Anda di halaman 1dari 28

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MENDORONG

PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH MENUJU


TOBASA HEBAT 2021

Disusun oleh :

Ir. Tua Pangaribuan, M.Si.

PEMERINTAH KABUPATEN TOBA SAMOSIR


2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikam kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat izin
dan penyertaanNya penulisan makalah dengan judul;” Pembangunan Infrastruktur
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Menuju Tobasa Hebat 2021” dapat
diselesaikan dengan baik. Penulisan ini merupakan bagian dari sumbang saran dan
masukan bagi pembangunan Toba Samosir untuk periode 2016-2021, sebagai
bagian dari perwujudan visi besar, “Tobasa Hebat 2021”, dan menjadi bahan
dalam mengikuti Lelang Jabatan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang akan
diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir pada tahun 2016.

Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada


rekan, staf dan berbagai pihak yang telah membantu, memberi dukungan dan
masukan dalam penulisan makalah ini.

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang


dimiliki untuk menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya, namun kami menyadari
dengan berbagai keterbatasan, mungkin masih terdapat kekurangan, kekeliruan
dan kesalahan yang tidak disengaja. Untuk itu kami mohon maaf dan berharap
berbagai pihak berkenan memberikan gagasan, saran dan masukan konstruktif,
untuk perbaikannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita sekalian,
khususnya dalam pembangunan dan pengembangan ketahanan pangan di Toba
Samosir dimasa yang akan datang, terima kasih.

Balige, Desember 2016

Penulis,

Ir. Tua Pangaribuan, M.Si

NIP. 19660127199403.1002
I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah (RPJMD), Kabupaten Toba Samosir tahun 2016-2021 sesuai

Perda nomor 3 tahun 2016, telah ditetapkan visi; “Tobasa Hebat

2021”, implementasi visi tersebut dijabarkan dalam 6 (enam) misi yaitu:

1. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) dan

bersih (clean governance),

2. Memantapkan dan mengutamakan penyediaan infrastruktur yang

memadai,

3. Membangun pelayanan kesehatan dan pendidikan yang bermutu

dan terjangkau oleh masyarakat,

4. Memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdaya

saing,

5. Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan pertanian yang

berorientasi pada kesinambungan lingkungan dan kesejahteraan

masyarakat,

6. Memberdayakan dan mengefektifkan nilai-nilai kearifan lokal

berdasarkan religi.

Dari butir misi tersebut diatas, yang berkaitan langsung dengan

tupas Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan

adalah misi pertama, kedua, kempat dan kelima. Pemerintahan yang

baik (good governance) dan bersih (clean governance) diharapkan

akan mampu meningkatkan pembangunan infrastruktur yang memadai,

meningkatkan pengelolaan sumberdaya alam dan pertanian yang


berkesinambungan akan memacu pertumbuhan ekonomi yang

berkualitas dan berdaya saing.

A. Tugas Pokok dan fungsi Staf Ahli Bupati

Berdasrkan Perda nomor 5 tahun 2016 tentang Pembentukan

Perangkat Daerah, tugas dan fungsi Ahli Bidang Ekonomi,

Keuangan dan Pembangunan, adalah sebagai berikut :

 Penyusunan rencana kerja bidang Ekonomi, Keuangan

dan Pembangunan sesuai sesuai dengan prosedur dan

ketentuan yang berlaku sebagai pedoman pelaksanaan

kegiatan bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembanguna;

 Penyiapan bahan penelaahan terhadap berbagai

permasalahan bidang Ekonomi, Keuangan dan

Pembangunan sesuai dengan prosedur dan ketentuan

yang berlaku dalam rangka mendukung pelaksanaan

kegiatan;

 Pelaksanaan penelaahan terhadap berbagai

permasalahan bidang Ekonomi, Keuangan dan

Pembangunan sesuai dengan prosedur yang berlaku

sebagai pertimbangan pengambilan keputusan pimpinan;

 Pemberian saran, pendapat dan rekomendasi untuk

membantu pemecahan masalah dalam bidang Ekonomi,

Keuangan dan Pembangunan sebagai bahan penetapan

kebijakan Bupati;
 Pelaksanaan koordinasi dengan Organisasi Perangkat

Daerah dalam merumuskan dan mencari solusi

pemecahan masalah yang dihadapi;

 Pelaksanaan evaluasi, monitoring dan pelaporan hasil

pelaksanaan tugas kepada Bupati; dan

 Pelaksanaan tugas kedinas lain sesuai dengan perintah

Bupati.

B. Kondisi Infrastruktur Kabupaten Toba Samosir

Toba Samosir dibentuk berdasarkan UU nomor 12.

Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II

Toba Samosir dengan Mandailing Natal, diresmikan oleh Menteri

Dalam Negeri pada tanggal, 9 Maret 1999.

Sebagai sebuah daerah pemekaran, pembangunan

infrastruktur di Toba Samosir memerlukan sebuah lompatan

besar, untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain yang

lebih dulu terbentuk dan menorong pertumbuhan sektor lainnya,

seperti teransportasi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan

pendapatan, pemerataan pembangunan antar wiklayah dalam

memacu pertumbuhgan ekonomi daerah. Sejalan dengan

perkembangan waktu, sesuai dengan Perpres nomor 49 tahun

2016 tentang Pembentukan Badan Otorita Pengelola Kawasan

Pariwisata Danau Toba (BOPKDT), tentu akan membawa

dampak bagi perkembangan investasi di kawasan, yang


tentunya membutuhkan layanan dan kondisi infrastruktur yang

memadai.

Pembangunan merupakan (development) merupakan

proses perubahan yang terus menerus menuju keadaan yang

lebih baik dalam semua aspek kehidupan.

Menurut Griggs, (1988) Infrastruktur merupakan sistem

fisik yang menyediakan transportasi, drainase, bangunan

gedung dan fasilitas publik lainnya, yang dibutuhkan untuk

pemenuhan kebutuhan dasar manusia, baik kebutuhan sosial

maupun ekonomi. Infrastruktur menopang sistem sosial,

ekonomi dan penghubung dengan sistem lingkungan.

Infrastruktur meliputi dimensi luas, seperti jalan, listrik, air

bersih, irigasi, kesehatan dan infrastruktur lingkungan. Oleh

karena luasnya aspek sosial dan ekonomi infrastruktur tersebut,

maka penulisan makalah ini dibatasi dengan dngan fokus

kepada infrastruktur jalan dan jembatan, irigasi, listriki dan

infrastruktur kesehatan.

a. Infrastruktur Jalan, Jembatan dan Dermaga

Jalan raya di Toba Samosir terdiri dari Jalan Nasional,

Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten, mengenai panjang

jalanm status dan kondisi jalan di Toba Samosir dapat

dilihat pada tabel 1, dibawah ini.


Tabel. 1 Status, panjang dan kondisi jalan di Toba Samosir 2015.
No. Satatus jalan Panjang (km) Kondisi
1. Jalan Nasional 60,09 90 % mantap
2. Jalan Provinsi 119,50 -
3. Jalan Kabuaten 1.105,82 39,59 % mantap
Jumlah
Sumber : Dinas PU Toba Samosir

Dari tabel terlihat bahwa dari 1.105,82 km jalan

kabupaten, hanya 438 km dalam kondisi mantap, dengan

demikian lebih banyak jalan di Toba Samosir dalam kondisi

rusak dan membutuhkan perbaikan.

Jumlah Jembatan di Toba Samosair sebanyak 315 unit,

mengenai kondisi Jembatan dapat dilihat pada tabel 2 berikut:

Tabel 2. Jumlah Jembatan dan kondisi jembatan 201

No. Jumlah Jembatan Kondisi Sedang Rusak


(unit) baik(unit) (unit) (unit)
1. 448 372 60 16

Sumber : Toba Samosir Dalam Angka 2016

Demikian juga jembatan yang menghubungkan satu

wilayah dengan wilayah lainnya dari 448 unit yang ada, hanya

sebanyak 372 unit (83,03 %) dalam kondisi baik.

Demikian juga Dermaga, dari 4 dermaga yang ada di

Danau Toba Kabupaten Toba Samosir, semuanya belum

memenuhi standar nasional dari faktor keamanan dan

kenyamanan dalam melayani kebutuhan penduduk maupun

wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba.


b. Irigasi

Luas sawah di Toba Samosir sebesar 19.917 Ha, dibagi

dalam 84 daerah irigasi (DI), Panjang irigasi yang dibutuhkan

untuk peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas

sebesar 601.59 km, sementara yang sudah terbangun baru

sebesar 65,55 km (10,90 %). Kondisi ini memerlukan perhatian

serius sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan lahan

pertanian saat ini tidak beralih fungsi menjadi lahan non

pertanian.

c. Listrik

Toba Samosir memiliki potensi besar sumber daya

terbarukan, terutama sumber daya air dari aliran beberapa

sungai yang dapat dimanfaatkan bagi pembangkit listrik tenaga

air (PLTA). Beberapa PLTA sudah beroperasi dan

menghasilkan ribuan megawatt listrik yang dipakai bagi

peleburan aluminium dan untuk industri lainnya, namun ironis

dari 231 Desa dan 11 kelurahan, masih dijumpai desa-desa

yang tidak dialiri listrik.

d. Infrastruktur Kesehatan.

