Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

MENGIKUTI PELATIHAN:

PENYUSUNAN ARTIKEL JURNAL DAN


KONTEN INSTRUMEN PENILAIAN HOTS
TANGGAL 7 – 9 JULI 2017

Disusun oleh :

NAMA : MARLINA ERMIATI, S.Pd.


NIP : 19770612 200801 2 031
PANGKAT, GOL. / RUANG : PENATA, III/c
JABATAN GURU : GURU MUDA
JENIS GURU : GURU MATA PELAJARAN
TUGAS : MENGAJAR MAPEL FISIKA
UNIT KERJA : SMA NEGERI 1 MRANGGEN DEMAK
ALAMAT UNIT KERJA : JL. KYAI SANTRI MENUR MRANGGEN
DEMAK

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2017
IDENTITAS GURU

1. Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Mranggen Demak


2. Nama Guru : Marlina Ermiati, S.Pd.
3. NIP : 19770612 200801 2 031
4. Pangkat, Golongan/ Ruang : Penata, III/c
5. Jabatan Guru : Guru Muda
6. Jenis Guru : Guru Mata Pelajaran
7. Tugas : Mengajar Mapel Fisika
8. Alamat Sekolah : Jl. Kyai Santri Menur Mranggen Demak
9. SK Pengangkatan
a. Sebagai CPNS
 Pejabat yang mengangkat :
 Nomor SK :
 Tanggal SK :
b. Pangkat Terakhir
 Pejabat yang mengangkat :
 Nomor SK :
 Tanggal SK :
10. Alamat Rumah : Bandungrejo Rt 01 Rw 01 Mranggen Demak
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI
MENGIKUTI PELATIHAN :

PELATIHAN PENYUSUNAN ARTIKEL JURNAL DAN KONTEN


INSTRUMEN PENILAIAN HOTS
TANGGAL 7 – 9 JULI 2017

Disusun oleh :

NAMA : MARLINA ERMIATI, S.Pd.


NIP : 19770612 200801 2 031
PANGKAT, GOL. / RUANG : PENATA, III/c
JABATAN GURU : GURU MUDA
JENIS GURU : GURU MATA PELAJARAN
TUGAS : MENGAJAR MAPEL FISIKA
UNIT KERJA : SMA NEGERI 1 MRANGGEN DEMAK
ALAMAT UNIT KERJA : JL. KYAI SANTRI MENUR MRANGGEN
DEMAK

Telah disahkan penggunaannya pada tanggal 17 bulan Juli tahun 2017,

dan dinyatakan berlaku untuk keperluan yang bersangkutan

Demak, 17 Juli 2017

Kepala Sekolah,

SUGIHARTO, S.Pd., M.Pd.


NIP. 19680306 199203 1 008
SISTEMATIKA

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

LEMBAR SAMPUL

LEMBAR IDENTITAS

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I : PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Tujuan Umum
BAB II : PENGEMBANGAN DIRI
1. Waktu Pelaksanaan dan Penyelenggara Kegiatan
2. Jenis Kegiatan
3. Tujuan Pengembangan Diri
4. Uraian Materi Pengembangan Diri
5. Tindak Lanjut
6. Dampak Pengembangan Diri
BAB III : PENUTUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN

 Format Rekapitulasi Kegiatan Pengembangan Diri


 Foto Copy Sertifikat Pelatihan
 Foto Copy Surat Tugas dari Kepala Sekolah/ Madrasah (Bila penugasan bukan dari kepala
sekolah/madrasah, (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), harus disertai dengan surat
persetujuan mengikuti kegiatan dari kepala sekolah/ madrasah)

 Makalah (materi) yang disajikan dalam kegiatan pertemuan, bila yang bersangkutan sebagai peserta
maupun pembahas dalam kegiatan kolektif guru
KATA PENGANTAR

Puji Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas taufiq dan hidayah-Nya yang
dilimpahkan kepada kita semua sehingga tersusun laporan kegiatan “Penyusunan Artikel Jurnal Dan
Konten Instrumen Penilaian HOTS”.
Laporan ini disusun berdasarkan penyelenggaraan Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia
Kabupaten Demak bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak pada
tanggal 7 s/d 9 Juli 2017. Sehubungan dengan terlaksananya kegiatan tersebut kami ucapakan terima
kasih kepada:

1. Bapak Drs. Sungatman, Ketua Umum ISPI Kabupaten Demak selaku Ketua Panitia Pelaksana.
2. Bapak Drs. Anjar Gunadi, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak
3. Ibu Dr. Rr. Noer Indah Aprianti, M.Pd., Ketua Dewan Pembina ISPI Kabupaten Demak
4. Bapak Sugiharto, S.Pd., M.Pd., Kepala SMA Negeri 1 Mranggen Demak.

