Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkankehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapatmenyelesaikan makalah ini yang
Alhamdulillah selesai tepat pada waktunya yang berjudul ‘’G30S/PKI atau GERAKAN 30
SEPTEMBER’’ sebagai rasa kagum kami kepada para pahlawan yang telah berjuang
untuk mememerangi gerakan kejiini.

Makalah ini berisikan tentang bagaimana gerakan keji ini dijalankan oleh para
komunis di Indonesia yang merasa tidak puas dengan pemerintahan yang terjadi pada
saat itu, sehingga pada saat itu para komunis Indonesia mendirikan sebuah partai yang
bernama Partai Komunis Indonesia ( PKI )dan melakukan gerakan 30 september atau
biasa disebut dengan gerakan G30S/PKI.

Saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik
dan saran dari guru dan teman-teman yang bersifat membangun, selalu kami harapkan
demi lebih baiknya makalah ini.

Untuk itu kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi
dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua
dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.

Bone-Bone, 25 januari 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………..i

Daftar isi ……………………………………………………………ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang……………………………………………………….1
B. Rumusan Masalah……………………………………………………2
C. Tujuan………………………………………………………………….3

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian dari peristiwa G30S/PKI……………………………….4


B. Sejarah mulainya dari G30S/PKI…………………………………5
C. Cerita Singkat Tentang G30S/PKI………………………………..6
D. Masa Berakhirnya Dari G30S/PKI…………………………………7

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan………………………………………………………8
B. Saran…………………………………………………………….9

Dafrtar Pusataka………………………………………………………..10
BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Seperti yang diketahui Negara Indonesia merupakan Negara yang


Menganut paham demokrasi yang sangat kuat, pada masa gerakan ini
dilakukan Indonesia sudah melewati masa orde baru dan telah
memerdekakan kemerdekaannya. Gerakan 30 september atau sering
disebut dengan G30S/PKI ini dilakukan karena akibat ketidakpuasan
dari para kelompok tertentu dengan pemerintahan pada masa itu,
sehingga para kelompok tertentu membuat suatu organisasi yang disebut
dengan PKI ( Partai Komunis Indonesia ) melakukan gerakan 30
september atau biasa disebut dengan G30S/PKI, yang membuat
pemberontakan hingga penculikan para 7 jendral yang dikubur dalam
satu sumur yang disebut dengan sumur “ LubangBuaya ‘’.

B. RUMUSAN MASALAH
 Bagaimana Keadaan poitik pada masa G30S/PKI

C. TUJUAN
 Mengetahui seluk beluk hingga terjadinya pemberontakan
G30S/PKI
 Memperluas wawasan tentang apa itu G30S/PKI
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Dari G30S/PKI


Peristiwa G30S/PKI atau biasa disebut dengan Gerakan 30 September merupakan salah
satu peristiwa pemberontakan komunis yang terjadi pada bulan September sesudah
beberapa tahun Indonesia merdeka. Peristiwa G30S PKI terjadi di malam hari tepatnya
pada tanggal 30 September tahun 1965.Dalam sebuah kudeta, setidaknya ada 7 perwira
tinggi militer yang terbunuh dalam peristiwa tersebut.

Partai Komunis saat itu sedang dalam kondisi yang amat kuat karena mendapatkan
sokongan dari Presiden Indonesia Pertama, Ir. H Soekarno. Tidak heran jika usaha yang
dilakukan oleh segelintir masyarakat demi menjatuhkan Partai Komunis berakhir dengan
kegagalan berkat bantuan Presiden kala itu.

Hingga sampai saat ini, peristiwa 30S PKI tetap menjadi perdebatan antara benar atau
tidaknya PartaiKomunis Indonesia yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

Teras yang menjadilokasisumurpembantaian


B. Sejarah Mulainya Dari G30S/PKI

Sebelum peristiwa 30S PKI terjadi, Partai Komunis Indonesia sempat tercatat sebagai
partai Komunis terbesar di dunia. Hal ini didukung dengan adanya sejumlah partai
komunis yang telah tersebar di Uni Soviet dan Tiongkok.

