir, bagaimana pengawasan lahkan karena tidak tepat formulasinya.

menurut bapak?

Sejauh ini bagus, hanya kualitas dari pengawasannya Dalam waktu dekat apakah ada rencana peresmian

saja yang belum, tidak hanya sekedar pengawasan. kantor madya?


Antara intelijen, penindakan dan penyidikan satu paket, ini Peresmian kantor madya pabean terdekat adalah

harus sejalan. Semarang, dulu pernah ditangani oleh Uni Eropa namun

tidak berhasil, itu membuktikan bahwa ditangani bea



Kebijakan mana yang harus dirubah dari rakor ini? cukai sendiri justru lebih baik tanpa hutang dan lain-lain.

Kebijakan yang harus ditata, kuota selain harus ditam- Harusnya jadi inspirasi bagi institusi lain, marilah kita

bah juga bicara kualitas artinya jangan ada monopoli. bangkit dengan kemampuan sendiri. ky/irwan

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 57


PENGAWASAN

PITA CUKAI PALSU


BERNILAI MILYARAN RUPIAH
DITEGAH PETUGAS BEA CUKAI
FOTO-FOTO : WBC/ATS
Beroperasi selama tujuh tahun membuat
pita cukai palsu dengan kualitas hampir
menyamai yang asli, membuat negara
dirugikan hingga Rp. 560 milyar.

S
iapa yang menyangka jika rumah seluas 100 meter di
bilangan Slipi Jakarta Barat merupakan lahan bisnis
ilegal pembuatan pita cukai palsu yang dijalankan oleh
B dan H dan telah merugikan negara sebanyak
setengah triliun rupiah. Rumah yang terletak di perkam-
pungan padat tersebut merupakan rumah yang sangat tertutup
sehingga luput dari pantauan masyarakat baik aktifitas yang
dijalankannya maupun orang-orang yang bekerja di dalamnya.
Namun kegiatan ilegal tersebut akhirnya dapat terungkap oleh
jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
(DJBC) Jakarta yang bekerjasama dengan Kanwil DJBC Jawa
Timur I, yang berhasil mengembangkan informasi dari masyarakat
akan merebaknya peredaran pita cukai palsu di wilayah Jawa Timur.
Informasi yang dikembangkan tersebut memang mengarah
pada daerah Jakarta yang menjadi lokasi pembuatan sekaligus
pendistribusian pita cukai palsu tersebut. Akhirnya setelah
dilakukan operasi intelijen selama dua bulan antara Kanwil DJBC
Jakarta dan Kanwil DJBC Jawa Timur I, ditemukanlah sebuah
percetakan di jalan Andong Raya no. 33 Slipi Jakarta Barat yang
diindikasikan sebagai pusat pembuatan pita cukai palsu dengan
omset milyaran rupiah.
Dengan berbekal informasi yang telah valid dari hasil operasi
intelijen, pada Minggu dini hari atau 17 Mei 2009 tim gabungan
Kanwil DJBC Jakarta dan Kanwil DJBC Jawa Timur I melakukan
penggerebekan pada percetakan tersebut yang ternyata berisi
pita cukai palsu untuk barang kena cukai hasil tembakau.
Menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi
yang didampingi oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2)
Thomas Sugijata, Kepala Kanwil DJBC Jakarta, Heru Santoso,
Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I, Djasman Sutedjo, Kepala
Bidang P2 Kanwil Jakarta, Septia Atma, Kepala Bidang P2
Kanwil Jawa Timur I, Wicaksono, dan Kasubdit Penindakan
Direktorat P2, Heru Sulastiyono yang hadir pada acara jumpa
pers pagi harinya, dalam penindakan ini tim berhasil menangkap
dua orang tersangka B dan H, sementara satu orang lagi yang
sudah diketahui identitasnya berinisial S, hingga tulisan ini dibuat,
sedang dalam pengejaran.
“Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah de-
ngan membangun sebuah percetakan secara tertutup yang
khusus mencetak pita cukai palsu di pemukiman penduduk. Dan
dari pengakuan tersangka kegiatan illegal ini telah mereka
jalankan selama tujuh tahun dan setiap tahunnya dibuat pita cukai
palsu dan dipasarkan kurang lebih Rp. 80 milyar,” ungkap Dirjen.
Lebih lanjut Dirjen mengungkapkan, percetakan pita cukai
palsu yang berhasil ditegah ini merupakan percetakan yang
tercanggih untuk saat ini sehingga hasil yang dibuatnya hampir
menyerupai yang asli.
Sementara itu Kabid P2 Kanwil DJBC Jakarta, Septia Atma,
menjelaskan, penindakan terhadap tersangka dilakukan pada
hari Minggu 17 Mei 2009 pukul 00.20 WIB oleh unit P2 Kanwil
DJBC Jakarta, yang sebelumnya telah melakukan pengamatan
dari pukul 22.00 (Sabtu). “Pada saat itu tersangka B telah berada
di percetakan, dan dengan menggunakan mobil Volvo yang
PITA CUKAI PALSU. Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi saat dikendarai oleh H sekitar pukul 24.00 (Minggu), tersangka B dan
memperlihatkan pita cukai palsu dengan kualitas hampir sempurna yang H bersiap meninggalkan percetakan. Sebelumnya karyawan
merugikan negara setengah trilun. percetakan telah memuat barang-barang ke mobil Volvo tersebut.

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


MESIN. Salah satu mesin di lokasi percetakan yang disegel oleh petugas sebagai
barang bukti.

Pada saat mereka siap meninggalkan lokasi, petugas P2 langsung


menghalangi kendaraan tersangka dengan memalangkan mobil.
Kemudian empat anggota kami berpakaian dinas lengkap melakukan
penggeledahan mobil dan mengamankan tersangka”. Hasil
penggeledahan di mobil ditemukan empat karton berisikan hologram BC
untuk pita cukai palsu.
Selanjutnya tersangka dibawa ke Kanwil DJBC Jakarta dengan dika-
wal oleh dua petugas Bea Cukai, sedangkan sebagian petugas Bea
Cukai berjumlah sekitar enam orang melakukan penggeledahan di per-
cetakan.
Dari percetakan tersebut ditemukan barang bukti berupa pita cukai
palsu siap edar kurang lebih 515.580 keping, dan bahan baku impor un-
tuk pita cukai palsu sebanyak tujuh roll dengan ukuran 58 g /m2. Selain
itu juga ditemukan, mesin cetak Heidelberg offset sebanyak satu buah,
mesin potong dua buah, mesin potong hologram satu buah, mesin
tempel hologram merek “dimuken” satu buah, hologram yang telah jadi
sebanyak 50 roll, tinta cetak 92 kaleng, kertas bahan baku yang telah di-
potong sesuai ukuran cetak, dan bermacam-macam plat untuk percetakan.
Kakanwil DJBC Jakarta, Heru Santoso, mengatakan, selain di wila-
yah Slipi sebagai lokasi pembuatan pita cukai palsu, hasil pengembang-
an penyidikan pun mengarah kepada rumah tersang- ka di kawasan
Karawaci dimana ditemukan pula beberapa bahan untuk pembuatan
hologram.
“Selain tempat ini para tersangka juga mendisain hologramnya di
rumah tersangka di Karawaci dan Surabaya, dari masing-masih rumah
tersangka tersebut kami juga menemukan alat pembuat hologram dan di
Surabaya kami menemukan pita cukai palsu yang siap edar,” paparnya.
Dengan pelanggaran yang dilakukan oleh para tersangka ini, maka
mereka dinyatakan telah melanggar pasal 55 huruf a Undang-undang
No. 39 tahun 2007 tentang Cukai dengan hukuman penjara maksimal 8
HOLOGRAM PALSU. Di rumah tersangka di kawasan Karawaci juga tahun dan denda sebesar 10 kali nilai cukai yang harus dibayar. Untuk
ditemukan mesin pembuat hologram palsu. Tampak hologram proses penyelidikan lebih lanjut para tersangka kini berada di bawah
palsu hasil produksi tersangka. pengawasan Kanwil Jakarta dan Kanwil Surabaya. supriyadi

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 59


PENGAWASAN

FOTO-FOTO : DOK. KPPBC TANGJUNG PINANG


AGUS DJOKO PRASETYO bersama aparat KPPBC Tanjung Pinang saat
melakukan press release atas tegahan handphone, laptop dan pakaian jadi.

KPPBC
TANJUNG PINANG
TEGAH HANDPHONE, LAPTOP
DAN PAKAIAN JADI ILEGAL
Modus yang digunakan pelaku adalah
dengan cara membawa handphone
sebagai barang tentengan penumpang.

P
etugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai
(KPPBC) Tipe A3 Tanjung Pinang melakukan penegahan BARANG BUKTI HANDPHONE senilai kurang lebih Rp. 1 miliar yang
terhadap 325 unit handphone senilai kurang lebih Rp. 1 berhasil diamankan petugas.
milyar yang terdiri dari Nokia E71 sebanyak 175 unit, Nokia
E75 sebanyak 10 unit, Blackberry “Storm” sebanyak 40 unit, dengan tujuan bandara Soekarno-Hatta Jakarta, namun karena me-
Nokia 6300 (Black) sebanyak 55 unit dan Nokia 5610 sebanyak 45 lihat kedatangan petugas Bea dan Cukai, maka pelaku meninggalkan
unit (seluruhnya tanpa battery, charger dan kardus). Penegahan ini begitu saja barang bawaannya.
berawal dari informasi yang didapat dari petugas intelijen KPPBC Tipe
A3 Tanjungpinang. TEGAH PAKAIAN JADI
Setelah mendapat informasi tersebut Kepala Seksi Penindakan Sebelumnya, di Pelabuhan Ferry Internasional Sri Bintan Pura
dan Penyidikan (P2), Agus Djoko Prasetyo menginstruksikan untuk pada hari Jumat, 17 April 2009 petugas KPPBC Tipe A3
melakukan penegahan. Saat petugas surveillance sampai di bandara Tanjungpinang bersama-sama Tim dari KWBC Kep. Riau juga berhasil
Raja Haji Fisabilillah (RHF) ternyata barang yang dimaksud sudah menegah 6 buah tas besar yang berisi pakaian jadi beserta
berada di ruang tunggu keberangkatan dan telah melewati X-ray. aksesorisnya yang dibawa dengan menggunakan Kapal KM Cinta
Petugas mengalami kesulitan dalam melakukan pencarian Indomas yang datang dari pelabuhan Stulang Laut, Malaysia. Modus
terhadap pelaku dikarenakan pihak keamanan bandara RHF tidak yang digunakan pelaku adalah dengan menitipkan kepada awak
mengizinkan petugas Bea Cukai masuk ke ruang tunggu dikarenakan sarana pengangkut, yang kemudian akan dijemput oleh suruhan
tidak memiliki kartu pass yang dikeluarkan oleh otoritas bandara dan pemilik barang yang bisa leluasa masuk ke pelabuhan Sri Bintan Pura.
harus mendapat izin atasannya terlebih dahulu. Masih dengan modus yang sama, KPPBC Tipe A3 Tanjungpinang
Agus Djoko Prasetyo saat press release yang dilaksanakan pa- pada hari Rabu tanggal 29 April 2009 di pelabuhan Sri Bintan Pura
da 1 Mei 2009 mengungkapkan, karena adanya hambatan saat masuk berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Laptop/Notebook merk
ke ruang tunggu Bandara RHF maka petugas P2 hanya menemukan Acer Aspire dengan berbagai tipe dan Compaq Presario CQ20
tas yang terdiri dari dua travel bag dan satu kotak yang ditinggalkan beserta kelengkapannya, yang datang dari pelabuhan Stulang Laut,
oleh pemilik barang dan dititipkan di kantin ruang tunggu bandara. Malaysia dengan menggunakan kapal KM. Marina Syahputra I.
Modus yang digunakan pelaku adalah dengan cara membawa Selanjutnya barang-barang hasil tegahan tersebut akan
handphone tersebut sebagai barang tentengan penumpang dan diproses lebih lanjut oleh KPPBC Tipe A3 Tanjungpinang sesuai
rencananya akan dibawa dengan menggunakan pesawat Sriwijaya ketentuan yang berlaku. kppbc tanjung pinang/aries

60 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


INFO PERATURAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


Per Mei 2009
PERATURAN
No. Nomor Tanggal P E R I H A L

1 68/PMK.04/2009 08-04-09 Jenis Dan Besaran Jaminan Dalam Rangka Pembayaran Cukai Secara Berkala Dan
Penundaan Pembayaran Cukai

2 69/PMK.04/2009 -04-09 Penundaan Pembayaran Cukai Untuk Pengusaha Pabrik Atau Importir Barang Kena
Cukai Yang Melaksanakan Pelunasan Dengan Cara Pelekatan Pita Cukai

3 70/PMK.04/2009 -04-09 Pembayaran Cukai Secara Berkala Untuk Pengusaha Pabrik Yang Melaksanakan
Pelunasan Dengan Cara Pembayaran

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Mei 2009
PERATURAN
No. Nomor Tanggal P E R I H A L

1. P-09/BC/2009 06-04-09 Petunjuk Penyelesaian Urusan Pungutan Ekspor

2. P-10/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan
Guna Perbaikan Dan Pemeliharaan Pesawat Terbang Untuk Tahun Anggaran 2009

3. P-11/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan
Guna Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor Untuk Tahun Anggaran 2009

4. P-12/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan
Guna Pembuatan Komponen Elektronika Untuk Tahun Anggaran 2009

5. P-13/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan Oleh
Industri Perkapalan Guna Pembuatan Dan/Atau Perbaikan Kapal Untuk Tahun Anggaran 2009

6. P-14/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan
Guna Pembuatan Bagian Tertentu Alat Besar Dan/Atau Perakitan Alat Besar Oleh
Industri Alat Besar Untuk Tahun Anggaran 2009

7. P-15/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan
Guna Pembuatan Kemasan Infus Untuk Tahun Anggaran 2009

8. P-16/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan
Guna Pembuatan Komponen Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap Untuk Tahun Anggaran 2009

9. P-17/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan
Oleh Industri Pembuatan Sorbitol Untuk Tahun Anggaran 2009

10. P-18/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan
Oleh Industri Telematika Untuk Tahun Anggaran 2009

11. P-19/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan
Oleh Industri Pembuatan Methyltin Mercaptide Untuk Tahun Anggaran 2009

12. P-20/BC/2009 24-04-09 Tata Cara Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan
Guna Pembuatan Alat Tulis Berupa Ballpoint Untuk Tahun Anggaran 2009

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Mei 2009
PERATURAN
No. Nomor Tanggal P E R I H A L

1. SE-11/BC/2009 06-05-09 Perubahan Atas Surat Edaran Direktur Jenderal Nomor : SE-08/BC/2009 Tentang
Pemberlakuan Ketentuan Atas Ekspor Barang Yang Wajib Menggunakan L/C

2. SE-12/BC/2009 06-05-09 Kode Dan Jenis Dokumen Dasar Pembayaran Penerimaan Negara Di Lingkungan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 61


SIAPA MENGAPA

SRI WORONINGSIH, Sip. NAFRUDIN


NAFRUDIN
Setiap ada acara di Kantor Pusat DJBC baik yang bersifat teknis seperti sosialisasi atau yang Nafrudin nama yang singkat
bersifat non teknis seperti olahraga, ibu yang satu ini sering terlibat didalamnya. “Yang paling sering dan mudah diingat. Pegawai satu
itu event olahraga,” ujarnya Selain ikut membantu acara tersebut, Woro (nama panggilannya) kadang- ini telah menyelesaikan Diklat
kadang juga ikut menjadi peserta seperti gerak jalan, lari cepat, senam dan lain-lainnya. PPNS di Bogor selama dua bulan
Oleh teman sejawat, memang diakui Woro paling suka dengan kegiatan seperti ini dan telah sejak 15 Oktober 2008 sampai 15
banyak prestasi yang diraihnya, bahkan sebelum menjadi pegawai Bea dan Cukai (sebelumnya Desember 2008. Ketika ditanya
Woro adalah pegawai Bintek). mengenai pengalaman selama
“Woro memang paling suka dengan kegiatan seperti ini, dia memiliki jiwa yang energik tinggi dan mengikuti diklat tersebut, ia
cekatan. Yang paling banyak disukai oleh teman-temannya dia sangat mudah bergaul dengan mengatakan banyak suka dan
siapapun. Tidak hanya itu, dalam bekerja ia sangat serius sekali dan memiliki kedisiplinan yang tinggi, duka yang didapat. “ Sukanya ba-
seberat apapun tugas yang diberikan kepadanya selalu dijalankan dengan baik,” ujar teman sejawat- nyak pengetahuan, pengalaman,
nya memberikan masukan kepada WBC dan teman baru. Sedangkan
Adapun prestasi olahraga yang Woro telah raih yakni piagam penghargaan gerak jalan sehat dari dukanya tidak bisa bertemu kelu-
Direktur Taspen dalam rangka HUT Taspen ke-25 tahun 1988, piagam penghargaan dari Menteri arga selama dua bulan penuh
Keuangan meraih Juara I beregu putri gerak jalan santai dalam memperingati Hari Keuangan ke-45 dan kondisi alam di Megamen-
tahun 1991, sertifikat penghargaan dari Rektor Universitas Pakuan dalam lomba lari 10 km HUT dung sangat dingin sehingga ba-
Resimen Mahasiswa Universitas Pakuan tahun 1991, piagam penghargaan marathon Bogor - Siliwangi nyak kawan-kawan sering sakit,
dalam rangka HUT Kodam III Siliwangi tahun 1991, sertifikat penghargaan lari 10 km acara Borobudur saya sendiri sakit gigi sampai
Run tahun 1992, piagam penghargaan Juara Harapan I beregu putri dari Kementrian Negara dan penutupan diklat,” tutur ayah lima
Olahraga RI dalam gerak jalan Bogor - Jakarta tahun 2008, dan terakhir piagam penghargaan putera ini.
juara I lomba gerak jalan tradisional Bogor - Jakarta perorangan umur 45 tahun dalam rangka Hari Ketika ditanya mengenai
Pahlawan dan Hut Korps Marinir ke-63. awal masuk ke Bea dan Cukai
Woro mulai meniti karir di Departemen Keuangan sejak tahun 1983 di P4BM dibawah Sekretaris Nafrudin menceritakan panjang
Jenderal Departemen Keuangan. Selama bertugas di Sekretariat Jenderal Depkeu, karena tempat lebar sejak dia lulus sekolah
Woro bertugas mengalami beberapa kali perubahan nama. Tahun 1986 kantor- .”Saya dulu sering berpindah ker-
nya bernama Bintek. Dengan adanya reorganisasi di Departemen Keuangan ja antara lain menjadi buruh
bidang tugas bintek diserahkan ke Bea dan Cukai. Hal inilah yang minyah kayu putih di Pulau Buru,
membuat Woro dan teman-teman lainnya berpindah menjadi ikut kontraktor pembangunan
pegawai Bea dan Cukai pada bagian KITE Kanwil DJBC rumah, dan kuli bangunan di Am-
Jakarta. bon. Pekerjaan tersebut saya lalui
Berbicara mengenai pengalaman yang berke- dari tahun 1989 selepas lulus
san, ibu ini mengaku banyak sekali, seperti yang SMEA Negeri 2 Ambon sampai
baru-baru ini ia alami yaitu meraih juara I perorangan
putri kategori umur 45 tahun dalam gerak jalan Bogor –

TUGIMAN
Jakarta dalam rangka Hari Pahlawan dan HUT Korps
Marinir ke-63. “Gak kebayang sih pada saat itu jadi
juara, soalnya dulu pernah juga ikut lomba seperti
Selama bertugas di Bea
ini tapi tidak juara. Mungkin ini hadiah dari Tuhan
dan Cukai, Tugiman punya
karena event ini bertepatan dengan tanggal pernikahan
satu pengalaman berkesan
aku”, ujarnya tersenyum.
yang sempat dialaminya dan
Ditanya mengenai persiapan ikut lomba tersebut,
tak akan pernah terlupakan
Woro menje- laskan, persiapannya hanya dua bulan
seumur hidup oleh pegawai
yakni melakukan latihan seminggu 3 kali
kelahiran 19 Juli 1955.
dengan berbagai cara, diantaranya melakukan
Kenangan tersebut saat bertu-
try out di jalan Kelapa Gading, Purwakarta dan
gas di Kantor Bea dan Cukai
yang terakhir try out Bogor – Jakarta.
Ranai – Natuna, yaitu ketika ia
Kesan lainnnya saat bertugas yaitu
menuju ke kantor yang setiap
ketika mengikuti diklat kesamaptaan
harinya harus menggunakan
selama 5 minggu pada tahun
perahu.
2008. Menurut ibu yang
Di perjalanan, perahu yang
lahir 18 Oktober 1958, de-
ditumpangi itu tiba-tiba terba-
ngan adanya diklat
kar. Tugiman dan para awak
kesamaptaan ini banyak
lainnya sangat panik karena
sekali manfaatnya bagi
api dalam sekejap saja sudah
dirinya. “ Kita jadi berani
cepat membesar dan mulai
dan disiplin yang bertuju-
menjalar ke seluruh badan
an untuk membangun
perahu. Tugiman saat itu sa-
kepercayaan diri guna
ngat kebingungan bagaimana
membentuk sikap yang
cara menyelamatkan diri, ingin
jelas terhadap tugas yakni
terjun ke laut ia tidak bisa
sikap tegas, hormat
berenang dan kalaupun nekat
kepada atasan, sesama
bisa menjadi santapan ikan hiu.
rekan, maupun bawahan.
“ Untungnya ada perahu diseki-
Mental kita juga digojlok
tar situ dan segera memberi
guna membentuk fisik
pertolongan, kalau tidak ada
yang kuat, karena petu-
yang menolong apa jadinya ka-
gas Bea dan Cukai la-
lau perahu meledak,” ujar ba-
pangan sering berhadap-
pak dua anak ini mengenang.
an dengan berbagai wa-
Pengalaman berkesan lain-
tak manusia.” andy t. s.

