Anda di halaman 1dari 3

A.

Menyunting Pesan (Editing)

Setelah naskah pertama selesai, kebanyakan orang menganggap pekerjaan menyusun


pesan telah selesai dan mulai beralih ke pekerjaan lainnya. Hal yang sesungguhnya tidaklah
demikian. Menyusun pesan bisnis memerlukan proses yang dilakukan dengan hati-hati. Draft
pesan yang telah selesai harus ditelaah ulang ( review) da diperbaiki lagi, baik dari sudut isi
amupun gaya bahasa yang digunakan, organisasi, serta format penulisannya.

1. Revisi Isi, Organisasi, Gaya Penulisan, dan Format.

Idealnya,naskah pertama dibiarkan selama beberapa saat sebelum memulai proses


penyuntingan. Evaluasi dimulai dengan membaca secara cepat dan memusatkan perhatian
pada isi, organisasi, dan format pesan. Draft pesan dibandingkan dengan rencana semula.
Pertanyaan-pertanyaan berikut bias dijadikan pedoman dalam melakukan evaluasi terhadap
isi, organisasi dan format pesan:

Apakah kita telah memasukkan butir-butir pesan dengan urutan yang logis?
Apakah ada keseimbangan yang baik antara yang umum dan yang khusus?
Apakah pokok pikiran yang paling penting telah memperoleh porsi yang cukup?
Apakah kita telah memberikan fakta-fakta pendukung dan melakukan pemeriksaan ulang
terhadap fakta-fakta yang ada?

Bagian awal dan akhir memiliki dampak yang paling besar bagi penerima. Pastkan bahwa
bagian awal relevan, menarik dan sesuai dangan kemungkinan reaksi penerima. Bagian akhir
dikain ulang untuk memastikan bahwa gagasan pokok telah dirngkas dengan baik dan
memberikan kesan positifpada penerima.

2. Pemilihan Kata yang Tepat

Dalam menyampaikan pesan bisnis, peranan kata menjadi sangat penting artinya.Penggunaan
kata yang sama sekali tidak diketahui atau sangat asing bagi audiens, bukan saja pemborosan
atau membuang waktu, tetapi yang lebih penting dari itu adalah penyampaian maksud
komunikasi menjadi terganggu. Ada beberapa yang perlu dicermati sehubungan dengan
pemilihan kata dalam sebuah pesan bisnis. Pilihlah kata yang sudah dikenal oleh audiens.
Pilihlah kata-kata yang singkat (efisien). Hindari kata-kata yang bermakna ganda.

3. Penggunaan Kalimat yang Efektif

Kalimat yang efektif adalah kalimat yang memenuhi dua syarat berikut:

Mampu mewakili pikiran atau perasaan pembicara atau penulissecara tepat.


Mampu menimbulkan pengertian yang sama tepat dalam pikiran atau perasaan pendengar
atau pembaca seperti yang dipikirkan atau dirasakan oleh pembicara atau penulis.
Jika kedua syarat ini dipenuhi maka kemungkinan terjadinya salah paham antara mereka yang
terlibat dalam komunikasi dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan. Untuk menciptakan
sebuah kalimat yang efektif ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: kesatuan
gagasan, kepaduan yang baik, penekanan, variasi, paralelisme, dan penalaran.

Contoh:
Semua karyawan perusahaan tersebut mendapat penjelasan tentang sistem penggajian yang
baru (Kesatuan Tunggal)
Ia bekerja di unit keuangan pada perusahaan itu, tetapi ia merasa kurang cocok di bagian
keuangan (Kesatuan yang mengandung pertentangan)

Kepaduan yang baik adalah hubungan timbal-balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur
(kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Ada bagian kalimat yang memiliki
hubungan yang lebih erat sehingga tidak boleh dipisahkan, ada yang lebih renggang
kedudukannya sehingga boleh ditempatkan di mana saja, asal jangan disisipkan antara kata-
kata atau kelompok kata yang rapat hubungannya.
Contoh:
Adik saya yang paling kecil memukul anjing di kebun kemarin pagi, dengan sekuat
tenaganya (Kepaduan yang baik)

Menulis Ulang Pesan

Ernest Hemingway pernah menyatakan bahwa “tidak ada yang disebut menulis yang
ada hanya menulis ulang” Pada kenyataannya, pelaku bisnis banyak melakukan kesalahan
berikut:
1. Hanya memindahkan kata-kata dan tidak benar-beanr memperbaikinya
2. Tidak melakukan penulisan ulang karena dianggap membuang waktu
3. Mengirim dokumen pada saat-saat terakhir dibutuhkan.
Setelah penulisan ulang dilakukan dengan baik dokumen bisnis kemungkinan akan
menjadi berjumlah separuh dari rencana semula. Dokumen menjadi lebih ringkas, mantap
dan kuat.