Anda di halaman 1dari 4

5.2.5.

Nilai Buku
Rumus :

Total ekuitas
Nilai buku per lembar =
Jumlah saham beredar

Suatu perusahaan mengotorisasi untuk menerbitkan saham biasa sebanyak 1.000.000 lembar
dengan nilai nominal Rp. 500,-. Pada tanggal 18 Februari tahun ini, perusahaan
mengeluarkan sebanyak 800.000 lembar saham biasa dengan harga Rp. 800.- per lembar.
Dari penjualan saham biasa ini perusahaan mendapatkan kas sebesar Rp. 6.400.000.000,-
( 800.000 x Rp. 800 ) yang terdiri dari :

Modal saham biasa 800.000 x Rp. 5000,- = Rp. 4.000.000.000,-


Agio saham biasa 800.000 x Rp. 3000,- = Rp. 2.400.000.000,-
Total kas diterima Rp. 6.400.000.000,-

Pada tanggal 17 November tahun ini, perusahaan membeli balik saham biasa yang beredar
sebagai saham treasuri sebanyak 100.000 lembar dengan harga pasar sebesar Rp. 15.000,-
nilai total saham treasuri adalah :

Saham treasuri = 100.000 x Rp. 15.000,-


= Rp. 1.500.000.000,-

Selanjutnya pada tanggal 5 Desember ini, sebnayak 20.000 lembar saham treasuri dijual
kembali dengan harga Rp. 17.500,- per lembarnya . dari penjualan saham treasuri ini
perusahaan mendapatkan kas sebesar Rp. 350.000.000,- ( 20.000 x Rp. 17.500 )yang terdiri
dari :

Modal saham treasuri 20.000 x Rp. 15.000,- = Rp. 300.000.000,-


Agio saham treasuri 20.000 x Rp. 2.500,- = Rp. 50.000.000,-
Total kas diterima = Rp. 350.000.000,-

Pada tanggal neraca , yaitu 31 desember tahun ini, posisi saham treasuri perusahaan adalah
sebanyak 80.000 lembar ( 100.000 lembar pada tanggal 17 November dan dijual 20.000
lembar pada tanggal 5 Desember ). Nilai saham treasuri ini adalah sebesar Rp.
1.200.000.000,- ( Rp. 1.500.000.000,- - Rp. 300.000.000,- ). Saham treasuri adalah milik
perusahaan., bukan milik pemegang saham biasa, sehingga akan mengurangi total nilai
ekuitas. Misalnya laba ditahan untuk akhir tahun ini adalah sebesar Rp. 550.000.000,- maka
penyajian ekuitas yang nampak di nearaca adalah sebagai berikut :
Tabel 5.1. Penyajian Ekuitas Saham Biasa di Neraca.

EKUITAS PEMEGANG SAHAM


Modal di setor :
Modal saham
Saham biasa, Nominal Rp. 5000,- diotorisasi
sebanyak 1.000.000 lembar, 800.000
dikeluarkan dengan harga Rp. 8000,- dan Rp. 4.000.000.000,-
720.000 beredar
Total Modal saham Rp. 4.000.000.000,-
Tambahan modal di setor :
Agio saham biasa
Agio saham treasuri Rp. 2.400.000.000,-
Total tambahan modal disetor Rp. 50.000.000,- Rp. 2.450.000.000,-
Total modal di setor Rp.6.450.000.000,-
Laba ditahan Rp. 550.000.000,-
Total modal di setor dan laba di tahan Rp. 7.000.000.000,-
Dikurangi : saham treasuri ( 80.000 lb ) ( Rp. 1.200.000.000,- )
TOTAL EKUITAS Rp. 5.800.000.000,-

Contoh 5.2 :

dari cotoh 5.1 , jumlah saham biasa yang beredar pada tanggal neraca adalah sebanyak :

tanggal 18 Februari di jual sebanyak 800.000 lembar


tanggal 17 November membeli balik sebanyak 100.000 lembar -
jumlah saham biasa beredar 700.000 lembar
tanggal 5 Desember dijual kembali sebanyak 20.000 lembar +
jumlah saham beredar akhir tahun 720.000 lembar

Nilai total ekuitas pada akhir tahun adalah Rp. 5.800.000.000,- karena perusahaan hanya
mempunyai sebuah kelas saham saja, yaitu saham biasa , maka nilai buku per lembar saham
biasa ini dapat di hitung sebesar Rp. 8.056,- ( Rp. 5.800.000.000,- di bagi dengan 720.000 ).