Semenjak dilakukannya audit pada tahun 1965, setidaknya ada 3,5 juta pengguna aktif
yang bernaung menjalankan program dalam partai ini. Itu pun belum termasuk dengan
3 juta jiwa yang menjadi kader dalam anggota pergerakan pemuda komunis.

Di sisi lain, PKI juga memiliki hak kontrol secara penuh terhadap pergerakan buruh,
kurang lebih ada 3,5 juta orang telah ada di bawah pengaruhnya. Belum sampai disitu,
masih ada 9 juta anggota lagi yang terdiri dari gerakan petani dan beberapa gerakan
lain. Misal pergerakan wanita, pergerakan sarjana dan beberapa organisasi penulis yang
apabila dijumlahkan bisa mencapai angka 20 juta anggota beserta para pendukungnya.

Masyarakat curiga dengan adanya pernyataan isu bahwa PKI adalah dalang dibalik
terjadinya peristiwa 30 September yang bermula dari kejadian di bulan Juli 1959, yang
mana pada saat itu parlemen telah dibubarkan. Sementara Presiden Soekarno justru
menetapkan bahwa konstitusi harus berada di bawah naungan dekrit presiden.

PKI berdiri dibelakang dukungan penuh dekrit presiden Soekarno. Sistem Demokrasi
Terpimpin yang diusung oleh Soekarno telah disambut dengan antusias oleh PKI. Karena
dengan adanya sistem ini, diyakini PKI mampu menciptakan suatu persekutuan konsepsi
yang Nasionalis, Agamis dan Komunis dengan singkatan NASAKOM.

C. Cerita Singkat Peristiwa Dari G30S/PKI


Peristiwa G30S PKI bermula pada tanggal 1 Oktober. Dimulai dengan kasus
penculikan 7 jendral yang terdiri dari anggota staff tentara oleh sekelompok pasukan
yang bergerak dari Lapangan Udara menuju Jakarta daerah selatan. Tiga dari tujuh
jenderal tersebut diantaranya telah dibunuh di rumah mereka masing-masing, yakni
Ahmad Yani, M.T. Haryono dan D.I. Panjaitan.

Sementara itu ketiga target lainya yaitu Soeprapto, S.Parman dan Sutoyo ditangkap
secara hidup-hidup. Abdul Harris Nasution yang menjadi target utama kelompok
pasukan tersebut berhasil kabur setelah berusaha melompati dinding batas kedubes
Irak.

Meskipun begitu, Pierre Tendean beserta anak gadisnya, Ade Irma S. Nasution pun
tewas setelah ditangkap dan ditembak pada 6 Oktober oleh regu sergap. Korban
tewas semakin bertambah disaat regu penculik menembak serta membunuh seorang
polisi penjaga rumah tetangga Nasution. Abert Naiborhu menjadi korban terakhir
dalam kejadian ini. Tak sedikit mayat jenderal yang dibunuh lalu dibuang di Lubang
Buaya.

Sekitar 2.000 pasukan TNI diterjunkan untuk menduduki sebuah tempat yang kini
dikenal dengan nama Lapangan Merdeka, Monas. Walaupun mereka belum berhasil
mengamankan bagian timur dari area ini. Sebab saat itu merupakan daerah dari
Markas KOSTRAD pimpinan Soeharto.

Jam 7 pagi, Radio Republik Indonesia (RRI) menyiarkan sebuah pesan yang berasal
dari Untung Syamsuri, Komandan Cakrabiwa bahwa G30S PKI telah berhasil diambil
alih di beberapa lokasi stratergis Jakarta beserta anggota militer lainnya. Mereka
bersikeras bahwa gerakan tersebut sebenarnya didukung oleh CIA yang bertujuan
untuk melengserkan Soekarno dari posisinya.
Tinta kegagalan nyaris saja tertulis dalam sejarah peristiwa G30S/PKI. Hampir saja
pak Harto dilewatkan begitu saja karena mereka masih menduga bahwa beliau
bukanlah seorang tokoh politik.

