Anda di halaman 1dari 22

PAHAM-PAHAM ARSITEKTUR MODERN

PADA MASA 1900-1940an

Mahasiswa

I GEDE DEDE MEIRIANTA (1319251055)

UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR
PROGRAM NON-REGULER
2014/2015

1
PAHAM-PAHAM ARSITEKTUR MODERN
PADA MASA 1900-1940an

Dosen:
Ir. IB Sarjana
Dr. Ir. Widiastuti,MT.

Mahasiswa

I GEDE DEDE MEIRIANTA (1319251055)

UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR
PROGRAM NON-REGULER
2014/2015

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadiran Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas berkat
dan rahmat-Nya makalah yang berjudul “Paham-Paham Arsitektur Modern Pada Masa 1900-
1940” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Di dalam penyusunan makalah akademik ini, penulis tidak merasa hambatan menjadi
kesulitan tertentu di dalamnya namun justru menjadi batu loncatan untuk membesarkan tulisan
akademik ini sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah pula. Tulisan ini merupakan
hasil telaah pustaka mengenai Arsitektur modern pada masa 1900-1940. kajian ini sekaligus
merupakan pengantar atau pendalaman mata kuliah bersangkutan yang memuat sebuah rumusan
permasalahan.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Arsitektur Dunia 2
yaitu:
1. Ir. IB Sarjana
2. Dr. Ir. Widiastuti, MT,
Sebagaimana gading, yang kita temukan tak selalu sempurna dalam keadaan yang utuh,
selalu akan ada celah atau pori yang menjadikannya retak kemudian. Oleh sebabnya, dengan
seluruh kerendahan hati yang ada, penulis mengucapkan permohonan maaf apabila dalam
penulisannya terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati.

Denpasar, 22 April 2015

3
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...…………………….………………………………………………. i

KATA PENGANTAR …………………….………………………………………………. ii

DAFTAR ISI …………………………….………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ……………………….………………………………………………... 1

1.2 Rumusan masalah… ……………….………………………………………………….. 2

1.3 Manfaat penulisan..………………………………………………………………...…. 2

1.4 Metode penulisan...………...…………...…………………………………………...…. 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Aliran arsitektur modern pada masa 1900-1940an ……………………………………. 3

2.2 Paham-Paham Arsitektur Modern Pada Masa 1900-1940an ……...……………..……. 3

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan……. ...............…………………………………………………..………... 16

3.2 Saran………… ...............…………………………………………………..………...... 16

DAFTAR PUSTAKA

4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan dunia pada masa itu (1900-1940an) masih terkait akibat dari
industrialisasi. Sehingga muncul berbagai macam reaksi di bidang arsitektur. Munculnya mesin-
mesin yang dapat membuat bahan bangunan dengan cara cepat dan juga sudah mencapai
standard yang ditentukan membuat kalangan arsitek mencoba dan mencari hal-hal baru dalam
hal desain. Begitu pesatnya kemajuan dalam bidang teknologi yang membuat manusia cenderung
untuk sesuatu yang ekonomis, mudah dan bagus adalah faktor utama terciptanya arsitektur
modern. Hal ini membuat munculnya banyak aliran arsitektur pada masa itu.Khususnya aliran-
aliran yang terjadi antara 1900-1940 yang menjadi pertimbangan banyak arsitek di masa itu.

Aliran-aliran arsitektur berkembang di beberapa Negara barat. Pada saat itu juga
bersamaan dengan terjadinya perang dunia satu dan ikut mempengaruhi perkembangan arsitektur
modern. Akibatnya banyak aliran-aliran arsitektur modern yang memiliki unsur yang berbau
politis. Selain itu gagasan-gagasan para tokoh arsitek serta karyanya memberikan peranan
penting kepada berkembangnya suatu aliran arsitektur. Gagasan-gagasan tersebut di tuangkan
secara nyata ke dalam bidang arsitektur. Yang kemudian berkembang hingga ke Negara-negara
lain.

Setiap aliran mempunyai ciri khas dan konsep masing-masing. konsep-konsep yang
terkandung dalam aliran ini kemudian di kembangkan oleh para arsitek-arsitek yang saat itu
sedang mencari suatu bentuk kharakter yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Beberapa
bangunan hasil dari pada pemikiran tersebut menjadi pelopor ataupun perhatian dalam dunia
arsitektur. Sebagian masyarakat menanggapi baik akan aliran tersebut. Namun sebagian
masyarakat ada juga yang melakukan penolakan terhadap aliran tersebut. Oleh karena itu kaidah-
kaidah yang baik dan bersikap positif dalam aliran arsitektur dapat menjadi suatu pembelajaran
yang baik di masa yang akan datang, sehingga pemikiran-pemikiran tentang suatu gagasan
arsitektur menjadi dapat diterima oleh semua pihak.