Jumlah penduduk Toba Samosir tahun 2015 sebanyak

179.704 jiwa, yang memerlukan dukungan pelayanan kesehatan

untuk tumbuh sehat, produktif dan memiliki hidup berkualitas.

Infrastruktur Kesehatan yang ada di Toba samosir dapat dilihat

seperti dibawah ini :


Tabel 3. Kondisi Sarana dan Parasarana Kesehatan 2015
No. Jenis Sarana Jumlah Kondisi Konsdisi
(unit) baik (unit) rusak (unit)
1. Rumah Sakit 3 3 -
2. Puskesmas Rawat Inap 4 4 -
3. Puskes non R. Inap 15 11 4
4. Puskesmas keliling 18 18 18
Roda 4
5. Puskesmas Pembantu 32 19 13
6. Poskesdes 162 125 37
7 Posyandu 257 257 -
8 Polindes 37 37
9. Klinik 9 9
Sumber : Dinas Kesehatan Toba Samosir

Secara fisik kondisi sarana dan prasarana sudah cukup

baik, namun dari segi pelayanan masih memerlukan perhatian,

terutama terhadap peningkatan jumlah tenaga kesehatan dan

dokter. Jumlah tenaga kesehatan di Toba Samosir dapat dilihat

pada tabel 4 berikut :

Tabel 4. Jumlah tenaga kesehatan di Toba Samosir 2015

No. Tenaga Kesehatan Jumlah (orang)


1. Dokter Spesialist 19
2. Dokter Gigi 22
3. Dokter Umum 57
4. Perawat 117
5. Bidan 430
6. Tenaga Medis 43
7. Tenaga Farmasi 13
8. Tenaga Keshatan lainnya 54
Sumber : Tobasa Dalam Angka 2016

Dari tabel dapat diuraikan bahwa rasio tenaga dokter

dengan jumlah penduduk masih sangat rendah 1: 1834, hal ini

tentunya memerlukan perhatian kedepan untuk mewujudkan

pelayanan kesehatan bnerkualitas.


C. Kondisi umum perekonomian Toba Samosir

Kondisi perekonomian daerah dapat dilihat dari berbagai

aspek, dalam tulisan ini kondisi perekonomian digambarkan

melalui PDRB, Indeks Pembangunan Manusia, Angka

Kemiskinan, serta Jumlah APBD Toba Samosir yang diambil dari

Toba Samosir dalam Angka 2016.

a. PDRB

PDRB Toba Samosir pada tahun 2014 Atas Dasar Harga

Berlaku sebesar Rp. 5.176.412.400.000,-, dengan laju

pertumbuhan sebesar 4,23 %, penyumbang terbesar PDRB

masih sektor Pertanian dan Kehutanan sebesar 34,99 %.

Sementara itu, PDRB penduduk perkapita sebesar Rp. 29,02

juta, Toba Samosir menempati peringkat 17 di Sumatera

Utara.

b. Pertumbuhan Ekonomi,

Pertumbuhan Ekonomi Toba Samosir pada tahun 2014

sebesar 4,24 % dibawah rata-rata Sumatera Utara sebesar

5,23 %.

c. Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Toba Samosir pada

tahun 2015 sangat baik sebesar 73,40, merupakan peringkat

keempat di Sumatera Utara setelah Kota Medan, Pematang

Siantar dan Binja, angka ini diatas rata-rata Sumatera Utara

sebesar 69,51.
d. Tingkat Pengangguran.

Dengan memperhitungkan penduduk usia kerja 15

tahunkeatas, Tingkat Pengangguran terbuka di Toba Samosir

pada tahun 2014 sebesar 0,75 % , jauh diabwah rata-rata

Sumatera Utara 6,23 % dan merupakan peringkat 29 di

Sumatera Utara.

e. Angka Kemiskinan

Angka kemiskinan di Toba Samosir sebesar 9,23 %. Angka

ini dibawah rata-rata angka kemiskinan Sumatera Utara

sbesar 9,85 % dan merupakan 10 terendah dibandingkan

Kabupaten/kota lainnya di sumatera Utara.

f. Jumlah APBD

Jumlah APBD Toba Samosir Tahun Anggaran 2016 sebesar

Rupiah 971.943.461.117,00 meningkat 28,27 % dari tahun

sebelumnya, untuk belanja tidak langsung sebesar Rp.

677.268.295.060,00,- (69,68 %) dan belanja langsung

sebesar Rp. 320.539.312.357,00,- (30,32). Kondisi ini

memerlukan perhatian agar persentase belanja tidak

langsung berimbang dengan belanja langsung, karena

proporsi belanja langsunglah yang secara langsung

mempengaruhi perekonomian masyarakat.

