Anda di halaman 1dari 4

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

HARI PERTAMA
Nama Pasien : An ‘M’
Ruangan : Ruang Terapi YPAC
Diagnosa : Strain
Diagnosa
No Tanggal Implementasi Evaluasi
Keperawatan Jam
1 Rabu, Nyeri Akut 09.30 1. Menggunakan laporan dari pasien sendiri S : - Pasien mengatakan betisnya masih agak
27/12/2017 sebagai pilihan pertama untuk nyeri
mengumpulkan informasi pengkajian.
Hasil : Pasien mampu memberikan O : - Pasien nampak meringis saat di
keterangan saat pengkajian. lakukan fisioterapi
09.35 2. Meminta pasien untuk menilai nyeri atau - Skala nyeri 2 VAS
ketidak nyamanan pada skala 0 sampai
10. A : Masalah belum teratasi
Hasil : nyeri berada pada skala 3VAS
09.38 3. Melakukan pengkajian nyeri secara P : Lanjutkan intervensi
komprehensif 1. Gunakan laporan dari pasien sendiri
Hasil : sebagai pilihan pertama untuk
P = nyeri pada tendon achiles dan otot mengumpulkan informasi pengkajian.
betis kaki kanan 2. Minta pasien untuk menilai nyeri atau
Q= nyeri dirasakan seperti tertusuk ketidak nyamanan pada skala 0 sampai
R= nyeri dirasakan pada otot 10.
betis kaki kanan 3. Lakukan pengkajian nyeri secara
S= nyeri dirasakan skala 3 VAS komprehensif
T= nyeri dirasakan terus menerus 4. Observasi isyarat nonverbal
terlebih ketika selesai berolahraga 5. Anjurkan tehnik nonfarmakologis
09.40 4. Melakukan observasi isyarat nonverbal (Tehnik relaksasi napas dalam dan
Hasil : Pasien meringis jika hendak distraksi).
dilakukan fisioterapi
09.50 5. Mengajarkan tehnik nonfarmakologis
(Tehnik relaksasi napas dalam dan
distraksi).
Hasil : Pasien mengerti tehnik relaksasi
napas dalam
2 Rabu, Hambatan 10.00 1. Mengkaji tingkat kemandirian pasien S : -
27/12/2017 mobilitas fisik Hasil : Pasien berada pada tingkat
kemandirian 4 (mandiri) O:
10.05 2. Mengkaji kebutuhan pasien terhadap - Pasien nampak tidak seimbang ketika
bantuan pelayanan kesehatan diminta berjalan dan merubah posisi dari
Hasil : Sebagian kecil aktifitas dibantu jongkok ke posisi berdiri
10.00 3. Mengatur posisi pasien dengan kesejajaran
yang benar
Hasil : Pasien dalam keadaan posisi A : Masalah belum teratasi
pronasi saat difisioterapi
P : Lanjutkan intervensi sebagian
1. Kaji tingkat kemandirian pasien
2. Kaji kebutuhan pasien terhadap bantuan
pelayanan kesehatan
3. Atur posisi pasien dengan kesejajaran
yang benar
4. Ubah posisi pasien minimal setiap dua
jam.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
HARI KEDUA
Nama Pasien : An ‘M’
Ruangan : Ruang Terapi YPAC
Diagnosa : Strain
Diagnosa
No Tanggal Implementasi Evaluasi
Keperawatan Jam
1 Jumat Nyeri Akut 09.30 1. Menggunakan laporan dari pasien sendiri S : - Pasien mengatakan betisnya masih agak
29/12/2017 sebagai pilihan pertama untuk nyeri
mengumpulkan informasi pengkajian.
Hasil : Pasien mampu memberikan O : - Pasien nampak meringis saat di
keterangan saat pengkajian. lakukan fisioterapi
09.35 2. Meminta pasien untuk menilai nyeri atau - Skala Nyeri 1 VAS
ketidak nyamanan pada skala 0 sampai
10. A : Masalah teratasi sebagian
Hasil : nyeri berada pada skala 2 VAS
09.38 3. Melakukan pengkajian nyeri secara P : Lanjutkan intervensi
komprehensif 1. Gunakan laporan dari pasien sendiri
Hasil : sebagai pilihan pertama untuk
P = nyeri pada tendon achiles dan otot mengumpulkan informasi pengkajian.
betis kaki kanan 2. Minta pasien untuk menilai nyeri atau
Q= nyeri dirasakan seperti tertusuk ketidak nyamanan pada skala 0 sampai
R= nyeri dirasakan pada otot 10.
betis kaki kanan 3. Lakukan pengkajian nyeri secara
S= nyeri dirasakan skala 2 VAS komprehensif
T= nyeri dirasakan terus menerus 4. Observasi isyarat nonverbal
terlebih ketika selesai berolahraga 5. Anjurkan tehnik nonfarmakologis
09.40 4. Melakukan observasi isyarat nonverbal (Tehnik relaksasi napas dalam dan
Hasil : Pasien meringis jika hendak distraksi).
dilakukan fisioterapi
09.50 5. Menganjurkan tehnik nonfarmakologis
(Tehnik relaksasi napas dalam dan
distraksi).
Hasil : Pasien mengerti tehnik relaksasi
napas dalam
2 Jumat Hambatan 10.00 1. Mengkaji tingkat kemandirian pasien S : -
29/12/2017 mobilitas fisik Hasil : Pasien berada pada tingkat
kemandirian 4 (mandiri) O:
10.05 2. Mengatur posisi pasien dengan kesejajaran - Pasien nampak mulai seimbang ketika
yang benar diminta berjalan dan merubah posisi dari
Hasil : Pasien dalam keadaan posisi jongkok ke posisi berdiri
pronasi saat difisioterapi

A : Masalah teratasi

P : Lanjutkan intervensi sebagian


1. Kaji tingkat kemandirian pasien
2. Kaji kebutuhan pasien terhadap bantuan
pelayanan kesehatan
3. Atur posisi pasien dengan kesejajaran
yang benar
4. Ubah posisi pasien minimal setiap dua
jam.