62 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


Bekerja sebagai honorer dilalui selama tujuh tahun di Kantor Wila-
yah XII Ambon, segala pekerjaan ia tangani mulai dari cleaning
service, PKD, dan staf administrasi. Pada tahun 1998 ia baru diangkat
sebagai CPNS dan penempatan pertama di Kantor Wilayah XII Bea
Cukai Ambon. Kemudian pada Januari 2002 dimutasikan ke Kantor
Pelayanan Bea dan Cukai Ambon sampai dengan sekarang . “ Waktu
kerusuhan di Ambon tahun 1999 saya ingin pindah dari Ambon, tetapi
karena pertimbangan pimpinan, tidak diperkenankan, saya akhirnya
tetap menjalankan tugas dengan sangat waspada dan berhati-hati,”
tutur suami Wa Siamu. “ Prinsip saya selama kita tidak pernah meng-
ganggu orang, Insya Allah tidak akan diganggu orang,” tutur Nafrudin.
Selama masa bertugas, ia punya kisah duka ketika pulang
pengawasan ekspor di Opin Pulau Seram pada 2007. Mobil yang ia
tumpangi terlempar ke jurang karena pengemudi tidak dapat mengu-
asai kendaraan. “Pengemudi sudah saya peringatkan sebelumnya
bahwasanya tidak perlu melaju dengan kecepatan tinggi karena jalan
berkelok-kelok dan berbahaya tetapi ia tak menghiraukan. Akhirnya
pada saat menghindari kendaraan yang berpapasan, pengemudi
membanting stir dan kami bertiga dengan seorang teman petugas
lainnya terlempar ke jurang. Alhamdulillah mobil kami tertahan di
pepohonan sehingga kami tidak sampai dasar jurang yang mencapai
lebih dari dua puluh meter, “tutur Nafrudin.
“ Dengan badan penuh luka kami memecahkan kaca jendela dan
berpegangan pada akar-akar pepohonan untuk merayap ke atas jalan
raya. Akhirnya kami ditolong orang dan dibawa ke rumah sakit terde-
kat,” kenang pria yang murah senyum ini
1991,” cerita pria kelahiran Sempa-sempa, Buton 29 November 1970. Diluar jam kerja ia tidak menyia-nyiakan waktu untuk mengi-
Cita-cita yang semula ingin menjadi anggota TNI tidak menjadi kuti kuliah di Univesitas Darusalam Ambon Fakultas Ilmu Sosial
kenyataan karena tidak lulus dalam test. Sementara pada waktu ikut jurusan Ilmu Pemerintahan Semester I. Sedangkan di lingkungan
tes di Kejaksaan setempat Nafrudin dinyatakan lulus, tetapi karena tempat tinggal ia ikut dalam pengajian rutin yang diadakan oleh
komunikasi dan informasi yang minim akhirnya ia tidak tahu waktu ada warga setempat. Di akhir wawancara Nafrudin memiliki harapan
pemanggilan. Selanjutnya pada 1991 ia mendapat informasi dari kepada institusi Bea dan Cukai, “ Bea dan Cukai harus terus
temannya bahwa di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ada pembuka- berubah ke arah yang lebih baik seiring dengan perubahan jaman,”
an lowongan kerja honorer dengan ijasah SMA. harapnya. bambang wicaksono

nya, ketika bertugas sebagai Komandan Patroli di Tanjung Balai diklat fungsional pemeriksa barang, diklat intelijen taktis dan
Karimun. Tugiman melaksanakan tugas patroli hingga ke Laut telah mengikuti Adum
Cina Selatan hingga akhirnya ia berhasil menangkap kapal bermu- Diakhir cerita Tugiman yang lahir 24 Juli 1960, berha-
atan rotan sebanyak 45 ton yang akan dibawa keluar Indonesia. rap Bea dan Cukai kedepan nanti bisa berjalan lebih
Lelaki kelahiran Surakarta yang punya dasar Sekolah Teknik maju lagi, lebih transparan dan sesuai dengan misi dan
Menengah (STM) ini, sebelum menjadi pegawai Bea dan Cukai visinya. Selain itu ia berpesan, bagi pegawai yang baru
bekerja ditempat Omnya yaitu sebagai satuan polisi air, ini agar ditempatkan di daerah pelosok terlebih dahulu dan
dilakoninya selama tiga bulan yakni di akhir tahun 1974. Ia me- harus lebih dipacu tentang kedisiplinnya serta diberi bim-
lakukan patroli laut hingga ke daerah Nunukan. Suatu ketika usai bingan mental agama yang kuat. andy t. s.
melakukan patroli laut, ia membaca surat kabar mengenai
penerimaan pegawai Bea dan Cukai. Tugiman tergiur dengan
berita tersebut karena ditulis menerima pegawai dengan gaji 9
kali lipat Tanpa menunda-nunda kesempatan itu, Tugiman segera
banting stir ikut tes tersebut, hasilnya ia diterima.
Tugiman mendapat tugas pertama kali di Kantor Pusat
pada tahun 1975 . Lama bertugas di kantor pusat tahun 1986
ia dipindahkan ke Tanjung Priok. Dua tahun berjalan ia
dipindahkan lagi ke Tanjung Balai Karimun.Tahun 1993 dimu-
tasi kembali ke kantor pusat. Satu tahun berjalan Tugiman
dimutasikan ke Kantor Bea dan Cukai Soekarno Hatta -
Cengkareng. Tahun 2002 ia mendapat promosi jabatan seba-
gai Kepala Kantor Ranai – Natuna. Empat tahun disana, ia
dipindahkan lagi ke kantor Bea dan Cukai Juanda, menjabat
sebagai Kasi Dukungan Teknis, dan tahun 2007 hingga
sekarang ia bertugas di KPPBC Ngurah Rai sebagai Kepala
Seksi Pabean.
Tugiman mengaku sangat bangga sekali bisa menjadi pega-
wai negeri, pasalnya, orang tuanya (ayahnya) adalah petani
bahkan sempat sebagai tukang cukur rambut, yang hidupnya
serba kekurangan. Atas dasar itu Tugiman yang menjadi tulang
punggung orang tuanya berkeinginan merubah nasibnya. Gaji
yang ia peroleh pun dipergunakan untuk melanjutkan kuliah.
Pegawai yang mempunyai moto ihklas ini, punya segudang
diklat yang telah dikantonginya yakni diklat juru muda tingkat I,
DPT II angkatan 11 (1985-1986), DPT III dasar (1998), DPT III,

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 63


K O L O M
Oleh : KEBIJAKAN FISKAL SEKTOR PERTAMBANGAN PASCA UU
Djanurindro Wibowo NOMOR 4/2009
Pada tanggal 12 Januari 2009 kita memasuki babak baru
kebijakan di sektor pertambangan, setelah Pemerintah bersama
DPRI RI telah menyepakati dan mensahkan UU Nomor 4 Tahun
2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang
menggantikan UU Nomor 11 Tahun 1967 (UU 11/1967) tentang
Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan. UU 4/2009 tersebut,

MENGENALI POTENSI menurut penulis, memberikan semangat baru yang lebih maju
dan lebih menjiwai Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dibanding UU 11/
1967 khususnya terkait penerimaan negara. Hal-hal yang perlu
FISKAL DI SEKTOR diperhatikan terkait treatment fiskal adalah :

PERTAMBANGAN a. Penegasan pendapatan berupa pajak dan Penerimaan


Negara Bukan Pajak (PNBP).
Posisi pendapatan/pungutan negara dalam UU 11/1967 lebih
PASCA UNDANG-UNDANG menitikberatkan pungutan dari sisi semacam PNBP
NOMOR 17/2006 DAN 4/2009 (walaupun saat itu belum dikenal PNBP). Jenis pungutan
negara yang diatur dalam Pasal 28 UU 11/1967 adalah iuran
eksplorasi dan/atau eksploitasi dan/atau pembayaran-pem-

S
bayaran yang berhubungan dengan kuasa pertambangan
ejak duduk di bangku Sekolah Dasar kita sudah akrab yang bersangkutan. Semangat tersebut berbeda dengan UU
mendengar sebuah pameo bahwa Indonesia adalah baru yang membagi menjadi 3 (tiga) pos penerimaan: Pajak,
negeri di jamrud khatulistiwa bagaikan ratna mutu PNBP, dan pendapatan daerah. Secara lengkap pembagian
manikam, gemah ripah loh jinawi. Walaupun pameo pos penerimaan sesuai Pasal 128 UU 4/2009 terdiri dari :
tersebut seringkali dianggap sebagai bentuk pemberi l Pendapatan Negara meliputi :
semangat dan memupuk rasa nasionalisme, namun apabila - Penerimaan pajak terdiri dari pajak-pajak yang menja-
dicermati lebih dalam atas berlimpahnya sumber daya alam ne- di kewenangan pemerintah sesuai dengan ketentuan
geri ini atas karunia-Nya, maka pameo tersebut benar adanya. perundangan-undangan di bidang perpajakan, bea
Potensi tambang Indonesia dalam berbagai tulisan media masuk dan cukai
menempatkan negeri kita dalam urutan keenam dunia. Situs - PNBP terdiri dari iuran tetap, iuran eksplorasi, iuran
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) produksi dan kompensasi data informasi
menyebutkan bahwa data per akhir 2008, potensi sumber daya l Pendapatan Daerah meliputi :
batubara mencapai 104.760 juta ton, emas sebesar 4.250 ton, pajak daerah, retribusi daerah, dan pendapatan lain yang
tembaga sebesar 68.960 ribu ton, timah sebesar 650.135 ton dan sah berdasarkan ketentuan perundang-undangan
nikel sebesar 1.878 juta ton, serta potensi mineral lainnya yang
bernilai ekonomis dengan jumlah deposit cukup tinggi (sumber Mencermati hal tersebut, tergambar posisi pos penerimaan
data : www.esdm.go.id). Adapun devisa ekspor di sektor dalam Pasal 128 UU 4/2009 telah menguraikan dalam
pertambangan di luar migas pada tahun 2008 tercatat sebesar kedudukan secara terpisah dan tersendiri antara kewajiban
USD 14,8 milyar atau 10,84% dari total ekspor Indonesia (sumber pajak dan PNBP dan tidak saling menggantikan.
data : Berita Resmi Statistik No. 07/02/Th.XII, 2 Februari 2009,
www.bps.go.id). b. Penegasan besaran pembagian pusat dan daerah
Menyadari akan potensi sumber daya alam yang luar biasa, Pembagian besaran pendapatan dari produksi mineral dan
tak berlebihan apabila para pendiri bangsa telah memberikan batubara telah diatur dalam UU yang baru, sebesar 4%
rambu-rambu sesuai dengan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang (empat persen) kepada pemerintah pusat dan 6% (enam
Dasar Tahun 1945, menyebutkan: “Bumi dan air dan kekayaan persen) kepada pemerintah daerah dari keuntungan bersih
alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan sejak berproduksi. Pasal tersebut dalam UU lama tidak di-
dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. atur.
Semangat konstitusi tersebut semakin dipertegas khususnya di
sektor fiskal dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun c. Penegasan Kebijakan Fiskal dalam Kontrak Karya (KK)
2009 (UU 4/2009) tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan
serta adanya payung hukum untuk jenis pungutan tertentu dalam Batubara (PKP2B)
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (UU 17/2006) tentang Kebijakan fiskal yang cukup maju dalam UU 4/2009, dituang-
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kan dalam pasal 169 butir b, dengan penyesuaian ketentuan
Kepabeanan. KK dan PKP2B dengan UU 4/2009 selambat-lambatnya
Tulisan ini mengajak untuk bersama-sama mencermati seca- setahun, kecuali penerimaan negara. Butir c Pasal 169
ra kritis semangat undang-undang tersebut khususnya permasa- menambahkan bahwa penyesuaian terhadap penerimaan
lahan fiskal untuk kemaslahatan bangsa sekalipun kita negara sebagaimana dimaksud dalam butir b dalam upaya
memahami bahwa kedudukan dan domain kepabeanan tidak peningkatan penerimaan negara. Dalam penjelasan pasal
pada fiskal policy. Adanya perubahan perundangan baik di sektor 169 butir b, disebutkan “Semua pasal yang terkandung dalam
pertambangan mineral dan batubara serta kepabeanan terhadap kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan
treatment penerimaan negara pada kontrak-kontrak negara pertambangan batubara harus disesuaikan dengan Undang-
seperti Kontrak Karya (KK) untuk kegiatan mineral dan Perjanjian Undang”.
Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) untuk Pasal 169 di atas, apabila dikaji lebih mendalam justru
batubara, tanpa harus meredupkan peluang investasi dan tetap mengamanatkan penyesuaian langsung masalah
mendorong devisa ekspor. penerimaan negara sebagaimana tertuang dalam KK dan
Penulis mewacanakan sudut pandang lain dengan men- PKP2B terkait dengan penerimaan negara secara
cermati undang-undang pertambangan dan kepabeananan prevailing atau mengikuti perundang-undangan yang
yang baru terkait posisi fiskalnya. Sebagai catatan, dalam berlaku. Hal ini juga ditegaskan dalam Penjelasan Pasal
tulisan ini fiskal tidak hanya diartikan sebagai sesuatu untuk menyesuaikan dengan undang-undang yang ada
berkaitan dengan pajak tetapi juga penerimaan negara (Ka- secara luas tidak terbatas undang-undang 4/2009, karena
mus Besar Bahasa Indonesia). dituliskan “undang-undang” bukan “undang-undang ini”.