2. Gambaran Umum Toba Samosir

Dari uraian diatas dapat digambarkan kondisi pembangunan

infrastuktur dan perekonomian Toba Samosir sebagai berikut :


 Kondisi Infrastruktur Toba Samosir perlu upaya besar untuk

mengimbangi kemajuan di Kabupaten/Kota lainnya di

Sumatera Utara, terutama dalam menyongsong kebijakan

Pemerintah Republik Indonesia yang menetapkan Kawasan

Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Nasional dan

Pembentukan Badan Otorita Pengelola Kawasan Parawisata

Danau Toba.

 Kondisi Jalan, Jembatan dan Dermaga masih perlu

peningkatan dalam penanganan, perawatan dan alokasi

anggaran,

 Kondisi Irigasi, baik Irigasi primer, sekunder, tersier dan

kuarter perlu perhatian serius untuk menjamin pasokan air

yang cukup dan kontiniu bagi peningkatan Indeks

Pertanaman (IP) dan produktivitas sawah yang ada,

sekaligus menekan laju konversi lahan produktif menjadi non

pertanian.

 Koordinasi antar lintas sektoral saat ini belum, berjalan

optimal dalam perencanaan dan pelaksanaan

pembangunan, seperti antara pembangunan jalan dengan

pembangunan jaringan listrik, air atau telekomunikasi,

demikian juga antar SKPD, dalam pelaksanaan

pembangunan infrastruktur sering terjadi tumpang tindih.

 Jumlah anggaran untuk pembangunan infrastruktur belum

memadai.
 Kualitas sebahagian bangunan infrastruktur belum

memenuhi standar konstruksi sehinga usia infrastuktur tidak

memunhi standar nasional.

 Pemeliharaan dan perawatan fasilitas yang dibangun belum

optimal,

 Sikap memiliki masyarakat terhadap infrastruktur yang

dibangun pemerintah umumnya masih rendah.

 Kearifan lokal gotong royong di masyarakat mulai menurun

sehingga ada kesan bahwa pembangunan dan perawatan

infrastruktur publik menjadi tanggung jawab pemerintah

sepenuhnya,

 Penyediaan lahan bagi pembangunan infrastruktur sering

menghadapi kendala akibat stastus tanah, sebagian

besartanah di Toba samosir berstatus tanah adat, belum

memiliki sertifikat sehingga dalam pembebasannya sangat

rumit dan butuh waktu sangat lama,

 Toba Samosir penghasil energi terbarukan di Sumatera

Utara, namun masih ditemui desa-desa yang tidak dialiri

listrik.

 Sarana dan prasarana kesehatan cukup memadai, namun

perlu peningkatan fasilitas, tenaga dokter dan pelayanan.

 Perekonomian Toba Samosir yang digambarkan melalui

PDRB, Pertumbuhan Ekonomi, Angka Kemiskinan, Tingkat

Pengangguran Terbuka, Indeks Pembangunan Manusia

(IPM) dan APBD Toba Samosir menunjukkan perkembangan


yang baik, namun sejalan dengan perkembangan kawasan

regional, nasional dan global. Dengan berbagai faktor

pendukung yang dimiliki, perekonomian Toba Samosir

berpeluang untuk ditingkatkan sehingga mampu memberi

kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat serta

kemajuan daerah, sebagai implementasi dari misi keempat

RPJMD Toba Samosir, yaitu memacu pertumbuhan

ekonomi yamng berkualitas dan daya saing (Tobasa

sejahtera).

3. Perumusan Masalah

Ruang lingkup penulisan makalah ini meliputi uraian mengenai

hal berikut :

 Bagaimanan peningkatan Pembangunan Infrastruktur di

Toba samosir ?

 Indikator ekonomi seperti apa yang digunakan untuk

mengukur pencapaian visi “Tobasa Hebat 2021” ?

Mengingat infrastruktur meliputi dimensi yang sangat luas,

maka tulisan ini terbatas mengenai infrastruktur yang berkaitan

dengan Jalan, Jembatan dan Dernaga, Irigasi, serta Sarana dan

prasarana Kesehatan, sementara perkembangan ekonomi dibatasi

dengan hanya melihat PDRB, Pertumbuhan ekonomi, Angka

Kemiskinan, Tingkat Pengangguran dan Indeks Pembangunan

Manusia dan Peningkatan APBD.

Selanjutnya Jabatan Staf ahli merupakan jabatan administratif,

maka penjabaran dari pandangan penulis terhadap pengaruh


pembangunan dalam mendorong perekonomian daerah akan

merupakan saran pendapat yang akan disampaikan kepada Bupati

dan dikoordinasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah yang

secara teknis memiliki tugas dan wewenang dalam pelaksanaan

kegiatan pembangunan infrastruktur, ekonomi dan keuangan.

