Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan taufik dan
hidayah-Nya kami bisa menyelesaikan makalah silinder blok ini.
Dan dalam kesempatan ini pula, kami hendak menyampaikan rasa terima kasih kepada
semua pihak yang membantu kami dalam menyelesaikan penulisan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan dan
masih jauh dari sempurna, akan tetapi dengan kemampuan yang ada kami mencoba untuk
menyusun sebaik mungkin dengan harapan dapat memperoleh manfaatnya.
Semoga Laporan ini bisa bermanfaat tidak hanya bagi penulis khususnya, tetapi juga
dapat bermanfaat bagi pembaca yaitu para siswa SMK Negeri 1 Bone - Bone pada
umumnya.

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. latar belakang masalah

Blok silinder adalah struktur terpadu yang terdiri dari silinder dari motor bakar torak dan
beberapa atau semua yang terkait struktur sekitarnya (bagian pendingin, bagian bukaan
masuk dan keluar bagian, sambungan, dan crankcase). Istilah blok mesin sering digunakan
bersama dengan "blok silinder" (meskipun secara teknis dapat dibuat perbedaan antara
silinder mesin monobloc silinder sebagai unit diskrit dibandingkan dengan desain blok
dengan lebih banyak integrasi yang terdiri dari crankcase juga.

Dalam istilah dasar elemen mesin, berbagai bagian utama dari mesin (seperti silinder,
kepala silinder, bagian pendingin, bagian intake dan exhaust, dan crankcase) secara
konseptual berbeda, dan konsep-konsep ini dapat semua diturunkan sebagai potongan
diskrit yang disatukan. Konstruksi seperti ini sangat luas di awal dekade komersialisasi mesin
pembakaran dalam (1880-an sampai 1920-an). Namun, tidak lagi seperti biasa memproduksi
mesin bensin dan mesin diesel, karena untuk setiap sistem konfigurasi mesin, ada cara yang
lebih efisien untuk merancang pembuatan (dan juga untuk pemeliharaan dan perbaikan).
Hal ini umumnya melibatkan integrasi beberapa elemen mesin menjadi satu bagian diskrit,
dan melakukan pembentukan (seperti pengecoran, stamping, dan memesin) untuk
beberapa elemen dalam satu setup dengan satu mesin sistem koordinat (dari alat mesin
atau bagian lain dari mesin manufaktur). Maka, akan menghasilkan satuan biaya produksi
serta pemeliharaan dan perbaikan yang lebih rendah.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Blok Silinder


Blok silinder bisa dikatakan bagian yang penting pada suara mesin. Blok silinder tempat
piston bergerak bolak balik dan tempat beberapa komponen kelistrikan dipasangkan.
Konstruksi blok silinder dipengaruhi oleh sistem pendinginannya, jumlah silindernya
serta sistem pemasukan bahan bakarnya. Sistem pendinginan sepeda motor
kebanyakan adalah dengan menggunakan pendinginan udara. Untuk menambah
efektifitas pendinginan maka bagian luar blok silinder dibuat bersirip agar luas bidang
permukaan pendinginan lebih besar.

Gambar 3. Blok Silinder

Silinder liner dan blok silinder merupakan dua bagian yang melekat satu sama lain.
Daya sebuah motor biasanya dinyatakan oleh besarnya isi silinder suatu motor. Silinder
liner terpasang erat pada blok, dan bahannya tidak sama. Silinder liner dibuat dari
bahan yang tahan terhadap gesekan dan panas, sedangkan blok dibuat dari besi tuang
yang tahan panas.

Pada mulanya, ada yang merancang menjadi satu, sekarang sudah jarang ada. Sekarang
dibuat terpisah berarti silinder liner dapat diganti bila keausannya sudah berlebihan.
Bahannya dibuat dari besi tuang kelabu. Untuk motor-motor yang ringan seperti pada
sepeda motor bahan ini dicampur dengan alumunium. Bahan blok dipilih agar
memenuhi syarat-syarat pemakaian yaitu: Tahan terhadap suhu yang tinggi, dapat
menghantarkan panas dengan baik, dan tahan terhadap gesekan.

Blok silinder merupakan tempat bergerak piston. Tempat piston berada tepat di tengah
blok silinder. Silinder liner piston ini dilapisi bahan khusus agar tidak cepat aus akibat
gesekan. Meskipun telah mendapat pelumasan yang mencukupi tetapi keausan lubang
silinder tetap tak dapat dihindari. Karenanya dalam jangka waktu yang lama keausan
tersebut pasti terjadi. Keausan lubang silinder bisa saja terjadi secara tidak merata
sehingga dapat berupa keovalan atau ketirusan. Masing-masing kerusakan tersebut
harus diketahui untuk menentukan langkah perbaikannya.