64 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


d. Fasilitas Fiskal Sektor Pertambangan dan Batubara Konstitusi telah menegaskan bahwa pajak dan pungutan lain
Ketentuan Fasilitas fiskal yang disebutkan dalam KK maupun yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan
PKP2B memiliki term yang hampir sama khususnya Bea undang-undang seusai Pasal 23A UUD 45 perubahan ketiga.
Masuk. KK yang mengatur kegiatan mineral memiliki cakup- Dengan telah terbitnya UU 17/2006 payung hukum PE yang
an luas untuk memberikan pembebasan dan keringanan- berupa Bea Keluar (BK) telah diatur dalam Pasal 2A UU 17/2006.
keringanan (pelaksanaannya berupa pembebasan) Bea Artinya keraguan landasan hukum PE melalui UU 20 Tahun 1997
Masuk baik untuk impor barang modal, peralatan, bahan yang dianggap tidak relevan serta dan sekaligus payung UU yang
baku, suku cadang, kendaraan air dan udara dengan penge- semula tidak ada, dapat terjawab melalui UU 17/2006.
cualian untuk mobil sedan, station wagon serta makanan- Lalu bagaimana relevansi kriteria pengenaan BK. Pasal 2A
minuman. Term jenis yang dibebaskan berdasarkan telaah UU 17/2006 menetapkan kriteria pengenaan BK dengan
penulis, memiliki kemiripan antar kegiatan walaupun tidak pertimbangan: menjamin terpenuhinya kebutuhan dalam negeri,
sama dalam segala hal. Kegiatan PKP2B term yang melindungi kelestarian sumber daya alam, mengantisipasi
dibebaskan sedikit lebih sempit daripada KK dan terbatas kenaikan harga yang cukup drastis dari komoditi ekspor tertentu
barang modal, peralatan dan bahan-bahan penunjang. di pasaran Internasional atau menjaga stabilitas harga komoditi
Perjanjian PKP2B generasi I menggunakan regim nail down tertentu di dalam negeri.
atau mengacu ketentuan perundangan pada saat Dalam pemberitaan di berbagai media, kebutuhan batubara
ditandatangani kontrak sedangkan generasi selanjutnya dalam negeri sebagian besar untuk energi pembangkit listrik.
menggunakan regim prevailing atau mengikuti ketentuan per- Harga batubara dalam negeri melalui pendekatan kemampuan
undangan yang berlaku. beli pembangkit listrik menunjukkan adanya gap yang signifikan
Lalu bagaimana treament fasilitas Bea Masuk pasca UU dengan harga ekspornya. Sebagai ilustrasi, data dari sebuah
4/2009? Pasal 168 UU 4/2009 memberikan peluang me- harian ibukota menyampaikan bahwa kesanggupan kegiatan
nerima fasilitas keringanan dan perpajakan dalam rangka pembangkit listrik membeli produk batubara pada awal tahun
investasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. berkisar USD 40-60 per MT (sumber : www.republika.co.id
Permasalahan yang perlu kita renungkan bagaimana terbitan 9 Februari 2009) sementara harga Indonesian Coal Index
intepretasi Pasal 168 dan 169 khususnya butir b dan c, yang seringkali menjadi acuan ekspor batubara menjelang akhir
apakah perusahaan KK maupun PKP2B masih diperbo- 2008 berkisar USD 87,48 – 148,9 untuk kalori 5000 Kcal – 6500
lehkan menerima fasilitas fiskal secara khusus (privilege) Kcal (sumber : ICI Report, terbitan 32, 2008). Selain gap harga,
ataukah secara otomatis menyesuaikan terhadap skema pertimbangan pemenuhan batubara untuk kebutuhan dalam
yang ada dalam fasilitas penanaman modal, artinya negeri sebagai penunjang energi proyek pembangkit listrik 10.000
apabila skemanya berupa keringanan Bea Masuk akan MW serta perlindungan kelestarian sumber daya alam, masih
diberikan fasilitas keringanan. Selain itu perlu kiranya relevan dikaitkan dengan kriteria Pasal 2A UU 17/2006.
kajian lebih mendalam terhadap kontrak-kontrak generasi Mari kita cermati masalah pungutan ganda. Ketentuan
I yang menganut regim nail down. Pasal 128 UU 4/2009 sebagaimana telah diuraikan di atas,
posisi penerimaan negara meliputi pajak dan PNBP berbeda
POTENSI FISKAL DI BIDANG PERTAMBANGAN BATUBARA dengan UU sebelumnya (UU 11/1967). Apabila kita
Komoditi batubara dalam kurun waktu terakhir ini menjadi perhatikan, Pasal 28 UU 11/1967 memang lebih menekan-
booming seiring dengan peningkatan harga minyak dunia yang kan posisi pungutan negara berupa royalti. UU 20 tahun
cukup tinggi pada medio 2008. Batubara sebagai bentuk 1997 yang semula dipergunakan untuk payung PE batubara
subsitusi energi minyak bumi seringkali dianggap sebagai emas melalui pendekatan penerimaan sumber daya alam telah
hitam, telah mencatat tingkat produksi Indonesia tahun 2007 dibatalkan oleh MA menyebabkan ketiadaan payung hukum
sebesar 205 juta ton dimana 156 juta ton diantaranya diekspor, PE dan sekaligus memposisikan pungutan menjadi ganda
produksi tahun 2008 sebesar 234 juta ton dimana 179 juta ton dengan royalti apabila dilihat dari semangat UU 11/1967.
diantaranya diekspor sedangkan tahun 2009 diprediksi tingkat Namun kiranya perlu ditelaah lebih lanjut Pasal 128 UU 4/
produksi sebesar 250 juta ton (sumber data: www.esdm.go.id). 2009 yang menegaskan pos penerimaan negaran dan Pasal
Hal ini mendudukkan Indonesia sebagai negara pengekspor 2A UU 17/2006 yang mengatur BK serta semangat Pasal 169
batubara nomor 2 (dua) dunia setelah Australia sejak tahun 2006 UU 4/2009.
(sumber: www.mediadata.co.id).
Pada akhir 2005, dengan mempertimbangkan menjaga KESIMPULAN
persediaan bahan baku dalam negeri, pemerintah telah me- Terbitnya konstitusi baru di bidang pertambangan mineral dan
nerbitkan sebuah instrumen Pungutan Ekspor batubara batubara perlu secara seksama dikaji semangat yang diamanah-
melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 95/ kan dengan ketentuan-ketentuan kepabeanan. Sekalipun posisi
PMK.02/2005 tanggal 11 Oktober 2005 dan Peraturan Mente- fiskal policy tidak menjadi kewenangan pihak kepabeanan namun
ri Keuangan Nomor 131/PMK.010/2005 tanggal 23 Desember perlu juga memperhatikan hak-hak keuangan negara yang
2005. PMK tersebut dilakukan uji materi oleh Mahkamah tertuang dalam UU 4/2009 dengan pendekatan yang berbeda
Agung (MA) dan dinilai penetapan batu bara sebagai obyek dengan UU 11/1967.
pungutan ekspor (PE) bertentangan dengan UU No 20 Tahun Penegasan Pasal 169 UU 4/2009 membutuhkan telaah men-
1997 karena jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak untuk dalam terkait treatment bea masuk dan cukai terutama pemberian
batu bara adalah royalti, yang dikecualikan dari penetapan pembebasan dengan memperhatikan semangat penyesuaian
jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam kelompok term KK dan PKP2B tanpa mengesampingkan fasilitas di Pasal
penerimaan dari pemanfaatan sumber daya alam. 168 UU 4/2009. Hal lain yang tidak kalah penting adalah
PMK tentang PE juga bertentangan dengan Peraturan Peme- bagaimana menyikapi posisi kontrak-kontrak yang dibangun
rintah No 35 Tahun 2005, yang hanya mengatur jenis Penerimaan mengacu regim nail down (kontrak generasi pertama).
Negara Bukan Pajak (Pungutan Ekspor) atas Barang Ekspor Menyikapi ketentuan Bea Keluar sesuai Pasal 2A UU 17/
Tertentu yang tidak ditetapkan dengan UU. Oleh karena itu, per- 2006, amanah Pasal 128 UU 4/2009 serta semangat Pasal 169
aturan tersebut tidak bisa diberlakukan terhadap batu bara seba- UU 4/2009, membuka wacana policy Bea Keluar di sektor
gai barang yang telah dikenakan royalti. PE batu bara juga meng- pertambangan mineral dan batubara. Permasalahannya bagai-
akibatkan pungutan ganda (royalti dan PE) atas produk yang sama mana policy maker membuat kajian antara tujuan diberlakukan-
(sumber : www.kompas.com terbitan 6 September 2006). Hasil uji nya Bea Keluar bersinergi dengan peluang investasi, gejolak
materi MA setidaknya ada beberapa pesan yang harus dicermati : ekonomi dunia di satu sisi terhadap kepentingan negara untuk
Landasan Hukum penetapan PE dengan UU No. 20 Tahun melindungi ketersediaan kebutuhan dalam negeri, fluktuasi harga
1997 tidak relevan, penetapan pungutan yang bersifat memaksa serta menjaga kelestarian sumber daya alam.
tidak ditetapkan dengan UU serta adanya pungutan ganda. Penulis adalah Kepala KPPBC Tipe A4 Bontang

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 65


O P I N I
Oleh : pengusaha multinasional yang melakukan bisnis disini yang
Wirawan Sahli mengeluhkan prosedur pabean Indonesia karena tidak sama
dengan yang dijalankan di negara lain. Pengusaha asing
yang saya temui sering mengatakan ini hanya terjadi di Indo-
nesia, di Negara lain tidak seperti ini.

Beberapa prosedur pabean kita yang tidak sesuai dengan


Konvensi Kyoto antara lain :

36 TAHUN
1. Gudang Berikat (GB) tidak boleh digunakan untuk meng-
ekspor, padahal dalam Konvensi Kyoto disebutkan bahwa
Gudang Berikat dapat digunakan untuk mengekspor

KONVENSI
barang. Di negara lain GB dapat digunakan untuk meng-
ekspor barang. Akibatnya Gudang Berikat disini terbatas
sekali kegiatannya, mereka tidak boleh menimbun
barang dalam negeri dan produk Kawasan Berikat (KB)

KYOTO
meskipun barang-barang ini akan diekspor. GB yang akan
membeli barang dari KB dan dalam negeri untuk diekspor
terpaksa membatalkan rencananya karena dilarang
berdasarkan peraturan pabean. Akhirnya barang dari KB
dan dalam negeri ditampung di GB luar negeri yang sewa

J
maupun biayanya lebih mahal. Pengusaha luar negeri
udul tulisan diatas maksudnya adalah untuk menya- yang memperoleh keuntungan dan pemerintahnya mem-
dar- kan kita bahwa Konvensi Kyoto tentang peroleh pajak penghasilan karena bisnis mereka disana.
Penyederhanaan dan Harmonisasi Prosedur Pabean Kita tidak memperoleh apa-apa karena peraturan pabean
sudah berumur 36 tahun tetapi sampai saat ini kita Indonesia sendiri. GB disini hanya digunakan untuk
belum menandatangani atau mengaksesinya. Konven- menampung barang impor, sebenarnya ini merugikan kita
si Kyoto dibuat oleh WCO pada tahun 1973 dengan tujuan sendiri. Di Negara lain GB-nya digunakan untuk ekspor
untuk menyederhanakan dan menyeragamkan prosedur pa- dan menetrasi pasar luar negeri. GB kita malah
bean. Bahkan Konvensi Kyoto sudah diamande- digunakan untuk menetrasi pasar dalam negeri


men pada tahun 1999 di Brussels. Setiap bulan dengan produk impor. Kebijakan pabean seperti
Januari kita memperingati Hari Kepabeanan ini dampaknya besar sekali terhadap pajak dan
Internasional dengan berbagai kegiatan tetapi STANDAR YANG perekonomian nasional.
hal yang essensial yaitu aksesi terhadap
Konvensi Kyoto malah terlupakan sampai seka- DIMUAT DALAM 2. GB tidak boleh digunakan untuk menimbun
rang. KONVENSI KYOTO barang pihak lain. Semua barang yang
Ada dua cara untuk menyetujui suatu ditimbun dalam GB harus milik dari pengu-
konvensi internasional. Yang pertama adalah DIBUAT OLEH saha GB sendiri. Standar dalam Konvensi
menandatangani dengan atau tanpa AHLI-AHLI Kyoto membolehkan GB digunakan untuk
meratifikasi, dan yang kedua adalah menimbun barang milik orang lain, bahkan
mengaksesi. Konvensi Kyoto terbuka untuk PABEAN DUNIA barang dalam GB boleh dialihkan (dijual) ke
ditandatangani sejak tanggal 18 Mei 1973 DAN TERBUKTI pihak lain. Di negara-negara lain hal ini
sampai dengan 30 Juni 1974. Sesudah boleh dilakukan hanya di Indonesia saja
jangka waktu ini berakhir apabila suatu EFEKTIF yang dilarang. Di Indonesia yang boleh ber-
Negara ingin menyetujui konvensi DAN TEPAT GUNA operasi hanya GB pribadi (Private Bonded
prosedurnya adalah aksesi yang dapat Warehouse) sedangkan di negara lain ada


dilakukan kapan saja. Sampai sekarang pun Public Bonded Warehouse (GB Umum)
juga masih terbuka bagi kita untuk yang boleh digunakan untuk menimbun ba-
menyetujui Konvensi tersebut beserta amandemennya. rang milik pihak lain. Akibatnya pengusaha yang akan
Memang sudah banyak prosedur pabean Indonesia menimbun barang harus mendirikan GB sendiri, padahal
yang sesuai dengan Konvensi tersebut tetapi yang tidak kalau ada GB umum mereka tidak usah repot membuat
sesuai dan masih bertentangan dengan Konvensi GB sendiri. Kalau kita kembali membaca Ordonansi Bea
tersebut juga banyak. Negara-negara lain sudah meng- dan Reglemen A yang dibuat jaman Belanda dulu,
aksesi dan menjalankan semua prosedur yang entrepot bisa untuk menimbun barang milik orang lain ter-
distandarisasi di dalamnya, sehingga mereka mempunyai gantung ijinnya masing-masing. Juga barang dalam
prosedur yang boleh dikatakan seragam sehingga memu- entrepot umum maupun entrepot partikelir bisa dialihkan
dahkan kalangan bisnis internasional dalam berinvestasi haknya yang penting diberitahukan kepada Bea Cukai.
karena prosedurnya sama dengan yang dijalankan di
Negara mereka. 3. GB di Indonesia tidak boleh menimbun barang jadi (finis-
Karena banyak prosedur pabean kita yang tidak sesuai hed goods). Hanya bahan baku saja yang boleh ditimbun
dengan Konvensi Kyoto tentu menjadi hambatan dalam dunia di GB. Di negara lain hal ini dibolehkan dan standar yang
usaha menjalankan bisnisnya. Disamping itu juga menjadi disarankan dalam Konvensi Kyoto juga membolehkan hal
hambatan terhadap Pabean kita untuk sejajar dengan institu- ini. Akibatnya semua barang jadi, harus diselesaikan di
si pabean dunia. Kita punya visi : sejajar dengan institusi pelabuhan Tanjung Priok sehingga beban pelabuhan ter-
kepabeanan dan cukai dunia di bidang kinerja dan citra tentu sebut menjadi sangat berat dan ratio penumpukan barang
tidak akan terwujud kalau kita tidak menandatangani dan sangat tinggi. Fungsi GB adalah untuk mengurangi beban
menjalankan semua prosedur yang distandarisasi dalam kon- kerja di pelabuhan dalam rangka memperlancar arus
vensi tersebut karena Konvensi Kyoto adalah standar prose- barang. Memang benar ada GB yang digunakan oleh
dur pabean dunia. pengusaha nakal untuk menyelundup tetapi mestinya
Standar yang dimuat dalam Konvensi Kyoto dibuat oleh yang ditindak adalah yang nakal saja. GB yang nakal se-
ahli-ahli pabean dunia dan terbukti efektif dan tepat guna. baiknya ditutup atau dicabut ijinnya saja sedangkan yang
Apabila prosedur di dalamnya diikuti, dijamin pasti kepenting- baik harus tetap diberi hak untuk menimbun barang jadi.
an pabean dan dunia bisnis sama-sama terpenuhi. Banyak Jangan disama ratakan antara yang baik dan yang buruk.

66 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


Hal ini tentu juga menyebabkan kesulitan dan biaya tinggi pembukuannya tidak ada pemasukan uang dari pengiriman
bagi dunia usaha. barang itu. Pengusaha KB bisa dituduh tidak membukukan
penerimaan dan bisa dikenakan pajak penghasilan sebesar
4. Pengusaha KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) ka- yang tercantum dalam PEB padahal memang ia tidak me-
lau membeli barang dari KB atau GB harus bayar bea nerima pembayaran dari luar negeri. Sebaliknya pada
masuk, baru kemudian setelah diekspor bisa mengajukan pengusaha GB kalau diperiksa pembukuannya ada pemasuk-
pengembalian, tetapi kalau mengimpor dari luar negeri an uang tetapi tidak ada PEB. Kalau tidak ada PEB berarti
bisa bebas bea masuk dengan jaminan. Peraturan pabean tidak mengekspor barang tetapi ada pemasukan uang. Ini di-
Indonesia ini tidak sesuai dengan Konvensi Kyoto, anggap dijual di dalam negeri, jadi ada transaksi dalam
menurut Konvensi itu pengusaha KITE harus dibolehkan negeri dan terhutang PPN (dalam negeri) padahal nyatanya
mengimpor langsung atau membeli dari KB/GB bebas barang diekspor. Karena itu yang paling sesuai adalah
bea masuk dengan jaminan. Jadi harus disamakan apa- dikembalikan ke GB dan diekspor oleh GB supaya peraturan
kah mengimpor langsung atau membeli dari KB/GB. pabean dan pajak bisa sejalan.
Peraturan pabean kita malah menguntungkan pengusaha Daripada menghadapi risiko seperti ini maka bisnisnya
luar negeri dan merugikan pengusaha dalam negeri. diserahkan kepada cabangnya di Singapura. Barang dikirim
Membeli dari KB/GB di negara sendiri harus membayar dari Singapura ke KB disini kemudian setelah diolah
bea masuk tetapi mengimpor langsung dari luar negeri dikembalikan ke Singapura, dari Singapura baru didistribusi-
malah bebas bea masuk dengan hanya menaruh jamin- kan ke negara-negara lain. Perusahaan di Singapura mem-
an. Memang ada KITE dan GB yang nakal dan peroleh keuntungan dari bisnis ini dan pemerintah Singapura
menyalahgunakan fasilitas ini tetapi yang baik tentunya memperoleh pajak penghasilan atas skema bisnis ini.
juga harus dilindungi haknya. Pengusaha KITE dan GB Singapura negara kecil bisa menjadi kaya karena kesalahan
yang nakal dicabut saja ijinnya tetapi yang baik harus di- kita sendiri dalam membuat kebijakan.
berikan haknya untuk memperoleh fasilitas pembebasan. Kita tidak usah takut kalau membuat kebijakan akan disa-
Kemudian kita malah membuat dalil sendiri yaitu “Tidak lahgunakan oleh pengusaha nakal karena Bea Cukai punya
boleh ada barang yang memperoleh fasilitas dua kali” wewenang untuk menutup usaha dan mencabut ijin
sehingga barang yang sudah masuk KB/GB dianggap perusahaan seperti itu. Tetapi kebijakannya harus terus dija-
sudah memperoleh fasilitas jadi tidak boleh dimasukkan lankan untuk para pengusaha yang baik. Pengusaha nakal di
ke pengusaha KITE dengan pembebasan bea masuk. Tanjung Priok juga ada tetapi kita tidak akan menutup pela-
Dalil seperti ini tidak dikenal dalam buhan itu karena banyak pengusaha


kamus pabean Internasional. KB, GB yang baik juga menggunakan pelabuhan
dan KITE adalah prosedur pabean tersebut.
biasa. Dalam Konvensi Kyoto diatur KONVENSI KYOTO Kalau GB disini boleh mengekspor
bahwa barang yang berada dalam barang maka pemerintah akan menerima
suatu prosedur pabean tertentu dapat TENTANG pajak penghasilan dari ekspor oleh GB. Di
dialihkan ke prosedur pabean lain. PENYEDERHANAAN DAN Negara lain skema bisnis seperti ini bisa
Jadi barang di KB/GB boleh dimasuk- dijalankan dan bisa terjadi integrasi antara
kan ke KITE dengan kondisi yang sa- HARMONISASI PROSEDUR peraturan pabean dan perpajakan karena
ma seperti barang impor. PABEAN SUDAH BERUMUR disana prosedur pabean sudah
distandarkan dengan Konvensi Kyoto.
Contoh-contoh diatas baru sebagian 36 TAHUN TETAPI SAMPAI Kita semua tahu bahwa GB dilarang me-
saja, masih banyak contoh prosedur SAAT INI KITA (DJBC) nimbun barang untuk ekspor karena dalam
yang lain yang tidak sesuai dengan yang PP 33/1996 yang mengatur tentang GB
diatur dalam Konvensi Kyoto. Pada BELUM MENANDATANGANI disebutkan bahwa GB adalah tempat untuk
umumnya yang mengeluh tentang prose- ATAU MENGAKSESINYA menimbun barang impor. Karenanya di
dur pabean diatas adalah pengusaha dalam GB tidak boleh ada barang ekspor.