II. PEMBAHASAN

1. Masalah Pembangunan

Beberapa permasalahan pembangunan Infrastruktur di Toba Samosir

antara lain sebagai berikut :

 Pertambahan dan peningkatan kualitas jalan tidak sebanding

dengan peningkatan jumlah kenderaan bermotor,

 Pembukaan jalan baru yang menghubungkan antar daerah sering

terbentur dengan kawasan hutan yang membutuhkan rantai birokrasi

yang panjang untuk pembebasannya,

 Terjadi kesenjangan dalam pembangunan antar kawasan, sehingga

pemerataan pembangunan belum dirasakan masyarakat di daerah

tertinggal,

 Perda tentang RTRW belum diundangkan karena masih dalam

proses evaluasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,

 Pembukaan infrastruktur jalan baru dan pelebaran jalan sering

terbentur dengan pembebasan lahan,

 Lahan cukup luas namun status tanah di Toba Samosir umumnya

masih dalam status tanah adat, sehingga menyulitkan dalam proses

sertifikasi dan investasi,


 Alih fungsi lahan produktif massif

 Kualitas dari sejumlah bangunan infrastruktur tidak memadai,

 Pembangunan sejumlah infrastruktur banyak menggunakan tenaga

kerja dari luar sehingga tidak memberi nilai optimal bagi tenaga kerja

lokal dan perekonomian daerah,

 Infrastruktur irigasi belum mendukung upaya peningkatan Indeks

Pertanaman dan produktivitas,

 Standar pelayanan Rumah sakit perlu perbaikan dengan

peningkatan kuantitas dan profesionalisme tenaga kesehatan,

 Koordinasi di antara stakeholders yang memiliki tupoksi dalam

pembangunan infrastruktur belum berjalan dengan baik, sehingga

sering terjadi tumpang tindih dalam penanganannya.

 Perawatan terhadap bangunan infrastruktur kurang,

 Alokasi anggaran bagi pembangunan infrastruktur terbatas

 Sikap memliki masyarakat terhadap infrastruktur yang dibangun

pemerintah kurang

 Kualitas infrastruktur yang dibangun, sebahagian besar belum

memenuhu standard dan umur konstruksi.

2. Strategi Pemecahan Masalah

Untuk merumuskan pemecahan masalah dengan menggunakan analisi

SWOT, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan

identifikasi terhadap faktor internal yang memuat kekuatan (strengths)

dan kelemahan (weaknesses) serta faktor eksternal memuat peluang

(opportunities) dan ancaman (threats).


a. Faktor internal

Kekuatan (s):

 Tersedianya lahan bagi pembangunan berbagai infrastruktur

 Pembangunan infrastruktur merupakan prioritas pembangunan

Toba Samosir dalam RPJMD

 Toba Samosir memiliki potensi galian C yang besar seperti batu,

tanah urukan dan pasir,

 Memiliki aparatur yang kompeten

 Penguasaan teknologiyang memadai,

 Keamanan, kerukunan dan tatanan adat budaya mengakar di

tengah masyarakat

 Memiliki berbagai peralatan yang memadai,

 Masyarakat memiliki respon dan partisipasi yang baik terhadap

pembangunan

 Secara geografis, posisi Kabupaten Toba samosir sangat

strategis diantara beberapa Kabupaten di kawasan Danau Toba

 Toba Samosir memiliki potensi yang besar dibidang Pertanian,

Listrik, Pariwisata dan Pendidikan.

 Pemerintah Toba Samosir memberi kemudahan bagi investror

dengan pembentukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Perizinan Terpadu Satu Pintu

Kelemahan(w) :

 RTRW belum final

 Koordinasi lintas sektoral masih lemah


 Alokasi anggaran bagi pembanguna infrastruktur terbatas

 Kualitas infrastruktur belum memenuhi standar nasional umur

konstruksi,

 Kearifan lokal gotong royong mulai luntur di tengah masyarakat

 Rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun pemerintah

kurang

 Toba samosir belum memiliki produk lokal yang memiliki daya

saing

 Pertumbuhan ekonomi lambat

 Pemerataan pembangunan antar wilayah belum terlihat nyata,

yang menimbulkan terjadinya kesenjangan antar daerah.