5
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja aliran Aritektur modern pada massa 1900-1940an?

2. Bagaimana gaya-gaya atau paham-paham dari masing-masing aliran tersebut?

1.3 Manfaat Penulisan

1. Mengetahui dan memahami jenis-jenis aliran Arsitektur modern pada masa 1900-1940an.

2. Memahami paham-paham dari masing-masing aliran dan dapat membedakan gaya-gaya dari
masing-masing aliran tersebut.

1.4 Metode Penulisan

1. Jenis Penulisan:
Deskriptif Kualitatif, yaitu menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji dan
membandingkan sumber-sumber yang berkaitan dengan materi yang dibahas.
2. Waktu dan tempat penulisan:
Maret 2015, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Denpasar.
3. Sumber informasi:
1. Buku-buku yang berhubungan dengan materi pembelajaran
2. Sumber internet yang memberikan informasi tentang materi yang bersangkutan
3. Diskusi antar teman-teman mahasiswa jurusan arsitektur kelas A maupun kelas B yang
telah memberikan informasi atau sharing dalam penyusunan tugas Arsitektur Dunia 2

6
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Aliran arsitektur modern pada masa 1900-1940an

Terdapat beberapa aliran arsitektur modern pada masa 1900-1940an yaitu:

1. Art Nouveau (1895)


2. Arsitektur Organik
3. Arsitektur Kubisme (1905)
4. Kontruktivisme (1913)
5. De Stijl (1916)
6. Bauhaus (1919)
7. Gaya Internasional (1930)

2.2 Paham-Paham Arsitektur Modern Pada Masa 1900-1940an

1. Art Nouveau (1895)

DEFINISI
Yang dimaksud dengan art nouveau adalah sejenis seni atau art. Art Nouveau adalah
Sebuah gaya dekorasi dan arsitektur internasional . Dalam desain, Art nouveau bercirikan bentuk
ranting-ranting tumbuhan yang berlekuk - lekuk dan berlawanan dengan historicism yang
menjamur.
Art Nouveau biasanya juga dapat dicirikan dengan bentuk-bentuk plastis dan organis, tapi
tetap mengandalkan prinsip-prinsip geometris (sebagai perbandingan: Art Deco yang geometris,
kaku meski menggambarkan figur-figur hewan, bunga, atau manusia).Pengertian art nouveau
juga bias diartikan ke dalam sejenis aliran atau langgam atau style seni rupa modern. Hal ini
dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru juga
didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, di Negara tersebut.

7
SEJARAH

Art Nouveau berkembang tahun 1880 dan 1890an. Nama ini berasal dari Maison de l’Art
Nouveau, galeri desain interior yang buka di Paris tahun 1896. Di Jerman gerakan ini disebut
Jugendstil, diambil dari majalah Diejugend (pemuda) yang dipublikasikan sejak tahun 1896. Di
Itali bernama Stile Liberty dari nama toko Liberty Style. Di Spanyol bernama Modernista,

di Austria bernama Sezessionstil dan, di Prancis sendiri, istilah bahasa Inggris Modern Style
sering juga digunakan, menekankan dari mana gerakan ini berasal.

CIRI-CIRI

1. Dinamis dan mengalir, dengan garis-garis lengkung yang serasi, cukup menggambarkan gaya
Art Nouveau. Tampilan lainnya adalah penggunaan hiperbola dan parabola di jendela,
lengkungan, dan pintu. Tumpukan-tumpukan konvensional terlihat seakan menjadi hidup dan
tumbuh menjadi bentuk-bentuk yang diambil dari tumbuhan.

2. Art Nouveau dalam arsitektur dan desain interior membangkitkan kembali gaya dari era
victorian. Meski desainer Art Nouveau memilih dan memodernisasikan beberapa elemen
abstrak dari gaya Rococo seperti tekstur api dan kerang, mereka juga mempergunakan bentuk
organik sebagai sumber inspirasi, mengembangkan bentuk alami dari rumput laut, rumput dan
serangga.