asing karena mereka menjalankan bisnis Tetapi mengapa PP yang dibuat sejak tahun
di seluruh dunia dan mendapati prosedur 1996 ini tidak pernah diubah. Dalam
pabean Indonesia tidak sama dengan prosedur pabean di peraturan menteri dan dirjen juga disebutkan bahwa GB tidak
negara-negara lain dimana ia pernah menjalankan bisnis. boleh menimbun barang ekspor. Kalau kita bisa menjelaskan
Kalau kita tidak menandatangani Konvensi Kyoto yang rugi bahwa jika GB hanya untuk barang impor saja tentu akan mele-
juga kita sendiri karena tidak menarik sebagai Negara tujuan mahkan industri dalam negeri tetapi kalau digunakan juga untuk
investasi. mengekspor tentu akan membantu industri dalam negeri dalam
Ada seorang pengusaha GB yang bermaksud mengirim ba- merebut pasar ekspor seperti contoh yang saya berikan diatas,
rang ke KB untuk diolah tetapi setelah diolah akan dikembalikan pasti pemerintah akan menyetujui untuk mengubah PP tersebut.
ke GB-nya lagi, rencana bisnis ini tidak bisa dijalankan karena Memang sudah ada upaya untuk mengaksesi Konvensi
menurut peraturan pabean disini barang dari KB tidak boleh Kyoto tetapi baru pada tahap menginventarisasi prosedur pabean
masuk ke GB. Pengusaha merasa perlu mengirim barang kem- yang dijalankan dibandingkan dengan standar Konvensi. Waktu
bali ke GB karena ia yang akan mengekspor sendiri dengan PEB masih bertugas saya juga pernah diminta bantuannya untuk
atas namanya. Kalau barang diekspor dari KB menurut menginventarisasi prosedur-prosedur ini. Dari evaluasi waktu itu
peraturan pabean harus menggunakan nama pengusaha KB, sudah diperoleh gambaran prosedur apa saja yang sudah sesuai
tidak boleh diekspor memakai nama pengusaha lain. Bea Cukai dan prosedur apa yang belum. Tetapi upaya ini sepertinya terhenti
memberi solusi agar diekspor saja langsung dari KB. Pengusaha di tengah jalan tidak ada kelanjutannya, mungkin hal ini tidak
GB tidak mau kalau diekspor dari KB dengan PEB atas nama dianggap penting. Memang saya melihat tidak banyak orang
pengusaha KB karena akan menyebabkan rahasia bisnisnya yang merasa concern dengan masalah ini. Pada saat kegiatan itu
diketahui pihak KB. Sebenarnya pengusaha GB mau saja terhenti tidak ada yang menanyakan atau mengambil alih tugas
mengekspor langsung dari KB asalkan PEB atas nama peng- tersebut. Apalagi kalau untuk menyesuaikan dengan standar
usaha GB tetapi hal ini tidak diperbolehkan oleh peraturan Konvensi Kyoto harus merubah Peraturan Pemerintah atau Per-
pabean disini. aturan Menteri biasanya pejabat yang menangani akan menye-
Kalau diekspor oleh pengusaha KB dengan PEB atas rah saja sampai disini.
nama pengusaha KB, hal ini akan menimbulkan masalah
dengan kantor pajak. Kantor Pajak akan menganggap yang KONVENSI LAIN
mengekspor adalah pengusaha KB tetapi kalau ditelusuri Kalau kebijakan Bea Cukai adalah menyesuaikan diri dulu

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 67


O P I N I
dengan Konvensi Kyoto dan jika semua sudah sesuai kita Oleh :
baru mengaksesi tentu perlu waktu yang panjang. Kalau kita Galih Elham Setiawan,
melihat pada persetujuan terhadap konvensi yang lain maka
apa yang terjadi di Bea Cukai bertolak belakang dengan
SE., M.M.
kebijakan pemerintah. Kita tahu bahwa kondisi penegakan
Hak Azasi Manusia (HAM) di Negara kita tentu belum
sepenuhnya sesuai dengan Konvensi Internasional tentang
HAM tetapi pemerintah kita berani mengaksesi Konvensi
tentang Perlindungan HAM.
Pada tahun 1989 PBB membuat Konvensi tentang Hak AUDIT
Anak-anak (UN Convention of The Right of Children),
setahun kemudian pada tahun 1990 kita sudah TERHADAP
PENCATATAN,
menandatangani konvensi tersebut. Kita tahu bahwa keadaan
perlindungan anak di Indonesia masih jauh dari kondisi yang
ditentukan dalam konvensi tersebut. Di Indonesia masih
banyak buruh anak-anak, banyak anak jalanan yang tidak
bersekolah tetapi kita sudah berani menandatangani konven-
si tersebut. Hal ini karena kita memang bertekad untuk
melaksanakan perlindungan anak sesuai dengan apa yang
dimuat dalam konvensi tersebut. Kalau ada disana sini yang
PERLUKAH?
S
belum sesuai dengan isi Konvensi perlindungan anak kita
akan dibantu oleh negara-negara lain atau oleh PBB agar etiap orang yang menjalankan kegiatan sebagai
bisa segera sesuai dengan standar yang ada. Kalau pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyim-
menunggu dulu sampai kondisi perlindungan anak sesuai panan, importir barang kena cukai, penyalur,
dengan konvensi itu, maka upaya perlindungan anak malah atau pengusaha tempat penjualan eceran, wajib
tidak akan mengalami kemajuan. memiliki izin berupa Nomor Pokok Pengusaha
Dalam bidang pemberantasan korupsi kita juga sudah me- Barang Kena Cukai (NPPBKC) sebagaimana dimaksud
nyetujui Konvensi Anti Korupsi (UN Convention Against Corrup- dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995
tion) meskipun situasi pemberantasan korupsi disini belum sesuai Tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-
dengan apa yang distandarkan dalam konvensi. Bahwa Indone- Undang Nomor 39 Tahun 2007 (Undang-Undang Cukai).
sia termasuk kelompok Negara terkorup di dunia juga tidak Berdasarkan Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Cukai,
menghalangi kita untuk meratifikasi konvensi ini. PBB membuat pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, im-
Konvensi Anti Korupsi pada tahun 2003 tetapi kita sudah portir barang kena cukai, atau penyalur yang wajib
meratifikasi dengan Undang-undang No. 7 Tahun 2006. Ini bukti memiliki izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat
bahwa kita beriktikad baik untuk menjalankan upaya pemberan- (1) huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, wajib menyeleng-
tasan korupsi. Negara yang berani mengaksesi Konvensi Anti garakan pembukuan. Dikecualikan dari kewajiban
Korupsi meskipun keadaan negaranya belum bersih dari korupsi pembukuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat
akan diapresiasi oleh Negara lain, bukan dicemooh. Bahkan kita (1) tetapi wajib melakukan pencatatan adalah pengusaha
akan dibantu Negara-negara lain dalam melaksanakan pembe- pabrik skala kecil, penyalur skala kecil yang wajib memiliki
rantasan korupsi. Kalau kita tidak menandatangani Konvensi Anti izin, dan pengusaha tempat penjualan eceran yang wajib
Korupsi kita akan dianggap Negara kotor dan akan mendapatkan memiliki izin.
hambatan dalam perdagangan maupun kerjasama ekonomi de- Yang dimaksud dengan “pengusaha pabrik skala kecil”
ngan Negara lain. dan “penyalur skala kecil” adalah orang pribadi yang tidak
Saya kira semua konvensi tidak mensyaratkan setiap Ne- dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaima-
gara yang akan menandatangani harus sudah sesuai dulu na dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di
dengan kondisi yang ditetapkan dalam konvensi. Ini terbukti bidang perpajakan.
dari dua konvensi diatas yang sudah ditandatangani oleh Yang dimaksud dengan “pembukuan” adalah suatu
pemerintah kita meskipun kondisi disini belum sepenuhnya proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk
sesuai dengan isi konvensi. Yang penting adalah bahwa kita mengumpulkan data dan informasi yang meliputi dan
ingin menuju kesana. Kalau kita ingin mengaksesi Konvensi mempengaruhi keadaan harta, utang, modal, pendapatan,
Kyoto juga bisa saja sekarang karena tidak ada syarat harus dan biaya yang secara khusus menggambarkan jumlah
sesuai dulu dengan standar didalamnya. harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang
Jika kita mengaksesi Konvensi Kyoto meskipun banyak kemudian diikhtisarkan dalam laporan keuangan.
prosedur kita belum sesuai dengan standar dalam konvensi Yang dimaksud dengan “pencatatan” adalah proses
itu pasti akan diapresiasi oleh Negara lain karena telah pengumpulan dan penulisan data secara teratur tentang:
menunjukkan niat baiknya untuk menyeragamkan prosedur a. pemasukan, produksi, dan pengeluaran barang kena
pabean. Bahkan WCO dan negara-negara partner dagang cukai; dan
kita pasti akan membantu kita untuk memperbaiki prosedur b. penerimaan, pemakaian, dan pengembalian pita cukai
pabean disini agar sesuai dengan isi konvensi. Kalau untuk atau tanda pelunasan cukai lainnya.
menyesuaikan prosedur pabean dengan konvensi kita harus
merubah PP atau Peraturan Menteri, pasti Presiden juga akan Kewajiban melakukan pencatatan ini dimaksudkan un-
menyetujui karena tujuannya baik. tuk memberi kemudahan dalam memenuhi ketentuan
Kalau kita merujuk pada persetujuan pemerintah atas Kon- Undang-Undang Cukai dengan tetap menjamin pengaman-
vensi Hak Anak-anak dan Konvensi Anti Korupsi, maka yang an hak-hak negara. Dalam Pasal 39 Undang-Undang
paling penting adalah menyetujui dengan aksesi dulu. Penyesuai- Cukai disebutkan adanya kewenangan pejabat bea dan
an dilakukan belakangan sambil berjalan tetapi kalau menunggu cukai untuk melakukan audit cukai terhadap pengusaha
semua sesuai dulu akan seperti Konvensi Kyoto yang sudah 36 pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, importir barang
tahun kita belum mengaksesi. Karena itu sebaiknya kita segera kena cukai, penyalur, dan pengguna barang kena cukai
mengaksesi Konvensi Kyoto dan sambil berjalan semua prose- yang mendapatkan fasilitas pembebasan cukai sebagaima-
dur kita sesuaikan dengan standar di dalamnya. na dimaksud dalam Pasal 9 Undang-Undang Cukai.
Penulis adalah pensiunan Bea Cukai, Kalau kita perhatikan, kewenangan melakukan audit
terakhir menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bandung cukai yang tercantum di dalam Pasal 39 tidak meliputi

68 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


terhadap pengusaha tempat penjualan eceran. Dengan demi- bukti dasar pembukuan,...” berarti bahwa audit cukai itu:
kian akan timbul pertanyaan, mengapa pejabat bea dan cukai a. merupakan serangkaian kegiatan pemeriksaan, bukan
tidak mempunyai kewenangan melakukan audit cukai kegiatan yang parsial. Sehingga apabila kegiatan yang
terhadap pengusaha tempat penjualan eceran? Apa yang dilakukan bukan berupa serangkaian kegiatan maka
mendasari pemikiran pembuat undang-undang sehingga hal itu bukan termasuk dalam pengertian audit cukai.
pengusaha tempat penjualan tidak dimasukkan dalam Pasal b. laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen adalah
39 ini? Apakah karena alasan jumlah pengusaha tempat pen- yang digunakan sebagai bukti dasar pembukuan,
jualan eceran yang banyak atau karena alasan omzet penjual- bukan bukti dasar pencatatan. Pencatatan tidak me-
annya? Atau karena alasan bahwa pengusaha tempat ngenal laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen
penjualan eceran sesuai dengan Pasal 16 ayat (2) hanya di- sebagai bukti dasar pembukuan sebagaimana
wajibkan melakukan pencatatan bukan pembukuan? Apakah dimaksud pada norma pembukuan dalam Pasal 16A
atas dasar pencatatan tersebut dapat dilakukan audit cukai? dan dikenai sanksi terhadap pelanggaran norma
Beberapa alternatif jawaban yang mendukung pendapat pembukuan yang diatur dalam Pasal 16B. Ingat, tidak
bahwa audit cukai tidak dapat dilakukan terhadap pengusaha ada pasal yang mengatur norma pencatatan dan
yang wajib menyelenggarakan pencatatan adalah: sanksi terhadap pelanggaran norma pencatatan ter-
1. Penggunaan alasan bahwa jumlah pengusaha tempat pen- sebut.
jualan eceran yang terlalu banyak sehingga tidak 2. Kalimat “... dan dokumen lain yang berkaitan dengan ke-
memungkinkan untuk dilakukan audit perlu diperdebatkan giatan usaha,...” berarti ada dokumen lain yang berkaitan
lagi. Saat ini berdasarkan data yang ada terdapat jumlah dengan usahanya. Namun, dalam kaitannya dengan
pengusaha tempat penjualan eceran MMEA sebanyak 657 pencatatan, dokumen untuk pencatatan merupakan salah
NPPBKC dan pengusaha tempat penjualan eceran EA satu dokumen cukai atau dokumen pelengkap cukai
sebanyak 41 NPPBKC. Sementara jumlah pengusaha pabrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3A. Pencatatan ti-
skala kecil yang wajib melakukan pencatatan (bukan wajib dak mempergunakan dokumen lain selain dokumen cukai
pembukuan) sebanyak hampir 2.000 NPPBKC. Jadi, apabila atau dokumen pelengkap cukai. Dengan demikian,
alasan ini yang mendasari Pasal 39 Undang-Undang Cukai sampai pada kalimat ini pun audit cukai belum dapat me-
maka sudah barang tentu pengusaha pabrik skala kecil yang nyentuh terhadap pencatatan.
wajib melakukan pencatatan tidak termasuk yang 3. Kalimat terakhirnya berbunyi “... termasuk da-
dapat dilakukan audit terhadapnya.
2. Penggunaan alasan omzet penjualan yang kecil
juga kurang tepat, karena perbedaan omzet
antara tempat penjualan eceran sangat tinggi, mi-
sal, cafe yang menjual MMEA di hotel bintang
lima omzetnya bisa mencapai jutaan rupiah per
malam dibanding dengan warung jamu yang
menjual MMEA di pinggir jalan. Bahkan sebagian
MENGAPA
PEJABAT “
DAN CUKAI
TIDAK
BEA
ta elektronik, serta surat yang berkaitan
dengan kegiatan di bidang cukai dan/atau se-
diaan barang dalam rangka pelaksanaan
ketentuan perundang-undangan di bidang cu-
kai”, ini adalah kalimat yang menggunakan
kata penghubung dan kata sambung yang
berkaitan dengan kalimat sebelumnya.
Apabila pada kalimat sebelumnya sudah tidak
pengusaha tempat penjualan eceran beromzet di MEMPUNYAI terakomodasi maka akhir kalimat ini juga
atas 600 juta rupiah per tahun, hal ini dibuktikan tidak dapat dipergunakan untuk dasar hukum
dengan ditetapkannya mereka sebagai peng-
KEWENANGAN audit cukai terhadap pencatatan. Walaupun
usaha kena pajak (wajib membayar PPN atas MELAKUKAN pada pencatatan pastinya terdapat surat yang
penyerahan barang dan/atau jasanya). berkaitan dengan kegiatan di bidang cukai
3. Penggunaan alasan bahwa pengusaha tempat AUDIT CUKAI dan/atau sediaan barangnya.
penjualan eceran bukan merupakan salah satu TERHADAP
auditee cukai karena yang bersangkutan tidak
menyelenggarakan pembukuan tetapi hanya diwa- PENGUSAHA danDari penggalan kalimat pengertian audit cukai
penjelasannya, dapat ditarik kesimpulan
jibkan pencatatan dirasakan lebih tepat. Apabila TEMPAT bahwa audit cukai dalam kaitannya dengan pem-
alasan ini yang mendasari Pasal 39 Undang-Un- bukuan dan pencatatan ini memang hanya
dang Cukai maka sejalan dengan itu untuk peng- PENJUALAN diperuntukkan bagi pengusaha yang wajib menye-
usaha pabrik skala kecil dan penyalur skala kecil ECERAN? lenggarakan pembukuan ditambah dengan
yang wajib memiliki izin juga bukan merupakan pengguna barang kena cukai yang mendapatkan


salah satu auditee cukai. Lho, kok bisa begitu? fasilitas pembebasan cukai sebagaimana dimak-
sud dalam Pasal 9 Undang-Undang Cukai (dalam
Dalam ketentuan umum Pasal 1 Undang-Undang Cukai kaitannya dengan pengguna barang kena cukai yang
dinyatakan bahwa Audit Cukai adalah serangkaian kegiatan mendapatkan fasilitas pembebasan, Undang-Undang Cukai
pemeriksaan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen tidak mewajibkan penyelengaraan pembukuan atau
yang menjadi bukti dasar pembukuan, dan dokumen lain pencatatan bagi kegiatan usahanya serta tidak mewajibkan
yang berkaitan dengan kegiatan usaha, termasuk data elek- pengguna barang kena cukai yang mendapatkan fasilitas
tronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang pembebasan untuk memiliki izin berupa NPPBKC). Dengan
cukai dan/atau sediaan barang dalam rangka pelaksanaan demikian, audit cukai tidak dilakukan terhadap pengusaha
ketentuan perundang-undangan di bidang cukai. yang wajib melakukan pencatatan yaitu pengusaha pabrik
Sementara itu yang dimaksud dengan “pencatatan” ada- skala kecil, penyalur skala kecil yang wajib memiliki izin, dan
lah proses pengumpulan dan penulisan data secara teratur pengusaha tempat penjualan eceran yang wajib memiliki izin.
tentang pemasukan, produksi, dan pengeluaran barang kena Alasan tambahan mengapa audit tidak dilakukan terhadap
cukai; dan penerimaan, pemakaian, dan pengembalian pita pencatatan adalah karena kemampuan untuk melakukan
cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya. Apabila kita pemeriksaan terhadap serangkaian kegiatan dalam rangka
uraikan kalimat perkalimat dan dipersandingkan maka akan pencatatan secara umum dapat dilakukan oleh pejabat bea
menjadi jelas bahwa pencatatan ini tidak termasuk dalam pe- dan cukai selain auditor yang bertugas di kantor pengawasan
ngertian yang dapat dilakukan audit. dan pelayanan maupun kantor wilayah. Guna menghindari
tumpang tindih kewenangan pemeriksaan dan pembagian tu-
Apabila pengertian tentang audit cukai kita uraikan kali- gas pemeriksaan ini, selayaknya memang terhadap pencatat-
mat per kalimat maka: an ini tidak dilakukan audit cukai akan tetapi cukup pemerik-
1. Kalimat “... serangkaian kegiatan pemeriksaan laporan saan rutin oleh pegawai KPPBC setempat. Wassalam.
keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi Penulis adalah Kasi Pelaksana Audit II pada Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 69


KEPABEANAN

SUASANA WORKSHOP Pengembangan National Logistics System melalui implementasi Customs Advance Trade System (CATS)

PENGEMBANGAN dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi suatu negara. Institusi


kepabeanan di seluruh dunia yang dikoordinasikan oleh WCO
NATIONAL LOGISTICS SYSTEM dituntut untuk meningkatkan security dengan tetap menjamin
kelancaran arus barang perdagangan internasional.