 Penegakan hukum yang masih lemah terhadap pelanggaran

ketentuan

b. Faktot eksternal

Peluang (o) :

 Adanya kebijakan penetapan kawasan Danau Toba menjadi

Kawasan Strategis Nasional

 Kesempatan mengajukan anggaran kepada Kementerian dan

Lembaga untuk pembangunan Infrastruktur di daerah tertinggal

dan Kawasan Strategis

 Pembangunan Bandara Silangit mendorong pertumbuhan

ekonomi kawasan

 Perkembangan teknologi informasi mendukung pengembangan

daerah
 Kawasan Danau Toba ditetapkan sebagai salah satu destinasi

utama pariwisata di Indonesai, yang berdampak bagi berbagai

sektor yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi,

 Banyak Investor dan Anak Rantau memiliki keinginan

berinvestasi di Toba Samosir.

 Perkembangan kawasan regional, nasional dan global dapat

membawa dampak positif bagi kemajuan Toba Samosir,

 Kemudahan berinvestasi di Toba Samosir.

Ancaman (t) :

 Alih fungsi lahan masif,

 Laju pertumbuhan penduduk tinggi,

 Kesenjangan pembangunan antar wilayah

 Koordinasi lintas sektoral pelaksana pembangunan infrastruktur

masih lemah

 Urbanisasi sangat tinggi, sehingga tenaga kerja terdidik yang

tinggal di Toba Samosir sangat sedikit.

 Kerusakan sumber daya alam dan lingkungan

 Umumnya status tanah di Toba Samosir adalah tanah adat

sehingga dalam pembebasannya sangat rumit dan lama.

 Over tonase kenderaan membuat infrastruktur jalan cepat rusak,

.
c. Matriks Analisis SWOT

Maktris analisi SWOT dari persilangan faktor internal dan eksternal,

dapat dilihat pada tabel 7 dibawah ini:

Tabel 7. Matriks Analisis SWOT

Strategi Kekuatan (s) Kelemahan (w)

Peluang 1.Tingkatkan pembangunan 1. Manfaatkan teknologi informasi


(o) infrastruktur untuk untuk promosi dan pemasaran
mendukung penetapan produk lokal
kawasan Danau Toba 2. Manfaatkan pembangunan
sebagai KSN. kawasan untuk peningkatan
2.Tingkatkan promosi potensi pertumbuhan ekonomi
yang dimiliki untuk menarik 3. Manfaatkan anggaran
investor dan anak rantau Kementerian dan Lembaga
berinvestasi di Toba (APBN) untuk mengatasi
Samosir.. keterbatasan Anggaran APBD
3.Dayagunakan partisipasi
masyarakat sejalan dengan
pertumbuhan kawasan
regional, nasional dan global

Ancaman 1. Tingkatkan pemanfaatan 1. Lakukan perbaikan penegakan


(t) potensi ekonomi untuk hukum untuk mengatasi kenderaan
mengurangi urbanisasi over tonase
2. Dayagunakan kekuatan 2. Lakukan penyempurnaan
adat budaya dan kearifan perencanaan pembangunan
lokal untuk mengatasi melalui koordinasi lintas sektoral
permasalahan untuk mningkatkan sinergitas
pembebasan lahan bagi 3. Tingkatkan pemerataan
pembangunan pembangunan untuk menghindari
3. Tingkatkan penggunaaan kesejangan pembangunan antar
teknologi ramah wilayah
lingkungan untuk
mengurangi kerussakan
SDA

3. Rumusan strategi

Hasil analisis SWOT diatas menghasilkan rumusan strategi berikut :

a. Peningkatan Pembangunan Infrastruktur untuk mendukung Kawasan

Danau Toba sebagai KSN,

b. Mendayagunakan partisipasi masyarakat untuk percepatan

pertumbuhan kawasan
c. Pemanfaatan teknologi informatika dalam promoso dan pemasaran

produk Toba Samosir,

d. Menggunakan momentum pembangunan kawasan untuk mendorong

pertumbuhan ekonomi daerah,

e. Koordinasi dengan Kementerian/Lembaga agar mengalokasikan

APBN mendukung keterbatasan APBD

f. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi mengendalikan

urbanisasi,

g. Atasi persoalan tanah ulayat dengan pendekatan adat budaya,

h. Menjaga kelestarian lingkungan dengan penggunaan teknologi

ramah lingkungan,

i. Pingkatkan promosi produk lokal.

j. Perbaikan dalam penegakan hukum,

k. Melakukan perbaikan koordinasi dan konsultasi lintas sektoral dalam

perencanaan pembangunan

l. Meningkatkan pemerataan pembangunan antar wilayah

4. Tujuan dan Sasaran

a. Tujuan :

Tujuan pembangunan infrastruktur di Toba Samosir.

 Menjamin aksessibilitas dengan pembangunan infrastruktur

jalan, jembatan dan dermaga yang berkualitas untuk mendukung

kemanan dan kenyamanan

 Mempercepat pergerakan arus barang, jasa dan modal antar

wilayah,
 Mengupayakan pemerataan pembangunaan dan perkembangan

antar wilayah.