Dengan terselesainya penyusunan laporan ini, penulis menyadari banyak terdapat kekurangan.
Oleh karena itu kritik dan saran sangat saya nantikan untuk lebih baiknya penyusunan laporan kegiatan
dalam rangka meningkatkan kemampuan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Semoga
Allah SWT senantiasa meridhoinya.

Demak, 17 Juli 2017


Penyusun

MARLINA ERMIATI, S.Pd.


NIP. 19
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap kurikulum yang telah berlaku di Indonesia dari periode sebelum tahun 1945 hingga
kurikulum tahun 2006, memiliki beberapa perbedaan sistem. Perbedaan sistem yang terjadi bisa
merupakan kelebihan maupun kekurangan dari kurikulum itu sendiri. Kekurangan dan kelebihan
tersebut dapat berasal dari landasan, komponen, evaluasi, prinsip, metode, maupun model
pengembangan kurikulum. Untuk memperbaiki kekurangan yang ada, maka disusunlah kurikulum
yang baru yang diharapkan akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman.

Oleh karena itu, kurikulum di Indonesia akan senantiasa berkembang maupun berubah
sesuai yang disebutkan sebelumnya. Adanya kesenjangan dari pelaksanaan KTSP maka disusunlah
kurikulum 2013 yang diharapkan dengan tersusunnya kurikulum 2013 dapat memperbaiki mutu
pendidikan di Indonesia. Karena kurikulum 2013 kurikulum yang sedang dalam tahapan
perencanaan pemerintah, karena ini merupakan perbaikan dari struktur KTSP.

Berdasarkan Tujuan Pendidikan Nasional (pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003 ) berisi


tentang berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab membutuhkan pengembangan dan
peningkatan dalam Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan dan Ketrampilan dengan tujuan akhir
yaitu Memanusiakan Manusia (Humanizing Human Being ).

Hal ini menyadarkan pemerintah untuk membuat Strategi Peningkatan Kinerja Pendidikan
(Efektivitas Pembelajaran ) seperti untuk Kurikulum dan Guru. Khususnya untuk Pengembangan
Kurikulum yang berdasarkan Paedagogi dan Psikologi untuk membentuk SDM yang kompeten
dengan nilai pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang berkualitas. Maka dari itu Pemerintah
mengembangkan kurikulum dari KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013. Dimana Elemen Perubahan
Kurikulum pada Kurikulum 2013 yang dibuat adalah Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian
dan Standar Kompetensi Lulusan

Profesionalisme guru sebagai ujung tombak peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia


semakin dipertanyakan. Langkah untuk menuju harapan tersebut banyak tuntutan yang harus
dipenuhi, guru harus menguasai IT, rajin membaca dan menulis serta membuat jurnal atau artikel
Ilmiah
Juga dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa agar dapat tercapai. Maka dalam
proses kegiatan Belajar Mengajar semakin berkualitas, guru harus mampu menyusun instrumen
penilaian
Berdasarkan konsep pemikiran tersebut, ISPI Kabupaten Demak bekerjasama dengan Dinas
Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Demak menyelenggarakan Pelatihan dengan tema
“Penyusunan Artikel Jurnal dan Konten Instrumen Penilaian HOTS”