MELALUI CATS
CATS merupakan rekayasa bisnis, memin-
“Untuk dapat menunjang praktek perdagangan moderen di
era liberalisasi perdagangan, diperlukan peran institusi
kepabeanan yang dapat memberikan model administrasi dan
prosedur yang simpel, dapat diprediksi dan efisien. Untuk mewu-
dahkan sesuatu metode yang semula judkan hal tersebut perlu adanya model logistik yang bersifat well
managed dan menggunakan teknologi informasi yang dapat
pemeriksaan harus dilakukan di pelabuhan diintegrasikan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan
dan melibatkan banyak pihak untuk seka- menghindari terjadinya coordination failure,” ujar Anwar.
rang dibuat secara elektronik. Karena itu harapan Anwar, melalui workshop ini akan semakin

T
FOTO-FOTO : WBC/ATS memperkaya dalam upaya
untutan dunia internasional yang terkait dengan perda- pengembangan konsep
gangan global adalah bagaimana menciptakan sistem CATS dan selanjutnya dapat
logistik yang terintegrasi (integrated logistics system) menjadi pemicu percepatan
yang dapat menunjang fasilitas perdagangan dan untuk dalam implementasinya, se-
itu perlu adanya National Logistics System. Terkait hingga menunjang perekono-
dengan hal tersebut, bertempat di Aula Loka Muda Kantor Pusat mian nasional.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berlangsung Work-
shop Pengembangan National Logistics System melalui imple- PELENGKAP NSW
mentasi Customs Advance Trade System (CATS) yang berlang- Disela-sela workshop
sung pada 18 Mei 2009. yang dihadiri para pejabat
Seperti disampaikan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, eselon II, III dan IV diling-
Anwar Suprijadi ketika membuka workshop tersebut bahwa krisis kungan DJBC serta perwakil-
finansial global berdampak luas termasuk juga pada lalu lintas an dari Kedubes Korea
barang perdagangan internasional, sehingga terjadi kontraksi Selatan, negara yang telah
terhadap volume ekspor dalam negeri. mengimplementasikan
Namun demikian hal itu tidak menyurutkan semangat dalam CATS, Deputi Menko Pereko-
mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi liberalisasi nomian Bidang Perindustrian
perdagangan yang semakin kompetitif. “Tuntutan internasional dan Perdagangan, Edy Putra
terkait dengan perdagangan internasional adalah bagaimana Irawadi, menyatakan dengan
menciptakan integrated logistic system yang dapat menunjang HERI KRISTIONO. Dari sisi Bea dan adanya CATS diharapkan
Cukai adalah bagaimana dapat
fasilitasi perdagangan,” imbuh Anwar. memberikan pelayanan yang lebih bisa menekan sampai 5
Sistem perdagangan global, lanjut Anwar, rentan terhadap bagus, cepat, murah dan lebih baik, persen biaya logistik, karena
bahaya terorisme dan penyebaran isu-isu negatif yang tentunya termasuk pengawasannya. sebagaimana diketahui dari

70 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


info buku
hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Penelitian Ekonomi
Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, besarnya biaya
logistik yang harus dikeluarkan saat ini mencapai 14,8 persen.
Dengan diterapkannya CATS akan ada 11 macam high cost
economy yang akan hilang, salah satunya biaya untuk bongkar
muat dan mencegah ketidak-tepatan biaya penghitungan dan
kecepatan waktu dan penghitungan volume karena semua akan
dikerjakan secara elektronik.
Menurut Edy, CATS adalah suatu teknologi pelengkap sistem BILA ANDA BERMINAT,
National Single Window (NSW) yang berbasis lebih luas dan se- MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN
perti penerapan NSW sebelumnya, penerapan CATS juga akan BUKU SEBAGAI BERIKUT:
melibatkan pemerintah dan swasta.

BUNDEL WBC 2008


Target saat ini, lanjut Edy, adalah pembentukan tim dan
dalam waktu dekat pembahasan dengan pihak penanggung
jawab prototype, penguatan sistem, aturan dan jadwal
peluncuran yang direncanakan soft launch pada akhir tahun Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2008
2009.
“Kami berharap dengan CATS sistem pelayanan dan peng- (Edisi Januari - Desember)
awasan khususnya yang dilakukan DJBC akan lebih mengopti-
malkan penggunaan infrastruktur teknologi informasi (TI) dalam
rekayasa proses bisnis yang ada,” ujar Edy. Rp. 150.000
CATS merupakan rekayasa bisnis, memindahkan sesuatu
metode yang semula pemeriksaan harus dilakukan di pelabuhan
dan melibatkan banyak pihak, untuk selanjutnya dibuat secara
elektronik. Ini artinya sistem pelayanan maupun pengawasan
sekarang yang menitikberatkan pada proses manual seperti
pemeriksaan fisik atas dokumen dan barang akan semakin ber-
kurang dengan digunakannya piranti dan infrastruktur TI.
Fasilitas perdagangan, biaya logistik yang rendah dan kualitas
pelayanan publik yang baik bukan lagi menjadi suatu kemewah-
an, melainkan sudah merupakan suatu keharusan. Dengan
adanya CATS, DJBC ingin mewujudkan kondisi tersebut, demiki-
an menurut Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai, Heri Kris-
tiono. CATATAN :
Menurut Heri, National Logistic System merupakan integrasi Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
sistem yang didalamnya termasuk institusi Bea dan Cukai. Dari
sisi Bea dan Cukai adalah bagaimana dapat memberikan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
pelayanan yang lebih bagus, cepat, murah dan lebih baik. Dan
dari segi pengawasannya pun akan lebih baik lagi karena barang
keluar dari kawasan industri seperti misalnya Kawasan Berikat
untuk memuat barang ekspor selama ini harus disegel dengan LANGGANAN MAJALAH
segel kertas, tentunya hal ini akan sangat rawan karena bisa saja
segelnya rusak dan sebagainya. Kemudian kondisi saat ini rute
WARTA BEA CUKAI
dari kawasan industri ke pelabuhan misalnya Pelabuhan Tanjung
Priok tidak ditetapkan rutenya sehingga bisa saja barang tidak
tepat waktu ke Tanjung priok karena ‘belok’ dulu ke tempat lain,
otomatis Bea dan Cukai harus melakukan intelijen yang kuat.
Karena itu, lanjut Heri, dibuat sistem monitoring yang ter-
integrasi untuk memonitor
pergerakan transportasi ken-
daraan dari dan tujuannya.
Dengan mengetahui rutenya
maka bisa mencegah dan
menekan terjadinya penyele-
wengan terhadap isi kontai-
ner. Dengan memasang alat
sensor yang terhubung seca- No Lama Diskon Harga Harga luar
ra online ini manfaat lainnya
adalah petugas Bea dan Berlangganan Jabotabek Jabotabek
Cukai dapat mengetahui isi + Oks Kirim + Oks Kirim
kontainer. 1 3 Bulan (3 edisi) 0% Rp. 48
48..000 Rp. 5511.000
Penerapan CATS, sistem
yang mengintegrasikan logis- 2 6 Bulan (6 edisi) 5% Rp. 92
92..25
2500 Rp. 98 2500
98..25
tics system, security system 3 1 Tahun (12 edisi) 10% Rp. 117777 .000
77.000 Rp. 1189
89 .000
89.000
dan fleet management system
ini sudah merupakan tuntutan
dikarenakan pada tahun MAJALAH WARTA BEA CUKAI
2015 seluruh wilayah ASEAN Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
akan menjadi one single Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230
EDY PUTRA IRAWADI. Adanya CATS market dan biaya pengiriman Telp. (021) 47860504, 47865608, 4890308 ex. 154
diharapkan bisa menekan sampai 5 ke seluruh negara di ASEAN Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id
persen biaya logistik diberlakukan sama. aries dengan Hasim / Kitty

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 71


MITRA
FOTO-FOTO : LUCKY

DHL EXPRESS GATEWAY

D
HL Express Indonesia pada 12 Mei 2009 mengundang beberapa jurnalis foto media cetak mengikuti acara Media
Gateway Tour untuk memperlihatkan dan menjelaskan fasilitas yang dimiliki serta sistem kerja Gateway DHL di
Jakarta. Gateway adalah pintu gerbang tempat keluar masuknya seluruh kiriman yang dikirim melalui DHL baik
dari dalam maupun luar negeri sesuai dengan peraturan kepabeanan yang berlaku. Di Indonesia, DHL memiliki 5
gateway tersebar di Batam, Bali, Balikpapan, Medan, dan Jakarta yang berlokasi di area kargo bandara Soekarno
Hatta, Cengkareng. Gateway DHL memiliki fasilitas yang dapat memonitor kiriman door-to-door pribadi secara real time.
Selain itu, untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi, di dalam area gateway DHL juga disediakan kantor bea cukai,
bank, mesin x-ray, hingga sistem clear in-the-air. Dari peninjauan WBC, terlihat Bea Cukai menempati beberapa ruangan di
dalam gateway ini, diantaranya ruangan P2 untuk pemeriksaan barang larangan dan pembatasan, ruangan pabean untuk
pemeriksaan dokumen barang masuk, dan ruangan untuk pemeriksaan dokumen barang keluar. Kunjungan sehari ke
fasilitas gateway DHL ini juga diikuti oleh lebih dari 50 eksekutif bisnis senior dari Bandung, yang sebagian besar berasal
dari industri tekstil dan garmen. Customs Clearance Manager DHL di Gateway Cengkareng menjelaskan tentang bagaimana
proses suatu barang diterima dan dikirimkan ke lokasi tujuan, termasuk bagaimana memahami regulasi pemerintah di
bidang logistik khususnya peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Bea Cukai. lucky

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


RUANG KESEHATAN

Anda
Anda Bertanya
Bertanya
LAMA DUDUK,
TERASA NYERI PADA PINGGANG BAWAH
DokterMenjawab
Dokter
Dokter Menjawab
Menjawab
DIASUH OLEH PARA DOKTER
DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

S
eorang karyawan Bea & Cukai (Kantor Pusat) per- dan mendadak, misainya ketika mengangkat benda berat da-
nah datang berkonsultasi dengan keluhan sakit lam posisi salah. Kondisi itu membuat otot sekitar pinggang
pada pinggang jika duduk lebih dari 1 jam. Apakah tegang clan menimbulkan rasa nyeri. Seclangkan sprain
ini normal ? Saya jawab pasti tidak normal, karena (gangguan sendi & jaringan lunak) dapat terjadi pada orang
seharusnya jika duduk hanya 1 jam tidak akan yang duduk terlalu lama dengan posisi yang salah. Pekerjaan
menimbulkan rasa sakit. Muncul pertanyaan berikutnya, apa- yang menuntut orang duduk lama misalnya bagian
kah nyeri ini termasuk masalah kesehatan yang serius ? administrasi, bekerja dengan computer, sopir, dll. Jika posisi
Jawabannya bisa ya dan bisa tidak tergantung penyebabnya salah ini terjadi terus-menerus akan merusak jaringan lunak
dan berat ringannya gejala. sekitar sendi sehingga menimbulkan rasa nyeri.
Nyeri pinggang bawah, dalam istilah medis disebut low Penyebab nyeri pinggang bawah berikutnya adalah HNP
back pain (LBP) adalah (Hernia Nucleus Pulposus).
nyeri yang terjadi di daerah Pada pasien HNP, terdapat
pinggang bagian bawah, keadaan dimana nucleus
mulai pinggang (setinggi pu- pulposus, organ yang ber-
sar) sampai ujung tulang ada di antara ruas-ruas
ekor. Gangguan ini sering tulang belakang, terdorong
dialami banyak orang kearah luar dlan menekan
bahkan hampir setiap orang sumsum tulang belakang
pernah mengalami dalam serta serabut-serabut syaraf
hidupnya. sehingga menimbulkan nyeri.
Penelitian di Amerika ter- Gangguan syaraf lain yang
hadap 3000 pria dan 3500 cukup sering terjadi adalah
wanita dengan usia di atas gangguan pada syaraf sciatic.
20 tahun menunjukkan 51% Nyeri yang timbul pada kasus
pria dan 57% wanita pernah ini adalah nyeri yang menja-
mengeluh nyeri pinggang lar sampai ke ujung kaki.
bawah. Dan 50% dari angka Risiko tinggi terserang
tersebut adalah kasus nyeri pinggang bawah (LBP)
serius yang menyebabkan terjadi pada orang yang
penderita ticlak dapat beker- sering mengangkat beban
ja beberapa waktu serta berat (kuli angkut, kuli
memerlukan pengobatan cu- bangunan, termasuk atlit
kup lama, sedangkan 50% angkat besi), pekerja yang
sisanya tidak mengganggu sehari-hari harus duduk
aktivitas. lama (biasanya karyawan
kantoran), kegemukan, usia
FAKTOR PENYEBAB lebih dari 30 tahun, kurang
Ditinjau dari penyebab- olahraga dan mempunyai
nya maka LBP dapat riwayat sakit sendi.
disebabkan olah beberapa
faktor. sekitar 70% kasus PENGOBATAN
LBP terjadi akibat spasme / Untuk mengatasi LBP ha-
tegang otot (strain) clan rus dicari penyebabnya.
kerusakan jaringan lunak Upaya menentukan penye-
atau sendi (sprain). LBP bab dilakukan melalui
yang disebabkan oleh pro- pemeriksaan langsung oleh
ses degeneratif akibat ber- dokter. Kadang-kadang
tambahnya usia sebanyak jika diperlukan dapat ditam-
10%. Nyeri pinggang bawah bah pemeriksaan penunjang
karena jepitan syaraf (HNP) seperti rontgen, EMG dan
sebanyak 4%, osteoporosis/ MRI. Bila penyebab pasti te-
fraktur tulang belakang 4%, lah diketahui dengan pasti,
stenosis spinal 3% dan maka biasanya penangan-
spondylolisthesis 2%. Pe- annya bisa dilakukan
nyebab lainnya, dengan dengan tepat. Misalnya saja
prosentase sangat kedl, an- penyebabnya karena spas-
tara lain penyakit bawaan, keganasan, clan infeksi. Ganggu- me otot akibat duduk terlalu lama, maka disamping diberikan
an pada ginjal, seperti penyakit infeksi balk akut maupun obat penghilang nyeri dan pelemas otot selama beberapa
kronis, batu ginjal, bendungan pada ginjal jugs minggu, pasien juga disarankan melakukan istirahat.
menimbulkan rasa nyeri pada pinggang bawah. Dari uraian Apabila dengan pengobatan tidak berhasil mungkin perlu
tersebut dapat disimpulkan bahwa penyebab terbanyak nyeri dilakukan fisioterapi dengan alat khusus. Tindakan operasi
pinggang bawah adalah strain dan sprain. diperlukan terutama jika LBP disebabkan gangguan pada
Mengapa bisa terjadi strain dan sprain ? Strain (tegang syaraf seperti HNP, patah tulang belakang, dan lain-lain.
otot) terjadi karena gerakan otot-otot pinggang cukup keras dr. S. Anggapratiwi, MKes. - Poliklinik Kantor Pusat Bea & Cukai

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 73


RUANG INTERAKSI

Oleh: Ratna Sugeng

MEROKOK
MERUGIKAN SIAPA?
konferensi pers pemaparan hasil polling mengenai opini masyara-
kat Indonesia terhadap Framework Convention on Tobacco Con-
trol (FCTC) di Gedung Nusantara 3 DPR.
Dalam polling tersebut sebanyak 68 persen masyarakat Indo-
nesia percaya bahwa menghirup asap rokok orang lain dapat
mengancam kesehatan orang yang tidak merokok. Mayoritas
penduduk juga mendukung larangan merokok di ruang publik
Merokok dapat menjadi pintu gerbang me- lainnya, seperti di restoran (81 persen), dan tempat publik seperti
nuju penggunaan napza. Orang yang mero- lokasi perbelanjaan, terminal bus, dan stasiun kereta api (75
kok sejak anak-anak menjadi 8 kali lebih persen). Sembilan puluh sembilan persen masyarakat Indonesia
memungkinkan menggunakan morfin, 22 dari 1.200 responden yang dipilih secara acak di Jawa, Sumatera,
kali kokain serta 44 kali mariyuana. Pasien Kalimantan, dan Sulawesi mendukung larangan merokok di
pengguna napza di RS Ketergantungan rumah sakit dan klinik serta di perkantoran dan ruang kerja tertu-
tup. Sebanyak 96 persen juga mendukung larangan penjualan
Obat Jakarta terbanyak adalah perokok rokok pada anak di bawah usia 18 tahun. Pengambilan data

T
QUIRK Global strategies itu diklaim mewakili 90 persen total po-
anggal 31 Mei merupakan hari peringatan: Hari Tan- pulasi, dengan sampel error 2,8 persen dan tingkat keyakinan 95
pa Tembakau Sedunia, yang jelasnya kita diingatkan persen.
akan pentingnya menjaga kesehatan dengan tidak Sementara di koran Tribun Senin, 26 Januari 2009, fatwa ro-
merokok. Tahun 2009 ini Departemen Kesehatan kok Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang haram hukumnya
meluncurkan beberapa aktivitas seperti workshop, merokok untuk ibu-ibu hamil, anak-anak, di tempat umum, serta
launch website, buku pedoman yang terkait peningkatan bagi pengurus MUI, layak untuk diikuti dengan sanksi hukum.
kesehatan dengan menghindari asap rokok, serta peringatan
melalui bungkus rokok. Tema hari tanpa tembakau tahun 2009 MULAI MEROKOK
adalah: Tobacco Health Warning. WASPADA Online mengatakan bahwa prevalensi anak mero-
kok di Indonesia mencapai tingkat mengkhawatirkan. Diperkira-
PRO DAN KONTRA MEROKOK DI TEMPAT UMUM kan dari 70 juta anak di Indonesia, 37 persen atau 25,9 juta anak
Harian Kompas, pada sebuah terbitannya di tahun 2008 me- diantaranya merokok. Data BPS menyebutkan, selama 2001
ngatakan bahwa sebanyak 1.172 orang di Indonesia meninggal hingga 2004, kenaikan jumlah perokok anak terus meningkat dari
setiap hari karena tembakau, yang mengutip ungkapan Dr. Hakim 0,4 menjadi 2,8 persen. Anak-anak merokok disebabkan banyak
Sorimuda Pohan, Wakil Ketua Forum Parlemen Indonesia, dalam faktor, seperti terpengaruh ajakan teman-temannya, juga dampak