 Mendukung dan berpartisipasi dalam pembangunan kawasan

seiring dengan kebijakan pemerintah pusat,

 Mendukung peningkatan produktivitas dan pertumbuhan sektor

lainnya.

 Meningkatkan pendapatan, kesejahteraan dan kualitas hidup

masyarakat

b. Sasaran ,

Sasaran pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang ingin

dicapai sampai dengan tahun 2021 disesuaikan dengan RPJMD,

Program Nasional dan MDGs seperti pada tabel. 8 dibawah ini:

Tabel 8. Pembangunan Infrastruktur 2016-2021

No Indikator kinerja Tahun


.
2016 2017 2018 2019 2020 2021

1. Peningkatan kualitas 39,59 % 47,67 % 55,75 % 63,83 % 71,91 % 80,00 %


Jalan mantap

2. Peningkatan
Jaringan Irigasi 10,90 % 20,72 % 29,46 % 39,28 % 49,16 % 60,00 %

3. Peningkatan
Kualitas dan 40,00 % 48,00 % 56,00 % 64,00 % 72,00 % 80,00 %
Kapasitas Dermaga

4. Cakupan layanan - - 79,75 86,50 % 93,25 % 100,00 %


listrik

5. Peningkatan
kualitas sarpras 84,92 % 87,93 % 90,94 % 93,95 % 96,96 % 100,00 %
kesehatan

6. Pertumbuhan PDRB 4,23 % 9,20 % 9,20 % 9,2 % 9,20 % 9,20 %

7. Pertumbuhan 4,63 % 4,78 % 4,87 % 4,98 % 5,09 % 5,12 %


Ekonomi

8. Mengurangi Angka 0,75 % 0,75 % 0,75 % 0,75 % 0,75 % 0,75 %


Pengangguran

9. Mengurangi angka 9,23 % 9,20 % 9,17 % 9,12 % 9,11 % 9,09 %


kemiskinan

10 IPM 73,40 74,00 74,62 75,24 75,87 76,50

11 Peningkatan Jumlah 979,91 1,10 Tiliun 1,23 T 1,38 T 1,55 T 1,73 T


APBD Myliar
5. Program dan kegiatan

Untuk mencapai sasaran seperti tabel 8 diatas, Program dam kegiatan

utama Pembangunan Infrastruktur prioritas, untuk mendukung

pertumbuhan ekonomi 2107 - 2021antara lain adalah :

 Program Disiplin Aparatur untuk mendukung good governance dan

clean governance.

 Peningkatan dan pengembangan pembangunan Infrastruktur Jalan,

Jembatan dan Dermaga

 Pengembangan dan perluasan jaringan listrik sampai ke seluruh

pelosok desa

 Mendorong Investasi dibidang energi terbarukan.

 Perbaikan jaringan irigasi untuk peningkatan pengelolaan air demi

peningkatan Indeks pertanaman (IP) dan produktivitas lahan sawah

 Mendorong peningkatan partisipasi pihak swasta dalam

pembangunanan Rumah Sakit dan sarana kesehatan lainnya

 Pembuatan road map pengembangan kawasan pariwisata di Toba

Samosir

 Pengajuan draft Perda tentang penataan kawasan pekuburan,

 Penataan dan pembuatan sertifikat lahan-lahan milik pemda dan

tanah adat.
III. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1. Kesimpulan

Toba Samosir merupakan Kabupaten pemekaran baru, yang

dibentuk berdasarkan UU nomor 12 tahun 1998, yang diresmikan

Menteri Dalam Negeri pada tanggal 9 Maret 1999.

Sebagai daerah baru tentu memerlukan upaya dan kerja keras

untuk membangun infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan dari

daerah lain yang lebih dulu terbentuk, mewujudkan pemerataan dan

mendorong pengembangan wilayah atau kawasan.

Pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakat. Peran pemerintah sebagai fasilitator dan mobilisator

memegang peran strategis dalam mendukung peningkatan

kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi.

Untuk menguji wujud Tobasa Hebat 2021, dapat dilakukan

dengan melihat peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur,

terutama jalan, jembatan, dermaga, kelistrikan, irigasi serta saran dan

prasarana kesehatan. Karena kondisi infrastruktur diatas, dapat

dijadikan indikator dalam melihat perkembangan dan kemajuan suatu

wilayah, mengukur pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, angka

pengangguran, PDRB, produktivitas dan Indeks Pembangunan Manusia

suatu daerah.
2. Rekomendasi

Untuk mewujudkan Tobasa Hebat 2021, melalui pembangunan

infrastruktur maka kami merekomendasikan bebarapa hal yang

berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Staf Ahli Bidang

Pembangunan, Ekonomi, Keuangan dan Aset sebagai berikut :

a. Peningkatan kuantitas dan kualitas Jalan, Jembatan dan Dermaga

hingga kondisi 80 % mantap, sehingga mampu meningkatkan

aksesibititas, pemerataan pembangunan dan mendukung program

strategis nasional di kawasan Danau Toba,

b. Melakukan percepatan pembangunan Balige Bypass, untuk

mengimpangi pertambahan jumlah kenderaan yang sangat pesat.