3. Wood-block Jepang, dengan garis lengkungnya, permukaan yang berpola, bagian kosong yang
kontras, juga mempengaruhi Art Nouveau. Beberapa garis dan pola lengkungan menjadi
kebiasaan grafis yang nantinya banyak ditemukan di karya-karya seniman di seluruh dunia.

8
9
2. Arsitektur Organik

DEFINISI

Arsitektur Organik merupakan ilmu yang mempelajari perencanaan dan perancangan dengan
mengambil sumber dari alam yang berupa mahluk hidup atau yang berhubungan dengan mahluk
hidup, sebagai pokok dari bentuk dan fungsi bangunan.

KONSEP DASAR ARSITEKTUR ORGANIK

1. Building as nature

Bangunan bersifat alami dimana alam menjadi pokok dan inspirasi dari arsitektur
organik.Bentuk-bentuk organism dan struktur suatu organism dapat menjadi konsep dan gagasan
yang tidak ada akhirnya dalam desain arsitektur organik.

2. Continous present

Suatu karakteristik khusus dari desain arsitektur organik adalah bahwa arsitektur
organikmerupakan sebuah desain arsitektur yang terus berlanjut, dimana tidak pernah berhenti
dan selalu dalam keadaan dinamis yang selalu berkembang mengikuti zaman namun tetap
membawa unsur keaslian dan kesegaran dalam sebuah desain.

3. Form Follows Flow

Bentuk bangunan sebaiknya diciptakan mengikuti aliran energi alam. Arsitektur organic harus
menyesuaikan dengan alam sekitarnya secara dinamis dan bukan melawan alam. Alamdalam hal
ini dapat berupa kekuatan struktural, angin, panas dan arus air, energi bumi, dan medan magnet,
seperti halnya tubuh manusia yang sulit dipisahkan dari pikiran dan jiwa.

4. Of the people

Desain organik menempatkan penekanan khusus pada pengembangan suatu hubungan yang
kreatif dan sensitive dengan para pemakai bangunan. Perancangan bentuk dan strukturbangunan,
di desain berdasarkan kebutuhan pemakai bangunan. Perancangan untuk kenyamanan pemakai
bangunan juga sangat penting.

10
11
2. Kubisme

Arsitektur aliran kubisme terinspirasi dari seni lukis yang muncul dan mulai berkembang
pada tahun 1910 - 1914 di Paris. Aliran kubisme muncul karena rasa bosan terhadap aliran-aliran
klasik yang penuh dengan ornamen.

Cubism adalah gerakan paling revolusioner dalam seni rupa, berkembang mula-mula di
Perancis antara tahun 1907-1920-an. Cubismberasal dari seni lukis yang tidak hanya membuat
bentuk dan warna dalam dimensi ruang tetapi juga dimensi waktu, menyajikan lukisan tidak
hanya dari satu sudut pandang yang lazimnya dalam lukisan tradisional, tetapi dalam berbagai
sisi, termasuk sisi yang seharusnya tidak terlihat dalam lukisan.Cubism tidak sepenuhnya
abstrak. Prinsip dari aliran Cubism menonjolkan aspek ruang atau tiga dimensi dan waktu,
dimana hal itu tidak terdapat dalam aliran klasik-tradisional.

Aliran Cubism tidak langsung diterima begitu saja oleh kalangan masyarakat pencinta
seni. Timbul pro dan kontra terhadap kemunculan alirancubism. Kelahiran cubism terjadi pada
masa Revolusi Industri, dalam tahun 1910-an, ditandai dengan kejadian bersejarah yaitu
penggunaan mesin pertama kali untuk pemotongan hewan di Chicago. Pengikut
aliran cubismadalah orang-orang yang anti kehidupan borjuis atau kelas menengah yang juga
pendukung industrialisasi dan sistem perdagangan baru.

Aliran cubism mempengaruhi bidang arsitektur dalam elemen utama pendukung


arsitektur yaitu material, ruang dan pencahayaan. Dalam arsitektur klasik, material adalah hal
utama yang memberikan kekuatan dalam konstruksi. Ruang terletak dibalik dinding tebal di
mana cahaya masuk hanya sedikit. Namun sejak aliran cubism muncul, arsitektur bukan lagi
selubung, tetapi ruang menjadi aspek paling dominan.