74 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


dari pengaruh media yang gencar melakukan promosi rokok. yang depresif atau mempunyai riwayat depresi. Boleh jadi depre-
Menurut WHO, kebanyakan orang mulai merokok pada usia sinya juga terkait ketika mereka tersadar berhenti merokok
sebelum 18 tahun, seperempatnya telah mulai sebelum usia 10 dihadang oleh risiko kesehatan akibat rokok bagi diri dan keluar-
tahun. Iklan akan mudah diserap oleh mereka yang berusia ka- ganya. Mereka yang mempunyai gangguan suasana perasaan
nak-kanak melalui tayangan film, olahraga, majalah fesyen, (mood) akan lebih nyaman kalau merokok dan ketika mereka
internet, sponsor tontonan musik dan sebagainya. Dalam studi berhenti merokok mereka mengalami depresi.
WHO di sekolah secara luas, 55 persen remaja berumur 13-15 Hubungan sebab akibat yang jelas nyata antara gangguan
tahun mengatakan melihat iklan rokok pada billboard yang jiwa dan adiksi rokok terlihat dari bukti kuat bahwa penghentian
dilaluinya, 20 persen memegang benda berlogo merk rokok. Iklan nikotin membuat timbulnya gangguan kecemasan. Mereka pe-
rokok mengundang contoh tampilan enerjik, berani, jantan, meng- candu rokok kualitas hidupnya rendah.
ikuti mode dan glamour, sesuatu yang sangat disukai remaja. Thorn, Jörgen dkk dalam Low socio-economic status,
smoking, mental stress and obesity predict obstructive symptoms
BAHAYA MEROKOK in women, but only smoking also predicts subsequent experience
Beberapa kutipan dari media cetak, seperti Antara mengata- of poor health, mendapatkan bahwa faktor gaya hidup seperti
kan angka kematian akibat rokok di Indonesia mencapai 427.923 stress mental, kegemukan dan merokok pada perempuan
jiwa/tahun. Sementara hasil penelitian KPAI, perokok aktif di membuat para perempuan tersebut buruk kualitas hidupnya dan
Indonesia sekitar 141,4 juta orang, dari 70 juta anak di Indonesia, saluran pernafasannya. Penelitian ini dilakukan selama puluhan
37 persen atau 25,9 juta anak diantaranya merokok. Sekitar 43 tahun mengikuti perkembangan para perempuan perokok.
juta anak usia hingga 18 tahun terancam penyakit mematikan Memperhatikan keterkaitan gangguan jiwa dan fisik dengan
Di bungkus rokok telah dicantumkan tanda peringatan bahwa pecandu rokok maka larangan merokok di tempat umum juga
merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, ganggu- perlu disertai pertimbangan akan hal ini, dengan menyediakan
an kesehatan janin, dan impotensi. Asap rokok mengandung tempat merokok di suatu tempat terpisah dari mereka yang ingin
ribuan bahan kimia beracun dan bahan-bahan yang dapat me- hidup bebas dari asap rokok. Tentu saja keputusan menghentikan
nimbulkan kanker (karsinogen). Rokok mengandung 4000 zat rokok merupakan keputusan sehat yang ditunggu oleh lingkung-
kimia dimana 43 di antaranya merupakan penyebab kanker. 90 an mereka berada.
persen kanker paru-paru disebabkan oleh merokok sementara
sisanya merupakan perokok pasif. PERATURAN PEMERINTAH DKI DAN MEROKOK
Bahan berbahaya dan racun dalam rokok mengakibatkan Melihat bahwa iklan rokok cukup disenangi para muda, maka
gangguan kesehatan pada orang yang merokok, juga kepada seyogyanya periklanan tentang rokok tidak di ruang publik luas
orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok yang sebagian be- sesuai UU Penyiaran No 32 tahun 2002 dan tidak memperaga-
sar adalah bayi, anak-anak dan ibu-ibu yang terpaksa menjadi kan wujud rokok. Tempat-tempat publik, yang juga dipadati
perokok pasif oleh karena ayah atau suami mereka merokok di perempuan, perempuan hamil dan anak-anak diangankan meru-
rumah. Merokok akan membuat bahaya lebih besar bagi janin, pakan tempat aman, termasuk bebas dari asap rokok, seperti
jika ibunya perokok dan ayahnya juga perokok. yang diisyaratkan oleh PERDA DKI No 75 Tahun 2005 tentang
Merokok dapat menjadi pintu gerbang menuju penggunaan Kawasan Dilarang merokok.
napza. Orang yang merokok sejak anak-anak menjadi 8 kali lebih Dalam Pasal 6 Perda dimaksud, pada semua tempat umum
memungkinkan menggunakan morfin, 22 kali kokain serta 44 kali penanggung jawab tempat umum wajib menegur, memperingat-
mariyuana. Pasien pengguna napza di RS Ketergantungan Obat kan, mengambil tindakan dan menyediakan tempat merokok bagi
Jakarta terbanyak adalah perokok. para pengunjung yang merokok. Sasaran kawasan dilarang
merokok (KDM) adalah tempat umum, tempat kerja, tempat pro-
HUBUNGAN MEROKOK DENGAN KESEHATAN JIWA ses belajar mengajar, tempat pelayanan kesehatan, arena kegiat-
Prevalensi merokok secara nyata berkorelasi dengan masa- an anak-anak, tempat ibadah, dan angkutan umum.
lah kesehatan jiwa dalam populasi umum. Mereka yang Dalam kegiatan sehari-hari di Jakarta masih sulit juga mene-
mengidap gangguan psikotik dan tinggal dalam institusi seperti rapkan PERDA 75/2005 dan para perokok yang tidak dapat
rumah sakit jiwa atau panti 70 persen merokok dan 52 persennya menghentikan kebiasaannya merokok. Biasanya perokok berat
perokok berat. lebih berang ketika diingatkan, dan personalitinya menurut para
Pada mereka yang mengalami gangguan schizophrenia me- ahli kesehatan jiwa adalah personaliti yang sulit mendisiplinkan
rokok adalah masalah besar yang amat sangat sulit dihentikan diri, mudah cemas, sulit mematuhi aturan, maka diperlukan
meski penghentiannya dengan terapi. Lebih dari separuh orang ketegasan dalam bentuk yang lebih mengikat seperti sanksi yang
dengan schizophrenia (52%) yang tinggal di institusi perawatan dilaksanakan.
tidak dapat dihentikan merokok . Masih dalam berita di harian Kompas, Selasa, 17 Maret 2009
Dalam studi “The Effects of Parental Tobacco and Marijuana tertulis, “Tak mau dianggap seremonial dalam pelaksanaan pe-
Use and Personality Attributes on Child Rearing in African- negakan kawasan dilarang merokok, Pemerintah Provinsi
American and Puerto Rican Young Adults” yang ditulis oleh Judith (Pemprov) DKI Jakarta melakukan kerja sama dengan Kejaksaan
Brook dkk, dengan responden 258 laki-laki dan perempuan, Tinggi DKI”. Diberitakan bahwa seusai Pemilu akan dilakukan
mendapatkan bahwa perokok tembakau atau ganja memberikan penegakan hukum di zona yang ditentukan, meski zona yang
dampak buruk pola pengasuhan pada anak sebagai interaksi dimaksud sedang dalam pembicaraan. Pelanggar yang
personaliti orangtua terhadap anak. tertangkap basah merokok di KDM akan langsung disidangkan
Antonio Terracciano dan Paul T. Costa, Jr. dalam tulisannya dan dikenakan sanksi sesuai kedua peraturan tersebut yaitu
Smoking and the Five-Factor Model of Personality, mengatakan sanksi pidana enam bulan kurungan atau denda Rp 50 juta. Dan
bahwa para pecandu rokok kebanyakan bersifat lebih mudah ce- mulai bulan April, perokok ilegal dan pengelola gedung yang tidak
mas, lebih kurang mudah menyetujui sebuah permusyawarahan menyediakan ruangan khusus merokok akan dikenakan sanksi
dan kurang hati-hati. Dengan dorongan untuk terus merokok pidana enam bulan kurungan atau denda Rp 50 juta. Masyarakat
yang demikian besar sehingga sulit dihentikan, selalu mencari yang merokok di sembarangan tempat akan ditangkap dan lang-
stimulasi, disiplin kurang serta kurang mempertimbangkan sung dimeja hijaukan.
konsekuensi. Inilah yang membawa mereka sulit untuk memper-
timbangkan alasan kesehatan untuk berhenti merokok, meski SELAMAT MENINGGALKAN KEBIASAAN MEROKOK
mereka tahu merokok merusak kesehatan mereka dan orang di DI TEMPAT UMUM
sekitar mereka, termasuk anak-anak mereka. Banyak penelitian BERIKAN UDARA BEBAS ROKOK KEPADA GENERASI
yang mendukung penelitian ini. MENDATANG
Joel Yager, seorang dokter, dalam Journal Watch Psychiatry Ratna Sugeng adalah seorang Psikiater,
November 5, 2003, mengatakan bahwa perokok adalah orang pertanyaan ataupun konsultasi bisa melalui ratwika@yahoo.com

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 75


P R O F I L
AZIZ SYAMSU ARIFIN nya untuk menjadi seorang yang kutu buku. Ayahnya senantiasa membe-
KEPALA KPPBC TANGERANG rikan keseimbangan antara tugas belajar dan bermain (yang menjadi ciri
khas dunia anak-anak), namun demikian ayahnya sangat keras dalam
INGIN MENJADI ORANG pendidikan agama, sebelum adzan maghrib Kang Azis harus sudah ber-
ada di masjid.
YANG BERMANFAAT “Saya ini anak masjid, masa kecil saya lebih banyak dihabiskan di-
masjid. Kalau ada kegiatan-kegiatan masjid saya selalu ikut dalam kepani-
tiaan, antara lain pada setiap ada acara Imtihan (pentas seni tahunan anak
“Malu mas, dijadikan profil untuk majalah masjid) atau saat bulan Ramadhan tiba. Saya masih ingat betul setiap
WBC, karena tidak ada prestasi yang menjelang Iedul Fitri, saya bertugas memungut zakat fitrah dari rumah ke
menonjol, sedang-sedang saja, tidak ada rumah, karena kebanyakan zakatnya berupa beras, maka saya harus
yang bisa dijadikan kebanggaan untuk pikul beras dari rumah ke rumah.” Kenang Kang Azis sambil ketawa.
DJBC apalagi dijadikan sebagai suri
Dengan kepandaiannya ini Kang Azis tidak sulit untuk memilih sekolah
negeri yang kala itu menjadi tujuan dan kebanggaan dalam melanjutkan
tauladan, barangkali hanya cerita pendek sekolah. Dari SMP hingga Perguruan Tinggi, KangAzis selalu mendapat
yang tidak berguna,”begitu Kang Azis sekolah negeri yang cukup favorit yang tentunya membutuhkan nilai yang
memulai percakapan. cukup tinggi untuk dapat diterima di sekolah-sekolah tersebut.
Selalu tersenyum dan penuh dengan rasa
humor, begitu orang memandangnya. BEKERJA DI HUTAN
Namun demikian keseriusannya dalam Namun demikian ketika lulus SMA, Kang Azis sempat bingung untuk
melanjutkan kuliahnya. “Saya harus masuk perguruan tinggi negeri karena
menjalankan tugas tidak diragukan lagi, SPP nya murah pasti orang tua mampu, tetapi kalau masuk perguruan
sebagai anak pertama dengan 11 adik- tinggi swasta biayanya mahal pasti orang tua tidak mampu” kata Kang Azis.
adiknya, ia teguh untuk selalu bekerja Pilihan pertama adalah Institut Teknologi Bandung karena masih di
dengan serius namun tetap santai (sersan) kota Bandung jadi dekat ke rumah sedangkan pilihan kedua adalah Institut
dengan harapan hasil kerjanya dapat Pertanian Bogor (IPB) karena SPPnya paling murah walaupun tempatnya
bermanfaat dimana pun khususnya di di Bogor lagipula kakeknya petani. Sayang sekali pilihan pertamanya ga-
gal, karena saingannya banyak, ia tidak diterima di ITB, namun Kang Azis
lingkungan tempat bekerja, di masyarakat masih bersyukur karena pilihan keduanya tembus dan ia diterima di IPB.
maupun dalam lingkungan keluarga. Saat kuliah pun ia harus pandai-pandai dalam mengelola uang kiriman

A
agar dapat memenuhi kebutuhannya. Tahun pertama mengontrak sebuah
ziz Syamsu Arifin atau Kang Azis demikian sapaan akrab kamar berdua dengan temannya, sedangkan tahun kedua sampai lulus
yang kerap dipanggil kepada tokoh profil kita kali ini. Anak tinggal di asrama mahasiswa. Ia aktif dalam pengelolaan asrama tersebut
pertama dari 12 bersaudara yang lahir pada 23 Juli 1963 di sehingga ia bisa terbantu dalam hal kebutuhan makanan, sehingga uang
kampung Cipedes Sukajadi Bandung dari pasangan Drs. H. kiriman orang tuanya dapat ia gunakan untuk membeli buku-buku pelajaran.
Afifuddin (ayah) dan Euis Rosita (ibu), merupakan sosok yang “Untuk mencukupkan uang kiriman orang tua saya yang tidak
selalu ceria dan penuh dengan rasa humor baik kesehariannya maupun seberapa, saya masak sendiri karena tidak cukup kalau harus beli di
dalam bekerja sehingga mampu mencairkan suasana kerja menjadi lebih warung nasi. Untungya saya sudah terbiasa masak nasi liwet waktu jadi
santai, nyaman namun dapat terselesaikan dengan baik. anak mesjid. Saya juga aktif di masjid kampus, lumayan kalau bulan
Sebagai anak tertua dari keluarga besar, Kang Azis sejak kecil hidup Ramadhan banyak dosen yang bersedekah kirim makanan ke Masjid
dengan penuh kesederhanaan, ayahnya yang seorang guru di sekolah kampus untuk buka puasa bersama,”kenangnya dengan nada getir.
PGA (Pendidikan Guru Agama) mendidiknya untuk tidak menyerah Di IPB ini Kang Azis memilih jurusan kehutanan, alasan ia memilih
dengan keadaan dan berusaha untuk dapat lebih maju baik dalam segala jurusan tersebut karena untuk pekerjaan di bidang kehutanaan waktu itu
hal baik pendidikan maupun dalam hal keagamaan. lebih mudah ketimbang bidang lainnya, karena pada saat itu pemerintah
Maka tak heran jika sejak kecil sepulang sekolah Kang Azis selalu banyak mengeluarkan ijin Hak Pengusahaan Hutan (HPH) kepada para
membantu orang tuanya terutama kakeknya di sawah hingga sore hari pengusaha di bidang kehutanan dan syaratnya harus memiliki sarjana
dan langsung berangkat ke Masjid untuk belajar mengaji. Sebagai seorang kehutanan agar dapat mengelola areal hutan dengan baik, antara lain
guru agama, ayahnya justu tidak memasukan Kang Azis ke sekolah untuk kegiatan pemetaan hutan dan melihat potensi hasil hutan.
agama melainkan ke sekolah umum dengan maksud agar dapat melanjut- “Saya lulus menjadi insinyur kehutanan tanggal 18 Maret 1989 tidak
kan sekolah hingga kuliah dan menjadi pegawai negeri. Namun sebagai lama kemudian sayapun lulus sebagai bapak karena tanggal 30 Maret
tambahan bekal pendidikan agama Kang Azis kecil di didik oleh kakeknya 1989 anak pertama saya lahir. Ketika masih tingkat empat atau satu
di masjid sejak maghrib sampai malam hari dan dilanjutkan pagi hari setengah tahun sebelumnya tepatnya bulan September 1987 saya sudah
setelah sholat subuh sampai menjelang berangkat sekolah . Hal tersebut dinikahkan oleh orang tua karena pada saat itu orang tua tidak ingin saya
benar-benar dimanfaatkan oleh Kang Azis sebagai amanah yang harus berpacaran lama-lama makanya langsung dinikahkan saja, haram katanya
dijalankannya dengan sungguh-sungguh. kalau berpacaran” ungkap kang Azis.
“Hampir tiap malam saya itu tidur di Masjid, ya maklum sebagai ke- Lulus sebagai insinyur kehutanan, Kang Azis langsung bekerja di se-
luarga besar dengan rumah yang kecil tentunya untuk tidur pun kami buah perusahan HPH sebuah perusahaan pengelolaan hasil hutan (kayu)
harus berdesak-desakan, makanya saya mengalah dengan tidur di Masjid yang terletak di Palembang, ditempatkan di camp ditengah hutan yaitu di
sekaligus membantu kakek merawat Masjid satu-satunya yang ada di daerah Sungai Lalan, sulit untuk berkomunikasi karena sarana telepon
kampung kami,” kenang Kang Azis mengawali cerita masa kecilnya. tidak ada. Namun ia tidak lama bekerja pada perusahaan tersebut, ia yang
Kendati masa kecilnya penuh dengan kesederhanaan, namun ia me- telah menikah dan jauh dari anak istri membuatnya tidak tega untuk terus
rasa bahagia, karena selain dapat menuntut ilmu di sekolah dan mengaji menerus meninggalkan anak istrinya yang bermukim di Bandung sehing-
di masjid sekaligus juga tetap dapat melampiaskan hobinya bermain ga Kang Azis hanya bertahan delapan bulan bekerja di hutan Palembang.
sepak bola bersama teman-temannya atau mencari ikan belut di sawah. Kembali ke Bandung bersama istri dan keluarga, Kang Azis mengisi
Dengan demikian sejak SD hingga SMA, Kang Azis melalui hari-harinya kegiatannya dengan mengajar mata pelajaran IPA di sekolah agama
dengan penuh kebahagiaan. tempat ayahnya mengajar. Hal ini ia lakukan sambil melamar ke beberapa
Saat di sekolah pun Kang Azis terbilang anak yang cukup pandai, wa- perusahaan yang ada di sekitar Bandung dan Jakarta.
laupun waktu belajarnya nyaris sedikit namun ia tetap dapat mengikuti pe- “Tahun 1991 saya melihat di koran kalau departemen tertentu membu-
lajaran dengan baik bahkan selalu dapat masuk dalam ranking 10 besar. ka kesempatan untuk para sarjana dari berbagai jurusan, saat itu saya
Dengan segala keterbatasan karena kesulitan untuk membeli buku tidak tahu departemen apa hanya disebutkan departemen tertentu saja.
pelajaran, namun Ayahnya selalu mengingatkan untuk rajin belajar, walau- Melihat kesempatan ini maka saya langsung mencoba untuk melamar dan
pun begitu beliau sangat bijak dalam mendidik sehingga tidak memaksa- mengikuti tes di Jakarta, tepatnya di LPPM UI Salemba. Karena gak

76 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


punya uang, untuk ongkos ke Jakarta saya menjual cincin kawin istri
saya” paparnya.
Setelah mengikuti berbagai tes yang dilakukan, keberuntung-
an berpihak pada Kang Azis dan ia pun diterima pada
Departemen Keuangan tepatnya pada Direktorat Jenderal Bea
dan Cukai (DJBC). Saat itu tak terbayang oleh Kang Azis apa
tugas bea cukai tersebut, mungkin karena kehidupannya di
kampung sehingga sedikit sekali pengetahuanya tentang
peran pemerintah di bidang ekspor impor.
“Satu hal yang tidak saya lupakan pada penerimaan
saya di DJBC adalah peran Pak Nugroho pegawai Kantor
Inspeksi Bandung yang mengantarkan surat panggilan saya
langsung ke rumah. Mungkin kalau surat panggilan tersebut
hanya dikirim lewat pos saja, barangkali saya tidak akan
dapat bekerja di bea cukai karena pasti terlambat memenuhi
panggilan, maklum pengiriman surat lewat pos seringkali
terlambat.” kenang Azis.

KARIER DI DJBC
Diterima di DJBC tahun 1991, Kang Azis langsung meng-
ikuti pendidikan di Pusdiklat selama satu tahun hingga tahun
1992. Suka duka sebagai siswa pusdiklat yang belum mendapat
gaji dilaluinya dengan sabar dan tawakkal. Dukungan dari istri
dan keluarga sangat besar, walaupun tidak pernah di-
kirim biaya hidup istrinya tidak pernah menge-
luh, diapun ikut bekerja membantu kakaknya
yang berusaha dibidang sablon. Selesai
pendidikan, penempatan sementara
Kang Azis adalah pada Direktorat Cukai
selama kurang lebih satu tahun, dan
tahun 1993 penempatan pertama
Kang Azis yang sesungguhnya
adalah pada Kantor Inspeksi Bea
dan Cukai Tipe A Pontianak
sebagai pelaksana.
Sebagai pegawai baru dan
telah berkeluarga, Kang Azis
pun langsung memboyong
keluarganya untuk ikut men-
jalankan tugas di Pontia-
nak. Dengan berbekal
uang SPPD Kang Azis
dan keluarga kost satu
kamar dengan ukuran 3
x 4 M, dan memulai
kariernya di
DJBC.