Contoh 5.3 :
Sama dengan contoh 5.1 , tetapi perusahaan juga mengeluarkan saham preferen. Pada tahun
ini sebanyak 100.000 lembar saham preferen dengan nilai nominalnya sebesar Rp. 10.000,-
Dan dividen dibayar kumulatif sebesar 7% telah diotorisasi. Sebanyak 80.000 lembar
diantaranya telah beredar dengan nilai jualnya sebesar Rp. 15.000,- per lembar. Dari
penjualan saham preferen ini perusahaan mendapatkan kas sebesar Rp. 1.200.000.000,-
( 80.000 x Rp. 15.000,- ) yang terdiri dari :

Modal saham treasuri 80.000 x Rp. 10.000,- = Rp. 800.000.000,-


Agio saham treasuri 80.000 x Rp. 5000,- = Rp. 400.000.000,-
Total kas diterima = Rp.1.200.000.000,-

Penyajian ekuitas untuk saham preferen dan saham biasa yang nampak di neraca adalah
sebagai berikut :

EKUITAS PEMEGANG SAHAM


Modal di setor :
Modal saham
7 % Saham preferen, Nominal Rp. 10.000,- kumulatif,
100.000 diotorisasi dan 80.000 dikeluarkan dan
Beredar Rp. 800.000.000,-
saham biasa, nominal Rp. 5000,- di otorisasi sebanyak
1.000.000 lembar,800.000
Dikeluarkan dan 720.000 beredar Rp. 4.000.000.000,-
Total Modal saham Rp. 4.800.000.000,-
Tambahan modal di setor :
Agio saham preferen Rp. 400.000.000,-
Agio saham biasa Rp. 2.400.000.000,-
Agio saham treasuri Rp. 50.000.000,-
Total tambahan modal disetor Rp. 2.850.000.000,-
Total modal di setor Rp.7.650.000.000,-
Laba ditahan Rp. 550.000.000,-
Total modal di setor dan laba di tahan Rp. 8.200.000.000,-
Dikurangi : saham treasuri ( 80.000 lb ) ( Rp. 1.200.000.000,- )
TOTAL EKUITAS Rp. 7.000.000.000,-

Contoh 5.4 :
Misalnya lamanya dividen untuk saham preferen yang berada di arrears adalah 1 tahun. Nilai
ekuitas dari saham preferen adalah sebagai berikut :

Nilai nominal saham preferen ( 80.000 lembar


Saham preferen yang beredar
Dikalikan Rp 10.000 ) Rp. 800.000.000,-
Dividen in arrears ( 80.000 x 7% x Rp. 10.000,- ) Rp. 56.000.000,- +
Ekuitas saham preferen Rp. 856.000.000,-

Nilai buku saham biasa adalah sebesar Rp. 8.533,- per lembarnya ( Rp. 7.000.000.000,- -
Rp. 856.000.000,- dibagi dengan 720.000 lembar saham biasa yang beredar ).

Contoh 5.5 :
Jika nilai tebus dari saham preferen di sebutkan, maka nilai ekuitas saham preferen ini di
hitung berdasarkan nilai tebusnya ( call price ) bukannya menggunakan nilai nominalnya.
Misalnya nilai tebusnya adalah sebesar Rp. 12.500,- per lembar makanilai ekuitas saham
preferen adalah sebesar :

Nilai tebus saham preferen ( 80.000 lembar


Saham preferen yang beredar
Dikalikan Rp 12.500 ) Rp. 1.000.000.000,-
Dividen in arrears ( 80.000 x 7% x Rp. 10.000,- ) Rp. 56.000.000,- +
Ekuitas saham preferen Rp. 1.056.000.000,-

Maka Nilai buku saham biasa adalah sebesar Rp. 8.256,- per lembarnya ( Rp. 7.000.000.000,-
-Rp. 1.056.000.000,- dibagi dengan 720.000 lembar saham biasa yang beredar ).

5.4.1 Pendekatan Nilai sekarang

Notasi :

Po* = nilai sekarangb dari perusahaan ( value of the firm )


t = periode waktu ke t dari t = 1 sampai dengan ∞,
k = suku bunga diskonto ( discount rate ) atau tingkat pengembalian yang diiginkan (
required rate of return ).

Model diskonto dividen untuk menghituk nilai intrinsik saham adalah sebagai berikut :

Notasi :

Dt = dividen yang dibayarkan untuk periode ke – t.2