Selang beberapa saat, salah seorang tetangga memberi tahu pada Soeharto tentang
terjadinya aksi penembakan pada jam setengah 6 pagi beserta hilangnya sejumlah
jenderal yang diduga sedang dicuilik. Mendengar berita tersebut, Soeharto pun segera
bergerak ke Markas KOSTRAD dan menghubungi anggota angkatan laut dan polisi.

Soeharto juga berhasil membujuk dua batalion pasukan kudeta untuk segera
menyerahkan diri. Dimulai dari pasukan Brawijaya yang masuk ke dalam area
markas KOSTRAD. Kemudian disusul dengan pasukan Diponegoro yang kabur
menuju Halim Perdana Kusuma.

Karena prosesnya yang berjalan kurang matang, akhirnya kudeta yang dilancarkan
oleh PKI tersebut berhasil digagalkan oleh Soeharto. Sehingga kondisi ini
menyebabkan para tentara yang berada di Lapangan Merdeka mengalami
kehausan akan impresi dalam melindungi Presiden yang sedang berada di Istana.

D. Masa Berakhirnya Peristiwa G30S/PKI


G30S PKI bisaberakhirpada jam 7 malam, pasukan pimpinan Soeharto berhasil
mengambil alih atas semua fasilitas yang sebelumnya pernah dikuasai oleh G30S PKI. Jam
9 malam Soeharto bersama dengan Nasution mengumumkan bahwa sekarang ia tengah
mengambil alih tentara yang pernah dikuasai oleh PKI dan akan tetap berusaha untuk
menghancurkan pasukan kontra-revolusioner demi melindungi posisi Soekarno.

Soeharto melayangkan kembali sebuah ultimatum yang kali ini ditujukan khusus kepada
pasukan di Halim. Tak berapa lama kemudian, Soekarno meninggalkan Halim Perdana
Kusuma untuk segera menuju istana Presiden lain yang ada di Bogor. Ketujuh jasad
orang yang terbunuh dan terbuang di Lubang Buaya pada tanggal 3 Oktober berhasil
ditemukan dan dikuburkan secara layak pada tanggal 5 Oktober.
Nama-nama Pahlawan Revolusi Korban Kekejaman G30S PKI 1965

Peristiwa G30S PKI sejatinya tidak lepas dari kejadian penculikan petinggi-petinggi TNI
AD saat itu. Mereka diasingkan dan dibantai tanpa belas kasihan di Monumen Lubang
Buaya. Berikut ini nama-nama TNI yang mendapatkan gelar Pahlawan Revolusi pasca
terjadinya pembantaian tersebut.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
G30S/PKI adalah sebuah gerakan yang sangat tidak baik bagi bangsa Indonesia,
karena apa gerakan ini banyak menimbulkan kerugian bagi bangsa Indonesia dan
juga gerakan ini terlalu memaksakan kehendak dan ingin menjatuhkan
pemerintahan pada masa itu.

B. Saran
Sebagai bangsa Indonesia yang telah merdeka, sebaiknya para generasi penerus
bangsa berpikir bagaimana cara membuat NKRI ini lebih baik lagi dengan terus
balajar dan membuat prestasi yang membuat Negara Indonesia kita tercinta lebih
dikenal di mata dunia.
DAFTAR PUSTAKA
 http://sejarah-G30S/PKI-tugas-sejarah
 http://masa-berakhirnya-G30S/PKI
 http://cerita-singkat-peristiwa-G30S/PKI
 http://junawan-peristiwa-G30S/PKI
MAKALAH SEJARAH
PERISTIWA G30S/PKI

DI

OLEH:

NITA AYU NINGSIH


ENDANG WIDYANINGSIH
ANDINI SULFITRA
MUH. GAZALI ARDHI
NUR FAUZAN FIKRI
ALHIDAYAH
SASKIA
MUHAMMAD ASHARY

SMA 1 BONE-BONE
TAHUN AJARAN 2017/2018

Anda mungkin juga menyukai