12
13
3. Arsitektur Kontruktivisme

Berkembang pada tahun 1913-1930 oleh Vladimir Tatlin. Pergerakan konstruktivisme di


Rusia merupakan pengembangan dari kubism, futurism Italia dan Suprematism di Rusia, Beo
Plasticism di Belanda dan sekolah Bauhaus di Jerman. Estetika menurut seniman
konstruktivisme berkaitan dengan bentuk atau bidang geometris kinetik, sebagai sebuah
cerminan jaman modern yang dikuasai oleh mesin.

Naum Gabo bersaudara dan Antoine Pevsner selalu mendukung pergerakan, memasukan
elemen pahatan dari kubisme dan futurisme dengan sebuah kiasan untuk arsitektur, teknologi.
Pergerakan pertama gebrakan konstruktivisme dimuat pada tahun 1921, ketika kelompok pekerja
pertama dibentuk di Moskow. Pada akhirnya pergerakan tersebut menyebar ke Belanda dan
Jerman sebelum mencapai ketenaran internasional.

Pergerakan kontruktivisme merupakan pergerakan yang diciptakan oleh pelopor seni


Rusia dan cepat menyebar. seni konstruktivisme merupakan seni dengan kesepakatan untuk
melengkapi abstraksi dengan sebuah pengabdian terhadap modernitas dimana tema-temanya
geometrik kinetik, eksperimental. Bentuk-bentuk yang objektif membawa arti secara universal
lebih cocok untuk pergerakan dibandingkan dengan bentuk subjektif dan individualistik

14
15
4. Arsitektur Modern De Stijl

Arsitektur De Stijl merupakan salah satu dari tren atau gaya arsitektur modern yang
berkembang pada masa arsitektur modern yaitu antara tahun 1920an sampai dengan tahun
1930an sebelum perang dunia ke dua. Nama destijl sendiri diambil dari nama sebuah majalah
seni rupa di Belanda yang sangat terkenal masa itu, karena mengusung konsep-konsep desain
pembaharu dari model dan gaya karya seni rupa masa-masa sebelumnya.

De Stijl menjadi pelopor dari Neo Plasticisme, Neo Plasticisme memiliki arti seni rupa
gaya baru. Neo Plasticisme dikembangkan oleh seorang seniman yang bernama Piet Mondrian
yang kemudian mengarah pada gaya Cubisme dalam bentuk abstrak total. Warna dasar yang
menjadi ciri utama dari Mondrian adalah warna merah, kuning, dan biru. Sehingga dalam suatu
karya baik itu merupakan karya arsitektur maupun karyalainnya akan memiliki ciri khas warna
Mondrian dalam penggunaan warnanya.

De stijl merupakan aliran arsitektur yang diilhami dari seni lukis. Dalam karya seninya
lebih mengutamakan bentuk-bentuk abstract yang lebih sederhana.De Stijl tumbuh bersamaan
dengan terjadinya perang dunia. Dimana aliran ini merupakan suatu gabungan kelompok
seniman antara pelukis, pematung dan arsitek.Tujuan utama dari aliran ini adalah menyatukan
wujud-wujud seni menjadi suatu lahan ruang

De Stijl diterapkan pertama kali pada proyek rumah liburan De Vonk’ diNorrdwijerkhout
olehTheo Van Doesberg.

Cirri cirri arsitektur De stijl:

1. Penggunaan warna primer merah, biru, kuning, putih, hitam

2. Garis garis pembatas warna yang kontras

3. Komposisinya adalah harmoni – kontras

16
5. Bauhaus

Bauhaus, adalah sebuah aliran (gaya) arsitektur yang didirikan oleh Walter Gropius pada
tahun 1919. Pelopor International Style dan mengenalkan konsep form follows function, yaitu
bentuk bangunan mengikuti fungsi yang ada pada bangunan tersebut. Bauhaus memiliki
pengaruh besar terhadap arsitektur dunia.

Bauhaus adalah sebuah ikon dari perkembangan Seni dan Arsitektur yang lahir akibat
revolusi industri di daratan Eropa pada awal abad 20. Seni dan Arsitektur Bauhaus merupakan
aliran dengan ideolog Perdamaian antara Seni dan Industri.

Kelahiran Bauhaus didahului dengan terbentuknya Deutscher Werkbund pada 9 Oktober


1907 di Munchen, Jerman, yang digagas oleh arsitek, Theodor Fischer dan Hermann Mutheseus.
Deutscher Werkbund adalah nama kelompok diskusi yang terdiri dari seniman muda, arsitek
muda, penulis muda, pengrajin muda dan kalangan industri, yang pada awal berdirinya,
kelompok ini beranggotakan 12 seniman dan 12 pemilik industri dan dianggap kelompok kelas
menengah waktu itu.