B. Tujuan Umum
Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah:

 Peserta menerima informasi kebijakan Dinas Dikbud Kabupaten Demak berkaitan


dengan Kebijakan Umum Pendidikan di Demak
 Peserta menerima informasi kebijakan umum Pendidikan di Indonesia.
 Peserta memahami standarisasi Dinamika Perkembangan Kurikulum
 Peserta memahami penngertian HOTS
 Peserta memahami dan mampu merancang RPP HOTS
 Peserta mampu mempraktikan pembelajaran HOTS berdasarkan RPP
 Peserta dapat menyusun konten Penilaian HOTS
 Peserta dapat menyusun konten instrumen Penilaian HOTS
 Peserta memahami hakikat dan jenis Artikel Ilmiah
 Peserta dapat memilih jurnal Ilmiah
 Peserta dapat mengubah laporan Penelitian menjadi artikel Jurnal
BAB II
PENGEMBANGAN DIRI

1. Jenis , Tema, dan Sasaran Kegiatan


a). Jenis Kegiatan : Pelatihan pola 32 jp
b). Tema Kegiatan : “Penyusunan Artikel Jurnal dan Konten Instrumen Penilaian HOTS”
c). Sasaran Kegiatan : Guru dari semua jenjang di wilayah Kabupaten Demak.
2. Waktu Pelaksanaan , Penyelenggara Kegiatan dan Tempat Kegiatan
a). Waktu Pelaksanaan Pelatihan: hari Jumat s.d Minggu, tanggal 7 s.d 9 Juli 2017
b). Penyelenggara Kegiatan adalah ISPI Kabupaten Demak bekerjasama dengan Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak
c). Tempat Pelatihan : RM Sinar Pahala Jalan Raya Demak-Kudus Km. 6 Demak
3. Tujuan Pengembangan Diri
 Peserta menerima informasi kebijakan Dinas Dikbud Kabupaten Demak berkaitan dengan
Kebijakan Umum Pendidikan di Demak
 Peserta menerima informasi kebijakan umum Pendidikan di Indonesia.
 Peserta memahami standarisasi Dinamika Perkembangan Kurikulum
 Peserta memahami pengertian HOTS
 Peserta memahami dan mampu merancang RPP HOTS
 Peserta mampu mempraktikan pembelajaran HOTS berdasarkan RPP
 Peserta dapat menyusun konten Penilaian HOTS
 Peserta dapat menyusun konten instrumen Penilaian HOTS
 Peserta memahami hakikat dan jenis Artikel Ilmiah
 Peserta dapat memilih jurnal Ilmiah
 Peserta dapat mengubah laporan Penelitian menjadi artikel Jurnal

4. Uraian Materi Pengembangan Diri


Materi pengembangan diri ini adalah :
1 Kebijakan Umum Pendidikan Pendidikan Kabupaten Demak 2 JP
2 Kebijakan Umum Pendidikan Pendidikan Indonesia 3 JP
3 Standarisasi Dinamika Perkembangan Kurikulum 5 JP
4 Pengertian HOTS 1 JP
5 Merancang RPP HOTS 2 JP
6 Praktik Pembelajaran HOTS berdasarkan RPP 2 JP
7 Penyusunan Konten Instrumen Penilaian HOTS 6 JP
8 Hakikat dan Jenis Artikel Ilmiah 2 JP
9 Memilih Jurnal Ilmiah 3 JP
10 Mengubah Laporan Penelitian Menjadi Artikel Jurnal 6 JP
Jumlah 32 JP
5. Tindak Lanjut
Tindak lanjut kegiatan ini direncanakan akan dilakukan deseminasi di sekolahan, dan
diprogramkan pada kegiatan MGMP (Musyawarah guru Mata Pelajaran) dan Kelompok Kerja
Guru ( KKG .
6. Dampak Pengembangan Diri
Dampak kegiatan ini adalah
 Setiap Guru dapat memahami standarisasi Dinamika Perkembangan Kurikulum
 Setiap Guru dapat memahami penilaian HOTS
 Setiap Guru dapat memahami dan mampu merancang RPP HOTS
 Setiap Guru dapat mempraktikan pembelajaran HOTS berdasarkan RPP
 Setiap Guru dapat menyusun konten Penilaian HOTS
 Setiap Guru dapat menyusun konten instrumen Penilaian HOTS
 Setiap Guru dapat memahami hakikat dan jenis Artikel Ilmiah
 Setiap Guru dapat memilih jurnal Ilmiah
 Setiap Guru dapat mengubah laporan Penelitian menjadi artikel Jurnal
BAB III

PENUTUP

Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan
bangsa. Oleh karena itu guru sebagai seorang agen pembelajaran haruslah seorang professional.
Dengan demikian keberadaan guru di dalam proses pendidikan dapat bermakna dan berhasil guna.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan Guru maka perlu mengikuti pelatihan-pelatihan yang
dapat menunjang terciptanya guru yang profesional.

