Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

Krisis ekonomi yang terjadi tahun 1997 sangat berdampak terhadap


masyarakat miskin terutama masalah kesehatan karena kesehatan merupakan aset
utama bagi keluarga miskin. Bila jatuh sakit, keluarga miskin kehilangan daya untuk
kelangsungan kehidupan keluarganya, dan akan bertambah miskin. Hal ini diperparah
dengan meningkatnya biaya pelayanan kesehatan sehingga makin sulit dijangkau
keluarga miskin ( Irianto, 2003 ).
Kecenderungan meningkatnya biaya pemeliharaan kesehatan menyulitkan
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya, karena
pembiayaannya yang harus ditanggung sendiri. Untuk memelihara derajat kesehatan
masyarakat dalam keterbatas pembiayaan kesehatan dilakukan pengembangan
jaminan pemeliharaan kesehatan salah satunya pengembangan Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan Keluarga Miskin ( JPK – Gakin) karena sesuai dengan slogan yang
diusung oleh Departemen Kesehatan “ Masyarakat Miskin Berhak Atas Hidup Sehat
dan Sejahtera “ (Utami, 2005)
JPK–Gakin atau JPKMM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat
Miskin) atau yang sering disebut Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin (Askeskin)
tahap I sudah berjalan serentak diseluruh Indonesia mulai tanggal 1 Januari 2005.
Sedangkan pelaksanaan Askeskin tahap II dimulai tanggal 1 Juli 2005 dengan
memberikan pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas dan rawat inap kelas III rumah
sakit bagi masyarakat miskin.
Rumah Sakit adalah ujung tombak pembangunan kesehatan masyarakat,
namun tidak sedikit keluhan selama ini diarahkan pada kualitas pelayanan rumah
sakit yang dinilai masih rendah, baik karena peralatan medis yang terbatas maupun
kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang rendah.
Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang merupakan salah satu rumah sakit
swasta yang memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta Askeskin. Sejauh ini
belum ada peneliti yang meneliti tentang mutu pelayanan rumah sakit terutama
dibidang pelayanan kesehatan keluarga miskin. Untuk itu peneliti mencoba meneliti
sejauh mana tingkat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan keluarga
miskin di rumah sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2010.
BAB II
TINJAUAN KASUS DAN PEMECAHAN MASALAH

2. 1 Tinjauan Kasus

Berdasarkan hasil pengumpulan data dari 40 responden peserta Askes – Gakin


di Rumah Sakit Muhammadiyah yang diambil dengan cara accidental sampling
diperoleh hasil yang menunjukkan karekteristik responden berdasarkan umur yaitu
remaja sebanyak 10 orang ( 25 % ), dewasa 12 orang ( 30 % ), dan lansia sebanyak 18
orang ( 45 % ).
Mutu pelayanan kesehatan diukur berdasarkan 3 dimensi yaitu dimensi mutu
hubungan pasien dengan dokter, dimensi hubungan pasien dengan perawat, dan
dimensi mutu kenyamanan pelayanan. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa
hubungan pasein dengan dokter, hubungan pasien dengan perawat dan kenyamanan
pelayanan dalam keadaan yang cukup.
Tingkat kepuasan diukur dalam 2 dimensi yaitu dimensi jaminan dan dimensi
empati yang menunjuk hasil bahwa responden cukup puas dalam pelayanan kepada
pengguna Asken-Gakin.

2. 2 Pemecahan Masalah

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil simpulan bahwa mutu pelayanan


kesehatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dalam kategori yang cukup
baik untuk pelayanan kesehatan bagi peserta pengguna Askeskin. Begitu juga dalam
tingkat kepuasan pasien peserta Askes- Gakin di Rumah Sakit Muhammadiyah
Palembang tahun 2010 cukup memuaskan. Oleh sebab itu bagi tenaga kesehatan
khususnya dokter, perawat dan tenaga adminitrasi diharapkan untuk lebih
professional dalam menjalankan tugasnya, menghargai dan menghormati mereka para
pengguna Asken-Gakin. Karena pelayanan yang baik, ramah merupakan kesan yang
melekat terhadap individu yang menerimanya.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil simpulan bahwa mutu pelayanan


kesehatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dalam kategori yang cukup
baik untuk pelayanan kesehatan bagi peserta pengguna Askeskin. Begitu juga dalam
tingkat kepuasan pasien peserta Askes- Gakin di Rumah Sakit Muhammadiyah
Palembang tahun 2010 cukup memuaskan.
Adapun hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien
pengguna Askes- Gakin yaitu semakin baik mutu pelayanan kesehatan, maka semakin
tinggi tingkat kepuasan pasien.

3. 2 SARAN

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan, peniti


menyarankan :
1. Bagi petugas Kesehatan RS Muhammadiyah Palembang
Diharapkan kepada semua petugas kesehatan dokter, perawat, dan seluruh
staf yang terkait dalam kemajuan rumah sakit dapat meningkatkan kinerja yang
ada terutama dalam pelayanan kesehatan .

2. Bagi Pihak Manajemen RS Muhammadiyah Palembang


Diharapkan untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya
pengguna Askes-Gakin, sehingga kepercayaan masyarakat akan semakin baik
dan masyarakat akan melakukan kunjungan balik.

3. Bagi Masyarakat
Diharapkan bagi masyarakat untuk tidak terlalu cepat menanggapi dan
mudah terpengaruh terhadap isu- isu negative. Dan diharapakan dalam
menerimah informasi dari pihak yang dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.

4. Bagi Peneliti
Diharapkan dapat dilakukan wawancara secara mendalam terhadap dimensi
mutu pelayanan dan dimensi kepuasan serta memperhatikan keberadaan
praktikan di lapangan secara teliti.

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI …………………………………………………………... i


BAB I …………………..……………………………………….. 1
BAB II …………………………………………………………… 2
Tinjauan Kasus …………………………………………………………... 2
Pemecahan Masalah …………………………………………………………... 2
BAB III …………………………………………………………... 4
Kesimpulan …………………………………………………………... 4
Saran …………………………………………………………... 4
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………... 6

TINGKAT KEPUASAN PASIEN KELUARGA MISKIN


TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN
DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH
PALEMBANG
TAHUN 2010
OLEH : SITI SOLEHA
NIM : 05.10.02.034

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK 2010/ 2011