c. Meningkatkan pembangunan infrastruktur irigasi untuk peningkatan

indeks pertanaman (IP), peningkatan produktivitas dan

mengendalikan alih fungsi lahan produktif,.

d. Untuk mengendalikan alih fungsi lahan, perlu diterbitkan Perda

tentang Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, sebagai

implementasi dari UU nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

e. Perlu penyediaan anggaran yang memadai bagi pengawsanan,

pemeliharaan dan perawatan infrastruktur yang telah dibangun,

untuk meningkatkan daya tahan infrastuktur sesuai standar

konstruksi.

f. Perlu penegakan aturan bagi kenderaan over tonase yangf

melintas di wilayah Toba Samosir.


DAFTAR PUSTAKA

Atmosoeprapto K., 2002. Mewujudkan Visi dan Misi dalam Tindakan Nyata. Elex
Media Komputindo, Kelompok Gramedia. Jakarta. 120 hal.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Toba samosir, 2106. Garis-Garis


Besar Penjabaran Visi Misi Kepala Daerah Dalam Penyusunan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Toba Samosir..

Badan Pusat Statistik, 2016. Toba Samosir Dalam Angka, 447 hal.

Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kab. Toba Samosir, 2016. Peraturan Daerah
Kabupaten Toba Samosir Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan
Perangkat Daerah.

Dani Susanto S, 2016. Program Pengendalian Inflasi, “Potensi Pengembangan dan


Pola Pembiayaan Komoditi Padi dan Hortikultura Desa Pulau Kampai”,
KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Medan. 173 hal.

Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Toba Samosir, 2016.


Rencana Strategis Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Tahun 2016 -
2021

Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Samosir, 2016. Rencana Strategis Tahun Dinas
Kesehatan Tahun 2016 - 2021

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Toba Samosir, 2016. Rencana Strategis Dinas
Pekerjanan Umum Tahun 2016 - 2021

Gittinger JP, 1986. Analisa Proyek-Proyek Pertanian, UI Press, Jakarta. 579 hal

Kasali Rhenald, 2006. Change. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 456 hal.
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i


DAFTAR ISI......................................................................................................... ii
DAFTAR TABEL.................................................................................................. iii
I. PENDAHULUAN........................................................................................... 1
1. Latar Belakang………………………………………………………………… 1
A. Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan..….. 2
B. Keragaan Kondisi Ketahanan Pangan dan Penyuluhan……………. 4
a. Produksi beberapa komoditas pangan……………………………….. 4
b. Ketersediaan bahan pangan utama…………………………………… 6
c. Cadangan Pangan …………………………………………………… 6
d. Konsumsi Beras ………………………………………………………… 7
e Diversifikasi Pangan …………………………………………………… 7
f. Gambaran Penyuluhan ……………………………………………….. 8
C. Perumusan Masalah………………………………………………………. 9
2. Gambaran Umum Kondisi Ketahanan Pangan……………………………
II. PEMBAHASAN………………………….......................................................... 10
1. Masalah Ketahanan Pangan………………………………………………… 10
2. Strategi Pemecahan Masalah………………………………………………... 11
a. Faktor internal……………………………………………………………… 11
b. Faktor eksternal……………………………………………………………. 12
c. Matriks Analisis SWOT……………………………………………………. 13
3. Rumusan Strategi …………………………………………………………… 13
4. Misi, Misi, Tujuan dan Sasaran……………………………………………… 14
5. Program dan kegiatan…………………………………………………………. 16
III. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI………………………………………… 18
1. Kesimpulan …………………………………………………………………… 18
2. Rekomendasi…………………………………………………………………. 20

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 22
DAFTAR TABEL

No. Judul Halaman

1. Produksi beberapa jenis komoditi pertanian 2015.......................... 5


2. Populasi beberapa jenis ternak 2015.............................................. 5
3. Produksi perikanan 2015................................................................. 5
4. Ketersediaan bahan pangan utama 2015………………………….. 6
5. Ketersediaan cadangan pangan 2015……………………………… 7
6. Kondisi penyuluhan Toba Samosi 2015........................................... 8
7. Matriks Analisis SWOT………………………………………………… 13
8. Sasaranan kinerja Dinas Ketahanan Pangan 2016-2021................ 16