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 77


P R O F I L
“Pengalaman menarik di Pontianak dapat Teknis Audit maupun pengetahuan kebeacu-
membuka mata dan hati saya apa itu bea dan kaian lainnya karena banyak ditunjuk untuk
cukai dan bagaimana perannya bagi kegiatan mengikuti berbagai diklat, diantaranya diklat
perekonomian di negara ini. Penempatan se- PFPD dan diklat administrasi umum.
bagai staf Seksi Pabean memberikan penge- Berkat pendidikan PFPD yang telah dija-
tahuan tugas bea dan cukai untuk mengum- laninya setelah dua tahun di Bandung, tahun
pulkan penerimaan negara bagi kelancaran 2000 Kang Azis kembali di mutasi ke Kantor
pembangunan. Suatu tugas yang mulia apa- Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Tanjung
bila dijalankan dengan baik. Di Pontianak ini Priok III sebagai Pejabat Fungsional
saya mencoba untuk memahami dengan baik Pemeriksa Dokumen (PFPD). Disinilah Kang
tugas-tugas yang diberikan dan saya berusa- Azis mendapatkan pengalaman dan pengeta-
ha agar dapat memanfaatkan ilmu yang huan yang sesungguhnya tentang bea cukai,
sudah diterima baik yang di dapat dari bea karena ia mendapatkan tugas untuk menen-
cukai maupun dari bangku kuliah untuk tugas- tukan wajar tidaknya nilai pabean, benar atau
tugas yang saya kerjakan,” ujar Kang Azis. tidaknya tarif dan pembebanan bea
Satu pengalaman menarik lainnya di Pon- masuknya dan kebenaran perhitungan bea
tianak adalah ketika acara pisah sambut Ke- masuk dan Pajak dalam rangka impor yang
pala Kantor Inspeksi Pontianak, Ibrahim harus dibayar oleh importir.
Karim. Kang Azis bersama rekan-rekan Karena bidang audit ini sudah menjadi ja-
lainnya mencoba untuk membuat acara yang lan hidupnya, maka setelah dua tahun
lain dari biasanya, yaitu mengisinya dengan sebagai PFPD, tahun 2002 kembali Kang Azis
acara parodi cerita pewayangan rama shinta. dimutasi untuk menjadi auditor kembali yaitu
Disinilah rekan-rekanya mulai mengenal Kang ditunjuk sebagai Kepala Seksi Audit Impor di
Azis sebagai orang yang humoris dan begitu Direktorat Verifikasi dan Audit (DitVera) KP
kreatifnya dalam mengemas suasana menjadi DJBC. Pengalaman sebagai PFPD dan Kepa-
lebih menyenangkan. BERSAMA KELUARGA. Selalu menyempatkan waktu la Seksi Audit mendorong pimpinan DJBC
bagi keluarga dan terus membimbing ke jalan yang untuk memberikan tugas yang lebih besar
Dua tahun di Pontianak, tahun 1995 Kang diridhoi Allah Swt.
Azis mendapatkan mutasi pertamanya ke lagi, maka setelah dua tahun di Dit Vera,
Kantor Pusat di Direktorat Verifikasi (sebelum menjadi Verifikasi dan Audit). tahun 2003 (bulan Oktober) ia mendapatkan mutasi sekaligus promosi
Di Direktorat Verifikasi inilah Kang Azis mengawali kariernya menjadi eselon III dan menjabat sebagai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
seorang auditor dan menuntunnya untuk aktif dalam tim, baik tim peru- pada Kanwil XII Ambon. Oleh karena nasibnya sebagai auditor maka di
musan kebijakan maupun tim pelaksanaan verifikasi dan audit. KWBC Ambon pun ditunjuk sebagai Pjs Kepala Bidang Verifikasi dan Audit
“Pengalaman menarik ketika pertama kali memulai tugas di Direktorat karena pejabatnya pensiun.
Verifikasi yaitu pada saat dilakukan briefing untuk yang pertama kali, waktu “Waktu itu Kanwil Ambon masih berkantor di mesonait belakang ge-
itu Pak Jody Koesmendro menerangkan tentang KB (maksudnya Kawas- dung utama Kantor Pusat, makanya saya dikasih kenang-kenangan sama
an Berikat), karena pak Jody hanya bilang KB-KB saja dan waktu di teman-teman kerajinan perak berupa becak-becakan, katanya gak perlu
Pontianak saya tidak banyak mengenal istilah tersebut, yang saya tahu ongkos yang mahal, naik becak pun sampai ke Kanwil Ambon,” ujarnya
KB itu Keluarga Berencana, saya pun jadi bingung apa KB yang dimak- sambil tertawa mengenang pemberian teman-temannya.
sud, apa bea cukai juga ikut mengawasi program keluarga berancana? Mengingat kondisi kota Ambon yang kian aman, Kanwil Ambon pun
Karena bingung saya tanya saja langsung ke Pak Jodi apakah KB yang diminta untuk kembali ke kota asalnya Ambon Manise. Maka tanggal 17
dimaksud adalah keluarga berencana? Bukannya mendapatkan jawaban April 2004, Kang Azis beserta rombongan pegawai KWBC Ambon
saya malah ditertawakan sama yang lainya,” kenang Kang Azis. sebanyak 17 orang berangkat menuju Kota Ambon naik pesawat Merpati.
Walaupun Kang Azis ini sarjana kehutanan, namun berkat bimbingan Itulah penerbangan terakhir pesawat Merpati ke kota Ambon. Di Ambon
Teguh Indrayana, Jody Koesmendro, dan PN Soenarso ia bisa dengan suasana yang terkadang masih terdengar dentuman bom, Kang
menjadi seorang auditor Bea dan Cukai yang cukup handal, terbukti Kang Azis bersama rekan-rekannya memulai tugas dengan perasaan was-was
Azis lebih banyak meniti kariernya di bidang Audit. dan penuh dengan kehati-hatian.
Barangkali pimpinan DJBC sudah merasa cukup membina Kang Azis “Syukur Alhamdulillah selama saya disana tidak banyak hal yang ter-
sebagai pelaksana auditor dan mampu untuk diberi tugas yang lebih besar jadi pada pegawai bea cukai, bahkan jika tidak pulang ke Jakarta, hari
lagi, maka tahun 1997 Kang Azis dimutasikan sekaligus dipromosikan ke Sabtu dan Minggu saya dan teman-teman selalu menyempatkan untuk
Kantor Inspeksi Tipe B Bontang menjadi Kepala Seksi Pabean. Di Bontang keliling kota Ambon menikmati indahnya pantai Natsepa, Liang, Namalatu
inilah Kang Azis belajar memimpin anak buah dan melakukan pembinaan dan Pintu Kota sambil berenang dan snorkling. Memang untuk tinggal kita
kepada stake holder. Satu pengalaman yang tak terlupakan oleh Kang Azis masih kumpul satu mess karena kita masih khawatir terjadi situasi yang
di Bontang adalah ketika ia memboyong keluarganya pindah ke Bontang tidak diinginkan karena masih sering terjadi hal-hal yang mengarah kepa-
namun baru satu minggu boyongan keluarga Kang Azis mendapat tugas da perselisihan,” katanya.
untuk mengikuti diklat spesialis intelijen selama dua bulan di Pusdiklat. WBC/ATS
“Waktu itu saya sempat kesal juga sama yang kasih saya tugas
belajar, rasanya saya seperti membuang keluarga di Bontang, karena
tempatnya terpencil dan sulitnya perjalanan ke Bontang butuh waktu lima
jam dari Balikpapan untuk sampai di Bontang dengan banyak melewati
hutan rimba. Bayangkan baru satu minggu disana dan belum tahu apa-
apa tentang Bontang, anak dan istri saya tinggalkan disana. Tapi semua
itu tetap saya jalankan dengan ikhlas bahkan istri dan anak-anak juga
menerima dengan lapang dada dan Alhamdulillah semua itu dapat dilalui
dengan baik,” ujarnya.
Di Bontang Kang Azis tidak lama, hanya dalam hitungan bulan atau te-
patnya enam bulan Kang Azis mendapatkan mutasi sebagai Kepala Seksi
Audit Impor pada Kantor Wilayah (Kanwil) V Bandung. “Saya mengucap
syukur kepada Allah Swt sekaligus terima kasih kepada Almarhum bapak
Roy Ronald Lino karena banyak membantu kepindahan saya ke Bandung
untuk kembali dipercaya melaksanakan tugas audit.”ungkap Azis
Di Bandung Kang Azis dapat meningkatkan kemampuannya baik se- RAKER. Azis saat berfoto bersama dengan seluruh kepala kantor dan Menteri
bagai seorang auditor karena dipercaya dan ditunjuk sebagai Pengendali Keuangan seusai acara raker antisipasi dampak krisis global tahun 2008.

78 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


FOTO-FOTO : DOK. PRIBADI
KEMBALI PADA
BIDANG VERIFIKASI
DAN AUDIT
Dua tahun barang-
kali sudah cukup untuk
menimba pengalaman
bertugas di kota yang
porak poranda sisa-
sisa konflik berbau Sa-
ra dimana setiap hari
melihat bangunan-
bangunan yang hangus
terbakar dan ruko-ruko
yang menjadi tempat MENGISI WAKTU LUANG. Bersama rekan-
pengungsian, tahun rekannya saat di Ambon, Azis selalu mengisi
waktu luang dengan berkumpul dan AKTIF DI BKM. Di Kantor Pusat Azis pun aktif sebagai pengurus DKM
2005 Kang Azis diberi menciptakan suasana kekeluargaan. dan mengadakan beberapa kegiatan keagamaan.
kesempatan menikmati
keindahan pura-pura, pantai-pantai tempat berjemurnya para bule-bule dengan pengurus Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat Tangerang.
dan panorama desa yang dihiasi dengan adat istiadat yang luhur. Ia Dalam setiap kesempatan Kang Azis selalu wanti-wanti kepada para
dimutasi dan ditempatkan sebagai Kepala Bidang Verifikasi dan Audit stafnya agar senantiasa memberikan pelayanan yang cepat dan baik
Kanwil VIII DJBC Denpasar. Menjalani tugas Vera di Denpasar merupakan kepada para pengusaha KB/PDKB maupun PGB/PPGB. Waktu dan
tugas yang cukup menyenangkan bagi Kang Azis, karena selain tugas kepastian menjadi krusial bagi mereka dan dapat menentukan nasib ribu-
tersebut merupakan tugas lama yang telah ia geluti, di Denpasar juga an buruh yang ada di wilayah Tangerang. Semakin cepat waktu pelayanan
banyak memberikan waktu Kang Azis bersama teman dan keluarga untuk impor/ekspor maka semakin banyak order dari luar negeri semakin banyak
berlibur di waktu senggangnya. Hampir setiap hari Sabtu dan Minggu ber- buruh yang dipekerjakan, sebaliknya semakin lambat waktu pelayanan
keliling menikmati indahnya Pulau Dewata. impor/ekspor semakin kurang order dari luar negeri semakin banyak buruh
Sembilan bulan sudah cukup untuk menikmati indahnya Pulau Dewa- yang di PHK. “Alangkah berdosanya apabila gara-gara kelambatan
ta, tahun 2006 Kang Azis kembali dimutasi ke Kantor Pusat dan menjabat pelayanan pegawai DJBC menyebabkan perusahaan kehilangan order
sebagai Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Audit, dan ribuan buruh di PHK, dan yang paling menyedihkan jika para peng-
Direktorat Verifikasi dan Audit. Rupanya tugas Audit menjadi bagian yang usaha mengalihkan investasinya ke negara lain”imbuhnya.
utama dalam tugasnya selama di bea cukai. Seiring dengan reorganisasi “Kinerja KPPBC Tangerang dapat mempengaruhi kepercayaan para
yang ada di DJBC, Desember 2006 jabatan Kang Azis berubah namun pemodal asing yang menanamkan modalnya di Indonesia (khususnya
tidak menyimpang dari sebelumnya, menjadi Kepala Sub Direktorat Pe- Tangerang). Kuncinya adalah pelayanan yang baik, berikan kemudahan
rencanaan Audit pada Direktorat Audit. kepada mereka, berikan solusi yang baik kalau ada permasalahan. Insya
Menjabat selama dua tahun sebagai Kasubdit Perencanaan Audit, Allah mereka akan percaya kepada DJBC. Mereka itu (pengusaha KB)
selama masa itu pula Kang Azis menjadi dewan pengarah untuk majalah suaranya kuat bisa didengar langsung oleh pemerintah (Presiden/Menteri),
Warta Bea Cukai mewakili Direktorat Audit dan membantu memberikan kalau kinerja kita baik maka DJBC akan dianggap baik, tapi sebaliknya
masukan kepada WBC baik mengenai pemberitaan bidang audit DJBC kalau kinerja kita jelek maka DJBC akan dianggap jelek juga.” Kang Azis
maupun pemberitaan lainnya. menambahkan.
Di samping menjadi dewan pengarah majalah WBC, Kang Azis juga Kang Azis berharap agar DJBC mampu mengantisipasi perubahan-
kembali ke kegiatan lamanya menjadi aktifis di Masjid Baitut Takwa KP perubahan yang cepat pada dunia bisnis perdagangan internasional se-
DJBC dan dipercaya sebagai Ketua I Dewan Kemakmuran Masjid Baitut hingga DJBC mampu membuat aturan-aturan mempermudah dan
Takwa, bersama rekan-rekan di kepengurusan DKM kegiatan keagamaan mempercepat pelayanan kepada para stake holder. DJBC diberi kewe-
di KP DJBC dapat berjalan dengan baik. nangan untuk membuat peraturan dibidang impor dan ekspor, alangkah
Meskipun tugas di bidang audit ini sudah menjadi darah daging Kang naifnya kalau ada persoalan yang baru DJBC mengatakan bahwa hal
Azis, namun pimpinan DJBC menginginkan agar Kang Azis memiliki tersebut tidak diatur atau belum diatur, seharusnya DJBC membuat tero-
pengalaman yang lebih baik lagi dengan mempercayakannya sebagai bosan dengan segera mencari alternatif aturan atau membuat peraturan
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe baru sehingga permasalahan para stake holder bisa segera ditangani.
A2 Tangerang sejak bulan Juli 2008. Dengan demikian DJBC tersebut benar-benar menjalankan fungsinya
“Ini merupakan amanah yang cukup berat, untuk itu saya harus sebagai trade fascilitator dan industrial assistance, bukan hanya sekedar
menjalankannya dengan baik dan semaksimal mungkin, karena sebagai menjadi slogan.
kantor baru dengan jumlah stakeholder yang cukup banyak tentunya Suami dari Entang Komariah dan ayah dari Reyna Sylvani (20), Adly
membutuhkan pelayanan dan pengawasan yang efektif sehingga apa Habiban (19), dan Nabilah Nur Azizah (9) mengatakan bahwa ia tidak
yang diharapkandengan berdirinya kantor baru tersebut dapat benar-benar pernah mengharapkan untuk menduduki jabatan tertentu di DJBC ini tapi
terwujud,” ujar Kang Azis. ia berharap agar semua yang dilakukan dan dikerjakan selama penugas-
KPPBC Tangerang mengawasi perusahaan-perusahaan yang menda- annya dapat bermanfaat khususnya bagi institusi dimana ia mencari
patkan fasilitas Kawasan Berikat dan Gudang Berikat yang kebanyakan nafkah yaitu DJBC dan bisa menjaga nama baik DJBC. Sehingga rizki
adalah perusahaan Penanaman Modal Asing, hasilnya sebagian besar di yang diterimanya membawa berkah bagi diri dan keluarganya dan dapat
ekspor ke luar sehingga harus benar-benar dapat memberikan pelayanan dijadikan bekal untuk beribadah kepadaNya. Pesan ayahnya yang selalu
yang mudah dan cepat agar barang impor dapat segera diproduksi dan ha- ia jalankan adalah tetap menjalankan kaidah-kaidah agama “Hablum
silnya dapat segera di ekspor keluar negeri. Satu harapan kang Azis pa- minallaahi wahablum minannaasi” berbuat baik kepada Allah Swt dan
da KPPBC Tangerang, adalah dapat menjadi kantor yang dapat melayani berbuat baik kepada sesama manusia, sehingga apa yang kita jalani dapat
dengan baik kepada seluruh pengguna jasa yang ada di wilayah kerjanya, bermanfaat bagi banyak orang bahkan bagi nusa dan bangsa.
dan dapat mengawasi dengan efektif setiap perilaku para pengguna jasa. Kepada putra-putrinya Kang Azis pun tetap meminta agar kaidah
Sebaliknya ia berharap para pengguna jasa patuh terhadap se- agama menjadi nomor satu dalam menjalani kehidupannya,
gala peraturan yang ada, sehingga apa yang diinginkan oleh penggu- walaupun ia tidak memaksakan putra-putrinya untuk menjadi seperti
na jasa akan pelayanan yang prima dapat terwujud dan pengguna dirinya namun ia juga berharap agar putra-putrinya menjadi anak
jasa pun semakin mudah dalam melakukan bisnisnya. Makanya yang Sholeh dan Sholehah sehingga dapat bermanfaat bagi keluarga
Kang Azis selalu melakukan kunjungan mendadak ke pengusaha- dan orang banyak. “Saya berpesan kepada anak-anak agar selalu
pengusaha Kawasan Berikat yang berada di wilayah pengawasannya melaksanakan Shalat lima waktu karena Shalat itu dapat mencegah
untuk berdialog terkait pelayanan yang diberikan oleh KPPBC Tange- dari perbuatan keji dan munkar, senantiasa menjalankan amal
rang sekaligus mengawasi kinerja stafnya demikian juga berdialog ibadah, dan berbuat baik kepada sesama”.pungkasnya supriyadi

EDISI 415 JUNI 2009 WARTA BEA CUKAI 79


APA KATA MEREKA

RUHUT
RUHUT SITOMPUL
SITOMPUL NENO
NENO WARISMAN
WARISMAN
“Kualitas Komunikasi Bea Cukai Melayani
Kepada Masyarakat Sangat Baik” Dengan Hati

K
ehadiran Hj.Titi Widoretno Warisman atau lebih terkenal dengan nama Neno
Warisman sebagai pembicara dalam acara seminar pada peringatan Maulid
Nabi Muhammad SAW di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
(DJBC), awal April lalu, tampaknya memberikan kesan tersendiri bagi pegawai
yang hadir.
Peserta seminar yang hampir semuanya wanita ini tidak beranjak hingga acara
yang mengangkat tentang komunikasi dalam keluarga ini selesai. Bahkan ketika
acara selesai banyak peserta yang meminta berfoto dengan ustadzah yang juga
seorang desainer pakaian muslim ini.
Neno sendiri kepada WBC mengaku bahwa acara bertema religi seperti ini sangat
penting dalam kehidupan keluarga pegawai Bea Cukai. “Kantor memang memberikan
kesejahteraan secara fisik kepada pegawainya, tapi dengan bekerja banyak ibu-ibu yang
kehilangan waktu dengan anak-anaknya. Dengan acara ini orang tua yang bekerja bisa
memahami bagaimana membangun komunikasi
dengan anak-anaknya,” jelas ibu tiga anak ini.
Saat ditanya tentang pelayanan
petugas Bea Cukai di luar negeri Neno
mengaku jarang berpergian ke
mancanegara kecuali untuk menu-
naikan ibadah haji. “Tapi untuk
petugas Bea Cukai di Indonesia
pelayanannya excellent,
apalagi ketika saat pelaksa-
naan haji, mungkin petugas
juga ingin mendapatkan pa-
hala jadi kerjanya bagus,”
ujarnya.
Namun wanita kela-
hiran 21 Juni 1964 ini

