Anda di halaman 1dari 7

BAB XI

PENGENALAN GEOMORFOLOGI DAN GEOLOGI CITRA


PENGINDRAAN JAUH

Ilmu geologi tidak dapat dipisahkan dengan morfologi atau rona bentuk
tubuh bumi,sedangkan geologi citra pengindraan jauh sangat membantu para
geologist terutama menentukan bentuk rona tubuh bumi,tanpa harus menuju
lapangan yang dituju.

XI.1. GEOMORFOLOGI
A.Pendahuluan
Geomorfologi (berasal bahasa Yunani, yang terdiri dari tiga kata yaitu:
Geos (bumi), morphos (bentuk), logos atau ilmu pengetahuan.) Berdasarkan dari
kata-kata tersebut, maka pengertian geomorfologi merupakan pengetahuan
tentang bentuk-bentuk permukaan bumi.
Geomorfologi adalah sebagai diskripsi dan tafsiran dari bentuk roman
muka bumi. Definisi ini lebih luas dari sekedar ilmu pengetahuan tentang
bentangalam (the science of landforms), sebab termasuk pembahasan tentang
kejadian bumi secara umum, seperti pembentukan cekungan lautan (ocean basin)
dan paparan benua (continental platform), serta bentuk-bentuk struktur yang lebih
kecil dari yang disebut diatas, seperti plain, plateau, mountain dan sebagainya.
Worcester (1939)
Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari bentagalam atau bentuk-
bentuk roman muka bumi yang terjadi karena adanya kekuatan-kekuatan yang
bekerja dari luar dan dalam bumi.Didalam ilmu geomofologi terdapat proses-
prose yang disebut proses geomofik.

B.Proses Geomorfik
Adalah semua perubahan fisika dan kimia yang memberikan efek yang
bervariasi pada bentuk roman muka bumi, dibedakan menjadi:
1. Proses eksogenik adalah enaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum
tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan

52
53

dari tenaga endogen. proses yang bekerja pada permukaan bumi dan
mempengaruhi bentuk bentangalam yang terjadi. Proses ini dibedakan
menjadi dua , yaitu:
A. Agradasi, proses pembentukan bentuk-bentuk positif atau pengendapan.
B. Degradasi, proses pembentukan bentuk negatif atau perendahan
permukaan tanah. Proses ini degradasi terdiri dari 3 proses utama, yait:
pelapukan, erosi, dan gerakan tanah.
1) Pelapukan adalah proses dimana batuan segar pecah menjadi
fragmen-fragmen dan mengalami perubahan komposisi-komposi hal
ini disebabkan oleh angin, cuaca, perubahan suhu,dan tumbuhan
2) Erosi adalah proses pengikisan dan berpindahnya massa batuan
dari satu tempat ke tempat lain yang dibawa oleh tenaga
pengangkut yang bergerak meuuju base level erotion.
3) Gerakan tanah adalah proses dimana ada pergerakan masa
batuan,termasuk didalamnya tanah atau soil dan rempah-rempah
batuan,yang menuruni lereng hal ini dipengaruhi beberapa faktor
seperti beban terlalu berat, batuant tidak kompak, gempa bumi dll.
Proses eksogenik yang bekerja di permukaan buni dikerjakan oleh agen
geomorfik, yaitu media alam yang mengerjakan dan mengangkut material
pada permukaan bumi. Agen geomorfik terdiri dari atas angin, air, dan es.

2. Proses Endogen juga bisa disebut juga tenaga tektonik. Proses ini berasal
dari tenaga dalam bumi. Proses endogen sering menekan di sekitar lapisan-
lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfer).
A. Proses Diastropisme adalah proses strutual yang mengakibatkan
terjadinya lipatan dan patahan tanpa dipengaruhi magma tapi tenaga
dari dalam bumi.
B. Vulkanisme berhubungan dengan aktivtas keluarnya magma di
gunungapi. Proses keluarnya magma ke permukaan bumi disebut
erupsi gunungapi. Proses vulkanisme terjadi karena adanya magma
yang keluar dari zona tumbukan antarlampang. Beberapa gunugapi
ditemukan berada di tengah lempeng yang disebsbkan oleh
54

tersumbatnya panas di kerak bumi gejala ini disebut titik panas


(hotspot).Para ilmuan menduga aliaran magma mendesak keluar
membakar kerak bumi dan melutus di permukaan.