17
Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-prinsip dasar desain modern
sedangkan Art-Deco lebih kepada hasil penerapannya. Tapi keduanya memiliki tujuan yang
sama yaitu menjadikan karya desain sebagai milik semua kalangan masyarakat. Tidak terbatas
pada kaum aristokrat. Sehingga dalam perkembangannya sulit dipisahkan pengaruh Bauhaus
terhadap desain bergaya Art-Deco, terutama dibidang seni lukis, desain furnitur, desain tekstil
dan fashion.

18
6. Gaya Intrnasional (1930)

International style adalah suatu gaya arsitektur yang trend pada tahun 1920-1930. Istilah
International Style pada umumnya mengacu pada arsitek dan bangunan dari dekade pandangan
perkembangan gaya modern, sebelum perang dunia II.

Istilah ini berasal dari nama sebuah buku oleh Henry - Russell Hitchcock dan Philip
Johnson, The International Style, yang diidentifikasi, dikategorikan dan diperluas pada
karakteristik umum untuk & Modernisme di seluruh dunia dan aspek gaya nya.

Para penulis mengidentifikasi tiga prinsip :

- Ekspresi volume bukan massa

- Penekanan pada keseimbangan daripada simetri praduga

- Pengusiran ornamen diterapkan

Tujuan dari Hitchcock dan Johnson adalah untuk menentukan gaya yang akan
merangkum ini arsitektur modern , melakukan hal ini dengan masuknya arsitek tertentu.

Ciri-ciri umum gaya Internasional meliputi :

1. Radikal Penyederhanaan Bentuk

2. Penolakan Terhadap Ornamen dan adopsi dari kaca, baja dan beton sebagai bahan pilihan.

3. Transparansi konstruksi (Ekspresi Jujur Struktur)

4. Penggunaaan material/Struktur Pabrikasi

5. Menggunakan bentuk-bentuk geometri. Berbentuk kubus sederhana segiempat panjang yang


menekan

6. Semua bagian muka gedung bersudut 90 derajat dan bertingkat. Bentuknya segi-empat atau
penyiku.

7. Jendela tersusun secara garis horizontal dan membentuk suatu garis beraturan.

19
8. Meminimalisir ornamen.

9. Bentuk mengikuti fungsi.

20
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pada Arsitektur modern masa 1990-1940an terdapat beberapa aliran-aliran yang memiliki
perbedaan masing-masing pada setiap desain ataupun konsep yang telah menjadi ciri khas dari
masing-masing aliran tersebut yang membuat suatu keanekaragaman. Aliran-aliran tersebut
adalah :

1. Art Nouveau (1895)


2. Arsitektur Organik
3. Arsitektur Kubisme (1905)
4. Kontruktivisme (1913)
5. De Stijl (1916)
6. Bauhaus (1919)
7. Gaya Internasional (1930)

Dari beberapa aliran-aliran tersebut telah menciptakan suatu karya yang dapat dilihat dan
dinilai bahkan kita dapat mencari perbedaan dari masing-masing aliran tersebut yang diharapkan
dapat mengkombinasi gaya-gaya tersebut dan menuangkannya ke dalam suatu desain kreatif.

3.2 Saran

Perkembangan arsitektur modern memberikan kita pembelajaran dan pemahaman


terhadap seni arsitektur modern, baik dalam seni ataupun kreatifitas yang mendalam serta
konsep-konsep yang dipahami oleh arsitek di era modern tersebut. Oleh karena itu sejarah
arsitektur modern patut dipelajari dengan baik agar kita dapat memahaminya dengan baik guna
menjadikan hal tersebut suatu refrensi yang dapat nantinya di tuangkan kedalam desain baru.

21
DAFTAR PUSTAKA

Dr. Ir. Widiastuti, MT, Presentasi


Putu Rumawan Salain, Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Modern.

Sumalyo Yulianto, Perkembangan Arsitektur Modern Awal Abad X1X SampaI dengan
XX,Unversitas Gajah Mada Press.

http://mode-arsitektur.blogspot.sg/2009/02/arsitektur-kubisme.html

http://www.academia.edu/4823102/Arsitektur_Kubisme

22