Anda di halaman 1dari 3

Nama : Qurin Nikmaturrohana

NIM : 150342606771
Kelas : GHI-K
RQA 10 Leishmaniasis dan Trypanosomiasis
1. Bagaimana mekanisme makrofag dalam menyerang parasit Leishmania?
Jawab: Tindakan normal makrofag terhadap adanya parasit Leishmania dalam tubuh
biasanya makrofag membunuh parasit melalui beberapa mekanisme sebagai berikut:
- Oxidative burst, ketika makrofag menelan partikel asing patogen, enzim yang
trletak pada membran plasma makrofag yang dikenal sebagai NAD(P)H Oxidase
menjadi aktif dan menghasilkan radikal superoksida dan hidroksil reaktif. Kedua
radikal tersebut tidak hanya meningkatkan permeabilitas membran patogen, namun
juga mampu merusak makromolekul patogen seperti DNA.
- Acidification, setelah fusi fagosom dengan kompartemen endosomal, maka dapat
menyebabkan pengasaman fagosom. Proses ini difasilitasi oleh aksi ATPase proton
yang terletak pada membran plasma, yang menyebabkan penurunan pH yang
signifikan (pH 5,0). Sebagai konsekuensinya protein mulai mengalami denaturasi dan
akan tampak ketika patogen tersebut dihidrolisis menggunakan hidrolase.
- Digestion, setelah pengasaman kompartemen fagosom/ endosomal, makrofag akan
menyatu dengan lisosom primer dan membentuk kompartemen fagolysosomal.
Kemudian dalam proses ini akan terjadi pelepasan enzim asam hidrolase (enzim
digestion) yang menyebabkan degredasi atau pencernaan makromolekul seperti
DNA, RNA, protein dan karbohidrat.
Sumber: Kumar, S., Kumar, R., dan Kumar, A. 2012. Leishmania donovani: How it makes
fool to our immune system. International Journal of Scientific and Research
Publications. Vol. 2 (9).
2. Penyakit leishmaniasis viscerlis yang disebabkan oleh infeksi L. donovani. Di dalam
tubuh telah terdapat sistem imun, dimana terdapat mekanisme sistem imun dapat
menyerang patogen yang masuk. Kemudian bagaimana parasit ini menanggapi aktivitas
dari makrofag yang menyerangnya?
Jawab: Parasit L. donovani memiliki mekanisme dalam menanggapi adanya makrofag,
yaitu:
- Mekanisme fosfatase asam, permukaan amastigot mampu menghasilkan asam
fosfatase yang dapat menahan aksi radikal superoksida dan hidroksil serta
mencegahnya dari disintegrasi. Karena aktivitas dari parasit ini, makrofag tidak dapat
mencerna amastigot. Selain dari sifat ini, parasit ini juga meiliki pompa proton di
permukaan sel, pompa proton akan mempertahankan pH intraseluler menuju netral
yang mencegahnya dari pencernaan lisosom, karena enzim lisosom hanya bekerja
pada pH asam. Parasit ini juga memiliki Lipophosphoglycan (LPG) di
permukaannya, yang mencegahnya dari enzim lisosom.
- Memiliki pelengkap penonaktian, protein pelengkap C3b terdapat dalam darah
manusia, yang merupakan faktor penting untuk kompleks imun yang mendesak.
Protein ini akan mengikat zat asing dan mempromosikan serapannya oleh sel
fagositik. Promastigot Leishmania memiliki protein gp63 pada permukaan selnya,
yang memiliki kemampuan untuk mengubah C3b menjadi iC3b (bentuk C3b yang
tidak aktif). Kemudian iC3b tidak dapat mengembangkan respon imun.
Sumber: Kumar, S., Kumar, R., dan Kumar, A. 2012. Leishmania donovani: How it makes
fool to our immune system. International Journal of Scientific and Research
Publications. Vol. 2 (9).
3. Bagaimana Leishmania donovani merespon adanya pengobatanoleh penderita?
Jawab: Setiap makhluk hidup pastinya memiliki pengaturan ketahanan untuk dapat
bertahan hidup, begitu juga dengan parasit Leishmania donovani, ketika menginfeksi
hospes, parasit ini dapat bertahan hidup dalam inangnya meskipun terdapat respon imun
maupun pengobatan dari hospes yang menjadi inangnya. Baru-baru ini diketahui bahwa
trdapat ilmuwan yang telah mengenali sebuah protein cytosolic tryparedoxin peroxidase
(cTXNPx) yang berperan sebagai kunci yang berperan penting pada Leishmania
donovani dalam mengatur ketahanan hidup, infektivitas dan respon obat dari Leishmania
donovani. Senyawa tersebut termasuk ke dalam kelompok enzim yang mendetoksifikasi
peroksida, ahan kimia yang beracun bagi Leishmania donovani. Parasit dengan tingkat
cTXNPx yang lebih tinggi lebih mampu menahan tingkat hidrograf peroksida yang
tinggi dan juga resisten terhadap obat antimonisial.
Sumber: Kumar, S., Kumar, R., dan Kumar, A. 2012. Leishmania donovani: How it makes
fool to our immune system. International Journal of Scientific and Research
Publications. Vol. 2 (9).
4. Bagaimana bisa penyakit kala azar dapat menimbulkan Leishmaniasis dermis post-kala
azar? Apa yang dimaksud dengan Leishmaniasis dermis post-kala azar?
Jawab: Leishmaniasis dermis post-kala azar merupakan suatu fenomena yang timbul
akibat pengobatan yang tidak sempurna oleh preparat antimon, terjadi perubahan sifat
parasit yang awalnya bersifat viscerotropik (menyerang alat dalam) berubah menjadi
dermatotropik (meyerang kulit). Gejala yang timbul diawali dengan rasa gatal di seluruh
tubuh, terjadi makula hipopigmentasi yang semakin lama bertambah besar. Perubahan
kulit ini terdapat daerah bercak hitam yang banyak ditemukan pada parasit, sedangkan
pada daerah hipopigmentasi ditemukan sedikit parasit.
Sumber: Natadisastra D. Dan Agoes R. 2009. Parasitologi Kedokteran Ditinjau dari Organ
Tubuh yang Diserang. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.