Guru diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan


insan Indonesia yang berwawasan Imtaq dan Iptek serta berkarakter yang kuat untuk menunjukkan
jati diri bangsa yang besar, Agar tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan fungsional
dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.
RESUME MATERI PELATIHAN
Oleh : NOER INDAH APRIANTI
Higher Order Thinking Skill (HOTS)

Oleh : Wasimin

Kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau
merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite)
Higher-order thinking adalah ketika mengingat kembali informasi (recall atau ingatan) diminimalkan
dan penekanan diberikan terhadap:
 mentransfer informasi dari satu konteks ke konteks lainnya
 memproses dan menerapkan informasi
 melihat keterkaitan antara informasi yang berbeda-beda
 menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah
 Secara kritis mengkaji/menelaah ide atau gagasan dan informasi
Ketentuan Perumusan Indikator
1. Indikator dirumuskan dari KD
2. Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur
3. Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
4. Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda
5. Hanya mengandung satu tindakan.
6. Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi & kebutuhan peserta didik, sekolah,
masyarakat dan lingkungan/daerah;
Penyusunan Penilaian HOTS :
1. Dalam melakukan penilaian adalah indikator yang harus diujikan kepada siswa adalah
indikator kunci.
2. Indikator kunci tidak boleh terabaikan oleh pendidikan dalam pelaksanaan penilaian, karena
ndikator inilah yang menjadi tolah ukur dalam mengukur ketercapaian kompetensi minimal
siswa berdasarkan KD.
3. Di samping itu, pencapaian komptensi minimal ini merupakan pencapaian yang berstandar
nasional.
4. Seperti halnya dengan indicator pendukung dan indicator pengayaan di dalam melakukan
penilaian disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pemahaman peserta didik terhadap indicator
kunci yang telah diberikan.
Hakikat dan Jenis Artikel Ilmiah

Oleh : Mukh Doyin

A. Hakikat Artikel Penelitian

Artikel penelitian adalah artikel yang diangkat dari hasil penelitian. Dari sisi bentuk, artikel jenis
ini hampir sama dengan laporan penelitian. Dikatakan hampir sama karena memang sebagian besar
sama, yaitu dari bab pendahuluan sampai bagian daftar pustaka, dan hanya sebagian kecil yang berbeda.
Perbedaan itu terlihat dalam bagian awalnya saja. Dalam laporan penelitian bagian awal terdiri atas
halaman judul, halaman pengesahan, prakata atau kata pengantar, pernyataan, abstrak, dan daftar isi;
sedangkan dalam artikel penelitian bagian awal hanya terdiri atas judul, nama penulis, abstrak, dan kata
kunci. Selain itu, karena artikel penelitian dibuat untuk diterbitkan dalam jurnal ilmiah dan laporan
penelitian dijilid dengan ketentuan minimal lima puluh halaman, maka artikel ilmiah biasanya disusun
lebih ringkas dibandingkan dengan laporan penelitian. Pada bagian akhir, kadang-kadang dalam laporan
penelitian disertai lampiran, sedangkan dalam artikel ilmiah tidak.

B. Penyusunan Artikel Penelitian

1. Langkah Penyusunan

Terdapat dua cara untuk memulai mengubah laporan penelitian menjadi artikel penelitian. Pertama
kita bisa memulai dari menentukan jurnal dan kedua dengan menetapkan penelitian yang akan kita
angkat menjadi artikel. Keduanya memiliki konsekuensi yang berbeda. Jika kita menetapkan jurnal
terlebih dahulu, kita harus mencari laporan penelitian yang sesuai dengan corak dan model jurnal yang
bersangkutan. Sebaliknya, jika kita menentukan laporan penelitian lebih dahulu, kita pun harus mencari
jurnal yang dapat memuat laporan penelitian yang kita pilih itu.

Untuk melakukan ini semua, berikut adalah langkah-langkah yang dapat kita tempuh.