Bentangalam yang dapat terbentuk oleh proses-proses endogenik


antara lain:
A. Pengunubgan lipatan (Folded montain), yaitu pegunungan yang
terbentuk karena struktur lipatan.
B. Pengunungan blok atau patahan (Block montain), yaitu
pengunungan yang terbentuk karena sesar turun yang banyak.
C. Gunung api, merupakan gunung yang terbentuk karena aktivitas
vulkanisme yaitu aktivtas keluarnya magma di gunungapi
3. Proses ekstraterestial, proses yang berasal dari angkasa luar, misalnya:
jatuhnya meteorid kemudian membentuk bentang alam tersendiri.

C.Jenis-jenis bentangalam
Berdsarka proses-proses yang bekerja di permkaan bumi baik berasal dari luar
maupun dari dalam bumi, maka terdpat beberapa jenis bentaagalam, antara lain:
1. Bentangalam Fluviatil, bentangalam yang terbentuk karena aktivitas
sunga.
2. Bentangalam Vulkanik, bentangalam yang terjadi akibat aktivitas gunung
api.
3. Bentangalam Struktural, bentangalam yang diakibatkan karena terjadinya
tektonik.
4. Bentangalam Karst, bentangalam yang terbentuk akibat proses aktivitas
pelarutan oleh air.
5. Bentangalam Eolian, bentangalam yang terjadi karena adanya naktivitas
angin.
6. Bentangalam Glasiasi, bentang lam yang terbentuk di daerah bersalju atau
es.
7. Bentangalam Pantai, bentangalam yang terdapat di daerah pantai.
55

8. Bentangalam Denudasional, bentangalam yang disebabkan olehh proses


kimiawi dan fisika. Menyebabkan penelanjangan batuan/penggiksan
batuan. (Gambar 34)

Gambar 34.Contoh Bentangalam (Denudasi)


(Anonim, 2014)

XI.2. Geologi Citra Penginderaan Jauh


A.Pendahuluan
Teknologi penginderaan jauh (remote sensing) berkembang dengan pesat
sejak eksplorasi antariksa berlangsung sekitar tahun 1960-an dengan
mengorbitnya satelit-satelit Gemini, Apollo, Sputnik, Solyus. Kamera yang
mengambil gambar permukaan bumi dari satelit memberikan informasi berbagai
gejala dipermukaan bumi seperti geologi, kehutanan, kelautan dan sebagainya.
Teknologi pemotretan udara yang berkembang bersamaan dengan era eksplorasi
antariksa seperti sistim kamera majemuk, multispectral scanner, vidicon,
radiometer, spectrometer diikut sertakan dalam misi antariksa tersebut pada tahap
berikutnya.
Penginderaan jauh didefinisikan sebagai suatu metoda untuk mengenal dan
menentukan obyek dipermukaan bumi tanpa melalui kontak langsung dengan
obyek tersebut. Banyak pakar memberi batasan, penginderaan jauh hanya
mencakup pemanfaatan gelombang elektromaknetik saja, sedangkan penginderaan
yang memanfaatkan sifat fisik bumi seperti kemaknitan, gaya berat dan seismik
tidak termasuk dalam klasifikasi ini. Namun sebagian pakar memasukkan
pengukuran sifat fisik bumi ke dalam lingkup penginderaan jauh. Di bawah ini
akan disinggung secara singkat mengenai gelombang elektromaknit, pembagian
56

dalam selang panjang gelombang (spectral range), mengapa dipakai dalam sistim
perekaman citra dan bagaimana responnya terhadap benda di permukaan bumi.
Secara singkat Geologi citra pengindraan jauh adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari geologi mengunakan citra hasil dari pengindraan jarak jauh.

