Anda di halaman 1dari 12

komponen Komposisi %

Ekstrak patikan kebo 1


Carbomer 940 0,7
Trietanolamin 0,6
Propilenglikol 15
Gliserin 8
Natrium metabisulfit 0,05
Metil paraben 0,2
air q.s

Komponen Konsentrasi (%)

Ekstrak 10 15 20 25
Carbomer 940 0,7 0,7 0,7 0,7
Trietanolamin 0,6 0,6 0,6 0,6
Propilenglikol 20 20 20 20
Metil paraben 0,2 0,2 0,2 0,2
air ad 100% ad 100% ad 100% ad 100%
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOLIK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff)
Boerl.) DENGAN BASIS CARBOMER

Pada pembuatan gel semua bahan harus dilarutkan dahulu pada pelarut atau zat pembawanya sebelum
penambahan gelling agent (Allen, 2002). Carbomer sebagai basis dilarutkan dalam air kemudian
didiamkan selama 24 jam. Secara terpisah metil paraben dicampur dengan propilen glikol hingga
homogen lalu tambahkan ekstrak etanol buah mahkota dewa. Selanjutnya carbomer ditambahkan pada
metil paraben, propilen glikol dan ekstrak yang telah dicampur sebelumnya. Terakhir ditambahkan TEA
(trietanolamin) sebagai penetral basis hingga pH sesuai dengan yang dibutuhkan. Hasil campurannya
dicampur dengan homomixer selama 5menit pada 5000/rpm hingga homogen.
PENGARUH VARIASI GELLING AGENT CARBOMER 934 DALAM SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOLIK BUNGA
KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) TERHADAP SIFAT FISIK GEL DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI
Staphylococcus aureu

Cara pembuatan sediaan gel Carbomer didispersikan terlebih dahulu ke dalam 50 mL akuades dan
diaduk hingga terbentuk basis gel, kemudian ditambahkan metil paraben (sebelumnya dilarutkan
dengan etanol 96 %) dan gliserin kemudian diaduk sampai homogen. Ekstrak bunga kembang sepatu
dimasukkan ke dalam basis gel tersebut, ditambah trietanolamin dan diaduk hingga homogen. Sisa
akuades ditambahkan sampai berat gel menjadi 100 gram. Sediaan gel yang didapat disimpan pada yang
wadah yang tertutup rapat
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL ANTISEPTIK TANGAN MINYAK ATSIRI BUNGA
LAVENDER (Lavandula angustifolia Miller)

Pembuatan gel antiseptik tangan dari minyak atsiri lavender dilakukan dengan cara carbopol dilarutkan
dalam 50 mL aquadest panas sampai larut ditambah larutan metil paraben. Minyak atsiri bunga lavender
dilarutkan dalam gliserin, dimasukkan ke dalam larutan carbopol. Trietanolamin ditambahkan sedikit
demi sedikit dengan kecepatan pengadukan yang lebih tinggi sampai terbentuk gel yang homogen
ditambah sisa aquadest.

FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Webb) DENGAN
GELLING AGENT KARBOPOL 934 DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Staphylococcus
epidermidis

Metilparaben dan propil paraben dilarutkan dalam trietanolamin secukupnya. Selanjutnya karbopol 934
yang telah dilarutkan dengan air ditambahkan dalam jumlah kecil untuk solusi menggunakan mikser
dengan kecepatan tinggi sampai diperoleh campuran menyebar yang halus. Proses pencampuran
dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah adanya udara yang masuk. Kemudian agen penetral,
trietanolamin yang tersisa ditambahkan sangat lambat untuk menghindari penjebakkan udara.
Selanjutnya ditambahkan ekstrak etanol daun lidah buaya dan sisa air diaduk sampai homogen lalu
dikemas pada pot gel.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KARBOMER SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP VISKOSITAS
DAN pH SEDIAAN GEL ANTISEPTIK EKSTRAK ETANOLIK DAUN SIRIH MERAH

FORMULASI GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia


mangostana L) dengan BASIS CARBOPOL
Formulasi Gel Antijerawat dari Ekstrak Etil Asetat Gambir

Pembuatan Basis Gel dan Evaluasi. Carbopol


dikembangkan dengan air sedikit demi sedikit sambil diaduk
perlahan-lahan sampai terbentuk massa gel. Kemudian
trietanolamin dan gliserin ditambahkan dan digerus hingga
homogen, lalu aquadest ditambahkan ad 100 mL dan digerus
homogeny. Basis gel yang dibuat dievaluasi meliputi
pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, stabilitas fisika dan uji iritasi kulit.