A
juga berharap agar pe-
rtis yang mempunyai hobby sebagai tugas Bea Cukai
pengacara, begitu celoteh Ruhut Sitompul melayani masyarakat
tentang profesinya. Pengacara sukses ini dengan hati.
memang menggeluti berbagai profesi, dari “Manusia itu yang
pesinetron hingga politisi. Penampilan terpenting adalah
lulusan tahun 1979 Fakultas Hukum Universitas hatinya, petugas
Padjajaran, Bandung yang nyentrik namun lantang yang baik adalah
dalam mempertahankan argumentasinya mudah petugas yang
dikenali banyak orang, sehingga tak ragu baginya mampu melayani
untuk maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai hati masyarakat,
Demokrat. untuk melayani
Sebagai juru bicara partai yang pro pemerintah hati, petugas ha-
ditambah aktif diberbagai organisasi kepemudaan, rus memiliki
membuatnya sering berpergian ke luar negeri. hati nurani yang
“Sebagai duta kepemudaan saya sering bersama tulus,” tutur
rombongan. Rombangan saya kadang sudah takut pemeran film
menghadapi bea cukai, barang mereka dititipkan ke ‘Rindu Kami
saya, saya bilang tidak usah khawatir, selama kalian Padamu’ terse-
tidak melanggar hukum tidak usah khawatir. Ternyata but.
petugasnya ramah-ramah. Mereka bilang abang ryan
hebat juga, saya bilang bukan saya yang hebat, me-
mang bea cukai sekarang berbeda dari yang dulu,”
ceritanya ketika memimpin rombongan pemuda dari
luar negeri.
Perubahan ditubuh Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai dari sisi pelayanan, membawa kesan tersendiri
bagi pria kelahiran Medan 55 tahun silam ini. Saat
dihubungi WBC melalui ponsel pribadinya, juru bicara
Partai Demokrat ini mengatakan, “Pelayanan bea
cukai sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya, kalau
dulu kami dari luar negeri yang terpikir hal yang
menakutkan adalah bea cukai, tapi kalau sekarang
karena keramahan dan kelembutan menyapa para
penumpang yang kembali ke Indonesia, atau orang
asing yang masuk ke Indonesia, sekarang jika datang
serasa di rumah sendiri, begitu juga orang asing.”
Menurutnya, kualitas komunikasi bea cukai kepa-
da warga masyarakat, sekarang sangat baik. Hal itu
bukan tanpa usaha, namun dilakukan melalui proses
serta keteladanan dari pemimpin yang baik. “Kete-
ladanan Dirjen bea cukai yang membuat bea cukai
baik seperti sekarang agar dapat dicontoh oleh pega-
wai bea cukai lainnya hingga tingkat bawah,” ujarnya.
Ia berharap pelayanan baik serta ramah yang dilaku-
kan Bea Cukai saat ini dapat dipertahankan. irwan

80 WARTA BEA CUKAI EDISI 415 JUNI 2009


Relasi & Mitra Kerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Mengucapkan Selamat Atas Diresmikannya

KPPBC
KPPBC TIPE
TIPE MADYA
MADYA PABEAN
PABEAN
TANJUNG EMAS - SEMARANG

- Jakarta : Komplek Pergudangan


Mutiara Kosambi II
Jl. Raya Perancis Blok A-10 No.41,
Cengkareng
Telp./Fax: (021) 5591.6069
- Surabaya : Jl.Kalianak Barat No.55A,
Telp./Fax: (031) 748.3594
- Semarang : Jl. Mpu Tantular No.85A,
Telp./Fax: (024) 355.6589

Website : www.balailelangartha.com
Email : marketing@balailelangartha.com

PT. NAYATI INDONESIA


Jl. Raya Terboyo No. 15,
Kawasan Industri Terboyo Megah
Semarang, 50112 - Central Java, Indonesia
Tel : (024) 6580573
Fax : (024) 6580572
Email : nayati@indosat.net.id
Website : www.nayati-indonesia.com

PT. CHIA JIANN INDONESIA FURNITURE


Jl. RAYA BANGSRI-KELET DESA WEDELAN RT. 02 RW. 09
TELP. : 62-291-771600 – 771601 – 771602 FAX : 62-291-771603
BANGSRI JEPARA, JAWA TENGAH – INDONESIA
E-mail: chia-jiann@indo.net.id http://www.chia-jiann.com
A M A N A T

Sambutan Pembina Apel


Pada Acara “Apel Bersama”
Tanggal 18 Mei 2009
Bismillahirrahmannirrahim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera

Yth. Bapak-bapak para pejabat eselon II di lingkungan Kantor Pusat DJBC;

Yth. Bapak-bapak Para Pejabat Eselon III dan eselon IV serta;

Para Pegawai di lingkungan Kantor Pusat DJBC yang saya banggakan,

Pertama-tama kita patut bersyukur dan mengucapkan selamat atas

keberhasilan Kanwil DJBC Jawa Timur I, Kanwil DJBC Jakarta dan Direktorat

P2 KP-DJBC dalam mengungkap jaringan pembuatan pita cukai palsu untuk

barang kena cukai hasil tembakau yang berlokasi di Jalan Andong 33 Slipi

Jakarta Barat, Lippo Karawaci dan di Surabaya Jalan Jemur Andayani No. 3 – 5.

Percetakan pita cukai palsu ini bisa dikatakan sebagai yang terbesar

dan tercanggih, karena hasil cetakan tidak terdeteksi dengan detector

ultraviolet, baru bisa terdeteksi dengan alat khusus yakni hologram reader

dan sudah beroperasi selama tujuh tahun.

Puji dan syukur pula kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah

melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, sehingga kita dapat

bersama-sama mengikuti Apel pada pagi hari yang cerah ini, dalam suasana

yang insya Allah- lebih baik dari waktu-waktu yang lalu.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009 1


A M A N A T

Pada kesempatan yang sangat singkat, namun begitu berharga ini,

saya ingin menyampaikan beberapa hal, yang mudah-mudahan akan sangat

bermanfaat untuk kita semua, terutama dalam upaya untuk memberikan kontri-

busi nyata bagi kebaikan institusi DJBC yang sangat kita banggakan.

Bahwa semenjak tahun 2006, DJBC telah melakukan reformasi

Birokrasi yang dimanifestasikan dengan melakukan pembentukan Kantor

Modern yang disebut dengan Kantor Pelayanan Utama dan Kantor

Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya. KPU

dibentuk dengan melakukan revitalisasi secara sistemik terhadap organisasi,

sistem dan prosedur, dan sumber daya manusia. Sasaran pembentukan KPU

dan KPPBC Tipe Madya diantaranya adalah terwujudnya pelayanan yang

cepat, efisien, responsive dan transparan berdasarkan prinsip good

governance; tercapainya pengawasan yang efektif dan terwujudnya organisasi

yang efektif dan efisien.

KPU dan KPPBC Madya yang telah dibentuk adalah :

a. Tahun 2007 sebanyak 2 Kantor Pelayanan Utama Tanjung Priok dan

Batam

b. Tahun 2008 sebanyak 6 KPPBC Tipe Madya (Tanjung Perak, Belawan,

Soekarno Hatta, Malang, Kediri, dan Kudus)

c. Tahun 2009 akan dibentuk 9 (sembilan) KPPBC Tipe Madya (Tanjung

Emas, Merak, Bandung, Bogor, Bekasi, Purwakarta, Surakarta,

Yogyakarta dan Pasuruan).

Dengan dibentuknya Kantor Modern, hasil yang telah dicapai adalah :

a. Peningkatan Penerimaan Negara;

2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009


A M A N A T

b. Perbaikan Indeks Persepsi Korupsi oleh TII (Transparency

International Indonesia);

c. Perbaikan Indeks Pelayanan Publik oleh KPK (Komisi Pemberantasan

Korupsi);

d. Hasil Penilaian dari WCO yang positif.

Pencapaian target penerimaan di tahun 2008, dimana untuk

penerimaan BM mampu mencapai 143,88% dari target, dan secara rata-rata

(BM, Cukai & BK) mencapai 120,45%, akan menjadi tantangan tersendiri

dalam tahun 2009 ini, mengingat kondisi perekonomian dunia masih lesu.

Hingga tanggal 9 Mei 2009, pencapaian target penerimaan Bea Masuk sebesar

6,02 triliun (36,11 %), Cukai sebesar 18,75 Triliun (37,88 %), dan Bea Keluar

sebesar 387,77 miliar (4,15 %).

Perbaikan indeks persepsi korupsi oleh TII pada Tahun 2008

menunjukkan ada perbaikan, indeks persepsi korupsi dari IPK 2,3 menjadi

IPK 2,6 yang salah satunya disebabkan oleh program reformasi yang dilakukan

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Begitu juga, adanya perbaikan indeks

pelayanan publik oleh KPK dari semula Institusi DJBC termasuk dalam 3

besar dari 10 besar instansi pemerintah yang kurang baik memberikan

pelayanan publik, maka pada tahun 2008, DJBC berada pada peringkat

keenam. Dari hasil penilaian WCO, institusi DJBC masih berada pada jalur

yang benar dan menjalankan praktek administrasi kepabeanan yang sesuai

administrasi kepabeanan dunia.

Pembentukan Kantor Modern yang merupakan bagian dari Reformasi

Birokrasi akan terus kita kembangkan hingga semua kegiatan dibidang

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009 3


A M A N A T

kepabeanan dan cukai akan berbasis teknologi informasi dan memberikan

pelayanan yang prima kepada stakeholders.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Rekan-rekan Peserta Apel yang saya hormati,

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.01/2009

tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan, Direktorat Jenderal

Bea dan Cukai telah memiliki Pusat Kepatuhan Internal yang diharapkan

mampu melaksanakan tugas pengawasan kepatuhan pelaksanaan tugas seluruh

unsur dilingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, melakukan investigasi

internal atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai.

Diharapkan dengan adanya unit ini, integritas pegawai Direktorat

Jenderal Bea dan Cukai akan semakin baik dan tetap memegang komitmen atas

tugas dan tanggung jawab yang dibebankan.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan rekan-rekan Peserta Apel yang saya hormati,

Akhirnya mari kita bersama-sama menjaga institusi kita menuju

kearah yang benar, menjaga untuk tidak mengulang kesalahan-kesalahan di

masa lalu. Menjaga dan mengawal Reformasi Birokrasi yang telah kita

jalankan agar tetap berada di jalur yang benar dan menjaga amanat yang telah

diberikan oleh masyarakat dan pemerintah kepada kita.

Mari kita bekerja dengan sekuat dan sepenuh hati hanya untuk

meningkatkan image positif DJBC dengan meninggalkan kepentingan-

kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Mari kita buktikan semangat

esprit de corps (jiwa korsa) yang kita miliki mampu melaksanakan program

4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009


A M A N A T

reformasi yang telah kita sepakati bersama. Hal ini diperlukan untuk menjaga

institusi kita, agar menuju kearah yang benar, sebagai institusi yang patut

dipercaya dan dibanggakan masyarakat, Amin…..!

Demikian sambutan singkat ini, terimakasih atas perhatian dan

kesabarannya. Apabila ada hal-hal yang kurang berkenan dalam tutur kata,

kami mohon dibukakan pintu maaf yang seikhlas-ikhlasnya.

Terima Kasih ……

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai

Anwar Suprijadi

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009 5


A M A N A T

catatan

6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009


KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 697 /KM.4/2009

T E N T A N G

PENETAPAN HARGA EKSPOR UNTUK


PENGHITUNGAN BEA KELUAR

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 5 ayat (1) Peraturan

Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2008 tentang

Pengenaan Bea Keluar Terhadap Barang Ekspor, perlu menetapkan

Keputusan Menteri Keuangan tentang Penetapan Harga Ekspor untuk

Penghitungan Bea Keluar.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75,

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3612) sebagaimana telah

diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan

Lembaran Negara Nomor 4661);

2. Peraturan Pemerintah Nomor : 55 Tahun 2008 tentang Pengenaan

Bea Keluar Terhadap Barang Ekspor;

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 100/PMK.01/2008 tentang

Organisasi Dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagaimana

telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor :

149/PMK.01/2008;

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009 7


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 214/PMK.04/2008 tentang

Pemungutan Bea Keluar;

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 223/PMK.011/2008

tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar

dan Tarif Bea Keluar;

Memperhatikan : Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 11/M-

DAG/PER/3/2009 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE)

atas Barang Ekspor Tertentu;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENETAPAN

HARGA EKSPOR UNTUK PENGHITUNGAN BEA KELUAR

PERTAMA : Harga ekspor untuk penghitungan Bea Keluar terhadap barang ekspor

berupa kelapa sawit, CPO dan produk-produk turunannya ditetapkan

sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri

Keuangan ini.

KEDUA : Harga ekspor untuk penghitungan Bea Keluar terhadap barang ekspor

berupa Kayu, Rotan dan Kulit ditetapkan sebagaimana tercantum

dalam Lampiran II Keputusan Menteri Keuangan ini.

KETIGA : Berdasarkan harga referensi yang ditetapkan oleh menteri yang tugas

dan tanggung jawabnya di bidang perdagangan, tarif Bea Keluar yang

8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

digunakan untuk barang ekspor berupa kelapa sawit, CPO dan

produkproduk turunannya adalah sebagaimana tercantum pada Kolom

1 Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 223/PMK.011/

2008 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar

dan Tarif Bea Keluar.

KEEMPAT : Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 April

2009 sampai dengan 30 April 2009.

KELIMA : Dalam hal Harga Ekspor yang ditetapkan dalam Keputusan

Menteri Keuangan ini telah habis masa berlakunya dan Harga

Ekspor yang baru belum ditetapkan, maka Harga Ekspor yang

ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan ini tetap berlaku

sebagai dasar penghitungan Bea Keluar sampai ditetapkan Harga

Ekspor yang baru.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 30 Maret 2009

a.n. MENTERI KEUANGAN

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI

ttd.

ANWAR SUPRIJADI

NIP 120050332

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009 9


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN RI
NOMOR : 697 /KM.4/2009 TANGGAL : 30 Maret 2009

HARGA EKSPOR KELAPA SAWIT, CPO DAN PRODUK TURUNANNYA

PERIODE 1 April 2009 – 30 April 2009

No. Uraian Termasuk dalam Harga Ekspor

Pos Tarif (US$/MT)

1. Buah dan Kernel Kelapa Sawit 1207.99.20.00 221

1511.10.00.00

2. Crude Palm Oil (CPO) ex 1516.20.12.00 515

ex 1516.20.91.00

ex 1511.90.10.00

3. Crude Olein ex 1516.20.12.00 578

ex 1516.20.91.00

ex 1511.90.10.00

ex 1516.20.12.00

4. Crude Stearin 1516.20.50.00 424

ex 1516.20.80.00

ex 1516.20.91.00

1513.21.00.00

5. Crude Palm Kernel Oil (CPKO) ex 1516.20.15.00 512

ex 1516.20.99.00

10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

1513.29.11.00

6. Crude Kernel Stearin ex 1516.20.15.00 512

1516.20.60.00

1513.29.19.00

7. Crude Kernel Olein ex 1516.20.15.00 512

ex 1516.20.99.00

RBD Palm Olein 1511.90.90.20 588

8. ex 1516.20.13.00

RBD Palm Olein dalam kemasan ex 1516.20.91.00 588

maksimal 10 liter dan bermerek

ex 1513.29.29.00

ex 1513.29.99.00

9. RBD Palm Kernel Olein ex 1516.20.15.00 554

ex 1516.20.40.00

ex 1516.20.99.00

1513.29.21.00

1513.29.91.00

10. RBD Palm Kernel Stearin ex 1516.20.15.00 764

1516.20.30.00

ex 1516.20.40.00

ex 1516.20.99.00

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009 11


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

1511.90.90.30

11. RBD Palm Stearin ex 1516.20.13.00 434

1516.20.70.00

ex 1516.20.91.00

ex 1513.29.29.00

12. RBD Palm Kernel Oil ex 1513.29.99.00 539

ex 1516.20.15.00

1516.20.99.00

1511.90.90.10

13. RBD Palm Oil 1516.20.13.00 557

ex 1516.20.91.00

14. Biodiesel dari minyak sawit 3824.90.90.00 613

(Fatty Acid Methyl Esters)

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 30 Maret 2009

a.n. MENTERI KEUANGAN

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI

ttd.

ANWAR SUPRIJADI

NIP 120050332

12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI KEUANGAN RI
NOMOR : 697 /KM.4/2009 TANGGAL : 30 Maret 2009

HARGA EKSPOR KAYU, ROTAN DAN KULIT

PERIODE 1 April 2009 – 30 April 2009

No. Uraian Termasuk dalam Harga Ekspor

Pos Tarif

I KAYU

a. Veneer ex 4408.10.10.00

4408.10.30.00

Lembaran tipis kayu yang diperoleh ex 4408.10.90.00

dengan cara mengupas atau menyayat ex 4408.31.00.00

kayu bundar atau kayu gergajian ex 4408.39.90.00

dengan ketebalan tidak lebih dari ex 4408.90.00.00

6 mm :

1. Dari hutan alam US$ 550 / M3

2. Dari hutan tanaman US$ 250 / M3

b. Wooden sheet for packaging box

Veneer kering kayu sengon yang telah

dihaluskan pada kedua sisi lebar

dengan ukuran tebal tidak lebih dari ex 4408.90.00.00 US$ 350 / M3

5 mm, lebar tidak lebih dari 300 mm

dan panjang tidak lebih dari

1.250 mm yang digunakan untuk

pembuatan kemasan.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009 13


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

c. Serpih kayu ex 4401.21.00.00

Kayu dalam bentuk keping atau ex 4401.22.00.00

pecahan (Wood in chips or particle) ex 4401.30.00.00 US$ 30 / Ton

dan (chipwood) ex 4404.10.00.00

ex 4404.20.00.00

d. Kayu olahan

Kayu gergajian yang telah dikeringkan

dan diratakan keempat sisinya sehingga

permukaannya menjadi rata dan halus ex 4407.10.00.10

dengan luar penampang antara s.d 4407.99.00.90

1.000 mm2 sampai dengan 4.000 mm2

dari jenis :

1. Meranti US$ 450 / M3

2. Merbau US$ 850 / M3

3. Rimba campuran US$ 300 / M3

4. Sortimen lainnya

- Eboni US$ 2000 / M3

- Jati US$ 1000 / M3

- Hutan tanaman :

. a. Pinus dan Gmelina US$ 350 / M3

b. Acasia US$ 225 / M3

c. Sengon US$ 250 / M3

d. Karet US$ 250 / M3

e. (Balsa, Eucalyptus, dll) US$ 150 / M3

f. Sungkai US$ 350 / M3

14 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

e. Kayu gergajian dari jenis Merbau

yang telah dikeringkan dan

diratakan keempat sisinya sehingga ex 4407.29.91.10

permukaannya menjadi rata dan ex 4407.29.91.10 US$ 950 / M3

halus dengan luas penampang ex 4407.29.92.10

di atas 4.000 mm2 sampai dengan

10.000 mm2

II ROTAN

a. Rotan asalan, sudah dirunti,

dicuci, diasap ex 1401.20.00.00 US$ 0.82 / Kg

dan dibelerangi dari

segala jenis

b. Rotan sudah dipoles halus ex 1401.20.00.00 US$ 1.20 / Kg

c. Hati rotan ex 1401.20.00.00 US$ 1.30 / Kg

d. Kulit rotan ex 1401.20.00.00 US$ 1.40 / Kg

III KULIT

a. Jangat dan kulit mentah dari hewan :

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009 15


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N

4101.20.00.00
1. Sapi dan kerbau 4101.50.00.00 US$ 3.1 / Kg
4101.90.00.00
2. Biri-biri/domba 4102.10.00.00 US$ 5 / Lembar
4102.29.00.00
3. Kambing ex 4103.90.00.00 US$ 4 / Lembar

b. Jangat dan kulit pickled dari hewan :


4101.20.00.00 US$ 2.2 /
1. Sapi dan kerbau 4101.50.00.00 Square feet
4101.90.00.00
2. Biri-biri/domba 4102.10.00.00 US$ 1.2 /
4102.21.00.00 Square feet
3. Kambing ex 4103.90.00.00 US$ 1.1 /
Square feet

c. Kulit disamak (Wet Blue) dari hewan :


1. Sapi dan kerbau 4104.11.00.10 US$ 2.6 /
Square feet
2. Biri-biri/domba 4105.10.00.00 US$ 1.5 /
Square feet
3. Kambing 4106.21.00.00 US$ 1.4 /
Square feet

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Maret 2009
a.n. MENTERI KEUANGAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
ttd.
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 415 JUNI 2009

Anda mungkin juga menyukai