1) Menetapkan judul
2) Merumuskan masalah
3) Membuat sistematika artikel
4) Mengembangkan sistematika
5) Membuat abstrak
6) Menyunting artikel

2. Penulisan Bagian-Bagian Artikel

a. Penulisan Bagian Awal

Bagian awal artikel penelitian terdiri atas judul artikel, baris kepemilikan atau nama penulis,
abstrak, dan kata kunci.

b. Penulisan Pendahuluan

Dalam artikel konseptual pendahuluan hanya berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah.
Dalam artikel penelitian paling tidak bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan, dan manfaat. Bahkan khusus untuk artikel hasil penelitian tindakan kelas

c. Penulisan Landasan Teoretis

Istilah yang digunakan berkaitan dengan landasan teoretis bermacam-macam. Ada jurnal yang
menggunakan istilah Landasan Teori atau Kajian Pustaka. Bagian ini berisi penelitian yang relevan dan
teori atau konsep-konsep yang digunakan.
d. Penulisan Metodologi Penelitian

Bagian ini disesuaikan dengan jenis penelitiannya. Yang penting, pada bagian ini kita harus
menjelaskan bagaimana cara data diperoleh dan bagaimana cara menganalisisnya. Jika dibutuhkan alat
untuk mengumpulkan data, kita juga bisa menjelaskannya. Dilihat dari proporsi artikel, bagian ini tidak
boleh melebihi pendahuluan, apalagi hasil penelitian dan teori.

e. Penulisan Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bagian ini kita harus membedakan antara hasil penelitian dan pembahasan. Hasil penelitian
adalah data yang kita peroleh di lapangan, sedangkan pembahasan adalah hasil analisis data yang sudah
kita kaitkan dengan data lain dan teori atau konsep yang kita gunakan. Bagian ini merupakan bagian inti
artikel penelitian. Karena itu, dilihat dari jumlah halamannya pastilah yang terbanyak. Kalau kita
menulis artikel ilmiah dan bagian ini ternyata lebih sedikit dibandingkan dengan bagian lain, berarti
artikel kita tidak proporsional. Khusus untuk artikel PTK atau PTS sebelum hasil penelitian biasanya
didahului subbab “Deskripsi Awal” yang berisi gambaran keadaan siswa sebelum dilakukan penelitian.

f. Penulisan Penutup

Isi penutup untuk artikel penelitian adalah simpulan dan saran. Simpulan harus sejajar dengan
rumusan masalah. Paling mudah, jika rumusan masalahnya berjumlah dua, simpulannya juga dua. Boleh
saja kita membuat simpulan lebih dari jumlah masalah yang dirumuskan, tetapi harus tetap mengacu
kepada masalah yang telah dirumuskan. Mungkin saja satu rumusan masalah disimpulkan menjadi dua
inti tulisan. Adapun untuk saran yang penting kita perhatikan adalah saran harus berangkat dari temuan.

g. Penulisan Bagian Akhir

Yang membedakan antara laporan penelitian dan artikel penelitian pada bagian akhir adalah
lampiran. Jika dalam laporan peelitian biasanya disertai dengan lampiran, tidak demikian halnya dalam
artikel. Bagian akhir artikel penelitian hanya bersisi daftar pustaka.

Penulisaan daftar pustaka tentu saja harus mengikuti aturan yang berlaku. Aturan itu ada dua
macam, yaitu aturan umum dan aturan khusus. Aturan umum adalah arturan yang sesuai dengan Ejaan
Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sedangkan aturan khusus adalah aturan yang dikeluarkan oleh
masing-masing jurnal, atau dengan istilah lain sering disebut gaya selingkung. Kedua aturan itu harus
kita taati. Aturan umum berkaitan dengan penulisan daftar pustaka biasanya berupa (1) urutan penulisan,
penulisan nama yang dibalik susunannya jika terdiri atas dua kata atu lebih, (3) penulisan judul dengan
cara miring untuk bahan cetakan dan dalam tanda petik untuk bahan noncetakan, dan penggunaan tanda
titik dua sebagai batas antara nama kota dan nama penerbit pada akhir penulisan daftar pustaka. Aturan
lain yang belum terdapat dalam aturan umum biasanya diatur secara khusus oleh jurnal yang
bersangkutan.