Kontruksi luar blok silinder dibuat seperti sirip, ini untuk melepaskan panas
akibat kerja mesin. Dengan adanya sirip-sirip tersebut, akan terjadi pendinginan
terhadap mesin karena udara bisa mengalir diantara sirip-sirip. Sirip juga memperluas
bidang pendinginan, sehingga penyerapan panas lebih besar dan suhu motor tidak
terlampau tinggi dan sesuai dengan temperatur kerja.
a. Komponen-komponen yang ada pada kepala silinder

1. Busi berfungsi untuk meletikan bunga api


2. Noken as ( cam shaft ) berfungsi sebagai menggerakkan rocker arem yang selanjutnya
menggerakkan klep, noken di gerakkan berdasarkan putaran rantai kamrat
3. Sepatu klep ( rocker arm ) berfungsi sebagai meneruskan gerakkan dari noken as untuk
menggerakkan klep
4. Rantai kamrat berfungsi sebagai menghubungkan putaran dari poros engkol menuju
kepala silinder untuk menggerakkan kelengkapan klep.
5. Klep ( valve ), klep di bedakan menjadi dua yaitu klep in/isap berfungsi sebagai
mengatur atau membuka tutup campuran udara yang masuk ke dalam ruang bakar klep
ex/buang adalah berfungsi sebagai membuka tuutp saluran buang dari sisa-sisa
pembakaran.
6. Seal klep berfungsi untuk menjaga agar oli tidak masuk ke dalam ruang bakar.
7. Topi dan Kuku Pengunci Klep berfungsi untuk menahan per klep agar tidak lepas dan
dapat bekerja dengan baik.
8. Per klep setelah klep terbuka akibat tekanan dari pelatuk klep, per klep akan
mengembalikannya ke posisi semula sehingga menutup.
9. Bos Klep berfungsi sebagai jalur bergeraknya batang klep. Bila bos klep telah
aus/longgar di bagian knalpot akan timbul asap putih tipis dan perbaikannya harus
diganti dan pemasangannya di tukang bubut.

B. Oversize / Perubahan Ukuran Silinder


Perubahan ukuran silinder (Oversize / korter) terdiri dari 4 tahap yaitu:

 0,25 berarti : over size 0,25mm, yaitu silinder mengalami perubahan untuk pertama
kalinya.
 0,50 berarti : over size 0,50mm, yaitu silinder mengalami perubahan untuk kedua
kalinya.
 0,75 berarti : over size 0,75mm, yaitu silinder mengalami perubahan untuk ketiga
kalinya.
 0,100 berarti : over size 0,100mm, yaitu silinder mengalami perubahan unkuran
untuk keempat kalinya atau terakhir kalinya.

Setelah pada tahap silinder over size 0,100 maka silinder sudah tidak bisa di korter lagi. Dan
langkah perbaikannya adalah dengan mengganti blok silinder baru, atau blok silinder lama di
shock kembali. Pekerjaan over size silinder ataupun sok silinder adalah dilakukan oleh
bengkel bubut. Pemakaian blok silinder, piston dan ring piston harus dalam satu ukuran,
misalnya: silinder masih ukuran standar maka piston dan ring piston harus menggunakan
ukuran standar juga.

Silinder motor 4 tak dimana dari titik mati atas sampai titik mati bawah tidak terdapat
lubang. Silinder blok motor 2 tak berbeda bentuknya dengan motor 4 tak dimana untuk
motor 2 tak bentuk silinder antar titik mati atas dan titik mati bawah terdapat lubang atau
saluran gas buang dan gas baru dan saluran bilas.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan berakhirnya hasil tulisan ini kami mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT dan
Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan sehingga
penulisan makalah ini dapat selesai dengan baik.

B. Saran-saran :
Adapun saran-saran yang ingin saya sampaikan sebagai berikut:
1. Untuk memasuki dunia industri diperlukan keterampilan yang cukup.
2. Persiapan mental yang kuat dan biasakan hidup dengan disiplin.
3. Taati semua peraturan yang berlaku dan jangan coba-coba melanggarnya walaupun dalam
artian sedikit.
4. Biasakan bersikap/berfikir kreatif dan inisiatif dalam bekerja.
MAKALAH

SILINDER BLOK PADA SEPEDA MOTOR

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

AGUS WAHYUDI

SMK NEGERI 1 LUWU UTARA


TAHUN PELAJARAN 2018 / 2019