B.Macam-macam Citra pengindraan jauh


Citra pengindraan jauh dibagi menadji dua macam,yaitu citra foto dan citra
nonfoto.(Gambar 35)
1. Citra foto adalah gambaran suatu objek yang dibuat dari pesawat udara,
dengan menggunakan kamera udara sebagai alat pemotret. Hasilnya
dikenal dengan istilah foto udara. Citra foto dapat dibagi menjadi
beberapa macam berdasarkan: spektrum elektromagnetik, kedudukan
sumbu kamera, sudut medan pandang kamera dan jumlah lensa atau
jumlah kameranya
2. Citra nonfoto adalah gambaran suatu objek yang diambil dari satelit
dengan menggunakan sensor,baik itu spektrum radar, bagian-bagian
spectrum tanpak mata dan merah infra thermal .

Gambar 35.Macam-macam citra pengindraan jauh


(Anonim, 2014)

C.Pencritaan Foto Udara


57

Pemotretan suatu daerah dari ketinggian tertentu, dalam ruang lingkup


atmosfer menggunakan dua kamera yang letaknya saling berjauhan. Pencitraan
ini menggunkan wahana terbang misalnya pemotretan menggunakan pesawat
terbang, heikopter, balon udara, drone atau UAV, dan wahana lainnnya.
Keuntungannya, penggunaan foto udara menghasilkan gambar/citra yang
lebih detail (resolusi sekitar 15cm), tidak terkendala awan, karena
pengoperasiaannya pada ketinggian di bawah awan. Kelemahannya, foto udara
terdiri dari kumpulan scene kecil yang banyak, terlebih lagi untuk pemotretan
dengan area yang sangat luas. Pertampalan depan biasanya dibuat sebesar ± 60%.
Bila tampalan kurang dari 50% maka terdapat daerah yang tidak terfoto dua kali.
Sehingga tidak dapat terlihat meruang atau tiga dimensi. Bila pertampalan depan
lebih dari 60 % maka terlalu banyak foto yang dihasilkan untuk suatu daerah
tertentu, sehingga terlalu boros dalam pembiayaan pencitraaan. Pertampalan
samping umumnya dibuat ± 20 – 30% sehingga tidak ada daerah yang tidak
terekam serta berfungsi untuk perbuatan mosaik.

D.Faktor-faktor Interpretasi Foto Udara


Ada dua faktor yang mempengaruhi dalam interpretasi foto udara,yaitu
1. Unsur dasar pengenlan citra, adalah tanda tanda yang karaktristik untuk
benda-benda tertentu, sehingga memungkinkan pengamat mengenal benda
tersebut, yang meliput:
A. Rona
B. Tekstur
C. Pola
D. Hubungan dengan keadaan sekitarnya
E. Bentuk
F. Ukuran
G. Bayangan
2. Unsur dasar penafsiran geologi, menafsirkan proses pembentukannya dan
menafsirkan kaitannya dengan aspek lain. Untuk melakukan hal di atas dua
metoda yang umum dilakukan melalui metoda visual/manual yaitu mengenal
58

obyek obyek geologi seperti perbukitan, dataran, gunungapi, delta dan gejala
geologi spesifik seperti perbedaan jenis batuan, bidang perlapisan, struktur
sesar. Pada tabel dibawah diberikan unsur unsur dasar penafsiran citra.
Analisa geologi biasanya dilakukan berdasarkan metoda analisa visual.
Analisa visual untuk geologi didasarkan atas unsur unsur dasar dari citra.
Pengetahuan tentang daerah yang di analisa menjadi faktor yang sangat
penting untuk mencapai hasil yang maksimal.